OJS STIKES Panca Bhakti Pontianak
Not a member yet
184 research outputs found
Sort by
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP PEMBERIAN MAKANAN TERHADAP STATUS GIZI BALITA DI PUSKESMAS SAKETA
Latar Belakang : Sumber Daya Manusia (SDM) dapat dijadikan ukuran kemajuan suatu bangsa. Kesehatan berfungsi sebagai salah satu cara untuk mengukur kualitas sumber daya manusia. Kualitas SDM di masa depan dapat dievaluasi melalui masalah kesehatan anak-anak saat ini yang menjadi isu nasional. Lima tahun pertama adalah periode krusial dalam pertumbuhan anak yang berpengaruh pada perkembangan fisik, mental, dan kecerdasannya. Mengingat bahwa orang tua memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kualitas nutrisi anak, pola asuh juga merupakan faktor penting dalam penyebab gangguan pertumbuhan anak, sementara dampak pengasuhan orang tua berkontribusi terhadap pertumbuhan anak melalui kecukupan makanan dan kondisi kesehatan. Terdapat korelasi antara pemahaman ibu mengenai metode pengasuhan dan status gizi anak.
Metode : Penelitian ini dilakukan dengan metode kuantitatif. Desain penelitian didasarkan pada pendekatan analitik korelasi cross-sectional. Penelitian dilakukan di Puskesmas Seketa Halmahera. Pengetahuan ibu dan persepsi mereka tentang pola asuh adalah variabel bebas penelitian. Penelitian ini melibatkan 430 ibu dengan balita yang berada di wilayah kerja puskesmas sekata, dengan 81 responden menggunakan teknik pengambilan sampel cluster. Test gamma Sommers, yang menganalisis data univariat dan bivariat.
Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa status gizi balita di Puskesmas Saketa Halmahera terkait dengan pengetahuan ibu (p=0.006) dan sikap pemberian makan (p=0.031).
Kesimpulan : Secara signifikan pengetahuan dan sikap ibu mempengaruhi status gizi balita.
Saran : Bidan diharapkan semakin aktif dalam upaya mendeteksi dini adalah masalah pada status gizi balita dan bisa penatalaksanaan secara mandiri, berkolaborasi, dan rujukan jika diperlukan. Selain itu, bidan bisa lebih meningkatkan pemberian informasi terkait pola asuh, nutrisi dan status gizika
GAMBARAN PERBEDAAN KENAIKAN KADAR HAEMOGLOBIN PADA INTERVENSI PEMBERIAN JUS KURMA DAN AIR KELAPA PADA REMAJA
Kadar haemoglobin dapat mempengaruhi tingkat kesehatan seseorang, dan pada remaja putri yang mengalami siklus mentruasi, resiko anemia semakin meningkat. Pentingnya pemenuhan gizi remaja dan pencegahan anemia pada remaja lebih kepada untuk pencapaian prestasi yang baik di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kenaikan kadar Haemoglobin pada 2 kelompok remaja yang diberikan intervensi air kelapa dan intervensi jus kurma pada saat mengalami anemia disamping tetap mengkonsumsi tablet tambah darah. Metode pengambilan sampel dengan purposive sampling yakni dengan memilih remaja yang mengalami anemia. Setelah diberikan intervensi berupa pemberian jus kurma pada kelompok pertama dan air kelapa pada kelompok lainnya, diperoleh hasil bahwa kelompok yang diberikan jus kurma memiliki kenaikan Hb rata-rata 1gr/dL dan kelompok yang diberikan air kelapa memiliki kenaikan Hb rata-rata 0,6gr/dL. Sehingga dapat disimpulkan bahwa, kenaikan kadar Hb pada kelompok yang diberikan jus kurma lebih tinggi dari pada pemberian air kelapa pada remaja yang mengalami anemia. Hal ini dapat menjadi salah satu saran dalam pemberian edukasi pada remaja yang mengalami anemia untuk mengkonsumsi jus kurma untuk peningkatan Hb
FAKTOR RISIKO KEJADIAN STUNTING PADA BAYI BARU LAHIR DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KECAMATAN CIMANGGU TAHUN 2022
Latar Belakang : Stunting adalah kekurangan gizi kronis yang didasarkan pada indeks panjang badan dibanding umur (PB/U) atau tinggi badan dibanding umur (TB/U) dengan batas (z- score) kurang dari -2 SD. Stunting berisiko meningkatkan risiko keterlambatan perkembangan dan kemamuan kognitif pada masa anak-anak, bahkan kematian. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor risiko kejadian stunting pada bayi baru lahir di wilayah kerja Puskesmas Kecamatan Cimanggu tahun 2022. Metode : Penelitian ini menggunakan jenis penelitian observasional dengan desain case-control. Populasi penelitian adalah seluruh bayi baru lahir pada tahun 2022. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik purposive sampling dengan total 166 orang. Analisa data dilakukan secara univariat, bivariat, dan multivariat menggunakan uji chi-square dan regresi logistik. Hasil : Menunjukkan ibu yang mengalami hipertensi saat hamil sebanyak 19 orang (11,4%), anemia 46 orang (27,7%), berisiko KEK 31 orang (18,7%), memiliki tinggi badan <150 cm sebanyak 42 orang (25,3%), dan melahirkan dengan jarak kelahiran ≤ 2tahun sebanyak 21 orang (12,7%). Terdapat faktor yang mempengaruhi terjadinya kejadian stunting yaitu hipertensi dalam kehamilan (p-value = 0,028 (bivariat); 0,064 (multivariat)), anemia (p-value = 0,037 (bivariat); 0,047 (multivariat)), risiko KEK (p-value = 0,028 (bivariat); 0,024 (multivariat)), dan tinggi badan ibu (p-value = 0,000 (bivariat); 0,001 (multivariat). Kesimpulan : Terdapat hubungan yang signifikan antara hipertensi dalam kehamilan, status anemia, risiko KEK, dan tinggi badan ibu terhadap kejadian stunting pada bayi baru lahir. Saran diperlukannya peningkatan pengetahuan tentang bahayanya stunting, dan cara pencegahannya demi perkembangan bayi yang baik
PENGARUH PEMBERIAN AIR REBUSAN KURMA TERHADAP PENINGKATAN HAEMOGLOBIN PADA IBU HAMIL ANEMIA DI PUSKESMAS BULANGAN HAJI
Latar Belakang: Pemerintah sudah mengupayakan pencegahan anemia pada ibu hamil dengan pemberian tablet tambah darah namun kejadian anemia pada ibu hamil masih terjadi di Indonesia khususnya di kabupaten pamekasan angka kejadian anemia pada tahun 2023 terdata 1.440 (24,11%) hal ini desebabkan oleh ibu hamil yang tidak teratur mengkonsumsi tablet tambah darah. Oleh karena itu selain minum tablet tambah darah ibu hamil dapat mengkonsumis air rebusan kurma untuk membantu mengatasi anemia pada ibu hamil, kurma yang kaya akan manfaat dan sumber nutrisi serta mengandung zat besi sangat baik di konsumsi oleh ibu hamil dan dengan direbus dapat mengurangi enek dan rasa manis pada kurma serta lebih mudah dikonsumsi dalam bentuk cairan. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh pemberian air rebusan kurma terhadap peningkatan haemoglobin pada ibu hamil yang mengalami anemia. Metode: Desain penelitian yaitu pre eksperimen dengan pendekatan one grup pretest post-test dan jumlah responden sebanyak 18 responden. sampel yang digunakan yaitu Random sampling dengan uji analisis paired simple t test. Hasil: Dari 18 responden sebelum diberikan air rebusan kurma rata-rata kadar haemoglobin 9,6887 gr/dl dan setelah diberikan air rebusan kurma kadar haemoglobin rata-rata 11,0111 gr/dl. Terjadi kenaikan 1,1444 gr/dl setelah di berikan air rebusan kurma. p value 0,001. Kesimpulan: Ada pengaruh signifikan pada pemberian air rebusan kurma terhadap peningkatan kadar haemoglobin pada ibu hamil anemia
ANALISIS PEMBERIAN MAKANAN PENDAMPING ASI (MPASI) DINI DENGAN STATUS GIZI BAYI USIA 0-6 BULAN PADA SUKU MADURA DI DESA MADUSARI TAHUN 2024
Latar belakang Makanan pendamping ASI (MPASI) adalah makanan yang diberikan kepada bayi guna memenuhi kebutuhan bayi atau anak dalam melengkapi ASI dan biasanya diberikan pada bayi berusia 6 - 12 bulan. Penelitian ini masih relevan untuk dilakukan dikarenakan masih terdapat ibu yang memberikan MPASI dini pada bayi usia 0-6 bulan padahal seperti yang diketahui bhawa ASI merupakan nutrisi yang terbaik untuk bayi usia 0-6 bulan.
Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh pemberian makanan pendamping ASI (MPASI) dini terhadap status kesehatan bayi usia 0-6 bulan pada suku Madura di desa Madusari tahun 2024.
Metode: Menggunakan jenis penelitian Analisis korelasi, penelitian ini memiliki populasi sebanyak 40 orang dengan sampel 40 responden.
Hasil: Terdapat pengaruh pemberian MPASI dini dengan status gizi bayi usia 0-6 bulan, berdasarkan olah data statistik dengan nilai signifikansi (P = 0,005), didapatkan hasil hitung dengan nilai P value sebesar 0,005 < 0,05.
Kesimpulan: Ada pengaruh yang bermakna antara pemberian makanan pendaming ASI (MPASI) dini terhadap status gizi bayi usia 0-6 bulan pada suku Madura di desa Madusari tahun 2024
HUBUNGAN INDEKS MASSA TUBUH DENGAN KADAR HEMOGLOBIN REMAJA PUTRI DI ASRAMA SEKOLAH TINGGI KESEHATAN PANCA BHAKTI PONTIANAK KUBU RAYA TAHUN 2023
Volume 14 Nomor 1 Mei 2024Jurnal Kebidanan-ISSN 2252-812196HUBUNGAN INDEKS MASSA TUBUH DENGAN KADAR HEMOGLOBIN REMAJAPUTRI DI ASRAMA SEKOLAH TINGGI KESEHATAN PANCA BHAKTIPONTIANAK KUBU RAYA TAHUN 2023Divyani Angel Fs. Turnip, Alexander, Lisnwati, MelyaniProgram Studi D III Kebidanan, STIKES Panca Bhakti Pontianakemail korespondensi : [email protected] masih menjadi masalah kesehatan yan sering terjadi di dunia, khususnya di negaraberkembang, seperti Indonesia. Hal ini dibuktikan dengan adanya data Riset Kesehatan Dasar terjadikenaikan kasus anemia remaja putri sekitar 37.1 % naik menjadi 48.9 %. Berdasarkan studi pendahuluandi Asrama Sekolah Tinggi Kesehatan Panca Bhakti Pontianak Kubu Raya didapatkan 4 dari 10 remajaputri mengalami kadar hemoglobin tidak normal.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan indeks massa tubuh dengan kadarhemoglobin remaja putri di asrama Sekolah Tinggi Kebidanan Panca Bhakti Pontianak Kubu RayaTahun 2023.Jenis penelitian ini mengunakan analisis korelasi dengan pendekatan cross-sectional. Populasidalam penelitian ini berjumlah 31 remaja putri, sampel yang digunakan sampel jenuh. Pengumpulandata mengunakan data primer dilakukan secara observasi dengan analisis univariat dan bivariat (Chi-square).Hasil penelitian terhadap 31 remaja putri diperoleh sebagian besar responden yaitu 20 remajaputri (64,5%) memiliki indeks massa tubuh normal. Dan Kadar hemoglobin diperoleh sebagian besarresponden yaitu 23 remaja putri (74,2%) normal. Setelah dilakukan analisis dengan mengunakan SPSS( uji Chi-Square) dengan taraf signifikan (a 0,05) didapati hasil dengan p-value 1,000 0,05.Kesimpulan bahwa tidak ada hubungan antara indeks massa tubuh dengan kadar hemoglobin padaremaja putri di Asrama Sekolah Tinggi Kesehatan Panca Bhakti Pontianak Kubu Raya Tahun 2023.Saran diharapkan para remaja di asrama Sekolah Tinggi Kesehatan Panca Bhakti Pontianak Kubu Rayadapat memperhatikan aktivitasnya dan memahami tentang pentingnya gizi seimbang bagi remaj
Pelaksanaan Program Jaminan Kesehatan Nasional Di Indonesia (Universal Health Coverage) (Kajian Literature)
Sistem pembiayaan kesehatan dalam suatu negara merupakan salah satu pendukung tercapainya cakupan semesta (Universal Coverage) yang diharapkan. Hasil analisis artikel adalah terdapatnya individu yang tidak bergabung dalam program National Health Insurance karena merasa sulit dalam memenuhi prosedur pendaftaran serta tempat pendaftaran yang relatif jauh. Sementara dalam skema manfaat yang diterima, ditemukan pula fakta yang menyebutkan bahwa terkait dengan mutu layanan kesehatan. Ketidakpuasan responden akan pelayanan kesehatan yang diterima menyebabkan timbulnya persepsi buruk akan Jaminan Kesehatan Nasional sehingga responden enggan untuk mendaftarkan dirinya dalam program tersebut sehingga dibutuhkan. Optimalisasi program ini dapat menjadi peluang untuk terus meningkatkan kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional terutama pada sector informal. Untuk terus meningkatkan dan mempertahankan kepesertaan, perlu adanya kebijakan pemerataan akses dan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan. BPJS Kesehatan sebagai penyelenggara program Jaminan Kesehatan Nasional perlu memperbaiki kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat baik dari sisi sarana maupun prasarana. Upaya yang perlu dilakukan untuk meningkatkan dan mempertahankan kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional adalah meningkatkan kualitas SDM. Perlunya meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia akan mendorong terciptanya Sumber Daya Manusia yang professional pada lembaga-lembaga yang bermitra dalam program Jaminan Kesehatan Nasional seperti rumah sakit dan puskesmas sehingga dapat memberikan layanan kesehatan terbaik bagi masyaraka. Upaya lain yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kepesertaan adalah optimalisasi program Cordination of Benefit (CoB)
EVALUASI PERBEDAAN PEMBERIAN ASI EKSLUSIF DAN SUSU FORMULA TERHADAP MASA AMENOREA PADA IBU POSTPARTUM DI DUSUN ALAS KUSUMA PADA TAHUN 2024
ABSTRAK
ASI ekslusif dapat memperpanjang masa amenorea postpartum yang berfungsi sebagai metode kontrasepsi alami bagi ibu.Cakupanbayi yang diberikan ASI ekslusif di Kubu Raya pada tahun 2023 sebanyak 62%, dan target Kemenkesyaitu 80%. Banyak ibu yang tidak mengetahui manfaat dar ipemberian ASI ekslusif, sehingga angka kelahiran semankin tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi perbedaan pemberian ASI ekslusif dan susu formula terhadap masa amenorea pada ibu postpartum di dusun alas kusuma.
Penelitian ini menggunakan desain penelitian analitik kolerasi denganp endekatan cross-sectional, Data dikumpulkan melalui kuesioner yang disebarkan kepada 40 ibu postpartum dengan Teknik pengambilan sampel yaitu total sampling. Analisis data dengan analisis univariat dan bivariat menggunakan uji Mann-Whitney.
Berdasarkan hasil penelitian menunjukan rata-rata lama amenorea pada ibu yang memberikan ASI eksklusif adalah 178,55 hari, sedangkan pada ibu yang memberikan susu formula adalah 44,00 hari. Analisis statistik menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara lama amenorea pada kedua kelompok dengan nilai uji Man-whitney sebesar 5.527dengan p-value 0,000 < 0,05.
Terdapat perbedaan masa amenorea pada ibu postpartum yang memberikan ASI ekslusif dan susu formula pada ibu postpartum di Dusun Alas Kusuma pada tahun 2024.
Perlu adanya peningkatan program edukasi dan dukungan bagi ibu menyusui, serta kerjasama dengan lembaga pendidikan dan kesehatan untuk memperkuat intervensi yang ad
KARAKTERISTIK PERILAKU SENAM HAMIL PADA IBU HAMIL DITINJAU DARI PARITAS DAN PEKERJAAN
Latar belakang: Senam hamil rutin tidak hanya untuk kenyamanan ibu selama kehamilan, namun juga memberikan banyak manfaat dalam persalinan. Manfaat senam hamil selama kala I dapat menurunkan insidensi partus lama, mengurangi rasa sakit dan menurunkan kecemasan ibu dalam menghadapi proses persalinan karena latihan senam hamil yang rutin dapat mempengaruhi elastisitas otot dan ligamen yang ada di panggul, mengatur teknik pernafasan serta memperbaiki sikap tubuh.
Tujuan: penelitian yaitu untuk mengetahui karakteristik perilaku senam hamil pada ibu hamil yang di tinjau dari paritas dan pekerjaan di RSUD Ciawi tahun 2024.
Metode: Penelitian ini menggunakan deskriptif analitik dan pendekatan cross sectional. Data yang didapatkan berupa analisa univariat dan bivariate. Populasi 80, dengan sample 80 responden menggunakan teknik total sampling.
Hasil : didapatkan bahwa yang melakukan senam hamil pada ibu hamil secara rutin adalah 50 orang atau (62,5%), sedangkan yang melakukan senam hamil tidak rutin pada ibu hamil sebanyak 30 orang atau (37,5%). Hasil uji statistic menunjukan yang mempengaruhi ibu hamil dalam melakukan senam hamil berdasarkan paritas (p.value = 0,026), pekerjaan (p.value = 0,013).
Kesimpulan: Terdapat hubungan signifikan paritas dan pekerjaan dengan perilaku senam hamil pada ibu hamil di RSUD Ciawi
HUBUNGAN PENGETAHUAN ORANG TUA DENGAN KEJADIAN KEKERASAN VERBAL PADA ANAK USIA 4-6 TAHUN
Pendahuluan: Sebanyak 73,7 persen anak-anak Indonesia berumur 1-14 tahun mengalami pendisiplinan dengan kekerasan atau agresi psikologis dan hukuman fisik di rumah. Kekerasan verbal menimbulkan dampak yang tidak kalah buruknya dengan kekerasan fisik. Orang tua menyebutkan bahwa kekerasan pada anak hanya kekerasan berbentuk fisik saja seperti memukul, menjewer, melempar dengan benda dan semacamnya. Kenyataannya, kekerasan pada anak tidak hanya pada fisik tetapi dengan kekerasan verbal seperti membentak, meneriaki dan mengabaikan anak. Salah satu penyebab terjadinya kekerasan verbal adalah kurangnya pengetahuan orang tua itu sendiri terkait kekerasan verbal. Tujuan Penelitian: untuk mengetahui hubungan Pengetahuan orang tua dengan kejadian kekerasan verbal pada anak usia 4-6 tahun. Metode Penelitian: Deskriptif Analitik dengan pendekatan kuantitatif yang menggunakan desain Cross Sectional. Sampel penelitian ini adalah Orang tua siswa di PAUD Putera Harapan berjumlah 38 responden. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah teknik Total Sampling. Analisis yang digunakan adalah analisis univariat dan bivariat dengan uji Chi-square. Hasil Penelitian: terdapat hubungan pengetahuan orang tua dengan kejadian kekerasan verbal pada anak dengan nilai p value sebesar 0,015 (p<0,05). Kesimpulan: terdapat hubungan pengetahuan orang tua dengan kejadian kekerasan verbal pada anak usia 4-6 tahun di PAUD Putera Harapan Cibungbulang Bogor tahun 2024. Saran: Diharapkan dapat menambah wawasan dan pengetahuan para guru beserta staff, sehingga dalam membina anak dapat lebih memperhatikan setiap ucapan yang diberikan kepada anak. Disarankan kepada orang tua dapat dijadikan bahan masukan sebagai evaluasi diri agar orang tua dapat lebih mendidik anak secara cerdas bukan secara keras