OJS STIKES Panca Bhakti Pontianak
Not a member yet
    184 research outputs found

    HUBUNGAN PENGETAHUAN TENTANG SEKSUAL SELAMA KEHAMILAN TRIMESTER DENGAN PERILAKU SEKSUAL IBU HAMIL TRIMESTER III DI PUSKESMAS SUNGAI DURIAN KABUPATEN KUBU RAYA TAHUN 2017

    Get PDF
    HUBUNGAN PENGETAHUAN TENTANG SEKSUAL SELAMA KEHAMILAN TRIMESTER DENGAN PERILAKU SEKSUAL IBU HAMIL TRIMESTER IIIDI PUSKESMAS SUNGAI DURIAN KABUPATEN KUBU RAYATAHUN 2017Yovan Hendrik1, Chahyani Erlita2Akademi Kebidanan Panca Bhakti PontianakEmail korespondensi: [email protected] ketiga merupakan periode ketika wanita mulai banyak mengalami rasa tidak nyaman selama kehamilan. Hubungan seksual tidak dilarang selama tidak ada masalah dalam kehamilan, kecuali pada ibu hamil resiko tinggi. Studi pendahuluan yang peneliti lakukan terhadap 10 orang ibu hamil trimester III, 8 orang mengatakan tidak tahu bahwa hubungan seksual boleh dilakukan pada saat hamil dan 8 orang tidak tau posisi yang benar melakukan hubungan seksual pada kehamilan trimester III. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan tentang seksual selama kehamilan trimester dengan perilaku seksual ibu hamil trimester iii di puskesmas sungai durian kabupaten kubu raya tahun 2017. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian yaitu seluruh ibu hamil trimester III perioder Januari hingga Februari 2017 sebanyak 474 orang. Peneliti menggunakan 10% jumlah populasi sebanyak 47 orang sebagai sampel. Pengumpulan data menggunakan kuesioner Kemudian diolah dan dianalisis menggunakan analisis univariat serta analisis bivariat menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan responden memiliki pengetahuan baik yaitu sebanyak 32 responden (68,09%). Sebanyak 31 responden (65,96%) melakukan hubungan seksual selama kehamilan trimester III. Hasil perhitungan secara statistik dengan rumus Chis square didapatkan hitung adalah 4,693 sedangkan angka pada tabel Chi square dengan df 1 dengan kepercayaan 95% adalah tabel yaitu 3,841. Dengan demikian hitung (4,693) > tabel (3,841) berarti ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan tentang seksual selama kehamilan trimester III dengan perilaku seksual selama kehamilan trimester III. Oleh karena itu perlu adanya upaya peningkatan pengetahuan ibu hamil trimester III melalui penyuluhan, konseling, pendidikan kesehatan, pembagian leafleat dan poster tentang hubungan seksual selama kehamilan trimester III.Kata Kunci: Pengetahuan, Perilaku Seksual, Hamil Trimester II

    HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN SIKAP TERHADAP EFEK SAMPING PADA ASEPTOR KB PIL KOMBINASI DI PUSKESMAS PAL TIGA TAHUN 2018

    Get PDF
    HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN SIKAP TERHADAP EFEK SAMPING PADA ASEPTOR KB PIL KOMBINASI DI PUSKESMAS PAL TIGATAHUN 2018Melyani1, Yuliana2Akademi Kebidanan Panca Bhakti PontianakEmail korespondensi: [email protected] KB pil kombinasi adalah pil kontrasepsi yang berisi estrogen maupun progestron yang digunakan oleh 20,71% akseptor dari total seluruh akseptor KB (Susenas,2015). Penggunaan pil kb kombinasi dapat menimbulkan mual muntah, pertambahan berat badan, perdarahan tidak teratur, retensi cairan, edema, miastalgia, sakit kepala, timbulnya jerawat, alpoesia, dan keluhan ringan lainnya. Keluhan ini berlangsung pada bulan–bulan pertama pemakaian KB pil. Berdasarkan studi pendahuluan menunjukkan bahwa jumlah akseptor KB pil dari bulan Desember 2017-Februari 2018, sejumlah 78 orang dimana 11 orang mengalami efek samping yaitu 6 orang mengalami kenaikan BB, 3 orang pusing, dan 2 spotting. Hasil wawancara yang dilakukan oleh peneliti terhadap 10 orang akseptor pil KB kombinasi didapatkan bahwa dari 10 orang akseptor, 7 orang mengetahui tentang isi pil atau bentuk dari KB pil kombinasi. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui Hubungan antara Pengetahuan tentang Akseptor KB Pil Kombinasi dengan Sikap Terhadap Efek Samping Di Puskesmas Pal Tiga tahun 2018. Metode penelitian yang digunakan adalah analitik korelasi, dengan pendekatan cross sectional. Sampel pada penelitian ini adalah 78 responden. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu sebagian dari responden 55 akseptor (70%) berpengetahuan kurang, dan sebagian kecil dari responden yaitu 6 orang (7%) berpengetahuan baik. sikap akseptor KB pil kombinasi yang mendukung didapatkan 24 responden (31%), dan sikap akseptor KB pil kombinasi yang tidak mendukung sebesar 54 responden (69%). Dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan akseptor KB pil kombinasi dengan sikap terhadap efek samping di Puskesmas Pal Tiga tahun 2018. Saran bagi puskesmas pal tiga perlunya untuk meningkatkan pelayanan kebidanan tentang KB Pil kombinasi dengan pemberian informasi dapat dilakukan melalui penyuluhan serta konseling tentang efek samping yang terjadi. Bagi akseptor KB pil kombinasi diharapkan untuk meningkatkan pengetahuan tentang kontrasepsi yang digunakan dan harus mengetahui bagaimana cara menyikapi efek samping yang terjadi.Kata Kunci: Pengetahuan, Sikap, peraawatan Payudar

    HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU TENTANG GIZI BATITA DENGAN STATUS GIZI (IMT/U) PADA BATITA USIA 1-3 TAHUN DI POSYANDU PEDULI BANGSA TAHUN 2019

    Get PDF
    HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU TENTANG GIZI BATITA DENGAN STATUS GIZI (IMT/U) PADA BATITA USIA 1-3 TAHUN DI POSYANDU PEDULI BANGSATAHUN 2019Katarina Iit1, Megalina Limoy2Akademi Kebidanan Panca Bhakti Email korespondensi: [email protected] adalah suatu proses organisme menggunakan makanan yang dikonsumsi secara normal melalui proses digesti, absorpsi, transportasi, menyimpan, metabolisme dan pengeluaran zat-zat yang tidak digunakan untuk mempertahankan kehidupan, pertumbuhan dan fungsi normal dari organ-organ, serta menghasilkan energi. Status gizi merupakan prediktor kualitas sumberdaya manusia. Penanganan yang tepat pada awal kehidupan anak akan menentukan kualitas hidup mereka di kemudian hari. Usia dua tahun awal kehidupan rentan pada usia satu hingga dua tahun kehidupan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu tentang gizi batita dengan status gizi (IMT/U) pada batita usia 1-3 tahun di Posyandu Peduli Bangsa tahun 2019. Desain penelitian ini menggunakan deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 48 responden. Hasil penelitian dari 48 responden ini adalah 33 responden (68,7%) berpengetahuan baik dan 24 responden (50%) status gizi baik. Hasil analisis ada hubungan antara pengetahuan ibu dengan status gizi batita usia 1-3 tahun dari nilai X2 hitung lebih besar dari nilai X2 tabel yaitu 12,762 > 3841, artinya ada hubungan antara pengetahuan ibu dengan status gizi pada batita usia 1-3 tahun. Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah sebagian besar dari responden yang memiliki pengetahuan baik, dan tidak ada seseorang responden yang berpengetahuan kurang. Berdasarkan hasil penelitian ini belum pernah peneliti melakukan penelitian tentang hubungan pengetahuan ibu tentang gizi batita dengan status gizi (IMT/U) pada batita usia 1-3 tahun di Posyandu Peduli Bangsa, peneliti memberikan beberapa saran untuk di Posyandu Peduli Bangsa lebih baik memberikan penyuluhan dan pengetahuan tentang gizi bagi batita di usia 1-3 tahun.Kata Kunci : Pengetahuan, Ibu, Gizi Batita, Status Gizi (IMT/U

    HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU NIFAS DENGAN KESEDIAAN PEMBERIAN KOLOSTRUM DI PUSKESMAS SIANTAN HILIR KOTA PONTIANAK TAHUN 2016

    Get PDF
    HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU NIFAS DENGAN KESEDIAAN PEMBERIAN KOLOSTRUM DI PUSKESMAS SIANTAN HILIR KOTA PONTIANAK TAHUN 2016Yuliana1, Yovan Hendrik2Akademi Kebidanan Panca Bhakti PontianakEmail korespondensi: [email protected] Kolostrum merupakan makanan terbaik bagi bayi baru lahir. Kolostrum merupakan cairan kekuning-kuningan yang dihasilkan pada hari pertama sampai hari ke empat pasca persalinan. Namun dari hasil wawancara yang dilakukan peneliti pada beberapa ibu nifas terdapat responden yang langsung memberikan susu formula pada bayinya yang baru berusia < 4 hari dengan alasan ASI yang keluar hanya sedikit dan tidak memcukupi kebutuhan bayinya, dan terdapat ibu yang langsung membuang cairan kuning yang mereka anggap susu basi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap ibu nifas dengan kesedian pemberian kolostrum di Puskesmas Siantan Hilir tahun 2016. Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan pada bulan April 2016 dengan jumlah sampel 32 responden. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat sebagian kecil dari responden dengan jumlah 11 responden (34,4%) berpengetahuan cukup, dan sebagian kecil dari responden dengan jumlah 11 responden (34,4%) berpengetahuan kurang dan terdapat sebagian besar dari responden dengan jumlah 20 responden (62,5%) bersikap mendukung dan terdapat sebagian dari responden dengan jumlah 17 responden (53,1%) bersedia memberikan kolostrum. Hasil hitung 6,220 > tabel 3,841 dan nilai P value 0,013 < 0,05 yang dimana artinya ada hubungan antara pengetahuan ibu nifas dengan kesedian pemberian kolostrum dan hasil hitung 8,040 > tabel 3,841 dan diperoleh nilai P value 0,005 < 0,05 yang dimana artinya ada hubungan antara sikap ibu nifas dengan kesedian pemberian kolostrum di Puskesmas Siantan Hilir Tahun 2016. Penulis menyimpulkan bahwa ada hubungan antara pengetahuan dan sikap ibu nifas dengan kesedian pemberian kolostrum di Puskesmas Siantan Hilir Tahun 2016. Disarankan agar petugas kesehatan dapat memberikan pemahaman dan informasi pada ibu nifas serta meningkatkan pelayanan kesehatan dengan melakukan penyuluhan tentang kolostrum dan mengevaluasi terhadap keberhasilan program IMD yang dapat membantu dalam pemberian kolostrum.Kata Kunci: Pengetahuan, Sikap, Ibu Nifas, Kolostru

    HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN IBU MENYUSUI DENGAN PERILAKU IBU DALAM PERAWATAN PAYUDARA DI WILAYAH KERJA POSKESDES RASAU JAYA I KABUPATEN KUBU RAYA TAHUN 2017

    Get PDF
    HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN IBU MENYUSUI DENGAN PERILAKU IBU DALAM PERAWATAN PAYUDARA DI WILAYAH KERJA POSKESDESRASAU JAYA I KABUPATEN KUBU RAYA TAHUN 2017Melyani1, Chahyani Erlita2Akademi Kebidanan Panca Bhakti PontianakEmail korespondensi: [email protected] Menurut World Health Organitation (WHO), pemberian ASI saja pada bayi sampai usia 6 bulan tanpa tambahan cairan ataupun makanan lain. ASI dapat diberikan sampai bayi berusia 2 tahun. Perawatan Payudara adalah suatu tindakan untuk merawat payudara terutama pada masa menyusui untuk memperlancar pengeluaran ASI. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara pengetahuan ibu menyusui dengan perawatan payudara di Wilayah Kerja Poskesdes Rasau Jaya I Kabupaten Kubu Raya Tahun 2017. Desain penelitian ini menggunakan deskriptif korelasi dengan jumlah sampel sebanyak 53 orang responden yaitu ibu menyusui yang berada di Wilayah Kerja Poskesdes Rasau Jaya I. Data ini dikumpulkan dengan menggunakan cara kuesioner untuk mengukur pengetahuan ibu menyusui dengan perilaku ibu dalam perawatan payudara. Hasil penelitian ini sebagian dari responden (52,83%) yaitu 28 orang berpengetahuan kurang dan sangat sedikit dari responden (11,32) yaitu 6 orang yang memiliki pengetahuan baik tentang perawatan payudara. Hasil uji Chi-Square dengan melihat nilai pada tabel diketahui nilai P value 0,001 peneliti membandingkan dengan nilai ? 0,05, Maka peneliti menyimpulkan P 0,001 < 0,05 dengan demikian Ha diterima sehingga dapat disimpulkan bahwa ada Hubungan Antara Pengetahuan Ibu Menyusui dengan Perilaku ibu dalam Perawatan Payudara di Wilayah Kerja Poskesdes Rasau Jaya I Kabupaten Kubu Raya Tahun 2017. Kesimpulan dari penelitian ini ada hubungan antara Pengetahuan Ibu Menyusui Dengan Perilaku Ibu Dalam Perawatan Payudara di Wilayah Kerja Poskesdes Rasau Jaya I Kabupaten Kubu Raya Tahun 2017. Saran peneliti perlu diadakan penyuluhan tentang cara melakukan perawatan payudara dan memberikan browsur atau leaflet mengenai teknik perawatan payudara saat menyusui.Kata Kunci: Pengetahuan, Ibu Menyusui, Perilaku, Perawatan Payudar

    HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN IBU DENGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS WAJOK HULU KABUPATEN MEMPAWAH TAHUN 2018

    Get PDF
    HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN IBU DENGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIFDI WILAYAH KERJA PUSKESMAS WAJOK HULUKABUPATEN MEMPAWAH TAHUN 2018Telly Katharina1, Elise Putri2Akademi Kebidanan Panca Bhakti PontianakEmail korespondensi : [email protected] Susu Ibu (ASI) Eksklusif berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 33 Tahun 2012 adalah ASI yang diberikan kepada bayi sejak dilahirkan selama enam bulan, tanpa menambahkan dan/atau mengganti dengan makanan atau minuman lain (kecuali obat, vitamin, dan mineral) (Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, 2017). Jumlah bayi yang berusia 0-6 bulan berjumlah 226 bayi bayi yang mendapat ASI Eksklusif di Wilayah Kerja Puskesmas Wajok Hulu yaitu 31%. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan ibu dengan pemberian ASI eksklusif. Metode penelitian analitik korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah yaitu 192 ibu dengan jumlah sampel sebanyak 39 orang. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik simple random sampling. Hasil dari penelitian ini adalah sebanyak 20 orang (51,28%) berpengetahuan baik, sebanyak 25 orang (64,10%) tidak memberikan ASI Eksklusif, hasil perhitungan x2 hitung > x2 tabel yaitu 6,57 > 5,991 sehingga Ha diterima dan Ho ditolak, maka dinyatakan ada hubungan antara pengetahuan ibu dengan pemberian ASI Eksklusif di wilayah kerja Puskesmas Wajok Hulu Kabupaten Mempawah Tahun 2018. Selalu memberikan informasi tentang pentingnya pemberian ASI Eksklusif dan membuat kelas untuk ibu menyusui agar lebih memudahkan penyampaian materi penyuluhan tentang pemberian ASI Eksklusif. Serta dapat melibatkan tokoh masyarakat untuk menyampaikan kepada ibu-ibu tentang pentingnya ASI Eksklusif demi terciptanya kesadaran ibu-ibu dalam memberikan ASI Eksklusif.Kata Kunci: Pengetahuan, ASI Eksklusi

    HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN SIKAP DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA IBU YANG MEMILIKI BAYI 0-9 BULAN DI PUSKESMAS ALIANYANG TAHUN 2016

    Get PDF
    HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN SIKAP DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA IBU YANG MEMILIKI BAYI 0-9 BULANDI PUSKESMAS ALIANYANG TAHUN 2016Chahyani Erlita1, Elise Putri2Akademi Kebidanan Panca Bhakti PontianakEmail korespondensi: [email protected] Imunisasi adalah upaya untuk meningkatkan kekebalan tubuh seseorang secara aktif terhadap suatu penyakit. Data yang diperoleh menunjukan bahwa cakupan Universal Child Imunization (UCI) di Kalimantan Barat menduduki posisi ke empat terendah di Indonesia. Data cakupan imunisasi dasar lengkap di Kota Pontianak sebesar 55% dari total target 95%. Tujuan dalam penelitian ini adalah peneliti ingin mengetahui tingkat pengetahuan responden tentang imunisasi dasar lengkap, sikap responden dalam pemberian imunisasi dasar lengkap dan hubungan pengetahuan dan sikap ibu dalam pemberian imunisasi dasar lengkap di Puskesmas Alianyang. Desain penelitian dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi dari penelitian ini adalah ibu yang memiliki bayi usia 0-9 bulan yaitu sejumlah 306 orang. Sampel dari penelitian ini adalah 31 orang dengan teknik sampel menggunakan teknik accidental. Sumber data menggunakan kuesioner. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh hasil sebagian responden memiliki pengetahuan “cukup” dan sikap responden sebagian besar termasuk dalam kategori “mendukung”. Uji chi square menunjukan X2 0,370 dan nilai P value = 1,991 maka Kesimpulkan dari penelitian ini adalah tidak ada hubungan pengetahuan dengan sikap ibu dalam pemberian imunisasi dasar lengkap. Saran untuk tempat penelitian adalah agar dapat melaksanakan kegiatan pendidikan kesehatan secara rutin khususnya mengenai imunisasi dasar lengkap agar dapat meningkatkan pengetahuan tentang imunisasi dasar lengkap sehingga dapat ikut mendukung program pemerintah mengenai imunisasi dasar lengkap yang wajib diberikan pada semua anak.Kata Kunci: Pengetahuan, Sikap, Imunisas

    HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN SIKAP ISTRI DALAM PEMILIHAN KONTRASEPSI ALAMIAH METODE OVULASI BILLINGS (MOB) DI PUSKESMAS SUNGAI RAYA DALAM TAHUN 2017

    Get PDF
    HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN SIKAP ISTRI DALAM PEMILIHAN KONTRASEPSI ALAMIAH METODE OVULASI BILLINGS (MOB)DI PUSKESMAS SUNGAI RAYA DALAM TAHUN 2017Elise Putri1, Megalina Limoy2Akademi Kebidanan Panca Bhakti PontianakEmail korespondensi: [email protected] Metode ovulasi billings dikembangkan pada tahun 1950-an oleh dua orang dokter warga negara Australia, yaitu Drs.Evelyn dan John Billings. Di dunia, angka pengguna Metode Ovulasi Billings hanya 3,4% dari seluruh pasangan yang sudah menikah. Di Indonesia angka pengguna metode ovulasi billings sendiri belum diketahui sedangkan angka pengguna metode alamiah adalah 0,4% dari seluruh akseptor KB. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dengan sikap istri dalam pemilihan Metode Ovulasi Billings di Puskesmas Sungai Raya Dalam. Dalam penelitian ini menggunakan metode analitik korelasi dengan pendekatan cross sectional. Teknik sampling yang digunakan adalah accidentally sampling dengan jumlah populasi 124 orang dan jumlah sampel sebanyak 31 orang yaitu seluruh akseptor KB yang hadir di Puskesmas Sungai Raya Dalam. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar dari responden yaitu 20 orang (65%) berpengetahuan kurang dan tidak memilih Metode Ovulasi Billings. Sedangkan sangat sedikit responden yaitu 1 orang (3%) berpengetahuan baik dan memilih Metode Ovulasi Billings. Dari hasil uji statistic yang telah dilakukan didapatkan x2 hitung (6,55) > dari x2 tabel (5,99) sehingga ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan sikap istri dalam pemilihan kontrasepsi alamiah metode ovulasi billings di Puskesmas Sungai Raya Dalam Tahun 2017. Kesimpulan peneliti yaitu pengetahuan akseptor tentang Metode Ovulasi Billings perlu ditingkatkan. Puskesmas bisa melakukan sosialisasi tentang Metode Ovulasi Billings agar tenaga kesehatan dapat memberikan penjelasan yang lebih luas tentang Metode Ovulasi Billings kepada seluruh akseptor KB.Kata Kunci: Pengetahuan, Sikap, Istri, Metode Ovulasi Billing

    HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN TENTANG RESIKO TINGGI KEHAMILAN DENGAN SIKAP DALAM PEMERIKSAAN ANTENATAL CARE (ANC) DI PUSKESMAS SUNGAI RAYA DALAM TAHUN 2017

    Get PDF
    HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN TENTANG RESIKO TINGGI KEHAMILAN DENGAN SIKAP DALAM PEMERIKSAAN ANTENATAL CARE (ANC)DI PUSKESMAS SUNGAI RAYA DALAM TAHUN 2017Windiyati1, Denny Pebrianti2Akademi Kebidanan Panca Bhakti PontianakEmail korespondensi: [email protected] Kehamilan beresiko tinggi merupakan kehamilan yang membahayakan, baik bagi sang ibu ataupun bagi janin yang dikandungnya. Sedangkan bahaya yang dapat timbul akibat ibu hamil dengan resiko tinggi yaitu, bayi lahir belum cukup bulan, bayi berat lahir rendah, persalinan tidak maju atau macet, perdarahan sebelum dan pasca persalinan, janin mati dalam kandungan, ibu hamil atau bersalin meninggal dunia, keracunan kehamilan atau kejang-kejang, dan keguguran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan tentang resiko tinggi kehamilan dengan sikap dalam pemeriksaan antenatal care (ANC) di Puskesmas Sungai Raya Dalam tahun 2017. Desain menggunakan deskritif korelasi dengan cross sectional terhadap 34 responden yang memenuhi kriteria inklusi yang melakukan pemeriksaan kehamilan di Puskesmas Sungai Raya Dalam. Hasil penelitian sebagian besar dari responden 24 orang (70%) berpengetahuan baik, sebagian besar dari responden 27 orang (79%) memiliki sikap yang mendukung. Hasil perhitungan X2 hitung sebesar 8,27 sedangkan angka pada tabel chi square kuadrat tahap signifikasi 5% = 2 adalah 5,991. Dengan demikian berarti 8,27 > 5,991 maka perhitungan Ho ditolak dan Ha diterima berarti ada hubungan antara pengetahuan tentang resiko tinggi kehamilan dengan sikap dalam pemerksaan antenatal care di puskesmas sungai raya dalam tahun 2017. Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah ada hubungan antara pengetahuan tentang resiko tinggi kehamilan dengan sikap dalam pemerksaan antenatal care di puskesmas sungai raya dalam tahun 2017. Oleh karena itu perlu adanya peningkatan pelayanan kesehatan terutama pemberian pendidikan kesehatan tentang resiko tinggi kehamilan melalui konseling dan penyuluhan kesehatan.Kata Kunci: Pengetahuan, Sikap, Ibu Hamil, Antenatal Car

    HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN SIKAP TERHADAP ABORSI KRIMINALIS PADA REMAJA PUTRI DI SMA TAMAN MULIA TAHUN 2017

    Get PDF
    HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN SIKAP TERHADAP ABORSI KRIMINALIS PADA REMAJA PUTRI DI SMA TAMAN MULIA TAHUN 2017Alexander1, Elise Putri2Akademi Kebidanan Panca Bhakti PontianakEmail korespondensi: [email protected] Aborsi kriminalis adalah aborsi yang terjadi akibat tindakan yang tidak legal atau tidak berdasarkan indikasi medis. Angka kejadian aborsi di Indonesia di perkirakan mencapai 2,3 juta pertahun, sekitar 750.000 dilakukan oleh remaja. Hasil studi pendahuluan di SMA Taman Mulia adalah terdapat 4 siswi yang dikeluarkan dari sekolah karena hamil diluar nikah dan hasil wawancara dari 8 responden bahwa sebagian besar yang mengetahui tentang aborsi kriminalis yaitu 3 (37,5%). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Pengetahuan Dengan Sikap Terhadap Aborsi Kriminalis Pada Remaja Putri Tentang Aborsi Kriminalis Di SMA Taman Mulia Tahun 2017. Penelitian ini menggunakan desain penelitian analitik korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi sebanyak 79 siswi dan jumlah sampel 44 siswi dengan teknik sampling aksidental. Instrument penelitian ini menggunakan kuesioner. Hasil penelitian pengetahuan remaja putri tentang aborsi kriminalis yaitu sebagian besar berpengetahuan cukup yaitu 29 (65,90%), sebagian kecil berpengetahuan baik yaitu 13 (29,54%), sedangkan berpengetahuan kurang yaitu 2 (4,54%) dan sikap remaja putri sebagian besar bersikap tidak mendukung yaitu 28 (63,63%) dan sebagian kecil bersikap mendukung 16 (36,36%). Dari uji statistik X2 hitung = 0,072 < X2 tabel 5,991 dan hasil dari p value 0,891 > 0,05, maka Ha ditolak dan Ho diterima. Pengetahuan remaja putri tentang aborsi kriminalis yaitu sebagian besar berpengetahuan cukup yaitu 29 (65,90%), dan bersikap tidak mendukung yaitu 28 (63,63%) serta hasil uji statistik X2 hitung = 0,072 < X2 tabel 5,991 dan hasil dari p value 0,891 > 0,05 dengan demikian dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan pengetahuan dengan sikap terhadap aborsi kriminalis pada remaja putri di SMA Taman Mulia Tahun 2017. Oleh karena itu disarankan untuk meningkatkan pengetahuan siswi dengan memberikan banyak informasi mengenai aborsi kriminalis, serta bekerja sama dengan puskesmas atau institusi kesehatan untuk pemberian materi tentang aborsi kriminalis kemudian untuk membentuk program genre (PIK-KRR).Kata Kunci: Pengetahuan, Sikap, Aborsi Kriminali

    163

    full texts

    184

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    OJS STIKES Panca Bhakti Pontianak
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇