OJS STIKES Panca Bhakti Pontianak
Not a member yet
    184 research outputs found

    FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BALITA DI PUSKESMAS SUNGAI RAYA KABUPATEN KUBU RAYA TAHUN 2019

    Get PDF
    FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BALITA DI PUSKESMAS SUNGAI RAYA KABUPATEN KUBU RAYATAHUN 2019Megalina limoy1, Katarina Iit2Akademi Kebidanan Panca Bhakti PontianakEmail Korespondensi: [email protected] diare di Kota Pontianak merupakan masalah dari tahun ketahun, penyakit ini selalu ada dan dapat menimbulkan kejadian luar biasa (KLB) dan menyebabkan kematian terutama pada Balita. Angka kesakitan diare masih mengalami fluktuasi, mengingat banyaknya faktor yang mempengaruhi dan masih memerlukan waktu untuk peningkatannya seperti sanitasi lingkungan, faktor gizi, pendidikan, sosial ekonomi, kependudukan dan prilaku masyarakat baik langsung maupun tidak langsung. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian diare pada balita di Puskesmas sungai raya kecamatan suai raya kabupaten kubu raya. Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif korelasi dengan metode cross sectional untuk mengidentifikasi hubungan antara faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian diare pada balita. Pengumpulan data dilakukan dengan cara menyebarkan kuesioner kepada responden. Ukuran sampel yang digunakan sebanyak 137 responden. Dari hasil penelitian ini didapatkan bahwa yang mempunyai hubungan yang signifikan dari faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian diare adalah status pekerjaan ibu OR= 5,54 (1,21 – 25,32) dan pengetahuan ibu OR= 3,60 (1,19- 10,87). Sedangkan faktor-faktor yang tidak mempunyai hubungan yang signifikan antara lain umur ibu, pendidikan ibu, umur balita, status ASI, status gizi balita, sarana air bersih dan jamban.Kata kunci: kejadian diare, balita, faktor-faktor, puskesma

    EVALUASI ANTARA PEMBERIAN ASI SECARA EKSKLUSIF DAN PEMBERIAN SUSU FORMULA PADA BAYI 0-6 BULAN DENGAN PERCEPATAN PERTUMBUHAN GIGI PERTAMA KALI PADA BAYI USIA 6-12 BULAN DI UPTD PUSKESMAS KECAMATAN PONTIANAK KOTA TAHUN 2017

    Get PDF
    EVALUASI ANTARA PEMBERIAN ASI SECARA EKSKLUSIF DAN PEMBERIAN SUSUFORMULA PADA BAYI 0-6 BULAN DENGAN PERCEPATAN PERTUMBUHAN GIGI PERTAMA KALI PADA BAYI USIA 6-12 BULAN DI UPTD PUSKESMASKECAMATAN PONTIANAK KOTA TAHUN 2017Windiyati1, S. Arismawati2Akademi Kebidanan Panca Bhakti PontianakEmail korespondensi: [email protected] Menurut WHO hanya 36% dari bayi usia 0-6 bulan diseluruh dunia yang mendapatkan ASI eklusif periode 2007-2014. Berdasarkan laporan tumbuh kembang balita di UPTD Puskesmas Kec. Pontianak Kota tahun 2017, kasus perlambatan tumbuh gigi adalah 67,5%. Hal ini sesuai dengan teori Purnamawati (2005) umumnya gigi tumbuh pada usia 4-7 bulan. Dan teori Ade Benih (2014) nutrisi yang cukup akan mempengaruhi percepatan pertumbuhan gigi bayi. Oleh karena itu judul penelitian ini adalah evaluasi antara pemberian ASI secara eklusif dan susu formula terhadap percepatan pertumbuhan gigi pada bayi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil evaluasi antara pemberian ASI secara eklusif dan susu formula dengan percepatan pertumbuhan gigi pertama kali pada bayi usia 6-12 bulan di UPTD Puskesmas Kec. Pontianak Kota tahun 2017. Desain penelitian ini menggunakan survey analitik dengan pendekatan cros sectional. Populasi sebanyak 135 bayi dan jumlah sampel 34 bayi dengan tehnik sampling kuota. Instrument penelitian yaitu kuisioner dan observasi. Variabel penelitian meliputi pemberian ASI secara eklusif dan susu formula dan percepatan pertumbuhan gigi pertama kali pada bayi usia 6-12 bulan. Data dianalisis dengan univariat dan bivariat menggunakan uji statistik wilcoxon match pairs test dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian bayi yang diberi ASI secara eklusif sebagian besar mengalami percepatan pertumbuhan gigi yaitu sebanyak 14 responden (82,4 %). Dan bayi yang diberi susu formula sebagian mengalami perlambatan pertumbuhan gigi yaitu sejumlah 10 responden (58,9 %). Didapatkan nilai p=0,00 < alpha (0,05) artinya ada hubungan dan perbedaan yang signifikan percepatan pertumbuhan gigi pada bayi yang diberi ASI secara eklusif dan diberi susu formula. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada hubungan antara pemberian ASI secara eklusif dan pemberian susu formula dengan percepatan pertumbuhan gigi (p=0,00 < alpha 5% (0,05). Oleh karena itu disarankan pemberian konseling tentang ASI eklusif dapat lebih di tingkatkan kepada ibu hamil.Kata Kunci: ASI Eksklusif, Susu Formula, Pertumbuhan Gig

    HUBUNGAN ANTARA KARAKTERISTIK IBU DENGAN SIKAP DALAM PEMILIHAN ALAT KONTRASEPSI KB SUNTIK 3 BULAN DI BPS ARISMAWATI KABUPATEN KUBU RAYA TAHUN 2017

    Get PDF
    HUBUNGAN ANTARA KARAKTERISTIK IBU DENGAN SIKAP DALAM PEMILIHAN ALAT KONTRASEPSI KB SUNTIK 3 BULAN DI BPS ARISMAWATIKABUPATEN KUBU RAYA TAHUN 2017Megalina Limoy1, Katarina Iit2Akademi Kebidanan Panca Bhakti PontianakEmail korespondensi: [email protected] pada keluarga berencana mengambil peran penting dalam mengendalikan laju pertumbuhan penduduk. Di Kabupaten Kubu Raya kontrasepsi KB suntik menempati posisi pertama dengan jumlah 23.140 orang sedangkan di BPS Arismawati selama 5 bulan terakhir yakni november 2016 sampai Maret 2017 KB suntik 3 bulan mendapat posisi pertama dibanding kontrasepsi lain sebanyak 548 orang. Sementara dalam keefektifan KB suntik, kurang dibanding kontrasepsi jangka panjang. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan antara karakteristik ibu dengan sikap dalam pemilihan alat kontrasepsi KB suntik 3 bulan di BPS Arismawati Kabupaten Kubu Raya tahun 2017. Dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian analisis korelasi dengan jumlah responden 45 orang menggunakan pendekatan cross sectional. Hasil penelitian menunjukkan karakteristik ibu sebagian besar usia 20-35 tahun 27 orang (60%), sebagian besar berpendidikan rendah 29 orang (64%), sebagian besar berpengetahuan cukup 27 orang (60%), sebagian besar berpendapatan >900.000 32 orang (71%), sebagian paritas <2 atau 2, 22 orang (56%), sebagian besar jarak tempuh dekat dari BPS 30 orang (67%) serta sikap sebagian besar mendukung sebanyak 28 orang (62%). Hasil uji statistik yang diperoleh dengan uji chi square didapatkan bahwa usia dengan sikap dengan p 0,428 > 0,05 maka Ho diterima berarti tidak ada hubungan yang signifikan antara usia dan sikap ibu dalam pemilihan alat kontrasepsi KB suntik 3 bulan sementara pada karakteristik yang lain juga didapatkan p lebih besar dari 0,05. Dapat disimpulkan bahwa karakteristik ibu sebagian besar berpendapatan tinggi sementara itu tidak ada hubungan antara karakteristik ibu dengan sikap dalam pemilihan alat kontrasepsi KB suntik 3 bulan di BPS Arismawati tahun 2017. Disarankan perlu adanya upaya untuk memberikan arahan ataupun bimbingan konseling kesehatan kepada akseptor KB dalam menentukan penggunaan KB yang sesuai dengan kebutuhannya sehingga peran dari KB itu benar-benar berjalan sehingga dapat menekan laju pertumbuhan pendudukKata Kunci: Kontrasepsi, Karakteristik, Sikap, KB Suntik 3 Bula

    HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN POLA ASUH IBU TERHADAP STATUS GIZI BALITA DI POSYANDU TUNAS MELATI DESA LIMBUNG KECAMATAN SUNGAI RAYA KABUPATEN KUBU RAYA TAHUN 2019

    Get PDF
    HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN POLA ASUH IBU TERHADAP STATUS GIZI BALITA DI POSYANDU TUNAS MELATI DESA LIMBUNG KECAMATANSUNGAI RAYA KABUPATEN KUBU RAYA TAHUN 2019Windiyati1Akademi Kebidanan Panca Bhakti PontianakEmail korespondensi: [email protected] balita adalah masa keemasan, jendela kesempatan dan masa kritis. Balita sebagai calon generasi penerus perlu pertumbuhan dan perkembangan yang optimal dengan gizi yang sesuai, stimulasi yang memadai. Kedua Posyandu di Desa Limbung masih terdapat balita dengan gizi kurang, untuk Posyandu Tunas Melati balita gizi kurang sebanyak 35 orang (30,44 %) ini lebih tinggi bila dibanding dengan Posyandu Puring Kencana sebanyak 26 orang (19,80%). Demikian juga untuk gizi baik di Posyandu Tunas Melati sebanyak 80 orang (69,56%) lebih rendah bila disbanding dengan Posyandu Puring Kencana yaitu sebanyak 104 orang (79,4%). Tujuan dari penelitan ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan pola asuh ibu terhadap status gizi balita Di Posyandu Tunas Melati Desa Limbung Kecamatan Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya Tahun 2019”. Desain penelitian yang digunakan adalah Quasi Eksperimental, dengan desain yang digunakan adalah One group pre test – post test. pendekatan cross sectional. Populasi penelitian disini adalah seluruh ibu yang mempunyai balita sebanyak 115 orang dan sampel yaitu sebanyak 53 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan pengetahuan dan pola asuh ibu terhadap status gizi balita dengan nilai signifikansi 0,00. Bagi petugas kesehatan di harapkan dapat memberikan penyuluhan kepada ibu post partum dan lebih menekankan penyuluhan tentang materi kolostrum, kegunaan kolostrum, keuntungan dari pemberian ASI, penyakit kejang.Kata Kunci: Hubungan, Pengetahuan, Pola Asuh, Status Gisi, Posyand

    HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN DENGAN SIKAP DALAM MELAKUKAN PERAWATAN ALAT KELAMIN (VULVA HYGIENE) SAAT MENSTRUASI PADA REMAJA PUTRI KELAS XI DI SMA NEGERI 09 PONTIANAK TAHUN 2019

    Get PDF
    HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN DENGAN SIKAP DALAM MELAKUKAN PERAWATAN ALAT KELAMIN (VULVA HYGIENE) SAAT MENSTRUASI PADA REMAJA PUTRI KELAS XI DI SMA NEGERI 09 PONTIANAK TAHUN 2019Yuliana1, Alexander2Akademi Kebidanan Panca Bhakti PontianakEmail korespondensi: [email protected] kebersihan saat menstruasi pada remaja usia sekolah perlu mendapat perhatian. Pengetahuan yang kurang sesuai dan sikap yang tidak mendukung perawatan alat kelamin yang benar selama menstruasi dapat memicu terjadinya masalah kesehatan reproduksi seperti infeksi atau keputihan. Studi pendahuluan terhadap 20 orang siswi diketahui 12 orang siswi tidak mengetahui cara perawatan alat kelamin yang benar yaitu mengganti pembalut 2 kali sehari pada saat mandi saja, dan mengganti pembalut jika tembus tanpa dibasuh terlebih dahulu jika terjadinya gatal kemerahan di area pinggir vagina hanya memberikan salap pi kang shuang saja atau dibiarkansehingga menggalami infeksi (keputihan) 3 orang siswi dan 5 orang siswi mengatakan sering merah dibagian selangkangan pada saat menstruasi. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan antara pengetahuan dengan sikap dalam melakukan perawatan alat kelamin (vulva hygaine) saat menstruasi pada remaja putri kelas X dan XI di SMA negeri 09 Pontianak. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional, teknik pengumpulan data menggunakan kuisioner dengan jumlah sampel sebanyak 99 remaja putri dengan teknik simple random sampling. Analisis data menggunakan analisis univariat untuk menguji pengetahuan dan sikap responden dan analisis bivariat untuk mengetahui hubungan antara variabel. Hasil penelitian univariat dengan distribusi frekuensi menunjukkan bahwa sebagian responden 61 remaja putri (63,6%) berpengetahuan cukup tentang perawatan alat kelamin vulva hygiene pada saat menstruasi, kategori sikap menunjukkan bahwa 57 responden (59,4%) memiliki sikap mendukung terhadap perawatan alat kelamin (vulva hygiene) saat menstruasi. Hasil analisis bivariat dengan distribusi X hitung 5,37 > X tabel tidak ada hubungan antara pengetahuan dengan sikap. Kesimpulan penelitian ini yaitu tidak ada hubungan antara pengetahuan dengan sikap dalam melakukan perawatan alat kelamin (vulva hygiene) pada saat menstruasi pada remaja putri kelas X dan XI di SMA negeri 09 Pontianak. Saran Agar pihak sekolah dapat bekerja sama dengan puskesmas daerah binaan wilayah pontianak timur untuk memberikan penyuhan tentang perawatan alat kelamin (vulva hygiene) pada saat menstruasi.Kata Kunci: Pengetahuan, Sikap, Perawatan Alat Kelamin, Menstruasi, Remaja Putr

    HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN AKSEPTOR KB PIL DENGAN KEPATUHAN MINUM PIL KB DI BIDAN PRAKTEK SWASTA TITIN WIDYANINGSIH PONTIANAK TAHUN 2020

    Get PDF
    HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN AKSEPTOR KB PIL DENGAN KEPATUHAN MINUM PIL KB DI BIDAN PRAKTEK SWASTA TITIN WIDYANINGSIH PONTIANAK TAHUN 2020Telly Katharina1, Denny Pebrianti2Akademi Kebidanan Panca Bhakti PontianakEmail korespondensi: [email protected] alat kontrasepsi merupakan salah satu variabel yang mempengaruhi fertilitas (kehamilan). Alat kontrasepsi yang sering digunakan salah satunya dengan menggunakan pil KB. Pil KB akan efektif dan aman apabila digunakan secara benar dan konsisten. Kegagalan akseptor KB pil oral dapat disebabkan karena kurangnya kepatuhan akseptor dalam mengkonsumsi pil KB tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada hubungan antara pengetahuan akseptor KB Pil dengan kepatuhan minum Pil KB di Bidan Praktek Swasta Titin Widyaningsih Pontianak tahun 2020. Desain penelitian ini menggunakan metode survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian ini sebanyak 161 orang dan sampel sebanyak 40 orang akseptor KB pil. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa akseptor KB yang berpengetahuan baik dan memiliki tingkat kepatuhan yang tinggi dalam meminum pil KB ada sebanyak 2,5%. Akseptor KB yang berpengetahuan cukup dan tingkat kepatuhannya sedang dalam meminum pil KB ada sebanyak 25%. Akseptor KB yang pengetahuannya kurang dan tingkat kepatuhannya rendah dalam meminum pil KB sebanyak 7,5%. Berdasarkan perhitungan dengan menggunakan chi square didapatkan nilai X hitung lebih kecil dari X tabel yang artinya Ho diterima sebab 3,01 < 9,488. Dengan demikian hasil akhir dari pengujian data dinyatakan bahwa tidak ada hubungan antara pengetahuan akseptor KB Pil dengan kepatuhan minum Pil KB di Bidan Praktek Swasta Titin Widyaningsih Pontianak tahun 2020. Harus dilakukan adalah upaya penyadaran pada akseptor KB Pil melalui pemberian informasi akan pentingnya rutinitas dalam minum Pil KB.Kata Kunci: Pengetahuan, Akseptor KB Pil, Kepatuha

    HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG TANDA BAHAYA KEHAMILAN DENGAN KEPATUHAN KUNJUNGAN KEHAMILAN DI PUSKESMAS BANJAR SERASAN KOTA PONTIANAK TAHUN 2019

    Get PDF
    HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG TANDA BAHAYA KEHAMILAN DENGAN KEPATUHAN KUNJUNGAN KEHAMILAN DI PUSKESMAS BANJAR SERASAN KOTA PONTIANAK TAHUN 2019Katarina Iit1, Megalina Limoy2Akademi Kebidanan Panca Bhakti PontianakEmail korespondensi: [email protected] bahaya kehamilan adalah tanda-tanda yang menunjukkan bahaya yang dapat terjadi selama kehamilan atau periode antenatal, yang jika tidak dilaporkan atau tidak terdeteksi dapat menyebabkan kematian ibu. Di wilayah kerja Pusat Kesehatan Masyarakat Banjar Serasan pada tahun 2019, ditemukan bahwa ada 11 wanita hamil dengan 11 tanda bahaya kehamilan dari Januari hingga Februari. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan ibu hamil tentang tanda-tanda bahaya kehamilan dengan kepatuhan terhadap kunjungan kehamilan di Pusat Kesehatan Masyarakat Banjar Serasan di Pontianak pada tahun 2019. Desain penelitian ini menggunakan korelasi deskriptif dengan pendekatan cross sectional. . Populasi adalah wanita hamil yang mengunjungi Puskesmas Banjar Serasan pada bulan Januari dan Februari 2019 dengan sampel sebanyak 50 orang. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan kuesioner dan observasi, analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki pengetahuan kurang sebanyak 30 responden (60%) dan ada 9 responden (18%) memiliki pengetahuan yang cukup tentang tanda-tanda bahaya kehamilan. Hasil kepatuhan dalam kunjungan kehamilan menunjukkan bahwa sebagian besar responden sebanyak 35 responden (70%) tidak patuh dalam melakukan kunjungan kehamilan sesuai standar. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa X2 hitung (37,47)> X2 tabel (5,991) yang berarti ada hubungan antara Pengetahuan Bahaya Kehamilan dan Kepatuhan Kunjungan Kehamilan di Puskesmas Banjar Serasan Pontianak pada tahun 2019. Saran bagi petugas kesehatan untuk memberikan informasi tentang tanda-tanda bahaya kehamilan.Kata Kunci: Pengetahuan, Kepatuhan, Tanda Bahaya Kehamila

    PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG DETEKSI DINI KANKER SERVIKS TERHADAP MOTIVASI DALAM MELAKUKAN PEMERIKSAAN IVA DI PUSKESMAS PAL III PONTIANAK TAHUN 2019

    Get PDF
    PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG DETEKSI DINI KANKER SERVIKS TERHADAP MOTIVASI DALAM MELAKUKAN PEMERIKSAAN IVA DI PUSKESMAS PAL III PONTIANAK TAHUN 2019Elise1, Yuliana2, Wahyuni3Akademi Kebidanan Panca Bhakti PontianakEmail korespondensi:[email protected] WUS yang melakukan pemeriksaan deteksi dini kanker serviks di Kalimantan Barat pada tahun 2017 sebanyak 14.450 perempuan atau 21,56% dari target perempuan usia 30-50 tahun diantaranya sebanyak 67.018 jiwa, yang terdeteksi IVA positif atau curiga kanker serviks sebanyak 563 jiwa atau 3,90% hal ini menunjukan masih kurangnya partisipasi wanita terhadap deteksi dini kanker serviks. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penyuluhan kesehatan tentang deteksi dini kanker serviks terhadap motivasi wus dalam melakukan pemeriksaan IVA DI Wilayah Kerja Puskesmas Pal Ill Pontianak Tahun 2019. Desain penelitian yaitu quasi experimental design dengan rancangan one group pretest design. Populasi penelitian ini sebanyak 1.683 WUS sampel sebanyak 44 orang di tambah 10 % menjadi 48 responden. Teknik sampling menggunakan Purposive Sampling. Teknik analisis yang di gunakan adalah Uji Wilcoxon Mart Pairs Test. Hasil penelitian ini ialah ada pengaruh penyuluhan kesehatan tentang deteksi dini kanker serviks terhadap motivasi WUS dalam melakukan pemeriksaan iva di wilyah kerja Puskesmas Pal lll Pontianak tahun 2019. Berdasarkan hasil pengumpulan data yang diperoleh di Puskemas Pal III Tahun 2019 ada pengaruh penyuluhan kesehatan terhadap motivasi WUS maka perlu adanya peningkatan pelayanan kesehatan, terutama pemberian penyuluhan kesehatan tentang deteksi dini kanker serviks dengan metode IVA Oleh karena itu diharapkan kepada petugas kesehatan untuk terus memberikan informasi tentang deteksi dini kanker serviks dengan metode IVA.Kata kunci: Penyuluhan Kesehatan, Deteksi Dini, Kanker Serviks, Metode IV

    HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU TENTANG KONTRASEPSI SUNTIK DEPO PROVERA DENGAN KEPATUHAN KUNJUNGAN ULANG DI POLINDES KUALA II KABUPATEN KUBU RAYA TAHUN 2015

    Get PDF
    HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU TENTANG KONTRASEPSI SUNTIK DEPO PROVERA DENGAN KEPATUHAN KUNJUNGAN ULANG DI POLINDES KUALA II KABUPATEN KUBU RAYA TAHUN 2015Denny Pebrianti1, Yuliana2Akademi Kebidanan Panca Bhakti PontianakEmail korespondensi: [email protected] Kontrasepsi depo provera kontrasepsi suntik yang memiliki efektifitas yang tinggi, apabila dilakukan secara teratur sesuai jadwal yang ditentukan. Studi menunjukkan bahwa 60 sampai dengan 78 % wanita menjadi hamil atau gagal menggunakan kontrasepsi yang disebabkan karena ketidakpatuhan kunjungan ulang suntikan. Berdasarkan data yang diperoleh dari Polindes Kuala II tahun 2016, jumlah akseptor yang menggunakan kontrasepsi suntik sebanyak 869 akseptor, dari jumlah tersebut ada 3 akseptor yang mengalami kegagalan yang disebabkan ketidakpatuhan kunjungan ulang suntikan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu tentang kontrasepsi suntik Depo provera dengan kepatuhan kunjungan ulang di Polindes Kuala II Kabupaten Kubu Raya Tahun 2016. Jenis penelitian yang dipakai adalah penelitian deskriptif korelasi dengan pendekatan survey. Dalam penelitian ini menggunakan teknik sampling Nonprobability Sampling. Besar sampel dalam penelitian ini yaitu 51 responden yang memenuhi kriteria inklusi. Uji analisis yang digunakan adalah Kendall Tau-b dengan menggunakan program statistical product service solution. Hasil penelitian menjelaskan bahwa akseptor yang pengetahuannya baik dengan kepatuhan tinggi kunjungan ulang suntikan depo provera sebesar 31%, akseptor dengan pengetahuan cukup dan kepatuhan sedang terhadap kunjungan ulang suntikan depo provera ada sebesar 27%, akseptor berpengetahuan kurang dengan kepatuhan rendah terhadap kunjungan ulang suntikan depo provera sebesar 14%. Hasil P value=0,000 <? = 0,05, maka H0 ditolak dan Ha diterima dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,677 berarti ada hubungan yang kuat pengetahuan ibu tentang kontrasepsi suntik depo provera dengan kepatuhan kunjungan ulang di Polindes Kuala II Kabupaten Kubu Raya tahun 2016. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada hubungan yang kuat pengetahuan ibu tentang kontrasepsi suntik depo provera dengan kepatuhan kunjungan ulang di Polindes Kuala II Kabupaten Kubu Raya tahun 2016. Oleh karena itu diharapkan kepada petugas kesehatan untuk dapat terus memberikan pemahaman tentang pentingnya melakukan kunjungan ulang sesuai jadwal yang telah ditentukan serta meningkatkan pengetahuan akseptor tentang kontrasepsi suntik depo provera.Kata Kunci: Pengetahuan, Depo Provera, Kepatuhan, Kunjungan Ulan

    PERBEDAAN STATUS GIZI ANTARA BAYI USIA 0-6 BULAN DENGAN PEMBERIAN ASI SECARA EKSKLUSIF DAN TIDAK SECARA EKSKLUSIF DI PUSKESMAS KAMPUNG DALAM TAHUN 2018

    Get PDF
    PERBEDAAN STATUS GIZI ANTARA BAYI USIA 0-6 BULAN DENGAN PEMBERIAN ASI SECARA EKSKLUSIF DAN TIDAK SECARA EKSKLUSIF DI PUSKESMAS KAMPUNG DALAM TAHUN 2018Yuliana1, Melyani2Akademi Kebidanan Panca Bhakti PontianakEmail korespondensi: [email protected] Kemenkes RI (2017), memperlihatkan bahwa terdapat 4.770.444 jumlah bayi yang ada di Indonesia. Diantara keseluruhan bayi di Indonesia hanya terdapat 29,5% bayi yang mendapat ASI Eksklusif usia 6 bulan Menurut hasil Riskesdas didalam Data Kemenkes RI (2017), bahwa terdapat jumlah balita gizi buruk dan kurang masih sebesar 19,6%. Indonesia masih menjadi negara dengan anak berstatus gizi buruk. Sebab, saat ini gizi balita di Indonesia berada di bawah standar yang di tetapkan WHO yakni dibawah 10%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Perbedaan Status Gizi antara Bayi Usia 6 Bulan yang Diberi ASI Eksklusif dan Tidak Eksklusif di Puskesmas Kampung Dalam Kecamatan Pontianak Timur Tahun 2018. Metode penelitian ini menggunakan desain penelitian analitik komparatif dengan pendekatan cross sectional, total populasi pada penelitian ini sebanyak 148 orang sedangkan sampel yaitu 60 orang. Hasil penelitian yang telah dilakukan didapatkan sebagian besar responden mempunyai bayi yang diberi ASI Eksklusif dengan status gizi normal yaitu 26 orang (86,7%) dan bayi yang diberi ASI Eksklusif dengan status gizi abnormal yaitu 4 orang (13,3%). Sedangkan bayi yang tidak diberi ASI Eksklusif dengan status gizi normal yaitu 16 orang (53,3%) dan 14 orang (46,7%) bayi yang tidak diberi ASI Eksklusif dengan status gizi abnormal. Hasil uji statistik Mann Whitney U didapatkan nilai Z sebesar -3.894 dengan taraf signifikansi (p) 0,000 atau probabilitas dibawah 0,05 (0,000 < 0,05) yang artinya Ho ditolak. Kesimpulan pada penelitian ini yaitu ada perbedaan status gizi antara bayi usia 6 bulan yang diberi ASI Eksklusif dan tidak diberikan ASI Eksklusif di Puskesmas Kampung Dalam Tahun 2018.Saran untuk Puskesmas Kampung Dalam agar dapat lebih mengoptimalkan pemberian konseling, penyuluhan dan pendidikan kesehatan kepada ibu yang memiliki bayi usia 0-6 bulan untuk memberikan ASI secara Eksklusif yang bertujuan untuk perbaikan status gizi bayi usia 0-6 bulan.Kata Kunci : ASI Eksklusif, Tidak ASI Eksklusif, Status Gizi, Bayi usia 6 bula

    163

    full texts

    184

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    OJS STIKES Panca Bhakti Pontianak
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇