OJS STIKES Panca Bhakti Pontianak
Not a member yet
184 research outputs found
Sort by
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN DISMENOREA PADA MAHASISWI AKADEMI KEBIDANAN PANCA BHAKTI PONTIANAK TAHUN 2019
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN DISMENOREA PADA MAHASISWI AKADEMI KEBIDANAN PANCA BHAKTI PONTIANAKTAHUN 2019Telly Katharina1, Denny Pebrianti2Akademi Kebidanan Panca Bhakti PontianakEmail korespondensi: [email protected] menstruasi umum dirasakan oleh perempuan pada hari-hari pertama menstruasi. Gejala-gejala nyeri menstruasi umumnya berupa rasa sakit yang datang secara tidak teratur dan tajam, serta kram dibagian bawah perut yang biasanya menyebar ke bagian belakang, menjalar ke kaki, pangkal paha, dan vulva (bagian luar alat kelamin perempuan). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian dismenorea pada mahasiswi Akademi Kebidana Panca Bhakti Pontianak. Metode Penelitian ini menggunakan metode analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah Mahasiswi Tingkat I dan II di Akademi Kebidanan Panca Bhakti Pontianak yang mengalami disminorea berjumlah 104 orang. Sampel menggunakan teknik Taro Yamane/Solvin berjumlah yang berjumlah 51 orang. Hasil penelitian di dapatkan mahasiswi yang mengalami dismenorea primer sebanyak 27 orang (52,9%), sebanyak 29 orang (56,9%) mempunyai riwayat keturunan dismenorea dalam keluarga, sebanyak 26 orang (51,0%) berusia 7 – 12 tahun mengalami menarche, sebanyak 45 orang (88,2%) mengalami masa < 7 hari lamanya menstruasi, sebanyak 31 orang (60,8%) mempunyai Indeks Masa Tubuh normal (18,5 – 25,0). Ada hubungan antara riwayat keluarga dengan kejadian dismenorea (P = 0.000 (P ? alpha 0.05), tidak ada hubungan antara usia menarche dengan kejadian dismenorea (P = 1.164 P > alpha 0.05), tidak ada hubungan antara lama menstruasi dengan kejadian dismenorea (P = 0.347 (P > alpha 0.05), ada hubungan antara IMT dengan kejadian dismenorea (P = 0.003 (P ? alpha 0.05). Hasil analisis multivariat diketahui bahwa variabel yang paling dominan berhubungan dengan kejadian dismenorea adalah variabel keturunan dalam keluarga dengan nilai odds ratio yaitu OR = 1,127, artinya riwayat keturunan dalam keluarga berpeluang untuk terjadinya dismenorea 1,127 kali, setelah dikontrol oleh variabel lamanya menstruasi, usia menarche dan Indeks Masa Tubuh (IMT).Kata Kunci: faktor, dismenorea, mahasisw
HUBUNGAN ANTARA TINGKAT PENGETAHUAN IBU TENTANG GIZI DENGAN STATUS GIZI BALITA DI PUKESMAS PAL III KABUPATEN PONTIANAK TAHUN 2018
AbstrakStatus gizi adalah status kesehatan yang dihasilkan oleh keseimbangan antara kebutuhan dan masukan nutrient. di Pukesmas Pal III didapatkan 10 balita dengan gizi kurang dilihat dari tinggi badan dan berat badan yang tidak sesuai dengan usia. Tujuan dari penetlitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan ibu tentang gizi dengan status gizi balita dipukesmas Pal III Pontianak Tahun 2018.Penelitian ini menggunakan desain penelitian analitik korelasi dengan pendekatan korelasi dengan pendekatan cross sectional, sampel dalam penelitian ini sebanyak 57 sampel. Hasil penelitian diperoleh sangat sedikit dari responden (10,5%) yaitu 6 responden berpengetahuan baik. Sebagian besar dari responden (78%) yaitu 45 responden dengan Status Gizi normal. Dari hasil penelitian di peroleh nilai p value (0,600 ) > nilai alpha (0,005), hal ini berarti bahwa hipotesis nol (Ho) diterima dan Ha di tolak. Peneliti menyimpulkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan tentang gizi seimbang dengan status gizi. Diharapakan Pukesmas Pal III bisa memberikan penyuluhan pada saat posyandu dengan memberikan materi tentang pentingnya konsumsi gizi seimbang pada balita dan menganjurkan kepada ibu-ibu agar melakukan pemantauan status gizi pada balita secara berkala di tempat pelayanan kesehatan.Kata Kunci: Pengetahuan, Status Gizi, Pukesmas Pal III, 201
HUBUNGAN PENGETAHUAN TENTANG PEMERIKSAAN KEHAMILAN DENGAN KEPATUHAN KUNJUNGAN ANTENATAL CARE DI PUSKESMAS WAJOK HULU KECAMATAN SIANTAN KABUPATEN MEMPAWAH TAHUN 2019
HUBUNGAN PENGETAHUAN TENTANG PEMERIKSAAN KEHAMILAN DENGAN KEPATUHAN KUNJUNGAN ANTENATAL CAREDI PUSKESMAS WAJOK HULU KECAMATAN SIANTAN KABUPATEN MEMPAWAH TAHUN 2019
Alexander1, Nurul Hudayanti2
Akademi Kebidanan Panca Bhakti Pontianak
Email korespondensi: [email protected]
Abstrak
Kehamilan merupakan proses yang normal dan alamiah. Perubahan –perubahan yang terjadi pada wanita selama kehamilan normal adalah bersifat fisiologis, bukan patologis, oleh karenanya asuhan yang diberikan adalah asuhan yang meminimalkan intervensi. Masa kehamilan dimulai dari konsepsi sampai lahirnya janin, lamanya hamil normal adalah 280 hari (40 minggu atau 9 bulan 7 hari) dihitung dari hari pertama haid terakhir.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan pengetahuan ibu tentang pemeriksaan kehamilandengankepatuhan kunjungan antenatal care di Puskesmas Wajok Hulu. Desainpenelitian ini menggunakan metode deskriptif korelasidengan pendekatan cross sectionaldan sampel yang digunakan 42 orang sampel.Hasil penelitian sebagian besar dari responden yaitu 26 responden (62%) berpengetahuan kurangdanhampir seluruh dari responden yaitu 34 responden (81%) tidak patuh dalam melakukan kunjungan kehamilansesuai standar. Kesimpulan penelitian initidak ada hubungan antara Pengetahuan Pemeriksaan Kehamilan dengan Kepatuhan Kunjungan Antenatal Caredi Puskesmas Wajok Hulu Kabupaten Mempawah Tahun 2019 dengan hasil X2hitung (1,9) < X2 tabel (5,991)
Kata Kunci: Pengetahuan, Pemeriksaan Kehamilan, Kepatuhan AN
HUBUNGAN TINGKAT PENDIDIKANDAN USIA DENGAN PERILAKU PENCEGAHAN INFEKSI PADAIBU NIFAS DI RSUD WONOSARI
HUBUNGAN TINGKAT PENDIDIKANDAN USIA DENGAN PERILAKU PENCEGAHAN INFEKSI PADA IBU NIFAS DI RSUD WONOSARI
1Marsela Renasari Presty, 2Djaswadi Dasuki, 3Yuli Isnaeni, 4Ni Nyoman Yeyen Abriyan
iAkademi Kebidanan PancaBhakti Pontianak
Email Korespendensi: [email protected], [email protected]
Abtrak
Sepsis merupakan penyebab kedua kematian ibu.Infeksi ini dapat disebabkan oleh beberapa hal yaitu kebersihan ruang bersalin, penolong persalinan, jenis persalinan, tempat persalinan, tempat tinggal, jenis Pendidikan, pendapatan, durasi persalinan, pemeriksaan dalam dan lain sebagainya Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat Pendidikan dan usia dengan perilaku pencegahan infeksi pada ibu nifas di RSUD Wonosari. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan metode observasional analitik dan rancangan penelitian survei cross sectional. Populasi dalam penelitianini adalah seluruh ibu nifas yang ada di RSUD Wonosari dan sampel dalam penelitian ini sebanyak 67 orang ibu nifas.Hasil penelitian ini yaitu pada Analisa bivariat variabel Pendidikan dan usia masig-masing nilai p= 0,695 dan0,027. Ini berartipada kedua variabel tersebut, hanya usia yang memiliki hubungan secara signifikan dengan perilaku pencegahan infeksi pada ibu nifas. Sebaiknya petugas kesehatan dapat memaksimalkan promosi kesehatan dengan melakukan kunjungan rumah untuk memastikan perilaku hidup bersih dan sehat telah diterapkan oleh lingkungan tersebut. Kata kunci: Pendidikan, Usia, Perilaku, Ibu Nifa
STUDI LITERATUR PERSALINAN SC ELEKTIF PADA IBU HAMIL DENGAN HIV/AIDS
STUDI LITERATUR PERSALINAN SC ELEKTIF PADA IBU HAMIL DENGAN HIV/AIDS
[1]Yuliana, [2]Alexander
Akademi Kebidanan Panca Bhakti Pontianak
Email Korespendensi: [email protected]
Abtrak
Human Immunodeficiency Virus (HIV) adalah virus yang menyerang sel darah putih (sel CD4) dan sehingga tidak dapat digunakan untuk sistem kekebalan tubuh. Persalinan merupakan salah satu pintu masuk Mother to Child HIV Transmission (MTCT) dari ibu kepada bayi melalui darah atau cairan vagina yang terinfeksi virus HIV. Penatalaksanaan pada ibu hamil dengan HIV harus berfokus pada penurunan risiko MTCT dan komplikasi maternal – neonatal melalui metode persalinan caesar secara elektif (ketika viral load > 1000 kopi/ml karena dapat terjadi peningkatan MTCT sebanyak 12 kali lipat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola penularan HIV / AIDS dari ibu kepada bayi. penatalaksanaan persalinan SC elektif pada ibu bersalin dengan HIV / AIDS dan persayaratan yang harus dipenuhi serta mengetahui penatalaksanaan pada bayi baru lahir dari ibu dengan HIV / AIDS. Desain penelitian yang digunakan adalah literatur review. Hasil penelusuran dari google scholar diperoleh dari 5 jurnal sesuai dengan kriteria inklusi. Hasil penelitian ini penularan HIV / AIDS dapat terjadi pada masa kehamilan karena penurunan sel T dan proses persalinan yang meningkatkan risiko terpapar darah atau cairan vagina yang tertelan bayi pada jalan lahir serta penularan HIV melalui ASI diketahui merupakan faktor penting penularan paska persalinan dan meningkatkan risiko transmisi dua kali lipat. Pada ibu hamil yang positif HIV di sarankan untuk melakukan persalinan secara SC Elektif yang dilakukan satu hingga dua minggu sebelum tanggal kelahiran bayi dan persalinan SC secara Elektif dapat dilakukan jika ada nya kontraindikasi persalinan pervaginam, indikasi fetal dan indikasi maternal. Kesimpulan penelitian ini semua ibu hamil dengan HIV positif disarankan untuk melakukan persalinan dengan seksio sesaria dan persalinan pervaginam yang direncanakan hanya boleh dilakukan oleh wanita yang mengkonsumsi HAART dengan viral load <50 kopi/mL.
Kata kunci: Persalinan, Sectio Caesarean Elektif Pada Ibu Dengan HIV / AIDS
 
HUBUNGAN ANTARA KARAKTERISTIK DAN PENGETAHUAN DENGAN PEMBERIAN ASI SECARA EKSKLUSIF PADA IBU YANG MEMPUNYAI BAYI USIA 0-6 BULAN DI PUSKESMAS KAMPUNG DALAM TAHUN 2018
HUBUNGAN ANTARA KARAKTERISTIK DAN PENGETAHUAN DENGAN PEMBERIAN ASI SECARA EKSKLUSIF PADA IBU YANG MEMPUNYAI BAYI USIA 0-6 BULAN DI PUSKESMAS KAMPUNG DALAM TAHUN 2018Alexander1, Melyani2, Lindawati3Akademi Kebidanan Panca Bhakti PontianakEmail korespondensi: [email protected] secara Eksklusif adalah pemberian ASI saja selama 6 bulan tanpa tambahan cairan apapun, seperti susu formula, jeruk, madu, air teh, air putih dan tanpa pemberian makanan tambahan padat, seperti pisang, pepaya,bubur susu, biskuit, bubur nasi dan tim. Pemberian ASI secara Eksklusif di Puskesmas Kampung Dalam masih relatif rendah (56,37%), masih ada ibu yang tidak memberikan ASI secara Eksklusif dengan berbagai alasan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara karakteristik, dan pengetahuan dengan pemberian ASI secara Eksklusif pada ibu yang mempunyai bayi usia 0-6 bulan di Puskesmas Kampung Dalam tahun 2018. Metode penelitian yang digunakan adalah analitik kolerasi, dengan pendekatan cross sectional teknik sampling menggunakan purposive sampling. Sampel penelitian ini adalah ibu yang mempunyai bayi usia 0-6 bulan di Puskesmas Kampung Dalam tahun 2018 yaitu 36 responden. Analisa data menggunakan uji chi square untuk mencari hubungan antar variabel. Hasil uji chi square menunjukan tidak ada hubungan antara karakteristik (umur, paritas, status ekonomi). Tetapi ada hubungan antara karakteristik (pendidikan,pekerjaan, social budaya), dan pengetahuan dengan pemberian ASI secara Eksklusif di Puskesmas Kampung Dalam tahun 2018. Hasil pengukuran variabel yang berhubungan, yaitu: pendidikan (p=0,013), pekerjaan (0,048), sosial budaya (0,008), dan pengetahuan (p=0,030). Oleh karena itu, perlu adanya upaya peningkatan pengetahuan di masyarakat oleh tenaga kesehatan terutama tentang pemberian ASI secara Eksklusif agar pemberian ASI secara Eksklusif semakin bertambah, dan target nasional pemberian ASI secara eKsklusif yaitu 80% dapat tercapai.Kata Kunci : Karakteristik, Pengetahuan, Pemberian ASI Secara Eksklusi
PENGARUH PENGETAHUAN DAN POLA ASUH IBU TERHADAP STATUS GIZI BALITA DI POSYANDU TUNAS MELATI DESA LIMBUNG KECAMATAN SUNGAI RAYA KABUPATEN KUBU RAYA TAHUN 2020
PENGARUH PENGETAHUAN DAN POLA ASUH IBU TERHADAP STATUS GIZI BALITA DI POSYANDU TUNAS MELATI DESA LIMBUNG KECAMATAN SUNGAI RAYA KABUPATEN KUBU RAYA TAHUN 2020Windiyati1Akademi Kebidanan Panca Bhakti PontianakEmail Korespondensi : [email protected] adalah periode emas, jendela peluang dan periode kritis. balita sebagai generasi masa depan yang potensial membutuhkan pertumbuhan dan perkembangan yang optimal dengan nutrisi yang tepat, stimulasi yang memadai. Berdasarkan studi pendahuluan pada dua Posyandu di Desa Limbung masih ada balita dengan gizi buruk. Sebanyak 35 (30,44%) balita ditemukan kurang gizi di Posyandu Tunas Melati. Lebih tinggi jika dibandingkan dengan Posyandu Puring Kencana sebanyak 26 balita (19,80%). Demikian pula, sebanyak 80 balita memiliki gizi yang baik di Posyandu Tunas Melati (69,56%) lebih rendah jika dibandingkan dengan Posyandu Puring Kencana yang 104 balita (79,4%). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pengetahuan ibu dan pengasuhan terhadap status gizi balita di Posyandu Tunas Melati Desa Limbung Kecamatan Sungai Raya Kecamatan Kubu Raya 2020 ". Kuasi Eksperimental digunakan dalam penelitian ini dengan One group pre test - post test Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa statistik pengetahuan ibu tentang gizi, pengasuhan ibu, pendidikan dan pekerjaan ibu, pengetahuan ibu lebih berpengaruh daripada ibu pengasuhan terhadap status gizi balita. dimana dari hasil analisis model bertahap diketahui bahwa variabel pengetahuan ibu memiliki nilai sig 0,000, dan pola pengasuhan ibu memiliki nilai sig 0,02, tetapi angka t untuk pengetahuan ibu adalah 6,069 dan nilai t's pola pengasuhan ibu adalah 3,225, koefisien regresi untuk pengetahuan ibu adalah 0,574 dan untuk pengasuhan ibu adalah 0,263. Jadi dapat disimpulkan bahwa Pada nilai t, pengetahuan ibu lebih berpengaruh daripada gaya pengasuhan ibu pada status gizi anak balita. maka untuk persamaan regresi yang terbentuk adalah sebagai berikut: Y = 0,184 + 0,574X1 + 0,263X2. Petugas kesehatan diharapkan memberikan konseling kepada ibu nifas dan menekankan konseling tentang materi kolostrum, penggunaan kolostrum, manfaat menyusui, kejang.Kata Kunci: Pengetahuan, Pola Asuh, Status Giz
PENGARUH PENYULUHAN GIZI TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU DALAM PEMBERIAN MAKANAN PENDAMPING ASI DI KECAMATAN MATAN HILIR UTARA KABUPATEN KETAPANG TAHUN 2020
PENGARUH PENYULUHAN GIZI TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU DALAM PEMBERIAN MAKANAN PENDAMPING ASI DI KECAMATAN MATAN HILIR UTARA KABUPATEN KETAPANG TAHUN 2020
Windiyati1, Sadriatanur2
Akademi Kebidanan Panca Bhakti Pontianak
Email Korespondensi: [email protected]
Abstrak
Masalah Gizi adalah masalah kesehatan masyarakat yang penanggulangannnya tidak dapat dilakukan dengan pendekatan medis dan pelayanan kesehatan sajajuga menyangkut aspek pengetahuan dan perilaku yang kurang mendukung pola hidup sehat. Tujuan dalam penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh penyuluhan gizi terhadap pengetahuan dan sikap ibu dalam pemberian makanan pendamping ASI di Kecamatan Matan Hilir Utara Kabupaten Ketapang Tahun 2020. Jenis penelitian ini adalah quasi eksperimental dimana bentuk desain yang dipakai adalah one group pretest-postest desain untuk mengetahui pengaruh antara penyuluhan gizi terhadap pengetahuan dan sikap ibu dalam pemberian makanan pendamping ASI.Hasil uji statistik Paired Sample T-Test diperoleh nilai p = 0,0001 (p < 0,05) yang artinya Ho ditolak (Ha diterima), jadi dapat disimpulkan ada pengaruh penyuluhan gizi terhadap pengetahuan ibu dalam pemberian makanan pendamping ASI .Dan dapat disimpulkan bahwa Ada pengaruh penyuluhan gizi terhadap pengetahuan ibu dalam pemberian makanan pendamping ASI di Kecamatan Matan Hilir Utara Kabupaten Ketapang Tahun 2020 (p value = 0,0001 t hitung = 13,051)dan ada pengaruh penyuluhan gizi terhadap sikap ibu dalam pemberian makanan pendamping ASI di Kecamatan Matan Hilir Utara Kabupaten Ketapang Tahun 2010 (p value = 0,0001 t hitung = 4,893).Diperlukan kebijakan untuk meningkatkan penyuluhan kepada masyarakat tentang pemberian MP-ASIkepada ibu-ibu yang mempunyai bayi agar dapat meningkatkan pengetahuan, merubah sikap dan perilaku mengenai pemberian MP-ASI. Kata kunci:Pengaruh,Pengetahuan,Sikap,MP-A
HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN TENTANG KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA DENGAN SIKAP SEKS PRANIKAH PADA SISWA KELAS XI DI SMA TAMAN MULAI TAHUN 2017
HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN TENTANG KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA DENGAN SIKAP SEKS PRANIKAH PADA SISWA KELAS XIDI SMA TAMAN MULAI TAHUN 2017Megalina Limoy1, Yovan Hendrik2Akademi Kebidanan Panca Bhakti PontianakEmail korespondensi: [email protected]
Remaja di Indonesia telah terbukti mulai melakukan hubungan seks pada usia muda. Berdasarkan penelitian di berbagai kota besar di Indonesia, sekitar 20-30% mengaku pernah melakukan hubungan seks bebas diluar nikah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan tentang kesehatan reproduksi remaja dengan sikap seks pranikah pada siswa kelas XI di SMA Taman Mulia tahun 2017. Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional, jumlah sampel 53 orang dengan menggunakan purposive sampling dan alat penelitian dengan kuesioner. Analisis data dilakukan secara univariat dan analisis bivariat menggunakan uji Chi square. Dari hasil analisis univariat menunjukkan bahwa 39 responden (73,6%) berpengetahuan baik, dan 3 responden (5,7%) berpengetahuan kurang, sedangkan 31 responden (58,5%) memiliki sikap mendukung dan 22 responden (41,5%) memiliki sikap tidak mendukung. Hasil analisis bivariat didapatkan bahwa p=0,606 > =0,05 sehingga Ho diterima dan Ha ditolak, maka tidak ada hubungan antara pengetahuan tentang kesehatan reproduksi remaja dengan sikap seks pranikah pada siswa kelas XI di SMA Taman Mulia tahun 2017. SMA Taman Mulia diharapkan mampu memberikan pelajaran tentang kesehatan reproduksi remaja dan pendidikan seks pranikah sehingga mampu menambah pengetahuan siswa-siswi tentang kesehatan reproduksi remaja dan terjadi perubahan sikap yang baik bagi individu remaja itu sendiri dalam menyikapi sikap seks pranikah.Kata Kunci: Pengetahuan, Sikap, Kesehatan Reproduksi Remaja, Seks Pranika
PERBEDAAN ANTARA BERAT BADAN SEBELUM DAN SESUDAH MENGGUNAKAN KB SUNTIK TIGA BULAN DI PUSKESMAS KOM YOS SUDARSO KOTA PONTIANAK PERIODE 2016 - 2017
PERBEDAAN ANTARA BERAT BADAN SEBELUM DAN SESUDAH MENGGUNAKAN KB SUNTIK TIGA BULAN DI PUSKESMAS KOM YOS SUDARSO KOTA PONTIANAKPERIODE 2016 - 2017Yuliana1, Chahyani Erlita2Akademi Kebidanan Panca Bhakti PontianakEmail Korespondensi: [email protected] Suntik Tiga Bulan adalah kontrasepsi yang diberikan setiap tiga bulan sekali, mengandung 150 mg DMPA, Berdasarkan hasil studi pendahuluan yang dilakukan peneliti di Puskesmas Kom Yos Sudarso Kota Pontianak Tahun 2017, jumlah akseptor KB aktif tahun 2016 sejumlah 354 jiwa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adakah perbedaan antara berat badan sebelum dan sesudah menggunakan KB Suntik tiga bulan di Puskesmas Kom Yos Sudarso Kota Pontianak Periode 2016-2017. Desain penelitian yang digunakan adalah analitik komparatif dengan Pendekatan retrospektif dengan 78 responden untuk dijadikan sampel di Puskesmas Kom Yos Sudarso Kota Pontianak Tahun 2017. Hasil penelitian univariat berat badan sebelum penggunaan KB diketahui dari 78 akseptor yang menggunakan KB suntik tiga bulan berat badan yang paling tinggi 69 kg (1,3%), berat badan paling rendah 35 kg (1,3%), berat badan yang terbanyak 50 kg (9,0%), dan sesudah penggunaan berat badan yang paling tinggi 73 kg (1,3%), berat badan yang paling rendah 38 kg (2,6%) dan yang paling banyak 52 kg (14,1). Hasil bivariat rata-rata sebelum diberi suntikan KB adalah (48,67 kg) dan rata-rata sesudah diberikan suntikan KB adalah (52,77 kg). Maka dapat diambil kesimpulan bahwa ada perbedaan berat badan akseptor sebelum dan sesudah penggunaan KB suntik tiga bulan di Puskesmas Kom Yos Sudarso Tahun 2016 dimana p value=0,000 yang berati ada perbedaan dan sesuai dengan teori yang ada. Saran untuk tenaga kesehatan di Puskesmas Kom Yos Sudarso agar memberikan penyuluhan terhadap pasangan usia subur (PUS) untuk memilih alat kontrasepsi yang tepat agar dapat dijadikan dasar pertimbangan dalam penapisan pada calon akseptor KB baru suntik tiga bulan.Kata Kunci: Perbedaan, Berat Badan, Sebelum dan Sesudah, KB suntik 3 bula