OJS STIKES Panca Bhakti Pontianak
Not a member yet
    184 research outputs found

    FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA REMAJA PUTRI DI SEKOLAH SMPN 09 PONTIANAK TAHUN 2019

    Get PDF
    FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA REMAJA PUTRI DI SEKOLAH SMPN 09 PONTIANAK TAHUN 2019Melyani1, Alexander2Akademi Kebidanan Panca Bhakti PontianakEmail korespondensi: [email protected] pada remaja putri juga dapat berdampak pada prestasi belajar siswi karena anemia pada remaja putri dapat menurunkan konsentrasi siswi dalam belajar. Kejadian anemia pada remaja putri di Kalbar pada tahun 2017 sebesar 18,30% dan pada tahun 2018 sebesar 23,8%. Pada tahun 2018 dilakukan pemeriksaan anemia pada remaja putri didapatkan hasilnya 55% remaja putri yang mengalami anemia di sekolah binaan Puskesmas Alianyang. Tujuan penelitian ini yaitu apa sajakah Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Anemia Pada Remaja Putri Di Sekolah SMPN 09 Pontianak Tahun 2019. Penelitian ini menggunakan metode Observasional Analitik dengan pendekatan secara Cross Sectional dan pengambilan sampel menggunakan teknik Total Sampling (Saryono,2016), menggunakan instrumen kuesioner. Jumlah populasi 376 responden dan besar sampel sebanyak 102 responden yang memenuhi kriteria inklusi diuji menggunakan SPSS 16.0. Hasil penelitian yang telah dilakukan menjelaskan bahwa faktor-faktor yang berhubungan dengan anemia pada remaja putri yaitu:Faktor PengetahuanP=0.611,Faktor umur P=0.851,Faktor pola makan P=1.144,Faktor status gizi P=0.041,Faktor pola menstruasi P=1.000,Faktor penyakit yang disertai P=0.169,Faktor pendapatan P=0.169. Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah ada hubungan anemia pada remaja putri dengan faktor status gizi. Hasil uji statistik menunjukan menggunakan Chi Square, hasilperhitungan P=0.041, hasil analisis diperoleh OR=2.565 nilai rata-rata, serendah-rendahnya 1.120 dan setinggi-tingginya 5.876. Artinya remaja putri yang memiliki staus gizi kurus mempunyai peluang 2.565 kali untuk mengalami anemia dibandingkan remaja putri yang memiliki staus gizi yang normal. Saran kepada remaja putri untuk bisa mengetahui dan mengendalikan faktor-faktor yang dapat menyebabkan terjadinya anemia, bagi remaja putri yang memiliki masalah status gizi sebaiknya menjaga asupan nutrisi agar tumbuh kembangnya menjadi seimbang.Kata Kunci: Faktor-Faktor, Hubungan, Anemia, Remaja Putr

    HUBUNGAN LAMA PENGGUNAAN SUNTIKAN TIGA BULAN DENGAN KENAIKAN BERAT BADAN DI RUMAH BERSALIN MARIANA KUBU RAYA TAHUN 2016

    Get PDF
    HUBUNGAN LAMA PENGGUNAAN SUNTIKAN TIGA BULAN DENGAN KENAIKAN BERAT BADAN DI RUMAH BERSALIN MARIANA KUBU RAYA TAHUN 2016Elise Putri1, Telly Katharina2Akademi Kebidanan Panca Bhakti PontianakEmail korespondensi: [email protected] Depo medrosiprogesteron asetat (DMPA) yaitu mengandung 150 mg DMPA, yang diberikan setiap 3 bulan dengan cara disuntik intramuscular (didaerah bokong). Wanita yang menggubakan kontrasepsi suntik 3 bulan rata-rata mengalami kenaikan berat badan sebanyak 5,5 kg dan mengalami peningkatan lemak tubuh sebanyak 3,4% dalam waktu 3 tahun pemakaian. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan lama penggunaan suntikan tiga bulan dengan kenaikan berat badan di rumah bersalin Mariana kubu raya tahun 2016. Desain penelitian deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional dan instrument yang digunakan dengan menggunakan lembar ceklist populasi sebanyak 173 orang yang menggunakan alat kontrasepsi suntik 3 bulan, sampel sebanyak 34 orang dan tehnik sampling menggunakan purposive sampling. Hasil penelitian didapatkan 19 orang (55,89 %) menggunakan kb suntik selama > 6 bulan - 3 tahun, sebanyak 31 orang (91,18 %) mengalami kenaikan berat badan, dan ada hubungan antara lama penggunaan suntikan tiga bulan dengan kenaikan berat badan. Penelitian ini dapat digunakan untuk meningkatkan pelayanan dalam memberikan konseling atau informasi terhadap pelayanan Keluarga Berencana (KB) sehingga para akseptor KB dapat memperoleh informasi yang cukup dan baik tentang Keluarga Berencana khususnya tentang KB suntikan 3 bulan.Kata kunci: suntik 3 bulan, kenaikan berat bada

    KARAKTERISTIK IBU BERSALIN DENGAN INTRA UTERINE FETAL DEATH (IUFD) DI RUMAH SAKIT TK II KARTIKA HUSADA KABUPATEN KUBU RAYA TAHUN PERIODE 2017

    Get PDF
    KARAKTERISTIK IBU BERSALIN DENGAN INTRA UTERINE FETAL DEATH (IUFD) DI RUMAH SAKIT TK II KARTIKA HUSADA KABUPATEN KUBU RAYATAHUN PERIODE 2017Katarina Iit1, Yuliana2Akademi Kebidanan Panca Bhakti PontianakEmail korespondensi: [email protected] Angka kematian neonatal dini menjadi salah satu penyumbang terbesar tingginya angka kematian bayi. Peningkatan usia maternal akan meningkatkan berbagai resiko seperti Intra Uterine Fetal Death (IUFD). Diketahui bahwa jumlah persalinan di RS TK II Kartika Husada pada bulan Januari-Desember tahun 2016 adalah 1004 orang, dimana bayi yang mati Intra Uterine Fetal Death (IUFD) sebanyak 34 bayi. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui Karakteristik Ibu Bersalin dengan Intra Uterine Fetal Death (IUFD) di Rumah Sakit TK II Kartika Husada Kabupaten Kubu Raya Tahun Periode 2016. Metode penelitian ini mengunakan desain penelitian deskriptif dengan pendekatan Retrospektif, dengan jumlah sampel 34 ibu bersalin dengan Intra Uterine Fetal Death (IUFD) dan alat ukur yaitu lembar ceklis. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa sebesar 24 orang responden (70,5%) berumur 20-25 tahun dan 10 orang (29,4%) berumur <20atau>35 tahun, Sebagian besar dari responden (64,7%) yaitu 22 orang dengan paritas 2-5 dan 12 orang (35,3%) paritas <1atau>5, sebagian besar responden (61,7%) yaitu 21 orang yaitu pada usia kehamilan preterem dan 1 orang (2,9%) usia kehamilan postterem, hampir seluruh responden (91,1%) yaitu 31 orang yang tidak riwayat preeklamsia dan 3 orang (8,9%) dengan preeklamsia, Sebagian dari reponden (52,9%) yaitu 18 orang anemia (Hb<11gr%) dan 16 orang (47,1%) yang anemia, Sebagian besar dari responden (79,4%) yaitu 27 yang tidak presentasi kepala dan 7 orang (20,6%) dengan kelainan letak bokong,lintang,dan kaki, hampir seluruh responden (88,2%) yaitu 30 yang tidak plasenta previa dan solusio plasenta dan 4 orang (11,8%) denga plasenta previa dan solusio plasenta. Kesimpulan penelitian yang paling tinggi yaitu pada umur 46 tahun dan yang paling dominan yaitu menunjukan hampir seluruh responden (91,1%) yaitu 34 responden dengan kasus karakteristik ibu yang tidak riwayat ada penyakit preeklamsia. Saran diharapkan penelitian ini dapat melakukan penapisan pada ibu dengan resiko seperti ibu bersalin dengan IUFD dan meningkatkan informasi tentang tanda bahaya kehamilan pada ibuKata Kunci: Karakteristik, Ibu Bersalin, Intra Uterine Fetal Death (IUF

    HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN DENGAN SIKAP DALAM MEMBERIKAN IMUNISASI CAMPAK PADA IBU YANG MEMPUNYAI BAYI USIA 9 – 11 BULAN DI PUSKESMAS SUNGAI RAYA DALAM TAHUN 2019

    Get PDF
    HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN DENGAN SIKAP DALAM MEMBERIKAN IMUNISASI CAMPAK PADA IBU YANG MEMPUNYAI BAYI USIA  9 – 11 BULANDI PUSKESMAS SUNGAI RAYA DALAMTAHUN 2019Alexander1, Melyani2Akademi Kebidanan Panca Bhakti PontianakEmail korespondensi: [email protected] termasuk 10 negara dengan kasus campak terbesar di Dunia pada tahun 2015. Pada tahun 2018 kejadian campak secara global mencapai 48,8% dan menewaskan 136.000 orang. Data dari Puskesmas Sungai Raya Dalam menunjukkan cakupan imunisasi campak sebesar 76,07%, hal ini belum mencapai target nasional maupun di provinsi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah ada hubungan antara pengetahuan dengan sikap dalam memberikan imunisasi campak pada ibu yang mempunyai bayi usia  9 - 11 bulan di Puskesmas Sungai Raya Dalam tahun 2019. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Besar sampel sebanyak 45 responden diuji menggunakan Chi Square. Hasil penelitian adalah sebagian dari responden yang berpengetahuan baik dengan sikap mendukung (35,5%), sangat sedikit dari responden yang berpengetahuan kurang dengan sikap tidak mendukung (2,2%). Didapatkan dari hasil x2 = 11 lebih besar dari x tabel = 5,99, maka Ha di terima dan Ho di tolak. Ada hubungan antara pengetahuan dengan sikap dalam memberikan imunisasi campak pada ibu yang mempunyai bayi usia  9 – 11 bulan di Puskesmas Sungai Raya Dalam tahun 2019. Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah ada hubungan antara pengetahuan dengan sikap dalam memberikan imunisasi campak pada ibu yang mempunyai bayi usia  9 – 11 bulan di Puskesmas Sungai Raya Dalam tahun 2019.Kata Kunci: Pengetahuan, Sikap, Imunisasi Campa

    HUBUNGAN PENGETAHUAN TENTANG MANAJEMEN LAKTASI PADA IBU MENYUSUI 0-6 BULAN DENGAN KEBERHASILAN ASI EKSKLUSIF DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SUNGAI KAKAP TAHUN 2015

    Get PDF
    HUBUNGAN PENGETAHUAN TENTANG MANAJEMEN LAKTASI PADA IBU MENYUSUI 0-6 BULAN DENGAN KEBERHASILAN ASI EKSKLUSIFDI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SUNGAI KAKAP TAHUN 2015Yovan Hendrik1, Elise Putri2Akademi Kebidanan Panca Bhakti PontianakEmail korespondensi: [email protected] Air Susu Ibu (ASI) eksklusif sangat penting diberikan kepada bayi dari umur 0-6 bulan, untuk menunjang keberhasilan ASI eksklusif para ibu hendaknya memiliki pengetahuan mengenai manajemen laktasi. Manajemen laktasi merupakan upaya yang dilakukan untuk membantu ibu mencapai keberhasilan ASI eksklusif. Keberhasilan ASI eksklusif terdiri dari tiga indikator yaitu, Inisiasi Menyusui Dini, memberikan hanya ASI selama 6 bulan dan berat badan bayi yang selalu bertambah setiap bulannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan tentang manajemen laktasi pada ibu menyusui 0-6 bulan dengan keberhasilan ASI eksklusif di wilayah kerja Puskesmas Sungai Kakap tahun 2016. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif korelasi dengan pendekatan survei. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 68 orang. Analisa data menggunakan uji chi square. Dari hasil penelitian, pengetahuan responden terhadap manajemen laktasi didapatkan hasil sebanyak 26 orang (38%) responden berpengetahuan baik, sebanyak 20 orang (30%) responden berpengetahuan cukup, dan sebanyak 22 orang (32%) responden berpengetahuan kurang. Untuk hasil dari keberhasilan ASI eksklusif, data menunjukkan sebanyak 36 orang (53%) responden berhasil dan sebanyak 32 orang (47%) tidak berhasil dalam memberikan ASI eksklusif. Hasil uji chi square sebesar 6,5. Hasil perhitungan dinyatakan bahwa ada hubungan antara pengetahuan tentang manajemen laktasi pada ibu menyusui 0-6 bulan dengan keberhasilan ASI eksklusif di wilayah kerja Puskesmas Sungai Kakap tahun 2016.Kata Kunci: Manajemen Laktasi, Ibu Menyusui, ASI Eksklusi

    HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN IBU TENTANG ASI DENGAN SIKAP DALAM PEMBERIAN SUSU FORMULA TERHADAP KEJADIAN DIARE PADA BAYI USIA 0-6 BULAN DI PUSKESMAS KAMPUNG DALAM PONTIANAK TIMUR TAHUN 2016

    Get PDF
    HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN IBU TENTANG ASI DENGAN SIKAP DALAM PEMBERIAN SUSU FORMULA TERHADAP KEJADIAN DIARE PADA BAYI USIA 0-6 BULAN DI PUSKESMAS KAMPUNG DALAM PONTIANAK TIMUR TAHUN 2016Windiyati1, Melyani2Akademi Kebidanan Panca Bhakti PontianakEmail korespondensi: [email protected] Menurut World Health Organization (WHO), penyakit diare adalah suatu penyakit yang ditandai dengan perubahan bentuk dan konsistensi tinja yang lembek sampai mencair dan bertambahnya frekuensi buang air besar yang lebih dari biasanya yaitu 3 kali atau lebih dalam sehari. Penyakit diare banyak menyerang bayi dan anak balita. Hal ini disebabkan karena rendahnya pemberian ASI Eksklusif pada bayi dan masih banyak yang memberikan susu formula, padahal ASI mengandung zat imun yang melidungi bayi dari penyakit seperti diare. Penggunaan susu formula yang tidak cocok dan tidak benar pembuatannya akan mengakibatkan bayi terserang penyakit diare. Diare harus segera ditangani, jangan sampai menyebabkan dehidrasi yang dapat membahayakan jiwa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada hubungan antara pengetahuan ibu tentang ASI dengan sikap dalam pemberian susu formula terhadap kejadian diare pada bayi usia 0-6 bulan di Puskesmas Kampung Dalam Pontianak Timur tahun 2016. Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan pada bulan Januari sampai Mei 2016 dengan jumlah sampel sebanyak 51 orang ibu yang memiliki bayi usia 0-6 bulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 25 (49,01%) responden berpengetahuan baik mengenai ASI, 27 (52,94%) responden yang mendukung dalam pemberian susu formula, dan 36 (70,58%) bayi responden yang tidak mengalami diare. Hasil bivariat menunjukkan bahwa X2 < X tabel yaitu 5,653 < 5,991 dengan nilai P=0,059 maka dinyatakan Ho diterima dan Ha ditolak berarti tidak ada hubungan antara pengetahuan ibu tentang ASI dengan sikap dalam pemberian susu formula terhadap kejadian diare pada bayi usia 0-6 bulan di Puskesmas Kampung Dalam tahun 2016. Disarankan agar selain memberikan penyuluhan, tenaga kesehatan harus memberikan contoh yang baik dengan mempromosikan kepada masyarakat khususnya dalam pemberian ASI Eksklusif.Kata Kunci: Pengetahuan, Sikap, ASI, Susu Formula, Diar

    EVALUASI PENGETAHUAN SEBELUM DAN SESUDAH PENYULUHAN TENTANG KANKER PAYUDARA DAN PRAKTEK SADARI DI MADRASAH ALIYAH HIDAYATUL MUSLIMIN 2 KECAMATAN SUNGAI RAYA KABUPATEN KUBU RAYA TAHUN 2017

    Get PDF
    EVALUASI PENGETAHUAN SEBELUM DAN SESUDAH PENYULUHAN TENTANG KANKER PAYUDARA DAN PRAKTEK SADARI DI MADRASAH ALIYAHHIDAYATUL MUSLIMIN 2 KECAMATAN SUNGAI RAYAKABUPATEN KUBU RAYA TAHUN 2017Denny Pebrianti1, Alexander2Akademi Kebidanan Panca Bhakti PontianakEmail korespondensi: [email protected] Pengetahuan merupakan hasil dari tahu dan ini terjadi setelah orang melakukan pengindraan terhadap suatu objek tertentu. Kanker payudara adalah suatu penyakit dimana terjadi pertumbuhan berlebihan atau perkembangan tidak terkontrol dari sel-sel (jaringan) payudara. Diperkirakan bahwa di seluruh dunia lebih dari 508 000 wanita meninggal pada tahun 2011 karena kanker payudara. prevalensi kanker payudara di Indonesia mencapai 0,5 per 1000 perempuan. Pada tahun 2003 berjumlah 221 orang, mengalami kenaikan tiga kali lipat pada tahun 2012. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi pengetahuan sebelum dan sesudah penyuluhan tentang kanker payudara dan praktek SADARI di Madrasah Aliyah Hidayatul Muslimin 2 Kecamatan Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya tahun 2017. Desain penelitian ini adalah Quasi Eksperimen. Dengan rancangan penelitian One Group Pre-Post test. Dengan menggunakan alat ukur kuesioner dan lembar checklist. Dari hasil penelitian Sebelum penyuluhan dan praktek didapatkan sebagian dari responden dengan pengetahuan baik yaitu 41 responden (56,9%) dan sebagian dari responden dengan praktek baik yaitu 33 responden (45,8%). Dan sesudah penyuluhan dan praktek sebagian dari responden dengan pengetahuan baik yaitu 38 responden (52,8%) dan sebagian besar responden dengan praktek baik yaitu 47 responden (65,3%), diketahui hasil uji statistik T-Test pengetahuan -4, 947 dan T-Test praktek yaitu -14,761 didapatkan nilai P-Value 0,0001 < 0,05 yang berarti Ha diterima yaitu ada perbedaan pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan,dan.praktek. Kesimpulan hasil penelitian ini sebaiknya siswi rutin melakukan SADARI setiap bulan pada hari ke 5-10 menstruasi sehingga dapat mendeteksi dini adanya kelainan pada payudara.Kata Kunci : Pengetahuan, Penyuhan, Kanker Payudara, Sadari, Remaj

    FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PREEKLAMSIA BERAT PADA IBU HAMIL DI RUMAH SAKIT TK II KARTIKA HUSADA KABUPATEN KUBU RAYA TAHUN 2017

    Get PDF
    FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PREEKLAMSIA BERAT PADA IBU HAMIL DI RUMAH SAKIT TK II KARTIKA HUSADAKABUPATEN KUBU RAYA TAHUN 2017Chahyani Erlita1, Katarina Iit2Akademi Kebidanan Panca Bhakti PontianakEmail korespondensi: [email protected] Preeklamsia adalah penyakit dengan tanda-tanda hipertensi, proteinuria, dan edema yang timbul karena kehamilan. Penyakit ini terjadi dalam triwulan ke 3 pada kehamilan, tetapi dapat terjadi sebelumnya misalnya pada mola hidatidosa. Berdasarkan data yang didapatkan di Rumah Sakit Bhayangkara Pontianak bulan maret 2015, didapatkan 7 kasus preeklamsia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan karakteristik yang meliputi usia, paritas, pendidikan, pekerjaan, status ekonomi dengan kejadian preeklamsia. Penelitian menggunakan metode deskriptif korelasi dengan pendekatan retrospektif. Subyek penelitian ini adalah ibu hamil yang mengalami preeklamsia di Rumah Sakit Bhayangkara Pontianak. Penelitian ini menggunakan sampel seluruh populasi yang ada (total populasi) yaitu sebanyak 39 orang ibu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 39 kasus ibu dengan preeklamsia banyak terjadi pada kelompok usia 20-35 tahun (76,92%), pada ibu hamil primigravida (82,05%), tingkat pendidikan Atas (74,36%), pada ibu yang tidak bekerja (56,41%), ibu dengan status ekonomi kurang (66,67%), tidak ada hubungan antara karakteristik ibu hamil dengan kejadian preeklamsia. Bagi tempat pelayanan agar dapat meningkatkan kualitas pelayanan dan memberikan pendidikan kesehatan agar mengurangi kasus preeklamsia.Kata Kunci: Karakteristik, Preeklampsia, Ibu Bersali

    ANALISIS PENERAPAN ASUHAN PERSALINAN NORMAL (APN) DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH DOKTER SOEDARSO PONTIANAK TAHUN 2018

    Get PDF
    ANALISIS PENERAPAN ASUHAN PERSALINAN NORMAL (APN) DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH DOKTER SOEDARSO PONTIANAK TAHUN 2018Windiyati1Akademi Kebidanan Panca Bhakti PontianakEmail korespondesi: [email protected] kematian ibu (AKI) dan bayi di Indonesia masih merupakan masalah kesehatan reproduksi yang sangat penting. Intervensi yang sangat kritis adalah tersedianya tenaga penolong persalinan yang terlatih. Agar tenaga penolong yang terlatih tersebut (bidan atau dokter) dapat memberikan pelayanan yang bermutu, maka diperlukan adanya standar pelayanan, karena dengan standar pelayanan para petugas kesehatan mengetahui kinerja apa yang diharapkan dari mereka, apa yang harus mereka lakukan pada setiap tingkat pelayanan serta kompetensi apa yang diperlukan. Tujuan penelitian untuk mendapatkan informasi tentang analisis penerapan pertolongan persalinan teknik APN yang yang dilakukan oleh Bidan Di RSUD Dokter Soedarso Pontianak. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif dengan desain fenomenologi observasional dan pendekatan cross sectional. Pengumpulan data dilakukan dengan indept interview dan Focus Group Discussion (FGD). Informan dalam penelitian ini berjumlah 12 informan dan sisanya merupakan informan untuk FGD. Hasil penelitian faktor yang terkait dengan penerapan standar APN dengan sebagian besar dengan pengetahuan baik yakni 63 % dan sangat sedikit yang pengetahuannya kurang yakni 16%. Dan sebagian kecil masih ada dengan pengetahuan cukup yakni 21%. Sikap yang meliputi perasaan sebagai seorang bidan yang bekerja di RS,didapatkan sebagain kecil yakni 32 % responden mendukung dan masih terdapat sebagian kecil responden yakni 32% kurang mendukung dan sisanya 37% dengan kategori cukup, Motivasi semua informan dalam melakukan pekerjaan sebagai bidan rumah sakit sudah baik, tetapi motivasi informan dalam menerapkan standar APN semua masih kurang termotivasi dikarenakan APN memerlukan kesabaran. Dari variabel kepuasan kerja terdapat 9 orang (47%) sebagian dari responden mengatakan ada inisiatif untuk bekerja sesuai dengan peran dan fungsi sebagai bidan .sisanya 10 orang responden yakni(53%) sebagian responden yang mengatakan capek dan lelah sehingga tidak ada inisiatif lagi untuk melaksanakan selain pekerjaan pokok saja. Saran kepada Manajemen RSUD Dokter Sudarso pontianak dan untuk meningkatkan pengetahuan melalui pendidikan lanjut melalui recognisi pendidika lanjut ( RPL) ke minimal D3 Kebidanan dan pelatihan-pelatihan APN, meningkatkan keterampilan berbasis kinerja dan meningkatkan intensitas supervisi/ pengarahan yang bersifat evaluatif.Kata Kunci: Asuhan Persalinan Normal, Pengetahuan, Bida

    HUBUNGAN PENGETAHUAN TENTANG SEKSUALITAS DAN IMPLIKASINYA PADA REMAJA DI SMP ADISUCIPTO KABUPATEN KUBU RAYA TAHUN 2018

    Get PDF
    HUBUNGAN PENGETAHUAN TENTANG SEKSUALITAS DAN IMPLIKASINYA PADA REMAJA DI SMP ADISUCIPTO KABUPATEN KUBU RAYA TAHUN 2018Katarina Iit1, Telly Katharina2Akademi Kebidanan Panca Bhakti PontianakEmail korespondensi: [email protected] Indonesia pada tahun 2012 menunjukan bahwa sekitar 1% anak laki-laki dan 4% anak perempuan dilaporkan telah melakukan hubungan seksual sebelum usia 13 tahun, beberapa bahkan ketika berusia di bawah 10 tahun. Usia 13 dan 14 tahun dilaporkan hampir 4% telah melakukan hubungan seksual dan persentasenya relative meningkat seiring pertambahan usia. Tahun 2009 perilaku seksual pra-nikah remaja di Kota Pontianak Propinsi Kalimantan Barat menunjukan bahwa 56,9% pernah kissing, 30,7% necking, 13,8% petting, 7,2% oral seks, 5,5% anal seks, dan 14,7% pernah melakukan intercourse. Penelitian ini menggunakan metode penelitian survey analitik dengan menggunakan rancangan cross sectional. Data penelitian menggunakan data primer yang diambil melalui quesioner. Sampel berjumlah 200 responden remaja, di SMP Adisucipto kabupaten kuburaya tahun 2018. Data diolah dengan sistem komputerisasi dan analisis dengan menggunakan chi square. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui dari 200 responden, jumlah remaja dengan pengetahuan tinggi sebesar 126 responden (63,0 %), sedangkan siswa putri yang memiliki pengetahuan rendah sebesar 74 responden (37,0%). Sebanyak 110 responden (55%) kategori umur remaja pertengahan, sebanyak 118 responden (59 %) dengan pendidikan ayah tinggi, sebanyak 103 responden (51.5%) pendidikan ibu rendah, sebanyak 117 responden (58.5%) sebanyak 153 responden (76.5%) penghasilan ibu rendah dan sebanyak 154 responden (77%) mendapatkan sumber informasi dari non media. Terdapat hubungan yang signifikan antara umur, pendidikan ayah, pendidikan ibu dan penghasilan ayah dengan pengetahuan remaja puteri tentang perubahan sistem reproduksi di SMPN 1 Sukaresik Tasikmalaya 2013. Dengan demikian remaja putri dapat terus meningkatkan pengetahuan tentang perubahan sistem reproduksi dengan banyak menambah pengetahuan dari buku – buku, majalah, media elektronik dan internet atau menambah pengalaman dengan mengunjungi Puskesmas PKPR (Pelayanan Kesehatan Reproduksi Remaja) atau PIK KRR (Pusat Informasi Konseling Kesehatan Reproduksi Remaja) di daerah setempat.Kata Kunci: Pengetahuan, Seksualitas dan Implikasinya, Remaj

    163

    full texts

    184

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    OJS STIKES Panca Bhakti Pontianak
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇