OJS STIKES Panca Bhakti Pontianak
Not a member yet
184 research outputs found
Sort by
HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN SIKAP DALAM MEMILIH METODE AMENOREA LAKTASI PADA IBU NIFAS DI UPTD PUSKESMAS KECAMATAN PONTIANAK UTARA TAHUN 2017
HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN SIKAP DALAM MEMILIH METODE AMENOREA LAKTASI PADA IBU NIFAS DI UPTD PUSKESMASKECAMATAN PONTIANAK UTARA TAHUN 2017Melyani1, Elise Putri 2Akademi Kebidanan Panca Bhakti PontianakEmail korespondensi: [email protected]
Penggunaan kontrasepsi alamiah Metode Amenorea Laktasi (MAL) secara tidak langsung memberikan dampak pengurangan resiko kematian ibu akibat perdarahan pasca persalinan. Data yang diperoleh dari UPTD Puskesmas Kecamatan Pontianak Utara menunjukkan jumlah persentase cakupan ASI mencapai 14,06% dan setelah diberikan pertanyaan pada 10 orang ibu nifas yang mana merupakan calon pengguna kontrasepsi pasca persalinan rata-rata 6 orang (60%) tidak mengetahui tentang metode amenorea laktasi itu sendiri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dengan sikap dalam memilih metode amenorea laktasi pada Ibu nifas di UPTD Puskesmas Kecamatan Pontianak Utara tahun 2017. Penelitian ini menggunakan metode penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional study, dengan jumlah sampel sebanyak 34 orang responden yaitu ibu nifas yang bersalin di UPTD Puskesmas Kecamatan Pontianak Utara. Hasil penelitian analisa univariat menunjukkan bahwa sebanyak 16 orang (47%) berpengetahuan kurang dan 7 orang (21%) berpengetahuan baik. Tentang metode amenorea laktasi sebanyak 23 orang (74%) mempunyai sikap tidak memilih metode amenorea laktasi. Sedangkan hasil dari analisa bivariat menunjukkan bahwa dengan derajat kebebasan yang didapat yaitu 2 dan taraf signifikansinya yaitu 5% (0,05) maka nilai X2 tabel adalah 5,991 sehingga X2 hitung (9,3) ? X2 tabel (5,991) maka Ho ditolak dan Ha diterima. Kesimpulan bahwa ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan sikap dalam memilih metode amenorea laktasi pada ibu nifas di UPTD Puskesmas Kecamatan Pontianak Utara tahun 2017. Disarankan bagi instansi tempat penelitian agar dapat meningkatkan pelayanan Keluarga Berencana (KB) khususnya metode amenorea laktasi pada ibu nifas sehingga metode kontrasepsi alamiah termasuk MAL dapat digunakan dengan tepat dan efektif.Kata Kunci: Pengetahuan, Sikap, Nifas, Metode Amenorea Laktas
HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN IBU NIFAS DENGAN SIKAP DALAM MELAKUKAN PERAWATAN PAYUDARA DI RUMAH SAKIT KARTIKA HUSADA KABUPATEN KUBU RAYA TAHUN 2017
HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN IBU NIFAS DENGAN SIKAP DALAM MELAKUKAN PERAWATAN PAYUDARA DI RUMAH SAKIT KARTIKA HUSADA KABUPATEN KUBU RAYA TAHUN 2017Yuliana1, Melyani2Akademi Kebidanan Panca Bhakti PontianakEmail korespondensi: [email protected]
Perawatan Payudara merupakan suatu tindakan merawat payudara yang dilaksanakan baik oleh pasien maupun dibantu orang lain yang dilaksanakan mulai dari hari pertama atau kedua setelah melahirkan. Payudara bengkak biasanya terjadi pada hari-hari pertama kelahiran bayi, data yang didapatkan dari Rumah Sakit Kartika Husada pada bulan Januari hingga Maret 2017 terdapat lima kali kejadian payudara bengkak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan ibu nifas dengan sikap dalam melakukan perawatan payudara di Rumah Sakit Kartika Husada Tahun 2017. Penelitian ini menggunakan metode analitik korelasi dengan pendekatan cross sectional, teknik pengumpulan data menggunakan kuisioner dengan jumlah sampel pada bulan April sebanyak 40 responden yaitu ibu nifas yang mendapat pelayanan di Rumah Sakit Kartika Husada. Analisis data menggunakan analisis univariat untuk menguji pengetahuan dan sikap responden dan analisis bivariat untuk mengetahui hubungan antara variabel. Hasil penelitian univariat dengan distribusi frekuensi menunjukkan bahwa sebagian responden (52,5%) berpengetahuan kurang, kategori sikap menunjukkan bahwa sebagian responden (52,5%) memiliki sikap tidak mendukung. Hasil analisis bivariat dengan distribusi Chi-Square diperoleh nilai 0,01 (p-value < 0,05). Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa sangat sedikit dari responden (19%) yaitu 4 orang berpengetahuan kurang dengan sikap mendukung. Kesimpulan penelitian ini yaitu ada hubungan antara pengetahuan ibu nifas dengan sikap dalam melakukan perawatan payudara di Rumah Sakit Kartika Husada tahun 2017. Saran kepada petugas kesehatan untuk melakukan penyuluhan tentang perawatan payudara dengan cara membagikan brosur, leaflet atau menempelkan gambar tentang perawatan payudara.Kata Kunci: Pengetahuan, Sikap, Perawatan Payudara, Ibu Nifa
FAKTOR RESIKO KEJADIAN PERDARAHAN PASCA PERSALINAN DI DESA SEI RAYA KABUPATEN KUBU RAYA PROVINSI KALIMANTAN BARAT PONTIANAK (DATA TAHUN 2017 – 2018)
FAKTOR RESIKO KEJADIAN PERDARAHAN PASCA PERSALINAN DI DESA SEI RAYA KABUPATEN KUBU RAYA PROVINSI KALIMANTAN BARAT PONTIANAK(DATA TAHUN 2017 – 2018)Windiyati1Akademi Kebidanan Panca BhaktiEmail korespondensi: [email protected] Ibu pada saat ini masih merupakan salah satu masalah kesehatan reproduksi yang sangat penting. Angka kematian Ibu yang tinggi sesungguhnya dapat dicegah dengan mengetahui resiko ibu hamil yang mempengaruhinya yang dapat menyebabkan perdarahan dalam persalinan bahkan berakibat fatal kematian ibu diantaranya adalah; penanganan komplikasi obstetri dan pertolongan persalinan yang tidak tepat, anemia dalam kehamilan dengan jumlah anak yang banyak serta umur yang terlalu muda dan terlalu tua untuk melahirkan merupakan faktor resiko yang dapat dicegah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor apa yang berhubungan dengan kejadian perdarahan pasca persalinan di Desa Sei raya Kabupaten Kubu Raya, Provinsi Kalimantan Barat (data Tahun 2017 sampai tahun 2018). Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan desain Case Control Study. Pengumpulan data dilakukan antara bulan Desember 2017 – Februari 2018. Jumlah sampel kontrol dan kasus masing-masing adalah 53 dan 159 ibu yang melahirkan. Hasil penelitian menunjukkan pada analisis bivariat yang memiliki hubungan yang bermakna dengan kejadian perdarahan pasca persalinan adalah usia (p value 0,001), Pendidikan (p value 0,002), tenaga penolong (p value 0,039) dan budaya (p value 0,000). Sedangkan pada analisis multivariat faktor yang paling dominan adalah faktor budaya dengan mempertimbangkan faktor tenaga penolong dan faktor umur (p value 0,000 dan OR 7,057). Perlu diadakan penyuluhan dan pemberian informasi yang jelas baik secara formal ataupun informal tentang budaya yang berdampak buruk pada ibu bersalin.Kata Kunci : kematian ibu, perdarahan, faktor risik
HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN TENTANG BOUNDING ATTACHMENT DENGAN SIKAP DALAM ROOMING IN PADA IBU NIFAS DI PUSKESMAS SIANTAN HILIR TAHUN 2016
HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN TENTANG BOUNDING ATTACHMENT DENGAN SIKAP DALAM ROOMING IN PADA IBU NIFAS DI PUSKESMAS SIANTAN HILIRTAHUN 2016Telly Katharina1, Katarina Iit2Akademi Kebidanan Panca Bhakti PontianakEmail korespondensi: [email protected]
Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan oleh peneliti terhadap beberapa orang ibu nifas di Puskesmas Siantan Hilir Pontianak ditemukan hasil sebagian besar dari ibu nifas tersebut mempunyai pengetahuan yang kurang tentang bounding attachment dan rooming in. Beberapa Ibu nifas tersebut juga memiliki sikap yang buruk terhadap bounding attachment seperti menyusui sambil memegang handphone, tidak memberikan asi karena keletihan setelah proses persalinan dan bahkan ada yang memarahi bayi ketika menangis. Padahal tindakan tersebut dapat mempengaruhi proses kelekatan dan bahkan akan membawa dampak buruk bagi bayi pada saat dewasa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan tentang bounding attachment dengan sikap dalam rooming in pada ibu nifas di Puskesmas Siantan Hilir Pontianak tahun 2016. Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif korelasi dengan pendekatan crossectional. Penelitian ini dilakukan pada bulan desember sampai bulan April 2016 dengan jumlah sampel sebanyak 35 orang ibu nifas yang melakukan rooming in dengan bayinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 20 responden (57%) berpengetahuan cukup dan sebagian dari responden mendukung dalam rooming in. Hasil penelitian yaitu X2 hitung (1,991) 5,991 dan diperoleh nilai P value = (0,370) (0,05) artinya tidak ada hubungan antara pengetahuan tentang bounding attachment dengan sikap dalam rooming in pada ibu nifas. Kesimpulan dari penelitian ini adalah tidak ada hubungan antara pengetahuan tentang bounding attachment dengan sikap dalam rooming in di Puskesmas Siantan Hilir Pontianak tahun 2016. Disarankan agar bidan dapat memberikan pemahaman dan informasi pada ibu nifas serta meningkatkan pelayanan kesehatan dengan melakukan penyuluhan dan tentang bounding attachment secara langsung pada ibu dan rooming in untuk bayi sehingga dapat terlaksana dengan baik.Kata Kunci: Pengetahuan, Sikap, Bounding Attachment, Rooming In, Ibu Nifa
HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN KEAKTIFAN IBU DALAM MEMBAWA ANAK USIA 1-5 TAHUN MELAKUKAN PENIMBANGAN DI WILAYAH KERJA POSYANDU LILI KABUPATEN MEMPAWAH TAHUN 2018
HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN KEAKTIFAN IBU DALAM MEMBAWA ANAK USIA 1-5 TAHUN MELAKUKAN PENIMBANGAN DI WILAYAH KERJA POSYANDULILI KABUPATEN MEMPAWAH TAHUN 2018Elise Putri1, Katarina Iit2Akademi Kebidanan Panca Bhakti PontianakEmail korespondensi: [email protected] tumbuh kembang bayi, balita dan anak pra sekolah adalah kegiatan pemeriksaan untuk menemukan secara dini adanya penyimpangan tumbuh kembang bayi, balita dan anak pra-sekolah. Dengan penimbangan balita secara teratur dan terus-menerus, bila ada kelainan yang terdapat pada balita dapat diamati dan ditentukan sedini mungkin, dan sekaligus menentukan tindak lanjutnya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui ada hubungan atau tidak ada hubungan antara pengetahuan dengan keaktifan ibu dalam membawa anak usia 1-5 tahun melakukan penimbangan di Posyandu Lili Kabupaten Mempawah Tahun 2018. Metode penelitian desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Tempat penelitian Posyandu Lili. Populasi dalam penelitian ini 123 ibu yang memiliki anak usia 1-5 tahun dengan sampel 35 diambil dari 25% jumlah populasi dan ditambah drop out 10%. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Hasil yang didapatkan adalah penelitian yang didapatkan dari 35 responden bahwa sangat sedikit dari responden yang memiliki pengetahuan kurang yaitu 2 orang (5,7%) dan sebagian besar dari responden berpengetahuan cukup tentang membawa anak usia 1-5 tahun melakukan penimbangan yaitu sebanyak 21 orang (60%). Dan keaktifan yang didapatkan bahwa sebagian dari responden tidak aktif dalam membawa anak usia 1-5 tahun melakukan penimbangan yaitu sebanyak 18 orang (51,4%). Dan hasil perhitungan Chi Square yaitu 1,92 < 5,991. Dengan demikian x2 hitung < x2 tabel maka H0 diterima dan Ha ditolak sehingga dinyatakan bahwa tidak ada hubungan antara pengetahuan dengan keaktifan ibu dalam membawa anak usia 1-5 tahun melakukan penimbangan di Posyandu Lili Kabupaten Mempawah Tahun 2018. Saran untuk tempat penelitian adalah supaya bisa menjadi masukan bagi posyandu, kader dan tenaga kesehatan untuk menyarankan ibu membawa anak usia 1-5 tahun melakukan penimbangan secara teratur setiap bulan di Posyandu Lili.Kata Kunci: Pengetahuan, Keaktifan, Tumbuh Kembang, Bayi dan Balit
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI IBU HAMIL DALAM MELAKUKAN IMUNISASI TETANUS TOXOID DI PUSKESMAS SIANTAN HILIR KOTA PONTIANAK TAHUN 2019
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI IBU HAMIL DALAM MELAKUKAN IMUNISASI TETANUS TOXOID DI PUSKESMAS SIANTAN HILIRKOTA PONTIANAK TAHUN 2019Alexander1, Thesa Aulia Putri2Akademi Kebidanan Panca Bhakti PontianakEmail korespondensi: [email protected] kematian bayi di Indonesia tercatat 24 per 1000 kelahiran hidup, angka kematian neonatus 15 per kelahiran hidup dan angka kematian maternal 305 per 100.000 kelahiran. Penyebab kematian bayi ini salah satunya adalah tetanus dimana pada neonatus lebih dikenal dengan tetanus neonatorum. Tahun 2017 di Indonesia kejadian infeksi tetanus neonatorum di Indonesia dari 25 kasus berdasarkan faktor resiko 16 kasus terjadi pada ibu hamil yang tidak dilakukan TT2. Dengan cakupan Imunisasi TT2 hanya sebesar 65,3 %. Persentase cakupan imunisasi tetanus toxoid pada ibu hamil di Puskesmas Siantan Hilir Kota Pontianak tahun 2017 yang melakukan TT2+ sebanyak (38,20%). Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi ibu hamil dalam melakukan imunisasi tetanus toxoid. Metode penelitian yang digunakan adalah analitik deskriptif dengan rancangan cross sectional dan menggunakan total sampling yaitu dengan jumlah populasi 38 ibu hamil. Hasil penelitian menunjukan responden berusia < 20 tahun-> 35 tahun tahun sebesar (63,2%), berpendidikan tinggi (57,8%), paritas 1-?4 (71,0%), pengetahuan baik (78,9%), suami mendukung (60,5%), ekonomi tinggi (%), media informasi (73,7%), dukungan petugas kesehatan baik (78,9%). Kesimpulan dari penelitian ini yaitu faktor usia, pendidikan, paritas, pengetahuan, dukungan suami, dukungan petugas kesehatan mempengaruhi ibu hamil dalam melakukan imunisasi tetanus toxoid.Kata Kunci: Faktor-faktor, ibu hamil, Imunisasi Tetanus Toxoi
DETERMINAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU MENYUSUI TENTANG PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF PADA BAYI 0-6 BULAN DI PUSKESMAS SUNGAI KAKAP TAHUN 2019
DETERMINAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU MENYUSUI TENTANG PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF PADA BAYI 0-6 BULAN DI PUSKESMAS SUNGAI KAKAP TAHUN 2019
1Katarina Iit, 2Melyani
Akademi Kebidanan Panca Bhakti Pontianak
Email Korespendensi: [email protected]
Abstrak
Pada tahun 2017 persentase bayi baru lahir yang mendapatkan ASI eksklusif sebesar 61,33%. Angka tersebut sudah melampaui target renstra tahun 2017 yaitu 44%. Persentase tertinggi cakupan pemberian ASI terdapat pada Nusa Tenggara Barat (87, 35%), sedangkan persentase terendah terdapat pada papua (15,32%). Adapun ASI eksklusif adalah pemberian ASI saja pada bayi selama 0-6 bulan tanpa tambahan makanan dan minuman lain seperti susu formula, jeruk, madu, air teh. ASI dapat menurunkan angka kematian bayi karena meningkatkan daya imunitasnya sehingga lebih tahan terhadap penyakit. Hasil studi pendahuluan di Puskesmas Sungai Kakap ditemukan 32 ibu yang memberikan ASI eksklusif pada bayi 0-6 bulan.Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui DeterminanTingkat Pengetahuan Ibu Tentang Pemberian ASI Secara Eksklusif Pada Bayi 0-6 bulan Di Puskesmas Sungai Kakap PadaTahun 2019.Desain penelitian ini menggunakan deskriptif dengan pendekatan cross sectionalPopulasi yaitu ibu yang menyusui bayi usia 0-6 bulan di wilayah kerja puskesmas sungai kakap sebanyak 107 responden. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis univariate dan Bivariate.Teknik sampel dalam penelitian ini menggunakan purposivesampling.Hasil Penelitian menjelaskan bahwa ada hubungan antara usia dengan Pemberian ASI Eksklusif dengan P value = 0,027, ada hubungan antara paritas dengan pemberian ASI Eksklusif dengan P value = 0,016, ada hubungan antara Pendidikan dengan pemberian ASI Eksklusif dengan P value = 0,022, ada hubungan yang bermakna antara Pengetahuan dengan pemberian ASI Eksklusif dengan P value = 0,040, ada hubungan yang bermakna antara Pekerjaan dengan pemberian ASI Eksklusif dengan P value= 0,010, ada hubungan yang bermakna antara dukungan suami dengan pemberian ASI Eksklusif dengan P value = 0,002.Kesimpulan dari penelitian dapat disimpulkan bahwa Determinan tingkat pengetahuan ibu menyusui di wilayah kerja Puskesmas Sungai Kakap termasuk kategori sedikit dari responden.Kata kunci: Pengetahuan, Ibu Menyusui, ASI Ekslusi
HUBUNGAN ANTARA TINGKAT PENGETAHUAN IBU TENTANG GIZI DENGAN STATUS GIZI BALITA DI PUKESMAS PAL III KABUPATEN PONTIANAK TAHUN 2018
HUBUNGAN ANTARA TINGKAT PENGETAHUAN IBU TENTANG GIZI DENGAN STATUS GIZI BALITA DI PUKESMAS PAL III KABUPATEN PONTIANAKTAHUN 2018Alexander1, Melyani2Akademi Kebidanan Panca Bhakti PontianakEmail korespondensi: [email protected] gizi adalah status kesehatan yang dihasilkan oleh keseimbangan antara kebutuhan dan masukan nutrient. di Pukesmas Pal III didapatkan 10 balita dengan gizi kurang dilihat dari tinggi badan dan berat badan yang tidak sesuai dengan usia. Tujuan dari penetlitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan ibu tentang gizi dengan status gizi balita dipukesmas Pal III Pontianak Tahun 2018.Penelitian ini menggunakan desain penelitian analitik korelasi dengan pendekatan korelasi dengan pendekatan cross sectional, sampel dalam penelitian ini sebanyak 57 sampel. Hasil penelitian diperoleh sangat sedikit dari responden (10,5%) yaitu 6 responden berpengetahuan baik. Sebagian besar dari responden (78%) yaitu 45 responden dengan Status Gizi normal. Dari hasil penelitian di peroleh nilai p value (0,600 ) > nilai alpha (0,005), hal ini berarti bahwa hipotesis nol (Ho) diterima dan Ha di tolak. Peneliti menyimpulkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan tentang gizi seimbang dengan status gizi. Diharapakan Pukesmas Pal III bisa memberikan penyuluhan pada saat posyandu dengan memberikan materi tentang pentingnya konsumsi gizi seimbang pada balita dan menganjurkan kepada ibu-ibu agar melakukan pemantauan status gizi pada balita secara berkala di tempat pelayanan kesehatan.Kata Kunci: Pengetahuan, Status Gizi, Pukesmas Pal III, 201
ANALISIS PENGETAHUAN DAN PERILAKU DUKUN BAYI TERHADAP PROGRAM KEMITRAAN BIDAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PAL III SEI JAWI DALAM PONTIANAK TAHUN 2018
ANALISIS PENGETAHUAN DAN PERILAKU DUKUN BAYI TERHADAP PROGRAM KEMITRAAN BIDAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PAL IIISEI JAWI DALAM PONTIANAK TAHUN 2018Windiyati1Akademi Kebidanan Panca Bhakti PontianakEmail korespondensi: [email protected] Kematian ibu dan kesakitan ibu hamil, bersalin, nifas serta bayi baru lahir masih merupakan masalah besar di negara berkembang termasuk Indonesia. Survei Demografi Kematian Indonesia (SDKI) tahun 2017 dimana Angka Kematian Ibu (AKI) Indonesia secara Nasional sebesar 305 per 100.000 Kelahiran Hidup. Upaya Making Pregnancy Safer (MPS) dengan 3 pesan kunci yaitu (1) setiap persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan terlatih (2) setiap komplikasi obstetrik dan neonatal ditangani mendapat pelayanan adekuat (3) setiap wanita usia subur mempunyai akses terhadap pencegahan kehamilan yang tidak diinginkan dan penanganan komplikasi. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk melakukan analisis pengetahuan dan prilaku dukun bayi terhadap program kemitraan bidan dan dukun di wilayah kerja Puskesmas pal III Sei jawi dalam pontianak Tahun 2018. Penelitian ini menggunakan desain penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi sejumlah 33 yakni total sampel sebanyak 33 responden. Hasil Penelitian ini didapatkan pengetahuan dukun tentang program kemitraan bidan dan dukun secara umum dikategorikan kurang yaitu sebanyak 21 orang (64%). Sikap dukun terhadap program kemitraan bidan dan dukun sebagian dari responden 18 orang (54%) memiliki sikap tidak mendukung terhadap program kemitraan bidan dan dukun. Berdasarkan analisa bivariat hubungan antara pengetahuan dan perilaku dukun tentang program kemitraan bidan dan dukun didapatkan bahwa hasil X2 hitung sebesar 1,26 lebih kecil di bandingkan dengan X2 tabel 5,99 sehingga dapat di tarik kesimpulan bahwa Ha di tolak dan Ho di terima. Artinya tidak terdapat hubungan antara pengetahuan dengan prilaku dukun terhadap program kemitraan dukun dan bidan. Saran pada penelitian ini agar tenaga kesehatan dapat memberikan pengetahuan dengan mengumpulkan kembali seluruh dukun dan mengenalkan kembali tentang program kemitraan bidan dan dukun, memberikan penyuluhan tentang program bidan agar dukun mengerti dan mau memahami serta bekerja sama dengan bidan dalam program mitra bidan dan dukun.Kata Kunci: Pengetahuan, sikap, dukun, program kemitraan bidan dan duku
HUBUNGAN PERAWATAN TALI PUSAT MENGGUNAKAN KASSA KERING STERIL SESUAI STANDAR DENGAN LAMA PELEPASAN TALI PUSAT PADA BAYI BARU LAHIR DI PUSKESMAS SIANTAN HILIR TAHUN 2019
HUBUNGAN PERAWATAN TALI PUSAT MENGGUNAKAN KASSA KERING STERIL SESUAI STANDAR DENGAN LAMA PELEPASAN TALI PUSAT PADA BAYI BARU LAHIR DI PUSKESMAS SIANTAN HILIR TAHUN 2019Elise Putri1, Megalina Limoy2Akademi Kebidanan Panca Bhakti PontianakEmail korespondensi : [email protected] satu indikator derajat kesehatan di Indonesia adalah angka kematian bayi. World Health Organization pada Tahun 2016 menemukan angka kematian bayi sebesar 560.000 dari kelahiran hidup yang disebabkan oleh infeksi tali pusat. Infeksi tali pusat dapat terjadi dikarenakan perawatan tali pusat yang tidak sesuai standar. Sejumlah 39% ibu tidak melakukan perawatan tali pusat sesuai standar yaitu menggunakan kassa kering steril di wilayah kerja Puskesmas Siantan Hilir tahun 2019. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan perawatan tali pusat menggunakan kassa kering steril sesuai standar terhadap lama pelepasan tali pusat bayi baru lahir. Desain penelitian yang digunakan adalah Deskriptif korelasi dengan analisa data Chi Square. Populasi yang diteliti 154 bayi. Pengambilan sampel dengan random sampling jumlah sampel 31 bayi. Hasil penelitian menunjukkan dari hasil analisa data dengan Chi Square didapatkan hasil P-value 0,022 < ? 0,05 maka H0 tolak Ha diterima. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah terdapat hubungan perawatan tali pusat menggunakan kassa kering steril sesuai standar dengan lama pelepasan tali pusat pada bayi baru lahir. Saran kepada pihak puskesmas untuk tetap memberikan informasi tentang perawatan tali pusat sesuai standar yaitu dengan kassa kering steril karena dapat dilihat dari hasil penelitian bahwa kassa kering steril sesuai standar efektif untuk melakukan perawatan tali pusat.Kata kunci: Perawatan Tali Pusat, Kassa Kering Steril, BB