OJS STIKES Panca Bhakti Pontianak
Not a member yet
    184 research outputs found

    HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN TENTANG KEBUTUHAN GIZI DAN INDEKS MASSA TUBUH DENGAN KADAR HEMOGLOBIN PADA REMAJA PUTRI DI ASRAMA AKADEMI KEBIDANAN PANCA BHAKTI PONTIANAK KABUPATEN KUBURAYA TAHUN 2019

    Full text link
    Perubahan fisik karena pertumbuhan yang terjadi akan mempengaruhi status kesehatan dan gizinya. Ketidakseimbangan antara asupan kebutuhan atau kecukupan akan menimbulkan masalah gizi, baik itu berupa masalah gizi lebih maupun gizi kurang. Status gizi dapat ditentukan melalui pemeriksaan laboratorium maupun secara antropometri. Menurut Riskesdas tahun 2018 Proposi Berat Badan Lebih dan Obese pada dewasa >18 tahun sejumlah 21,8%. status gizi mempunyai korelasi positif dengan konsentrasi hemoglobin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan tentang kebutuhan gizi dan indeks massa tubuh dengan kadar hemoglobin pada remaja putri di asrama akademi kebidanan panca bhakti Pontianak kabupaten kuburaya tahun 2019. Desain penelitian ini menggunakan observasional analitik dengan pendekatan cross sectional dengan jumlah sampel 51 orang serta menggunakan instrument penelitian kuisioner dan lembar ceklist. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian dari responden yaitu 29 responden (57 %) memiliki pengetahuan yang baik tentang kebutuhan gizi pada remaja. Sebagian dari reponden yaitu 28 orang (55%) memiliki status gizi yang ditunjukkan dengan Indeks Massa Tubuh normal. Sebagian besar dari reponden yaitu 33 orang (65 %) memiliki kadar hemoglobin (?12,0 g/dl) atau tidak anemia. Hasil uji statistik diperoleh nilai X hitung (13,63) lebih besar dari X tabel (3,841) maka disimpulkan bahwa ada hubungan antara pengetahuan tentang kebutuhan gizi remaja dengan kadar hemoglobin. Hasil uji statistik diperoleh nilai X hitung (8,25) lebih besar dari X tabel (3,841) maka disimpulkan bahwa ada hubungan antara Indeks Massa Tubuh (IMT) dengan kadar hemoglobin pada remaja putri di Asrama Akademi Kebidanan Panca Bhakti Pontianak Kabupaten Kubu Raya pada tahun 2019. Saran yang dapat peneliti sampaikan adalah penelitian ini dapat digunakan sebagai informasi dan referensi dalam menunjang proses belajar mengajar di Akademi Kebidanan Panca Bhakti Pontianak

    KESEHATAN MENTAL ANAK DAN REMAJA SELAMA MASA ISOLASI SOSIAL COVID-19: LITERATURE REVIEW

    Full text link
    AbstrakCoronavirus 2019 (COVID-19) pertama kali dilaporkan di Wuhan, China, dan kemudian dilaporkan menyebar ke seluruh dunia hingga menciptakan pandemi global. Banyak negara menyatakan pandemi ini sebagai keadaan darurat nasional, serta menerapkan kebijakan untuk melakukan isolasi sosial sebagai upaya pencegahan penularan Covid-19. Isolasi sosial menyebabkan perubahan dinamika terhadap rutinitas sehari-hari bagi manusia, bukan hanya pada orang dewasa tapi juga pada anak-anak dan remaja. Isolasi sosial menimbulkan implikasi psikososial dan kesehatan mental jangka pendek maupun jangka panjang. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kesehatan mental pada anak dan remaja selama masa isolasi sosial Covid-19. Metode yang digunakan dalam penulisan ini adalah studi literature Review. Pencarian studi yang relevan dengan topik dengan hasil akhir 9 artikel yang dgunakan. Menurut hasil literature review, isolasi sosial berpotensi menggangu kesehatan mental, termasuk depresi atau kecemasan dan penurunan tingkat kebahagiaan.Kata kunci : Anak-anak, Covid-19, Isolasi Sosial, Kesehatan Mental, Remaj

    STUDI LITERATUR HUBUNGAN UMUR IBU DAN PARITAS DENGAN KEJADIAN PERSALINAN PREMATUR

    Full text link
    Indonesia adalah negara pada urutan kelima dengan persalinan preterm tertinggi di dunia yaitu sebesar 675.700. Persalinan preterm dapat dipengaruhi oleh umur ibu dan paritas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara umur ibu dan paritas dengan kejadian persalinan prematur. Metode yang digunakan adalah literature review dengan jenis literature review yang digunakan adalah tradisional literature review. Artikel didapatkan dari 4 database yaitu Pubmed, Google Scholar, Cochrane, dan DOAJ. Kata kunci yang digunakan dalam pencarian literatur: “Umur Ibu” , “Paritas” , “Persalinan Prematur” , “Maternal Age” , “Parity” , “Preterm Labor” , “Premature Birth”. Hasil penelitian menunjukkan dari 15 jurnal yang didapatkan, didapatkan hasil bahwa (92,3%) mengatakan ada hubungan antara umur ibu dan persalinan prematur dan (7,7%) mengatakan tidak ada hubungan antara umur ibu dan persalinan prematur, (85,7%) mengatakan ada hubungan antara paritas dengan persalinan prematur dan (14,3%) mengatakan tidak ada hubungan antara paritas dengan persalinan prematur. Terdapat hubungan antara umur ibu dan paritas dengan kejadian persalinan prematur sehingga diharapkan tenaga kesehatan mampu memberikan pendidikan kesehatan dan konseling perencanaan kehamilan, memberikan perawatan antenatal yang sesuai standar serta memberikan informasi dan akses kontrasepsi agar dapat mencegah terjadinya persalinan prematur

    STUDI LITERATUR PERSALINAN SC ELEKTIF PADA IBU HAMIL DENGAN HIV/AIDS

    Full text link
    AbtrakKB suntik 3 bulan digunakan oleh 42,4% WUS, Kenaikan Berat Badan adalah salah satu efek samping tersering yang dialami akseptor. Berdasarkan data Riskesdas 2018 jumlah peserta KB aktif di antara PUS (Pasangan Usia Subur) sebesar 63,27%. Beberapa penelitian terdahulu melaporkan kenaikan berat badan akseptor rata-rata 1-5 kg dengan lama penyuntikan 1-2 tahun. Adapun faktor kenaikan berat badan dipengaruhi oleh perubahan hormone, polamakan, aktifitasfisik, dan faktorgenetik. Penelitiana ini bertujuan untuk mngetahui fisiologi kenaikan berat badan , range minimal dan maksimal kenaikan berat badan, untuk mengetahui pengaruh lama penyuntikan dan penatalaksanaan kenaikan berat badan pada kaseptor KB Suntik 3 bulan berdasarkan teori dan hasil penelitian terdahulu. Desain penelitian yang digunakan adalah literatur review. Hasil penelitian yaitu penyebab kenaikan berat badan pada akseptor KB suntik 3 bulan karena pengaruh hormon progesteron yang mempermudah perubahan karbohidrat dan gula menjadi lemak, sehingga terjadi penumpukan lemak di bawah kulit serta peningkatan nafsu makan. Didapatkan bahwa range minimal kenaikan berat badan adalah 1 kg sedangkan range maksimal kenaikan berat badan akseptor KB suntik 3 bulan adalah 5 kg dengan lama penyuntikan 1-2 tahun. Kesimpulan kenaikan Berat Badan 1-5 kg dengan lama penyuntikan 1-2 tahun karena pengaruh hormon progesterone. Petugas kesehatan (Bidan) di sarankan agar lebih berperan dalam memberikan konseling tentang gizi seimbang dan aktifitas fisik kepada akseptor dengan efek samping kenaikan berat badan agar tidak berdampak mengalami komplikas ipenyakit degeneratif seperti Diabetes Militus dan Hipertensi.Kata kunci: KB Suntik 3 Bulan, Kenaikan Berat Badan, Pasangan Usia Subu

    ANALISIS HUBUNGAN USIA IBU DAN JARAK KEHAMILAN DENGAN KEJADIAN BAYI BERAT LAHIR RENDAH (BBLR) DI RS PANEMBAHAN SENOPATI BANTUL

    Full text link
    Abstrak Bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR) adalah bayi yang pada saat lahir memiliki berat badan kurang dari 2500 gram. Berdasarkan data Pusdatin Yogyakarta tahun 2015, Angka Kematian Bayi (AKB) adalah 25/1.000. AKB di Kabupaten Bantul yaitu sebanyak 8,35/1.000 kelahiran hidup. Penyebab kematian bayi tersebut salah satunya adalah BBLR. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan usia ibu dan jarak kehamilan dengan kejadian BBLR. Penelitian ini merupakan analitik observasional dengan rancangan kasus kontrol. Populasi kasus penelitian ini adalah ibu yang melahirkan bayi BBLR RS Panembahan Senopati Bantul dan populasi kontrolnya semua ibu yang melahirkan bayi berat lahir normal (BBLN) di RS Panembahan Senopati Bantul. Pengambilan sampel kasus menggunakan teknik total sampling yang berjumlah 162 sampel. Sedangkan pengambilan sampel kontrol dengan menggunakan teknik random sampling acak sistematis dengan perhitungan 1701/162=10, sehingga sampel kontrol diambil setiap kelipatan 10 dan jumlah sampel kontrol didapatkan 162 sampel. Variabel dependent penelitian ini adalah BBLR dan variabel independent adalah usia ibu dan jarak kehamilan. Analisis data menggunakan SPSS dan Uji statistik yang digunakan adalah uji Chi Square dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara usia ibu dengan kejadian BBLR (p-value ? 0,030, OR ?1,745) dan ada hubungan antara jarak kehamilan dengan kejadian BBLR (p-value ? 0,025, OR ?2,187). Sehingga disimpulkan bahwa ada hubungan antara usia ibu dan jarak kehamilan dengan kejadian BBLR di RS Panembahan Senopati Bantul. Diharapkan agar para ibu hamil rutin untuk melakukan pemeriksaan kehamilan faktor resiko penyebab BBLR dapat di ketahui sejak dini.Kata Kunci: Usia Ibu, Jarak Kehamilan, BBL

    PENGARUH SEDENTARY BEHAVIOR TERHADAP OBESITAS PADA ANAK SEKOLAH

    Full text link
    Obesitas merupakan suatu kelainan atau penyakit yang ditandai dengan penimbunan lemak tubuh secara berlebih. Obesitas memiliki hubungan yang bermakna terhadap usia harapan hidup seseorang. Individu yang sudah mengalami obesitas sejak masa kanak-kanaknya mempunyai risiko yang lebih besar terkena penyakit-penyakit metabolik di masa yang akan mendatang. Implikasi dan konsekuensi yang ditimbulkan obesitas pada masa anak-anak saat ini dianggap masa krusial yang menentukan derajat kesehatan di tahap usia selanjutnya. Obesitas anak diprediksi berhubungan dengan kebiasaan yang tidak aktif yang mengarah pada perilaku kurang gerak (sedentary behavior).  Aktivitas fisik memberi peran penting dalam pengeluaran energi karena 20-50% energi dikeluarkan dengan aktivitas fisik. Kurang aktivitas fisik menyebabkan kelebihan energi akan disimpan dalam bentuk jaringan lemak. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh sedentary behavior terhadap obesitas pada anak sekolah. Penelitian ini menggunakan metode tinjauan literatur (literature review) yang mencoba menggali bagaimana pengaruh sedentary behavior terhadap obesitas pada anak sekolah. Sumber untuk melakukan tinjauan literatur ini meliputi studi pencarian sistematis database terkomputerisasi (Pubmed, Google Scholar) dalam bentuk jurnal penelitian berjumlah 21 jurnal. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh sedentary behavior terhadap obesitas bila dilihat dari nilai p = 0,0005 dengan metode yang digunakan. Pearson koefisien korelasi. Chi-square digunakan untuk melihat hubungan antara perbedaan lama waktu screen based activity (SBA) anak dalam kelompok gemuk dan tidak gemuk. Kesimpulan dalam penanganan obesitas pada anak sekolah dengan melakukan intervensi peningkatan aktifitas fisik dan menjalani perilaku makan yang sehat dapat mengurangi prevalensi obesitas pada anak sekolah.&nbsp

    FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMBERIAN MP-ASI DINI DI POSKESDES DESA PINANG LUAR KECAMATAN KUBU KABUPATEN KUBU RAYA TAHUN 2021

    Full text link
    Makanan pendamping ASI adalah makanan atau minuman yang mengandung gizi diberikan kepada bayi untuk memenuhi kebutuhan gizinya. Secara global tahun 2016 60% bayi dan diberikan MP-ASI usia < 6 bulan. Di Indonesia tahun 2012 mendapat MP-ASI 0-1 bulan 9,6%, 2-3 bulan 16,7%, 4-5 bulan 43,9%. Hasil studi pendahuluan di Poskesdes Pinang Luar 20 bayi diberikan MP-ASI dini, 3 bayi mengalami gangguan pertumbuhan BGM, 3 bayi mengalami keterlambatan motorik kasar, 2 bayi keterlambatan sektor motorik halus, 2 bayi keterlambatan sektor bahasa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor apakah yang berhubungan dengan pemberian MP-ASI dini di poskesdes desa pinang luar kecamatan kubu kabupaten kubu raya tahun 2021. Metode Penelitian ini bersifat analitik korelasi dengan pendekatan cross sectional. Sampel yaitu seluruh ibu yang berkunjung sebanyak 46 orang. Hasil penelitian analisis uji chi square adanya hubungan faktor pendidikan (p value 0,011 kurang dari 0,05) dan keterpaparan media (p value 0,027 kurang dari 0,05). Tidak ditemukan hubungan antara pengetahuan (p value 0,245 lebih besar dari 0.05), pekerjaan (p value 0,209 lebih besar dari 0,05), dukungan keluarga (p value 0,231 lebih besar dari 0,05) dan dukungan bidan (p value 0,848 lebih besar dari 0,05). Perlu melakukan komunikasi informasi dan edukasi (KIE) untuk keluarga, mengadakan demonstrasi cara membuat MP-ASI, bekerja sama dengan tokoh masyarakat, kader dan terutama keluarga untuk tidak memberikan MP-ASI Dini pada bayi usia < 6 bulan

    HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN DENGAN KEIKUTSERTAAN PADA KELAS IBU HAMIL DI PUSKESMAS WAJOK HULU KABUPATEN MEMPAWAH TAHUN 2019

    Full text link
    Keberhasilan upaya kesehatan ibu dapat dilihat dari indikator Angka Kematian Ibu (AKI). Tingginya Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia telah membuat pemerintah meluncurkan program kelas ibu. Kelas ibu adalah salah satu upaya untuk mempercepat pengurangan angka kematian ibu dengan pendekatan untuk meningkatkan kualitas kesehatan ibu. Kegiatan kelas ibu adalah media untuk belajar dalam kelompok tatap muka tentang kesehatan ibu dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu tentang kehamilan, persalinan, perawatan persalinan dan perawatan bayi baru lahir melalui praktik menggunakan buku KIA (Maternal and Child) Kesehatan). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan dengan partisipasi kelas ibu pada trimester ketiga di Pusat Kesehatan Wajok Hulu di Kabupaten Mempawah pada tahun 2019. Penelitian ini menggunakan deskriptif korelatif dengan pendekatan cross sectional. Tempat penelitian ini adalah Puskesmas Wajok Hulu di Kabupaten Mempawah. Populasi dalam penelitian ini adalah 51 wanita hamil pada trimester ketiga dengan sampel yang diambil dari seluruh populasi. Sampling jenuh digunakan untuk teknik pengambilan sampel. Variabel dalam penelitian ini terdiri dari variabel independen dan variabel dependen. Hasil statistik diperoleh nilai Chi-Square sebesar 0,001 (nilai P <0,05) sehingga dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara pengetahuan dan partisipasi ibu hamil trimester ketiga di Puskesmas Wajok Hulu Kabupaten Mempawah pada tahun 2019. Saran dalam rangka untuk meningkatkan layanan di kelas ibu ibu hamil sehingga pengetahuan ibu dapat meningkat dan berpartisipasi dalam kelas ibu hamil trimester ketiga dan dapat membantu upaya mengurangi AKI (Angka Kematian Ibu)

    HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN WANITA USIA SUBUR TENTANG DETEKSI KANKER SERVIKS DENGAN SIKAP DALAM PEMERIKSAAN METODE IVA DI PUSKEMAS SUNGAI DURIAN KABUPATEN KUBU RAYA TAHUN 2020

    Full text link
    Abstrak  Kanker serviks adalah tumor ganas yang tumbuh di dalam leher Rahim atau serviks. Penyakit kanker serviks menempati peringkat kedua diantara berbagai jenis kanker yang menyebabkan kematian pada perempuan di dunia. Kanker serviks disebabkan oleh Human Papilloma Virus yang biasanya menyerang wanita usia 35-55 tahun dengan tanda gejala keluar darah saat hubungan seksual dan setelah menopause. Dalam penelitian ini menggunakan metode analitik korelasi dengan pendekatan cross sectional, dengan jumlah sampel sebanyak 51 orang responden yaitu WUS usia 16-49 tahun yang hadir di Puskesmas Sungai Durian. Analisa data menggunakan Analisa univariat dan analisa bivariate. Hasil nilai Chi-Square sebesar 0,318 (p-value> 0,05) sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan antara pengetahuan wanita usia subur tentang deteksi kanker serviks dengan sikap dalam pemeriksaan metode IVA di Puskesmas Sungai Durian Kabupaten Kubu Raya tahun 2020. Perlu adanya upaya untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang deteksi kanker serviks melalui penyuluhan sehingga dapat mencegah terjadinya kanker dengan melakukan pemeriksaan IVA. Kata kunci: Pengetahuan, Deteksi Kanker Serviks, Pemeriksaan IVA, Puskesmas Sungai Duria

    FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN DISFUNGSI SEKSUAL PADA WANITA MENOPAUSE DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TAMBUSAI

    Full text link
    Disfungsi seksual merupakan ketidakmampuan untuk menikmati secara penuh hubungan seksual yangdisebabkan karena masalah biologis, psikologis, dan interpersonal. Disfungsi seksual seringkali terjadi dalam kehidupan rumah tangga, apabila tidak segera diobati bisa menyebabkan keretakan dalam rumah tangga. Salah satu faktor penyebab keretakan dalam rumah tangga, sekitar 12% disebabkan masalah seks. Sedangkan masalah seks yang dialami suami – istri yaitu lebih dari 66%. Hal ini disebabkan karena banyaknya pasangan yang tidak mempermasalahkannya atau mampu meredamnya, hingga tidak merasa perlu meributkannya.Tujuan penelitian untuk mempelajari dan menjelaskan gambaran kejadian disfungsi seksual dan factor dominan yang mempengaruhi kejadian disfungsi seksual pada wanita menopause. Jenis pendekatan kuantitatif dengan rancangan cross sectional. Populasi sebanyak 198 wanita yang sudah menopause dan mempunyai pasangan. Sampel sebanyak 76 orang dipilih dengan teknik proportional random sampling. Pengumpulan data wawancara langsung menggunakan kuesioner FSFI melalui kunjungan rumah dan melakukan pengukuran tinggi badan menggunakan stadio meter dan berat badan menggunakan timbangan digital. Uji statistik menggunakan Chi Square dan Regresi Logistik Ganda. Hasil penelitian menunjukkan semua variabel berhubungan dengan kejadian disfungsi seksual dan variabel dominan adalah lama menopause dengan OR = 28. Disarankan meningkatkan pelayanan tentang disfungsi seksual pada pasangan menopause yang dikaitkan dengan riwayat penyakit sistemik dan memfasilitasi ahli yang relevan dengan disfungsi seksua

    163

    full texts

    184

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    OJS STIKES Panca Bhakti Pontianak
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇