OJS STIKES Panca Bhakti Pontianak
Not a member yet
    184 research outputs found

    HUBUNGAN PELAKSANAAN INISIASI MENYUSUI DINI DENGAN PEMBERIAN ASI SECARA EKSKLUSIF PADA BAYI USIA > 6 BULAN DI RUMAH BERSALIN MULIA KABUPATEN KUBU RAYA TAHUN 2019

    Full text link
    IMD merupakan awal keberhasilan dalam pemberian ASI eksklusif. Laporan status Gizi tahun 2017, bayi yang mendapatkan IMD di Indonesia 6,65%, bayi yang mendapatkan ASI eksklusif 35,73%. Hasil yang di dapat dari RB Mulia tahun 2019, IMD 93,5% dan ASI eksklusif 77,4 dari 10 Bayi Baru Lahir 1 tidak IMD. Tujuan penelitian ini untuk Mengetahui adanya hubungan antara Inisiasi Menyusui Dini dengan pemberian ASI secara Eksklusif pada bayi usia > 6 bulan di Rumah Bersalin Mulia pada tahun 2019. Jenis penelitian bersifat deskriptif korelasi, untuk mengetahui hubungan antara pelaksanaan IMD dengan pemberian ASI secara eksklusif. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu yang memiliki bayi usia > 6 bulan di Rumah Bersalin Mulia. Sebanyak 31 ibu dengan teknik purposive sampling dengan analisa data chi square. Hasil penelitian didapatkan hampir seluruh responden yaitu 29 orang responden (93,5%) bayinya mendapatkan IMD, sedangkan sangat sedikit dari responden yang tidak mendapatkan IMD yaitu sebanyak 2 orang responden (6,5%). Hasil tentang ASI Eksklusif diketahui bahwa sebagian besar dari responden yang memberikan ASI Eksklusif kepada bayinya adalah sebanyak 24 responden (77,4), sedangkan sebagian kecil dari responden yang tidak memberikan ASI Eksklusif kepada bayinya adalah sebanyak 7 orang responden (22,6%). Hasil analisa bivariate di peroleh P value 3,841, artinya tidak ada hubungan antara pelaksanaan imd dengan pemberian asi secara eksklusif pada bayi usia > 6 bulan di rumah bersalin mulia pada tahun 2019. Kesimpulan tidak ada hubungan antara pelaksanaan IMD dengan pemberian ASI secara eksklusif pada bayi usia > 6 bulan di Rumah Bersalin Mulia. Saran bagi Rumah Bersalin Mulia dapat meningkatkan pelaksanaan Inisiasi Menyusui Dini pada saat persalinan dan memotivas ibu agar ibu memberikan ASI eksklusif kepada bayinya

    FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEMATIAN IBU AKIBAT KEJADIAN EKLAMPSIA PADA IBU BERSALIN DI RSUD DOKTER SOEDARSO PERIODE TAHUN 2018-2020

    Full text link
    Eklampsia merupakan penyebab kematian ibu tertinggi di Indonesia setelah Perdarahan Postpartum. Sebanyak 24% kematian ibu disebabkan oleh eklampsia. Pada tahun 2018 di Rumah Sakit Umum Daerah Dokter Soedarso terdapat 3 kematian ibu akibat eklampsia, sedangkan 1 kematian ibu bersalin merupakan kejadian luar biasa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian kematian ibu akibat eklampsia di RSUD Dokter Soedarso periode 2018-2020. Penelitian ini menggunakan desain penelitian case control dengan pendekatan retrospektif, dalam penelitian ini diperoleh data rekam medis ibu yang meninggal karena eklampsia untuk kelompok kasus dan ibu yang mengalami eklampsia tetapi tidak meninggal. Sebanyak 10 responden untuk kelompok kasus. dan jumlah sampel kontrol sebanyak 20 responden. Dari hasil penelitian kelompok kasus sebagian besar 6 responden (60%) berusia 20-35 tahun, kelompok kontrol sebagian besar 12 responden (60%) dengan paritas 1, dan >4 anak, sebagian besar kontrol. kelompok 13 responden (63, 3%) memiliki tingkat pendidikan sedang, sebagian besar kelompok kasus 7 responden (70%) berpenghasilan kurang, hampir semua kelompok kasus 9 responden (90%) tidak memiliki riwayat eklampsia pada persalinan sebelumnya, dan kelompok kasus terbanyak adalah 7 responden. (70%) masuk melalui jalur rujukan, dan tidak ada hubungan antara faktor umur, paritas, pendidikan, pendapatan, riwayat kelahiran, rujukan dan penyakit penyerta dengan kejadian kematian akibat eklampsia. Saran bagi petugas kesehatan dapat memberikan pendidikan kesehatan dengan mendeteksi secara dini ibu yang mengalami preeklampsia agar eklampsia tidak menyebabkan kematian pada ibu dan dapat memberikan pelayanan sesuai kebutuhan agar permasalahan yang dialami pasien dapat segera tertangani sehingga pasien dan keluarga merasa puas dengan pelayanan yang diberikan. layanan yang diberikan diberikan.Kata Kunci: Ibu Bersalin, Eklampsia, Rumah Sakit Umum Dokter Soedars

    PERAWATAN KESEHATAN IBU POSTPARTUM BENTAN PADA ORANG MELAYU DI PONTIANAK : STUDI KASUS

    Full text link
    AbstrakBentan dalam pandangan orang Melayu Pontianak dapat menyebabkan seorang ibu tidak bisa bangun dari tempat tidur, menggigil, demam, batuk, muntah, berdarah bahkan kematian. Hal tersebut membuat bentan perlu diwaspadai agar bentan tidak terjadi pada diri sendiri dan keluarga pasca melahirkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis asuhan kesehatan ibu nifas bentan pada masyarakat Melayu di Pontianak. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif melalui pendekatan studi kasus. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Pontianak Timur, pada komunitas etnis Melayu kampung Melayu. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentan yang dialami informan disebabkan karena tidak melaksanakan pelayanan kesehatan ibu nifas bagi orang Melayu secara teratur dan patuh. Semakin banyak pelayanan kesehatan yang dilanggar dan tidak dilakukan maka semakin parah rasa sakit yang dialami oleh informan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah masyarakat Melayu di Pontianak sangat menjunjung tinggi adat dan tradisinya terutama dalam pelayanan kesehatan pada masa nifas. Jika melanggar, maka ibu nifas harus siap menerima konsekuensi berupa bentan.Kata Kunci : Perawatan Kesehatan, Postpartum, Bentan, Tradisi, Melay

    PERILAKU PENERAPAN PROTOKOL KESEHATAN 3 M PENCEGAHAN COVID-19 PADA IBU HAMIL DI PMB TITIN WIDYANINGSIH TAHUN 2021

    Full text link
    Ibu hamil merupakan kelompok risiko tinggi terpapar infeksi virus COVID-19 penurunan kekebalan parsial(sel T). Dampak infeksi virus corona dalam kehamilan dan persalinan yaitu penularan pada bayi (23%),persalinan SC (59%), prematur (41%), kematian ibu (29%), neonatus (23%), aborsi spontan (17%), lahir mati(17%), IUFD (17%), BBLR (17%), gawat janin (12%), dan asfiksia neonatal (17%). Hasil pengamatan penelititerhadap 7 orang ibu hamil yang berkunjung ke Praktek Mandiri Bidan Titin Widiyaningsih masih ditemukanpelanggaran terhadap penerapan protokol kesehatan 3M.Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui perilakupenerapan protokol Kesehatan (3M) ibu hamil di Praktek Mandiri Bidan Titin Widyaningsih Tahun 2021.Metode penelitian adalah deskriptif dengan populasi sebanyak 205 ibu hamil yang memeriksakan kehamilandi Praktek Mandiri Bidan Titin Widyaningsih, dengan jumlah sampel 37 orang dengan menggunakan teknikaccidental sampling dan dianalisis univariat. Hasil penelitian menunjukan sebagian besar dari responden 26orang (70%) ibu hamil menggunakan masker selama berkunjung, hampir seluruh responden 36 (97%) tidakmencuci tangan dengan benar dan tepat sesuai anjuran kesehatan, sebagian dari responden 19 (51%) menjagajarak dengan pengunjung lain selama berkunjung di Praktek Mandiri Bidan Titin Widyaningsih. Sebagian dariresponden 21 orang (57%) tidak melakukan perilaku 3M yang terdiri dari mencuci tangan, memakai maskerdan menjaga jarak selama berkunjung di Praktek Mandiri Bidan Titin Widyaningsih. Saran untuk dibentuknyatim Satgas Covid-19 untuk mengedukasi pengunjung tentang pencegahan Covid-19 dan mengevaluasipenerapan protokol kesehatan 3M di Praktek Mandiri Bidan Titin Widyaningsih.Kata Kunci: Perilaku, Protokol Kesehatan, 3M, Covid-19, Ibu hami

    HUBUNGAN PERAWATAN TALI PUSAT MENGGUNAKAN KASSA STERIL SESUAI STANDAR DENGAN LAMA PELEPASAN TALI PUSAT PADA BAYI BARU LAHIR DI PUSKESMAS SIANTAN HILIR PONTIANAK UTARA TAHUN 2019

    Full text link
    HUBUNGAN PERAWATAN TALI PUSAT MENGGUNAKAN KASSA STERIL SESUAI STANDAR DENGAN LAMA PELEPASAN TALI PUSAT PADA BAYI BARU LAHIR DI PUSKESMAS SIANTAN HILIR PONTIANAK UTARA TAHUN 2019 1Elise Putri, 2Ivan Harwin Utama, 3Alexander, 4Utin Cindy Firdianty Akademi Kebidanan Panca Bhakti PontianakEmail Korespendensi: [email protected] Abtrak Salah satu indikator derajat kesehatan di Indonesia adalah angka kematian bayi. Organisasi Kesehatan Dunia pada tahun 2016 menemukan angka kematian bayi sebesar560.000 dari kelahiran hidup akibat infeksi tali pusat. Infeksi tali pusat dapat terjadi karena perawatan tali pusat tidak standar, dimana di wilayah kerja Puskesmas Siantan Hilir pada tahun 2019 ditemukan sebanyak 39% ibu tidak melakukan perawatan tali pusat sesuai standar yaitu menggunakan alat kering steril. kain kasa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara perawatan tali pusat dengan menggunakan kain kasa kering steril sesuai dengan standar panjang tali pusat bayi baru lahir. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif korelasi dengan analisis data Chi Square. Populasi yang diteliti adalah 154 bayi. Pengambilan sampel dengan random sampling, jumlah sampel sebanyak 31 bayi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari hasil analisis data dengan Chi Square didapatkan P-value 0,022 <? 0,05. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah ada hubungan antara perawatan tali pusat menggunakan kasa kering steril sesuai standar dengan lamanya waktu lepasnya tali pusat pada bayi baru lahir. Saran kepada Puskesmas agar tetap memberikan informasi tentang standar perawatan tali pusat yaitu kasa kering steril karena dari hasil penelitian dapat dilihat bahwa kasa kering steril sesuai standar efektif untuk melakukan perawatan tali pusat. Kata kunci: Perawatan Tali Pusat, Kassa Kering Steril, Bayi Baru Lahi

    HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP REMAJA TENTANG SEKSUAL PRANIKAH

    Full text link
    AbstrakPerilaku seks pranikah merupakan permasalahan dan sekaligus fenomena sosial yang lazim dijumpai di dalam masyarakat. Pada kelompok remaja, perilaku seks pranikah semakin dianggap normatif dan tidak menjadi hal yang tabu seperti dahulu. Salah satu bentuk perilaku seks pranikah yang paling permisif adalah dilakukannya hubungan seks. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pengetahuan remaja dan bagaimana sikap remaja untuk menghadapi seskual pranikah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analitik menggunakan pendekatan cross sectional dengan teknik pengambilan sampel dengan cara random sampling dan cara pengumpulan data dengan menggunakan google form. Hasil penelitian menunjukan bahwa mayoritas responden memiliki tingkat pengetahuan yang baik tentang seksual pranikah sebanyak 53 orang (66%), mayoritas responden memiliki sikap yang positif sebanyak 78 orang (98%), dan mayoritas responden belum pernah melakukan seksual pranikah sebanyak 56 orang (70%). Kesimpulan penelitian ini yaitu adanya hubungan pengetahuan dengan seksual pranikah (p value=0,002) dan tidak ada hubungan sikap dengan seksual pranikah (p value=0,532).Kata kunci: Pengetahuan, Sikap, Seksual pranikah

    HUBUNGAN USIA, PARITAS DAN PENGETAHUAN IBU NIFAS TERHADAP PERAWATAN PAYUDARA DI PUSKESMAS SUNGAI DURIAN TAHUN 2021

    Full text link
    Masa nifas (puerperium) dimulai sejak 2 jam setelah lahirnya plasenta sampai dengan 6 minggu (42 hari) setelah itu. Perawatan payudara adalah suatu tindakan untuk merawat payudara terutama pada masa nifas (masa menyusui) untuk memperlancarkan pengeluaran ASI. Berdasarkan data yang didapat dari Puskesmas Sungai Durian Tahun 2021 masih banyak ibu nifas yang belum mengetahui perawatan payudara dan pengetahuan ibu nifas tentang perawatan payudara masih kurang. Metode penelitian yang digunakan peneliti adalah analitik korelasi yaitu suatu metode untuk menganalisis hubungan antara dua variabel atau lebih dan menghubungkan ke dua variabel dengan pengujian hipotesis, dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu nifas yang ada di Puskesmas Sungai Durian Tahun 2021 dengan sampel 30 orang. Alat ukur yang digunakan dalam pengumpulan data adalah kuesioner. Hasil penelitian ini dari 30 responden tentang perawatan payudara di dapatkan hasil bahwa sebagian besar responden yaitu 18 orang (60.0%) melakukan perawatan payudara, hampir seluruh responden yaitu 24 orang (80.0%) berusia 20-30 tahun, sebagian besar responden yaitu 17 orang (56.7%) multipara, sebagian dari responden yaitu 14 orang (56,7%) berpengetahuan baik tentang perawatan payudara,  dan analisis bivariat adalah tidak ada hubungan antara usia dengan perawatan payudara dengan hasil p-value 1.000 >0,05, tidak ada hubungan antara paritas dengan perawatan payudara dengan hasil p-value 0,627 > 0,05, dan tidak ada hubungan antara pengetahuan dengan perawatan payudara dengan hasil p-value 0.200>0,05.Saran yang diberikan dari penelitian ini agar para tenaga kesehatan dapat memberikan informasi tentang perawatan payudara melalui penyuluhan dan adanya poster diruangan perawatan ibu nifas tentang cara perawatan payudara

    FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU SEKS PADA REMAJA DI DUSUN ALUR HITAM DESA SECURAI SELATAN KECAMATAN BABALAN PANGKALAN BERANDAN TAHUN 2021

    Full text link
    Perilaku seksual remaja di Indonesia semakin memprihatinkan, data dari Survey Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) 2017 mengungkap sekitar 2% remaja wanita usia 14-25 tahun dan 8% remaja pria direntang usia yang sama, telah melakukan hubungan seksual sebelum menikah. sebanyak 11% diantaranya mengaku mengalami kehamilan tidak diinginkan, 2% mengalami penyakit menular seksual. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui factor yang berhubungan dengan perilaku seks dikalangan remaja. Desain penelitian yang digunakan yaitu survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 230 orang,  dengan menggunakan rumus slovin didapat 146 responden tekhnik pengambilan sampel yaitu simple random sampling. Uji analisis data menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian ada hubungan faktor pengetahuan agama dengan perilaku seks pada remaja dengan nilai p value 0,001 < 0,05, ada hubungan faktor peran orangtua dengan perilaku seks pada remaja dengan nilai p value 0,003 < 0,05, ada hubungan factor paparan media social dengan perilaku seks pada remaja dengan nilai p value 0,001< 0,05. Saran bagi orangtua untuk memberikan pengetahuan agama yang baik kepada remaja dengan rutin ke masjid atau ibadah minggu untuk yang nasrani, merubah peran orangtua menjadi teman agar para remaja mau untuk bercerita tentang segala hal dalam kehidupannya, dan memantau setiap media social yang di lakukan oleh para remaj

    HUBUNGAN PENGETAHUAN LANSIA TENTANG COVID-19 DENGAN PERILAKU 5 M DI POSYANDU LANSIA MELATI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KAMPUNG BALI TAHUN 2021

    Full text link
    Covid-19 adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh coronavirus (SARS-CoV2) jenis baru yang ditemukanpada tahun 2019. Lebih dari 95% kematian terjadi pada usia kurang dari 60 tahun dan lebih dari 50% pada usia80 tahun. Berdasarkan study pendahuluan dilakukan wawancara pada 10 lansia, 4 lansia mengatakan belumpaham tentang Covid-19 dan 6 lansia sudah paham tentang Covid-19 dan bagaimana pencegahannya.Tujuan daripenelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada hubungan antara pengetahuan lansia tentang covid-19 denganperilaku 5 M lansia di posyandu lansia melati wilayah kerja Puskesmas Kampung Bali Tahun 2021. Metodepenelitian ini menggunakan metode analitik kolerasi dengan pendekatan Cross sectional. Populasi dalampenelitian ini adalah seluruh lansia yang aktif mengunjungi posyandu lansia di Puskesmas Kampung BaliPontianak bulan Maret 2021. Sampel dalam penelitian ini adalah total populasi. Hasil pengumpulan data terhadap30 responden didapatkan sebagian responden, yaitu 11 responden (36,7%) memiliki pengetahuan dengan kategoribaik tentang penyakit Covid-19, dan sebagian besar responden, yaitu 19 responden (63,3%) dengan perilaku baikmenerapkan protokol kesehatan 5M. Setelah dilakukan analisis dengan menggunakan Statistical Product ServiceSolution (SPSS) dengan taraf signifikan (pValue = 0,05) didapatkan hasil dengan p value 0,009 < 0,05. SehinggaHa diterima yang menyatakan bahwa ada hubungan antara pengetahuan lansia tentang Covid-19 dengan perilaku5 M. Saran untuk Posyandu Lansia Melati semoga dengan adanya penelitian ini tenaga kesehatan dan kader dapatterus memotivasi lansia untuk tetap menerapkan protokol kesehatan dan dapat meningkatkan pelayan kesehatandan menyediakan informasi kesehatan bagi lansi

    HUBUNGAN USIA DENGAN TINGKAT PENGETAHUAN PENGAKSES PROGRAM KESEHATAN REPRODUKSI LANSIA MELALUI RADIO DI RETJOBUNTUNG YOGYAKARTA TAHUN 2020

    Full text link
    Pengetahuan tentang kesehatan reproduksi merupakan hal yang sangat penting, baik  untuk remaja maupun lansia. Kenyataan  masih banyak remaja dan lansia yang belum mengetahui mengenai kesehatan reproduksinya dengan baik.  Pengetahuan  tersebut dapat diperoleh dari berbagai sumber yang salah satunya adalah media massa. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui seberapa banyak orang mengakses pengetahuan kesehatan reproduksi pada lansia. Metode penelitian ini deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Teknik sampling yang digunakan total sampling, data yang digunakan adalah data sekunder dengan populasi seluruh pemiarsa yang mengakses program kesehatan reproduksi di Radio Retjobuntung di Yogyakarta pada bulan Desember 2020. Analisis data menggunakan uji korelasi Chi Square. Hasil dalam penelitian ini pengakses program kesehatan reproduksi lansia lebih besar usia produktif dibandingkan dengan lansia dan jumlah pengakses laki-laki lebih besar dibandingkan jumlah pengakses perempuan. Sebagian besar memiliki tingkat pengetahuan yang cukup yaitu 21 responden (51,2%). Nilai yang signifikan dengan (p-value 0.001) (p0.05) berarti ada hubungan yang bermakna antara usia dengan tingkat pengetahuan pengakses siaran kesehatan reproduksi di radio Retjobuntung Yogyakarta. Kesimpulan pengetahuan kesehatan reproduski masih dibutuhkan oleh orang berusia < 60 tahun meskipun di program kesehatan reproduksi lansia. Selain itu topik kesehatan secara umum yang di akses di media massa radio adalah sama baik  jenis kelamin, dan usia baik lansia maupun remaja

    163

    full texts

    184

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    OJS STIKES Panca Bhakti Pontianak
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇