OJS STIKES Panca Bhakti Pontianak
Not a member yet
184 research outputs found
Sort by
DETERMINAN KEJADIAN BERAT BAYI LAHIR RENDAH DI RUMAH SAKIT DAERAH DOKTER SOEDARSO PONTIANAK PERIODE TAHUN 2021 (DATA REKAM MEDIK)
Berat Bayi Lahir Rendah adalah bayi yang lahir dengan berat badan kurang dari 2.500 gram tanpa memandang masa kehamilan. Penyebab kematian neonatal diperkirakan Prematur (28%), infeksi berat (26%) dan asfiksia (23%), sedangkan tetanus neonaturum mempunyai proporsi yang kecil (7%) (Lawn, Cousens and Zupan, 2005). WHO menyebutkan, dari kematian periode normal 70% terjadi pada bayi BBLR. Tujuan dari Penelitian ini untuk mengetahui determinan Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian BBLR yang mengalami BBLR dan yang tidak mengalami BBLR pada periode 2021. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah Case Control, yaitu suatu penelitian atau Survey analitik yang menyangkut Faktor Resiko dengan menggunakan pendekatan Retrospective. Hasil dari penelitian yang menunjukan jumlah terbesar dari kasus : kontrol adalah pada usia kehamilan ini dinyatakan dengan taraf signifikan 5% (0,05) di dapatkan P Value ? Sebagian responden kasus ibu dengan usia 20 - 35 tahun sebanyak (53,1%), paritas <2 dan >4 anak sebanyak (50,0%), ekonomi menengah sebanyak (50,0%). Faktor yang secara statistik memiliki hubungan bermakna dengan kejadian BBLR di RSUD Dr.Sudarso pada tahun 2021 adalah : Usia ibu,usia kehamilan,Pendidikan dan penyakit yang menyertai. Dan Faktor risiko yang secara statistik memiliki hubungan tidak bermakna dengan kejadian BBLR di RSUD Dr.Sudarso pada tahun 2021 adalah ekonomi,paritas dan indikasi. Faktor risiko yang paling berpengaruh terhadap kejadian BBLR di RSUD Dr.Sudarso pada tahun 2021 adalah Usia kehamilan. Saran diajukan kepada tenaga kesehatan untuk dapat memberikan dan meningkatkan pelayanan kesehatan yang sebaik-baiknya terutama pada maternal yang mempunyai komplikasi pada ibu yag mempunyai resiko tinggi dengan kehamilannya agar angka kematian bayi khususnya BBLR dapat dihindari
PENGEMBANGAN E-MODUL PEMBELAJARAN ASUHAN KEBIDANAN NEONATUS UNTUK MAHASISWA AKADEMI KEBIDANAN ANGKATAN 18
keterampilan praktik peserta didik dalam memberikan Asuhan Kebidanan. Metode pengembangan produk yang digunakan adalah Research and Development (R & D) dengan pengembangan desain model Dick and Carey yang dikombinasikan dengan Borg and Gall. Subyek penelitian adalah mahasiswa Angkatan 18 Akademi Kebidanan Panca Bhakti Pontianak. Prosedur pengembangannya dimulai dengan tahap desain (pra pengembangan), tahap pengembangan, tahap uji coba, revisi dan evaluasi. Penilaian E-Modul Asuhan Kebidanan Neonatus oleh ahli desain diperoleh kelayakan produk 4,46% dengan kategori “Sangat Valid”. Penilaian E-Modul Asuhan Kebidanan Neonatus oleh ahli materi diperoleh kelayakan produk 4,28% dengan kategori “Sangat Valid”. Penilaian E-Modul Asuhan Kebidanan Neonatus oleh ahli media diperoleh kelayakan produk 4,02% dengan kategori “Valid”. Profil E-Modul menampilkan E-Modul yang dapat dibolak balik seperti halaman buku, dapat diakses secara offline menggunakan exe. diakses secara online dalam link https://online.flipbuilder.com/vjnft/wbpi/. Efektivitas hasil belajar diperoleh dari uji-t dimana t hitung -15,939 dengan p value sebesar 0,000 diketahui p-value 0,000 < ? (0,05), ini menunjukkan bahwa ada perbedaan hasil belajar sebelum dan sesudah penggunaan E-Modul Pembelajaran Asuhan Kebidanan Neonatus. Efektifitas respon mahasiswa terhadap penggunaan E-Modul dihitung menggunakan uji effect size 2,46 > 1,00 dengan kategori “strong effect” yang dapat disimpulkan bahwa E-Modul Pembelajaran Asuhan Kebidanan Neonatus memiliki efektifitas yang tinggi terhadap hasil belajar
EFEKTIFITAS PEMBERIAN JUS KURMA TERHADAP LAMA PERSALINAN KALA I DI PMB KOTA BANJARMASIN TAHUN 2021
Setiap hari, 830 ibu di dunia dan di Indonesia meninggal akibat penyakit/komplikasi terkait kehamilan dan persalinan. Kira-kira 75% kematian ibu disebabkan karena partus lama/macet. Jumlah AKI di Kalimantan Selatan tahun 2015 disebabkan oleh perdarahan, pre eklampsi/eklampsia, infeksi, gangguan peredaran darah, gangguan metabolik, lain-lain termasuk partus lama. Untuk melancarkan proses persalinan dan mencegah terjadinya perdarahan pada persalinan menggunakan non farmakologi yaitu dengan menggunakan buah kurma (Phoenix dactylifera). Buah kurma mengandung hormon yang menyerupai hormon oxytocin yang dapat membantu proses persalinan. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis efektifitas pemberian jus kurma terhadap lama persalinan kala I. Penelitian ini menggunakan desain eksprimental semu (quasi experimental), dengan jenis rancangan posttest only control group design, dimana peneliti mengukur pengaruh perlakuan pada kelompok eksperimen (diberi jus kurma) dengan membandingkan kelompok kontrol (diberi kebebasan untuk minum makanan yang lain) terhadap lama persalinan kala I fase aktif. Jumlah sampel sebanyak 60 orang responden pada ibu bersalin yang terdiri dari 30 orang kelompok perlakuan dan 30 orang kelompok kontrol. Analisis yang digunakan dengan Uji Anova One Way. Terdapat perbedaan yang bermakna pada kelompok kontrol dan kelompok intervensi untuk lama persalinan kala I fase aktif (? =0,000). Pemberian jus kurma selama persalinan pada ibu bersalin terbukti efektif untuk mengurangi lama persalinan pada kala I.
Kata Kunci : Lama Persalinan, Kala I Fase Aktif, Jus Kurm
EVALUASI IMPLEMENTASI SISTEM INFORMASI MANAJEMEN PUSKESMAS (SIMPUS) TERINTEGRASI DI KULONPROGO YOGYAKARTA
Kulonprogo was a district that has implemented bridging between SIMPUS Jojok and P-Care, but the implementation were still obstacles. Among them, there were unsynchronized data between SIMPUS Jojok and P-Care and SIMPUS Jojok with SIKDA was not integrated. So that the existing problems do not occur in a prolonged manner, it is better if an evaluation process is better and more transparent by an external (independent) party, and strengthened by using a comprehensive evaluation method. HOT-fit evaluation is a comprehensive method that can be used in evaluating the implementation of SIMPUS in Kulonprogo. In addition, this study aims to determine the extent of implementation of integration in Kulonprogo. The method used in this research is a mix method in which quantitative and qualitative approaches are combined. Data collection was done by means of in-depth interviews (in-depth interviews), questionnaires, and observations. Based on the research results, problems were found in the implementation of SIMPUS from the aspects of Human, Organization, Technology, and Benefits. In addition, the implementation of SIMPUS in Kulonprogo was included in the integrated criteria, but the form of integration that occurred was the linkage integration group (linkage). Linkage integration is included in the integration group that has the lowest position compared to the other 2 integration groups
PENGARUH PEMBERIAN JUS KURMA (PHOENIX DACTYLIFERA) TERHADAP LAMA PERSALINAN KALA II DI PMB KOTA BANJARMASIN
Riskesdas tahun 2013 menunjukkan di Indonesia kelahiran dengan metode operasi Sectio Caesarea (SC) sebesar 9,8 persen dari total 49.603 dimana salah satu penyebab dilakukan SC Karena partus lama. Kurma Ruthab (kurma basah) salah satu alternatif non farmakologi yang bermanfaat mempercepat proses persalinan karena didalam kurma basah terkandung hormon yang menyerupai hormon oksitosin dan mengandung nutrisi yang lengkap untuk membantu ibu dalam persalinannya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektifitas pemberian jus kurma terhadap lama persalinan kala II. Penelitian ini menggunakan desain Quasy Eksperiment (eksperimen semu), dengan jenis rancangan posttest only control group design, Teknik dalam pengambilan sampel dalam penelitian ini dengan metode purposive sampling. Jumlah sampel sebanyak 60 orang responden pada ibu bersalin yang terdiri dari 30 orang kelompok perlakuan dan 30 orang kelompok kontrol. Pengambilan data menggunakan lembar pengamatan / observasi. Analisis yang digunakan dengan Uji Anova One Way. Hasil penelitian menunjukann lama persalinan kala II pada ibu yang tidak diberikan jus kurma dengan waktu 57,33 menit dan yang diberikan jus kurma dengan waktu 17,48 menit, Terdapat perbedaan yang bermakna pada kelompok kontrol dan kelompok intervensi untuk lama persalinan kala II (? =0,000). Pemberian jus kurma pada ibu bersalin efektif memperlancar proses persalinan kala II selama persalinan
HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN KEPATUHAN IBU HAMIL DALAM MELAKUKAN VAKSINASI COVID-19 DI PUSKESMAS PAL TIGA TAHUN 2022
Covid-19 adalah penyakit yang disebabkan oleh virus. virus ini mucul pertama kali di provinsi Wuhan, Berdasarkan data terakhir Kementrian Kesehatan tercatat 2.179 ibu hamil yang terpapar covid-19 dan 18% di antaranya menyebabkan kematian. Hasil studi pendahuluan yang dilakukan pada 8 ibu hamil 4 orang ibu hamil mengatakan belum melakukan vaksinasi dengan alasan takut dan merasa khawatir untuk kesehatan dirinya dan janinnya dan mereka mau divaksinasi setelah melahirkan sedangkan 4 orang ibu hamil sudah divaksinasi dengan alasan bahwa vaksinasi covid-19 dapat meningkatkan kekebalan tubuh dan melindungi diri dari terpapar virus dimasa kehamilan. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dengan kepatuhan ibu hamil dalam melakukan vaksinasi COVID-19 di Puskesmas Pal Tiga tahun 2022. Jenis penelitian ini kuantitatif dengan deskritif kolerasi. Dilakukan dengan pendekatan cross sectional. Populasi 350 orang dan sampel 35 orang diuji Chi square. Sebagian dari responden yaitu 20 orang (57,1%) berpengetahuan baik tentang vaksiansi COVID-19 dan sangat sedikit dari responden yaitu 6 responden (17,1%) berpengetahuan kurang. Sebagian dari responden yaitu 18 responden (51,4%) tidak patuh sebagian dari responden yaitu 17 responden (48,6%) patuh. Hasil analisis bivariat dari 35 responden yang berpengetahuan baik dengan patuh melakukan vaksinasi yaitu 9 responden (45,0%) dan tidak patuh melakukan vaksinasi yaitu 11 responden (55,0%), responden yang berpengetahuan cukup dengan patuh melakukan vaksinasi 5 responden (55,6%) dan tidak patuh 4 responden (44,4%), responden berpengetahuan kurang dengan patuh melakukan vaksinasi yaitu 3 responden (50,0%) dan tidak patuh 3 responden (50,0%). Hasil analisis Chi Square X2=0,868 <0,05 maka ho di terima yang menyatakan bahwa tidak ada hubungan antara pengetahuan dengan kepatuhan dalam melakukan vaksinasi COVID-19. Tidak ada hubungan antara pengetahuan dengan kepatuhan menerima vaksinasi COVID-19 di puskesmas pal tiga tahun 2022. Diharapkan petugas kesehatan agar dapat memberikan informasi mengenai tentang vaksinasi COVID-19 pada ibu hamil untuk dapat melakukan vaksinasi COVID-19 sebagai upaya pencegahan meningkatnya angka kematian ibu akibat komplikasi penyakit yang disebabkan oleh Virus SARS-Cov.
Kata kunci: Pengetahuan, Kepatuhan, Ibu Hamil, Vaksinasi Covid-19, Puskesmas Pal Tiga 
HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN DAN POLA ASUH DENGAN STATUS GIZI BALITA DI POSYANDU DESA SUNGAI KAKAP TAHUN 2022
Usia balita merupakan masa terjadinya proses pertumbuhan yang sangat cepat sehingga pemenuhan gizi harus dimulai sedini mungkin. Di Posyandu Puskesmas Kakap dari 10 orang ibu yang diwawancarai hanya 4 orang ibu yang mengetahui tentang status gizi serta bentuk pola asuh pada Balita. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dan pola asuh ibu dengan status gizi balita di posyandu desa sungai kakap diWilayah Kerja Puskesmas Sungai Kakap Tahun 2022. Penelitian ini menggunakan metode Deskriptif Korelasi dengan pendekatan cross sectional. dengan jumlah sampel 50 orang. Hasil penelitian analisis uji chi square tidak ada hubungan antara pengetahuan dengan status gizi Balita (p value 0,0713>0,05) dan tidak ada hubungan antara pola asuh dengan status gizi balita (p value ). Perlu melakukan komunikasi informasi dan edukasi (KIE) untuk keluarga, mengadakan demonstrasi tentang pola asuh yang baik dan benar serta pentingnya selalu memantau stayus gizi pada Balita.
Kata kunci: Pengetahuan, Pola Asuh, Status Gizi Posyand
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMILIHAN TEMPAT PERSALINAN PADA MASA PANDEMI COVID-19 DI PUSKESMAS RASAU JAYA TAHUN 2022
Pandemi Covid-19 dilaporkan berdampak pada penurunan cakupan K4 dari 88,54% (2020) menjadi 84,6% (tahun 2019) karena terhambatnya pelayanan ANC di daerah seperti halnya di Puskesmas Rasau Jaya sehingga mempengaruhi ibu hamil dalam pemilihan tempat persalinan yang sesuai dengan kebijakan Pemerintah. Hasil studi pendahuluan didapatkan 5 ibu hamil memilih bersalin di Polindes hal ini bertentangan dengan Permenkes No 21 tahun 2021. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui “ Faktor yang Berhubungan dengan Pemilihan Tempat Persalinan pada Masa Pandemi Covid-19 di Puskesmas Rasau Jaya tahun 2022. Metode Penelitian deskriptif korelatif dan pendekatan cross secational. Populasi ibu hamil trimester III berjumlah 60 orang dan sampel dalam penelitian ini berjumlah 54 orang analisis bivariat dengan chi square. Hasil penelitian didapatkan sebanyak 41 orang ibu hamil (76%) memilih bersalin di Puskesmas/ Praktik Mandiri Bidan, 25 orang (46%) berpengetahuan baik, 23 orang (43%) memperoleh informasi dari kerabat, 26 orang (48%) berpendidikan menengah dan 47 orang (87%) berumur 20-35 tahun. Hasil uji Statistik ditemukan ada hubungan antara variabel pengetahuan (p 0,027), sumber informasi (p 0,025), pendidikan (p value 0,004) dengan tempat bersalin. Sedangkan variabel umur ibu tidak berhubungan secara statistik (p value 0,889). Kesimpulan ada hubungan antara pengetahuan, sumber informasi dan pendidikan dengan pemilihan tempat bersalin sesuai kebijakan pemerintah pada masa Pandemi Covid 19. Disarankan bagi bidan untuk mengsosialisasikan tempat persalinan kepada ibu hamil yang sesuai dengan PP No 21 tahun 2021 menggunakan media penyuluhan yang lebih menarik seperti video edukasi dan dishare melalui media sosial.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN RENDAHNYA PENGGUNAAN KONTRASEPSI INTRA UTERINE DEVICE DI PUSKESMAS WAJOK HULU
AbstrakDi Kalimantan Barat, pasangan usia subur paling banyak menggunakan Non Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (Non- MKJP) untuk mengatur jarak kelahiran, yaitu sebesar 87,9% sedangkan untuk MKJP adalah sisanya yaitu sebesar 12,1%. Ada banyak faktor yang mempengaruhi rendahnya pemakaian alat kontrasepsi IUD. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pemilihan alat kontrasepsi di Puskesmas Wajok Hulu. Metode penelitian ini Cross Sectional analitik korelasi. Total sampel dalam penelitian ini adalah sebanyak 50 responden yang tidak menggunakan kontrasepsi Intra Uterine Devices di Puskesmas Wajok. Pengumpulan data menggunakan kuesioner kemudian diolah dan dianalisis menggunakan analisis univariat serta analisis bivariat menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukan bahwa 43 orang (86%) berusia 20-35 tahun, 23 orang (46%) berpendidikan rendah, 26 orang (52%) berpengetahuan kurang, 34 orang (68%) memiliki 1-4 anak, 26 orang (52%) pendapatan tidak mempengaruhi dalam pemilihan alat kontrasepsi, 35 orang (70%) agama tidak mempengaruhi dalam pemilihan alat kontrasepsi, 40 orang (80%) dukungan suami mempengaruhi dalam pemilihan alat kontrasepsi, 35 orang (70%) petugas kesehatan tidak mempengaruhi dalam memilih alat kontrasepsi, pemilihan alat kontrasepsi 16 (32%) orang memilih PIL, 34 (68%) orang memilih KB suntik. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara faktor pengetahuan dan paritas. Puskesmas Wajok hulu dapat memberikan pendidikan penyuluhan konseling terhadap responden dalam pemilihan jenis kontrasepsi dan dapat menyediakan tempat konseling khusus.Kata Kunci: Faktor, Kontrasepsi. IU
HUBUNGAN PENGETAHUAN, SIKAP DAN PERILAKU DALAM KESEDIAAN MENERIMA VAKSINASI COVID-19 PADA REMAJA (KURANG DARI 18 TAHUN) DI DESA SUNGAI RAYA,KECAMATAN SUNGAI RAYA KABUPATEN KUBU RAYA PROV KALBAR 2021
Coronavirus merupakan keluarga besar virus yang menyebabkan penyakit ringan sampaiberat, seperti common cold atau pilek dan penyakit yang serius seperti MERS dan SARS. Tujuanpenelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan ,sikap dan perilaku remaja dalammenerima vaksinasi covid-19 di desa sungai raya,kecamatan sungai raya,kabupaten kuburaya.Provinsi Kalimantan barat. Tahun 2021. Metode penelitian ini menggunakan analitik korelasi denganpendekatan cross sectional, dengan jumlah sampel sebanyak 129 orang remaja yang ada disesasungai raya dengan mengambil responden di sekolah menengah umum kemala bhayangkari,sekolahmenengah umum taman sungai raya dan Akademi Kebidanan Panca Bhakti Kubu Raya. Carapengumpulan data menggunakan kuesioner terbuka dan tertutup serta analisis data menggunakananalisis dengan menggunakan uji statistic chi square dan keeratan hubungan dengan koefisienkontigensi. Hasil pengumpulan data terhadap 129 responden remaja di sekolah yang ada di desasungai raya didapatkan sebagian dari responden 53 orang(41,1%) berpengetahuan baik dan sebagiandari responden 71 orang (55,5%) memiliki sikap mendukung dan sebagian dengan perilaku positipdan terdapat kesediaan menerima vaksinasi covid-19 dengan kesediaan tinggi yakni 51% Hasilanalisis bivariat didapatkan hasil bahwa ada hubungan pengetahuan dengan kesediaan P value0,041, tidak ada hubungan sikap denagn kesediaan menerima P value-0,089 serta ada hubunganperilaku dengan kesediaan menerima vaksin Covid-19.Pvalue 0.03 di desa sungai raya,kecamatansungai raya,kabupaten kuburaya. Provinsi Kalimantan barat. Tahun 2021.Dan hasil Analisiskoefisien kontigensi terdapat hubungan keeratan rendah dengan kesediaan dengan Nilai C0,22-C.Maks 0,81,hubungan perilaku dengan kesediaan mempunyai keeratan sedang dengan nilai C 0.18-C.Maks 0.70. Berdasarkan hasil dapat disimpulkan secara umum bahwa ada hubungan antarapengetahuan dengan kesediaan vaksinasi Covid-19 dan ada hubungan antara perilaku dengankesediaan menerima vaksin.Hal ini dapat disimpulkan bahwa pengetahuan yang kurang dengan sikapyang tidak mendukung cenderung akan menolak atau ragu-ragu untuk divaksin Covid-19.padaremaja didesa sungai raya,kecamatan sungai raya,kabupaten kuburaya.Tahun 2021.perlu adanyakerjasama perangkat desa dengan tokoh masyarakat dan tokoh agama serta pihak sekolah untukmemberikan penyuluhan tentang pentingnya vaksinasi Covid-19