e-Journal IAIN Bukittinggi (Institut Agama Islam Negeri)
Not a member yet
784 research outputs found
Sort by
HUKUM DAKWAH DALAM AL-QUR' AN DAN HADIS
Da'wah in general means an activity of hailing or inviting others to do well. While the science of da'wah defined a science about the activities of da'wah from input, process until the output or until the da’wah succeed. Beside the Qur’an, hadith also commands or to do da'wah. The law of da'wah seems to be different for each person depending on the situation and conditions of that person in legal view. Abu Sa'id Al-Khudry ra said, I heard the Messenger of Allah (SAW), decree "anyone among you see the inequitable act, then he should hind it by hand (violence or power), if he cannot afford it (for lack of power), then hind it with his tongue, and if uncapable (with his tongue, that is such a weak faith ". Dakwah secara umum diartikan suatu aktifitas menyeru atau mengajak orang lain untuk berbuat baik. Sedangkan ilmu dakwah diartikan suatu ilmu yang mempelajari seluk beluk aktifitas dakwah mulai dari input, proses sampai output atau hasil dakwah yang dilakukan serta segala kajian yang berhubungan dengan pengembangan keilmuan dakwah. Selain al-Quran, di dalam hadits juga terdapat perintah atau suruhan untuk melakukan dakwah. Hukum dakwah ini nampaknya juga akan berbeda pada setiap orang tergantung situasi dan kondisi yang dialami orang tersebut dalam pandangan hukum. Abu Sa’id Al-Khudry ra. Berkata, Aku Mendengar Rasulullah SAW., bersabda “Barangsiapa diantara kamu melihat kemungkaran, maka hendaklah ia mencegah dengan tangan (kekerasan atau kekuasaan), jika ia tidak sanggup dengan demikian (sebab tidak memiliki kekuatan dan kekuasaan), maka dengan lidahnya, dan jika tidak mampu (dengan lidahnya) yang demikian itu adalah selemah-lemah iman”. (HR. Muslim)
KISAH BATU DALAM TEKS HADIS SEBAGAI MATERI PENDIDIKAN AKHLAK ANAK
Penelitian ini bertujuan untuk menemukan informasi teks hadis tentang kisah batu sebagai materi pendidikan akhlak anak. Metode yang digunakan adalah metode Takhrij al-Hadis.Pencarian hadis dilakukan dengan digunakan Mu’jam al-Mufahrasy li Alfazh al-Hadis an-Nabawi karangan A.J. Wensink, dan hadis ditemukan dalam empat kitab sumber hadis. Hadis yang ditemukan kemudian dilakukan analisis kualitas sanad hadis, kualitas matan hadis dan dilakukan juga analisis pendidikan dari kandungan matan hadis. Berdasarkan penelitian ini diketahui bahwa hadis tentang kisah batu bermuatan materi pendidikan ahklak untuk anak pada usia antara 3 sampai 5 tahun. Materi ini dapat digunakan oleh pendidik khususnya orang tua dalam mendidik akhlak anak
DINAMIKA SISTEM PENDIDIKAN ISLAM (SURAU) MINANGKABAU PRA DAN PASCA PEMBAHARUAN
The existence of Islamic education institutions in Minangkabau has faced a very significant development. It was estimated as old as the Islamic age in this region (Minangkabau). Starting from the surau system of traditional education, Minangkabau succeed in producing the greatest scholars and Islamic intellectuals who have contributed in the development of Islam in the archipelago in the past. For more than three centuries ago, surau sytem have played an important role for the development of the scientific tradition in this country. Islamic intellectual tradition seems to have suitable place for the growth and development of all forms of Islamic tradition. Also, it produces the genius idea about Islam and eventually became an identity and entities of Islamic in Minangkabau. Thus, surau has functioned as a place of transformation of highly qualified Islamic scholarship.,/em> Eksistensi lembaga pendidikan islam di Minangkabau telah mengalami perkembangan yang sangat signifikan. Usianya diperkirakan setua usia Islam di wilayah ini (Minangkabau). Berawal dari sistem pendidikan tradisional surau, daerah Minangkabau berhasil melahirkan ulama-ulama besar dan intelektual Islam yang memiliki andil dalam perkembangan Islam di Nusantara pada masa lalu. Selama lebih dari tiga abad yang lalu, lembaga pendidikan surau telah memainkan peran penting bagi perkembangan tradisi keilmuan di negeri ini. Tradisi intelektual Islam seolah-seolah mendapat tempat yang sangat cocok untuk tumbuh dan berkembangnya segala bentuk tradisi keilmuan Islam dan banyak melahirkan ide jenius tentang keislaman yang pada akhirnya menjadi sebuah identitas dan entitas Islam di Minangkabau. Dengan demikian surau telah memainkan fungsinya sebagai tempat transformasi keilmuan Islam yang sangat mumpuni
PENGARUH CAPITAL, NILAI TAMBAH EKONOMI DAN TINGKAT UPAH TERHADAP PENYERAPAN TENAGA KERJA PADA INDUSTRI KECIL DI KOTA BUKITTINGGI
The background of this research is to know the factors that influence the absorption of labor in small industry sector in Bukittinggi. The results of this research is expected to improve the scientific discourse of the economics development, especially about the absorption of labor in the small industrial sector. The hypothesis testing in this research is moderating regression by using t test, F test and coefficient of determination (R2). The population of this research is all small industry sector in Bukittinggi. The sampling technique in this research is using Slovin method, then, the sample obtained is 58 small industry in Bukittinggi. Based on the results of the research, it is known that the capital does not affect the absorption of manpower in the small industrial sector in Bukittinggi. Thus, H1 is denied the truth, it means the increase of capital made by the company to add modern machines or equipment capable of generating economic added value ) is bigger than human power. This is in line with the basic concept of relationship between factors of production (substitution or Complement) it means the addition of production factors (capital) will reduce the other factors of production (Labor). Economic value added positively and significantly influence the absorption of labor in small industry sector in Bukittinggi, so that H2 accepted. It means that high demand of labor force demanded by businessman (Demand of labor) is influenced by the high amount of goods produced by labor. This is related to the effect of output or the effect of the scale of production. It means the normal factor of production (output) will increase the use of other factors of production (labor). The wage rate has a negative and significant effect on the absorption of labor in the small industrial sector in Bukittinggi, so that H3 is accepted.it means that the higher the wage rate, the less employers demand for labor. This is in accordance with the theory of wages, namely the ability to pay from the company by calculating the profit Penelitian ini dilatarbelakangi untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi penyerapan tenaga kerja pada sektor Industri Kecil di Kota Bukittinggi. Hasil penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan wacana keilmuan bidang Ilmu Ekonomi Pembangunan khususnya mengenai penyerapan tenaga kerja pada sektor indusri kecil. Pengujian hipotesis dalam penelitian ini menggunakan alat analisis regresi moderating dengan uji t, uji F dan koefisien determinasi (R2). Populasi dari penelitian ini adalah seluruh industri kecil di Kota Bukittinggi. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan metode Slovin, sehingga diperoleh 58 industri kecil di Kota Bukittinggi sebagai sampel penelitian. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa Capital (modal) tidak berpengaruh terhadap penyerapan tenaga kerja pada sektor industri kecil di Kota Bukittinggi, sehingga H1 ditolak kebenarannya, artinya peningkatan modal yang dilakukan oleh perusahaan untuk menambahkan mesin atau peralatan modern yang mampu menghasilkan nilai tambah ekonomi (produksi) lebih besar dibandingkan tenaga manusia. Hal ini sejalan dengan konsep dasar hubungan antar faktor produksi (substitusi atau Komplemen) yaitu penambahan faktor produksi (modal) akan mengurangi penggunaan faktor produksi yang lain (Tenaga kerja). Nilai tambah ekonomi berpengaruh positif dan signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja pada sektor industri kecil di Kota Bukittinggi, sehingga H2 diterima kebenarannya, artinya tinggi rendahnya jumlah tenaga kerja yang diminta oleh pengusaha (Demand of labor) dipengaruhi oleh tinggi rendahnya jumlah barang yang diproduksi oleh tenaga kerja tersebut. Hal ini berkaitan dengan efek output atau efek skala produksi, yakni pada faktor produksi normal bila terjadi penambahan skala produksi (output) akan meningkatkan penggunaan faktor produksi yang lain (tenaga kerja) Tingkat upah berpengaruh negatif dan signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja pada sektor industri kecil di Kota Bukittinggi ,sehingga H3 diterima kebenarannya, artinya semakin tinggi tingkat upah, semakin kecil permintaan pengusaha akan tenaga kerja. Hal ini sesuai dengan teori upah, yaitu kemampuan membayar dari perusahaan dengan memperhitungkan kemampulabaan
PENERAPAN TEORI ORGANISASI Z UNTUK MEMPERBAIKI KINERJA BMT AGAM MADANI DI KABUPATEN AGAM
To empower the people's economy, the government of Agam Regency has established BMT (Baitul Maal Wattamwil) in every nagari in Agam Regency. Nevertheless, currently BMT Agam Madani can be said to be quiescence. This study aims to audit the application of Z Organization Theory on BMT Agam Madani. Furthermore, this study aims to formulate strategies to improve the performance of BMT Agam Madani by using Organizational Theory Z. The approach used is qualitative. The Data were collected through survey, questionnaire, and indeep interview. For the data analysis, descriptive statistics are used, in the form of frequency, percentage and average on the characteristics of informants and graded scale 5. The research results show that BMT Agam Madani has done enough principles of Z organization theory, which is marked by the mean score the opinion of the informant 3.8, which means agree with the informant's opinion statement about the implementation of Z organization theory. However, the principle of retaining people who are skeptif has not been implemented by BMT Agam Madani, as evidenced by the average score of informants who only 2.2. Untuk memberdayakan ekonomi masyarakat, pemerintah Kabupaten Agam, telah membentuk BMT (Baitul Maal Wattamwil) pada setiap nagari di Kabutaten Agam. Namun demikian, saat ini BMT Agam Madani dapat dikatakan mati suri. Penelitian ini bertujuan untuk mengaudit tingkat penerapan Teori Organisasi Z pada BMT Agam Madani. Selanjutnya penelitian ini bertujuan merumuskan strategi meningkatkan kinerja BMT Agam Madani dengan menggunakan Teori Organisasi Z. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif. Data dikumpulkan melalui survey, kuesioner, dan indeep interview. Untuk analisis data digunakan statistik deskriptif, berupa frekuensi, prosentase dan rata-rata terhadap terhadap karakteristik informan dan skala likert bergradasi 5. Hasil penelitian menunjukan bahwa BMT Agam Madani telah cukup melaksanakan prinsip-prinsip teori organisasi Z, yang ditandai dengan nilai skor rata-rata pendapat informan 3,8, yang berarti setuju dengan pernyataan pendapat informan tentang pelaksanaan teori organisasi Z. Namun, prinsip mempertahankan orang yang bersifat skeptif belum dilaksanakan oleh BMT Agam Madani, yang dibuktikan dengan skor rata-rata pendapat informannya yang hanya 2,2
PENDIDIKAN ISLAM BAGI REMAJA (UPAYA PENGUATAN KARAKTER DENGAN PENDEKATAN AGAMA)
Pendidikan adalah usaha sadar yang dengan sengaja dirancangkan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Pendidikan juga merupakan usaha manusia untuk menumbuhkan dan mengembangkan potensi-potensi pembawaan baik jasmani maupun rohani sesuai dengan nilai-nilai yang ada di dalam masyarakat dan kebudayaan. Sedangkan pendidikan Islam adalah proses mengubah tingkah laku individu peserta didik pada kehidupan pribadi, masyarakat dan alam sekitarnya. Proses tersebut dilakukan dengan cara pendidikan dan pengajaran sebagai sesuatu aktivitas asasi dan profesi di antara sekian banyak profesi asasi dalam masyarakat. Remaja sebagai penerus generasi adalah tonggak penerus peradaban. Artikel ini membahas tentang urgensi pendidikan Islam bagi remaja sebagai upaya penguatan karakter
Implementasi Politik Hukum Islam Dalam Perumusan Piagam Jakarta
Indonesia adalah Negara yang plural dan multikultural. Akan tetapi dalam keberagaman tersebut tertanam rasa kebhinnekaan. Rasa itu benar-benar terlihat jelas pada waktu persiapan kemerdekaan Indonesia. Tokoh bangsa dari berbagai suku, bangsa dan agama saling bergandeng tangan untuk mempersiapkan kemerdekaan Indonesia, mulai dari perumusan dasar negara, hukum dasar dan naskah lainnya yang penting bagi Indonesia merdeka. Melihat perkembangan yang terjadi pada waktu itu para tokoh bangsa tersebut hanya terklasfikasi ke dalam 2 kelompok besar yaitu kelompok Islam dan kelompok Nasionalis. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap usaha dan pengaruh kelompok Islam dan masyarakat Islam dalam perkembangan politik hukum Islam di Indonesia terutama dalam perumusan Dasar Negara Indonesia merdeka khusunya Piagam Jakarta. Untuk menjawab pertanyaan tersebut dilakukan pendekatan penelitian historis, dengan mengakaji sejarah persiapan kemerdekaan Indonesia. Dengan meneliti literature yang ada, ditemukan jawaban bahwa pada awalnya rumusan dasar Negara yang termuat di dalam Piagam Jakarta telah mencerminkan adanya pengaruh politik hukum Islam. Akan tetapi kemudian terjadi perubahan berdasarkan konsensus tokoh-tokoh bangsa dengan alasan keutuhan bangsa dan Negara. Hasil kajian ini diharapkan mampu memberikan kontribusi berharga untuk meujudkan cita-cita masyarakat Islam Indonesia, sehingga politik hukum Islam benar-benar mewarnai kehidupan berbangsa dan bernegara sekalipun Indonesia bukan Negara Islam
WALI NIKAH DALAM KITAB FATH AL-QADÎR KARYA IBNU HIMMAM (Tinjauan Deskriptif Analitis Tematis)
Marriage has terms and harmony that have been established both in the Qur'an and in the Hadith. One of the conditions in a marriage contract is the presence of a parent (guardian) and a representative. Trusteeship, which was originally an ancient Arab culture that eventually became the Prophet's Sunnah was an absolute requirement for women to be able to do a marriage. What is meant by guardian in marriage is someone who acts on behalf of the bride in a marriage contract. Indeed there is no single verse of the Koran that clearly (explicitly) explains the existence of a guardian in a marriage contract. But there are only verses that can be understood to require the existence of a guardian as in the letter Al-Baqarah verse 221. This article briefly describes the guardian of marriage contained in the Fath Qadir Ibn Himmam. The book of Fath al-Qadir by Ibn Himmam was chosen to be the main source of study because it was one of the monumental works of all times in the field of Islamic Sciences especially for the study of Islamic law and was born from one of the famous Jurists to the present. The story of the Fath Qadir book is explained that according to Ibn Himmam guardianship in marriage is divided into two types, namely nadab / musthab and ijbar guardianshi
NIKAH MISYAR (Analisis Maqashid asy-Syari’ah)
The marriage misyar is a marriage contract conducted by husband and wife in syar'i and meet all the terms of marriage in islamic law. But the wife sincerely gave up her right not to be fulfilled by her husband, such as living in the house and the material right as usual of marriage. This marriage has been widely studied by Muslim intellectuals from various aspects such as, such as sociological, legal, and maqashid asy-syari'ah. Among the studies of the highlights maqashid ay-syari'ah concluded that marriage misyar in line with maqashid shari'ah at the level of dharuriyah, hajjiyah and tahsiniyah. The marriage misyar just to meet the biological needs, what can be said that this marriage is compatible with maqashid asy-syari'ah especially at the level of dharuriyah? At last it can be concluded marriage misyar irrelevant to maqashid asy-syari'ah padal level dharuriyah
Efektivitas Layanan Bimbingan Kelompok Terhadap Kualitas Interaksi Sosial Anak Asuh
The problem in this study was caused by children who had problems in social interaction. The purpose of this study was to improve the quality of social interaction of foster children, namely children at the Aisyiyah Orphanage, Batusangkar Branch. This type of research is pre-experiment with type one group pre-test-post-test design. From the research carried out, the results showed that group guidance services had a significant effect on the quality of social interaction of foster children at a significance level of 1%. This means that group guidance services are effective in improving the quality of social interaction of foster children. Masalah pokok dalam penelitian ini dilaterbelakangi oleh banyaknya anak asuh yang memiliki masalah dalam interaksi sosial. Tujuan penelitian ini adalah melihat efektivitas layanan bimbingan kelompok terhadap peningkatan kualitas interaksi sosial anak asuh, yaitu anak binaan di Panti Asuhan Aisyiyah Cabang Batusangkar. Jenis penelitian ini adalah pre eksperimen dengan tipe one group pre-test-post-test design. Dari penelitian yang dilaksanakan, diperoleh hasil bahwa layanan bimbingan kelompok berpengaruh signifikan terhadap kualitas interaksi sosial anak asuh. Hal ini dibuktikan dengan hasil uji statistik bahwa thitung >ttabel pada taraf signifikan 1%. Hal ini berarti bahwa layanan bimbingan kelompok efektif dalam meningkatkan kualitas interaksi sosial anak asuh