e-Journal IAIN Bukittinggi (Institut Agama Islam Negeri)
Not a member yet
    784 research outputs found

    جهود العلماء الإندونيسيين فى ترجمة ألفاظ القرآن الكريم (الدراسة التحليلية لترجمة معانى الألفاظ العلمية الكونية القرآنية فى إندونيسيا، قضايا وحلول)

    Get PDF
    ملخص البحث ترجمة القرآن الكريم ضرورة لحاجة الناس إليها، خاصة عندما كثر العدد الذى لا يفهم لغة القرآن الكريم، ولكن لابد من وجود الضوابط الواضحة فى عملية هذه الترجمة، لأن النصوص القرآنية ليست كالنصوص الأدبية الأخرى التى كتبها الناس. ترجمة القرآن الكريم فى إندونيسيا مرت بعدة مراحل، وفى النهاية كل أشكال ترجمة القرآن الكريم فى إندونيسيا لا بد أن تراقبها لجنة معينة فى وزارة الشؤون الدينية. المشكلة الموجودة الآن أن ترجمة القرآن التابعة لوزارة الشؤون الدينية تعتبر من نوع الترجمة الحرفية كما زعمها الأستاذ محمد طالب المؤلف لترجمة القرآن الكريم التفسيرية، والترجمة الحرفية لا تأتى بالنتائج المرغوبة لدى قرائها وهي لا تستوعب دلالات الألفاظ القرآنية المطلوبة. وبعد الترجمة الحرفية للقرآن الكريم يأتى النوع الثانى من الترجمة ألا وهي الترجمة التفسيرية للقرآن الكريم الذى ألفه الأستاذ محمد طالب، وهذا النوع من الترجمة ينتقد كثيرا ما تحصل إليه الترجمة الحرفية أو المعجمية التى قام بها اللجنة الخاصة التابعة لوزارة الشؤون الدينية فى إندونيسيا. والمصحف المترجم فى إندونسيا لم يستوجب جميع متطلبات المكتشافات العلمية الكثيرة، ويزداد الأمر صعوبة فى فهم ألفاظ الآيات العلمية حول المشاهد الكونية فى القرآن الكريم، إذ أن كثيرا من ألفاظ القرآن الكريم لا يوجد لها مقابل يوازيها فى اللغات الأجنبية إلا بالمصطلحات العلمية المعروفة فى المجالات العلمية وهذا هو الذى كان الكاتب بصدده البحث عنه واقترح بالنماذج ببعض الآيات العلمية فى القرآن الكريم.. الكلمات المفتاحية :ترجمة، المكتشفات العلمية Abstrak Terjemah lafadz Al Quran dibutuhkan dan amatlah penting, apalagi semakin banyak yang tidak paham bahasa Al-Quran. Perlu aturan ketat dalam menterjemahkam lafadz Al-Quran karena teks Al Quran berbeda dengan teks lainnya yang banyak digeluti oleh manusia. Terjemah Al Quran di Indonesia berkembang melalui beberapa periode sejak tahun 60 an. Semua produk terjemah Al-Quran dewasa ini harus dibawah koodonasi lajnah khusus di Kementrian Agama. Permasalahan yang muncul dikemudian hari adalah bahwasannya terjemah yang dilakukan oleh lajnah khusus ini banyak mendapatkan kritikan dari banyak ahli diantaranya ust. Muahammad Thalib dengan munculnya terjemah yang dikenal dengan Tarjamah Tafsiriah. Meskipun demikian bentuk terjemah tersebut belum juga mampu mengcover tuntutan terjemah ayat-ayat ilmiyah yang begitu banyak. Disini penulis menawarkan beberapa sampel terjemah ayat-ayat ilmiyah dalam Al Quran-Karim Keyword: Terjemah, temuan ilmiya

    Kemampuan Masiswa Camper dalam Merekonstruksi Irisan Prisma

    Get PDF
    The each individual has different characteristics, which distinguish between individuals with one another. The each individual experiences a different process of self-development, even though at a glance or generally has certain similarities that are not small. Similarly, the development of intelligence overcomes problems or fighting forces (adversity quotient) in solving mathematical problems, especially geometry.  Adversity Quotient (AQ) is an intelligence of someone to cope with the problem.   It is the ability to face difficulties in life. This Adversity Quotient (AQ) is needed to acquire knowledge. This research aimed at exploring camper students in reconstructing prims slices. It belongs to a qualitative research. Subject of the research is a camper student chosen randomly. To collect the data, the researcher used students’ task sheet and interview. The results in this study indicate that the ability of the camper students in reconstructing prism slices is less accurate, especially in placing points P, Q and drawing not through point P and drawing    and    being made unbroken. In general or overall the ability of camper students in reconstructing prism slices is in accordance with the stages in drawing prism slices, even though there are certain parts that are not perfect. This can be overcome by increasing training in drawing and under the guidance of lecturers and friends who are more capable. The suggestion of researchers based on the results of this study is that this research can be used as a foothold when lecturers teach prism sliced material in class. Setiap individu memiliki karakteristik yang berbeda, yang membedakan antara individu yang satu dengan yang lainnya. Masing-masing individu mengalami proses perkembangan diri yang berbeda, meskipun secara sepintas atau secara umum memiliki kesamaan-kesamaan tertentu yang tidak sedikit. Demikian pula, perkembangan kecerdasan mengatasi masalah atau daya juang (adversity quotient) dalam menyelesaikan masalah matematika khususnya geometri. Adversity Quotient (AQ) adalah kecerdasan mengatasi masalah (daya juang), yaitu kecerdasan seseorang dalam menghadapi kesulitan yang menghadangnya. Kecerdasan mengatasi masalah (daya juang) ini merupakan salah satu kemampuan yang dibutuhkan dalam pemerolehan pengetahuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi kemampuan mahasiswa camper dalam merekonstruksi irisan prisma. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Subjek penelitian berjumlah satu orang mahasiswa camper yang diambil secara acak. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan Lembar Tugas Mahasiswa (LTM) dan wawancara. Hasil dalam penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan mahasiswa camper dalam merekonstruksi irisan prisma kurang akurat khususnya dalam meletakkan titik P, Q dan menggambar  tidak melalui titik P serta menggambar  dan  dibuat tidak putus-putus. Secara umum atau secara keseluruhan kemampuan mahasiswa camper dalam merekonstruksi irisan prisma sudah sesuai dengan tahapan dalam mengambar irisan prisma, walaupun ada bagian-bagian tertentu yang belum sempurna. Hal ini bisa diatasi dengan memperbanyak latihan dalam menggambar dan dibawah bimbingan dari dosen dan teman-temannya yang lebih bisa. Saran peneliti berdasarkan hasil penelitian ini adalah penelitian ini dapat dijadikan pijakan ketika dosen mengajarkan materi irisan prisma di kela

    EFEKTIFITAS TEKNIK TANDUR (TUMBUHKAN, ALAMI, NAMAI, DEMONSTRASI, ULANGI DAN RAYAKAN) PADA MATA PELAJARAN ILMU PENGETAHUAN ALAM PADA KELAS V SD NEGERI 37 OKU

    Get PDF
    Abstract: The aim of this study was to know the effectiveness of TANDUR technique (Tumbuhkan, Alami, Namai, Demonstrasi, Ulangi dan Rayakan) on the natural science subject at the fifth grade students of SD Negeri 37 OKU. The population in this exsperimental study was fifth grade students of SD163 OKU, and sample ware V.a and V.b. the data analized by using normality, homogenity, and also t-test. The results of this study was the value of t-obtain from normality test in TANDUR technique was -0,494, t-obtain in PAKEM techique was 0,1142. The value of the t-tabel was 0,05 for N=46 and 24 was 0,161 and 0,19. It concluded that TANDUR and PAKEM trchnique were below L-table so tehe data distribution was normal. The value of kai squared in dk table (2-1)=1, getting 3,841 on significant level 0,05. The value of kai squared was -8,197. It means that the T-obtain of kai squared was lower that t-table of kai squared or -8,197 2,06, so it could be concluded that TANDUR technique was more effective that PAKEM. In summary, the application of TANDUR technique was effective for natural science subject at the fifth grade students of SD Negeri 37 OKU. Keywords: Effectivity, Technique TANDUR, Learning Out Come

    Zhahirat al-Furuq al-Lughawiyyah fi al-Lughah al-'Arabiyyah wa Istisyhaduha bi al-Ayat al-Qur'aniyyah

    No full text
    العلماء قديما وحديثا يختلفون في وجود الترادف في اللغة العربية. منهم من أثبتوا وجوده ومنهم من أنكروه قائلين إن ألفاظا تبدو مترادفة لها معنى معين خاص، فظهرت الفروق اللغوية لإنكار بعضهم الترادف، لأن الاختلاف في الألفاظ عندهم يوجب الاختلاف في المعاني. فلاختلافهم في وجود الترادف وعدمه مأكّدين وجود فروق دقيقة بين ألفاظ تبدو مترادفة، أرادت الباحثة البحث في الفروق اللغوية في اللغة العربية لمعرفة أصحّ آراء العلماء استشهادا بالآيات القرآنية. هذا البحث بحث مكتبي، وهو بتحليل الكتب المتعلقة بالمشكلة المبحوثة. والمصادر الأساسية لكتابة هذا البحث هي القرآن الكريم والكتب المتعلقة بالموضوع. وطريقة جمع المعلومات بمطالعة القرآن والكتب المتعلقة بالموضوع. واستنتاجات البحث هي إن الفروق اللغوية موجودة في اللغة العربية. أكدّت الباحثة رأيها بما وجدت في القرآن الكريم عندما بحثت وتأملت معاني ألفاظ تبدو مترادفة فيه. من تلك الألفاظ: السعادة والفرح، والحمد والشكر، والأسوة والقدوة، والكمال والتمام، والفوز والفلاح. المقدمة

    PENGARUH BUDAYA ORGANISASI TERHADAP KINERJA KARYAWAN STUDI KASUS PADA BANK BRI CABANG BUKITTINGGI

    No full text
    This research aims to know the magnitude of the influence of organizational cultureon performance of employees. With respect to the above research purposes then made the hypothesis that the "alleged culture of the Organization include innovation into account risks, giving attention to every issue, results-oriented will be oriented toachieve, in all the interests of employees, aggressive in working as well as maintaining and safeguarding the stability of the work has a positive influence, strong and significantly to the performance of the employee. Based on the results of the research that has been done, it was found that organizational culture include innovation into account risks, giving attention to every issue, oriented in results that will be achieved, oriented to all interests employees, aggressive in working as well as maintaining and safeguarding the stability of the work of influential positive, strong and significantly to the performance of the employee. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya pengaruh budaya organisasi terhadap kinerja karyawan. Sehubungan dengan tujuan penelitian diatas maka dibuat hipotesa bahwa “diduga budaya organisasi meliputi inovasi memperhitungkan resiko, memberikan perhatian pada setiap masalah, berorientasi pada hasil yang akan di capai, berorientasi kepada semua kepentingan karyawan, agresif dalam berkerja serta mempertahankan dan menjaga stabilitas kerja mempunyai pengaruh positif, kuat dan signifikan terhadap kinerja karyawan. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, ditemukan bahwa budaya organisasi meliputi inovasi memperhitungkan resiko, memberikan perhatian pada setiap masalah, berorientasi pada hasil yang akan dicapai, berorientasi kepada semua kepentingan karyawan, agresif dalam berkerja serta mempertahankan dan menjaga stabilitas kerja berpengaruh positif, kuat dan signifikan terhadap kinerja karyawan

    ANALISIS TINGKAT KEPUASAN MASYARAKAT TERHADAP PELAYANAN PADA DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCACATAN SIPIL DI KABUPATEN PADANG PARIAMAN

    No full text
    One of the main functions of the government is to serve the community then the government needs to keep on improving the quality of service. The measure of the success of service delivery is determined by the level of satisfaction of the service recipient. Community satisfaction as a service recipient becomes a benchmark to assess the level of service quality provided. The participation of the public in assessing the quality of service of the government apparatus is the right step in the involvement of society towards the public service policy taken. Salah satu fungsi utama pemerintaha adalah melayani masyarakat maka pemerintah perlu terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan. Ukuran keberhasilan penyelenggaraan pelayanan ditentukan oleh tingkat kepuasan penerima pelayanan. Kepuasan masyarakat sebagi penerima pelayanan menjadi tolak ukur untuk menilai tinmgkat kualitas pelayanan yang diberikan. Partisipasi masyarakat dalam menilai kualitas pelayanan aparatur pemerintah merupakan langkah tepat dalam keterlibatan masyarakat terhadap kebijakan pelayanan publik yang diambil

    PENGARUH KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL KEPALA SEKOLAH DAN PROFESIONALISME GURU TERHADAP IMPLEMENTASI MBS PADA PESANTREN DI KABUPATEN AGAM

    Get PDF
    Leadership of madrasah headmasters and teacher professionalism are the two things that determine the successful of implementation of school-based management. This study aims at knowing the effect of headmaster transformational leadership and professionalism of teachers either individually or collectively toward the successful of the implementation of School Based Management in pesantren in Agam District. This research is done by using quantitative approach. The population of this study is all teachers of Pesantren Agam Regency, 896 people. The samples were selected by Area sampling technique and Simple random sampling, as many as 227 teachers. Data analysis using correlation and regression techniques with the help of SPSS program. The results showed that the transformational leadership of madrasah headmasters and professionalism of teachers both individually and collectively have the affect toward the implementation of School Based Management in pesantren in Kabupaten Agam. Kepemimpinan kepala madrasah dan profesionalisme guru merupakan dua hal yang menentukan keberhasilan pelaksanaan manajemen berbasis sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kepemimpinan transformasional kepala madrasah dan profesionalisme guru baik secara sendiri-sendiri maupun secara bersama terhadap keberhasilan pelaksanaan Manajemen Berbasis Sekolah pada pesantren di Kabupaten Agam. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian ini adalah seluruh guru pesantren Kabupaten Agam berjumlah 896 orang. Sampel dipilih dengan teknik Area sampling dan Simple random sampling, sebanyak 227 orang guru. Analisis data menggunakan teknik korelasi dan regresi dengan bantuan program SPSS. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan transformasional kepala madrasah dan profesionalisme guru baik secara sendiri-sendiri maupun secara bersama berpengaruh terhadap pelaksanaan Manajemen Berbasis Sekolah pada pesantren di Kabupaten Agam

    TUJUAN PENDIDIKAN DALAM LINGKUP KAJIAN TAFSIR TEMATIK PENDIDIKAN

    Get PDF
    Pendidikan merupakan kegiatan terencana, yang di dalamnya terdapat berbagai komponen, karenanya pendidikan harus memiliki tujuan yang ingin di capainya. Alquran memberi perhatian penting terhadap pendidikan salah satunya adalah tujuan. Tujuan Pendidikan dalam Alquran jika dilihat dari tujuan, fungsi, dan tugas manusia dapat disimpulkan: (1) Ubudiyah, tujuan ini mengantarkan manusia sebagai subjek didik agar mampu mengarahkan prilakunya semata-mata untuk mengabdi kepada Allah. (2) khalifah fi al-Ardh, tujuan pendidikan pada bagian ini harus mampu memberikan dan membentuk pribadi manusia menjadi pribadi yang mampu mengemban misi memakmurkan bumi dengan acuan nilai-nilai Ilahiah. (3) Membina dan mengembangkan fitrah manusia, tujuan pendidikan pada bagian ini diarahkan untuk mampu mengintegrasikan seluruh potensi yang dimiliki manusia sebagai subjek didik, baik itu potensi jasmani maupun potensi rohani untuk mewujudkan sosok insan paripurna yang mampu melakukan dialektika aktif pada semua potensi yang dimilikinya. (4) Rahmatan lil’alamin, tujuan pendidikan mengantarkan subjek didik agar keberadaannya menjadi rahmat bagi segenap alam, baik bagi sesama manusia, hewan, dan alam sekitarnya dengan mengacu pada nilai-nilai Ilahiah. (5) Memperoleh kesejahteraan dunia dan akherat. Tujuan pendidikan dalam Alquran intinya adalah membina manusia sehingga mampu menjalankan fungsinya sebagai hamba Allah dan khalifahnya dengan memaksimalkan potensinya untuk membangun dunia sesuai dengan konsep yang ditetapkan Allah

    PROFIL PENDIDIK DALAM LINGKARAN TERMINOLOGI AYAT-AYAT ALQURA

    Get PDF
    Pendidik atau Guru menjadi komponen terpenting dalam sebuah sistem pendidikan karena guru ibarat menjadi jantung yang mengedarkan darah ke seluruh jaringan tubuh, begitu pula posisi guru yang menjadi sentral transformasi, internalisasi dan eksternalisasi nilai-nilai dan materi pendidikan dalam sebuah sistem pendidikan. Kajian tentang pendidik atau guru baik dalam ranah konseptual maupun ranah aktual selalu menarik dan penting dilakukan terutama oleh para ahli atau intelektual yang concern dengan pendidikan. Makalah ini disusun juga sebagai bagian dari upaya intelektual untuk menjelaskan konsep pendidik dalam perspektif Alquran. Beberapa sub pokok kajian yang akan penulis jelaskan antara lain: pengertian pendidik, subjek-subjek pendidik yang tertuang dalam Alquran berikut tafsir terhadap ayat-ayat yang membicarakan konsep pendidik tersebut, dan beberapa karakter ideal pendidik dalam konteks pendidikan Islam

    MEROKOK DALAM TINJAUAN HUKUM ISLAM (Studi Nash-Nash Antara Haram Dan Makruh)

    No full text
    Rokok pada awalnya berupa tembakau yang dibakar dan dihisap melalui sebuah pipa. Kegiatan ini awalnya dilakukan pada saat berkumpulnya beberapa suku untuk mempererat hubungan antar suku yang berbeda. Di Indonesia, merokok sudah menjadi hal yang biasa secara turun temurun. Pada artikel ini, penulis akan mencoba untuk mengkaji hukum tentang merokok. Karena fenomena yang kita saksikan saat ini dirasa sudah cukup untuk membuktikan bahwa rokok sudah menjadi kebutuhan sebagian masyarakat indonesia saat ini dan ada juga yang memakainya sebagai sampingan saja. Berangkat dari berbagai dalil yang telah dipaparkan sebelumnya baik dari Alquran maupun Hadis serta beberapa pendapat Ulama tentang dalil-dalil tersebut, maka penulis menyimpulkan bahwa hukum merokok bersifat kasuistis. Adakalanya dapat dikatakan haram dan adakalanya bersifat makruh tanzih

    293

    full texts

    784

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    e-Journal IAIN Bukittinggi (Institut Agama Islam Negeri)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇