e-Journal IAIN Bukittinggi (Institut Agama Islam Negeri)
Not a member yet
784 research outputs found
Sort by
Mathba’ah Islamiah di Minangkabau: Sejarah Sebuah Penerbit Islam Melintasi Tiga Zaman (1924-1972)
This article wants to know the history and development of the Mathba'ah Islamiah publisher from its early days until it disappeared from the circulation of its publishing and printing world. In the 20th century, there were many publishers and printers in Bukittinggi. This arose in response to requests for reading material from educated people connected with schools' growing bloom in several places in West Sumatra. Publishing and printing work was carried out by colonial circles and Western intellectuals and involved natives from within the Muslim faith. The research method used is the historical research method. From the research results, it was found that the publishing of Mathba'ah Islamiah was a publication founded by H.M.S Sulaiman on the advice of the elderly scholars, Syekh Sulaiman Arrasuli, Syekh Muhammad Jamil Jaho and Syekh Abbas Qadhi Lading Laweh. This publication published the works of Minangkabau clerics and books used in the Madrasas of the Old People at that time. Not only publishing books, but the Mathba'ah Islamiah publisher also printed the Koran and its translations sent to various regions in Sumatra and even reached several parts of the archipelago.Artikel ini hendak mengetahui sejarah dan perkembangan penerbit Mathba’ah Islamiah sejak masa awal hingga hilang dari peredaran dunia penerbitan dan percetakan Tanah Air. Pada abad ke-20 terdapat banyak penerbit dan percetakan di Bukittinggi. Hal Penerbitan ini timbul sebagai tanggapan atas permintaan bahan bacaan dari orang terdidik dalam hubungannya dengan tumbuh mekarnya sekolah-sekolah di sejumlah tempat di Sumatera Barat. Kerja penerbitan dan percetakan tidak saja dilakukan oleh kalangan kolonial dan kaum terdirik Barat, tetapi juga melibatkan kaum pribumi dari kalangan agama Islam. Metode penelitian yang digunakan ialah metode penelitian sejarah. Dari hasil penelitian ditemukan bahwa penerbitan Mathba’ah Islamiah adalah penerbitan yang didirikan oleh H.M.S Sulaiman atas anjuran dari ulama kaum tua Syekh Sulaiman Arrasuli, Syekh Muhammad Jamil Jaho dan Syekh Abbas Qadhi Lading Laweh. Penerbitan ini menerbitkan karya-karya ulama Minangkabau dan juga kitab-kitab yang dipakai di madrasah-madrasah Kaum Tua ketika itu. Tak hanya menerbitkan buku-buku saja penerbit Mathba’ah Islamiah ini juga mencetak Al-Quran dan terjemahannya yang dikirim ke berbagai daerah di Sumatra bahkan menjangkau beberapa daerah Nusantara.
Islamic Law and Gender: The Collapse of the Oligarchical-Patriarchal Culture in the Konawe Region of Southeast Sulawesi
This article focuses on the efforts of women in the Konawe Region of Southeast Sulawesi who seek to gain an egalitarian position in the midst of oligarchical-patriarchal culture. Divorce claims as a trend of regional social become the main discourse on the dynamics of marriage law – in this context of Islamic law perspective. It is ordinarily for this research to use a qualitative approach aimed at forming substantive theories based on the concept of empirical data. The informants of this article were determined using a purposive technique, data collection techniques using in-depth interviews and participant observation, and the interactive model of Miles and Hubermann was used as a data analysis model. This research conclusively found that the power of oligarchic-patriarchal culture lies and legitimized by the interpretation of Islamic religious texts from the Qur’an and Sunnah. This effort also appears massive in the form of "rebellious" actions such as divorce to form an asymmetrical culture. This research examined this pattern in terms of asymmetric gender, namely the movement egalitarian of women who are incompatible with the ideals of male superiority in patriarchal-culture religion.Artikel ini fokus pada upaya perempuan masyarakat Daerah Konawe Sulawesi Tenggara yang berusaha mendapatkan posisi egaliter di tengah budaya oligarkis-patriarkis. Gugat cerai sebagai tren kemasyarakatan daerah tersebut menjadi diskursus utama dinamika hukum pernikahan –dalam konteks ini perspektif hukum Islam. Lazim apabila riset ini menggunakan pendekatan kualitatif yang ditujukan pada pembentukan teori substantif berdasarkan konsep data empiris. Informan artikel ini ditentukan dengan teknik purposive, teknik pengumpulkan data menggunakan wawancara mendalam dan observasi partisipan, dan model interaktif Miles dan Hubermann dijadikan sebagai model analisis data. Riset ini secara konklutif menemukan, keperkasaan budaya oligarkis-patriarkis ada serta dilegitimasi oleh penafsiran terhadap teks-teks keagamaan Islam dari Qur’an dan Sunnah. Upaya ini pun masif muncul dalam bentuk tindakan “memberontak” seperti gugat cerai hingga membentuk budaya asimetris. Riset ini mengistilahkan pola tersebut dengan istilah gender asimetris, yaitu gerakan egaliter kaum perempuan yang tidak kesesuaian dengan cita superioritas laki-laki di budaya patriarkis-religiu
Religious Expression of Hijrah Celebrity: Accommodating Protest and Political Economy of Public Piety
The hijrah campaign or massive movement that invites Muslims to become a better person by practicing religious teachings is more vigorously voiced in the digital era, including on social media, as we can find on ‘detiknews’ that the hastag #hijrah in the instagram search box more than 1,7 million posts. The hijrah account on facebook has also been followed by more than 300 thousand accounts. This phenomenon cannot be denied also by the artists, because this phenomenon is massive in the middle to upper class, who have the opportunity to consume issues trending or viral on social media. The trend in hijrah activities also influenced a series of celebrities who decided to hijrah with different processes. I assume that celebrities who do hijrah actually want not only to show their new religious expression by showing their peity to the public but also to be a form of ‘accomodating protest’ that before they decide to hijrah, there is a kind of bullying that is the emergence of stigmas of a fear of a decline in their image in public when an artist hijrah with his new hijab style, but instead there is a kind of resistance that celebrities want to come out to public that they can still exist in even though wearing the hijab. There is also an political economic strategy played by the artists by making some innovations such as halal industry. This is their target because the trends have been becoming a massive consumerism trend by the millenial Muslim middle class, which is believed to be economic booster of the 21st century. Kampanye hijrah atau gerakan massif yang mengajak kaum Muslim untuk menjadi pribadi yang lebih baik dengan menjalankan ajaran agama semakin gencar disuarakan di era digital. di era digital, termasuk di media sosial, sebagaimana dapat kita temukan di ‘detiknews’ bahwa tagar #hijrah di kotak pencarian instagram terdapat lebih dari 1,7 juta postingan, akun hijrah di facebook juga sudah diikuti lebih dari 300 ribu akun. Fenomena ini tidak bisa dinafikan juga dari kalangan artis, karena fenomena ini masif ditemui di kalangan kelas menengah ke atas yang berkesempatan mengonsumi isu-isu yang menjadi tren atau viral di media sosial. Tren aktivitas hijrah ini pun mempengaruhi sederet selebriti yang memutuskan untuk hijrah dengan proses yang berbeda-beda. Saya berasumsi bahwa selebriti yang melakukan hijrah sebenarnya tidak hanya ingin menunjukkan ekspresi keberagamaan barunya dengan menunjukkan kesalehannya terhadap publik, tetapi juga sebagai sebuah bentuk ‘accomodating protest‘ bahwa sebelum mereka memutuskan untuk hijrah ada sejenis bully-an yaitu munculnya stigma-stigma ketakutan menurunnya citra mereka di hadapan publik ketika seorang artis melakukan hijrah dengan style hijab barunya, tetapi justru ada semacam perlawanan yang ingin ditunjukkan oleh para selebriti kepada masyarakat bahwa mereka tetap bisa eksis walaupun memakai jilbab dan juga ada strategi politik ekonomi yang dimainkan oleh artis-artis hijrah tersebut dengan membuat inovasi-inovasi industri halal, tren hijab yang semakin down-to-earth, dan yang lainnya. Industri halal tersebut menjadi sasaran mereka karena tren tersebut menjadi tren konsumerisme yang masif oleh kelas menengah Muslim milenial yang diyakini sebagai penggerak ekonomi abad-21
Harakatul Jannah Mosque: Minang Identity and Islamic Mission in Diaspora (Rantau)
This article discusses the efforts to strengthen cultural and ethnic identity the Minang people in diaspora (rantau), specifically in the context of the Harakatul Jannah mosque in Gadog, Ciawi, Bogor, West Java. In addition to being a symbol of the acculturation Minangkabau culture in the local community, this mosque preserves the social and religious institutions of Minangkabau custom in diasporic lands. This study uses a qualitative method. Data collection is done not only through literature review but also through direct observation. Analysis of collected data is based on heuristic, verification, interpretation, and historiographical techniques. This study finds that through the Harakatul Jannah mosque, the diasporic community from Minangkabau is able to relive the Minang tradition in social activities, education, as well as architecture. Combining European and Middle Eastern styles with traditional styles, this mosque was constructed without losing Minangkabau cultural characteristics, which are reflected in several elements, such as the Bundo Kanduang Gate, the Hajjah Tower, and the Majlis of Shaykh Ahmad Khatib al-Minangkabawi. These are manifestations of archipelago culture in architecture. In the field of education, the activities of the students and the community of the mosque shows many similarities with the Islamic intellectual tradition of 19th century Minangkabau. All educational and religious activities in the mosque aim at preserving and strengthening the Minang cultural identity in diasporic lands.Artikel ini membahas tentang penguatan identitas budaya dan kesukuan orang Minang di tanah rantau melalui Masjid Harakatul Jannah di Gadog, Ciawi, Bogor. Selain menjadi simbol akulturasi budaya Minangkabau, masjid ini menjadi jejak pranata sosial keagamaan pamangku adat Minangkabau di ranah rantau. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Pengumpulan data dilakukan selain melalui kajian kepustakaan juga observasi langsung. Berdasarkan penelitian yang dilakukan ditemukan bahwa melalui masjid Masjid Harakatul Jannah, para perantau dari Minangkabau menghidupkan tradisi Minang baik dalam aktivitas sosial, pendidikan, dan keagaman maupun arsitektur bangunan. Manifestasi arsitektur itu di antaranya menggabungkan gaya Eropa dan Timur Tengah dengan gaya tradisional pada bangunan mesjid. Hal ini tercermin dalam beberapa elemen masjid, seperti pintu Bundo Kanduang, Tower haji, dan Majlis Shaykh Ahmad Khatib al-Minangkabawi. Sementara itu dalam bidang pendidikan, aktivitas model surau yang dimodifikasi menunjukkan kemiripan dengan tradisi intelektual Islam di Minangkabau abad ke-19. Dengan demikian, arsitek bangunan dan aktivitas keagamaan di masjid tersebut merupakan bentuk penguatan identitas budaya Minang di tanah rantau.
Peningkatan Motivasi Belajar Menggunakan Contextual Teaching and Learning di Madrasah Ibtidaiyah Swasta Raudhatul Mujawwidin Tebo
This research was motivated by a low learning motivation of the second-grade students of MIS Raudhatul Mujawwidin on Akidah Akhlak subject. The purpose of this study was to analyze the increase of students’ learning motivation in the Akidah Akhlak subject by using Contextual Teaching Learning (CTL) approach. The research approach was qualitative with the two-cycle action research method of Kemmis and Taggart. The results showed that: first, the level of students’ learning motivation in the Akidah Akhlak subject increased from 36.84 per cent to 64.69 per cent with the use of the CTL approach in the first cycle. This means that the use of CTL is a sufficient solution to overcome the low motivation of student learning, so that it remains used as an action variable for Cycle II. Second, the level of motivation of students in the Akidah Akhlak subject, using the CTL approach, increased to 82.89 per cent in the second cycle. Out of the six indicators of the student's learning motivation, only one indicator is in the category of "moderately motivated," that is, the indicator of learning appreciation. This shows that the use of the CTL approach can increase the motivation of students in learning Akidah Akhlak in the second class of MIS Raudhatul Mujawwidin, particularly on the material of "beriman kepada Allah." Evidence shows that almost all indicators of student motivation for learning are in the category of "highly motivated." Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya motivasi belajar siswa di kelas II MIS Raudhatul Mujawwidin pada mata pelajaran akidah akhlak. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis peningkatan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran akidah akhlak dengan pendekatan CTL. Pendekatan penelitian yaitu kualitatif dengan metode action research melalui model Kemmis and Taggart dengan dua siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Pertama, tingkat motivasi belajar siswa pada mata pelajaran akidah akhlak dengan pendekatan CTL di siklus I meningkat menjadi 64,69% dari sebelumnya hanya 36,84%. Hal ini berarti bahwa penggunaan pendekatan CTL cukup menjadi solusi dalam mengatasi rendahnya motivasi belajar siswa, sehingga tetap dijadikan sebagai variabel tindakan untuk siklus II. Kedua, tingkat motivasi belajar siswa pada mata pelajaran akidah akhlak dengan pendekatan CTL di siklus II meningkat menjadi 82,89%. Dari keenam indikator motivasi belajar siswa, hanya satu indikator yang berada dikategori “cukup termotivasi”, yaitu indikator penghargaan dalam belajar. Hal ini menunjukkan bahwa penerapan pendekatan CTL dapat meningkatkan motivasi belajar siswa di kelas II MI Raudhatul Mujawwidin pada mata pelajaran akidah akhlak materi beriman kepada Allah yang dibuktikan dari hampir semua indikator motivasi belajar siswa berada pada kategori “sangat termotivasi”
Aplikasi Mobile Learning Sebagai Sarana Pembelajaran Abad 21 bagi Pendidik dan Peserta Didik di era Revolusi Industri 4.0
The first to fourth industrial revolution has resulted in changes in the learning process of today. Learning in a person which was limited in space and time, with the development of technology, has led to the transition of a learning process that can take place anywhere and at any time. The aim of the research was to find the literature on mobile learning and its application in the 21st century learning process by educators and students and the devices used. This literature review research has shown that the use of mobile technology has influenced the development of mobile learning applications as a means of learning in the 21st century. Mobile learning applications can be used by educators and students if they are connected to the Internet. Developing a mobile application requires educators to be able to use it. Vice versa, students can use this application to build their knowledge of the material they need. Researchers concluded that learning through mobile learning has led to changes in educators and student thinking; how to work; the level of technology mastery; and the ability to adapt and survive in the outer environment Revolusi industri pertama sampai dengan keempat mengakibatkan perubahan pada proses pembelajaran pada zaman sekarang. Pembelajaran pada diri seseorang yang dulunya dibatasi oleh ruang dan waktu, dengan perkembangan teknologi menyebabkan terjadinya peralihan proses pembelajaran yang bisa terjadi kapanpun dan dimanapun. Adapun tujuan penelitian berupa mencari literatur tentang mobile learning dan pengaplikasiannya dalam proses pembelajaran di abad 21 oleh pendidik dan peserta didik dan tools yang digunakan. Jenis penelitian yang digunakan berupa literature review. Hasil penelitian yang diperolah dari literature yang didapatkan bahwa penggunaan teknologi mobile berdampak pada berkembangnya aplikasi mobile learning sebagai sarana dalam proses pembelajaran pada abad 21. Aplikasi mobile learning dapat digunakan oleh pendidik dan peserta didik asalkan terhubung dengan internet. Perkembangan aplikasi mobile mengakibatkan pendidik harus memiliki kemampuan untuk menguasai penggunaannya. Begitu juga sebaliknya peserta didik dapat memanfaatkan aplikasi ini dalam membangun pengetahuan mereka terhadap suatu materi yang dibutuhkan. Kesimpulan yang peneliti dapatkan pada penelitian ini yaitu: Pembelajaran dengan menggunakan mobile learning mengakibatkan perubahan yang terjadi pada pendidik dan peserta didik terhadap cara berpikir; cara bekerja; tingkat penguasaan teknologi yang ada dan kemampuan untuk beradaptasi dan bertahan hidup pada lingkungan luar
Sekoper Cinta: Solusi Peningkatan Kualitas Perempuan di Tatar Sunda
West Java for the past three years has been included in the top three provinces with the highest number of divorces and the highest rate of child violence. Ridwan Kamil and the Chief of the West Java PKK launched 'Sekoper Cinta' or women's school held by the DP3AKB which make an affort to empower women to achieve equality , participation, access, roles, benefits and control between women and men in all fields. This school has held a graduation ceremony for 2,700 women on October 22, 2019. This program is held to improve the quality of women so they can reduce the rate of divorce and violence against children. So, how is this program carried out in West Java, can it reduce the existing divorce rate? Can it be applied in other areas as a solution to protect women and children? In fact, Sekoper Cinta is able to make women and mothers more empowered and qualified with a lot of materials that encourage family resilience and economic independence, so that if applied it will certainly be able to reduce the divorce rate in West Java and this program can be used as guidelines and examples for other areas because the results are able to give freedom to women from gender injustice. Jawa Barat selama tiga tahun terakhir ini termasuk ke dalam tiga besar provinsi dengan jumlah perceraian terbanyak dan angka kekerasan anak terbesar. Ridwan Kamil beserta Ketua PKK Jawa Barat meluncurkan ‘Sekoper Cinta’ atau Sekolah Perempuan Capai Impian dan Cita-Cita sebagai sekolah khusus perempuan yang diadakan oleh Pemprov Jawa Barat dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) yang berupaya dalam memberdayakan para perempuan demi mewujudkan kesetaraan, partisipasi, akses, peran, manfaat, dan kontrol antara perempuan dan laki-laki di semua bidang. Sekolah ini telah mengadakan wisuda bagi 2.700 perempuan pada 22 Oktober 2019 lalu. Program ini diadakan sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas perempuan sehingga dapat menekan angka perceraian dan kekerasan terhadap anak. Maka, bagaimana program ini dilakukan di Jawa Barat, apakah dapat menekan angka perceraian yang ada? Apakah mampu diterapkan di wilayah lain sebagai solusi melindungi kaum perempuan dan anak? Ternyata, Sekoper Cinta mampu membuat perempuan dan ibu-ibu lebih berdaya dan berkualitas dengan sekian banyak materi yang mendorong kepada ketahanan keluarga dan kemandirian ekonomi, sehingga jika diaplikasikan tentu akan mampu menekan angka perceraian yang ada di Jawa Barat dan program ini dapat dijadikan pedoman serta contoh bagi wilayah lainnya karena hasilnya yang mampu memberi kebebasan kepada perempuan dari ketidakadilan gender
Penerapan Akuntansi Pondok Pesantren (Studi pada Koperasi Pondok Pesantren Al Hasyimi Kabupaten Pekalongan)
Islamic boarding schools are religious educational institutions that must be of high quality with proper infrastructure and economic facilities such as Islamic boarding school cooperatives. Islamic boarding school cooperative is an economic institution that is engaged in the scope of Islamic boarding school. As an economic institution, it is compulsory for cooperatives to be able to apply financial management appropriately. Often Islamic boarding school cooperatives do not pay too much attention to financial management in depth due to limited knowledge and experience in financial recording. In fact, financial records greatly affect financial management in Islamic boarding school cooperatives. This study aims to examine the application of accounting in the Al Hasyimi Islamic boarding school cooperative and its compliance with applicable accounting standards, and to determine the importance of accounting for an institution. This study used a qualitative descriptive research method with interviews, observation and documentation. The findings of this study reveal that accounting in the Al Hasyimi Islamic boarding school cooperative has implemented accounting even though it is not yet perfect. It is necessary to make accounting improvements to comply with applicable accounting standards by learning and evaluating the records that have been applied.Pondok pesantren merupakan lembaga pendidikan keagamaan yang semestinya memberikan kualitas yang layak dalam fasilitas infrastruktur fasilitas perekonomian seperti koperasi pondok pesantren. Koperasi pondok pesantren adalah sebuah lembaga perekonomian yang bergerak di ruang lingkup pondok pesantren yang diwajibkan untuk bisa menerapkan pengelolaan keuangan secara layak. Pengelolaan keuangan yang layak bisa diwujudkan dengan pencatatan keuangan yang baik dan sesuai dengan Standar Akuntansi yang berlaku. Seringkali koperasi pondok pesantren tidak terlalu memperhatikan pengelolaan keuangan secara mendalam dikarenakan keterbatasan keilmuan dan pengalaman dalam pencatatan keuangan. Padahal, pencatatan keuangan sangat berpengaruh terhadap pengelolaan keuangan di koperasi pondok pesantren. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti bagaimana penerapan akuntansi yang berlaku dan kesesuaiannya dengan standar akuntansi di koperasi pondok pesantren Al Hasyimi., serta untuk mengetahui pentingnya akuntansi bagi sebuah lembaga. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Akuntansi pondok pesantren adalah suatu proses penyusunan laporan keuangan secara umum untuk menghasilkan informasi keuangan dengan mempertimbangkan karakteristik dan sifat dari pondok pesantren. Temuan penelitian ini mengungkap bahwa akuntansi yang terdapat di koperasi pondok pesantren Al Hasyimi telah menerapkan akuntansi walaupun belum sempurna. Perlunya melakukan penyempurnaan akuntansi agar sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku dengan melakukan pembelajaran dan mengevaluasi pencatatan yang telah diterapkan
Analisis Biaya Produksi dan Keuntungan Bagi Peternak Muslim di Kawasan Sentra Produksi (KSP) Payakumbuh Sumatera Barat
This study aims to describe the advantages of the Payakumbuh Production Center Area (popular as KSP) as a suitable production area in terms of production cost efficiency and business profits obtained by Muslim stockbreeder in the Payakumbuh area of West Sumatra. The study was conducted on Payakumbuh KSP and as comparative data taken business locations that are outside Payakumbuh KSP. The data used are primary data obtained from laying hens breeders. The total number of breeders in the KSP location was made as research objects i.e. 67 people and as a comparison data using 67 farmers who had business locations outside the KSP. The analyszed data using statistics with different test formulations between the two business locations. The results showed that there was no characteristic difference between breeders who tried at the Payakumbuh KSP business location and outside the Payakumbuh KSP. Based on the difference test between the two business locations, there is a significant difference in production costs and business profits obtained between breeders located on the Payakumbuh KSP and outside the Payakumbuh KSP. This study recommends the importance of the Payakumbuh KSP in determining the sustainability of the business run by breeders. Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan keunggulan Kawasan Sentra Produksi (KSP) Payakumbuh sebagai kawasan produksi yang sesuai dari segi efisiensi biaya produksi dan keuntungan usaha yang diperoleh para peternak muslim di daerah Payakumbuh Sumatera Barat. Studi dilakukan di KSP Payakumbuh dan sebagai data pembanding diambil lokasi usaha yang berada di luar KSP Payakumbuh. Data yang digunakan merupakan data primer yang diperoleh dari peternak ayam petelur. Jumlah total peternak di lokasi KSP dijadikan sebagai objek penelitian yaitu 67 orang dan sebagai data pembanding menggunakan 67 peternak yang memiliki lokasi usaha di luar KSP. Data dianalisis menggunakan statistik dengan formulasi uji yang berbeda antara dua lokasi usaha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan karakteristik antara peternak yang mencoba di lokasi usaha KSP Payakumbuh dengan di luar KSP Payakumbuh. Berdasarkan uji beda antara kedua lokasi usaha, terdapat perbedaan yang signifikan antara biaya produksi dan keuntungan usaha yang diperoleh antara peternak yang berada di KSP Payakumbuh dan di luar KSP Payakumbuh. Studi ini merekomendasikan pentingnya keberadaan KSP Payakumbuh dalam menentukan kelangsungan usaha yang dijalankan oleh para peternak
Pengaruh Islamic Human Capital dan Pengembangan Karir terhadap Kinerja Karyawan Bank Syariah
This study aims to measure the effect of Islamic Human Capital and career development on the performance of Islamic Bank employees in Pasaman district. This research was a causality research with a quantitative approach based on statistical data and empirical data at the research location. The population in this study were employees of Islamic Banks in Pasaman district. Sampling was carried out by total sampling, consisting of Bank Syariah Mandiri, Bank Syariah BTPN and Bank Nagari Syariah, as many as 32 people. Data were collected using questionnaires, observation and documentation. Based on the results of the data analysis, it appears that Islamic Human Capital has a positive effect on employee performance (p-value = 0.000). While the career development variable does not have a positive and significant effect on employee performance (p-value = 0.589). Simultaneously, the Islamic Human Capital variable and career development have an effect on employee performance (p-value = 0.000). The findings of this study reveal the importance of improving Islamic Human Capital and career development efforts in improving the performance of Islamic Bank employees, especially in Pasaman districtPenelitian ini bertujuan untuk mengukur pengaruh Islamic Human Capital dan pengembangan karirterhadap kinerja karyawan Bank Syariah di Kabupaten Pasaman. Penelitian ini merupakan penelitian kausalitas dengan pendekatan kuantitatif berdasarkan data statistik dan data empiris di lokasi penelitian. Populasi dalam penelitian ini adalah karyawan dari Bank Syariah yang terdapat di Kabupaten Pasaman. Penarikan sampel dilakukan dengan total sampling, yang terdiri dari Bank Syariah Mandiri, Bank Syariah BTPN dan Bank Nagari Syariah, sebanyak 32 orang. Teknik pengumpulan data adalah dengan metode kuesioner, observasi dan dokumentasi, Berdasarkan hasil analisis data terlihat bahwa Islamic Human Capital berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan (p-value = 0,000). Sedangkan variabel pengembangan karir tidak berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan (p-value = 0,589). Secara simultan, variabel Islamic Human Capital dan pengembangan karir berpengaruh terhadap kinerja karyawan (p-value = 0.000). Temuan penelitian ini mengungkap pentingnya perbaikan Islamic Human Capital dan dan upaya pengembangan karir dalam meningkatkan kinerja karyawan Bank Syariah, terutama di kabupaten Pasama