e-Journal IAIN Bukittinggi (Institut Agama Islam Negeri)
Not a member yet
    784 research outputs found

    Application of the Fuzzy Sugeno Method in a Decision Support System for Teacher Performance Assessment

    No full text
    The teacher is a professional educator who has essential duties, functions, and roles in the nation's intellectual life. In order for the functions and duties attached to the functional positions of teachers to be carried out following applicable regulations, it is necessary to assess teacher performance which ensures a quality learning process at all levels of education. Currently, teacher performance evaluation uses a manual assessment system, which causes the evaluation process to be relatively long. For this reason, a decision support system is needed that can take into account all the criteria that support decision making in order to assist, speed up and simplify the decision-making process. In determining teacher performance assessment, the method used is Fuzzy Takagi-Sugeno Kang (Fuzzy Sugeno). This method was chosen because the Fuzzy Sugeno method is a decision support model where the main input uses the basic concept of finding the weighted summation. The Fuzzy Sugeno method for assessing teacher performance uses three stages: the Fuzzification Stage, the Implication Function Stage, and the Defuzzification Stage. The level of validity with Sugeno's Fuzzy Inference Systems (FIS) method for assessing teacher performance is very good

    Nahdlatul Ulama, Education, and Da'wah: Tuan Mukhtar Muda Nasution's Contribution in South Tapanuli

    No full text
    This article aims to analyze the contribution of Tuan Mukhtar Muda Nasution to the Nahdlatul Ulama (NU) organization, education, and da'wah, especially in the South Tapanuli region, North Sumatra. In the midst of Tuan Mukhtar’s achievement, researchers have not mentioned much about his contribution. He is also not well known within the NU organization and the wider community in North Sumatra. This study uses a social history approach with the main source coming from the autobiography of Tuan Mukhtar Muda Nasution and other books he has written such as Sejarah Singkat Nahdlatul Ulama and supported by data from interviews with his friends and students. The results of this study indicate that Tuan Mukhtar was an educated man from the Mandailing tribe, who studied at the intellectual center of the early 20th-century Sunni tradition in the land of the Hijaz. In North Sumatra, Tuan Mukhtar is an icon of Islamic religious education, especially among pesantren (Islamic boarding schools). In Nahdlatul Ulama in North Sumatra, he was once the Mustasyar of PBNU and Syuriah of PWNU of North Sumatra. As for the field of da'wah, he is highly appreciated because he is widely known as a cleric who contributed to Islam in South Tapanuli. This study presents a broader elaboration of Tuan Mukhtar based on new and reliable sources.Artikel ini bertujuan untuk menganalisis kontribusi Tuan Mukhtar Muda Nasution terhadap organisasi Nahdlatul Ulama (NU), pendidikan, dan dakwah, khususnya di wilayah Tapanuli Selatan, Sumatra Utara. Di tengah pencapaian Tuan Mukhtar, para peneliti belum banyak meneliti tentang kontribusinya. Ia juga kurang dikenal baik dalam organisasi Nahdlatul Ulama dan masyarakat luas di Sumatera Utara. Studi ini menggunakan pendekatan sejarah sosial dengan sumber utama berasal dari autobiografi karya Tuan Mukhtar Muda Nasution dan buku-buku lain yang ditulisnya seperti Sejarah Singkat Nahdlatul Ulama, serta didukung oleh data wawancara dengan para sahabat dan murid-muridnya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Tuan Mukhtar adalah seorang terpelajar dari suku Mandailing, yang belajar di pusat intelektual dari tradisi Sunni awal abad ke-20 di tanah Hijaz. Di Sumatra Utara, Tuan Mukhtar merupakan ikon tokoh pendidikan agama Islam, terkhusus di kalangan pesantren. Dalam Nahdlatul Ulama di Sumatera Utara, ia pernah menjabat sebagai Mustasyar PBNU dan Syuriah PWNU Sumatera Utara. Adapun dalam dunia dakwah, ia sangat dihargai sebab dikenal luas sebagai ulama yang berkontribusi terhadap Islam di Tapanuli Selatan. Studi ini menyajikan elaborasi yang lebih luas dari Tuan Mukhtar berdasarkan sumber baru dan tepercaya

    Pendampingan Bimbingan Belajar sebagai upaya Meningkatkan Pemahaman Konsep Peserta Didik dalam Belajar dimasa Pandemi Covid-19

    No full text
    Virus corona yang melanda dunia, salah satunya adalah Indonesia memberikan dampak yang terihat nyata diberbagai bidang diantaranya ekonomi, sosial, pariwisata dan yang paling penting di bidang pendidikan. Pelaksanaan pendidikan di Indonesia dalam masa pandemi Covid-19 mengalami beberapa perubahan yang terlihat nyata. Pengabdian masyarakat ini menggunakan metode pengabdian masyarakat berbasis Partisipatory Action Research (PAR) yang dilaksanakan di MDA Al-Huda Dusun Cikoranji Desa Tanjungkerta Kecamatan Pagerageung Kabupaten Tasikmalaya dengan program kegiatan bimbingan belajar. Pelaksanan bimbingan luring kepada siswa tingkat sekolah dasar dengan tujuan untuk membantu kesulitan peserta didik. Bimbingan dilakukan dengan cara memberikan bimbingan dalam bentuk pemantapan atau pengulangan kembali materi yang sudah diajarkan dalam pembelajaran daring, pemberian tugas, serta membatu kesulitan peserta didik dalam mengerjakan tugas sekolah (PR). Kegiatan pengabdian masyarakat ini dipandang dapat untuk meningkatkan pemahaman konsep peserta didik dan dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik. Kegaiatan pendampingan bimbingan belajar ini memberikan dampak bagi motivasi peserta didik dalam belajar dan juga berdampak bagi mengurangi beban orang tua dalam membantu anak-anaknya dalam mengatasi kesulitan belajar khususnya bagi orang tua yang memiliki keterbatasan ilmu, pengetahuan dan pengalaman dalam membelajarkan anak-anaknya

    Cooperation System of Gaduh Sapi in Fiqh Mu’āmalah in Tanjung Kulon Kajen Village Pekalongan

    No full text
    This study aims to describe the “gaduh sapi” collaboration in terms of practice and review of mu’āmalah fiqh in Tanjung Kulon Village, Kajen Country, Pekalongan District. This research is using descriptive qualitative research. The sources used in this study are data from interviews, observations, documentation, and literature data. The subjects of this study were cattle managers and owners of capital. Data collection techniques used non-participant observation methods, structured interviews, and documentation. The data analysis used is qualitative by using the deductive method. The study results show that the practice of “gaduh sapi” in Tanjung Kulon Village follows the habits of the village community both in terms of how to manage, provide capital, and share profits. The model of rowdy practice is carried out with two events, namely fattening and breeding. The “gaduh sapi” collaboration carried out by the community as a means of helping. The practice of “gaduh sapi” cooperation carried out by the community is in accordance with the rules of fiqh mu’āmalah, namely using a muḍārabah contract. Because the capital owner gives the business manager the freedom to manage his business, develop it without limiting the type, time, and place. The capital used in this rowdy cooperation practice is goods, namely cows. This follows one of the conditions for muḍārabah capital: it can be in the form of money or goods that are valued (cows are included). So that at the end of time the distribution of results can be distinguished from profits. Where cattle capital remains the right of the owner of the capital, then the fattening and breeding results are shared. The provisions of the benefits carried out by the people of Tanjung Kulon Village are by the rules of al-ghunmu bi al- ghurmi (risks are balanced with benefits). This study also confirms that there are no contracts containing gharar in the “gaduh sapi” practice.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan “gaduh sapi” dari segi praktik dan tinjauan fiqh mu’āmalah di Desa Tanjung Kulon, Kecamatan Kajen, Kabupaten Pekalongan. Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif. Sumber yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data hasil wawancara, observasi, dokumentasi, dan data literatur. Subjek penelitian ini adalah pengelola sapi dan pemilik modal. Teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi non-partisipan, wawancara terstruktur, dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah kualitatif dengan menggunakan metode deduktif. Hasil penelitian menunjukan bahwa praktik “gaduh sapi” di Desa Tanjung Kulon mengikuti  kebiasaan  masyarakat  desa baik  dari  segi  cara  pengelolaan,  penyediaan modal, dan pembagian keuntungan. Model praktik gaduh yang dilakukan dengan dua acara yaitu penggemukan dan pengembangbiakan. Kerjasama “gaduh sapi” yang dilakukan oleh masyarakat sebagai sarana tolong menolong. Praktik kerjasama “gaduh sapi” yang dilakukan masyarakat sudah sesuai dengan aturan fiqh mu’āmalah, yaitu menggunakan akad muḍārabah. Pengelola usaha diberi kebebasan oleh pemilik  modal  untuk  mengelola  usahanya,  mengembangkan  tanpa  memberi batasan  jenis,  waktu  serta  tempat. Modal yang digunakan dalam praktik kerjasama gaduh ini adalah barang yaitu sapi. Hal ini sudah sesuai dengan salah satu syarat modal muḍārabah yaitu dapat berbentuk uang atau barang yang dinilai (sapi termasuk di dalamnya). Pada waktu akhir pembagian hasil dapat dibedakan dari keuntungan. Dimana modal sapi tetap menjadi hak pemilik modal, selanjutnya hasil penggemukan dan pengembangbiakan yang dibagihasilkan. Ketentuan keuntungan yang dilakukan masyarakat Desa Tanjung Kulon telah sesuai dengan kaidah al-ghunmu bi al-ghurmi. Hasil penelitian ini juga menegaskan bahwa tidak ditemukan akad yang mengandung gharār dalam praktik “gaduh sapi” disana

    ANDEH SETIA: Women's Economic Mobilizer in Sulit Air in Early 20th Century

    No full text
    Weaving handicrafts became the motor Minangkabau's economy at the beginning of the 20th. It encouraged the establishment of weaving centers, such as Amai Setia (1911) and Andeh Setia (1912). Amai Setia handicrafts' are still standing strong nowadays, while Andeh Setia is thus no longer known by the people of Sulit Air today. This paper uses the social history approach and exposes the history of the emergence and fall of Andeh Setia as an economic movement in Sulit Air. The establishment of Andeh Setia is inseparable from the role of ninik mamak and women in Sulit Air. Andeh Setia's success was ultimately drowned due to the loss of driving figures, the reduction in women's interest in weaving crafts, and the overflow of merantau. This finding also suggests that the economic independence of the people in Sulit Air, depends heavily on the role of perantau. This situation is thus an obstacle to the realization of economic independence.  Kerajinan tenun menjadi penggerak perekonomian di Minangkabau pada awal ke-20. Ini mendorong terbentuknya pusat kerajaninan tenun, seperti Amai Setia (1911) dan Andeh Setia (1912). Kerajinan Amai Setia hingga saat ini masih dapat ditemukan, sedangkan Andeh Setia justeru tidak dikenal lagi oleh masyarakat Sulit Air hari ini. Padahal, pada tahun 1912, kualitas tenun Andeh Setia sangat diminati pasar. Itulah sebabnya, Andeh Setia menjadi penggerak ekonomi perempuan di Sulit Air. Artikel ini juga menemukan bahwa sebab hilangnya Andeh Setia adalah karena kehilangan tokoh penggerak, menurunnya minat kaum perempuan terhadap kerajinan tenun, dan menguatnya arus merantau.

    The Construction of an Ideal Mother amid the Covid 19 Pandemic: Gender Injustice Experienced by Career Women while Working From Home

    Get PDF
    During the COVID-19 pandemic, all activities must be carried out at home, whether working, studying, or worshiping. Working from home is currently known as WFH (Work From Home). WFH seems to be something they want and expects for workers who are still active outside the home. But what about the WFH actors themselves? The media, through their articles, have written a lot about the story of working mothers who are doing WFH. This discussion becomes intriguing when the construction of the ideal mother remains on patriarchal ideology, causing gender inequality. This paper uses a critical discourse analysis method by collecting articles about women who continue to carry out their roles as career women during the WFH period. Seventy-two articles appear in the google search engine when looking for WFH mothers during the covid 19 pandemics. However, from 72 articles, there are only 19 articles that talk about the stories of women who are doing WFH, tips and tricks on being a mother during WFH. In the article, the media constructs the ideal mother figure during the covid 19 pandemics. The ideal mother figure described by the media is a mother as a husband's servant, financial regulator, educator, child caretaker, and career woman. The construction of an ideal mother during this pandemic must carry out the four identities that are attached to her at once. The form of this identity is influenced by the ideology that coexists in society. These ideologies are patriarchal culture, ibuism, and capitalism.Masa pandemi covid 19 menyebabkan semua kegiatan harus dilakukan di dalam rumah, baik bekerja, belajar maupun beribadah. Bekerja di dalam rumah saat ini dikenal dengan istilah WFH (Work From Home). Bagi para pekerja yang masih terus beraktivitas di luar rumah, WFH seolah menjadi suatu hal yang diinginkan dan diharapkan. Namun bagaimana bagi pelaku WFH itu sendiri? Media melalui artikelnya banyak menulis tentang kisah ibu pekerja yang sedang melakukan WFH. Pembahasan ini menjadi menarik ketika ranah public dipaksa untuk dijalankan di ruang domestik. Tulisan ini menggunakan metode analisis wacana kritis dengan mengumpulkan artikel tentang ibu rumah tangga yang tetap menjalankan peran sebagai wanita karier selama masa WFH. Ada 72 artikel yang muncul dalam mesin pencari google ketika mencari ibu WFH masa pandemi covid 19. Namun dari 72 artikel hanya terdapat 19 artikel yang berbicara tentang curhatan para ibu rumah tangga yang sedang melakukan WFH, tips dan trik menjadi ibu selama WFH. Dalam artikel tersebut, media membentuk identitas mengenai sosok ibu ideal di tengah pandemi covid 19. Sosok motherhood  tersebut adalah ibu sebagai pelayan suami, pengatur keuangan, pendidik dan pengasuh anak, dan sebagai wanita karier. Seorang ibu ideal di tengah pandemi ini harus bisa menjalankan empat identitas yang telah melekat pada dirinya sekaligus. Pembentukan identitas tersebut dipengaruhi oleh ideologi yang ada pada masyarakat. Ideologi tersebut adalah budaya patriarkhi, ibuisme dan kapitalisme.

    Muslim Consumer Behavior and Purchase

    Get PDF
    This study aims to analyze the factors that influence the behavior of Muslim consumers in West Java in purchasing decisions of halal cosmetic products, which include factors of attitude, subjective norms, perceived behavioral control, religiosity, knowledge, and halal labeling. This study used descriptive and verification methods with a quantitative approach. The sample used in this study were 412 Muslim women with an age range of 15-64 years which were taken by purposive sampling technique. Data were collected through questionnaires and analyzed using the Partial Least Square-Structural Equation Model (PLS-SEM) method. The results of this research showed that attitude, subjective norm, religiosity, knowledge, and halal labeling have positive and significant impacts on purchasing decisions, while the perceptions of behavior control have no significant impacts on purchasing decisions. This finding showed that the purchase decision of halal cosmetic products of Muslim consumers can be influenced by several factors, and halal labeling has a greater influence. This study also reveals that some Muslim consumers do not know the halal label of a product. This research contributes to encouraging cosmetic companies that do not yet have halal certification to apply for halal certification and this finding is also a reference for the government to require halal certificates for cosmetic products. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen Muslim Jawa Barat dalam keputusan pembelian produk kosmetik halal, yang meliputi factor sikap, norma subjektif, persepsi kontrol perilaku, religiusitas, pengetahuan, dan labelisasi halal. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dan verifikatif yang dianalisis dengan pendekatan kuantitatif. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebanyak 412 perempuan Muslim berusia 15-64 tahun dan berdomisili di Jawa Barat yang diambil dengan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis dengan menggunakan metode Partial Least Square-Structural Equation Model (PLS-SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor seperti sikap, norma subjektif, religiusitas, pengetahuan, dan labelisasi halal memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian, sedangkan persepsi kontrol perilaku tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap keputusan pembelian. Temuan ini menunjukkan bahwa keputusan pembelian produk kosmetik halal dari konsumen muslim dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, dimana labelisasi halal memiliki pengaruh yang lebih besar. Penelitian ini juga mengungkap bahwa sebagian konsumen muslim di Jawa Barat belum mengetahui label halal dari suatu produk. Penelitian ini berkontribusi dalam mendorong perusahaan kosmetik yang belum memiliki sertifikasi halal untuk mengajukan sertifikasi halal dan sebagai pertimbangan bagi pemerintah untuk mewajibkan produk yang beredar di Indonesia bersertifikat halal.

    The Concept of Makrifat in Syar Al-Ḥikam by Kyai Sholeh Darat

    No full text
    This study explore the concept of Kyai Sholeh Darat's makrifat in Syar al-Ḥikam to bridge the general public so that they can know makrifat, and can be reached by today's society. This research method is qualitative research. While the data extracted comes from library information or commonly referred to as a literature study to obtain some data and information. The source of the data was taken from the book, namely the book Syarh al-Ḥikam by Kyai Sholeh Darat, while the supporting data were taken from other sources such as analyzing books, the internet, and other information related to the title of this study. The results of this study indicate that the concept of makrifat put forward by Kyai Sholeh Darat can cross now between groups so that it can be reached in this condition. A person who is wise today is someone who remembers Allah and needs Him so that he can help in everything that is faced, be it with technology, or other activities related to the day, both in social, cultural, economic, and political relations.Studi ini membahas tentang  konsep makrifat Kyai Sholeh Darat dalam Syarḥ al-Ḥikam untuk menjembatani masyarakat awam agar mampu mengetahui makrifat, dan dapat dipahami oleh masyarakat sekarang ini. Metode penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Sedangkan data yang digali berasal dari informasi pustaka atau biasa disebut dengan studi pustaka (library research) untuk mendapatkan beberapa data dan informasi. Sumber data diambil dari buku utama yaitu kitab Syarh al-Ḥikam karya Kyai Sholeh Darat, sedangkan data pendukungnya diambil dari sumber-sumber yang lain seperti menganalisa buku-buku, internet dan informasi lainya yang berhubungan dengan judul penelitian ini. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa konsep makrifat yang dikemukakan oleh Kyai Sholeh Darat yakni ini mampu melintasi antar kalangan, sehingga dipahami dalam kondisi sekarang ini. Seorang yang makrifat pada zaman sekarang ini adalah sesorang yang senantiasa mengingat Allah dan butuh kepada-Nya, sehingga mampu mengambil kebaikan dalam setiap apa yang dihadapi, baik itu dengan teknologi, maupun aktifitas lain yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari, baik dalam hubungan sosial, budaya, ekonomi dan politik

    The New Da’wah Strategy among Millennial Generations through Tiktok During Pandemic

    No full text
    This research focuses on the strategy of public figures who develop religious content in order to spread religious values among the millennial generation, especially during the pandemic.  The rampant use of the TikTok platform during the COVID-19 pandemic was not only deployed as an entertainment medium but was also used by many people to be able to spread propaganda and missions to disseminate religious values among the millennial generation. This is due to the popularity of that platform has skyrocketed, making some content creators and public figures develop the marketing of their ideological values on social media. By using the theory of social change and the concept of the development of communication, the authors try to analyze the phenomena that in question. This study uses a qualitative descriptive method with the TikTok application observation technique and seeks to explore various information in depth to find various facts that can explain this phenomenon. We also found that millennials who use the TikTok platform often start to look at various religious content and some are even active in filling the content because they are inspired by public figures who spread similar content. Moreover, some lecturers often provide religious information using music or duet features so as to encourage application users to spread religious teachings and share religious knowledge.Penelitian ini berfokus pada strategi tokoh masyarakat yang mengembangkan konten religi dalam rangka menyebarkan nilai-nilai agama di kalangan generasi milenial, terutama di masa pandemi. Maraknya penggunaan platform TikTok di masa pandemi COVID-19 tidak hanya dijadikan sebagai media hiburan tetapi juga dimanfaatkan oleh banyak orang untuk bisa menyebarkan dakwah dan misi penyebarluasan nilai-nilai agama di kalangan generasi milenial. Hal ini dikarenakan popularitas platform tersebut yang meroket, membuat beberapa content creator dan public figure mengembangkan pemasaran nilai-nilai ideologisnya di media sosial. Dengan menggunakan teori perubahan sosial dan konsep perkembangan komunikasi, peneliti mencoba menganalisis fenomena yang terjadi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik observasi aplikasi TikTok dan berupaya menggali berbagai informasi secara mendalam sehingga mampu menemukan berbagai fakta yang dapat menjelaskan fenomena tersebut. Kami juga menemukan bahwa generasi milenial yang menggunakan platform TikTok sering mulai melihat berbagai konten religi dan bahkan ada yang aktif mengisi konten tersebut karena terinspirasi oleh tokoh masyarakat yang menyebarkan konten serupa. Apalagi beberapa dosen sering memberikan informasi agama dengan menggunakan fitur musik atau duet sehingga mendorong pengguna aplikasi untuk dapat menjalankan ajaran agama dan membagikan ilmu agam

    Design of An Expert System for Early Diagnosis of Intestinal Tuberculosis

    Get PDF
    WHO in 2013 released data in the Global Tuberculosis Report that 8.6 million more people were positive for TB, and 15.12% of them died. One of the causes of death due to tuberculosis is too late to know when it is infected and too late to get treatment. For an initial diagnosis of whether someone has TB, they can immediately go to a hospital or use a computer application that has an expert's ability. This study aims to design an expert system for the early diagnosis of intestinal tuberculosis using the Forward Chaining method. Expert System is one part of Artificial Intelligence that can create a computer program to provide decisions and analysis like an expert or expert in a particular field. The research method used in this study is the Research and Development method with the ADDIE approach. The expert system for early diagnosis of intestinal tuberculosis is designed by making a decision tree diagram to find out the rules needed to diagnose whether a person has intestinal tuberculosis from the symptoms experienced. The formulation of the problem or the rules needed for the initial diagnosis of intestinal tuberculosis in this study was built using the Forward Chaining method. The output of this research is an Expert System in the form of a Stand-Alone application that is built with the Visual Basic Programming Language, which can provide diagnostic results whether a person suffers from intestinal tuberculosis from the symptoms entered into the Expert System Interface

    293

    full texts

    784

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    e-Journal IAIN Bukittinggi (Institut Agama Islam Negeri)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇