e-Journal IAIN Bukittinggi (Institut Agama Islam Negeri)
Not a member yet
784 research outputs found
Sort by
Assitance of Female Migrant Workers (Case Study of the Migrant Workers Care Village Program (Desbumi) in Darek Village, Southwest Praya District, Central Lombok Regency)
In this study, researchers examined the role of the Village Care for Migrant Workers (Desbumi) program in mentoring female migrant workers in Darek Village, Praya Barat Daya District, Central Lombok Regency. This research is field research with data collection steps, namely interviews, documentation and observation. Therefore, this research aims o find out female migrant worker assistance patterns through the Desbumi program in Darek Village, Praya Barat Daya District, Central Lombok Regency. The results and discussion in this study are that the Desbumi program has three roles. First. Information center provides information to migrant workers about safe and legal migration (safety migrations). Second is the mobility data center, which assists prospective migrant workers in arranging migration filings at the village office. Third, the center for case advocacy, namely the role in providing protection and assistance to migrant workers who experience problems abroad. Meanwhile, the pattern of assisting female migrant workers in the Desbumi program approach is namely. First, pre-work mentoring, namely conducting socialization to the community by bringing migration flyers that have been given by Migrant Care and from the BNP2TKI office in Central Lombok Regency. It then provides an opportunity for people to ask questions about safe migration. Second, after work assistance, the Desbumi program can carry out consolidation and integration with Migrant Care, PPK and BNP2TKI if they encounter problems with migrant workers abroad. Furthermore, they confirm through social media with the Desbumi program in Darek Village, Praya Barat Daya District, Central Lombok Regency. Third, post-work mentoring, where former migrant workers are empowered in the village with various empowerment approaches. These approaches included making crackers, chips, sewing training and soft skills activities supported by the village government, Migrant Care, the Mataram City Panca Karsa Association (PPK), and BNP2TKI Central Lombok Regency Dalam penelitian ini, peneliti mengkaji peran dari program Desa Peduli Buruh Migran (Desbumi) dalam pendampingan buruh migrant perempuan di Desa Darek Kecamatan Praya Barat Daya Kabupaten Lombok Tengah. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan langkah pengumpulan data yakni wawancara, dokumentasi dan observasi. Oleh karenaitu, tujuan dalam penelitian ini yakni untuk mengetahui bagaimana pola pendampingan buruh migrant perempuan melalui program Desbumi di Desa Darek Kecamatan Praya Barat Daya Kabupaten Lombok Tengah. Hasil dan pembahasan dalam penelitian ini yakni, bahwasannya program Desbumi memiliki tiga peran seperti. Pertama. Pusat Informasi yakni untuk memberikan informasi pada buruh migrant tentang bermigrasi yang aman yang legal. Kedua, pusat data mobilitas yakni untuk membantu calon buruh migrant mengurus pemberkasan migrasi di kantor desa. Ketiga, pusat advokasi kasus yakni peran dalam memberikan perlindungan dan pendampingan pada buruh migran yang mengalami permasalahan di luar negeri. Sedangkan pola pendampingan buruh migrant perempuan dalam pendekatan program Desbumi yakni. Pertama, pendampingan sebelum bekerja yakni melakukan sosialisasi ke masyarakat dengan membawa pamphlet migrasi yang sudah diberikan oleh pihak Migrant Care serta dari kantor BNP2TKI Kabupaten Lombok Tengah. Kemudian memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk bertanya tentang migrasi yang aman. Kedua, pendampingan setelah bekerja yakni program Desbumi dapat melakukan dengan konsolidasi dan integrasi dengan Migran Care, PPK dan BNP2TKI jika menerima problematika buruh migran di luar negeri, dan melakukan konfirmasi melalui media social dengan adanya program Desbumi di Desa Darek Kecamatan Praya Barat Daya Kabupaten Lombok Tengah. Ketiga, pendampingan purna bekerja yakni mantan buruh migrant diperdayakan di desa dengan berbagai pendekatan pemberdayaan yakni pembuatan kerupuk, keripik, pelatihan menjahit dan kegiatan soft skill yang di dukung oleh pemerintah desa, pihak Migran Care, pihak Perkumpulan Panca Karsa (PPK) Kota Mataram, dan BNP2TKI Kabupaten Lombok Tengah. Dalam penelitian ini, peneliti mengkaji peran dari program Desa Peduli Buruh Migran (Desbumi) dalam pendampingan buruh migrant perempuan di Desa Darek Kecamatan Praya Barat Daya Kabupaten Lombok Tengah. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan langkah pengumpulan data yakni wawancara, dokumentasi dan observasi. Oleh karenaitu, tujuan dalam penelitian ini yakni untuk mengetahui bagaimana pola pendampingan buruh migrant perempuan melalui program Desbumi di Desa Darek Kecamatan Praya Barat Daya Kabupaten Lombok Tengah. Hasil dan pembahasan dalam penelitian ini yakni, bahwasannya program Desbumi memiliki tiga peran seperti. Pertama. Pusat Informasi yakni untuk memberikan informasi pada buruh migrant tentang bermigrasi yang aman yang legal. Kedua, pusat data mobilitas yakni untuk membantu calon buruh migrant mengurus pemberkasan migrasi di kantor desa. Ketiga, pusat advokasi kasus yakni peran dalam memberikan perlindungan dan pendampingan pada buruh migran yang mengalami permasalahan di luar negeri. Sedangkan pola pendampingan buruh migrant perempuan dalam pendekatan program Desbumi yakni. Pertama, pendampingan sebelum bekerja yakni melakukan sosialisasi ke masyarakat dengan membawa pamphlet migrasi yang sudah diberikan oleh pihak Migrant Care serta dari kantor BNP2TKI Kabupaten Lombok Tengah. Kemudian memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk bertanya tentang migrasi yang aman. Kedua, pendampingan setelah bekerja yakni program Desbumi dapat melakukan dengan konsolidasi dan integrasi dengan Migran Care, PPK dan BNP2TKI jika menerima problematika buruh migran di luar negeri, dan melakukan konfirmasi melalui media social dengan adanya program Desbumi di Desa Darek Kecamatan Praya Barat Daya Kabupaten Lombok Tengah. Ketiga, pendampingan purna bekerja yakni mantan buruh migrant diperdayakan di desa dengan berbagai pendekatan pemberdayaan yakni pembuatan kerupuk, keripik, pelatihan menjahit dan kegiatan soft skill yang di dukung oleh pemerintah desa, pihak Migran Care, pihak Perkumpulan Panca Karsa (PPK) Kota Mataram, dan BNP2TKI Kabupaten Lombok Tengah.
Cultural Adaptations in Maintaining Religious Harmony in the Labor Community at PT Satya Krisma Usaha Factory in Tebo Ilir Jambi
This study describes the cultural adaptation carried out by the factory worker community consisting of various ethnicities and religions at PT Satya Krisma in Tebo Ilir Jambi, in maintaining religious harmony. This research uses qualitative research that emphasizes the depth of information obtained through interviews and is also supported by field observation methods. The results of the study show that first, the reality of life that occurs in the community of factory workers in the village of Betung Bedarah Barat is very harmonious and harmonious until now, because the community always respects and respects, and always prioritizes mutual assistance and cooperation. Second, factors that influence the occurrence of harmony are internal and external factors, internal factors are tolerance, dialogue between communities and there is also awareness of diversity. The external factor is that there are institutions that support religious harmony, namely the involvement of the government, traditional leaders and religious leaders. Third, in maintaining harmony, they have strategies including strengthening brotherhood, the role of traditional leaders, religious leaders, and maximizing regulations and the role of local governments.Penelitian ini menjelaskan tentang adaptasi budaya komunitas buruh pabrik dalam menjaga kerukunan umat beragama di PT Satya Krisma di Tebo Ilir Jambi. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif yang menekankan pada aspek kedalaman informasi yang diperoleh melalui wawancara dan didukung pula oleh metode observasi lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertama, realita kehidupan yang terjadi pada komunitas buruh pabrik di desa Betung Bedarah Barat sangat rukun dan harmonis sampai saat ini, karena masyarakat selalu menghargai dan menghormati, dan selalu mengedepankan sikap saling bantu dan bekerja sama. Kedua, faktor yang mempengaruhi terjadinya keharmonisan yaitu faktor internal dan eksternal, faktor internal yaitu adanya sikap toleransi, dialog antar masyarakat dan juga terdapat kesadaran. Faktor eksternal yaitu terdapat lembaga yang menjadi pendukung dalam kerukunan umat beragama yaitu adanya keterlibatan pemerintah, tokoh adat dan tokoh agama. Ketiga, dalam mempertahankan kerukunan, mereka mempunyai strategi di antaranya memperkuat tali persaudaraan, melibatkan tokoh adat, tokoh agama, dan memaksimalkan peran regulasi pemerintah daerah
The Application of Islamic Spiritual Methods in Nursing Program Curriculum at UIN Syarif Hidayatullah Jakarta and UIN Alauddin Makasar
This research focuses on describing the implementation of Islamic spiritual care of the clinical nursing students at the State Islamic University (UIN). The implementation of Islamic spiritual care has not been done well by nurses. Clinical nursing students are the forerunners of nurses, but no one has examined the description of the application of Islamic spiritual care carried out by clinical nursing students in State Islamic University (UIN). This research method was descriptive quantitative. Samples were students of the clinical nursing students of UIN Jakarta and UIN Alauddin Makassar, 40 respondents. The results showed that most respondents applied Islamic spiritual care well (52.5%). The most well-implemented component is instilling optimism for healing that comes from God (60%). Students need to improve their self-competence in Islamic religious knowledge to become more competent in providing Islamic care to patients. The head of the clinical nursing program needs to emphasize efforts to increase Islamic spiritual competence in the clinical practice setting of learning guidelines through the guidance process and learning achievement targets.Penelitian ini berfokus untuk mengetahui penerapan perawatan spiritual Islam mahasiswa Ners di Universitas Islam Negeri (UIN). Penerapan asuhan keperawatan secara holistik khususnya dalam aspek spiritual karena masih sangat minim dilakukan oleh perawat di tatanan pelayanan keperawatan. Mahasiswa merupakan cikal bakal perawat dan peneliti belum menemukan penelitian tentang penerapan perawatan Islam oleh mahasiswa Ners di lingkungan UIN. Metode yang digunakan yaitu deskriptif kuantitatif. Sampel yang digunakan yaitu mahasiswa Ners UIN Jakarta dan UIN Makassar masing-masing 40 responden. Hasil menunjukkan sebagian responden menerapkan perawatan spiritual Islam dengan baik (52,5%). Komponen yang paling banyak diterapkan dengan baik yaitu menanamkan optimisme kesembuhan yang datang dari Allah (60%). Mahasiswa perlu meningkatkan kompetensi diri dalam ilmu agama islam sehingga menjadi lebih kompeten dalam mebrikan perawatah islam kepada paeien, program studi Ners perlu lebih menekankan pada upaya peningkatan kompetensi spiritual islam pada tatanan praktik klini pedoman pembelajaran, melalui proses bimbingan maupu target capaian pembelajaran
Menggagas Kampung Inggris Padang menjadi Kampung Inggris Masyarakat
The aim of this social service is to initiate an English camp in Padang to become an English Camp Village like other famous English camps. This English camp is still in the form of an English course where many students come here to study English for some purposes like to prepare to continue to under graduate degree; to get a job or to pass TOEFL test. As its name suggest, an English camp is not merely Englishmen who live there, but it is only a collection of English courses located in one area. Since there are students coming here to study so that the researcher names this course Kampung Inggris Padang. Based on the initiation carried out for this social service, it was found that there is improvement of students’ ability in speaking English like doing corversation or dialogue and reading aloud English textbook. If it is viewed from the participation of society, there are participations of people around the course like sharing ideas, skill, energy, social participation for better future of Padang English Camp. The prominece is that the realizing and caring of people about their children’s education
Pendampingan Majelis Ta’lim dan Kelompok Wirid Yasin dalam Mengembangkan Ekonomi Kreatif Anyaman Tradisional
Majelis Ta’lim dan kelompok Rabitah Wirid Yasin (RAWIYA) Perempuan Jorong Batu Badinding merupakan salah satu kelompok masyarakat yang ada di pedesaan yang memiliki aktivitas bersama dengan berbagai kegiatan khusus keagamaan. Namun karena lemahnya keterampilan tangan yang dimiliki sehingga sebagian besar dari mereka hanya mengandalkan sumber kehidupan adalah peladang di hutan dan juga peladangan pertanian. Metode pelaksanaan dengan metode Partisipasi, dengan pendekatan keterlibatan dalam kegiatan. Pengabdian masyarakat berbasis riset mengenai peningkatan ekonomi kreatif melalui Anyaman Tradisional sebagai sarana dan wadah bagi penyadaran terhadap masyarakat khususnya ibu-ibu rumah tangga yang tergolong dalam kelompok majelis ta’lim dan rabithah wirid yasin untuk menjadi masyarakat yang hanya sebagai konsumen menuju kepada produsen. Kegiatan pengabdian masyarakat ini telah memberikan efek positif bagi pengetahuan dan keterampilan bagi majelis ta’lim dan kelompok wirid yasin. Kelompok majelis ta’lim dan rabithah wirid yasin telah menyadari akan perlunya keterampilan untuk memanfaatkan tumbuh-tumbuahan sekitar untuk dijadikan sumber pengambah pendapatan keluarga m,elalui hasil anyaman yang dapat dijual bagi wisatawan yang berkunjung ke kecamatan Bonjol yang menjadi salah satu destinasi wisata sejarah di kabupaten Pasama
Mediation Effectiveness in Sharia Economic Dispute Settlement: Phenomenology in Bukittinggi Religious Court
The main problem in this paper is how the effectiveness of mediation in sharia economic dispute resolution based on PERMA No. 1 of 2016 at the Bukittinggi Religious Court, and what are the inhibiting factors success of mediation. To answer this question, the author uses an inductive and deductive analysis framework regarding the law effectiveness theory of Lawrence M. Friedman. This paper finds that mediation in sharia economic dispute resolution at the Bukittinggi Religious Court from 2016 to 2019 has not been effective. The ineffectiveness is caused by several factors that influence it: First, in terms of legal substance, PERMA No.1 of 2016 concerning Mediation Procedures in Courts still lacks in addressing the problems of the growing community. Second, in terms of legal structure, there are no judges who have mediator certificates. Third, the legal facilities and infrastructure at the Bukittinggi Religious Court have supported mediation. Fourth, in terms of legal culture, there are still many people who are not aware of the law and do not understand mediation well, so they consider mediation to be unimportant. Tulisan ini mengkaji tentang bagaimana efektivitas mediasi dalam penyelesaian sengketa ekonomi syariah berdasarkan PERMA Nomor 1 Tahun 2016 di Pengadilan Agama Bukittinggi dan apa saja yang menjadi faktor penghambat keberhasilan mediasi. Untuk menjawab pertanyaan tersebut, penulis menggunakan kerangka analisa induktif dan deduktif dengan mengacu pada teori efektivitas hukum Lawrence M. Friedman. Tulisan ini menemukan bahwa mediasi dalam penyelesaian sengketa ekonomi syariah di Pengadilan Agama Bukittinggi dari tahun 2016 sampai 2019 belum efektif. Hal ini karena dipengaruhi oleh beberapa faktor. Pertama, dari segi substansi hukum, yaitu PERMA No. 1 Tahun 2016 tentang Prosedur Mediasi di Pengadilan masih memiliki kekurangan dalam menjawab persoalan masyarakat yang terus berkembang. Kedua, dari segi struktur hukum, belum adanya hakim yang memiliki sertifikat mediator. Ketiga, sarana dan prasarana hukum di Pengadilan Agama Bukittinggi sudah mendukung mediasi. Keempat, dari segi budaya hukum, masih banyaknya masyarakat yang tidak sadar hukum dan tidak mengerti persoalan mediasi dengan baik, sehingga menganggap mediasi tidak penting
Persecutory and Defamation as Barriers to Inheritance (Review of Maqāṣid Shari'ah in a Compilation of Islamic Law)
A Compilation of islamic law “Kompilasi Hukum Islam”, which was ratified through Presidential Instruction (or now decree) No. 1 of 1991, is a modern codification of Islamic individual and family law that becomes the standard of judges' reference in resolving cases in religious courts. One of the critical parts of KHI is inheritance, which is the main focus of this paper. The article on inheritance in KHI is interesting for further review because it has a different legal provision to fiqh or qanun. Through the study of libraries with a philosophical approach, this paper intends to analyze the provisions that become a barrier to inheritance from the perspective of Maqāṣid al-Sharia. This study shows that the obstacles to obtaining inheritance for reasons of persecution and slander, as mentioned in article 173 KHI, are some barriers to one obtaining inheritance that are not discussed as a barrier to inheritance in the classic fiqh book of severe persecution and slander. Through literature research, it is understood that the decree of persecution and slander is a barrier to inheritance in line with the Maqāṣid al-Sharia, namely to protect the soul (hifz al-nafsi), then guard the property (hifz al-māl) and further maintain self-respect (hifz al-'Ird) Thus. However, severe persecution and slander are not listed in classical Islamic jurisprudence as a barrier to inheritance. With the study of Maqāṣid al-Sharia, these two things are very appropriate to be applied in the rule of inheritance law, especially in Indonesia, so that these two acts cause very much harm to the victim (heir). “Kompilasi Hukum Islam”, yang disahkan melalui Instruksi Presiden No. 1 Tahun 1991, merupakan kodifikasi modern hukum perseorangan dan keluarga Islam yang menjadi standar rujukan para hakim dalam menyelesaikan perkara di pengadilan agama. Salah satu bagian penting KHI adalah kewarisan, yang menjadi fokus utama dalam tulisan ini. Pasal tentang waris dalam KHI menarik dikaji lebih lanjut karena memiliki ketentuan hukum yang berbeda dengan fiqh atau qanun. Melalui studi pustaka dengan pendekatan filosofis, tulisan ini bermaksud menganalisis ketentuan yang menjadi penghalang warisan dari perspektif Maqāṣid al-Syarī’ah. Hasil studi ini menunjukkan bahwa halangan mendapatkan warisan karena alasan penganiayaan dan fitnah, sebagaimana yang disebutkan dalam pasal 173 KHI terdapat beberapa penghalang seseorang mendapatkan hak waris yang tidak dibahas sebagai penghalang kewarisan dalam kitab fiqh klasik yaitu penganiayaan berat dan fitnah. Melalui penelitian kepustakaan, dipahami bahwa ketetapan penganiayaan dan memfitnah sebagai penghalang kewarisan sejalan dengan Maqāṣid al-Syarī’ah yakni yakni untuk menjaga jiwa (hifẓal-nafsi), kemudian menjaga harta (hifẓal-māl) dan selanjutnya menjaga kehormatan diri (hifẓ al-‘Irḍ) Maka, sekalipun penganiayaan berat dan fitnah tidak tercantum dalam fiqh klasik sebagai penghalang kewarisan, namun dengan kajian Maqāṣid Syarī’ah, kedua hal ini sangat pantas diterapkan dalam aturan hukum waris, khususnya di Indonesia. Hal ini disebabkan karena dua perbuatan ini menyebabkan sangat banyak mudarat kepada korban (pewaris)
Effect of Head Teachers’ Collaborative Partnerships on Inclusive Education Implementation in Public Primary School
The purpose of the study was to investigate the effect of head teachers’ collaborative partnerships with parents, government agencies and NGOs, on the implementation of inclusive education in public primary schools in Nairobi City County in Kenya. Descriptive survey was applied, and Chi-square tested the null hypothesis. Questionnaires were administered to 71 head teachers and 297 teachers, supplemented by document analysis. Interview was used on eight Quality Assurance Standards Officers (QASOs) and four Education Assessment Resource Centre Officers (EARCs). Quantitative data was coded and analysed using descriptive statistics, and presented in frequency tables and bar graphs. Qualitative data was coded, transcribed and presented in narrative form. The study established the relationship between head teachers’ collaborative partnerships with implementation of inclusive education. Nevertheless, majority of schools lacked well- structured coordinated partnerships resulting in low participation in schools programs as referenced by head teachers and teachers on provision for specialized teaching and learning resources, 63.4% and 63.3%; assessment of learners, 64.8% and 70.4%; outsourcing of funds, 69% and 69.7%. Therefore, head teachers should increase capacities in collaborative partnerships and fully utilize them for inclusive education implementation.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kemitraan kolaboratif kepala sekolah dengan orang tua, lembaga pemerintah dan LSM, pada pelaksanaan pendidikan inklusif di sekolah dasar negeri di Kota Nairobi di Kenya. Survei deskriptif diterapkan, dan Chi-square menguji hipotesis nol. Kuesioner diberikan kepada 71 kepala sekolah dan 297 guru, dilengkapi dengan analisis dokumen. Wawancara digunakan pada delapan Petugas Standar Penjaminan Mutu (QASO) dan empat Petugas Pusat Penilaian Pendidikan (EARC). Data kuantitatif diberi kode dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif, dan disajikan dalam tabel frekuensi dan grafik batang. Data kualitatif dikodekan, ditranskripsikan dan disajikan dalam bentuk naratif. Studi ini menjelaskan hubungan antara kemitraan kolaboratif kepala sekolah dengan implementasi pendidikan inklusif. Namun, sebagian besar sekolah tidak memiliki kemitraan terkoordinasi yang terstruktur dengan baik, yang mengakibatkan rendahnya partisipasi dalam program sekolah seperti yang dirujuk oleh kepala sekolah dan guru tentang penyediaan sumber untuk belajar dan mengajar, 63,4% dan 63,3%; penilaian peserta didik, 64,8% dan 70,4%; outsourcing dana, 69% dan 69,7%. Oleh karena itu, kepala sekolah harus meningkatkan kapasitas dalam kemitraan kolaboratif dan memanfaatkannya sepenuhnya untuk pelaksanaan pendidikan inklusif
Sufism in the Perspective of Ibn Khaldun and Ibn Taimiyah: A Comparative Study
The discourse of Sufism in contemporary period has been widely practiced. Even so, Sufism which is understood by Muslims there is disorientation in understanding it, especially as a result of the influence of Ibn Taimiyah and Ibn Khaldun. With a theological-rationalist approach, both have criticized and reconstructed Sufism teachings at a level that is acceptable to Muslims. Both also explain the meaning of Sufism as far as they can reach. This article examines the comparative discourse on the concept of Sufism between Ibn Taimiyah and Ibn Khaldun. This research is library research using descriptive-analytical and comparative methods. Their thoughts on Sufism were dissected in depth which was then compared to find common ground for similarities and differences. The Sufism paradigm put forward by Ibn Taimiyah and Ibn Khaldun provides an overview at the theoretical and practical levels that can be explained rationally. That way Muslims are not polarized in understanding Sufism which seems to love the afterlife and leave the world. Finally, this research shows that Sufism can be practiced by Muslims in their respective capacities. Wacana tasawuf pada masa kontemporer saat ini telah marak dilakukan. Meskipun begitu tasawuf yang dipahami oleh umat Islam terdapat disorientasi dalam memahaminya, terutama akibat dari pengaruh Ibn Taimiyah dan Ibn Khaldun. Dengan pendekatan teologis-rasionalis keduanya telah melakukan kritik dan rekonstruksi ajaran tasawuf dalam tataran yang dapat diterima oleh umat Islam. Keduanya juga menjelaskan makna tasawuf sejauh yang dapat mereka jangkau. Artikel ini mengkaji diskursus perbandingan konsep tasawuf antara Ibn Taimiyah dan Ibn Khaldun. Penelitian ini adalah studi pustaka (library research) dengan menggunakan metode deskriptif-analitis dan komparasi. Pemikiran keduanya atas tasawuf dibedah secara dalam yang kemudian dikomparasikan guna menemukan titik temu persamaan dan perbedaannya. Paradigma tasawuf yang dikemukakan oleh Ibn Taimiyah dan Ibn Khaldun memberikan gambaran dalam tataran teoritis dan praktis yang dapat dijelaskan secara rasional. Dengan begitu umat Islam tidak terpolarisasi dalam memahami tasawuf yang terkesan cinta akhirat dan meninggalkan dunia. Akhirnya penelitian ini menunjukkan bahwa tasawuf pada dasarnya dapat dipraktikkan oleh umat Islam dalam kapasitasnya masing-masing
Hesbollah Kuranji at the Front Padang Area (1945-1948)
AbstractThis paper examines the struggle of the militant ranks Hezbollah at the Front Padang Area. Most of the literature written only talks about the role of regular soldiers (official soldiers recruited by the government) who often fight in the front lines, even though the activation of the militias also contributed the most significant contribution to the struggle at that time physical revolution. The Hezbollah written in this article is Hezbollah in the Padang Region, especially those who are members of the Padang City Hezbollah, who are aware of the existing situation and conditions, so they are persistently trying to reclaim their homeland from the colonial powers of the Allies and the Dutch who want to re-establish their power. The research method in this paper is the historical method, which critically examines and analyzes records and relics. The research steps consist of four stages: Heuristics, Criticism, Interpretation and Historiography. In collecting data and research materials, both historical actors and witnesses were used, apart from using literature and documentary studies and interviews with sources. The result of this research is that the struggle of the Hezbollah Army (Lasykar) of Padang City is based on the intention of "Jihad FiiSabillilah" to struggle to uphold the State and Religion solely for the sake of Allah, only with great encouragement and very simple motivation. However, the principle cannot be separated from any political influence. Hezbollah army has a firm stance that all disturbances and disturbances to public order that occur in the city of Padang are the responsibility of all levels of society in the city of Padang.Keywords: Hezbollah army, Corporal Revolution, Front of Padang Area AbstrakTulisan ini mengkaji tentang perjuangan barisan kelaskaran Hizbullah di Front Padang Area. Selama ini literatur mengenai barisan perjuangan yang banyak ditulis hanya peranan tentara reguler (tentara resmi yang direkrut pemerintah) saja yang sering berjuang dibarisan depan, padahal aktivasi dari barisan kelaskaran juga memberikan sumbangan terbesar dalam perjuangan pada masa revolusi fisik. Hizbullah yang ditulis dalam artikel ini adalah Hizbullah di Daerah Padang, khususnya yang tergabung dalam Hizbullah Kota Padang telah sadar terhadap situasi dan kondisi yang ada, sehingga dengan gigih mereka berusaha merebut kembali tanah airnya dari kekuasaan penjajahan Sekutu dan Belanda yang ingin menancapkan kembali kekuasaanya. Metode Penelitian dalam tulisan ini adalah Metode Historis, yaitu proses menguji dan menganalisis secara kritis rekaman dan peningalan masa lampau. Adapun langkah-langkah penelitian terdiri dari empat tahap, yaitu: Heuristik, Kritik, Interpretasi dan Historiografi. Dalam mengumpulkan data dan bahan penelitian, selain mengunakan studi literatur dan dokumenter, digunakan pula wawancara terhadap narasumber, baik pelaku dan saksi sejarah. Hasil Penelitian ini adalah Perjuangan Lasykar Hizbullah Kota Padang tersebut dilandasi niat “Jihad Fii Sabillilah” berjuang menegakan Negara dan Agama semata-mata hanya karena Allah, Hanya dengan dorongan semangat yang besar serta motivasi yang sangat sederhana namun prinsipnya tidak terlepas dari pengaruh politik manapun, Lasykar Hizbullah ini mempunyai ketegasan pendirian bahwa segala kekacauan dan ganguan terhadap ketertiban masyarakat yang terjadi di Kota Padang adalah tangung jawab semua lapisan masyarakat yang berada di Kota Padang.Kata Kunci: Lasykar Hizbullah, Revolusi Fisik, Front Padang Are