e-Journal IAIN Bukittinggi (Institut Agama Islam Negeri)
Not a member yet
    784 research outputs found

    Pendampingan Konseling Behavioral dalam upaya Memberikan Bantuan bagi Korban Kekerasan dalam Rumah Tangga

    No full text
    Keluarga yang harmonis merupakan dambaan masing-masing pasangan suami istri, namun dalam kenyataannya tidak sedikit dalam keluarga yang terjadi justru sebaliknya. Keluarga harmonis yang mereka dambakan justu kekerasan dalam rumah tangga yang mereka alami Dampak dari kekerasan dalam rumahtangga, tidak sedikit pasangan yang mengalami trauma kekerasan bahkan terjadinya perceraian. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini berupa pengabdian masyarakat berbasis riset dengan melakukan penelitian awal terlebih dahulu sebagai basisnya, kemudian dilakukan penyuluhan dan pendampingan.  Pendampingan bagi korban kekerasan rumah tangga dilakukan dengan menggunakan pendekatan behavioral yang didasari pada hasil eksperimen dengan melakukan investigasi tentang prinsip-prinsip tingkah laku manusia pelaku dan korban kekerasan. Dari hasil eksperimen tersebut didapatkan hasil yang lebih khusus tentang penyebab terjadinya kekerasan dalam rumahtangga dan kemudian dilakukan penyuluhan dan pendampingan agar korban kekerasan dapat untuk hidup normal lagi dan jauh dari bayang-bayang kekerasan dalam menjalani kehidupan. Hasil pengabdian yang dilakukan bagi korban kekerasan dalam rumah tangga, para korban dapat untuk keluar dari ketakutan dan bayang-bayang kekerasan dan juga dapat membantu keluarga untuk kembali kepada tujuan dari perkawinan menciptakan keluarga yang harmoni

    Changes in the Mathematics Learning Process During the Covid-19 Pandemic at Junior High School in Bukittinggi

    No full text
    The spread of Covid-19 has affected every sector, including education. The learning process that used to take place in the classroom has now become virtualized. However, this exacerbates pupils' difficulties in learning mathematics, which they previously considered challenging even in offline learning activities. To deal with this challenge, it is vital to describe alterations in the learning process under this pandemic situation. This qualitative research was carried out through interviews and questionnaires. The participants were seven teachers and seven students from various junior high schools in Bukittinggi with varying accreditation. Structured interviews, both online and in-person, were used to collect data. The result shows that students could understand the subject better before the pandemic. During the pandemic, the percentage of students who understood the material learning decreased by 10%. However, the percentage of people who use online media as a learning resource has increased by 50%. Overall, the assessment done by teachers on the cognitive aspects of a pandemic by Minimum Completeness Criteria (MCC) remains at 75. In the future, there will be a trend toward the use of e-learning and the development of technology-based learning media in the classroom.Penyebaran wabah Pandemi Covid-19 telah berdampak pada semua sektor termasuk pendidikan. Proses pembelajaran yang awalnya berlangsung tatap muka sekarang beralih secara virtual. Padahal sebelum pembelajaran daring dimulai, siswa masih kesulitan dalam mempelajari matematika. Oleh karena itu, mendeskripsikan perubahan apa saja yang ada selama proses pembelajaran daring penting dilakukan untuk mengatasi masalah ini Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dimana sampel diambil adalah tujuh orang guru dan tujuh orang siswa SMP/MTsN dari sekolah yang memiliki akreditasi berbeda di Bukittinggi. Pengambilan data dilakukan dengan wawancara terstruktur via online dan tatap muka. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh: siswa lebih mudah memahami materi pelajaran yang disampaikan oleh guru sebelum pandemi. Persentase dalam pemahaman siswa terhadap materi yang diajarkan guru turun sebanyak 10 % selama pandemi. Sebaliknya, persentase dalam penggunaan media online sebagai sumber belajar meningkat sebanyak 50 %. Secara keseluruhan, penilaian yang dilakukan guru cenderung pada aspek kognitif selama pandemi dengan Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM) tetap 75. Dimasa yang akan datang, akan ada tren penggunaan e-learning di sekolah dan pengembangan media pembelajaran berbasis teknologi

    Stereotypes Against Female Online Ojek Drivers in Surakarta

    Get PDF
    This study investigated the stereotypes of female online motorcycle taxi drivers, who pinned the stereotype of female online motorcycle taxi drivers, and why the stereotype of female online motorcycle taxi drivers in Surakarta emerged. This study used a qualitative method with a phenomenological approach. Sources of data used were primary data sources and secondary data sources—the data collected by interviews and observations. The informant retrieval technique used was snowball sampling and purposive sampling. This study indicated that (1) The stereotype of online motorcycle taxi drivers arises from a sub-culture in a society where men are closely related to masculine characteristics while women are feminine. So, working as a driver in a society closely related to masculine people creates stereotypes for women. (2) In the process, the stereotype of female online motorcycle taxi drivers appeared in most of the people who interacted with them, such as customers, fellow online motorcycle taxi drivers, and their families. (3) The reason for the emergence of a stereotype among female motorcycle taxi drivers is that women's driving proficiency is not the same as men's. In general, women who drive on a man are considered less common in some societies. Especially if the female drivers still receive orders at night, some community members and fellow male drivers consider it to be precarious and endangering to women. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana stereotip driver ojek online perempuan, siapa yang menyematkan stereotip driver ojek online perempuan dan mengapa stereotip driver ojek online perempuan di Kota Surakarta muncul. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Sumber data yang digunakan adalah sumber data primer dan sumber data sekunder. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Stereotip pada driver ojek online muncul dari adanya sub budaya dalam masyarakat bahwa laki-laki erat dengan sifat maskulin sedangkan perempuan dengan sifat feminim. Sehingga, ranah pekerjaan sebagai driver yang di masyarakat erat dengan kaum maskulin membuat munculnya stereotip pada perempuan. (2) Dalam prosesnya stereotip terhadap driver ojek online perempuan muncul pada sebagian besar orang yang berinteraksi dengannya seperti customer, rekan sesama driver ojek online dan keluarga. (3) Alasan munculnya sebuah stereotip pada driver ojek perempuan berkaitan dengan kemahiran dalam mengemudi perempuan tidak sama dengan kaum laki-laki. Secara umum perempuan yang memboncengkan seorang laki-laki dianggap kurang lazim bagi sebagian masyarakat.Terlebih jika di malam haridriver perempuan yang masih gadis masih menerima orderan hal tersebut dianggap oleh sebagian masyarakat maupun dari teman sesama driver laki-laki sangat beresiko dan membahayakan diri perempuan

    The Divinity Cosmological Model of Ibn al-'Arabi: The Relations between Mystical and Logic

    No full text
    This article analyzes the cosmological model of the divinity of Ibn al-‘Arabi based on relations between mystical and logic. This research is a literature review with a descriptive analytics method. In this case, it reveals and describes as it is Ibn al-‘Arabi’s cosmological model of the divine, then analyzed and interpreted to obtain the proper data. This research finds that Ibn al-‘Arabi’s cosmological model of divine relevant to the times and is a thought that brings humans to the ‘presence’ of God. Ibn al-‘Arabi’s cosmological model of the divine is not only transcendental theological but also mysticism in character. This study is important since it reveals much deeper about the cosmological model of the divinity of Ibn al-‘Arabi. Although research on Ibn al-‘Arabi has been widely carried out including on Ibn al-‘Arabi’s divine cosmology, however, re-examining the model contained in Ibn al-‘Arabi’s divine cosmology has the potential to rediscover new reinterpretations, so that this research can be used as a foundation in the study of Islamic thought. Artikel ini menganalisis tentang model kosmologi ketuhanan Ibn al-‘Arabi yang berpijak pada jalinan antara mistis dan nalar. Penelitian ini adalah kajian kepustakaan, dengan metode deskriptif analitis. Dalam hal ini mengungkapkan dan menggambarkan secara apa adanya tentang model kosmologi ketuhanan Ibn al-‘Arabi, selanjutnya dianalisis dan dilakukan interpretasi sehingga ditemukan data yang diinginkan. Penelitian ini menemukan bahwa model kosmologi ketuhanan Ibn al-‘Arabi masih dan sangat relevan dengan zaman serta merupakan pemikiran yang membawa manusia akan ‘kehadiran’ Tuhan. Sebab model kosmologi ketuhanan Ibn al-‘Arabi tidak hanya bersifat teologis transendental semata, melainkan juga bercorak tasawuf. Penelitian ini penting karena menguak tentang model kosmologi ketuhanan Ibn al-‘Arabi secara mendalam. Walaupun penelitian tentang Ibn al-‘Arabi telah banyak dilakukan termasuk tentang kosmologi ketuhanan Ibn al-‘Arabi, namun meneliti kembali model yang terkandung dalam kosmologi ketuhanan Ibn al-‘Arabi berpotensi menemukan kembali reinterpretasi baru, sehingga penelitian ini dapat dijadikan landasan dalam kajian pemikiran Islam

    The Resistance of Conservative Islamic Organizations on the Development of Regional Tourism in Madura

    No full text
    This study examines the resistance behavior of conservative Islamic organizations to regional tourism development in Madura, especially entertainment-based tourism. There are three research questions in this study: how is the reality of conservative Islamic organizations in Madura to the religious dynamics of the local community? How is the existence of conservative Islamic organizations to the dynamics of tourism development in Madura? How is the resistance of conservative Islamic organizations towards tourism development in Madura? Qualitative data were collected through observation, interview, and literatures study. The findings show: First, the conservativism values of Islamic organizations in Madura were born and spread widely from local traditions and religions; Second, the tradition of conservatism of Islamic organizations in Madura seen in several Islamic organizations, mainly right-wing Islamic organizations such as AUMA, FKM, and GUIP; Third, the conservatism of Islamic organizations in Madura is related to their resistant behavior towards tourism development in Madura, which reflect in their thinking and religious paradigms which tend to be traditionalist, puritanical, and reactionary. They use anarchism approaches that lead to violence, for instance burning the Bukit Bintang tourist site in Pamekasan Regency. Studi ini mengkaji perilaku resisten Ormas Islam konservatif terhadap pembangunan pariwisata daerah di Madura, khususnya pariwisata berbasis hiburan. Terdapat tiga pertanyaan penelitian pada studi ini: bagaimana realitas Ormas Islam konservatif di Madura dalam dinamika keagamaan masyarakat setempat? Bagaimana eksistensi Ormas Islam konservatif dalam dinamika pembangunan pariwisata di Madura? Bagaimana resistensi Ormas Islam konservatif terhadap pembangunan pariwisata di Madura? Kualitatif data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan studi kepustakaan. Temuan studi ini menunjukan: Pertama, nilai-nilai konservatisme Ormas Islam di Madura lahir dan menyebar luas dari tradisi dan keagamaan lokal; Kedua, tradisi konservatisme Ormas Islam di Madura dapat ditemukan di sejumlah Ormas Islam, terutama Ormas Islam yang secara ideologi berhaluan kanan seperti AUMA, FKM, dan GUIP; Ketiga, konservatisme Ormas Islam di Madura terkait perilaku resisten mereka terhadap pembangunan pariwisata di Madura, tergambar pada paradigma berpikir dan keagamaan mereka yang cenderung tradisionalis, puritan, dan reaksioner. Mereka menggunakan pendekatan anarkisme sehingga berujung pada tindak kekerasan seperti pada kasus pembakaran lokasi wisata Bukit Bintang di Kabupaten Pamekasan

    The Policy Responses towards Contemporary Islamic Capital Market in Indonesia: The Dynamics and Challenges

    Get PDF
    Islamic capital market has been developed to anticipate the need for capital management in the Islamic industry that grows rapidly. This paper will study the dynamics and the contemporary challenges of capital market industry products. The research utilizes a qualitative approach by searching data and information from relevant literatures, specific data, and information from regulators. The researcher conducts analytical studies literature after collecting and compiling data from relevant literatures. This study shows that Islamic capital markets have attempted to reach certain standards based on the criteria of Islamic teaching. However, this study found that globally and nationally the development of Islamic capital markets is still struggling with regulatory, products, and practices problems. This study indicates that the Islamic capital market regulator in Indonesia still needs wider socialization and more efforts to increase the low level of literacy and inclusion.  Pasar modal syariah dikembangkan untuk mengantisipasi kebutuhan pengelolaan modal di industri syariah yang tumbuh pesat. Tulisan ini mengkaji dinamika dan tantangan kontemporer produk industri pasar modal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan mencari data dan informasi dari literatur yang relevan dan data dan informasi spesifik dari regulator. Peneliti melakukan studi analitik literatur setelah mengumpulkan dan menyusun data dari literatur yang relevan. Studi ini menunjukkan bahwa pasar modal syariah telah berusaha mencapai standar tertentu berdasarkan kriteria ajaran Islam. Namun, penelitian ini menemukan bahwa secara global dan nasional perkembangan pasar modal syariah masih berkutat dengan masalah regulasi, produk dan praktik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa regulator pasar modal syariah di Indonesia masih membutuhkan usaha-usaha sosialisasi yang lebih luas untuk meningkatkan literasi dan inklusi pasar modal syariah yang masih rendah di Indonesia.

    Dynamics of The Study of The Quran in Indonesia: Language and Paradigm

    No full text
    This paper describes the development of the study of the Quran in Indonesia. Through historical-analytical approach, it shows that since the arrival of Islam in Indonesia, the study of the Quran has always been developing. They were starting from oral translation until the birth of interpretive products with various dynamics in them. The research question is, what are the forms of the dynamics of the study of the Quran in Indonesia. This study shows that the study of the Quran in Indonesia is moving dynamically, especially in terms of language characters and paradigms. The languages and characters used vary, ranging from Arabic and Arabic script to local-national languages and scripts (Indonesian and Latin characters), such as jawi, lontara, and pegon. Furthermore, the paradigm is also dynamic, such as textual and contextual approaches. The textual approach has characteristics dealing with the linguistic area and historical context of the Quran, not touching the context in which the Quranic verse is studied. Then the contextual approach, which is not only a linguistic aspect but also pays attention to the context both when the Quran was revealed and the context in which the Quran lives, to see the universal meaning of the Quran. In Indonesia, contextual approaches have started in the reformative or modern-contemporary era, at the end of the 20th century AD, and have developed until now.Tulisan ini menjelaskan tentang perkembangan kajian al Quran di Indonesia. Melalui pendekatan historis-analitis dapat diketahui bahwa sejak masuknya Islam ke Indonesia, kajian al Quran selalu mengalami perkembangan. Berawal dari terjemahan secara lisan, hingga lahirnya produk-produk tafsir dengan berbagai dinamika di dalamnya. Pertanyaan yang ingin dijawab dalam penelitian ini adalah terkait apa saja bentuk dinamika kajian al Quran yang terjadi di Indonesia. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kajian al Quran di Indonesia bergerak dinamis, terutama dalam aspek bahasa-aksara dan paradigma.  Bahasa dan aksara yang dipakai beragam, mulai dari bahasa dan aksara Arab sampai pada bahasa dan aksara lokal-nasional (bahasa Indonesia dan aksara latin), seperti aksara jawi, lontara, dan pegon. Sedangkan paradigmapun juga dinamis, yaitu pendekatan tekstual dan kontekstual.  Pendekatan tekstual memiliki karaktersitik berkutat pada wilayah linguistik dan konteks sejarah al Quran, tidak menyinggung konteks di mana ayat al Quran itu dikaji. Kemudian pendekatan kontekstual yang tidak hanya aspek linguistiknya saja, tetapi juga memerhatikan konteks saat al Quran itu diturunkan maupun konteks dimana al Quran itu hidup  untuk melihat makna universal al Quran. Di Indonesia, Pendekataan kontekstual sudah mulai terjadi di era reformatif atau modern-kontemporer, akhir abad ke-20 M dan berkembang sampai sekarang

    The Recontextualization of the Spiritual Value Fasting in Improving the Body's Immune System During the Covid 19 Pandemic

    No full text
    This study focuses on how the process of fasting in Ramadan and sunnah (Monday-Thursday) among Muslims can improve the immune system of practitioners and even affect their social life to practice sunnah fasting. The Corona Virus pandemic, which is still a global problem, not only has an impact on people's social lives, but also encourages many Muslim communities to look for alternative solutions to maintain the vitality of their bodies. Fasting is one method that is currently becoming a trend in society because it is believed by the community that this method is able to ward off various kinds of diseases, especially as exemplified by Prophet Muhammad and Prophet Musa. This study uses a qualitative descriptive method that analyzes the practice of fasting in Ramadan and Monday-Thursday and its implications for the immune system. Data collection techniques used in this study were social observation and interviews with fasting practitioners. The analysis technique consists of data collection, data reduction, data presentation, and drawing conclusions and levers. The results of this study indicate that fasting performed by Muslims is not only able to improve the quality of health but also mental condition because they have a sense of optimism about their condition, especially in the face of a pandemic. Penelitian ini berfokus pada bagaimana proses puasa Ramadhan dan sunah (Senin-Kamis) di kalangan umat Islam mampu meningkatkan sistem kekebalan para praktisi dan bahkan mempengaruhi kehidupan sosial mereka untuk menjalankan puasa sunnah. Pandemi Virus Corona yang masih menjadi masalah global tidak hanya berdampak pada kehidupan sosial masyarakat, tetapi juga mendorong banyak komunitas Muslim untuk mencari solusi alternatif demi menjaga vitalitas tubuh mereka. Puasa merupakan salah satu metode yang saat ini menjadi tren masyarakat karena diyakini masyarakat bahwa metode ini mampu menangkal berbagai macam penyakit, terutama seperti yang dicontohkan Nabi Muhammad dan Nabi Musa. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yang menganalisis praktik puasa Ramadhan dan Senin-Kamis serta implikasinya terhadap sistem kekebalan tubuh. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi sosial dan wawancara dengan praktisi puasa. Teknik analisis terdiri atas pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa puasa yang dilakukan oleh umat Islam tidak hanya mampu meningkatkan kualitas kesehatan tetapi juga kondisi mental karena mereka memiliki rasa optimisme terhadap kondisi mereka, terutama dalam menghadapi pandemi

    Pronunciation Error Analysis on 4th Semester Students of English Education in IAIN Takengon

    No full text
    Abstrak Pelafalan masih menjadi tantangan bagi guru dan siswa dalam belajar bahasa Inggris. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesalahan mahasiswa saat melafalkan bunyi vokal dan konsonan dalam bahasa Inggris. 14 mahasiswa TBI semester 4 IAIN Takengon menjadi object penelitian ini. Penulis menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan studi kasus. Data diambil dari presentasi berbicara mahasiswa, di mana mereka memiliki tugas untuk mempresentasikan topik yang mereka sukai dan penulis mencatatnya. Data dianalisis dengan menggunakan prosedur analisis kesalahan, mengidentifikasi kesalahan dan menggambarkan kesalahan. Penulis menemukan bahwa kesalahan terbanyak yang dibuat oleh siswa terjadi pada vokal dengan 66 kesalahan sedangkan pada konsonan dengan 41 kesalahan. Jumlah kesalahan vokal tertinggi muncul pada bunyi /ә/ dengan 8 kesalahan atau 57,1%. Sedangkan pada konsonan, kesalahan terbanyak terjadi pada bunyi /v/ dengan 11 kesalahan atau 78,5% dari total kesalahan.Kata Kunci: Error, pronunciation, analysisAbstractPronunciation is still become a challenge for teacher and learners in English. This study aims to analyze students’ error while pronouncing the English vowels and consonants. 14 students of TBI 4th semester in IAIN Takengon were the participants of this study. The writer applied descriptive qualitative with case study as the method of research. The data were taken from students’ speaking presentation, where they have task to present the topic they like and the writer recorded it. The data were analyzed by using error analysis procedure, identifying the error and describing the error. The writers found that the most error made by the students occurs in vowel with 66 errors while in consonants with 41 errors. The highest number of errors in vowels appears in sound /ә/ with 8 errors or 57.1%. While in consonants, the highest number of errors occurs in sound /v/ with 11 errors or 78.5% from the total errors. .Keywords: Content, Formatting, Article

    Ritual and Pandemic: The Suluk Tradition of the Tarekat Naqsyabandiyah Bukittinggi Amid the Covid-19

    No full text
    This article analyzes the suluk tradition carried out in Surau Tarbiyah Tengah Sawah Bukittinggi during the Covid-19 Pandemic with health protocol regulations. This study uses a qualitative method. Data were collected through observation, interviews and also documentation. The data analysis technique was descriptive analytic as described by Schaltzman and Strauss from the three data interpretation models. The results showed that the Tarekat Naqsyabandiyah in performing suluk at Surau Tarbiyah Tengah Sawah Bukittinggi was still running as usual. However, during the time of Covid-19 with strict health protocols. Surau provides a place to wash hands, measure temperature, and are required to wear masks. When carrying out the suluk ritual, each individual is ensured of safety by staying at a safe distance. In the context of mysticism, the reduction in mobility does not occur. It is because suluk is a negation of mobility itself. The ritual of suluk during the pandemic is following the presentation of the murshid that the existence of performing rituals has become a means of self-quarantine for the Tarekat Naqsyabandiyah. The goal is to avoid disease and increase faith and body immunity through remembrance worship.Artikel ini bertujuan untuk mengetahui tentang tradisi suluk yang dilakukan di Surau Tarbiyah Tengah Sawah Bukittinggi pada masa Pandemi Covid-19 yang mensyaratkan adanya protokol kesehatan. Jenis penelitian ini adalah kualitatif analisi. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dan juga dokumentasi. Teknik analisis data dengan deskriptif analitik sebagaimana yang dikemukan oleh Schaltzman dan Strauss dari tiga model penafsiran data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jamaah Tarekat Naqsabandiyah dalam melakukan suluk di Surau Tarbiyah Tengah Sawah Kota Bukittinggi masih tetap berjalan seperti biasa pada masa Covid-19 dengan protocol kesehatan yang ketat. Surau menyediakan tempat mencuci tangan, pengukur suhu dan wajib memamakai masker. Dalam hal menjaga jarak karena di tempat suluk ada tempat masing-masing jadi tentu tetap terjaga. Mengurangi mobilitas tentu tidak terjadi karena mereka bersuluk itu tidak adanya mobilitas. Ritual bersuluk pada masa Pandemi sesuai dengan penyampaian mursyid bahwa dengan adanya kegiatan bersuluk menjadi sarana karantina mandiri bagi jamaah tarekat Naqsabandiyah untuk terhindar dari penyakit serta dengan adanya zikir yang kuat meningkatkan daya iman dan imun tubuh

    293

    full texts

    784

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    e-Journal IAIN Bukittinggi (Institut Agama Islam Negeri)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇