e-Journal IAIN Bukittinggi (Institut Agama Islam Negeri)
Not a member yet
    784 research outputs found

    Accommodating Stakeholders’ Voices in the Curriculum Development in an Indonesian Higher Education Institution

    No full text
    This article aims to investigate the accommodation of stakeholders’ voices and it’s challenges in the practices of curriculum development. Using a qualitative approach, the primary data was gathered through in-depth interviews with the head and secretary, and the administrative staff of four Study Programs in The School of Post Graduate Program of one of the leading universities in Yogyakarta, Indonesia. Whereas, secondary data was taken from the documents of curriculum reviews and accreditation documents. The research found that amidst the complexity of involving stake holder’s views within curriculum design, all the four programs have gathered the stake holders’ voices via tracer study, informal discussion during academic meetings and evaluation from the students.  The accommodation of stake holders’ voices can be traced in the form of the addition of elective courses, merging of some courses, addition or omission of certain courses in the current curriculum design. However, the practice of curriculum development was challenged by various aspects such as the commitment of Study Programs to maintain their ‘scientific core’ vis a vis addressing market demand given their commitment to improve theories and knowledge, and the limitation of human resource availabilityArtikel ini Betjeman untuk meneliti akomodasi terhadap masukan stakeholder serta tantangannya dalam praktik pengembangan kurikulum. Menggunakan pendekatan kualitatif, data primer dikumpulkan melalui wawancara dengan ketua dan sekretaris, dan staf administrasi pada empat program studi di Program Pascasarjana di salah satu universitas terkemuka di Yogyakarta, Indonesia. Sementara itu, data sekunder diambil dari dokumen review kurikulum dan akreditasi. Penelitian ini menemukan bahwa di tengah kompleksitas pelibatan stake holder dalam desain kurikulum, keempat Program Studi mengumpulkan masukan stakeholder melalui tracer study, diskusi informal dalam pertemuan-pertemuan akademik dan evaluasi dari mahasiswa. Akomodasi yang dilakukan Program Study dapat dilacak dalam bentuk penambahan mata kuliah tambahan, penggabungan beberapa mata kuliah, penambahan atau pengurangan mata kuliah tertentu dalam desain kurikulum yang baru.  Akan tetapi, pelaksanaan pengembangan kurikulum tersebut menghadapi tantangan berupa komitmen Program Studi untuk mempertahankan ‘inti keilmuan’ dihadapkan dengan bagaimana mengakomodir tuntutan pasar mengingat bahwa Program Studi memiliki komitmen untuk pengembangan teori dan pengetahuan, dan keterbatasan sumber daya manusia di Program Studi

    Minangkabau Women's Movement for the Progress of Women's Education in West Sumatera

    Get PDF
    Education in Minangkabau from the 19th century to the early 20th century was not too pro-Minangs women. Recognizing the situation and conditions at that time, several Minangkabau women moved and fought against injustice, including Rohana Kudus, Rahmah El Yunusiah, and Rasuna Said. This Minangs female figure fights for women's rights with various strategies and movements. This research uses qualitative by collecting data through interviews and documentation. This study shows that the movements carried out by female leaders in Minangkabau have contributed to contemporary Islamic education in Minangkabau, such as 1) Liberating women from educational backwardness. 2) Take an education policy to get women out of colonialism. 3) Inspire women to continue to develop their minds. 4) Educating women through mass media as a way to educate the public.Pendidikan di Minangkabau pada abad ke-19 sampai awal abad ke-20 tidak terlalu berpihak kepada kaum perempuan Minang. Melihat situasi dan kondisi saat itu, beberapa perempuan Minangkabau bergerak dan berjuang dalam melawan ketidakadilan diantaranya adalah : Rohana Kudus, Rahmah El Yunusiah, dan Rasuna Said. Tokoh perempuan Minang ini memperjuangkan hak-hak perempuan dengan berbagai strategi dan pergerakan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, pergerakan yang dilakukan oleh tokoh- tokoh perempuan di Minangkabau memiliki kontribusi pada pendidikan Islam kontemporer di Minangkabau seperti: 1) Melakukan pembebasan perempuan dari keterbelakangan pendidikan. 2) Mengambil kebijakan pendidikan untuk mengeluarkan perempuan dari keterjajahan. 3) Menginspirasi perempuan untuk terus mengembangkan pemikiran. 4) Mendidik perempuan melalui media massa sebagai salah satu cara mencerdaskan masyarakat

    Implementation of Inclusive Finance in Empowering Micro, Small and Medium Enterprises (UMKM) at Micro Waqf Banks

    Get PDF
    This study aimed to analyze the impact of the implementation of financial inclusion at Al-Fithrah Micro Waqf Bank regarding the empowerment of Empowering Micro, Small and Medium Enterprises (MSME). Even though MSME sectors have become a central foundation for the economy, the capital limitation is still considered a classic problem. It influences the government to release National Strategy Financial Inclusion to provide financial services that all levels of society can access. The indicators inclusive financial consists of access, usage and quality to realize empowerment through financing and assistance. This research used a descriptive qualitative method, and data were collected through interviews, observations, and documentation. The results showed that the financial inclusion component had been implemented but still has many potentials to be maximized. The components of access and usage have been appropriately implemented in terms of physical aspects and prices that are easily accessible to customers. These two components have an impact on increasing customer Islamic financial literacy. In the quality component, product variations are expected to fulfill the different business needs of customers. Meanwhile, financing has not significantly impacted fulfilling the welfare component’s capital needs  because the nominal value is too small. Furthermore, business assistance has a more significant impact on improving the business and spiritual aspects of clients. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak penerapan keuangan inklusif pada Bank Wakaf Mikro Al-Fithrah terhadap pemberdayaan UMKM di sekitarnya. Meskipun sektor UMKM telah menjadi fondasi yang cukup sentral bagi perekonomian, keterbatasan permodalan masih menjadi masalah klasik UMKM. Hal ini mendorong pemerintah untuk mengeluarkan Strategi Nasional Keuangan Inklusif yang bertujuan untuk memberikan layanan keuangan yang dapat diakses seluruh lapisan masyarakat. Indikator keuangan inklusif yang terdiri dari akses, penggunaan dan kualitas diterapkan untuk mewujudkan pemberdayaan UMKM melalui pembiayaan dan pendampingan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif melalui pengumpulan data wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komponen keuangan inklusif telah diimplementasikan namun masih berpotensi untuk dimaksimalkan. Komponen akses dan penggunaan sudah terlaksana dengan baik dilihat dari segi fisik dan harga yang mudah dijangkau nasabah. Kedua komponen tersebut berdampak pada peningkatan literasi keuangan syariah nasabah. Pada komponen kualitas, variasi produk diharapkan dapat memenuhi kebutuhan modal nasabah yang berbeda. Sedangkan untuk komponen kesejahteraan, pembiayaan belum memberikan pengaruh signifikan untuk memenuhi kebutuhan permodalan karena nilai nominal yang terlalu kecil. Selain itu, program pendampingan usaha (HALMI) memiliki dampak yang lebih signifikan terhadap peningkatan usaha dan spiritual pelanggan

    Role Conflict and Well-Being Among Working Students: The Viewpoint of a Full-Timer

    No full text
    This research examines the relationship between the conflicting role and the academic well-being of students who are both studying and working. It is widely assumed that students who are both working and studying experience low academic well-being, such as getting low grades, being not confident with academic performance, and feeling removed from college activities. On the other hand, most of them also experience a conflict between the multiple roles they engage in, and this reduces their productivity. Based on the literature, role conflict often occurs in individuals who have difficulty in determining the scale of priorities and responsibilities. Previous research has shown how role conflict was related to the well-being of part-time working students. Therefore, the purpose of this research is to determine whether role conflict of full-time working students is related to their subjective well-being. This study was quantitative with questionnaire data collection technique. The participants in this study were 100 college students in private universities in Jakarta. The data analysis technique used was the Spearman correlation test. The result showed that there was no relation between role conflict of working students and their academic subjective well-being. Theoritical and practical implications are discussed later.Penelitian ini mencoba mengungkap hubungan antara konflik peran dengan kesejahteraan subjektif akademik mahasiswa yang kuliah sekaligus bekerja. Diketahui mahasiswa yang bekerja dan berkuliah mengalami indikator kesejahteraan akademik yang rendah seperti mendapat nilai yang buruk, tidak percaya diri dengan performa di perkuliahan dan tidak terikat dengan kegiatan kuliah. Di sisi lain, mereka juga banyak mengalami konflik dengan dua peran yang dilakukan sehingga menurunkan produktifitasnya. Menurut literature, konflik peran sering terjadi pada individu yang kesulitan dalam menentukan skala prioritas dan tanggung jawab. Penelitian sebelumnya, Role Conflict memiliki hubungan dengan well-being pada mahasiswa pekerja part-time. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah untuk apakah Role Conflict pada mahasiswa pekerja berhubungan dengan College Student Subjective Well-being pada mahasiswa pekerja. Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan metode pengambilan data Kuesioner. Partisipan dalam penelitian berjumlah 100 Mahasiswa di perguruan tinggi swasta Jakarta. Teknik analisa data yang digunakan adalah uji korelasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa tidak terdapat hubungan antara konflik mahasiswa pekerja dengan kesejahteraan subjektif akademik mahasiswa. Implikasi teoritis dan praktis didiskusikan kemudian

    Between Transcendence and Immanence: The Construction of Fazlur Rahman's Thoughts about God

    No full text
    This article analyzes the construction of Fazlur Rahman's thoughts about God. This qualitative research uses Friedrich Schleimacher's hermeneutic method (1764-1834). This study finds that in the construction of Fazlur Rahman's thought, God is One and the First. God is not a dimension, but He is the creator of the dimensions. The existence of God can be found with Himself because He is the evidence for all things. For this reason, everything created by God has a (teleological) purpose, namely as proof of His functional existence. God is transcendent and immanent. Transcendent God implies that God is completely different from all His material creatures. At the same time, the immanent God is "along" with His creation. God has a direct relationship with his creation, it does not mean that God is in everything that exists in nature, even though His presence is all-encompassing.Artikel ini menganalisis tentang kontruksi pemikiran Fazlur Rahman tentang Tuhan. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan metode hermeneutika Friedrich Schleimacher (1764-1834). Studi ini menemukan bahwa dalam kontruksi pemikiran Fazlur Rahman Tuhan adalah Esa dan Yang Pertama. Tuhan bukanlah dimensi, tapi Ia pencipta dimensi-dimensi yang wujud. Wujud Tuhan dapat ditemukan dengan diri-Nya sendiri, karena diri-Nya merupakan bukti bagi segala sesuatu. Untuk itu, dalam pemikiran Fazlur Rahman segala yang diciptakan Tuhan mempunyai tujuan (teleologis) yaitu sebagai bukti wujud-Nya yang bersifat fungsional. Kemudian, bagi Fazlur Rahman Tuhan bersifat transenden dan imanen. Transenden Tuhan mengandung makna bahwa Tuhan sama sekali berbeda dengan segala makhluk-Nya yang bersifat materi. Sedang imanen Tuhan adalah “bersama-sama” dengan ciptaan-Nya. Tuhan mempunyai hubungan langsung dengan ciptaannya, bukan berarti Tuhan ada di dalam setiap sesuatu yang ada di alam, sungguhpun kehadiran-Nya serba meliputi

    Masyarakat dan Solidaritas dalam Pembangunan yang Berpotensi Konfllik (Pengabdian Masyarakat Berbasis Riset di Kecamatan Lembang Jaya Kabupaten Solok)

    No full text
    Pengabdian masyarakat berbasis riset ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat akan pentingnya pembangunan disatu sisi dan pentingnya pelestarian lingkungan disisi lain. Pengabdian masyarakat ini didasarkan pada riset awal yang dilakukan di nagari Bukit Sileh dan nagari Batu Bajanjang di kecamatan Lembang Jaya Kabupaten Solok. dengan adanya kasus munculnya solidaritas dan perlawanan masyarakat terhadap pembangunan PLTP Geothermal. Pengabdian masyarakat ini dengan jenis penelitian berbasis riset dengan metode Participatory Action Research (PAR), dengan melibatkan partisipsi dalam diskusi maupun menggali akar masalah. Riset awal sebagai dasar pengabdian dapat dipahami bahwa timbulnya solidaritas masyarakat dalam penolakan sebagian masyarakat terhadap pembangunan PLTP Geothermal. Berdasarkan kajian riset awal di atas maka pengabdian yang dilakukan dalam dua tema khusus berupa penyuluhan pentingnya pemahaman akan pembangunan dan dampak positif dan negatifnya bagi kesejahteraan masyaraka serta pemahaman masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan dan dampaknya bagi masyarakat sehingga masyarakat dapat memahami dan menilai akan pembangunan dari dua sisi berupa dampak negatif dan positifnya bagi masyarakat sebagai efek yang ditimbulkan dari pembangunan

    An Analysis of Initiation Response Feedback (IRF) Pattern in Classroom Discourse at Half Nelson Movie

    No full text
    Abstrak Latar belakang penelitian berdasarkan observasi peneliti dalam film Half Nelson yang menunjukkan bahwa terdapat pola IRF yang digunakan selama interaksi antara guru dan siswa di dalam kelas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pola IRF terjadi di dalam kelas, bagaimana guru berinisiatif, bagaimana respon siswa, dan bagaimana umpan baliknya. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan analisis wacana dalam linguistik terapan dan menggunakan metode deskriptif. Data dalam penelitian ini adalah interaksi yang terjadi ketika guru dan siswa saling berinteraksi dalam naskah film Half Nelson. Penelitian ini menggunakan purposive sampling sebagai teknik pengumpulan data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada enam jenis inisiasi yang digunakan, yaitu teacher elicit, teacher direct, teacher inform, teacher listing, re-inisiation (i), re-initiation (ii). Respon tersebut adalah respon siswa spesifik, silent, silent-av, bingung berorientasi kerja, tertawa, respon siswa open-ended, dan nonverbal. Jenis-jenis umpan balik adalah mengulang, mengakui jawaban yang benar, memperluas atau memodifikasi, menunjukkan jawaban yang salah, meringkas, memuji. Berdasarkan hasil analisis data, dapat disimpulkan bahwa guru menggunakan berbagai jenis inisiasi dalam situasi yang berbeda.Kata Kunci: Pola IRF, Film Half Nelson, InteraksiAbstractThe background of the research based on the researcher observation in Half Nelson movie which indicated that there was an IRF pattern used during interactions between teachers and students in the classroom. The purpose of this study is to find out how the IRF pattern occurs in the classroom, how the teacher initiates, how students respond, and how the feedback. This research was conducted using qualitative research by using a discourse analysis approach in applied linguistics and using descriptive methods. The data in this study is the interaction that occurs when teachers and students interact with each other in the Half Nelson movie script. This study uses purposive sampling as a technique in data collection. The results of this study indicate that there are six types of initiation used, namely teacher elicit, teacher direct, teacher inform, teacher listing, re-initiation (i), re-initiation (ii). The responses are students’ response specific, silent, silent-av, confused work-oriented, laughter, students’ response open-ended, and nonverbal. The types of feedback are repeating, acknowledging a correct answer, expanding or modifying, indicating an incorrect answer, summarizing, praising. Based on the results of data analysis, it can be concluded that the teacher used various types of initiation in different situation.Keywords: IRF Pattern, Half Nelson Movie, Interaction

    Construction of the Wali Pitu’s Sacredness and Islamic Veneration in Balinese Hindu Civilization

    No full text
    This article explains the Wali Pitu (the seven saints) as a new form of veneration dynamics in Indonesia, which was built by the sacredness of Bali as the heart of Hindu culture in Indonesia. This phenomenon is unique and interesting, because the seven tombs of Muslim saints are venerated by Hindus of the region. This study uses a qualitative approach with the case-study method, extracting data as documentation from the notes of Toyyib Zaen Arifin during the expedition to search the seven graves, and interviews with members of the Manaqib al-Jamali, guidance, organizers and religious tourism congregations, as well as several caretakers of the tombs. This article describes the sacred construction of the discovery of the seven sainthoods tombs and their cults and their dynamics as a new form of the veneration of saints in Indonesia, one that differs from the other forms of veneration in Java which has been deeply rooted for a long time, such as the Wali Songo (the nine saints). Artikel ini berupaya menjelaskan Wali Pitu (tujuh wali) sebagai bentuk baru dinamika venerasi di Indonesia yang dibangun oleh sakralitas Bali sebagai jantung peradaban Hindu. Fenomena ini sangat unik dan menarik dimana kedua korpus yang diteliti sangat kontradiktif namun menjadi sebuah realitas nyata, dimana tujuh makam wali Muslim ditemukan di Bali sebagai jantung peradaban Hindu. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, penggalian data berupa dokumentasi dari hasil catatan Toyyib Zaen Arifin selama ekspedisi pencarian tujuh makam wali, dan wawancara kepada anggota manaqib al-Jamali, pembimbing, penyelenggara dan jama’ah wisata religi, serta beberapa juru kunci makam Wali Pitu. Artikel ini menjelaskan konstruksi sakralitas atas penemuan tujuh makam wali dan pengkultusannya serta dinamikanya sebagai wujud baru venerasi orang suci di Indonesia yang berbeda dengan venerasi sebelumnya di Jawa yang sudah mengakar kuat sejak lama (Wali Songo)

    The Islamic Traditional Arts and the Traces of Science: A Study of Ethnomathematics in Ambe-Ambeken Dance in Aceh Singkil

    No full text
    This research explores the origins of the Ambe-ambeken Dance from Singkil Regency, the form of the Ambe-ambeken Dance, and analyzes the ethnomathematics. As a cultural entity, the Singkil people have a dance known as the Ambe-ambeken or Sakhindayong dance. This study uses a descriptive qualitative method to describe the Ambe-ambeken dance based on historical, anthropological and mathematical approaches. Although the variety of movements looks simple at first glance, this dance is a form of technology of enchantment that is full of wisdom and has an essential role in shaping the community's personality and the spread of Islam in Singkil through the poems that are sung during the dance. Then from a different perspective, it was found that there is a mathematical element that many people do not realize in a traditional dance, namely a geometric transformation. This fact leads to a new assumption that culture in the past was built on spirituality and aesthetic values and by applying mathematical principles in various aspects of life. Penelitian ini mengungkap asal-usul Tari Ambe-ambeken dari Kabupaten Singkil, bentuk Tari Ambe-ambeken serta menganalisis etnomatematika pada Tari Ambe-ambeken Sebagai sebuah entitas kultural, masyarakat Singkil memiliki sebuah tarian yang dikenal sebagai tari Ambe-ambeken atau Sakhindayong.. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, yang bertujuan untuk mendeskripsikan tari ambe-ambeken berdasarkan pendekatan Sejarah, Antropologi dan Matematika. Meskipun sepintas ragam geraknya terlihat sederhana, tetapi tarian ini merupakan bentuk technology of enchantment yang sarat akan kearifan dan memiliki peranan penting dalam pembentukan kepribadian masyarakat serta penyebaran agama Islam di Singkil melalui syair-syair yang dibawakan selama tarian berlangsung. Kemudian dari sisi yang berbeda, ditemukan bahwa ada unsur matematika yang tidak disadari oleh banyak orang dalam suatu tarian tradisional, yakni berupa transformasi geometri. Fakta ini mengarahkan pada asumsi baru bahwa kebudayaan di masa lalu tidak hanya dibangun atas dasar spiritualitas dan nilai estetika semata, tetapi juga dengan menerapkan prinsip matematika dalam berbagai aspek kehidupan

    Religious Messages Without Religion In Nas Daily Online Videos (Displacement Analysis in Authority)

    No full text
    AbstractThe article tells about religious authority being taken over by content creators. The defeat of religious authorities arises because there are more and more people watching vlog videos than followers of religious authorities themselves. The link between video vlogs and religious authorities is video vlogs that accidentally take over the place or field of spreading religious knowledge. Observations were made through Facebook Nas Daily. This study uses Pauline Hope Cheong's Authority theory. In analyzing it, it is exactly the same as where Pauline hope Cheong explains his theory, namely through the four logics he considers to formulate the theory, namely disjucture and displacement as the formulation of the problem, and continuity and complementarity as solutions to problems. This research proves that religion is now not only obtained from religious authorities.Keywords: Authority, Nas Daily, Religious Authority, DisplacementAbstrakArtikel bercerita tentang otoritas keagamaan yang diambil alih oleh konten creator. kekalahan otoritas keagamaan muncul karena pengamat vidio vlog lebih banyak dan memiliki banyak kalangan daripada para pengikut dari otoritas keagmaan itu sendiri. Yang menghubungkan antara vlog video dengan otoritas keagamaan adalah video vlog yang tidak sengaja mengambil alih  tempat atau lapangan penyebaran ilmu agama secara tidak sengaja. Pengamatan dilakukan melalui facebook Nas Daily. Penelitian ini menggunakan teori Authority milik Pauline Hope Cheong. Dalam mengalisisnya sama persis sebagai mana Pauline hope Cheong menenrangkan teorinya yaitu melalui empat logika yang dipertimbangkanya untuk merumuskan teori yaitu disjucture dan displacement sebagai perumusan problematika, dan continuity dan Complementarity sebagai solusi probelematika. Penelitian ini membuktikan bahwa agama sekarang tidak hanya di dapat dari otoritas keagamaan.  Kata Kunci: Authority, Nas Daily, Otoritas Keagamaan, Displacemen

    293

    full texts

    784

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    e-Journal IAIN Bukittinggi (Institut Agama Islam Negeri)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇