e-Journal IAIN Bukittinggi (Institut Agama Islam Negeri)
Not a member yet
784 research outputs found
Sort by
Between Halal and Haram: The Challenges and Adaptation of Halal Dietary Consumption Indonesian Muslim Immigrants in Japan
This study examines the challenges and adaptation strategies of Halal food consumption by Indonesian Muslim immigrants in Japan. Since April 2019, Japan’s government decided to accept foreign workers under Specified Skills Visa Program to address the labor shortages in the country. This new policy will encourage more Muslim immigrants from Indonesia to search for higher income in Japan. The growing population of Muslim immigrants in Japan and inbound tourists from Islamic countries has triggered the development of Halal food products in Japan. The research uses a qualitative approach supplemented with semi-structured interviews of Indonesian Muslim Immigrants from various locations in Japan. This study has found that the Indonesian Muslim immigrants face three challenges to maintain their Halal dietary consumption. The different culture of social life has put social pressure on Muslim immigrants to follow the Japanese drinking and hangout habits. The difficulties of accessibility and a lack of variety of Halal food products make it a less appealing choice for busy-scheduled people. There is no legal body that has the authority to give Halal certification. Theory of deviance typology is used to analyze the adaptation strategy formed as the result of these challenges. There are four types of adaptation strategy formed by Indonesia Muslim immigrants: Conformity, Innovation, Ritualism, and Retreatism.Penelitian ini mengkaji tentang tantangan dan strategi adaptasi konsumsi makanan halal oleh imigran Muslim Indonesia di Jepang. Sejak April 2019, pemerintah Jepang memutuskan untuk menerima pekerja asing di bawah Program Visa Keterampilan Khusus untuk mengatasi kekurangan tenaga kerja di Jepang. Kebijakan baru ini akan mendorong lebih banyak imigran Muslim dari Indonesia untuk mencari penghasilan yang lebih tinggi di Jepang. Meningkatnya populasi imigran Muslim di Jepang dan masuknya turis dari negara-negara Islam telah memicu berkembangnya produk makanan Halal di Jepang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang dilengkapi dengan wawancara semi terstruktur terhadap Imigran Muslim Indonesia dari berbagai lokasi di Jepang. Studi ini menemukan bahwa para imigran Muslim Indonesia memiliki tiga tantangan untuk mempertahankan konsumsi makanan halal mereka. Budaya kehidupan sosial yang berbeda telah memberikan tekanan sosial bagi imigran Muslim untuk mengikuti kebiasaan minum alkohol dan cara pergaulan orang Jepang. Kesulitan aksesibilitas dan kurangnya variasi produk makanan halal menjadikannya pilihan yang kurang menarik bagi orang-orang dengan jadwal sibuk. Tidak ada satu pun badan hukum yang berwenang memberikan sertifikasi halal. Teori tipologi penyimpangan digunakan untuk menganalisis strategi adaptasi yang terbentuk akibat tantangan tersebut. Ada empat jenis strategi adaptasi yang dibentuk oleh Imigran Muslim Indonesia: Conformity, Innovation, Ritualism, and Retreatism
Kahoot App as a Digital Evaluation Alternative For Online Learning
The use of paper tests has created problems for evaluation such as demotivation, psychological burden, and lengthy scoring process and analysis of answers. Kahoot is an application that offers digital evaluation. Examining the effectiveness of its use is therefore necessary. This Research and Development (R&D) study adopts the ADDIE model (Analyze, Design, Development, Implementation, and Evaluation). The research instrument consists of test items and questionnaire sheets. The results of the validation of items in the category of “appropriate to use” include many revisions and recommendations. The results of the test items obtained as many as 46 questions in the valid category. The results of the practicality test in the “adequately practical” category show a score of 3.80. The effectiveness test results in two test classes were 0.068. The research indicates that this product is usable, but the effectiveness test data obtained show that there is no significant difference between digital evaluations using the Kahoot application. However, the norm reference value differs between the two classes. This means that a visually appealing digital evaluation can increase a student’s enthusiasm for learningPenggunaan paper test telah memberikan kesan membosankan, beban psikologis, proses skoring yang lama serta analisis jawaban pada soal essay merupakan permasalahan evaluasi. Pleh sebab itu, pengembangan evaluasi digital dengan menggunakan Kahoot dan melihat keefektifan pengembangan kedalam penggunaannya sangat dibutuhkan. Penelitian pengembangan ini dengan mengadobsi model ADDIE (Analyze, Design, Development, Implementation, and Evaluation). Instrumen penelitian meliputi butir tes dan lembaran angket. Analisis data yaitu data kuantitatif dan kualitatif. Hasil data kualitatif dari validator tentang butir soal serta produk berisi saran dan masukan. Hasil validasi butir soal kategori layak digunakan dengan banyak revisi, hasil uji coba butir soal diperoleh sebanyak 46 soal dalam kategori valid. Hasil uji kepraktisan kategori cukup praktis dengan skor 3.80. Hasil uji efektifitas pada 2 kelas ujicoba, didapat sebesar 0,068. Berdasarkan hasil pengembangan, maka produk ini terkategori layak untuk digunakan, namun dari hasil uji efektifitas didapat data bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan antara evaluasi digital menggunakan aplikasi Kahoot. Hal ini memberikan makna bahwa evaluasi digital yang menarik mampu merubah semangat belajar mahasiswa. Kendala lain juga difaktori oleh kekuatan provider yang digunakan, sehingga kualitas kecepatan dan kepuasan usebilitas tidak terpenuhi
The Role of Victim’s Assistant to Prevent Secondary Victimization : Case Women Victim of Marital Rape
Women (wives) is the most hidden victim of marital rape. Regarding this issue, we argue that women victims need victim assistance to prevent secondary victimization. This article is based on a literature review with a qualitative approach. Turning to marital rape cases in Indonesia, women's victims get harmful impacts in physiological and physical. Women victims of marital rape in Tanjung Priok, Bali, Pasuruan, and "L" are some of them. We conclude that the government and other stakeholders need to provide victim assistance for women victims of marital rape in mental and physical health, legal services (advocacy), economic empowerment, campaign, and particular public services spaces. The first thing to do is mental and physical health, but the next part, like legal services, is essential to prevent secondary victimization. Therefore, campaign to build awareness from society is essential to prevent stigmatization for women victims of marital rape. Finally, to implementing the role of victim assistant to prevent secondary victimization in marital rape cases needs unity for people by people and institution by institution. It is needed the same standpoint about marital rape. Perempuan (secara khusus istri) merupakan korban tersembunyi dari pemerkosaan dalam pernikahan (marital rape). Menanggapi hal tersebut, menjadi penting untuk mempertimbangkan peran pendampingan korban atau victimassistance untuk menghindari viktimisasi sekunder (secondary victimization). Adapun artikel ini berdasarkan penelusuran literatur (literature review) dengan pendekatan kualitatif. Mengacu pada kasus marital rape yang dialami perempuan (istri) di Indonesia, maka hal tersebut berdampak buruk secara fisik maupun psikologis. Perempuan di Tanjung Priok, Bali, Pasuruan dan “L” merupakan contoh korban marital rape. Kesimpulan tulisan ini yaitu mendorong pemerintah dan pihak terkait agar segera menyediakan layanan pendampingan perempuan korban marital rape secara fisik, psikologis, bantuan hukum, pemberdayaan ekonomi, kampanye dan layanan di ruang publik. Hal yang pertama dilakukan adalah pendampingan layanan fisik dan mental. Kemudian, membangun kesadaran publik agar perempuan korban marital rape tidak distigmatisasi. Akhirnya, untuk menerapkan peran victimassistant sebagai pencegahan secondary victimization bagi perempuan korban marital rape membutuhkan kesatuan dari berbagai pihak dan lembaga. Persepektif yang sama terkait marital rape jelas dibutuhkan
The Effectiveness of Women's Leadership in the Digital Era
This study aims to determine the effectiveness of women's leadership in the digital era where there is still controversy in society. The method used in this research is a systematic literature review based on theoretical studies from a search of journals, books and papers both on a national and international scale. The data collection technique was carried out by collecting several previous studies to answer problems related to the effectiveness of women's leadership in the digital era. Furthermore, previous research was compiled, analyzed, and concluded to obtain conclusions regarding the effectiveness of women's leadership in the digital era. This study shows that women are effective in becoming leaders because they have a responsible, caring attitude and are ready to face any challenges that exist, including in the digital era, without putting aside their domestic role.Penelitian ini dilatarbelakangi oleh berbagai kondisi di lapangan bahwa perempuan kurang efektif menjadi seorang pimpinan di era digital. Perempuan dinilai kurang mampu mengendalikan roda kepemimpinan dalam hal tanggung jawab, kepedulian dan kesiapan dalam menghadapi tantangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas kepemimpinan perempuan di era digital yang mana masih ada kontroversi dimasyarakat. Novelti dari penelitian ini mampu meningkatkan keefektifan perempuan dalam memimpin sebuah organisasi di era digital ini. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi literatur berdasarkan kajian teoritis dari penelusuran jurnal, buku dan makalah baik skala nasional maupun internasional. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan mengumpulkan beberapa penelitian terdahulu untuk menjawab permasalahan terkait efektivitas kepemimpinan perempuan di era digital. Selanjutnya penelitian terdahulu dikompilasi, dianalisis dan disimpulkan sehingga didapatkan kesimpulan mengenai efektivitas kepemimpinan perempuan di era digital. Hasil penelitian ini adalah perempuan efektif menjadi pemimpin karena memiliki sikap bertanggungjawab, peduli dan siap menghadapi setiap tantangan-tantangan yang ada termasuk di era digital tanpa mengenyampingkan peran domestiknya.
Youth’s Favorite Activities During the Covid-19 Pandemic at SMA X Lampung Selatan
COVID-19 is not over yet. This long-lasting pandemic certainly impacts teenagers, including the intensity of the use of gadgets in adolescents to increase and trigger boredom to trigger stress in adolescents. To overcome this, the thing that teenagers do is do their favorite activities. In this study, the author explains teenagers' favorite activities in class XI IPA at SMA X South Lampung during the pandemic concerning the theory of symbolic interaction. This research uses descriptive qualitative with data collection techniques through observation, interviews, and documentation. The study's result shows that the dominant and favorite activity of teenagers during the COVID-19 pandemic is playing with their gadgets by browsing social media such as Instagram, Facebook, youtube, and others. There are other favorite activities, which are physical activities such as volleyball, soccer, and marathons in addiction, as well as activities that contain religious elements such as reading the Qur'an and reading Islamic novels. Thus, teenagers' favorite activities are essential and for teenagers so that they can develop their potential. COVID-19 belum berakhir. Pandemi yang berlangsung lama ini tentu membawa dampak bagi remaja, di antaranya intensitas penggunaan gawai pada remaja menjadi meningkat dan memicu timbulnya rasa bosan hingga memicu terjadi stress pada remaja. Untuk mengatasi hal tersebut, hal yang dilakukan remaja yakni melakukan kegiatan favoritnya. Dalam penelitian ini penulis menjelaskan kegiatan favorit apakah yang dilakukan remaja kelas XI IPA 5 di SMA X Lampung Selatan pada masa pandemi dalam kaitannya dengan teori interaksi simbolik. Adapun metode dalam penelitian ini yaitu menggunakan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan yang dominan dan menjadi favorit remaja pada masa pandemi COVID-19 ini ialah bermain dengan gawainya dengan menelusuri media sosial seperti instagram, facebook, youtube, dan lainnya. Di samping itu masih ada kegiatan favorit lain, yakni kegiatan fisik atau berolahraga seperti olahraga volly, sepak bola dan marathon. serta kegiatan yang mengandung unsur keagamaan seperti membaca Al-Qur’an dan membaca novel Islami. Dengan demikian, kegiatan favorit remaja merupakan hal yang penting dan bagi remaja sehingga mereka mampu mengembangkan potensi dirinya
The Library Development Based on Social Inclusion: SWOT Analysis and Socio-Religious Role
Rural libraries have an essential role in providing information services for rural communities. The heterogeneity of rural communities from social, economic, and religious aspects is the basis for the importance of social inclusion-based library services. This study uses qualitative methods to describe the implementation of an inclusion-based village Perpustakaan Muda Bhakti (Permubha) Ngablak Village, Srumbung District, Magelang Regency and its role in the social, economic, and religious life of the village community. Through a SWOT analysis, this study resulted in several research findings. First, three things become Permubha's strengths in providing services: information disclosure and access policies, communication in services, and circulation of library facilities. Second, Permubha's weakness is the unavailability of a computer-based library catalog. Third, the opportunities/opportunities that exist in Permubha are descriptive and normative officer ethics, responsibility in providing services, the role of citizen donations, and infrastructure. Fourth, Permubha has several challenges ahead in terms of service evaluation, increasing the competence and qualifications of officers, and increasing responsibilities. Fifth, in addition to library services, Permubha plays a role in social, economic, and religious activities through programs that can be participated in by the Ngablak Village community, such as the salak library program, Suluh Libraries, satellite reading, and commemoration of Islamic holidays. Perpustakaan desa memiliki peran penting dalam memberikan layanan informasi bagi masyarakat desa. Heterogenitas masyarakat desa dari aspek sosial, ekonomi, dan agama menjadi dasar pentingnya layanan perpustakaan berbasis inklusi sosial. Dengan menggunakan metode kualitatif, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penyelenggaraan perpustakaan desa berbasis inklusi pada Perpustakaan Muda Bhakti, (Permubha) Desa Ngablak Kecamatan Srumbung Kabupaten Magelang serta perannya terhadap kehidupan sosial, ekonomi, dan keagamaan masyarakat desa. Melalui analisis SWOT, penelitian ini menghasilkan beberapa temuan penelitian. Pertama, ada tiga hal yang menjadi kekuatan Permubha dalam memberikan layanan, yaitu keterbukaan informasi dan kebijakan akses, komunikasi dalam layanan, dan sirkulasi sarana perpustakaan. Kedua, kelemahan yang dimiliki Permubha adalah belum tersedianya katalog pustaka berbasis komputer. Ketiga, peluang/kesempatan yang ada di Permubha adalah adanya etika petugas secara deskriptif dan normatif, tanggungjawab dalam memberikan layanan, adanya peran donasi warga, dan sarana prasarana. Keempat, Permubha memiliki beberapa tantangan ke depan dalam hal evaluasi layanan, peningkatan kompetensi dan kualifikasi petugas, dan peningkatan tanggung jawab. Kelima, selain layanan pustaka, Permubha berperan dalam kegiatan sosial, ekonomi, dan keagamaan melalui program-program dapat diikuti oleh masyarakat Desa Ngablak, seperti program salak pustaka, suluh pustaka, satelit baca, dan peringatan PHBI
Designing a Web-Based Thesis Title Submission System Using the Codeigniter 3 Framework
Thesis is a scientific work made by every student on the basis of conducting a research to complete a bachelor's degree program (S1) guided by the guidance of a lecturer who has the capability of the field of study/final project. There are still many students who are confused during the title submission process. There is no information system provided for the submission of Thesis Title, and There is no information system provided by the Information Technology and Computer Education Study Program to submit the thesis title to the Study Program. The type of research used is Research and Development (Research and Development). In this study, researchers used a system model taken from the life cycle, namely the System Development Life Cycle (SDLC). SDLC is one of the traditional ways to maintain, build and replace an information system. From the product test that the author did, the results obtained were the Validity test was obtained with a number of 0.87 with valid criteria, the Practicality test by the supervisor was obtained a value of 0.91 with very practical criteria and the effectiveness test by students of the Informatics and Computer Engineering Education Study Program obtained a score of 0.89 with criteria Very effective. This study aims to produce a Title Submission system Web-Based Thesis which is validated and describes its validity, practicality and effectiveness
Pendampingan Keluarga untuk Mengatasi Perceraian pada Masa Pandemi Covid-19 di Talu-Pasaman Barat
Penyebaran Covid-19 yang begitu hebat hingga beberapa negara, termasuk Indonesia, telah menyatakan masalah global saat ini. Dampak dari pandemi ini dapat mempengaruhi banyak sektor kehidupan seperti kesehatan, ekonomi, politik dan pendidikan karena penyebaran Covid-19 yang begitu cepat, dan pemerintah harus mengeluarkan keputusan untuk mengurangi lonjakan kematian akibat virus tersebut. Di sisi lain, kebijakan ini juga berdampak pada sektor lain, mempengaruhi keutuhan keluarga dan apa yang terjadi di Kabupaten Pasaman Barat pada masa pandemi ini, yang dapat meningkatkan angka perceraian. Untuk menyoroti dampak negatif Covid-19 terhadap tingginya angka perceraian di Pasaman Barat, penulis melakukan pendampingan bagi keluarga yang diambamh perceraian berdasarkan data perceraian yang terdaftar di Pengadilan Agama Talu pada Pengadilan Agama di Pasaman Barat dalam menanggulangi angka perceraian masa pandemi. Dengan demikian, pendampingan dan penyuluhan bagi keluarga diambang perceraian dapat menurunkan tingkat gugatan perceraian selama masa pandemi Covid-1
The Analysis of Classroom Interaction in English Class using Foreign Language Interaction
AbstrakPengelolaan interaksi kelas selama proses belajar mengajar di kelas sangat penting untuk mencapai tujuan pembelajaran bahasa Inggris. Studi pendahuluan menunjukkan bahwa guru masih mendominasi saat berbicara di ruang kelas dibanding para siswa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menemukan alasan teacher talk masih mendominan dari pada student talk dan untuk mengetahui kategori yang dominat digunakan dikelas berdasarkan kategori FLINT. Desain penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Data didapatkan melalui observasi dan interview. Data dianalisis dengan cara menadopsi sistem kategori FLINT (Classroom Interaction, Foreign Language Interaction). Informan dari penelitian ini adalah guru bahasa Inggris dan para siswa di kelas sepuluh jurusan Otomatisasi dan Tata Kelola Perkantoran (Office Automation and Governance) di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN 2) Bukittinggi. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa teacher talk lebih dominant daripada student talk karena respon dan inisiatif siswa rendah. Siswa berbicara apabila guru mendorong dan menyuruh siswa untuk berbicara, siswa malu unyuk berbicara menggunakan bahasa Inggris dan siswa takut untuk membuat kesalahan. Kategori yang dominant digunakan guru dalam teacher talk selama aktivitas belajar menagajar di ruang kelas berdasarkan sistem kategori FLINT adalah memberi informasi, memberi arahan, dan memberi pertanyaan. Disimpulkan bahwa teacher talk mendominasi bentuk interaksi di ruang kelas. Bahkan, meskipun guru telah melibatkan siswa selama proses belajar mengajar, namun sebagian siswa masih bersikap secara pasif di dalam kelas.Keywords: interaksi kelas, FLINT kategori sistem, teacher talk, student talkAbstractThe classroom interaction management during the teaching and learning process in the classroom is very important to achieve the objectives of learning English. Nevertheless, the preliminary studies indicated that teachers dominate when speaking in the classroom rather than students do. Therefore, the purpose of this research is to find out the reason of English teacher talk is more dominant than students talk and the category which is dominantly used in class based on the FLINT category. The design of this research is descriptive qualitative. The data collected through observation and interviews. FLINT (Classroom Interaction, Foreign Language Interaction) category system was used to analyze the data. The English teacher and students in the tenth grade majoring in Office Automation and Governance (OAG) at State Vocational School (SMKN 2) Bukittinggi became the informants of the study. It was found that teacher talk was more dominant than students talk because of low student response and initiative. The students speak when the teacher encouraged and got them use the target language. They were being ashamed and afraid to make mistakes in using the target language. The dominant categories which were found in teacher talk during the teaching and learning process according to the FLINT category system were giving information, giving directions, and asking questions. It was concluded that it was teacher talk dominated the interaction in the classroom. In fact, even though the teacher has involved students during the teaching and learning process, some students were still passive in the classroom.Kata Kunci: classroom interaction, FLINT system analysis, teacher talk, student tal
Examining the Reality of Kafā’ah in the Muslim Countries of Jordan, Morocco, and Pakistan in the Contemporary Era
The primary purpose of this research is to investigate and understand the importance of the concept of Kafā’ah in the practice of marriage in Muslim communities in Jordan, Marocco, and Pakistan. Kafā’ah in text or context is understood by the concept of harmony between the two brides to be, both in terms of wealth, nasab, beauty/good looks, especially in religious matters. This research uses a qualitative research approach (library research) to facilitate extracting and analyzing data. The results showed that the concept of Kafā’ah in the Muslim countries of Jordan, Marocco, and Pakistan, in general, is still guided by the view of imam madhhab, especially in Jordan and Pakistan, which is more inclined to the provisions of imam madhhab Hanafi which as the main criteria of Kafā’ah is concerning five basic things, including: religion, descent, hurriyah, the wealth of both brides, as well as the field of work. In contrast, Kafā’ah in the country of Marocco is more inclined to the provisions of the Imam Madzhab Maliki, which emphasizes religious and health aspects, be it a physical or psychic condition of a person. However, in some ways, it has shifted to the standard of Kafā’ah, which includes not only material, nasab, or religion, but on love or affection between the brides and grooms. Thus, the material of family law renewal is expected to be adopted or implemented in legislation, especially related to marriage in Indonesia. Tujuan utama diadakannya penelitian ini adalah untuk menelisik serta memahami arti penting konsep Kafā’ah dalam praktek perkawinan masyarakat muslim di negara Yordania, Maroko, serta Pakistan. Kafā’ah secara teks ataupun konteks dapat dipahami dengan konsep kesepadanan antara kedua calon mempelai, baik dari segi harta kekayaan, nasab, kecantikan/ketampanan, utamanya dalam permasalahan keagamaan. Penelitian terkait ini penulis lakukan dengan menggunakan pendekatan penelitian yang bersifat kualitatif (library research) guna memudahkan proses penggalian dan analisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep Kafā’ah di negara muslim Yordania, Maroko, serta Pakistan secara umum masih berpedoman pada pandangan imam madzhab, utamanya di negara Yordania serta Pakistan yang lebih cenderung pada ketentuan Imam madzhab Hanafi yang mana sebagai kriteria utama Kafā’ah adalah menyangkut 5 hal dasar, meliputi: keagamaan, keturunan, hurriyah, harta kekayaan kedua calon mempelai, serta bidang pekerjaan. Secara kontras di negara Maroko lebih condong pada ketentuan Imam madzhab Maliki yang menekankan pada aspek keagamaan serta kesehatan, baik itu secara fisik atau kondisi psikis seseorang. Akan tetapi, dalam beberapa hal telah bergeser pada standar Kafā’ah yang tidak hanya meliputi materi, nasab, ataupun agama saja, melainkan pada rasa cinta atau kasih sayang di antara kedua calon mempelai. Dengan demikian materi pembaruan hukum keluarga yang ada, diharapkan dapat diadopsi atau diimplementasikan dalam peraturan perundang-undangan khususnya terkait perkawinan di Indonesia