Jurnal STKIP PGRI Jombang
Not a member yet
    975 research outputs found

    Pengaruh Pembelajaran Variasi dan Kombinasi Aktivitas Bermain Bolavoli Terhadap Kemampuan Melakukan Passing Atas, Bawah dan Servis Atas Bolavoli Pada Siswa Kelas X Madrasah Aliyah Negeri 5 Jombang

    No full text
    Perencanaan atau program pembelajaran akan mempermudah proses belajar mengajar lebih bermakna, maka diharapkan dengan pembelajaran variasi dan kombinasi aktivitas bermain bolavoli dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam melakukan passing atas, bawah dan servis atas bolavoli. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pembelajaran variasi dan kombinasi aktivitas bermain bolavoli terhadap kemampuan melakukan passing atas, bawah dan servis atas bolavoli. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dengan rancangan yang digunakan adalah one group pretest-postest design. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas X sebanyak 70 siswa, pengumpulan data melalui tes kemampuan melakukan passing atas, bawah dan servis atas bolavoli dan observasi pada variabel kemampuan melakukan passing atas, bawah dan servis atas bolavoli, kemudian dianalisis dengan menggunakan uji statistik t-test paried dengan standart signifikan (α = 0,05). Hasil penelitian didapatkan hasil kemampuan melakukan passing atas, bawah dan servis atas bolavoli belajar passing atas bolavoli sebelum pemberian pembelajaran aktivitas bermain bolavoli didapatkan nilai mean (59,21), sedangkan sesudah pemberian pembelajaran aktivitas bermain bolavoli didapatkan nilai mean (76,29). Berdasarkan dari uji statistik t-test paried diperoleh nilai thitung (11,697) lebih besar dari ttabel (2,032) maka H0 ditolak yang berarti ada pengaruh pembelajaran variasi dan kombinasi aktivitas bermain bolavoli terhadap kemampuan melakukan passing atas, bawah dan servis atas bolavoli pada siswa kelas X Madrasah Aliyah Negeri 5 Jombang, maka sebaiknya pembelajaran variasi dan kombinasi aktivitas bermain bolavoli dapat diterapkan, sehingga kemampuannya dapat diperoleh secara optimal.

    The Effectiveness of Scanning And Skimming Reading Strategies Inteachingreading Narrative Text

    No full text
    Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas strategi membaca mengajar menggunakan  scanning  dan  skimming  untuk  siswa  SMA.Peneliti  menggunakan  kuasi desain eksperimental sebagai desain penelitian. Para siswa kelas XI dipilih sebagai sampel penelitian  ini,  Kelompok  eksperimen  yang  diajarkan  dengan  menggunakan  scanning  dan skimming  strategi  sementara  kelompok  kontrol  yang  diajarkan  tanpa  menggunakan scanning dan skimming strategi.Pretest dan posttest yang jenis tes yang digunakan dalam penelitian  ini.  Peneliti  menggunakan  teknik  statistik  untuk  menganalisis  data  dengan menggunakan  SPSS  16.0  program  windows.Karena  data  tidak  memenuhi  asumsi normalitas,  data  dianalisis  dengan  menggunakan  non  parametrik  Mann  Whitney  U-test. Hasil analisis data dari kelompok eksperimen dan kontrol menunjukkan hasil yang Asymp. Sig.  (2- tailed)  0,000 lebih  rendah  dari  nilai  alpha  0,05.Ini  berarti  bahwa  hipotesis  nol (Ho) ditolak, yang berarti hipotesis alternatif (Ha) diterima.Ada perbedaan yang signifikan dalam  naratif  antara  siswa  diajarkan  dengan  menggunakan  scanning  dan  skimming strategi  dan  siswa diajarkan  tanpa  scanning  dan  skimming  strategi.  Peringkat  rata-rata kelompok eksperimen adalah 44,72 sedangkan peringkat rata rata kelompok kontrol adalah 16,28.  Hal  ini  menunjukkan  bahwa  peringkat  rata-rata  kelompok  eksperimen  yang diajarkan dengan menggunakan scanning dan skimming strategi lebih tinggi dari kelompok kontrol  yang  diajarkan  tanpa  menggunakan  scanning  dan  skimming  strategi.Peneliti menyimpulkan scanning dan skimming strategi dalam teks naratif efektif.Kata Kunci: Efektivitas, strategi Scanning dan Skimming, Naratif Teks

    Meningkatkan Prestasi Belajar pada Mata Pelajaran Ekonomi melalui Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Tgt (teams games tournament)

    No full text
    This research aims to explain the  increase in student achievement in the subject matter to identify the factors that influence the demand and supply with the application of cooperative learning model TGT (Teams Games Tournament) This classroom action research consist of two cycles. Each cycle is done with three meetings. Data collection using observation, testing, and documentation . Observational methods used to capture student data related to aspects of a student's readiness to accept the lesson , and student activity during the learning process. The test is used to determine student learning outcomes. While documentation are used to provide a more real picture of the atmosphere of the class during the learning process takes place. The results were obtained from the application of the TGT (Teams Games Tournament) is inthe first cycle of learning readiness by 86.95 % and the second cycle of learning readiness has reached 100 % . While the involvement of the student in the first cycle of 45.65 % rising to 78.26 in the second cycle . This increase was followed by an increase in student learning outcomes by 67,39% in the first cycle of 32,60% at baseline to 91,30% findings in the second cycle . So the application of learning models TGT (Teams Games Tournament) successfully improve student achievement in the subject matter of demand and supply graders X4 SMA PGRI 1 Jombang to the provisions of thethoroughness of more than or equal to 80 %

    VERBA GANDA DALAM BAHASA INDONESIA

    No full text
    Verba ganda merupakan  fenomena kebahasaan  yang muncul  pada beberapa bahasa, tennasuk dalam   bahasa Indonesia. Fenomena verba ganda pada bahasa Indonesia mcmpunyai  beberapa ciri sistematis. Dari hasil pcnelitian  beberapa kalimat yang ada dalam bahasa Indonesia  dapat, diketahui beberapa  tipe verba yang mampu mcnjadi verba ganda antara lain: Verba Lokatif, Verba Desiderative, Verna Pasif Represif, Verba Pasif tindakan, Verba Prosesif, Ve.rba Statif; Verba transitif,Vcrba Statif dan verba-verba yang  lain yang telah dijelaskan pada artikel. sederhana ini, Verba tersebut jika berjajar maka akan mcmbcntuk verba ganda. Verba ganda  tersebut mampu mcmbentuk  makna    semantis baru, seperti: Membentuk makna perpusif, optatif, dan sebab akibat.key word : verbal ganda, bahasa indonesi

    KEBUGARAN JASMANI ANTARA PESERTA DIDIK TIDAK PESANTREN Dan PESANTREN (Studi Komparasi Pada MAN KEBONSARI MOJOAGUNG Dan MA DARUSSALAM) TAHUN PELAJARAN 2015/2016

    No full text
    ABSTRAK Andiwinanto, IndraBagus 2015.Perbandingan kebugaran jasmani antara peserta didik pesantren dan tidak pesantren (Studi Pada MA Darussalam dan MAN Kebonsari Mojoagung) TAHUN PELAJARAN 2014/2015.Dosen Pembimbing Zakaria Wahyu Hidayat, M.Pd. Kata Kunci :KebugaranJasmani, Pesantren,Tidak Pesantren. Kebugaran jasmani sangat penting bagi seseorang dalam melakukan aktivitas sehari-hari tanpa menimbulkan kelelahan dan aktivitas seseorang memerlukan usaha otot agar bekerja secara optimal dan efisien dalam melakukan kebutuhan hidup manusia. Masalah dalam penelitian ini adalah apakah ada perbedaan tingkat kebugaran jasmani antara peserta didik MA Darussalam pesantren dan tingkat kebugaran jasmani peserta didik MAN Kebonsari Mojoagung tidak pesantren.Peneliti ini bertujuan untuk mengetahui status tingkat kebugaran jasmani antara peserta didik MA Darussalam pondok dan tingkat kebugaran jasmani peserta didik MAN Kebonsari Mojoagung. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian perbandingan (comparative research),  populasi dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas XI IPS MA Darussalam yang berjumlah 37 anak putra 18 putri 19 dan peserta didik kelas XI IPA 1 MAN Kebonsari Mojoagung yang berjumlah 19 anak semuanya putri. Metode sampling yang digunakan dalam penelitian adalah cluster. Sedangkan teknik dalam pengumpulan data yaitu mengunakan observasi, Tes pengukuran instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah Tes Kesegaran Jasmani (TKJI) dari Depdikbud tahun 1995 untuk anak usia 16-19 tahun. Teknik analisis data dalam penelitian ini mengunakan teknik analisis diskriptif kuantitatif (tabus frekuensi).Hasil penelitian ini menunjukkan tingkat kebugaran jasmani peserta didik kelas XI IPA 1 tidak pondok lebih baik daripada tingkat kebugaran jasmani peserta didik kelas XI IPS pondok.Dengan presentase tertinggi untuk peserta didik kelas XI IPA 1 MAN Kebonsari Mojoagung tidak pondok adalah 74% dengan rata-rata 14 dengan interval nilai 14-17 klasifikasi sedang dan prosentase tertinggi untuk peserta didik kelas XI IPS MA Darussalam pondok adalah 53% dengan rata-rata 13 dengan interval nilai 10-13 klasifikasi kurang. ABSTRACT Andiwinanto, IndraBagus 2015.Physical fitnes comparasion between learners pesantren and no pesantren (a case study in MA Darussalam and MAN Kebonsari Mojoagung)  academic years 2014/2015.Advisor : Zakaria Wahyu Hidayat, M.Pd. Key word : Physical Fitness, Pesantren, No Pesantren Physical fitness is very important for some who has daily activities, without is someone will get tiredness and someone needs muscle’s effect to make efficient and optimal for gaining the human’s need. This research problem is there any stage (level) physical fitness between the students of  MA Darussalam pesantren and physical fitness for MAN Kebonsari Mojoagung no pesantren.The purpose of this research is knowing the level degree the physical fitness between of  MA Darussalam pesantren with MAN Kebonsari Mojoagung no pesantren. This research uses compartive research, the population in this research is XI grade MA Darussalam which consist of 37 students male 18 female 19 and XI grade MAN Kebonsari Mojoagung which consist of 19 students all women. The method of sample which is uses is sample cluster random. While the data technigve for collecting the data are uses observation, test and measuremens the instrument that is used in this research is physical fitness test (TKJI) from cultural and education department (Depdikbud) year 1995 for 16-19 years old children. The data analisttechnigve in this research uses descriptive quantitatif (frequency tabus).The result of this research shows that the physical fitness of XI grade of MAN Kebonsari Mojoagung no cottage is better than the physical fitness for XI grade in MA Darussalam cottage. With the highest presentation of XI grade MAN Kebonsari Mojoagung no cottage is 74% with an average 14 by thee interval score 14-17 classification while the highest in presentation of  XI grade of MA Darussalam cottage is 53% with the avarage 13 by the interval score 10-13 classification less

    PROFIL KONDISI FISIK ATLET TARUNG DERAJAT PUSAT PELATIHAN KOTA KEDIRI DALAM MENGHADAPI KEJUARAAN PROVINSI JAWA TIMUR TAHUN 2017

    Get PDF
    Tarung derajat adalah seni bela diri yang berasal dari Indonesia diciptakan oleh Achmad Dradjat. Beliau mengembangkan teknik bela diri melalui pengalamannya bertarung dijalanan pada tahun 1960-an dibandung. Berbicara tentang fisik, petarung harus memiliki kondisi fisik yang baik untuk melaksanakanpertarungan yang di instruksikan oleh pelatih.Komponen kondisi fisik seperti kekuatan, power, daya tahan, kecepatan dan kelincahan merupakan suatu komponen yang harus dimiliki petarung. Pada Penelitian ini terdapat rumusan masalah yaitu berapakah persentase kondisi fisik yang dimiliki atlet puslatkot kediri. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survei dengan teknik pengumpulan data dengan menggunakan tes dan pengukuran. Hasil penelitian sebagai berikut: profil kondisi fisik 9 atlet puslatkot Kediri sebagaian besar berada pada kategori cukup sebanyak 6 atlet dengan presentase sebesar (67%), kategori baik sebanyak 2 atlet dengan presentase sebesar (22%), kategori sangat kurang 1 atlet dengan presentase sebesar (11%), kategori sangat baik sebanyak 0 atlet dengan presentase sebesar (0%) dan kategori kurang 0 atlet dengan presentase sebesar (0%). Kesimpulan pada penelitian ini adalah kondisi fisik atlet Tarung Derajat kota Kediri dikategorikan Cukup. Saran kedepannya dapat terus meningkatkan intensitas latihan fisiknya agar dapat meningkatkan prestasi di bidang olahraga Tarung Derajat

    PENINGKATAN KEBUGARAN JASMANI MELALUI MODIFIKASI PERMAINAN PADA SISWA SMP ISLAM GANDUSARI

    Get PDF
    Pendidikan jasmani merupakan suatu bidang yang bertujuan untuk menjaga kebugaran jasmani peserta didik di sekolah. Namun yang tidak semua guru olahraga memahami hakikat pendidikan jasmani. Akibatnya kegiatan pendidikan jasmani kadang mengutamakan pencarian atlet, dan mengesampingkan dalam menjaga kebugaran jasmani siswa. Oleh karena itu timbul gagasan untuk meningkatkan kebugaran jasmani melalui modifikasi permainan. Siswa dapat bermain dengan rasa senang tidak bosan meskipun merasa capek, sehingga kebugaran jasmani siswa akan lebih baik. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan analisis statistik deskripti, dan merupakan penelitian tindakan kelas. Pengolahan data menggunakan rumus uji t pre-test dan post-tes one group design. Dari penelitian ini digambarkan adanya peningkatan kebugaran yang signifikan dari siklus I ke siklus II t hitung=3,0679 dan siklus II ke siklus III t hitung=4,9319. Dicocokkan dengan tabel t0,05=1,697, kesimpulannya bahwa perbedaan antara hasil siklus II dan siklus III ada peningkatan yang signifikan. Selain itu juga terjadi peningkatan pada penilaian hasil belajar sebanyak 15,63 %. Berdasarkan hasil yang diperoleh pada siklus III, yang dilakukan oleh peneliti dibantu guru mata pelajaran Penjas dirasakan sudah terjadi peningkatan yang signifikan pada tingkat kebugaran dan juga peningkatan pada pencapaian ketuntasan minimal. Oleh karena itu diputusan untuk menghentikan perbaikan perencanaan pembelajaran

    PENGARUH MODIFIKASI PERMAINAN TERHADAP HASIL BELAJAR PASSING BAWAH DALAM PERMAINAN BOLAVOLI PADA PESERTA DIDIK KELAS IV SDN MANCILAN 2 MOJOAGUNG KABUPATEN JOMBANG TAHUN PELAJARAN 2016/2017

    No full text
    ABSTRAKKata kunci : Modifikasi Permainan, Passing Bawah Bolavoli. Permainan bolavoli adalah sebuah bentuk permainan yang sanga menarik, karena di dalamnya terdapat unsur kegembraan,kerjasama antar pemain, dan banyak ragam gerak. Passing adalah teknik memantulkan bola dengan menggunakan tangan, sehingga bola bisa terpantul dan biasa diberikan pada pemain berikutnya. Sehubungan dengan hal tersebut peneliti telah melakukan observasi di SD Negeri 2 Mancilan Mojoagung Jombang pada peserta didik kelas IV yang peserta didiknya masih kesulitan untuk melakukan passing bawah dalam permainan bolavoli. Sehingga proses belajar mengajar menjadi terhambat.  Modifikasi merupakan salah satu usaha yang harus dilakukan oleh para guru agar pembelajaran mencerminkan developmentally appropriate practice (DAP). Inti dari modifikasi adalah menganalisa dan mengembangkan materi pelajaran dengan cara meruntunkannya dalam bentuk aktivitas belajar potensial yang dapat memperlancar siswa dalam belajarnya. Salah satu modifikasi nantiya dipakai oleh peneliti utuk memecahkan permasalahan tersebut diatas serta menunjang proses pembelajaran dan untuk meningkatkan hasil belajar serta keaktifan peserta didik yaitu dengan cara modifikasi permainan seperti permainan lempar bola ke kardus dan permainan sepuluh, karena siswa akan lebih aktif dalam melakukan pembelajaran pasing bawah dalam bolavoli.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh modifikasi permainan terhadap hasil belajar passing bawah dalam permainan bolavoli pada peserta didik kelas IV SDN mancilan 2 mojoagung kabupaten jombang tahun pelajaran 2016/2017. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian quasi-ekperiment dengan menggunakan design Non-Randomized Control Group Pretest-Posttest Design.Berdasarkan analisis data diperoleh dengan uji-T didapatkan nilai 2.457, jadi didapatkan nilai thitung lebih besar dari t  yaitu t (2.457)  > t (1,745). Dari perhitungan tersebut maka peneliti menyimpulkan bahwa terdapat pengaruh modifikasi permainan terhadap hasil belajar passing bawah dalam permainan bolavoli pada peserta didik kelas IV SDN mancilan 2 mojoagung kabupaten jombang tahun pelajaran 2016/2017. ABSTRACT Keywords : Game Mods, Passing Down volleyball. Volleyball game is a superb form of the game interesting, because in it there are elements kegembraan, cooperation between the players, and a lot of range of motion. Passing is the technique of bouncing the ball by hand, so that the ball can bounce and usually given to the next player. Relative to the researchers have made observations in SD Negeri 2 Mancilan Mojoagung Jombang learner class IV student participants are still difficulties to passing down the volleyball game. So that the learning process becomes inhibited. Modification is an effort that must be made by teachers to reflect developmentally Appropriate instructional practice (DAP). The core of the modifications is to analyze and develop the subject matter in a way meruntunkannya in the form of learning activities that can potentially facilitate students in learning. One modification nantiya used by investigators weeks to solve the above problems and to support the learning process and to improve learning outcomes as well as active learners in particular by modification of the game as the game throwing the ball into the box and the game ten, because students will be more active in the learning pasing under in volleyball.The purpose of this study was to determine whether there is influence of modifications to the learning outcomes passing game down in a volleyball game in the fourth grade students of SDN mancilan 2 Mojoagung Jombang district in the academic year 2016/2017. This research uses quasi-ekperiment using design Non-randomized control group pretest-posttest design.Based on the analysis of data obtained by T-test values obtained 2,457, so obtained tcount greater than ttable ie tcount(2.457)> ttable (1.745). From these calculations, the researchers concluded that there are significant modifications to the learning outcomes passing game down in a volleyball game in the fourth grade students of SDN mancilan 2 Mojoagung Jombang district in the academic year 2016/2017

    KEMAMPUAN MAHASISWA CALON GURU STKIP PGRI JOMBANG DALAM MEMECAHKAN MASALAH FUNGSI KOMPOSISI

    No full text
    Pemecahan masalah merupakan inti dari matematika sekolah. Ini berarti siswa dituntut untuk mempunyai kemampuan pemecahan masalah matematika. Jika siswa dituntut untuk mempunyai kemampuan pemecahan masalah, maka guru juga punya tanggung jawab untuk mencapai tujuan tersebut. Sehingga secara implisit, sebenarnya guru juga dituntut untuk mengembangkan kemampuannya dalam pemecahan masalah. Sedangkan mahasiswa STKIP PGRI Jombang adalah mahasiswa calon guru matematika. Dengan demikian tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kemampuan mahasiswa calon guru STKIP PGRI Jombang dalam memecahkan masalah fungsi komposisi. Pertimbangan memilih materi fungsi komposisi adalah karena fungsi komposisi merupakan salah satu materi dasar matematika yang terkait dengan materi-materi lainnya. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan metode tes dan wawancara. Prosedur pengambilan data adalah subjek diberi Tes Pemecahan Masalah (TPM), dilanjutkan proses wawancara. Data hasil penelitian dianalisis dengan mengacu pada indikator kemampuan pemecahan masalah menurut Polya. Selajutnya dianalisis melalui langkah reduksi data, pemaparan data, dan menarik kesimpulan serta verifikasi. Subjek penelitian ini sebanyak dua mahasiswa dengan hasil TPM yang berbeda. Hasil penelitian ini adalah kedua subjek memahami masalah dengan cara menuliskan hal-hal yang diketahui dan hal yang ditanyakan. Kedua subjek juga merencanakan penyelesaian masalah fungsi komposisi dengan menggunakan definisi fungsi komposisi. Namun untuk mahasiswa berinisial IC menggunakan diagram panah dalam menyajikan fungsi f dan fungsi g. Selanjutnya menentukan hasil . Sedangkan untuk mahasiswa berinisial AY menyajikan fungsi f dan fungsi g dengan cara mendaftarkan setiap elemennya dalam bentuk pasangan berurutan. Selanjutnya menentukan hasil  Kedua subjek juga menerapkan apa yang telah direncanakan dalam menyelesaikan masalah fungsi komposisi. Namun untuk mahasiswa berinisial IC menuliskan hasil  dalam bentuk aturan yang merupakan pola umum dari elemen-elemen . Kedua subjek memeriksa kembali hasil penyelesaiannya dengan cara mengulang kembali proses yang yang telah dilakukan hingga mendapatkan hasil ..Kata kunci: Kemampuan Pemecahan Masalah, Mahasiswa Calon Guru, Fungsi Komposis

    PENINGKATAN AKTIVITAS SISWA DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA PADA MATERI SISTEM KOORDINAT MELALUI MODEL PEMBELAJARAN COURSE REVIEW HORAY SISWA KELAS VI SDN KRANGGAN 4 KOTA MOJOKERTO

    No full text
    Penelitian ini bertitik awal dari permasalahan ketidak berhasilan pembelajaran matematika di kelas VI  SDN Kranggan 4, Kec. Prajurirkulon, Kota Mojokerto tentang materi sistem koordinat kartesius dengan hasil rata - rata tes masih dibawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang ditentukan yaitu sebesar 68. Dalam penelitian ini dirancang sebuah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dengan model model pembelajaran Course Review Horay, pengkajian kemampuan guru dalam proses pelaksanaan pembelajaran konsep sistem koordinat kartesius dengan model pembelajaran Course Review Horay dan pengkajian hasil belajar siswa dalam pembelajaran konsep sistem koordinat kartesius melalui model pembelajaran Course Review Horay. Model pembelajaran Course Review Horay dirancang secara teoritis dalam aspek mengamati, mengkomunikasikan dan menyimpulkan. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang berorientasi pada penggunaan model pembelajaran Course Review Horay dapat meningkatkan pemahaman siswa tentang konsep sistem koordinat kartesius di kelas VI SDN Kranggan 4, Kec. Prajuritkulon, Kota Mojokerto jika disusun dengan tepat. Tindakan guru dalam mengelola pelaksanaan pembelajaran konsep sistem koordinat kartesius dengan menggunakan model pembelajaran Course Review Horay untuk meningkatkan pemahaman siswa kelas VI SDN Kranggan 4 adalah berupa kegiatan pembelajaran reflektif dan sangat menarik perhatian siswa ketika materi sistem koordinat ini diintegrasikan pada pelajaran seni rupa. Model pembelajaran Course Review Horay dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa kelas VI SDN Kranggan 4 pada materi sistem koordinat. Hal ini tergambar dari rata-rata aktivitas siswa siklus I mencapai 2,375 dan meningkat sebesar 3,325 pada siklus II dan rata – rata aktifitas guru siklus I mencapai 2,705 dan meningkat 3,529. Peningkatan hasil belajar diperoleh dari hasil tes tindakan setiap siklus, dimana siklus I 70,27 % dengan rata – rata 74,81  dan siklus II mencapai 91,89 % siswa yang mencapai nilai KKM dengan rata – rata 81,35. Dan dari data analisis angket siswa menunjukkan skor pencapaian sebesai 3,81 dengan kategoti tinggi, hal ini menunjukkan bahwa siswa sangat antusias terhadap pembelajaran yang berlangsung. Model pembelajaran pembelajaran Course Review Horay sudah terlaksana sesuai dengan skenario pembelajaran di kelas VI SDN Kranggan 4. Selain berhasil meningkatkan kualitas pembelajaran, penggunaan model pembelajaran Course Review Horay dalam pembelajaran materi lain telah dibuktikan mampu meningkatkan hasil belajar siswa kelas VI SDN Kranggan 4, Kec. Prajuritkulon, Kota Mojokerto. Kata kunci: Aktifitas Siswa, Hasil Belajar, sistem koordinat kartesius, model pembelajaran Course Review Horay

    659

    full texts

    975

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal STKIP PGRI Jombang
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇