Jurnal STKIP PGRI Jombang
Not a member yet
    975 research outputs found

    Penggunaan Adverbia Bahasa Jawa Dalam Majalah Jaya Baya Edisi Desember-Januari 2016

    No full text
    Bahasa adalah sistem lambang bunyi yang arbitrer, yang digunakan oleh anggota  suatu masyarakat untuk bekerja sama, berinteraksi, dan mengidentifikasi diri (KBBI). Percakapan atau perkataan yang baik, tingkah laku yang baik, sopan santun yang baik menunjukkan sifat dan tabiat seseorang, baik buruk kelakuan menunjukkan tinggi rendah asal atau keturunan.Sistem bahasa merupakan sistem lambang bunyi, bukan gambar atau tanda lain, dan bunyi adalah bunyi bahasa yang dilahirkan dari alat ucap manusia.Manusia dapat mengungkapkan pendapatnya dengan menggunakan bahasa lisan atau bahasa tulis.Media masa merupakan sarana dan saluran resmi sebagai alat komunikasi untuk menyebarkan berita dan pesan kepada masyarakat luas (KBBI). Media penyiaran berita dapat berupa surat kabar, majalah, radio, televisi, dan lain sebagainya. Penelitian ini, perlu disoroti lebih lanjut lagi tentang surat kabar yaitu, majalah Jaya Baya. Objek majalah  menggunakan bahasa Jawa yang mudah dipahami, selain itu peneliti ingin menunjukkan kepada pembaca bahwa struktur kalimat adverbia kualitatif maupun kuantitatif  bahasa Indonesia ditemukan juga  di dalam bahasa Jawa.Majalah Jaya Baya merupakan salah satu contoh dari surat kabar yang berupa media cetak. Perkembangan media cetak tidak hanya meliputi isi berita, tetapi juga menyangkut sisi gaya hidup, seperti media cetak yang banyak menghadirkan informasi, wawasan, dan teknologi sudah menjadi kebahasaan masyarakat. Pembaca bisa memahami bahwa media cetak yang mengikuti apa yang disampaikan dalam media cetak.Alasan yang melatarbelakangi peneliti membahas Penggunaan Adverbia Bahasa Jawa Dalam Majalah Jaya Baya Edisi Desember-Januari 2016 adalah peneliti ingin menunjukkan kepada pembaca bahwa struktur kalimat adverbia kualitatif maupun kuantitatif  bahasa Indonesia ditemukan juga  di dalam bahasa Jawa

    PERSEPSI WISATAWAN TERHADAP KAWASAN BATUR GLOBAL GEOPARK DI KECAMATAN KINTAMANI KABUPATEN BANGLI

    Get PDF
    Abstrak : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi wisatawan terhadap Keberadaan Batur Global Geopark. Populasi dalam penelitian ini terdiri atas wisatawan baik dalam negeri maupun luar negeri yang berkunjung ke kawasan Batur Global Geopark. Sampel penelitian ditentukan dengan teknik Accidental Sampling. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan metode observasi, kuisioner dan wawancara. Instrumen penelitian adalah berupa kuisioner yang mencakup berbagai pertanyaan terkait variabel penelitian. Data yang terkumpul ditabulasi dan dilakukan perhitungan pada setiap item pertanyaan, untuk kemudian dijelaskan secara deskriptif. Hasil analisi menunjukkan bahwa secara rata-rata, persepsi wisatawan terhadap kawasan Batur Global Geopark sebagai obyek wisata adalah baik, meskipun pada item pertanyaan kebersihan dan ketersediaan toilet dirasa masih kurang. Karenanya perlu kerjasama dan perhatian serta tindak lajut dari berbagai pihak berkepentingan untuk mengembangkan kawasan Batur Global Geoprak sebagai salah satu tujuan wisata di Provinsi Bali

    FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINGKAT PENYERAPAN TENAGA KERJA PADA INDUSTRI KECIL SANGKAR BURUNG DI DESA SANGGRA AGUNG KECAMATAN SOCAH KABUPATEN BANGKALAN

    Get PDF
    Abstrak : Tujuan penelitian yaitu, (1) Untuk mengetahui pengaruh tingkat upah terhadap penyerapan tenaga kerja pada pengrajin  sangkar burung di Desa Sanggra Agung, (2) Untuk mengetahui pengaruh nilai produksi berpengaruh terhadap penyerapan tenaga kerja pada pengrajin  sangkar burung di Desa Sanggra Agung, (3) Untuk mengetahui pengaruh nilai investasi berpengaruh terhadap penyerapan tenaga kerja pada pengrajin  sangkar burung di Desa Sanggra Agung. Hipotesis penelitian yaitu, (1) Tingkat upah berpengaruh terhadap penyerapan tenaga kerja pada pengrajin  sangkar burung di Desa Sanggra Agung, (2) Nilai produksi berpengaruh terhadap penyerapan tenaga kerja pada pengrajin  sangkar burung di Desa Sanggra Agung, (3) Modal berpengaruh terhadap penyerapan tenaga kerja pada pengrajin sangkar burung di Desa Sanggra Agung.Metode penelitian menggunakan metode kuantitatif. Sampel penelitian ini sebanyak 108 Home Industri. Teknik pengambilan sampel adalah Sampel random. Metode analisis yang digunakan adalah regresi linier berganda.Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel tingkat upah , nilai produksi, dan modal secara simultan berpengaruh signifikan dengan hasil perhitungan nilai Fhitung lebih besar dari Ftabel dengan nilai yaitu 19,130 > 2,73. Secara parsial variabel tingkat upah berpengaruh signifikan terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat penyerapan tenaga kerja pada industri kecil sangkar burung. dengan hasil adalah 3,883 lebih besar dari Ttabel sebesar1,992.Kemudian nilai signifikansinya pada kolom Sig sebesar 0,05 lebih kecil dari tingkat kesalahan 5% ( α = 0,05 )

    Aplikasi Pembelajaran E Learning Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Siswa SMK

    No full text
    Hasil  observasi  mengindikasikan  bahwa  kemampuan  pemahaman materi  pelajaran  oleh siswa  dalam  proses  belajar  mengajar  belum  optimal. Peneliti  mencoba  menerapkan pembelajaran e-learning untuk mengatasi hambatan dan kendala yang terjadi. Penelitian ini  bertujuan  untuk  mengetahui bagaimana penerapan pembelajarane-learning  terhadap aktivitas guru, aktivitas siswa, dan hasil belajar matematika siswa kelas X AV SMKNegeri 3 Jombang. Subjek  penelitian  adalah  siswa  kelas  X  AV SMK Negeri 3 Jombang Tahun Pelajaran 2016/ 2017 yang berjumlah 35 siswa. Penelitian ini berjenis penelitian tindakan kelas (PTK) dengan dua siklus dan masing-masing dua pertemuan dalam setiap siklusnya. Metode  penelitian  menggunakan  penelitian  tindakan  kelas  (PTK). Dalam  pengumpulan data peneliti menggunakan metode tes, observasi. Berdasarkan hasil observasi pada siklus 1 dan  siklus 2 terlihat  peningkatan  aktivitas  guru  dari 70%  dengan  kriteria cukup (C) menjadi 87,5% dengan kriteria baik (B), aktivitas siswa dari 73,07% dengan kriteria cukup (C)  menjadi  83,86%  dengan  kriteria  baik  (B)  dan  rata-rata  hasil  belajar  siswa  sebesar 79,4 dengan presentase klasikal 71,43% menjadi 89,69 dengan presentase klasikal 94,29%.Kata Kunci: Aktivitas Guru, Aktivitas Siswa, Hasil Belajar, Pembelajaran E-Learning

    HUBUNGAN EFIKASI DIRI TERHADAP PRESTASI BELAJAR PENDIDIKAN JASMANI

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara efikasi diri terhadap prestasi belajar pendidikan jasmani dan kesehatan. Jenis penelitian ini adalah penelitian korelasi atau hubungan. Pengumpulan data menggunakan angket efikasi diri sebagai instrumennya dan digunakan untuk mengukur efikasi diri sedangkan Untuk prestasi belajar pendidikan jasmani dan kesehatan menggunakan indeks prestasi komulatif sementara dari peserta didik. Berdasarkan hasil perhitungan dengan menggunakan SPSS 20, diperoleh koefisien korelasi positif sebesar r = 0,695. Nilai positif pada koefisien korelasi menunjukkan bahwa terjadi hubungan searah antara efikasi diri terhadap prestasi belajar penjaskes, artinya efikasi diri peserta didik tinggi maka tinggi pula tingkat prestasi belajar penjaskesnya atau jika nilai efikasi dirinya rendah maka rendah pula tingkat prestasi belajar penjaskesnya. Selanjutnya, berdasarkan nilai signifikansi 0,326 (p>0,05) menunjukkan dari hasil perhitungan tersebut menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara efikasi diri terhadap prestasi belajar pendidikan jasmani dan kesehatan

    PENINGKATAN KEBUGARAN JASMANI MELALUI MODIFIKASI PERMAINAN PADA SISWA SMP ISLAM GANDUSARI

    Get PDF
    Pendidikan jasmani merupakan suatu bidang yang bertujuan untuk menjaga kebugaran jasmani peserta didik di sekolah. Namun yang tidak semua guru olahraga memahami hakikat pendidikan jasmani. Akibatnya kegiatan pendidikan jasmani kadang mengutamakan pencarian atlet, dan mengesampingkan dalam menjaga kebugaran jasmani siswa. Oleh karena itu timbul gagasan untuk meningkatkan kebugaran jasmani melalui modifikasi permainan. Siswa dapat bermain dengan rasa senang tidak bosan meskipun merasa capek, sehingga kebugaran jasmani siswa akan lebih baik.Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan analisis statistik deskripti, dan merupakan penelitian tindakan kelas. Pengolahan data menggunakan rumus uji t pre-test dan post-tes one group design. Dari penelitian ini digambarkan adanya peningkatan kebugaran yang signifikan dari siklus I ke siklus II t hitung=3,0679 dan siklus II ke siklus III t hitung=4,9319. Dicocokkan dengan tabel t0,05=1,697, kesimpulannya bahwa perbedaan antara hasil siklus II dan siklus III ada peningkatan yang signifikan. Selain itu juga terjadi peningkatan pada penilaian hasil belajar sebanyak 15,63 %. Berdasarkan hasil yang diperoleh pada siklus III, yang dilakukan oleh peneliti dibantu guru mata pelajaran Penjas dirasakan sudah terjadi peningkatan yang signifikan pada tingkat kebugaran dan juga peningkatan pada pencapaian ketuntasan minimal. Oleh karena itu diputusan untuk menghentikan perbaikan perencanaan pembelajaran

    PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN WEBBED UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA KELAS 2 MI DARUSSALAM CURAHMALANG SUMOBITO

    No full text
    Kesulitan siswa dalam pembelajaran matematika bukan merupakan masalah yang baru. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan aktifitas siswa dan hasil belajar siswa selama proses pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran  jaring laba laba (webbed). Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas 2 MI Darussalam yang berjumlah 25 siswa. Metode pengumpulan data menggunakan observasi lembar aktivitas siswa dan tes.Hasil penelitian adalah: a) prosentase aktivitas siswa dalam model pembelajaran jaring laba laba (webbed) yakni dari 72%  dikategorikan aktif  pada siklus I menjadi 100% pada siklus II dikategorikan sangat aktif. Sehingga aktivitas siswa dari siklus I sampai siklus II mengalami peningkatan sebesar 28 %.  b) hasil belajar siswa dalam model pembelajaran jaring laba laba (webbed) diperoleh nilai rata-rata siswa pada siklus I yaitu 66,55 dengan prosentase ketuntasan 64%. Sedangkan pada siklus II nilai rata-rata siswa 85,5 dengan prosentase ketuntasan 100%. Ini menunjukkan peningkatan hasil belajar yang cukup signifikan. Berdasarkan hasil penelitian ini, peneliti menyimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran jaring laba laba (webbed) dapat meningkatkan aktivitas siswa dan hasil belajar matematik

    PENINGKATAN KEMAMPUAN MENGURUTKAN BERBAGAI JENIS PECAHAN MELALUI PENGGUNAAN METODE PENGELOMPOKAN TUTOR SEBAYA BAGI SISWA KELAS VI SDN WATES V KOTA MOJOKERTO

    No full text
    Mengurutkan berbagai jenis pecahan merupakan mengurutkan nilai pecahan dengan cara membandingkan nilai pecahan lebih dari dua pecahan mulai dari pecahan terkecil ke pecahan yang terbesar atau sebaliknya dari pecahan terbesar ke pecahan terkecil. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah “Bagaimana meningkatkan kemampuan mengurutkan berbagai jenis pecahan melalui penggunaan metode Pengelompokan Tutor Sebaya bagi siswa kelas VI SDN Wates V Kota Mojokerto?” Penelitian ini dilaksanakan pada siswa kelas VI di ruang SDN Wates V Kota Mojokerto yang mengalami kesulitan dalam mengurutkan berbagai jenis pecahan. Metode yang digunakan untuk mengatasi kesulitan siswa adalah metode Pengelompokan Tutor Sebaya. Penelitian ini merupakan perbaikan pembelajaran yang dilaksanakan 2 siklus. Setiap siklus dilaksanakan 4 tahap yakni: perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Data dikumpulkan dari pengamatan aktifitas siswa dan guru serta hasil ulangan siswa. Berdasarkan temuan penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan dalam mengurutkan berbagai jenis pecahan pada siswa kelas VI yang ditunjukkan dalam siklus I dan siklus II. Dari hasil siklus I menunjukkan keaktifan siswa meningkat, sebagian besar siswa aktif mengikuti proses pembelajaran serta antusias bekerjasama dalam kerja kelompok. Begitu pula hasil ulangan siswa meningkat rata-rata menjadi 83%. Berdasarkan hasil refleksi pada akhir siklus I, maka pada siklus II dilakukan dengan menambah bimbingan khusus pada siswa atau kelompok siswa yang mengalami kesulitan, serta pembentukan kelompok secara acak (heterogen) dapat membawa hasil pada siklus II, yaitu nilai rata-rata siswa meningkat menjadi 90%. Oleh karena hasil siklus II sudah memenuhi harapan penulis, maka penelitian dihentikan sampai pada siklus II selesai. Berdasarkan temuan penelitian, dapat disimpulkan bahwa dengan metode yang tepat dan bervariatif dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam mengurutkan berbagai jenis pecahan. Dari hasil simpulan, maka penulis mengemukakan saran hendaknya guru menggunakan metode yang tepat dan bervariatif untuk meningkatkan peran aktif siswa dalam proses pembelajaran, sehingga hasil ulangan siswa meningkat. Kata kunci:    Kemampuan Mengurutkan, Berbagai jenis pecahan, Pengelompokan Tutor Sebaya

    PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) MATERI POKOK OPERASI BENTUK ALJABAR

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berbasis kurikulum 2013 pada materi pokok Operasi Bentuk Aljabar.Penelitian pengembangan ini menggunakan model Borg and Gall yang dimodifikasi Sugiyono (2008)melalui tahapan: (1) potensi dan masalah; (2) pengumpulan data; (3) desain produk; (4) validasi desain; (5) revisi desain; (6) uji coba produk; (7) revisi produk; (8) uji coba pemakaian; dan (9) revisi produk. Pada tahap potensi dan masalah, dilakukan analisis kebutuhan berupa analisis Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi Dasar (KD), analisis karakterisrik peserta didik, dan analisis materi pembelajaran. Berdasarkan hasil analisis kebutuhan dilanjutkan merancang LKPD, kemudian divalidasi oleh tiga validator dan direvisi sesuai saran dari validator. LKPD yang telah valid kemudian diujicobakanpada kelompok kecil terhadap sepuluh peserta didik kelas IX-4 SMP Babussalam. Hasil ujicoba kelompok kecil direvisi dan diujicobakan lagi pada kelompok besar terhadap 24 peserta didik kelas VIII-4 SMP Babussalam. Hasil uji coba kelompok besar direvisi dan dapat disimpulkan bahwa LKPD berbasis kurikulum 2013 pada materi pokok Operasi Bentuk Aljabar dinilai sudah valid dan memenuhi syarat praktikalitas untuk digunakan peserta didik kelas VIII. Kata Kunci:          Lembar Kerja Peserta Didik, Bentuk Aljabar, Kurikulum 201

    No Title

    No full text
    Surga Yang Tak Dirindukan adalah novel karya Asma Nadia yang menceritakan tentang kehidupan perempuan yang terbelenggu oleh budaya patriarki yang sangat kuat, yang jugatelah membedakan peran dalam gender. Laki-laki dan perempuan mempunyai peluang yang sama di berbagai sektor kehidupan, akan tetapi budaya patriarki telah membatasi banyak hal yang menyebabkan perempuan tidak memiliki kesempatan untuk meraih peluang, sehingga jelas ada diskriminasi terhadap perempuan.Novel Surga Yang Tak Dirindukan adalah salah satu bentuk dari cipta sastra manusia. Sastra berasal dari kata sas (ajaran) dan tra (alat). Jadi, sastra adalah alat (wahana) untuk mengajarkan kearifan hidup. Kearifan hidup tidak lain adalah suatu kebenaran. Sastra adalah fenomena yang menggunakan bahasa khas, untuk menyampaikan sebuah kebenaran. Yang menjadi masalah setiap kebenaran dalam sastra dan filsafat itu sering dibungkus dengan kata indah. Kebenaran menjadi tertutup dan tersembunyi (Endraswara, 2012:2).Endraswara (2013:143) mengemukakan bahwa sejak dulu karya sastra telah menjadi Culture Regime dan memiliki daya pikat kuat terhadap persoalan gender. Paham tentang perempuan sebagai orang lemah lembut, permata, bunga, dan sebaliknya pria sebagai orang yang cerdas, aktif, dan sejenisnya selalu mewarnai karya sastra. Citra perempuan dan pria tersebut seakan-akan telah mengakar di benak penulis sastra. Sampai sekarang, paham yang sulit dihilangkan adalah terjadinya hegemoni pria terhadap perempuan. Hampir seluruh karya sastra, baik yang dihasilkan oleh penulis pria maupun perempuan, dominasi pria selalu lebih kuat. Hal yang sama juga terlihat pada pemilihan tokoh-tokoh yang tampak mengedepankan perbedaan gender. Figur pria terus menjadi the authority, sehingga mengasumsikan bahwa perempuan adalah impian. Perempuan selalu sebagai the second sex, warga kelas dua dan tersubordinasi.Ratna (2004:190-191) menyatakan tentang feminis, khususnya masalah-masalah mengenai wanita, pada umumnya dikaitkan dengan emansipasi, gerakan wanita untuk menuntut persamaan hak dengan kaum laki-laki, baik dalam bidang politik dan ekonomi, maupun dalam bidang sosial budaya pada umumnya. Kondisi-kondisi fisik perempuan yang lebih lemah secara alamiah hendaknya tidak digunakan sebagai alasan untuk menempatkan kaum perempuan dalam posisinya yang lebih rendah. Pekerjaan perempuan selalu dikaitkan dengan memelihara, pria selalu dikaitkan dengan bekerja.Menurut Mustaqim (2003:1) sistem patriarki yang berlaku hampir di seluruh masyarakat telah menganggap sebuah asumsi bahwa kodrat seorang perempuan itu lebih rendah derajatnya daripada laki-laki dan mereka harus tunduk kepada kekuasaan laki-laki demi terciptanya kehidupan keluarga dan masyarakat yang harmonis.Budaya patriarki yang kuat membuat poligami menjadi alasan yang kuat untuk kaum laki-laki membenarkan praktek poligami. Banyak alasan dikemukakan untuk membenarkan praktek poligami, salah satunya asumsi bahwa poligami merupakan sunnah Nabi. Realitasnya, umat Islam mempraktekan poligami, tetapi melupakan pesan moral Islam untuk menegakkan keadilan. Kaum perempuan khususnya dalam posisi sebagai istri dalam kenyataannya sehari-hari mereka dituntut agar dapat melaksanakan kewajibannya. Lebih memprihatinkan lagi, bahwa kewajiban dipikul oleh mereka seringkali lebih berat, dan realita yang ada menunjukkan bahwa hak-hak mereka lebih banyak diabaikan

    659

    full texts

    975

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal STKIP PGRI Jombang
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇