Jurnal STKIP PGRI Jombang
Not a member yet
975 research outputs found
Sort by
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROJECT BASED LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR MAHASISWA STKIP PGRI JOMBANG
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Model Pembelajaran Project Based Learning terhadap hasil belajar mahasiswa. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian pre experimental design, menggunakan desain one-group pretest-postest design. Populasi dalam penelitian adalah seluruh mahasiswa angkatan 2013 program studi pendidikan ekonomi yang terdiri dari tiga kelas, sedangkan yang menjadi sampel dalam penelitian ini adalah satu kelas (2013C) sebanyak 50 mahasiswa. Berdasarkan hasil output SPSS. 17, dapat dijelaskan bahwa nilai probabilitas atau sig. (2-tailed) 0,000 < 0,05, berdasarkan nilai t-hitung dan t-tabel dapat dilihat bahwa nilai t-hitung 11,212 lebih besar dari pada t-tabel 1,67655 maka terdapat perbedaan hasil belajar pada data pre test dan pos test yang artinya terdapat pengaruh model pembelajaran project based learning terhadap hasil belajar mahasisw
Dua Sisi Dunia Perselingkuhan Pada Antologi Artikel Suaranet.Com (Kajian Linguistik Formalistik dan Wacana Kritis)
Bahasa diibaratkan sebagai dua sisi mata uang. Satu sisi bermakna A dan sisi lainnya bermakna B. Dua sisi juga terjadi dalam perselingkuhan. Artikel-artikel yang dimuat suaranet.com banyak memuat wacana yang bertemakan perselingkuhan. Agar pembaca tidak serta-merta menelan mentah-mentah isi dari teks tersebut. Peneliti tertarik untuk menganalisis antologi artikel tersebut melalui kajian linguistik formalistik dan kajian wacana kritis. Artikel ini dapat digunakan sebagai salah satu bahan proses perkuliahan wacana bahasa Indonesia. Dengan demikian, tujuan penelitian ini mendeskripsikan wacana artikel dengan tema perselingkuhan secara linguistik formalistik dan kajian wacana kritis. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini adalah artikel-artikel dengan tema perselingkuhan di suaranet.com. teknik pengumpulan data dengan menggunakan teknik dokumentasi. Teknik analisi digunakan teknik analisis induktif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara linguistik formalistk ditinjau dari kohesi, subtitusi, elipsis, repetisi, sinonim, given dan new information dan genre dapat disimpulkan bahwa artikel-artikel tersebut masuk dalam kategori wacana yang bagus karena kesesuaian unsur-unsur tata bahasa yang ada di dalamnya. Kajian wacana kritis ditinjau dari ideologi yang ingin disampaikan penulis, hegemoni, marginalisasi, dan tindakan diharapkan dapat memberikan saran bagi pembaca untuk bersikap kritis terhadap segala informasi yang diterima. Selain itu berdasarkan analisis wacana kritis terdapat nilai kreatif dan tanggung jawab.Kata Kunci: Perselingkuhan, linguistik formalistik, wacana kritis
PERANAN INDUSTRI MlHUMAH SINOM "GONDO SARI" DALAM RANGKA MENCIPTAKAN LAPANGAN KERJA BARU DI DUSUN JAJAR DESA KEPUHKEMBENG KECAMATAN PETERONGAN KABUPATEN JOMBANG
Perluasan peluang kerja di pedesaan telah lama menjadi pusat perhatian dalam perencanaan pembanqunan. Beberapa strategi baik langsung(program padat karya),maupun tidak langsung (program pengadaan home industri) telah diterapkan. Namun ada petunjuk bahwa peluang kerja home industry yang diharapkan mampu menampung kelebihan tenaga kerja di pedesaan. Home industri minuman sinom "Gondosari" yang kemungkinan berperan dalam rangka ikut serta menciptakan lapangan kerja serta mampu mengurangi pengangguran yang melatarbelakangi pembuatan penelitian ini. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peranan industri minuman sinom "Gondosari" dalam rangka menciptakan lapangan kerja baru dan menyerap tenaga kerja baru dan menyerap tenaga kerja yang ada. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi, Interview, documenter dan metode literatur. Pelaksanaan penelitian ini mulai Desember 2004 sampai dengan bulan Januari 2005 dengan mengambil lokasi penelitian di Dusun Jajar Desa Kepuhkembeng Kecamatan Peterongan Kabupaten Jombang. Teknik analisa data yang digunakan adalah analisa statistik "deskriptif eksploratir. Dari hasil analisa data yaitu dengan membandingkan data yang ada pada industri minuman sinom "Gondo Sari" dapat dilihat dalam menyumbangkan penciptaan lapangan kerja, mengurangi pengangguran dan mampu menyerap tenaga kerja. Hasil penelitian ini menunjukkan ternyata industri minuman sinom "Gondo San" mampu menyerap tenaga kerja sebesar 1,97%. Dengan demikian dapat membawa dampak kemajuan masyarakat dan memudahkan bagi pemerintah untuk melaksanakan program pembanguna
PENINGKATAN TEKNIK LAY UP PADA PERMAINAN BOLABASKET MENGGUNAKAN METODE BERMAIN
Lay upmerupakan teknik pada olahraga bolabasket yang berpeluang tinggi dalam mencetak poin. Menurut Ahmadi (2007:19) “Tembakan lay up adalah tembakan yang dilakukan dengan jarak sedekat mungkin dengan ring”. Mengingat pentingnya teknik lay updalam kontribusinya mencetak poin serta gerakannya juga relatif tidak mudah dilakukan ditambah dengan kesulitan guru dalam membelajarkannya maka, peneliti tertarik untuk mengadakan penelitian. Observasi awal dilakukan di kelas VIIIMTs Negeri 1 Jembrana, sejumlah 20 siswadiberikan kesempatan melakukanteknik lay up sebanyak 10 kali dan didapati persentase keberhasilannya53% masih dibawah persentase keberhasilan minimal 70%dari keseluruhan siswa kelas VIII. Berdasarkan datatersebut, peneliti berupaya menemukan solusi dari permasalahan teknik lay updengan menggunakan metode bermain. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas (PTK).Berdasarkan pengamatan pada siklus I,sebanyak 11 orang siswa dinyatakan tuntas, 9 orang siswa yang lain dinyatakan tidak tuntas. Selanjutnya pada siklus II sebanyak 18 orang siswa dinyatakan tuntas dan 2 orang siswa lainnya dinyatakan tidak tuntas. Dengan demikian, metode bermain ternyata berkontribusi dan dapat digunakan guru dalam upayanya meningkatkan hasil belajar teknik dasar lay upbola basket pada siswa kelas VIII MTs Negeri 1 Jembrana
Motivasi Partisipasi Siswa Putra Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Perak Dalam Mengikuti Kegiatan Ekstrakurikuler Sepakbola
Kegiatan ekstrakurikuler merupakan salah satu wadah untuk mengembangkan potensi siswa. Ekstrakurikuler sepakbola adalah jenis olahraga yang paling digemari oleh siswa putra SMP Negeri 2 Perak. Agar siswa dapat berperan aktif dalam mengikuti kegiatan tersebut perlu adanya identifikasi motivasi untuk berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran motivasi partisipasi dan faktor utama yang memotivasi siswa putra untuk aktif berpartisipasi dalam mengikuti kegiatan ekstrakurikuler sepakbola. Jenis penelitian ini adalah penelitian survei, non eksperimen. Rancangan penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan diskriptif dengan sasaran penelitian yaitu 32 siswa putra Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Perak kabupaten Jombang yang aktif mengikuti ekstrakurikuler sepakbola. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu menggunakan angket/kuisioner. Berdasarkan hasil pengumpulan angket yang berisikan enam faktor alasan keterlibatan siswa untuk berpartisipasi dalam kegiatan ekstrakurikuler sepakbola, diketahui bahwa motivasi keterlibatan mereka dalam kegiatan tersebut lebih bersifat intrinsik. Hal ini nampak dari jawaban responden melalui angket yang menunjukan 79% siswa mempunyai alasan ingin menambah kemampuan sepakbola. Sedangkan motiovasi ekstrinsik yang mengarah pada status dan pengakuan kurang berpengaruh dalam memotivasi siswa putra untuk berpartisipasi dalam kegiatan ekstrakurikuler sepakbola. Hal ini nampak dari data yang menunjukan hanya 40% siswa yang ingin dianggap penting dipermainan sepakbola. Sehingga dapat digambarkan bahwa motivasi intrinsik lebih dominan berpengaruh untuk memotivasi siswa aktif berpartisipasi dalam kegiatan ekstrakurikuler tersebut
MODIFIKASI BOLA PADA PEMBELAJARAN BOLAVOLI
Dalam proses pembelajaran keberhasilan pengajaran sangat penting, Proses belajar mengajar pendidikan jasmani, perlu mengetahui bagaimana sebenarnya pembelajaran itu berlangsung dan seorang guru di tuntut untuk mengetahui pengetahuan, keterampilan dan sikap yang profesional dalam membelajarkan siswa. Dalam pembelajaran teknik pasing bawah bolavoli keberhasilan siswa tidak hanya ditentukan oleh hasil pembelajarannya akan tetapi juga dipengaruhi oleh proses belajar mengajarnya. Dari hasil-hasil penelitian terdahulu menyatakan bahwa dengan melakukan modifikasi bola dengan menggunakan bola plastik, bola plastik berlapis spon, dan juga bola karet, dapat meningkatkan keterampilan siswa dalam melakukan pasing bawah bolavoli. Dari hasil penelitian juga didapatkan bahwa modifikasi bola tersebut dapat menambah minat siswa dalam bermain bolavoli
PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF DENGAN TEKNIK TWO STAY TWO STRAY UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VIII SMP DWI DHARMA MOJOWARNO TAHUN PELAJARAN 2015/2016
Belajar akan lebih bermakna jika siswa mengalami apa yang dipelajarinya, bukan mengetahuinya. Alternatif pembelajaran yang dapat mencerminkan siswa untuk belajar lebih baik jika lingkungan diciptakan alamiah yaitu pembelajaran kooperatif dengan teknik Two Stay Two Stray yang mampu membuat pembelajaran lebih hidup dan bermakna. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan aktivitas dan hasil belajar Matematika siswa dengan menggunakan pembelajaran kooperatif dengan teknik Two Stay Two Stray. Penelitian ini merupakan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) kolaboratif yang dilaksanakan dalam 2 siklus. Penelitian ini dilaksanakan di semester ganjil pada siswa kelas VIII B SMP Dwi Dharma Mojowarno tahun pelajaran 2015/2016 dengan jumlah 20 siswa. Pada penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data yakni pengamatan aktivitas siswa dan tes hasil belajar siswa. Instrumen penelitian yang digunakan berupa lembar observasi aktivitas siswa dan lembar tes hasil belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, aktivitas siswa pada proses pembelajaran pada siklus I sebesar 66,45 % tergolong aktif, meningkat menjadi 85,2% pada siklus II dan tergolong aktif sekali. Ketuntasan hasil belajar siswa secara klasikal, yaitu dalam siklus I sebesar 55% dan pada siklus II meningkat menjadi 85%. Dengan demikian pembelajaran kooperatif dengan teknik Two Stay Two Stray materi Sistem Persamaan Linear Dua Variabel dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar Matematika siswa kelas VIII SMP Dwi Dharma Mojowarno tahun pelajaran 2015/2016
PENGARUH PENGGUNAAN SYSTEMATIC APPROACH TO PROBLEM SOLVING TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS VIII MTS SALAFIYAH SYAFI’IYAH TEBUIRENG
Idealnya aktivitas pembelajaran tidak hanya difokuskan pada upaya mendapatkan pengetahuan sebanyak-banyaknya, melainkan juga bagaimana menggunakan segenap pengetahuan yang didapat untuk menghadapi situasi baru atau memecahkan masalah-masalah khusus yang ada kaitannya dengan bidang studi yang dipelajari. Salah satu mata pelajaran yang dipelajari adalah matematika. Matematika sangat berguna dalam menyelesaikan permasalahan, penataan nalar dan sikap siswa agar dapat menerapkan matematika dalam kehidupan sehari-hari. Terdapat berbagai macam bentuk cara dalam pemecahan masalah. Salah satunya adalah strategi pemecahan masalah sistematis (Systematic Approach to Problem Solving). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh penggunaan systematic approach to problem solving terhadap hasil belajar siswa kelas VIII. Penelitian merupakan penelitian kuantitatif, dengan desain pre-test dan post test. Instrumen dalam penelitian ini adalah soal tes yang divalidasi oleh ahli pendidikan matematika. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh penggunaan systematic approach to problem solving terhadap hasil belajar siswa kelas VIII.Kata kunci: Systematic Approach To Problem Solving, Hasil Belaja
TEKNIK ASESMEN BERBASIS WACANA
Prinsip dan praktek asesmen berbasis wacana adalah keterlibatan siswa secara aktif dalam pembelajaran dan asesmen, sehingga siswa mau berbicara untuk mengemukakan pendapat atau pemahamannya. Untuk memotivasi keterlibatan siswa dalam konteks masalah guru dapat “mengaitkan siswa” ke dalam situasi kehidupan nyata dengan cara mengajukan pertanyaan, humor, penyajian kreatif, dan lain-lain. Ada tiga teknik asesmen berbasis-wacana, yaitu (1) temperature taking, (2) funneling responses, dan (3) probing assessment. Pada makalah ini disajikan contoh teknik asesmen berbasis wacana di dasarkan pada observasi lapangan yang dilakukan di SMPN 40 Purworejo, Jawa TengahKata Kunci: Asesmen, wacan
RAGAM BAHASA JARGON VICKY PRASETYO DI MEDIA ELEKTRONIK TELEVISI TAHUN 2013
Penelitian ini berjudul “Ragam Bahasa Jargon Vicky Prasetyo Di Media Elektronik Televisi”. Jargon adalah variasi bahasa sosial yang digunakan secara terbatas oleh kelompok-kelompok sosial tertentu. Alasan peneliti meneliti bahasa jargon yang digunakan Vicky Prasetyo karena ingin mengetahui arti dan maksud bahasa jargon yang digunakan oleh Vicky Prasetyo saat berkomunikasi dan agar masyarakat umum tidak melupakan kaidah tata bahasa baku yang sudah ada. Menurut hasil pengamatan, maraknya jargon mengakibatkan banyak masyarakat yang lupa akan tata bahasa baku bahasa Indonesia. Rumusan masalah yang digunakan dalam penelitian diharapkan dapat menemukan bentuk jargon berdasarkan proses pembentukannya dan bentuk jargon berdasarkan sumber istilah, dalam jargon Vicky Prasetyo di media elektronik televisi. Peneliti menggunakan teori sosiolinguistik untuk membahas tentang variasi bahasa yang termasuk dalam variasi bahasa dari segi penutur berupa jargon. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian adalah metode deskriptif kualitatif. Alasan peneliti menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif karena peneliti mendeskripsikan bentuk bahasa jargon berdasarkan proses pembentukannya dan bentuk bahasa jargon berdasarkan sumber istilah dalam komunikasi Vicky Prasetyo di media elektronik televisi. Hasil penelitian yang peneliti tuliskan menunjukkan bahwa jargon yang digunakan Vicky Prasetyo memiliki bentuk jargon yang berbentuk kosakata, ungkapan yang digunakan dalam percakapan sehari-hari untuk berkomunikasi, misalnya: mempertakut, harmonisisasi, mempersuram, kontroversi hati, konspirasi kemakmuran, mendeklarasikan hati. Bentuk jargon berdasarkan proses pembentukannya terbagi menjadi lima yaitu: kata dasar, afiksasi, reduplikasi, pemajemukan dan abreviasi. Bentuk jargon berdasarkan sumber istilah terbagi menjadi tiga yaitu: kosakata bahasa Indonesia, kosakata bahasa Serumpun dan kosakata bahasa Asing