Jurnal STKIP PGRI Jombang
Not a member yet
    975 research outputs found

    PERAN MGMP DALAM MENINGKATKAN PROFESIONALISME GURU EKONOMI TINGKAT SMA DI KABUPATEN JOMBANG

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas MGMP dalam upaya meningkatkan profesionalisme guru ekonomi tingkat SMA di Kabupaten Jombang dan untuk mengetahui persoalan apa saja yang dihadapi MGMP dalam peningkatan profesionalisme guru ekonomi tingkat SMA di Kabupaten Jombang. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan mengadakan pengamatan, wawancara dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan memberikan makna terhadap data yang berhasil dikumpulkan dan dari makna itu ditarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa MGMP sebagai wadah pengembangan profesionalisme guru ekonomi tingkat SMA di Kabupaten Jombang belum berjalan secara optimal. Persoalan yang dihadapi MGMP ekonomi di Kabupaten Jombang, yaitu: (1) kegiatan MGMP ekonomi tingkat SMA di Kabupaten Jombang masih tidak jelas, banyak yang berkumpul, tetapi hanya sekedar ajang silaturahmi/’ngobrol’; (b) seringkali agenda rutin MGMP hanyalah mengumpulkan soal dan membuat Buku Kerja Siswa/BKS yang merupakan instruksi dari Diknas; (c) kebijakan sekolah tentang guru yang dikirim mengikuti kegiatan MGMP berbeda-beda, bahkan ada yang mengirim guru secara bergantian/bergilir; (d) kegiatan MGMP selama ini diikuti oleh sebagian anggota saja dikarenakan ada anggota yang merasa kegiatan MGMP tidak secara langsung dapat dirasakan manfaatny

    PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAM ASSISTED INDIVIDUALIZATION (TAI) TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA DI KELAS VIII SMP TERPADU DARUL DAKWAH MOJOKERTO

    No full text
    Tujuan penelitian ini adalah  untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Team Assisted Individualization (TAI) terhadap hasil belajar matematika siswa di kelas VIII SMP Terpadu Darul Dakwah Mojokerto. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan menggunakan satu sampel. Sampel penelitian ini adalah kelas VIII di SMP Terpadu Darul Dakwah Mojokereto. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode tes hasil belajar siswa dengan soal berbentuk uraian yang terdiri dari empat soal. Hasil penelitian ini didapatkan nilai sig = 0,010 dengan taraf signifikasi 5% atau taraf kepercayaan 95%, sehingga sig , maka H1 diterima dan H0 ditolak. Jadi dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Team Assisted Individualizatin (TAI) terhadap hasil belajar matematika siswa di kelas VIII SMP Terpadu Darul Dakwah Mojokerto. Kata kunci : Model pembelajaran kooperatif tipe Team Assisted Individualization (TAI), hasil belajar matematika

    PERKEMBANGAN KESEIMBANGAN DAN KECEPATAN PADA ANAK- ANAK USIA 6 SAMPAI DENGAN 12 TAHUN DITINJAU DARI JENIS KELAMIN DI DAERAH KABUPATEN GROBOGAN

    Get PDF
    Pertumbuhan adalah proses peningkatan yang ada pada diri seseorang yang bersifat kuantitatif atau peningkatan dalam hal ukuran. Perkembangan dapat berupa perubahan kuantitatif, kualitatif, atau kedua-duanya secara serempak. Secara tidak langsung akan mencerminkan bagaimana pembentukan perilaku eksternalnya dalam upaya mencapai tugas pertumbuhan dan perkembangannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan keseimbangan dan kecepatan pada anak laki-laki dan perempuan pada usia 6-12 tahun di Daerah Kabupaten Grobogan. Ulasan literatur dari berbagai sumber sebagai bukti fakta dan pendukung tulisan ini.Kesimpulannya adalah terdapat peningkatan kemampuan yang cukup stabil di setiap tahunnya baik pada anak laki-laki dan perempuan. Perbandingan kemampuan anak laki-laki lebih baik dibanding anak-anak perempuan di semua kelompok  usia. Kondisi dapat lingkungan tempat tinggal memilki pengaruh besar terhadap perkembangan karakteristik dan kemampuan fisik individuKata kunci: Perkembangan Anak, Kros-seksional, Keseimbangan, Kecepatan, Jenis Kelami

    INOVASI MEDIA LITERASI MELALUI ANALSIS WACANA KRITIS PERSPEKTIF MICHEL FOUCAULT DALAM NOVEL 3 SRI KANDI KARYA SILVARANI

    No full text
    Gerakan literasi sekolah di Indonesia masih mengalami kendala mulai dari teknik penerapan, pemangku kepentingan dan media yang akan digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan praktik kekuasann pada novel 3 Srikandi karya Silvarani berdasarkan perspektif Michel Foucault sebagai salah satu referensi dalam media literasi. Fenomena keadilan politik di Indonesia masih sangat rendah, terlihat dengan tingginya tingkat korupsi yang semakin lama semakin banyak. Korupsi adalah  sisi gelap politik dari kekuasaan yang dimiliki dalam praktik pengambilan keputusan, sehingga  kewenangan dan kekuasaan ini mengalami kendala dikarenakan dalam memanipulasi kekuasaan yang memiliki fungsi sentral menjadi alat politik strategis untuk melanggengkan kekuasaan. Seperti terlihat mencuatnya kasus dugaan pembangunan wisma atlet SEA Games 2011 di Palembang, yang menyeret sekretaris kemenpora serta bendahara umum, sesungguhnya fenomena korupsi politik yang kian mapan hanya berdampak buruk untuk Negara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, karena melibatkan interpretasi peneliti dan berusaha mendeskripsikan makna suatu objek. teknik pengumpulan data melalui observasi, dokumentasi, sedangkan teknik analisi mencangkup, pembacaan data, identifikasi data, pengkodean data, analisis data, dan penyimpulan data. Hasil penelitian ini ditemukan Praktik kekuasaan mengasingkan melalui penyerahan diri, kontrak, dan dominasi kelas. Pada praktik kekuasaan sebagai alat penindas adalah kekuasaan yang disebarkan dan diwujudkan dalam ekspresi yang kongkrit.Terakhir , praktik kekuasaan politik adalah kemampuan membuat keputusan yang tanpa kehadiran kekuasaan tersebut tidak akan dibuat oleh mereka.      Kata Kunci: kekuasaan, media literasi, wacana kritis Michel Foucault

    PENGETAHUAN (CONNAISSANCE) SEJARAH DAN MORAL ZAMAN DALAM TRILOGI NOVEL RARA MENDUT KARYA Y.B. MANGUNWIJAYA

    No full text
    Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pengetahuan (connaissance) sejarah dan moral zaman  yang terkandung dalam trilogi novel Rara Mendut karya Y.B. Mangunwijaya. Metode penelitian yang digunakan adalah arkeologi pengetahuan MichelFoucault. Hasil penelitian membuktikan bahwa: 1.pengetahuan/connaissance terkait kondisi historis masa lalu mencakup:1) pengetahuan tentang kebijakan politik Raja Amangkurat I,berupa:a) Pemindahan kekuasaan, b)perluasan wilayah/politik  ekspansi, c) pengambilan selir,  dan d) pemakaian gelar. 2) pengetahuan tentang upaya Amangkurat menyingkirkan lawan politik dan praktik tiraninya terhadap:a) Tumenggung Wiraguna, b)Pangeran Alit, c)Pangeran Pekik, d) para ulama, e) kasus Ratu Malang, dan f) kasus Rara Oyi. 3) pengetahuan tentang masa-masa runtuhnya Mataram. 2. pengetahuan/connaissance tentang moral suatu zaman, meliputi: 1) asmara orang berkedudukan tinggi dan 2) kesewenang-wenangan terhadap wanita. Kata Kunci: Pengetahuan sejarah, moral zama

    PENGARUH METODE PEMBELAJARAN KOOPERATIF TEAM GAME TOURNAMENT ( TGT) TERHADAP HASIL BELAJAR SHOOTING SEPAKBOLA PADA SISWA KELAS XI TPm SMK SATRIA BARENG JOMBANG SEMESTER GENAP TAHUN PELAJARAN 2014/2015

    No full text
    ABSTRAKRohim, Nur Q . 2011. Pengaruh Metode Pembelajaran Kooperatif Team Game  Tournament (TGT) Terhadap Hasil Belajar Shooting Sepakbola Kelas XI TPm SMK Satria Bareng Jombang Semester Genap Tahun Pelajaran 2014/2015”. Dosen Pembimbing : Joan Rhobi Andrianto, M.Pd Kata Kunci : Pembelajaran Kooperatif TGT, Shooting SepakbolaLatar belakang penelitin ini adalah masih banyak siswa yang belum menguasai tehnik dasar shooting sepakbola, masih banyak yang jauh dari sasaran gawang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuiPengaruh Metode Pembelajaran Team Game Tournament (TGT) Terhadap Hasil Belajar Shooting Sepakbola Kelas XI TPm SMK SatriaBareng Jombang Tahun Pelajaran 2014/2015. Metode penelitian ini,peneliti menggunakan  desain Pre-test dan Post-testOne group. Pada tahap pertama (pre-test). Tahap kedua, diberikan perlakuan berupa ShootingSepakbola menggunakan metodeTeam Game Tournament (TGT). Pertemuan ke tiga masih menggunakan metode pembelajaran yang sama. Tahap keempat merupakan  tahap akhir yang berupa post-test.Pada penelitian ini peneiti menggunakan norma dari Bobby Charlton yang tertera bahwa tes shootingdengan gawang dibagi menjadi enam petak yang digunakan sebagai sasaran masuknya bola. Tiap peserta didik diberi empat kali kesempatan untuk melakukan shooting ke arah gawang, setelah siswa melakukanshooting maka terkumpul data. Berdasarkan perhitungan menggunakan rumus t-tes diperoleh thitung sebesar 9.310 yang kemudian disamakan dengan menggunakan tabel distribusi uji t dengan taraf signifikan 5% dan df = N – 1. Maka di dapat df = 25 - 1 =24. Nilai t tabel = 1.711. Maka didapatkan t tabel sebesar 1.711. Ternyata thitung lebih besar dari ttabel atau thitung 9.310>1.711. Jadi Ha diterima dan Ho ditolak. Berdasarkan hasil tersebut disimpulkan bahwa ada pengaruh metode pembelajaran kooperatif TGT (Team Game Tournament) terhadap hasil belajar shooting pada sepakbola.         ABSTRACKRohim, Nur. Q 2011. Effect of Learning Method Team Games Tournament (TGT) Learning Outcomes Shooting Football Against class XI SMK TPM Satria Bareng Kabupaten Jombang Even Semester, Year 2014/2015. Advisor : Joan Rhobi Andrianto, M.Pd Key word: TGT method, shooting football            The background of this study is still a lot of students who have not mastered the basic technique of shooting football, still many are far from the target goal. This study aims to determine the effect of Learning Method Team Games Tournament (TGT) Learning Outcomes Shooting Football Against Class XI SMK Satria TPM Bareng Jombang in academic year 2014/2015. In this study, researchers used the design of pre-test and post-test One group. In the first stage (pre-test). The second phase, treatment is given in the form of using Shooting Football Tame Game Tournament (TGT). The third meeting still uses the same teaching methods. The fourth stage is the final stage in the form of post-test.            In this study peneiti using the norm of Bobby Charlton stated that the test shooting with a wicket divided into six plots were used as the target entry of the ball. Each learner was given four times the opportunity to shoot on goal, after the students do the shooting then collected data. Based on calculations using the formula obtained t t-test of 9310 which then equalized with a distribution table t test with significance level of 5% and df = N - 1. Then in may df = 25-1 = 24. T table = 1,711. Then obtained t table amounted to 1,711. Turns thitung greater than t table or t count 9310> 1711. So Ha Ho accepted and rejected. Based on these results concluded that there is influence of cooperative learning TGT (Team Game Tournament) on learning outcomes shooting in football

    PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN CONTEXTUAL TEACHING LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR KETRAMPILAN PASSING BAWAH PADA PERMAINAN BOLAVOLI

    No full text
                 ABSTRACT: This study aimed to determin the effect of learning models Contextual Teaching Learning (CTL) against bounce pass skill learning outcomes volleyball in class VII of MTS Darun Najah Jatirejo Mojokerto academic year 2014/2015            This type of research is a quantitative research using experimental methods. The population inthis research that the whole class VII MTs Darun Najah Jatirejo Mojokerto. Through cluster random sampling technique derived class VII B with the number of 30 students as the sample. The instrument is used as a data collection that test skills. Analysis of the data using SPSS V. 17            In research using SPSS count test (paired sample t-Test) with significance level = 5% was obtained t hitung = 16.018 and t table = 1.699. The reception area is Ho if t hitung < 1.699 then Ho accpepted. While the analysis of the results obtained t hitung value greater than t table so Ho is rejected. And merease is 8.04%. It can be concluded happen influence model learning of Contextual Teaching Learning  to the learning outcomes of bounce pass skill the volleybal

    PENGARUH METODE PEMBELAJARAN DISKUSI KELOMPOK KECIL (BUZZ GROUP DISCUSSIONS) TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA PESERTA DIDIK DI MTs. NEGERI BARENG JOMBANG TAHUN PELAJARAN 2015/2016

    No full text
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan adanya sikap jenuh peserta didik dalam proses pembelajaran, khususnya dalam proses pembelajaran matematika. Sehingga nilai hasil belajar matematika peserta didik lebih rendah daripada nilai hasil belajar pada mata pelajaran lain. Oleh karena itu digunakan metode pembelajaran diskusi kelompok kecil (buzz group discussions) dengan tujuan untuk mengetahui adakah pengaruh metode tersebut terhadap hasil belajar matematika peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, rata-rata hasil belajar matematika peserta didik dengan menggunakan metode pembelajaran diskusi kelompok kecil (buzz group discussions) adalah 91,47. Sedangkan rata-rata hasil belajar matematika peserta didik yang diajar tanpa menggunakan metode pembelajaran diskusi kelompok kecil (buzz group discussions) adalah 81,87. Hasil analisis uji hipotesis penelitian dengan perhitungan uji-t pada taraf signifikansi 5% diperoleh Asymp Sig. (2-tailed) = 0,788 dan α = 0,05. Karena berarti ditolak dan  diterima maka dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh metode pembelajaran diskusi kelompok kecil (buzz group discussions) terhadap hasil belajar matematika peserta didik di MTs. Negeri Bareng Jombang tahun pelajaran 2015/2016

    PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VII MTs AL-HIKMAH JANTI

    Get PDF
    Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dengan maksud menerapkan model pembelajaran Berbasis Masalah (PBM) sebagai upaya meningkatkan hasil belajar matematika siswa. Penelitian ini dilakukan pada siswa kelas VIIB di MTs Al Hikmah Janti dengan subjek penelitian adalah siswa yang berjumlah 27 siswa. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan secara kolaboratif. Data-data yang diambil yaitu aktivitas guru, aktivitas  siswa, dan nilai hasil tes siswa. Penelitian ini dilaksanakan selama 2 siklus, pengambilan data  hasil belajar siswa yaitu melalui tes pada siklus I dan siklus II serta data hasil observasi guru dan siswa pada setiap siklus. Berdasarkan hasil penelitian selama dua siklus di peroleh hasil penelitian bahwa persentase aktivitas guru dalam penerapan model pembelajaran berbasis masalah adalah 85,42% pada siklus I dan dikategorikan aktif menjadi 91,67% pada siklus II dan dikategorikan aktif. Presentase aktivitas siswa dalam penerapan model pembelajaran berbasis masalah adalah 58,33% pada siklus I dan dikategorikan cukup aktif menjadi 77,08% pada siklus II dan dikategorikan aktif. Hasil belajar siswa dalam penerapan model pembelajaran berbasis masalah perolehan nilai rata-rata siswa pada siklus I yaitu 71,11. Sedangkan pada siklus II nilai rata-rata siswa 85,38. Peneliti dapat menyimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran berbasis masalah dapat meningkatkan aktivitas guru dan aktivitas siswa, dan hasil belajar siswa dalam pembelajaran matematika

    MODEL PEMBELAJARAN LEARNING CYCLE “5E” UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MAHASISWA PADA MATA KULIAH GEOMETRI ANALITIK

    Get PDF
    Latar belakang penelitian ini dikarenakan penguasaan penalaran mahasiswa calon guru matematika di tempat peneliti mengajar masih rendah. Padahal perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi menuntut kemampuan manusia untuk dapat menyaring informasi yang diterima secara cerdas, sehingga mengharuskan kita untuk dapat berpikir kritis dan penalaran dibutuhkan dalam menumbuhkembangkan kemampuan berpikir kritis tersebut. Salah satu cara yang dapat ditempuh untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis mahasiswa adalah dengan menerapkan model pembelejaran Leraning Cycle “5E”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan peningkatan level kemampuan berpikir kritis mahasiswa setelah diterapkan Leraning Cycle “5E”pada mata kuliah geometri analitik. Subjek penelitian adalah mahasiswa kelas 2014-A Program Studi pendidikan Matematika Universitas Madura yang terdiri dari 25 mahasiswa. Mahasiswa diberikan tes berpikir kritis awal (TPMG1), kemudian dikategorikan ke dalam 5 level yaitu level 5 (sangat kritis) level 4 (kritis), level 3 (cukup kritis), level 2 (kurang kritis), level 1 (tidak kritis). Kemudian hasil TPMG1 dibandingkan dengan TPMG2 untuk mengetahui peningkatan level berpikir kritisnya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa adanya peningkatan level kemampuan berpikir kritis mahasiswa sebesar 76%. Subjek penelitian dipilih dari mahasiswa yang mengalami peningkatan level berpikir kritis yang memilki kemampuan komunikasi yang baik untuk setiap kategori peningkatan dan dilakukan wawancaraKata Kunci : Berpikir Kritis, Model Pembelajaran Learning Cycle “5E

    659

    full texts

    975

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal STKIP PGRI Jombang
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇