Jurnal STKIP PGRI Jombang
Not a member yet
975 research outputs found
Sort by
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE-NUMBERED HEAD TOGETHER ( NHT) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA SD
Peningkatan hasil belajar siswa dengan menggunakan model pembelajaran yang variatif sangat penting, model pembelajaran Kooperatif tipe-Numbered Head Together (NHT) lebih mengedepankan pada keaktifan siswa sehingga konsep dasar matematika benar-benar dipahami siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peningkataan hasil belajar dan mendeskripsikan peningkatan keaktifan siswa melalui penerapan pembelajaran Kooperatif tipe-Numbered Head Together (NHT) pada pembelajaran matematika pada pokok bahasan persegi dan belah ketupat. Subjek penelitian adalah siswa kelas VI SDN Wonosari sebanyak 36 orang yaitu 20 siswa putra dan 16 siswa. Penelitian ini dilaksanakan dalam tahap 2 siklus. Tahapan yang digunakan dalam penelitian adalah perencanaan, pemberian tindakan kelas, observasi, serta refleksi. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan tes hasil belajar pada setiap siklus. Dan data hasil observasi aktivitas siswa pada setiap siklus. Hasil peningkatan hasil belajar yang dicapai setelah menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe-Numbered Head Together (NHT)yaitu: siklus I jumlah siswa yang menguasai materi persegi dan belah ketupat sebanyak 14 siswa (38,9%), sedangkan pada siklus II jumlah siswa yang menguasai materi persegi dan belah ketupat sebanyak 32 siswa (88,9%), Hal ini menunjukkan bahwa pembelajaran kooperatif dengan tipe Numbered Head Together (NHT) pada materi persegi dan belah ketupat dapat meningkatkan hasil belajarsiswa. Kata Kunci : Model Pembelajaran Kooperatif tipe- Numbered Head Together (NHT), Hasil Belajar Matematik
ANALISIS PENGGUNAAN MULTI FITNESS TEST TERHADAP KAPASITAS OKSIGEN MAKSIMAL PADA ATLET FUTSAL
Multi Fitness Test merupakan sebuah bentuk tes dan pengukuran untuk mengukur kapasitas oksigen maksimal seseorang. Salah satu bentuk tes ini dapat mengukur kapasitas oksigen maksimal paru seseorang dengan cara manual. Bentuk tesnya adalah lari bolak-balik dengan level. Kapasitas maksimal oksigen adalah keadaan dimana oksigen yang masuk ke dalam paru-paru terserap banyak hingga batas maksimal atau yang disebut dengan VO2max. Futsal merupakan permainan bola yang dimainkan oleh 5 pemain, meliputi kiper. Wasit yang ada di lapangan berjumlah 2 orang. Prosedur tes yang dilaksanakan adalah lari bolak-balik sepanjang 20 meter sampai batas level maksimal testi berlari. Testi yang pada level tertentu kakinya tidak sampai di garis start lari sebanyak 3 kali, diberhentikan. Hasilnya, ada korelasi yang signifikan antara umur dengan VO2max (p = 0.29). Kedua varibel menunjukkan adanya korelasi dimana kapasitas oksigen maksimal dipengaruhi oleh umur
PENERAPAN VALUE –CLARIFICATION- TECHNIQUE ( VCT ) PADA PELAJARAN MATEMATIKA DALAM UPAYA PENINGKATKAN HASIL BELAJAR KELAS V SDN 3 SRAGI KEC. SONGGON KAB. BANYUWANGI TAHUN PELAJARAN 2015-2016
Proses pembelajaran khususnya Matematika akan lebih efektif dan bermakna apabila siswa berpartisipasi aktif, dengan cara ikut aktif mngerjakansoal-soal mempraktekkan tugas nyang kongkrit mengamati mencatat meprediksi menyimpulkan semua yang diajarkan guru dan bukan sebaliknya dalam kelas maupun di luar kelas. Tetapi sampai saat ini masih banyak terdengar keluhan bahwa mata pelajaran Matematika membosankan, tidak menarik, yang cenderung membuat siswa menjadi kurang merespon saat pelajaran berlangsung, bahkan ada siswa yang tidak masuk sekolah takut dengan pelajaran Matematika . Kenyataan ini adalah suatu persepsi negatif terhadap Matematika sebagai mata pelajaran umum di sekolah. Tujuan diadakan penelitian tindakan kelas ( PTK ) ini adalah untuk mengetahui sejauh mana peningkatan hasil belajar siswa dalam pelajaran Matematika dengan menggunakan Value Clarification Technique. Penelitian tindakan ini dilakukan dalam 3 siklus. Dari hasil tindakan yang dilakukan terbukti dapat meningkatkan hasil belajar siswa dengan mencapai standar ideal. Dari 56 % pada Siklus l, dapat meningkat pada siklus 2 menjadi 71 % dan Siklus 3 mencapai 85, %, dan secara klasikal telah mencapai ketuntasan. Hasil penelitian tindakan ini menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran dengan Value Clarification Technique dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas V dengan ketuntasan mencapai 100%, dengan demikian penerapan pembelajaran dengan Value Clarification Technique efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa pelajaran Matematika di SDN 3 Sragi Kec Songgon Kab.. Banyuwangi Kata kunci: Value Clarification Technique, Hasil Belajar Siswa, Pembelajaran
NILAI PENDIDIKAN KARAKTER PADA TOKOH DALAM NOVEL CINTA SANG SUFI KARYA ALI ACHMAD BAKTSIR
The Value of Character Education is a value of life to be developed in one's personality. This value is basic human character which constructed from religion, Pancasila, cultural value, and national education goals. In this research, Thescope of value of character education covered eighteen elements namely; religious, honest, tolerance, discipline, hard work, creative, independent, democracy, curiosity, national spirit, love of the motherland, respect for achievement, friendship and communication, peace-loving, fond of reading, care about the environment, care about social and responsibility. Character in a literary work is a crucial element since without their existence the ideas and messages will be hardly conveyed. Each character has a different role in delivering their messages and ideas. There are three types of character in this novel; protagonist, antagonist, and tritagonist.This study was conducted by using qualitative method. The data used were narratives, descriptions, dialogues, and actions taken form the characters. Meanwhile, the data collection techniques were set out by observation, literature study, read and note, and description. The data source was the novel Cinta Sang Sufi by Ali Achmad Baktsir, published by Idola Qta, Yogyakarta 2009 which consists of 281 pages. Data analysis techniques were conducted by doing some steps; reading data, selecting, coding, classifying, describing, analyzing and inferring.The results showed that the protagonist characters in the novel are Hakim, Salamah, Abdurrahman, and Ibnu Suhail. Meanwhile, the antagonist character named Umar, and the tritagonist character were Abul Wafa and Ummul Wafa. The value of character education contained in this novel is active in religious activities, the honest value is the main character never lied, tolerance with friends, discipline, work hard, work earnestly, independently, have a curiosity, friendly, and communicative.
Pemerolehan Bahasa Kedua Dan Dampak Bahasa Ibu Dalam Pemerolehan Bahasa Pada Anak TK
Penelitian ini mengkaji masalah pemerolehan kosakata bahasa Indonesia pada anak prasekolah. Penelitian ini merupakan kajian di bidang psikolinguistik. Subjek penelitian ini adalah siswa Taman Kanak-kanak Persit Kartika V Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, sejumlah 22 anak, yaitu TK B. Subjek penelitian menggunakan B1 bahasa Jawa, dengan usia subjek 5-6 tahun. Pemilihan subjek dilakukan sesuai dengan fokus dalam penelitian. Atas dasar itulah ada tiga masalah yang dicari jawabannya (1) apa saja kosakata yang diperoleh anak berdasarkan kategorisasi dan proses morfologis (2) bagaimana strategi yang digunakan da- lam pemerolehan kosakata bahasa Indonesia sebagai bahasa kedua (3) bagaimana peran B1 (bahasa Jawa) dalam pemerolehan kosakata bahasa Indonesia. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik penga- matan, perekaman, dan observasi langsung dengan subjek dan catatan lapangan. Berdasarkan hasil penelitian, pemerolehan kosakata anak prasekolah berbahasa ibu bahasa Jawa, diperoleh kosakata dasar yang meliputi kata benda berjumlah 26 kata, kata kerja berjumlah 2 buah kata, kata sifat berjumlah 16 kata, dan kata bi- langan berjumlah 1 kata. Sedangkan, kata kompleks diperoleh kata berimbuhan berjumlah 19 kata, kata ulang berjumlah 1 kata, dan kata majemuk berjumlah 5 kata
Perubahan Referen Dalam PenerjemahanAl Quran Ke Dalam Bahasa Indonesia (Sebuah Telaah Semantik)
Penelitian ini mengkaji pergeseran penerjemahan Alquran ke dalam bahasa Indonesia. Fokus ka- jian penelitian ini adalah pergeseran makna figuratif, pengindonesiaan Alquran. Penelitian ini menggunakan pendekatan struktural, semantik dan penerjemahan. Data penelitian berupa kata, frase, kalimat dalam Alquran dan penerjemahannya. Sumber data penelitian ini adalah Alquran dan terjemahan versi Kementeriaan Agama Republik Indonesia. Data yang terkumpul dan terse- leksi dianalisis dengan analisis tata bahasa struktural, semiotika sosial Halliday dan teori terje- mah. Berdasarkan hasil analisis data dapat disimpulkan sebagai berikut.Pergeseran makna figu- ratif meliputi pergeseran yang disebabkan persamaan referen hubungan dan persamaan referen kegiatan.Merujuk hasil penelitian tersebut, disampaikan dua saran, yaknisaran untuk pengajar te- ori terjemah Arab-Indonesia dan saran untuk peneliti berikutnya. Pengajar teori terjemah Arab- Indonesia disarakan untuk memperhatikan pergeseran dalam pengindonesiaan Alquran. Perge- seran tersebut tidak sekedar memindahkan struktur, mengenalkan kosa kata. Akan tetapi, terjemah Arab-Indonesia perlu dikenalkan konteks situasi, budaya, sistem semantik dan semiotik BSu dan BSa. Peneliti berikutnya disarankan untuk meneliti pergeseran pragmatik dalam teks terjemahan, pergeseran intersemiotika dalam terjemahan, dan terjemahan sebagai tindak komunikasi.
Peningkatan Hasil Belajar Bahasa Indonesia dengan Menggunakan Strategi Think Talk Write Kelas VI SDN 3 Singotrunan Kecamatan Banyuwangi Tahun Pelajaran 2017- 2018
Proses pendidikan tidak terlepas dari kegiatan belajar mengajar di kelas. Kegiatan belajar mengajar sangat ditentukan oleh kerjasama antara guru dan siswa. Guru dituntut untuk mampu menyajikan materi pelajaran dengan optimum. Oleh karena itu diperlukan kreatifitas dan gagasan yang baru untuk mengembangkan cara penyajian materi pelajaran di sekolah. Kreativitas yang dimaksud adalah kemampuan seorang guru dalam memilih metode, pendekatan, dan media yang tepat dalam penyajian materi pelajaran. Guru harus berusaha memotivasi siswa mampu berpikir kritis agar dapat menyampaikan gagasannya dengsan berbicara atau menyampaikan pendapatnya lewat diskusi dan dapat menuliskan dalambentuk kalimat yang baik dan benar agar berhasil dalam belajar. Untuk itu guru harus cermat memilih metode yang tepat. Salah satu model yang digunakan adalah Metode Strategi Think-Talk-Write. Tujuan diadakan penelitian tindakan kelas (PTK) ini untuk mengetahui sejauh mana Peningkatan Hasil Belajar Bahasa Indonesia menggunakan Strategi Think Talk Write. Penelitian tindakan ini dilakukan dalam 3 siklus. Dari hasil tindakan yang dilakukan terbukti dapat meningkatkan kemampuan siswa dengan mencapai standar ideal. Dari 57,5% pada Siklus l, dapat meningkat pada siklus 2 menjadi 70,5 % dan siklus 3 mencapai 85,%,dan secara klasikal telah mencapai ketuntasan. Penelitian tindakan ini menunjukkan bahwa hasil belajar Bahasa Indonesia kelas VI telahtercapai ketuntasan 100 %, dengan demikian penerapan pembelajaran dengan Strategi Think Talk Write efektif dapat meningkatkan hasil belajar Bahasa Indonesia kelas VI SDN 3 Singotrunan Banyuwangi
AKTUALISASI PEDIDIKAN KARAKTER DALAM PENGEMBANGAN REVOLUSI MENTAL BERBASIS ADIWIYATA DAN MULTIKULTURAL
Mental revolution of education requires efforts to print educated human beings by having the motivation to meet the standards of achievement excellence, such as ethos of progress, ethics, achievement motivation, discipline, optimistic, productive, innovative and active views. This can be implemented with character education. Character education is one of the soft skill tools that can be integrated in learning in each subject. Learning activities using an active learning approach have a strategic role in instilling national character values so that students are able to behave and act on values that have become their personality. The purpose of this study was to find and analyze about: 1) Implementation of Character Education to Build Adiwiyata-Based Mental Revolution and Multiculturalism; 2) Implementation of Character Education to Build Mental Revolution in Organizational Culture. This study uses a qualitative approach with phenomenological naturatistics (phenomenology approach), with a descriptive type of case study research design. Data were analyzed using data analysis techniques: data reduction, data analysis and conclusions. The results of the study are: The application of character education to develop a mental revolution can be started from the character of building the environment. Environmental character is very important for individual development. The implementation of character education in building a mental revolution can emphasize the internalization of multicultural values and Adiwiyata which in the end will form a loving environmental awareness and foster a spirit of tolerance
EVALUASI TINGKAT KEBUGARAN JASMANI MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN JASMANI DAN KESEHATAN STKIP PGRI JOMBANG
Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kebugaran jasmani mahasiswa program studi pendidikan jasmani dan kesehatan Stkip Pgri Jombang. Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif yaitu untuk membuat deskripsi, gambaran atau lukisan secara sistematis, faktual dan akurat mengenai fakta – fakta, sifat – sifat serta hubungan antar fenomena yang diselidiki. Populasi adalah keseluruhan subjek populasi penelitian ini adalah mahasiswa angkatan 2015 Stkip Pgri Jombang yang berjumlah 81 mahasiswa yang laki – laki 65 dan perempuan 16, apabila subyeknya kurang dari 100 lebih baik diambil semua sehingga penelitian ini merupakan penelitian populasi. Instrument yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah tes kebugaran jasmani dengan menggunakan (Multistage Fitness Test) Dari hasil Deskripsi data mahasiswa laki – laki penghitungan rata-rata sebesar 32,60, hasil nilai presentase kategori baik sekali (0%). kategori baik (3,08%) kategori cukup (61,54%) kategori jelek (27,69%) kategori jelek sekali (7,69%). Berdasarkan hasil presentase menunjukan bahwa hasil mahasiswa laki – laki berada pada kategori cukup dengan nilai presentase sebesar 61,54 %. Sedangkan Hasil mahasiswa perempuan penghitungan rata-rata sebesar 26,87, hasil nilai presentase kategori baik sekali (0%). kategori baik (0%). kategori cukup (31,25%). kategori jelek (18,75%) kategori jelek sekali (50%). Berdasarkan hasil test (Multistage Fitnes Test) menunjukan bahwa hasil vo2max yang dimiliki mahasiswa perempuan berada pada kategori jelek sekali dengan nilai presentase sebesar 50%. Maka dapat disimpulkan bahwa tingkat kebugaran jasmani mahasiswa laki – laki program studi pendidikan jasmani dan kesehatan stkip pgri jombang dengan nilai presentase 61,54 % dengan kategori cukup. Sedangkan untuk mahasiswa yang perempuan berdasarkan presentase sebesar 50 % dengan kategori jelek sekali.Kata kunci, kebugaran jasmani, multistage fitness te
HIGHER ORDER THINKING SKILLS PADA PEMBELAJARAN ABAD 21 (PRE RESEARCH)
Higher order thingking skills adalah skills yang penting dalam pembelajaran abad 21 sehingga perlu untuk mengetahui level skills tersebut. Tujuan penulisan artikel ini untuk mengetahui higher order thinking skills peserta didik di Surakarta. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Sampel pada penelitian ini terdiri dari Surakarta. SMK Negeri 1 Surakarta, SMK Batik 1 dan SMK Batik 2 Surakarta. Convenience sampling adalah teknik pemilihan sampel. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil menunjukkan bahwa higher order thinking skills peserta didik masih rendah. Hal tersebut dikarenakan selama ini implementasi kurikulum belum dijalankan sepenuhnya dalam kegiatan pembelajaran, seperti pelaksanaan model, strategi, maupun pendekatan yang berorientasi higher order thingking skills, yaitu mengedepankan kegiatan menganalisis, mengevaluasi, dan menciptaKata Kunci: Higher Order Thinking Skills, Pembelajaran Abad 2