Jurnal STKIP PGRI Jombang
Not a member yet
975 research outputs found
Sort by
PENGEMBANGAN MODEL LATIHAN RENANG BERBASIS MOBILE LEARNING UNTUK MAHASISWA PENDIDIKAN JASMANI, KESEHATAN DAN REKREASI
Model pembelajaran renang berbasis mobile learning merupakan model latihan yang bertujuan untuk memperkenalkan kepada mahasiswa model yang layak dipelajari oleh mahasiswa di matakuliah renang 1. Selain memberikan bentuk latihan variatif yang dapat mempercepat keterampilan mahasiswa dalam berenang. Penelitian pengembangan model latihan renang berbasis mobile learning ini menggunakan langkah-langkah dari Borg & Gall mulai dari penelitian pendahuluan, pengumpulan data, desain produk awal, uji kecil, revisi, uji besar, dan revisi. Dilihat dari penelitian dan pengembangannya maka model latihan renang berbasis mobile learning ini penulis rekomendasikan untuk dosen yang mengampu matakuliah renang pada prodi pendidikan jasmani khususnya atau prodi pendidikan kepelatihan dan Ilmu Keolahragaan. Selain itu para guru pendidikan jasmani juga bisa mengajarkan model ini kepada peserta didiknya mengingat produk ini sudah layak dipraktekkan, karena setelah melalui tahapan uji kelompok kecil, kelompok besar dan revisi, model ini layak untuk digunakan
ENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN MODIFIKASI TINGKAH LAKU (BEHAVIORAL) UNTUK MENINGKATKAN HASILBELAJAR MATEMATIKA
Kesulitan peserta didik dalam memahami konsep materi matematika dan kurang berperan aktif dalam belajar adalah permasalahan yang terjadi pada peserta didik kelas X MA Syarif Hidayatullah. Guna mengatasi permasalahan tersebut dilakukan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan tujuan untuk meningkatkan aktivitas guru, aktivitas peserta didik dan hasil belajar menggunakan penerapan model pembelajaran modifikasi tingkah laku (Behavioral). Penelitian ini memperoleh hasil yang meningkat dari siklus I ke siklus II sebagai berikut: 1) observasi aktivitas guru memperoleh hasil 73% kriteria(C) dan meningkat menjadi 86% kriteria(A), 2) observasi aktivitas peserta didik memperoleh hasil 66% kriteria(C) dan meningkat menjadi 79% kriteria(B), 3) hasil belajar peserta didik memperoleh nilai rata-rata 70,27 dengan persentase klasikal 66% dan meningkat menjadi 80,22 dengan persentase klasikal 83%. Terdapat peningkatan pada seluruh aspek yang diamati disiklus II, maka siklus dapat dihentikan. Disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran tersebut mampu meningkatkan seluruh aspek yang diamati pada materi persamaan kuadrat.. Kata kunci: Behavioral, PTK, Hasil.
PROSES BERPIKIR MAHASISWA BERGAYA KOGNITIF FIELD INDEPENDENT DALAM MENYELESAIAN SOAL MATEMATIKA
Proses berpikir merupakan aktivitas mental yang terjadi selama menyelesaikan soal matematika. Aktivitas mental tersebut dimulai dari penerimaan informasi, pengolahan, penyimpanan, dan pemanggilan informasi itu dari dalam ingatan serta pengubahan-pengubahan struktur yang meliputi pengetahuan-pengetahuan. Dalam menyelesaikan soal matematika, seseorang melakukan proses berpikir. Dalam benak orang tersebut terjadi proses berpikir sehingga sampai mendapatkan suatu jawaban. Bagaimana proses berpikir seseorang ketika menyelesaikan soal matematika. Hal ini perlu dikaji secara mendalam. Pada dasarnya setiap individu itu unik, berbeda antara individu satu dengan lainnya. Untuk menyelesaikan suatu soal matematika, bisa saja antar individu berbeda proses berpikirnya. Tulisan ini memaparkan hasil penelitian proses berpikir mahasiswa bergaya kognitif field independent dalam menyelesaikan soal matematika dengan langkah-langkah Polya. Penelitian ini merupakan penelitian eksploratif yang bersifat kualitatif. Melalui wawancara yang mendalam akan diperoleh proses individu dalam menyelesaikan soal matematika.Kata Kunci : Proses Berpikir Mahasiswa, Gaya Kognitif Field Independen
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE PAIR CHECK TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VII SMPN 1 BARENG
Pada konteks kurikulum 2013 dalam proses pembelajaran yang semula berfokus pada guru menuju pembelajaran yang inovatif dan berfokus pada siswa. Salah satu model pembelajaran tersebut adalah pair check. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe pair check terhadap hasil belajar matematika siswa kelas VII SMPN 1 Bareng Tahun Ajaran 2017/2018. Jenis penelitian yang digunakan peneliti adalah Pre-Experimental dengan jenis the one group pre-test post-test design. Data dikumpulkan dengan analisis data hasil belajar siswa melalui tes (pre-test) dan tes (post-test) dari 27 siswa. Tenik analisis data dalam penelitian kuantitatif ini menggunakan statistik. Hipotesis yang dirumuskan akan diuji dengan statistik parametrik menggunakan t-test. Berdasarkan data penelitian yang sudah terkumpul dan sudah dianalisis pada bab 4, diperoleh nilai Sig. (2-tailed) pada Paired Sample Test sebesar 0,000 yang artinya Sig. (2-tailed) yaitu 0,000 0,05 maka ditolak dan diterima maka ada perbedaan model pembelajaran kooperatif tipe pair check terhadap hasil belajar matematika siswa kelas VII SMPN 1 Bareng Kata Kunci: Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Pair Check, Hasil Belaja
ANALISIS KESALAHAN DALAM MENYELESAIKAN SOAL BILANGAN BERPANGKAT PADA SISWA KELAS VII
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan jenis kesalahan apa saja yang dilakukan siswa Kelas VII dalam menyelesaikan soal matematika pada meteri bilangan berpangkat. Penelitian ini merupakan deskriptif kualitatif. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Wignya Mandala Tumpang dengan jumlah subjek 23 siswa. Objek dalam penelitian ini adalah jenis – jenis kesalahan yang dilakukan SMPK Widnya Mandala Tumpang kelas VII dalam menyelesaikan soal pada pokok pembahasan materi bilangan berpangkat. Pengambilan data dilakukan melalui pemberian tes dan wawancara.Teknikpengambilan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode tes. Jenis kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal bilangan berpangkat adalah kesalahan konseptual dan prosedural. Bentuk kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal bilangan berpangkat yaitu: 1) Kesalahan menuliskan pangkat yang sejajar dengan bilangan pokoknya, 2) Kesalahan dalam menerapkan bilangan pokoknya, 3) Benar dalam mengoperasikan langkahnya, tetapi salah dalam menuliskan jawaban akhirnya, 4) Kesalahan dalam mengoperasikan langkahnya, tetapi benar dalam menuliskan jawaban akhirnya. Kata kunci: Analisis Kesalahan, Bilangan Berpangka
PENGARUH KEBERLANJUTAN USAHA DAN FORCE MAJEUR TERHADAP KREDIT BERMASALAH PNPM MANDIRI PEDESAAN DI KECAMATAN TROWULAN KABUPATEN MOJOKERTO
Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh keberlanjutan usaha dan force majeur terhadap kredit bermasalah PNPM Mandiri Pedesaan di Kecamatan Trowulan Kabupaten Mojokerto secara parsial maupun simultan. Metode pengumpulan data menggunakan metode wawancara, dan dokumentasi. Instrumen penelitian menggunakan angket. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Teknik analisis data menggunakan analisis regresi linier berganda.Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh keberlanjutan usaha dan force majeur terhadap kredit bermasalah PNPM Mandiri Pedesaan di kecamatan Trowulan Kabupaten Jombang secara parsial maupun simultan. Hal ini bisa dilihat dari hasil uji t dimana nilai t hitung pada variabel keberlanjutan usaha adalah 4,416 dan nilai t hitung pada variabel force majeure adalah 5,027. Kedua hasil t hitung pada masing-masing variabel tersebut lebih besar dari t tabel (1,681), maka dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh variabel keberlanjutan usaha dan force majeure terhadap kredit bermasalah secara parsial . Dari uji F diperoleh nilai F hitung sebesar 45,775 lebih besar dari F tabel (3,21), maka disimpulkan bahwa ada pengaruh variabel keberlanjutan usaha dan force majeure terhadap kredit bermasalah secara simultan. Dari tabel model Summary dapat diketahui bahwa pengaruh variabel keberlanjutan usaha dan force majeure terhadap kredit bermasalah adalah sebesar 68,6%. Dan sisanya sebesar 31,4% dipengaruhi oleh variabel lain diluar model regresi
STUDI DESKRIPTIF AKTIVITAS FISIK TERHADAP PENGHAMBATAN MENOPAUSE
Peran olahraga dalam kehidupan manusia sangatlah penting, karena sejak lahir bahkan masih dalam kandungan ibunya olahraga berkontribusi besar, terutama bagi wanita Menopause. Olahraga termasuk ke dalam aktivitas fisik yang dapat menguntungkan kesehatan tubuh, bahkan di indikasikan dapat menghambat terjadinya Menopause. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran wanita yang mengalami Menopause di rentang usia normal dan usia tidak normal berdasarkan aktivitas fisik, dan mengetahui perbedaan jumlah ibu-ibu Menopause antara usia normal dan usia tidak normal. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif, yaitu statistik yang digunakan untuk menganalisa data dengan cara mendeskripsikan atau menggambarkan data yang telah terkumpul sebagaimana adanya tanpa bermaksud membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum atau generalisasi. Populasi dalam penelitian ini yaitu ibu Menopause Desa Jatiseengkidul dengan jumlah 160, dan yang dijadikan sampel dalam penelitian ini yaitu ibu-ibu yang mengalami Menopause di rentang usia normal dan usia tidak normal di Desa Jatiseengkidul Kec. Ciledug Kab. Cirebon yang dipilih secara acak dengan teknik Simple Random Sampling. Hasil penelitian ini didapatkan bahwa wanita yang mengalami Menopause di rentang usia normal berdasarkan aktivitas fisik di dominasi oleh ibu yang berstatus sebagai ibu rumah tangga yaitu 22 orang (46,80%), dan jumlah yang paling sedikit di dominasi oleh olahragawati yaitu 2 orang (4,25%), sedangkan wanita yang mengalami Menopause di rentang usia tidak normal berdasarkan aktivitas fisik yaitu di dominasi oleh olahragawati dengan jumlah 6 orang (40%), dan jumlah yang paling sedikit di dominasi oleh pedagang yaitu 1 orang (6,7%). Perbedaan jumlah ibu-ibu Menopause antara usia normal dan usia tidak normal ternyata cukup besar, semua ini terjadi berkaitan dengan tinggi dan rendahnya aktivitas fisik yang dilakukan. Dengan demikian ternyata ada kecenderungan bahwa aktivitas fisik yang tinggi terutama aktivitas fisik olahraga di indikasikan dapat menghambat terjadinya Menopause lebih awal.Kata kunci: Menopause, aktivitas fisi
PERUBAHAN PARADIGMA DALAM PENDIDIKAN JASMANI DI SEKOLAH
Pendidikan jasmani bermaksud membekali kecakapan fisikalnya, mengarahkan peserta didik untuk terdidik secara jasmaniah. Kecakapan jasmaniah ini dalam bahasa Inggris identik dengan physical literacy. Pembelajaran pendidikan jasmani dalam gerakan literasi memiliki tugas meliterasi gerak peserta didik dan membangun partisipasi aktif peserta didik dalam belajar gerak untuk mengembangkan kecerdasan jasmani sehingga diharapkan akan berdampak pada cerdas rohani, cerdas mental, cerdas sosial, dan cerdas secara spiritual
KEGAGALAN METAKOGNITIF DALAM MEMAHAMI DAN MENGANALISIS MASALAH MATEMATIKA
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kegagalan metakognitif dalam tahapan tertentu dari tahap pemecahan masalah, yaitu tahap memahami dan menganalisis masalah matematika dalam konteks penyelesaian masalah secara individu. Pendekatan kualitatif deskriptif digunakan dengan tujuan mendeskripsikan kegagalan metakognitif. Subjek penelitan ini adalah mahasiswa semester 3 STKIP PGRI Jombang, subjek diminta mengerjakan permasalahan tipe Model Eliciting Activities secara individu kemudian mengisi angket aktifitas metakognitif berdasarkan pekerjaannya dan wawancara berdasarkan isian angket dan pekerjaan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pada tahap memahami masalah terjadi metakognitif blindness terhadap kesalahan menentukan apa yang ditanyakan, terjadi metakognitif mirage terhadap hasil menentukan apa yang ditanyakan dan terjadi metakognitif vandalism dalam menindaklanjuti kesulitan dalam menentukan apa yang ditanyakan. Pada tahap menganalisis masalah, terjadi metakognitif blindness pada saat subjek kesulitan mengidentifikasi informasi dan kesalahan pada saat memikirkan materi yang berhubungan dengan masalah. Keyword: redflag, blindness, mirage, vandalis
GRASPING THE CULTURAL IDENTITY OF BLACKS AND WHITES IN TONI MORRISON’S SONG OF SOLOMON (A STUDY OF POSMODERNISM)
Grasping the cultural identity in a society is the characteristic and signifier to the existence and dimension of society in their life. The life of community in the broadest sense exists in paradigm of reflection and representation in the plots of norm, ideology, tradition and aesthetic involved in and it should not be the dichotomy in space and time in transferring the meaning of life. It is the forms of integrity, responsibility in orders of values, hope, ideals and futurThe research represents the life of human being in following, encouraging, accompanying, even fighting for how to reach the cultural identity in terms of rational and historical times. Colored with the problems of social stratification, race, and gender, this novel tries to convey the forms of paradoxical analyses and sharply elaborated in the structures of oxymoron in which imply on the studies of culture in a society to find out the self-identity. The analyses of the research are in the approach of post-modernism discussed as the reaction to the established modern era and its colors, meanwhile the data analyzed in terms of qualitative method with the techniques of interpretative qualitative in the steps of: data comprehensively read, interpretation of meaning and critical analyses