Jurnal STKIP PGRI Jombang
Not a member yet
975 research outputs found
Sort by
Penerapan Metode Pembelajaran dengan Permainan Bola Gantung Berangka Untuk Meningkatkan Gerak Dasar Anak Usia Dini di Kecamatan Panyingkiran Kabupaten Majalengka
Pendidikan usia dini dilakukan sebagai salah satu syarat pada jenjang pendidikan dasar. Terkait upaya meningkatkan kemampuan gerak dasar siswa maka pendidik khususnya pada jenjang pendidikan usia dini di harapkan mampu memfasilitasi peningkatan kemampuan anak dalam meningkatkan kemampuan gerak dasar. Penelitian ini dilakukan untuk mengembangkan pembelajaran berbasis permainan sebagai suatu alternatif dalam pembelajaran pendidikan jasmani khususnya peningkatan gerak dasar siswa. Permainan yang diterapakan adalah permainan boila gantung berangka. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian eksperimen. Dengan menggunakan sampel penelitian sebanyak 30 orang anak usia dini. Hasil penelitian Berdasarkan hasil penghitungan yang dilakukan peneliti diperoleh nilai Thitung sebesar 0.27 dan Ttabel sebesar 2,05. maka dari hasil penghitungan tersebut jelaslah bahwa hipotesis dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:Terdapat pengaruh yang efektif dari penerapan permainan bola gantung berangka terhadap kemampuan gerak dasar anak usia dini di Kecamatan Panyingkiran Kabupaten Majalengka.. Dengan kata lain setelah melihat hasil penghitungan tersebut, maka dengan demikian hipotesis yang penulis ajukan diterima. Guru atau orang tua harus mendorong anak-anak untuk menghabiskan beberapa jam di lingkungan luar yang serba guna setiap hari untuk mempromosikan pengembangan kemampuan gerak dasar anak dengan cara bermain.Kata Kunci:Pembelajaran Berbasis Permainan, Gerak Dasar Motori
CONSIDERING TRANSLATOR’S BACKGROUND IN TRANSLATING FIGURES OF SPEECH IN NOVEL OF MICE AND MAN
Penerjemah yang didiskusikan dalam penelitian ini adalah Ariyantri E. Tarman dan Pramoedya A. Toer yang keduanya menerjemahkan novel berjudul Of Mice nad Men karya John Steinbeck. Batasan masalah dalam penelitian ini adalah gaya bahasa. Gaya bahasa merupakan hal penting untuk menarik minat pembaca dan merupakan pembeda antara karya penulis satu dan lainnya. Novel sebagai karya sastra yang paling banyak diterjemahkan telah diketahui memiliki gaya bahasa yang kaya. Menerjemahkan gaya bahasa sendiri merupakan hal yang mennatnag karena penerjemah dituntut untuk setia pada gaya bahasa sumber dan menerjemahkan sedekat mungkin dengan bahasa sumber. Sehingga, penelian ini bertujuan untuk mengetahui gaya bahasa di dalam novel Of Mice and Men dan untuk mengentahui versi terjemahan dari kedua penerjamah dan melihat mana yang lebih dekat dengan bahasa sumber. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data, validasi data, dan analisis data untuk mendapatkan hasil. Dari hasil analisis, ditemukan bahwa dalam menerjemahkan gaya bahasa penerjemah yang telah diakui sebagai penulis terkenal oleh khalayak tidak dapat meninggalkan ideologinya. Penerjemah harusnya bersifat tidak terlihat di bahasa sumber namun penerjemahan dengan latar balakang penulis malah memasukkan gayanya dan membuat karya penulis aslinya menjadi bias. Kata kunci: Latar Belakang Penerjemah, Gaya Bahasa, Novel, Of Mice and Men
MENAKAR EFEKTIFITAS POLA PEMBELAJARAN KEWIRAUSAHAAN DALAM MENUMBUHKAN KOMPETENSI DAN MINAT BERWIRAUSAHA PESERTA DIDIK SMK DI JAWA TIMUR
Tingginya angka pengangguran lulusan Sekolah Menengah Kejuruan sebagaimana dirilis oleh BPS tahun 2017 memunculkan dugaan masih belum mengakarnya budaya wirausaha pada para lulusan. Hal ini memunculkan pertanyaan, apakah kegiatan pembelajaran kewirausahaan sudah efektif dapat meningkatkan kompetensi dan minat berwirausaha para lulusan? Penelitian ini dikenakan pada peserta didik Sekolah Menengah Kejuruan kelas 12 di wilayah Surabaya, Malang, Jombang, Madiun, dan Banyuwangi. Dalam penelitian ini pembelajaran kewirausahaan dikelompokkan menjadi 3 kategori, yaitu kajian teori, kajian teori dikombinasikan praktek usaha, dan kajian teori dikombinasikan pelibatan peserta didik dalam kegiatan usaha bisnis. Untuk mendapatkan data penelitian, peserta didik diminta untuk melakukan self assessment tentang kompetensi kewirausahaan yang dipersepsikan berdasarkan 3 model pembelajaran yang mereka terima. Bersamaan dengan itu, peserta didik diminta untuk mengungkapkan persepsi minat wirausahanya. Analisis deskriptif dan uji statistik digunakan untuk menelaah data penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan pembelajaran kewirausahaan yang mengkombinasikan kajian teori dan melibatkan peserta didik dalam kegiatan usaha bisnis terbukti paling efektif dapat meningkatkan kompetensi kewirausahaan peserta didik, terutama untuk dimensi skill (kecakapan) dan sikap kewirausahaan. Pembelajaran yang mengkombinasikan kajian teori dan melibatkan peserta didik dalam kegiatan usaha bisnis juga efektif untuk menumbuhkan minat wirausaha peserta didik, terutama untuk dimensi dorongan untuk berwirausaha, segera mewujudkan kegiatan usaha setelah lulus, upaya untuk berwirausaha, dan menetapkan profesi wirausaha sebagai pilihan utama setelah lulus. Penelitian ini merekomendasikan kepada sekolah agar kegiatan pembelajaran kewirausahaan lebih menekankan pada kajian teori yang dikombinasikan dengan pelibatan peserta didik pada kegiatan usaha bisnis. Hal ini dapat dilakukan dengan mengoptimalkan fungsi business centre dan memperkuat kerja sama dengan dunia usaha. Kata kunci: Pembelajaran KWU, kompetensi KWU, minat wirausah
MERANCANG PERANGKAT PEMBELAJARAN SIMULASI DIGITAL SMK KELAS X MATERI MASALAH TIK DAN CARA MENGATASINYA DENGAN PENDEKATAN SAINSTIFIK
Penelitian ini termasuk penelitian pengembangan untuk mengembangkan dan memvalidasi produk-produk yang digunakan dalam perangkat pembelajaran simulasi digital kelas X SMK. Dalam penelitian ini, metode dan pengembangan dimodifikasi dan disesuikan dengan tujuan penelitian. Tujuan penelitian ini adalah menyusun perangkat pembelajaran simulasi digital SMK Kelas X untuk materi masalah TIK dan cara mengatasinya dengan pendekatan sainstifik. Perangkat pembelajaran yang disusun terdiri atas (1) rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), (2) Lembar Kegiatan Siswa (LKS), dan (3) buku siswa dan buku panduan guru. Hasil penilaian dari validator terhadap RPP, LKS, buku siswa, dan buku panduan guru, menunjukkan bahwa semua perangkat pembelajaran valid dan reliabel. Hasil ujicoba menunjukkan bahwa: (1) dari sisi kepraktisan, dapat disimpulkan bahwa keterlaksanaan pembelajaran berada pada kategori “terlaksana dan reliabel”, dan (2) dari sisi keefektifan pembelajaran dapat disimpulkan bahwa hasil aktivitas siswa, kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran, respon siswa, respon guru dan hasil belajar siswa, dalam katagori terlaksana dengan baik. Respon siswa terhadap pembelajaran sangat baik terbukti dari hasil angket yang disebarkan menunjukkan 85% siswa menyatakan senang terhadap pembelajaran yang diberikan. Hasil ini menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran yang dibuat dinyatakan praktis dan efektif untuk digunakan dalam proses belajar mengajar di sekolah.Kata Kunci: perangkat pembelajaran, simulasi digital, pendekatan saintifi
PARIWISATA OLAHRAGA BERKELANJUTAN PADA PROGRAM BANYUWANGI FESTIVAL
Even besar olahraga merupakan alat yang dapat digunakan sebagai media promosi destinasi wisata. Even besar kegiatan olahraga yang didesain dengan cara tertentu dapat menjadi daya tarik bagi wisatawan untuk datang dan berkunjung pada sebuah destinasi. Dengan banyaknya wisatawan yang berkunjung maka, secara tidak langsung dapat memberikan pengaruh yang signifikan pada peningkatan ‘economic value’ masyarakat sekitar destinasi. Banyuwangi festival adalah rangkuman agenda kegiatan rutin tahunan pemerintah Kab.Banyuwangi sejak tahun 2012-2018 yang di dalamnya terdapat kegiatan dalam konteks pariwisata olahraga. Kegiatan tersebut disusun dan dirancang dengan tujuan mempromosikan destinasi wisata unggulan di Banyuwangi melalui ajang bergengsi: Internasional Tour de Ijen, International Surfing Competition, Internasional Kite Wind Surfing, Balap Motor Cross, Ijen Green and Run, dan BMX Competition. Artikel ini mengkaji tentang peran dan dampak kegiatan Banyuwangi Festival dalam konteks pariwisata olahraga. Dampak yang umum terasa bagi masyarakat sekitar destinasi adalah peningkatan kunjungan wisatawan yang bermuara pada perbaikan kondisi sosial ekonomi masyarakat dan perbaikan infrastruktur. Dengan demikian, pariwisata olahraga jika dikelola dengan baik dapat berkontribusi positif dan menguntungkan sebagai alat promosi yang mampu mendatangkan wisatawan sebanyak-banyaknya. Untuk itu, menjaga agar program yang sudah digagas dapat ‘sustainable’ serta dapat terus menerus dinikmati pada masa kini dan yang akan datang adalah sebuah tantangan yang patut diperjuangkan
PENGARUH POLA ASUH ORANG TUA DENGAN SELF ESTEEM REMAJA
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pola asuh orang tua terhadap self esteem remaja. Metode penelitan dalam penelitian ini adalah expost facto. Sampel dalam penelitian ini adalah sebanyak 89 mahasiswa, umur antara 19-22 dengan metode purposive random sampling. Instrumen yang digunakan adalah Parenting Styles and Dimensions Questionare (PSDQ) untuk pengukuran pola asuh orang tua dan Skala Rosenberg untuk pengukuran self esteem. Analisis data menggunakan uji statistik non parametik test yaitu Kruskall Wallis Test dengan bantuan program SPSS 23. Berdasarkan penghitungan dan kriteria tersebut diperoleh hasil (Sig.) 0.000 < 0.05, artinya ada pengaruh pola asuh orang tua terhadap self esteem. Ditinjau dari nilai mean pola asuh otoriter adalah 47.38, pola asuh autoritatif 72.57, pola asuh permisif 17.79. Artinya pola asuh autoritatif mempunyai pengaruh paling tinggi terhadap self esteem. Kemudian disusul pola asuh otoriter di urutan kedua dan pola asuh permisif di urutan ketiga atau paling akhir
PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN NUMBER HEAD TOGETHER (NHT) PADA SISWA KELAS V SDN PESANTREN TEMBELANG JOMBANG
Rendahnya hasil belajar matematika subpokok menaksir hasil operasi hitung dua bilangan disebabkan beberapa hal antara lain (1) siswa kurang minat dalam belajar matematika, (2) jika diberikan tugas siswa cenderung bergantung pada siswa yang pandai. Hal ini berakibat buruk bagi perkembangan pendidikan matematika ke depan. Oleh karena itu, perubahan proses pembelajaran matematika yang menyenangkan harus menjadi prioritas utama. Dengan adanya pemebelajaran tersebut diharapkan siswa dapat berpikir sehat, cakap serta kreatif dalam menyelesaikan permasalahan sehari-hari. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan aktivitas belajar dan hasil belajar matematika siswa kelas V tahun ajaran 2014/2015 dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Number Head Together (NHT). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa aktivitas belajar siswa pada siklus I masuk dalam kategori cukup dengan rata-rata sebesar 2.4 sedangkan pada siklus II masuk dalam kategori baik dengan rata-rata sebesar 3,2. Hasil belajar pada siklus I nilai rata-rata sebesar 69,62 dengan persentase ketuntasan secara klasikal sebesar 66,7 % sedangkan pada siklus II nilai rata-rata sebesar 83,25 dengan persentase ketuntasan secara klasikal sebesar menjadi 85,7 %. Kata Kunci : Metode Number Head Together, aktivitas belajar dan hasil belajar matematik
UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MELALUI PEMBELAJARAN KOOPERATIF DENGAN PENDEKATAN STRUKTUR SISWA KELAS V SDN 3 SINGOTRUNAN KEC. BANYUWANGI. KAB. BANYUWANGI TAHUN AJARAN 2016-2017
Dalam pembelajaran matematika sangat diperlukan strategi pembelajaran yang tepat yang dapat melibatkan siswa seoptimal mungkin baik secara intelektual maupun emosional. Karena pengajaran matematika menekankan pada keterampilan proses kelas dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain adalah guru dan siswa. Selain menguasai materi seorang guru juga dituntut untuk menguasai strategi-strategi penyampaian materi tersebut, cara guru menciptakan suasana kelas akan berpengaruh terhadap respon siswa dalam proses pembelajaran. Model Pembelajaran Kooperatif adalah salah satu model pembelajaran yang dapat meningkatkan aktifitas siswa, meningkatkan interaksi, meningkatkan penguasaan siswa terhadap materi pembelajaran dan akan meningkatkan motivasi siswa untuk aktif dalam proses pembelajaran. Salah satu pendekatan dari model pembelajaraan kooperatif adalah pendekatan struktural, pada pendekatan ini memberikan pemecahan pada penggunaan struktur yang dirancang untuk mempengaruhi pola interaksi siswa. Diharapkan siswa bekerja sama dan saling membantu dalam kelompok kecil dan lebih pada penghargaan kooperatif dan penghargaan individu. Tujuan diadakan penelitian tindakan kelas ( PTK ) ini adalah untuk mengetahui hasil belajar matematika melalui pembelajaran kooperatif dengan pendekatan struktur. Penelitian tindakan ini dilakukan dalam 3 siklus. Dari hasil tindakan yang dilakukan terbukti dapat meningkatkan prestasi belajar siswa dengan mencapai standar ideal. Dari55,56 % pada Siklus l, dapat meningkat pada siklus 2 menjadi 68,89 % dan siklus 3 mencapai 85,55 %, dan secara klasikal telah mencapai ketuntasan. Hasil penelitian tindakan ini menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran kooperatif dengan pendekatan struktur dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV dengan ketuntasan mencapai 100 %, dengan demikian penerapan pembelajaran kooperatif dengan pendekatan struktur efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa pelajaran matematika di SDN 3 Singotrunan Kec. Banyuwangi Kab.. Banyuwangi. Kata kunci: Hasil Belajar, Pembelajaran Matematika di SD , Pembelajaran Kooperatif dengan Pendekatan Struktur
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN TEMATIK UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA PADA SISWA KELAS II SDN PESANTREN TEMBELANG TAHUN PELAJARAN 2016/2017
Permasalahan dalam pendidikan adalah hasil belajar siswa yang kurang memuaskan. Hal ini dikarenakan metode mengajar yang digunakan kurang dapat menarik siswa untuk lebih kreatif. Tidak terkecuali pada hasil belajar matematika pada materi penjumlahan dan pengurangan yang terjadi di kelas II SDN Pesantren Tembelang. Berdasarkan masalah di atas, maka peneliti mencoba menerapkan model pembelajaran yang dianggap lebih efektif untuk meningkatkan kualitas dan pemahaman konsep pada matematika terutama pada siswa yang kelas rendah yaitu model pembelajaran Tematik tipe Nested.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui aktivitas dan hasil belajar matematika peserta didik. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa pada siklus I aktivitas siswa dalam bertanya sebesar 65,59%, menjawab sebesar 62,37%, bekerjasama sebesar 63,44% dan bertanggung jawab sebesar 67,74%, keempat aspek tersebut termasuk pada kriteria aktif. Pada siklus II aktivitas siswa dalam bertanya sebesar 77,5%, menjawab sebesar 75,5%, bekerjasama sebesar 73,0% dan bertanggung jawab sebesar 75,5%, keempat aspek tersebut dikategorikan dalam kriteria aktif. Hasil belajar siswa meningkat baik secara individu maupun klasikal. Pada siklus I rata-rata hasil belajar matematika siswa sebesar 61,77 dengan ketuntasan klasikal 63,6%. Pada siklus II rata-rata hasil belajar matematika siswa sebesar 80 dengan ketuntasan klasikal 90,9%. Berdasarkan analisis data dari penelitian, maka dapat disimpulkan bahwa Penerapan Model Pembelajaran Tematik Tipe Nested pada materi perkalian dan pembagian dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar matematika siswa kelas II SDN Pesantren Tembelang.Kata Kunci: Tematik Tipe Nested, Aktivitas belajar, Hasil belajar Peserta didi
PENGARUH PENERAPAN PERATURAN PEMERINTAH No.46 TAHUN 2013 TERHADAP PERTUMBUHAN PENERIMAAN PAJAK PENGHASILAN DI KABUPATEN JOMBANG
Salah satu penerimaan negara yang terbesar bersumber dari pajak. Untuk meningkatkan penerimaan pajak, pemerintah menerapkan PP no. 46 tahun 2013 yang memberikan kesederhanaan dan kemudahan bagi UMKM untuk membayar pajak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan dan perbedaan penerimaan pajak penghasilan sebelum dan setelah penerapan PP no.46 tahun 2013. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan menggunakan sumber data sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan penerimaan pajak penghasilan setelah penerapan dalam kategori sangat kurang serta tidak ada perbedaan penerimaan pajak penghasilan antara sebelum dan sesudah penerapan PP no.46 tahun 2013 di kabupaten Jombang