Jurnal STKIP PGRI Jombang
Not a member yet
975 research outputs found
Sort by
ANALISIS PENGARUH KOMPETENSI PROFESIONAL DAN KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU TERHADAP SIKAP BELAJAR SISWA
Kompetensi guru dikatakan penting dalam suatu proses pembelajaran, karena guru bertanggung jawab kepada peserta didik untuk mengubahnya dari tidak bisa menjadi bisa, dari tidak mengerti menjadi mengerti, dan dari ragu menjadi yakin sehingga prestasi belajar siswa pun dapat tercapai. Guru yang berkompeten akan lebih mampu menciptakan lingkungan belajar yang efektif, menyenangkan, dan akan lebih mampu mengelola kelasnya sehingga para siswa berada pada tingkat optimal. Oleh karena itu sangat penting bagi seorang guru memiliki kompetensi profesional dan kompetensi pedagogik. Kondisi pembelajaran pada siswa kelas XI-IIS di MA. Darul Huda Wonodadi Blitar masih belum berkembang. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menjelaskan pengaruh kompetensi profesional dan kompetensi pedagogik guru terhadap sikap belajar siswa. Rancangan dalam penelitian ini yaitu kuantitatif dengan menggunakan uji statistik regresi linier berganda. Populasi dalam penelitian yaitu seluruh siswa kelas XI-IIS MA. Darul Huda Wonodadi Blitar yang berjumlah 126 siswa. sampel dalam penelitian ini berjumlah 33 siswa. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menyebar angket dan wawancara, teknik analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis linier berganda.Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh signifikan secara parsial pada variabel kompetensi profesional dan kompetensi pedagogik guru terhadap sikap belajar siswa dengan nilai uji t pada kompetensi profesional sebesar 2.508 dan kompetensi pedagogik sebesar 2.059. Selain itu juga ada pengaruh signifikan secara simultan pada variabel kompetensi profesional dan kompetensi pedagogik guru terhadap sikap belajar siswa dengan nilai sig. sebesar 0.003Kata Kunci : kompetensi profesional, kompetensi pedagogik, sikap belajar sisw
TECHNOLOGY AND LITERATURE: THE DUO (CONTRADICTIVE) DINAMIC IN RISING CLASSROOM LITERACY
Teknologi dan sastra adalah dua komponen dasar dalam meningkatkan kompetensi literasi di kelas. Penelitian ini membahas bagaimana sastra berbagi peran yang paling sulit bagi siswa untuk meningkatkan literasi digital mereka. Siswa cenderung mengabaikan teks panjang seperti novel dan cerita pendek, sementara mereka ingin membaca teks dan tweet di media sosial mereka. Fakta ini membuat fenomena yang paradoks. Siswa suka membaca dan senang berbagi sesuatu, tetapi tidak ingin membaca teks. Studi ini menjelaskan bagaimana teknologi juga pengaruh untuk membuat siswa membaca. Metode yang digunakan dalam penelitian ini dalam studi lapangan dengan mewawancarai siswa dan menganalisis hasil untuk menarik kesimpulan. Dari data yang diperoleh, menunjukkan bahwa ada kontradiksi antara rentang waktu penggunaan teknologi (internet) yang digunakan dengan rentang bacaan yang mereka baca. Studi ini akan menjadi dasar bagi para guru untuk mengelola teks pustaka menjadi teks yang ramah teknologi, sehingga siswa akan menikmati teks pustaka sambil menggunakan teknologi (internet). Kata Kunci: technologi, literasi, literatu
PROFIL GURU PJOK DALAM MENINGKATKAN BERPIKIR KREATIF PESERTA DIDIK
Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) merupakan pendidikanbersifatmenyeluruh artinya bukan saja berkaitan dengan upaya pengembangan kemampuan jasmanisemata, tetapi mencakup dimensi, intelektual, mental, sosial dan emosional.Tujuan kajian ini membahas mata pelajaran PJOK dapat mengembangkankemampuan dalam hal ini pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki oleh peserta didik seperti cakap, kreatif, serta memiliki watak seperti jujur, berani bertindak, dapat dipercaya, dan saling menghormat kepada orang lain.Dyers (2011) mengungkapkan bahwa kreativitas terbentuk melalui pendidikan lebih besar dibandingkan dari genetik, kretivitas 2/3 terbentuk melalui pendidikan dan hanya 1/3 dari genetic.Kreativitas dibentuk melalui tiga intelegensi yaitu: 1) sintetik (kreatif), 2) analitik (kritis), 3) praktik. Berpikir sintetik (kreatif) adalah kemampuan mengembangkan ide yang berbeda, berkualitas akan tetapi sesuai tugas.1) mengajukan banyak pertanyaan, 2) mengajukan pertanyaan yang membutuhkan pemikiran yang mendalam, 3) sering memberikan pertanyaan lanjutan (tidak menjawab langsung), 4) memeriksa jawaban benar dan jawaban keliru, 5) mengajukan pertanyaan terbuka yang membutuhakan jawaban divergen.Kata Kunci : Kreatifitas Guru, Berpikir Kreati
ANALISIS KEMAMPUAN BERPIKIR TINGKAT TINGGI MAHASISWA PADA MATERI FUNGSI PEMBANGKIT DAN SCAFFOLDING
Fungsi pembangkit adalah salah satu materi yang sulit dalam mata kuliah matematika diskrit. Analisis kemampuan berpikir tingkat tinggi menggunakan indikator kemampuan analisis, evaluasi, kreasi, dan logika penalaran. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif yang dilakukan kepada 6 subjek penelitian pada Progam studi pendidikan matematika Universitas Hasyim Asy’ari. Kemampuan berpikir tingkat tinggi yang diperoleh dari penelitian adalah 2 orang dengan level sedang dan 4 orang dengan level rendah. Untuk membantu mahasiswa menyelesaikan permasalahan diberikan scaffolding. Kata kunci: : berpikir tingkat tinggi, fungsi pembangki
APERSEPSI DALAM PEMBELAJARAN KAITANNYA DENGAN KESIAPAN DAN HASIL BELAJAR
Sebagai salah satu unsur dalam kegiatan pembelajaran, apersepsi sering kali diabaikan keberadaannya. Dengan memberikan apersepsi dalam kegiatan pembelajaran diharapkan mampu memberikan kontribusi positif terhadap kesiapan dan hasil belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesiapan belajar mahasiswa dan hasil belajar mahasiswa pada mata kuliah Matematika Sekolah Dasar. Pendekatan penelitian ini adalah kuantitatif dengan jenis penelitian quasi eksperimen. Desain penelitian yang digunakan adalah pretest-postest. Penentuan sampel dalam penelitian ini adalah random sampling. Teknik pengambilan data dilakukan dengan tes dan dianalisis menggunakan analisis statistik inferensial melalui t-test dua sampel independen. Sedangkan teknik pengambilan data dengan angket dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan 1) kesiapan belajar kelas eksperimen dan kontrol dalam kategori sangat baik, dan 2) pengujian hipotesis melalui t-test sampel independen menunjukkan bahwa thitung < ttabel (-1,2801 < 1,7139) sehingga memberi arti bahwa H0 diterima dan dapat disimpulkan bahwa tidak ada pengaruh yang signifikan pemberian apersepsi dalam pembelajaran terhadap hasil belajar mahasiswa pada mata kuliah Matematika Sekolah Dasar Universitas Trunojoyo Madura. Kata Kunci: Apersepsi, kesiapan belajar, dan hasil belaja
PROFIL METAKOGNISI SISWA SMP DALAM PEMECAHAN MASALAH LUAS BIDANG DATAR BERDASARKAN TIPE KEPRIBADIAN
Metakognisi mempunyai peran yang sangat penting dalam pemecahan masalah matematika. Pemecahan masalah matematika melibatkan kesadaran terhadap proses berfikir serta pengaturan diri. Tujuan dari npenelitian ini adalah untuk mengetahui profil metakogni siswa SMP 2 Mojoagung berdasarkan tipe kepribadian.Subyek penelitian terdiri dari 4 siswa dengan tipe kepribadian chlorelis, melancholis, phlegmatis dan sanguisis.Instrumen penelitian ini terdiri dari lembar tes kepribadian, lembar tes pemecahan masalah, dan pedoman wawancara.Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Pemecahan masalah dan wawancara kemudian dianalisis berdasarkan aktivitas metakognisi pada langkah pemecahan masalah Polya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas metakognisi dalam merencanakan : siswa tipe chlorelis sudah menuliskan semua informasi yang diketahui dan membuat coretan coretan kecil untuk membantu dalam penyelesaian. Siswa tipe melancholis telah menuliskan semua informasi yang telah diketahui tetapi tidak membuat coretan-coretan untuk membantu penyelesaian.Siswa tipe phlegmatis menuliskan semua informasi yang telah diketahuidan mampu menghubungkan dengan apa yang akan diselasaikan. Siswa tipe sanguisis menuliskan semua informasi yang telah diketahuidan sudah mempunyai gambaran pada hasil yang akan ditetapkan.aktivitas metakognisi dalam mememonitor pelaksanaan : siswa tipe chlorelis telah memeriksa kesesuain data dengan tujuan yang hendak dicapai. Siswa tipe melancholis telah memeriksa kesesuain data dengan tujuan yang hendak dicapai dan dapat mengetahui cara lain apabila mengalami kesulitan. Siswa tipe phlegmatis telah memeriksa kesesuain data dengan tujuan yang hendak dicapai dengan penuh keyakinan, dapat menyadari kesulitan yang dialami. Siswa tipe sanguisis telah memeriksa kesesuain data dengan tujuan yang hendak dicapai. aktivitas metakognisi dalam evaluasi : siswa tipe chlorelis tidak melakukan pemeriksaan secara menyeluruh. Siswa tipe melancholis telah melakukan pemeriksaan secara mendalam tetapi belum yakin akan hasilnya. Siswa tipe phlegmatis tidak melakukan pemeriksaan . Siswa tipe sanguisis tidak mengevaluasi hasil yang telah dicapai Kata kunci: profil metakognisi, pemecahan masalah geometri, tipe kepribadian
PENGARUH KOMPETENSI PROFESIONAL TERHADAP KINERJA GURU EKONOMI SMA NEGERI DI KABUPATEN JOMBANG
Salah satu aspek yang perlu ditingkatkan untuk mewujudkan kinerja guru dalam melaksanakan tugas keprofesionalannya adalah kompetensi profesional. Akan tetapi fakta di lapangan menunjukkan bahwa kompetensi profesional guru ekonomi SMA Negeri di Kabupaten Jombang masih belum sesuai dengan yang diharapkan, (1) guru belum mengaitkan materi dengan kondisi nyata di lapangan; (2) pengetahuan guru atas materi, struktur, konsep dan pola pikir keilmuan yang mendukung mata pelajaran ekonomi lemah; (3) kemampuan mengembangkan materi pembelajaran ekonomi kurang ilustrasi dan perluasan bahasan kurang; (4) guru kurang berminat untuk mendalami literatur teori ekonomi yang penting bagi pengayaan pembelajaran ekonomi; dan (5) guru jarang mengakses internet untuk mencari bahan pengayaan belajar. Populasi dalam penelitian adalah guru ekonomi SMA Negeri se Kabupaten Jombang berjumlah 35 guru. Teknik penentuan sampel menggunakan teknik sampling jenuh, karena anggota populasi digunakan sebagai sampel. Metode pengumpulan data menggunakan observasi dan dokumentasi. Instrumen dalam penelitian ini adalah angket. Teknik analisis data menggunakan: (1) analisis regresi linier sederhana; (2) uji koefisien determinasi; dan (3) uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi profesional berpengaruh terhadap kinerja guru, dapat dibuktikan dengan nilai signifikansi uji t < 0,05 yaitu (0.032< 0,05. Koefisien determinasi sebesar 0,133 artinya bahwa pengaruh kompetensi profesional terhadap kinerja guru sebesar 13,3% sedangkan lainnya dijelaskan oleh variabel lain. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh kompetensi profesional terhadap kinerja guru ekonomi SMA Negeri di Kabupaten Jomban
AKTUALISASI GERAKAN LITERASI SEBAGAI UPAYA PENGEMBANGAN DIRI DAN PENANAMAN NILAI KARAKTERDI SMK NEGERI MOJOAGUNG
Pelaksanaan gerakan literasi saat ini dapat dikatakan belum maksimal, terutama di SMK Negeri Mojagung. Tujuan pelaksanaan pengabdian di SMK Negeri Jombang lebih menekankan pada gerakan literasi yang dikaitkan dengan nilai karakter siswa. Beberapa program yang dilakukan meliputi The Corner Project Books, Majalah AKRILIG SMK Negeri Mojoagung, Kombinasi Literasi dengan Wirausaha “Mood Tea”, dan Mading Keliling. Metode pelaksanaan ini meliputi sosialisasi, pendampingan, demosntrasi, dan praktik. Sasaran pelaksanaan program meliputi lima kelas percontohan, yaitu kelas X AK 1, X AK 2, X AK 3, X AK 4 dan X RPL. Hasil pelaksanaan program menunjukkan bahwa setiap program yang dilakukan dapat mengembangkan nilai karakter siswa. Kegiatan The Corner Project Books dapat meningkatkan kerjasama, saling menghargai antar siswa. Kegiatan Majalah AKRILIG SMK Negeri Mojoagung dapat mengembangkan karakter disiplin. Kegiatan Kombinasi Literasi dengan Wirausaha “Mood Tea” dapat mengembangkan karakter kerja keras pada diri siswa, dan kegiatan Mading Keliling meningkatkan karakter Nilai karakter yang ditimbulkan pada kegiatan ini adalah tanggung jawab, kejasama, disiplin dan menghargai karya oranglain. Kata Kunci: Gerakan Literasi, Pengembangan Diri, Nilai Karakte
SURVEY KINERJA GURU PENDIDIKAN JASMANI OLAHRAGA DAN KESEHATAN PADA GURU SMP NEGERI SE-KECAMATAN PETERONGAN KABUPATEN JOMBANG TAHUN 2017/2018
Guru pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan mempunyai peran penting terhadap pembentukan watak dan tumbuh dan berkembangnya peserta didik. Dalam penekanannya guru pendidikan jasmani dan olahraga harus memperhatikan aspek produktif, kreatif, inovatif dan berkarakter. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kinerja guru pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan pasca penerapan kurikulum 2013 dalam merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi proses pembelajaran pada SMP Negeri Se kecamatan Peterongan. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan metode deskriptif. Sumber data dari penelitian ini adalah guru pendidikan jasmani, kesehatan dan olahraga SMP Negeri Se- Kecamatan Peterongan. Perolehan rata-rata persentase skor pada setiap kompetensi ini kemudian dikonversikan dalam skala nilai 100. Kriteria nilai yang didapatkan 0 – 25 (kurang), 26 – 50 (cukup), 51 – 75 (baik), dan 76 – 100 (baik sekali). Rata-rata hasil perbandingan 14 kompetensi yang sudah diberikan tesebut, maka diperoleh hasil bahwa guru pasca penerapan kurikulum 2013 lebih baik kinerjanya dibandingkan dengan guru sebelum penerapan kurikulum 2013. Dapat dilihat dari perolehan skor nilai 2 (dua) pada setiap kompetensi. Terjadi peningkatan sebanyak 18.55% dari kurikulum KTSP ke Kurikulum 2013. Simpulan dalam penelitian ini adalah setelah dilakukan penilaian melalui pengisian instrumen PKG, dapat diperoleh hasil guru pasca kurikulum 2013 lebih baik dari pada guru sebelum penerapan kurikulum 2013. Kata Kunci: Kinerja Guru, Guru Pendidikan Jasmani dan Olahraga.
SCRUTINIZING DISCOURSE MARKERS IN ENGLISH LISTENING SECTION OF SENIOR HIGH SCHOOL NATIONAL EXAMINATION IN 2015/2016
Pemarkah atau Discourse Makers (DMs) secara jelas dapat menunjukkan organisasi wacana, mengingatkan pendengar tentang makna-makna wacana sebelum dan sesudahnya, dan mengekspresikan secara jelas tindak tutur yang konkret. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) untuk mengidentifikasi jenis pemarkah yang digunakan dalam wacana dialog, (2) untuk menggambarkan fungsi – fungsi pemarkah berdasarkan konteks kejadian dalam percakapan, dan (3) untuk menempatkan peran pemarkah pada hasil keterampilan listening secara signifikan. Data penelitian diambil dari unsur-unsur listening section dalam ujian nasional bahasa Inggris SMA di 2015/2016. Kemudian data ditranskripsikan, diklasifikasikan berdasarkan teori DMs dari Heeman dan Allen, menggambarkan fungsi DMs, dan memutuskan peran DMs. Selanjutnya, data dianalisis secara kuantitatif untuk menghitung jenis-jenis penanda, dan menggambarkan secara kualitatif fungsi-fungsi DMs dan memutuskan peran DMs. Hasilnya menunjukkan bahwa DMs hanya muncul sekali, “Oh”, untuk klarifikasi; dan peran penanda mendukung hasil keterampilan Listening secara signifikan karena membantu pemahaman, interpretasi, dan penarikan kembali informasi dari maksud penutur asli dalam dialog. Namun, distribusi DMs utamanya terbatas pada posisi awal kalimat. Oleh karena itu, penulis buku teks dan perancang ujian nasional Bahasa Inggris disarankan untuk lebih fokus pada distribusi dan konteks DMs. Guru dan siswa harus menyadari peran DMs dalam EFL Listening comprehension, membiasakan diri dengan DMs yang ditampilkan dalam buku teks, dan menggunakan materi listening yang otentik untuk mengkompensasi kekurangan pada buku teks. Kata Kunci : Percakapan, pemarkah, ujian nasional listening section, pembelajaran komprehensi