Jurnal STKIP PGRI Jombang
Not a member yet
975 research outputs found
Sort by
THE CORRELATION BETWEEN SELF-ASSESMENT AND TEACHER ASSESMENT SCORE ON WRITING SKILL
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apakah penilaian diri (self- assesment) dalam menulis (writing) bisa dipercaya atau tidak. Selama ini, apa yang diperkirakan pengajar adalah bahwa penilaian yang dapat dipercaya hanya untuk mengukur kemampuan dan prestasi siswa di kelas. Oleh karena itu, inti masalah dalam penelitian ini adalah untuk menjawab apakah penilaian diri dan penilaian guru (teacher assesmnet) mempunyai hubungan. Dalam proses pengambilan data dimulai dengan melatih siswa tentang bagaimana melakukan penilaian yang bertujuan untuk memahamkan dan mengenalkan penilaian diri, sebelum mereka menilai karanganya. Setelah siswa dilatih melakukan penilaian diri, kemudian siswa menulis karangan paling sedikit 300 kata. Sstelah selesai mengarang, mereka disuruh untuk melakukan penilaian diri pada karangannya berdasrakan rubrik penilaian yang telah disediakan.Kata kunci : Studi korelasi, penilaian diri, penilaian guru, kemampuan menulis
PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS I SDN PESANTREN TEMBELANG JOMBANG MELALUI PERMAINAN DAKON
Membelajarkan konsep matematika tentang operasi penjumlahan bilangan bulat pada siswa Kelas I memang tidak mudah. Sering kali siswa merasa kesulitan dalam memahami materi pembelajaran, tanpa dibantu media konkrit untuk menghubungkan daya pikir siswa terhadap materi. Anak usia 7 tahun sampai dengan 11 tahun berada pada tahap operasional kongkrit. Sehingga untuk memahamkan konsep penjumlahan dan pengurangan diperlukan media atau alat peraga. Salah satunya yakni dengan menerapkan permainan dakon guna memotivasi belajar dan memahamkan konsep matematika.Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan (action research) sebanyak dua putaran. Setiap putaran terdiri dari empat tahap yaitu: planning, acting, observing, dan reflecting. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas I SDN Pesantren Tembelang Jombang. Hasil penelitian pada pembelajaran operasi hitung penjumlahan bilangan bulat dengan permainan dakon dapat meningkatkan aktifitas guru, yang awalnya pada siklus I hanya 67% pada siklus II meningkat menjadi 80%. Demikian halnya dengan aktifitas siswa, yang awalnya siswa kurang aktif menjadi aktif. Hal ini terbukti dari adanya peningkatan dari siklus I 68% menjadi 88% pada siklus II. Peningkatan aktifitas tersebut berpengaruh terhadap peningkatan hasil belajar siswa. Hal ini dibuktikan dengan adanya peningkatan persentase ketuntasan hasil belajar 58% Pada siklus I dan meningkat menjadi 92% pada siklus II. Siswa antusias mengikuti pembelajaran dengan permainan dakon. Sehingga dapat disimpulkan bahwa penggunaan media pembelajaran berupa permainan dakon dapat meningkatkan aktivitas belajar dan hasil belajar matematika siswa kelas ISDN Pesantren Tembelang Jombang tahun ajaran 2017/2018Kata Kunci: hasil belajar, aktivitas belajar, permainan dako
PENERAPAN MEDIA PEMBELAJARAN POHON HITUNG UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS II SDN PESANTREN TEMBELANG JOMBANG TAHUN 2017/2018
Rendahnya pemahaman konsep penjumlahan dan pengurangan menyebabkan rendahnya hasil belajar siswa. Siswa merasa bingung dan kesulitan saat dihadapkan pada soal-soal yang berhubungan dengan penjumlahan dan pengurangantiga angkayang mempunyai penyelesaian cukup rumit yang membutuhkan teknik menyimpan dan meminjam. Berdasarkan permasalahan tersebut, peneliti menggunakan media pembelajaran pohon hitung pada saat pembelajaran. Media pembelajaran pohon hitung ini diharapkan dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa dan memudahkan guru dalam memberikan materi kepada siswa.Subjek penelitian adalah siswa kelas II SDN Pesantren Tembelang Jombang.Jenis penelitian adalah penelitian tindakan kelas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa presentase aktivitas kemampuan pendidik pada siklus I sebesar 65,4% dalam kategori cukup meningkat pada siklus II sebesar 90,4% dalam kategori sangat baik. Rata-rata aktivitas siswa secara klasikal mengalami peningkatan dari siklus I ke siklus II, yaitu memperhatikan penjelasan guru dari 57% menjadi 86%, membaca dan mengerjakan tugas dari 71% menjadi 90%, memperagakan media pembelajaran pohon hitung dari 62% menjadi 86%, dan membuat kesimpulan dari 57% menjadi 90%. Rata-rata hasil belajar siklus I 69,29 dengan ketuntasan klasikal 57,14%, dan mengalami peningkatan di siklus II yaitu 85,48 dengan ketuntasan secara klasikal 100%. Berdasarkan analisis data, maka dapat disimpulkan bahwa Penerapan Media pembelajaran pohon hitung pada materi penjumlahan dan pengurangan dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar matematika siswa kelas II SDN Pesantren TembelangKata Kunci: media pohon hitung, aktivitas belajar dan hasil belaja
HAMBATAN MAHASISWA DALAM MEMBANGUN BUKTI MATEMATIS BERDASARKAN KERANGKA TOULMIN
Sebagai salah satu bentuk dari penalaran, pembuktian merupakan kompetensi yang dibutuhkan oleh seorang calon guru matematika. Namun, pada kenyataannya membangun bukti seringkali sangat sulit dilakukan oleh calon guru. Penalaran yang mereka lakukan masih bersandar hanya pada penalaran induktif yaitu memperhatikan beberapa contoh kasus. Kesulitan dalam membuktikan dapat terjadi karena adanya hambatan dalam proses penalaran. Tujuan dari penelitian ini yaitu mendeskripsikan hambatan mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Pesantren Tinggi Darul ‘Ulum Jombang dalam membangun bukti matematis berdasarkan kerangka argumen Toulmin.Jenispenelitian yang digunakandalampenelitianiniadalahkualitatifdeskriptif. Instrumen dalam penelitian ini adalah peneliti dan dilengkapi dengan lembar tes serta pedoman wawancara. Data yang diperoleh selanjutnya dianalisis tiap komponennya berdasarkan kerangka kerja Toulmin.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hambatan dialami oleh subjek pada beberapa komponen dari kerangka argumen Toulmin. Sebagian besar subjekdalam penelitian ini juga kesulitan menemukan contoh penyangkal ketika diminta mengevaluasi suatu pernyataan. Selain itu, beberapa subjek tidak dapat mengidentifikasi komponen data dalam argumen yang dibangunnya. Kata Kunci: Bukti Matematis, Penalaran Matematis, Argumen Toulmi
Korelasi Penggunaan Alat Peraga Bahasa Indonesia (Media Papan Tempel) Dengan Hasil Belajar Menulis Kalimat Sederhana Pada Siswa SDN Ngrandulor
Menulis kalimat sederhana merupakan salah satu unsur dasar dari keterampilan berbahasa, jika tidak dikuasai pada tingkat Sekolah Dasar (SD) maka akan berdampak buruk pada keterampilan berbahasa pada jenjang berikutnya. Fenomena menunjukkan bahwa di Sekolah Dasar (SD) saat ini alat peraga bahasa Indonesia (media papan tempel) jarang digunakan dalam proses pembelajaran padahal sangat efektif untuk mencapai tujuan pembelajaran. Tujuan penelitian adalah untuk men- getahui adanya korelasi penggunaan alat peraga bahasa Indonesia (media papan tempel) dengan hasil belajar menulis kalimat sederhana pada siswa kelas 1 SDN Ngrandulor tahun pelajaran 2016/2017. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif, dilaksanakan di SDN Ngrandulor karena sekolah tersebut berada di perbatasan kecamatan Peterongan, sebelah timurnya adalah kecamatan Sumobito dan sebelah utaranya adalah kecamatan Kesamben serta siswanya berasal dari tiga ke- camatan tersebut. Sehingga penelitian yang dilaksanakan di SDN Ngrandulor bisa dijadikan tolok ukur kemampuan siswa pada tiga kecamatan. Adapun desain penelitian menggunakan cross sec- tional untuk mengumpulkan data, sedangkan analisis data menggunakan rank Spearman. Hasil penelitian membuktikan bahwa terdapat korelasi penggunaan alat peraga bahasa Indonesia (media papan tempel) dengan hasil belajar menulis kalimat sederhana pada siswa kelas 1 SDN Ngrandulor tahun pelajaran 2016/2017, dengan korelasi kategori cukup. Hal itu dibuktikan dengan hasil uji korelasi rank Spearman menggunakan aplikasi SPSS menunjukkan angka koefisien korelasi sebesar 0,444
Fungsi dan Peran Sintaksis Bahasa Indonesia dalam Rubrik Deteksi Harian Jawa Pos
Rubrik Deteksi harian Jawa Pos merupakan salah satu rubrik yang berisikan hal-hal kekikinian terkait generasi muda, sehingga kalimat yang digunakan merupakan bahasa yang unik untuk diteliti. Pengetahuan struktur kalimat merupakan tahap awal memahami sebuah kalimat sebelum memahami wacana sebagai bentuk yang lebih tinggi daripada kalimat. Fungsi dan peran sintaktis adalah salah satu konsep dasar yang wajib dikuasai oleh guru, dosen, peneliti dan pemerhati Ba- hasa Indonesia untuk memudahkan pemahaman struktur kalimat. Penelitian ini terdiri dari dua permasalahan, yakni (1) mengenai fungsi, dan peran sintaktis pada kalimat deklaratif rubrik Deteksi harian Jawa Pos, (2) mengenai fungsi dan peran sintaktis pada kalimat interogatif rubrik Deteksi harian Jawa Pos. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan berbagai jenis fungsi dan peran sintaktis kalimat deklaratif dan kalimat interogatif rubrik Deteksi harian Jawa Pos. Metode penelitian dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskripstif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan mengunakan peneliti sebagai instrumen utama dan teknik dokumentasi dan analisis data menggunakan teknik analisis induktif. Simpulan yang ditemukan peneliti dalam penelitian ini berupa konsep analisis struktur kalimat deklaratif dan kalimat interogatif dengan menggunakan fungsi dan peran sintaktis. Hasil penelitian ini diharapkan dapat merubah paradigma para generasi muda khususnya bagi siswa dan mahasiswa bahwa menulis kalimat dengan baik dan benar bukan hal sulit melainkan merupakan aktifitas yang mudah dan menyenangkan
IMPLEMENTASI STRATEGI SOCIAL MARKETING DINAS KOPERASI DAN UMKM UNTUK MENINGKATKAN PENDAPATAN MASYARAKAT SENTRA INDUSTRI MANIK-MANIK DI KABUPATEN JOMBANG
Social Marketing merupakan slogan pemberdayaan masyarakat yang implementasinya memberikaan keberdayaan masyarakat mengaktualisasikan ide, gagasan, berkarya dan berkembang dalam meningkatkan pendapatan masyarakat. Kebijakan pemerintah berperan sebagai pendampingan melalui kebijakan yang diteruskan melalui kemitraan. Metode pengolahan dan penyajian data hasil penelitian melalui analisis SWOT digambaran dalam bentuk uraian kalimat yang logis dengan keadaan yang sebenarnya. Dari menganalisis kekuatan kelemahan internal dan peluang ancaman eksternal, bertujuan meningkatkan pendapatan masyarakat sentra industri manik-manik di desa Gambang Kecamaan Gudo kabupaten Jombang. Berdasarkan hasil analisis matrik SWOT menunjukkan bahwa sentra industri manik-manik memiliki peluang sebesar-besarnya. Pada strategi kombinasi SWOT diketahui nilai SO sebagai nilai tertinggi, artinya strategi tersebut memiliki ketepatan strategi yang tinggi pula. Pada diagram kartesius terletak di kuadran I pada titik (0,15;1,37) artinya industri manik-manik pada kondisi pertumbuhan. Hal ini terbukti bahwa efektifitas strategi Social Marketing Dinas Koperasi dan UMKM yang dilakukan terhadap masyarakat sentra industri manik-manik dalam kurun waktu dua tahun terakhir mampu membantu untuk meningkatkan pendapatan masyarakat sebesar 20%. Untuk itu, pemerintah bersama masyarakat sentra industri manik-manik terus berupaya untuk menerapkan strategi yang sesuai dengan kondisi ini dan mendukung kebijakan pertumbuhan yang agresif
IMPLEMENTASI ASSURANCE, RELEVANCE, INTEREST, ASSESSMENT AND SATISFACTION LEARNING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VIII SMPN 1 MOJOWARNO
Berdasarkan hasil wawancara dengan guru, dan hasil pengamatan saat pembelajaran matematika berlangsung menunjukkan bahwa siswa kurang aktif dan percaya diri dalam mengikuti pembelajaran, dan minat belajar matematika siswa masih rendah. Hal ini menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi hasil belajar matematika. Observasi ini telah mengindikasikan bahwa kurangnya aktivitas belajar siswa sangat berpengaruh pada hasil belajar matematika siswa. Belum maksimalnya hasil belajar siswa dapat dilihat dari hasil nilai ulangan harian siswa khususnya kelas VIII-G diketahui sebanyak 30 siswa hanya 13 siswa atau 43,33% siswa yang mendapat nilai mencapai KKM. Peneliti mencoba mencari solusi dengan menerapkan model pembelajaran ARIAS (Assurance, Relevance, Interest, Assessment And Satisfaction) untuk mengatasi masalah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peningkatan hasil belajar matematika siswa kelas VIII-G SMPN 1 Mojowarno melalui penerapan model pembelajaran ARIAS (Assurance, Relevance, Interest, Assessment And Satisfaction). Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII-G SMPN 1 Mojowarno Tahun Pelajaran 2017/2018. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran ARIAS (Assurance, Relevance, Interest, Assessment And Satisfaction) dapat meningkatkan hasil belajar matematika siswa pada materi fungsi. Berdasarkan hasil penelitian pada siklus I dan siklus II terlihat peningkatan hasil belajar siswa dari rata-rata hasil belajar siswa yaitu 73,35 dengan ketuntasan klasikal sebesar 66,67% menjadi 82,03 dengan ketuntasan klasikal sebesar 83,33%. Kata Kunci: Assurance Relevance Interest Assessment and Satisfaction Learning, Hasil Belaja
MENDORONG PENGEMBANGAN LITERASI KEOLAHRAGAAN NASIONAL
Kualitas literasi masyarakat memiliki hubungan positif terhadap kualitas bangsa. Tingginya produktivitas tulisan (karya), banyaknya pilihan karya yang dibaca seseorang akan meningkatkan wawasan, dan berpengaruh terhadap kearifan seseorang. Terbatasnya referensi bidang keolahragaan yang dapat diakses siswa, mahasiswa dan stakeholder keolahragaan, dan rendahnya jumlah karya yang disusun dosen, guru dan mahasiswa bidang keolahragaan, menjadi kendala untuk mendongkrak kualitas literasi keolahragaan nasional. Faktor penting kenapa literasi bidang keolahragaan rendah: (1) budaya prestasi olahraga berbentuk performance fisik, sehingga menulis karya masih menjadi masalah, (2) referensi bidang keolahragaan di Indonesia sangat terbatas, (3) produktivitas karya (budaya menulis) bidang keolahragaan sangat rendah, dan (4) budaya baca & tulis stakeholder keolahragan sangat kurang. Kata Kunci: literasi, budaya nulis, budaya baca, dan keolahragaan.
PEMBELAJARAN INOVATIF-INSPIRATIF PADA GENERASI MILENIAL: ARTIKULASI DAN TANTANGANNYA
Manusia adalah makhluk pendidikan yang senantiasa melakukuan transformasi dalam proses kehidupannya, melalui berbagai tantangan dan kreatifitasnya untuk mencapai derajat kemanusiaannya dengan belajar. Dalam proses tersebut to improve man as man. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa pendidikan adalah sebagai proses humanisasi, atau yang dalam kosa kata bahasa kita sering disebut “pemanusiaan”. Pembelajaran inovatif merupakan pembelajaran yang lebih bersifat student centered. Artinya, pembelajaran yang lebih memberikan peluang kepada siswa untuk mengkonstruksi pengetahuan secara mandiri (self directed). Untuk itu peran guru adalah mengkreasi dan memahami model-model pembelajaran inovatif. Perkembangan teknologi informasi telah berlangsung dengan sangat cepat, dan membentuk budaya baru secara signifikan. Budaya baru ini, secara langsung dan tidak langsung mempengaruhi bagaimana siswa mengikuti sebuah proses pembelajaran. Bagi seorang guru yang inspiratif, kehadiran budaya baru dan era milenial ini selayaknya ditempatkan sebagai potensi dan tantangan untuk mengembangkan model pembelajaran yang lebih inovatif dan inspiratif. Guru yang profesional dalam setiap pembelajaran, perlu mendayagunakan sumber belajar seoptimal mungkin, hal ini sangatlah penting, karena keefektifan pembelajaran ditentukan pula oleh kemauan dan kemampuan mendayagunakan sumber-sumber belajar