Jurnal STKIP PGRI Jombang
Not a member yet
975 research outputs found
Sort by
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TWO STAY TWO STRAY (TSTS) TERHADAP HASIL BELAJAR PASSING BOLAVOLI SISWA KELAS XI SMK DIPONEGORO PLOSO TAHUN PELAJARAN 2017/2018
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe TSTS terhadap hasil belajar passing bolavoli pada siswa kelas XI SMK Diponegoro Ploso Jombang Tahun Pelajaran 2017/2018. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif, desain yang digunakan adalah desain penelitian One-Group Pretest-Posttest Design. Sampel penelitian ini adalah peserta didik kelas XI SMK Diponegoro Ploso Jombang. Adapun instrumen penilaian yang dipakai dalam penelitian ini meliputi aspek kognitif dan psikomotor. Berdasarkan perhitungan menggunakan rumus t-test diatas diperoleh nilai untuk tes pengetahuan passing bolavoli yaitu thitung sebesar 7,919 kemudian tes keterampilan passing bawah bolavoli yaitu thitung 8,396 dan tes keterampilan passing atas bolavoli yaitu thitung 8,736 yang kemudian disamakan dengan menggunakan tabel distribusi uji-t dengan taraf signifikan 5% dan derajat pembagi db = N – 1 maka didapat db = 20 – 1 = 19 Nilai ttabel = 2,093 maka didapatkan ttabel sebesar 2,093. Jadi nilai thitung 7,919 > ttabel 2,093 untuk tes pengetahuan passing bolavoli selanjutnya nilai thitung 8,396 > ttabel 2,093 untuk tes keterampilan passing bawah bolavoli dan nilai thitung 8,736 > ttabel 2,093 untuk tes keterampilan passing atas bolavoli. Sehingga dapat disimpulkan terdapat pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe TSTS terhadap hasil belajar passing bolavoli Pada Siswa Kelas XI SMK Diponegoro Ploso Tahun Pelajaran 2017/2018Kata Kunci: Model Pembelajaran Kooperatif Tipe TSTS, hasil belajar, passing bolavol
EKSPRESI YANG MEMITIGASI TINDAK TUTUR MENGKRITIK PADA NOVEL TO KILL A MOCKINGBIRD KARYA HARPER LEE
Dalam ilmu Pragmatik, tindak tutur mengkritik merupakan jenis tindak tutur ekspresif yang memiliki daya ancaman muka kuat terhadap mitra tutur. Meskipun kritikan sejatinya dapat membangun sifat positif bagi mitra tutur, namun seringnya hal tersebut menjadi hal yang dapat menyinggung hati. Untuk menghindari hal tersebut, perangkat mitigasi tindak tutur mengkritik perlu digunakan untuk meminimalisir Tindak Mengancam Muka (Face Threatening Act) dari sebuah tuturan. Dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk-bentuk ekspresi yang memitigasi tindak tutur mengkritik dalam novel To Kill a Mockingbird karya Harper Lee. Data yang digunakan adalah berupa ekspresi atau satuan lingual seperti kata, frasa, klausa, atau kalimat yang mempresentasikan bentuk-bentuk mitigasi tindak tutur mengkritik dari teori Nguyen (2005). Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk modifikasi sebagai upaya memitigasi tindak tutur mengkritik pada novel tersebut sebagian besar menggunakan kalimat interogatif. Adapun jenis modifikasi sebagai mitigasi tindak tutur mengkritik yang ditemukan, yaitu Eksternal yang terdiri dari Steers, Sweeteners, Disarmers, Grounders dan jenis Internal yang terdiri dari piranti sintaksis berupa Past Tense, Interrogative, Tag Question, Modal dan piranti leksikal seperti Hedges, Understaters, Downtoners, Subjectivizers, Consultative, Cajolers. Kata Kunci: mitigasi, strategi kesantunan, tindak tutur mengkriti
PENINGKATAN KAPASITAS PARU DAN KEMAMPUAN KARDIOVASKULER MELALUI LATIHAN SENAM AEROBIK PADA MAHASISWA PENJASKES ANGKATAN 2014 STKIP PGRI JOMBANG
Kehidupan modern, pola hidup santai, menyebabkan aktifitas fisik semakin berkurang, Ignarro (2010) mereka yang obesitas memiliki faktor resiko terkena serangan jantung 34% >, penyakit kardiovaskuler, osteoporosis, diabetes, syndrome metabolik dan penyakit lainnya.Hasil penelitian di Amerika 2008 penyebab kematian akibat penyakit kardiovaskuler dan penyakit kronik saluran pernapasan lebih banyak pada remaja. Memilih senam aerobik karena menuntut oksigen yang banyak, berlangsung cukup lama untuk menghasilkan pengaruh latihan. Dapat meningkatkan daya tahan, kerja jantung lebih baik, kuat dalam meningkatkan suplay oksigen. Selain dari pengamatan dikampus pada mahasiswa PJK dikapasitas paru dan kardiovaskuler yang dimiliki, sebagian besar tidak beraktifitas fisik, tidak melakukan berdasarkan program latihan dan tidak memperhatikan prinsip latihan. Tujuan penelitian menganalisis perubahan peningkatan kapasitas paru, kemampuan kardiovaskuler melalui latihan senam. Manfaatnya sebagai salah satu data dasar mengenai nilai perubahan kapasitas paru dan kardiovaskuler yang disebabkan oleh latihan senam aerobik yang dapat menjadi acuan dalam berbagai penelitian lanjutan untuk pengembangan latihan rehabilitasi. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan rancangan faktorial. Sampel penelitian 51 mahasiswa Penjaskes 2014 STKIP PGRI Jombang . Dengan teknik acak sederhana (Simple random). Berdasarkan Anova hasil tes kapasitas paru, dan kemampuan kardiovaskuler didapatkan peningkatan yang signifikan pada kedua variabel. Hasil rata-rata tes pada ketiga kelompoktidak sama, dengan rata-rata kelompok latihan teratur (15,47). Rata-rata kelompok tidak teratur (11,40) dan kelompok kontrol (8,60). Berdasarkan perhitungan rata-rata ketiga kelompok dapat diketahui bahwa rata-rata tingkat tidak sama. Dari tes ketiga kelompok berdistribusi normal (P > 0,05) nilai P pada kelompok latihan teratur P = 0,064; kelompok latihan tidak teratur P = 1,101; kelompok kontrol P = 0,245. Dan dapat diketahui bahwa ketiga kelompok tersebut berdistribusi normal.Saran penelitian bagi mahasiswa dan masyarakat pada umumnya untuk menunjang kegiatan setiap hari sebaiknya melakukan senam aerobik dengan 3 kali seminggu dengan intensitas yang ditingkatkan secara bertahap, sehingga kesehatan dan kebugaran dicapai dengan baik.Untuk pengembangan ilmu bagi peneliti selanjutnya sebaiknya meneliti kembalipeningkatan kapasitas paru dan kemampuan kardiovaskuler melalui cabang olahraga yang lain
DESKRIPSI KETERAMPILAN PENGETAHUAN PROSEDURAL SISWA DALAM PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA BERDASARKAN KEMAMPUAN MATEMATIKA
Fakta menunjukkan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa di Indonesia cukup rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keterampilan pengetahuan prosedural siswa berkemampuan tinggi dalam memecahkan permasalahan matematika, keterampilan pengetahuan prosedural siswa berkemampuan matematika sedang dalam memecahkan permasalahan matematika, keterampilan pengetahuan prosedural siswa berkemampuan rendah dalam memecahkan permasalahan matematika. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan metode pengumpulan data berupa metode tes dan metode wawancara. Hasil penelitian menunjukkan keterampilan pengetahuan prosedural dalam memecahkan masalah matematika pada subjek pertama dengan kemampuan matematika tinggi memahami masalah dengan mengidentifikasi hal-hal yang diketahui dan ditanyakan, merencanakan penyelesaian, menyelesaikan masalah sesuai dengan rencana, dan memeriksa kembali hasil selesaian. Subjek kedua dengan kemampuan matematika sedang, memahami masalah dengan mengidentifikasi hal-hal yang diketahui dan membuat pertanyaan, membuat rencana penyelesaian, menyelesaikan masalah sesuai dengan rencana, dan memeriksa kembali hasil perhitungan. Subjek ketiga dengan kemampuan matematika rendah tidak memahami masalah matematika, tidak menyusun rencana penyelesain, tidak menyelesaikan masalah, dan tidak memeriksa kembali hasil selesaian.Kata Kunci : Keterampilan Pengetahuan Prosedural, Pemecahan Masalah Matematika, Kemampuan Matematik
PENERAPAN PEWARNAAN GRAF DALAM MENENTUKAN JADWAL PENGANGKUTAN SAMPAH DI KOTA MOJOKERTO
Teori graf banyak digunakan dalam kehidupan sehari – hari, mislnya dalam menentukan jadwal pengangkutan sampah. Kota Mojokerto merupakan kota yang berkembang dengan pesat dengan munculnya pusat – pusat perbelanjaan, perkantoran hingga pemukiman. Salah satu dampak perkembangan tersebut yakni jumlah timbunan sampah yang terus meningkat setiap tahunnya. Oleh karena itu, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) harus menyiapkan jadwal pengangkutan sampah yang efektif dan efisien. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan penerapan pewarnaan graf dalam menentukan jadwal pengangkutan sampah di Kota Mojokerto. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Metode yang digunakan adalah sumber tertulis, wawancara, observasi atau pengamatan dan dokumentasi. Instrumen yang digunakan adalah pedoman wawancara, lembar observasi dan daftar dokumentasi. Keabsahan data yang digunakan yaitu triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penentuan jadwal pengangkutan sampah dari TPS ke TPA Kota Mojokerto dapat dilakukan dengan menerapkan pewarnaan sisi pada graf. Dari 11 kendaraan yang ada dan 17 TPS yang ada di Kota Mojokerto didapatkan 2 waktu pengangkutan sampah dalam waktu satu hari. Jadwal pengangkutan sampah dilakukan pada hari Senin sampai dengan Sabtu di jam 07.00 WIB – 15.00 WIB. Kata kunci: graf, pewarnaan sisi, jadwal pengangkutan sampah.
PENERAPAN MEDIA PEMBELAJARAN TANGRAM UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PENGENALAN BANGUN DATAR PADA SISWA KELAS I SDN PESANTREN TEMBELANG JOMBANG TAHUN AJARAN 2016/2017
Konsep pelajaran matematika secara umum sifatnya abstrak. Begitu juga pada materi bangun datar. Perwujudannya hanya ditampilkan dalam bentuk gambar. Sehingga dalam memahaminya siswa masih berimajinasi. Oleh karena itu agar pemahaman siswa lebih maksimal maka konsep materi bangun datar dapat diwujudkan dengan permainan edukatif menggunakan media pembelajaran Tangram. Berdasarkan hal tersebut, peneliti perlu untuk melakukan penelitian tentang pengenalan bangun datar melalui media pembelajaran Tangram. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang bertujuan untuk mendeskripsikan peningkattan aktivitas belajar siswa dan hasil belajar siswa. Adapun subjek penelitian adalah siswa kelas I Pesantren Tembelang tahun ajaran 2016/2017 dengan jumlah siswa 11 siswa. Metode pengumpulan data yang digunakan metode tes dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan menggunakan media Tangram dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa. Hal ini dapat dilihat dari seluruh aktivitas belajar siswa diantaranya dalam berdiskusi kelompok pada siklus I mencapai 60% mengalami peningkatan pada siklus II sebesar 80%, mengajukan pertanyaan pada siklus I mencapai 56.7% mengalami peningkatan pada siklus II sebesar 73.3%, memperhatikan presentasi pada siklus I mencapai 73.3% mengalami peningkatan pada siklus II sebesar 83.3%, dan tertib selama pembelajaran pada siklus I mencapai 70% mengalami peningkatan pada siklus II sebesar 83.3%. Sedangkan hasil belajar siswa dapat dilihat dari pencapaian ketuntasan belajar siswa pada sisklus I mencapai 63,6% dengan nilai rata-rata 65, dan pada silkus II mengalami peningkatan sebesar 90,9%dengan nilai rata-rata 85. Sehingga, dapat disimpulkan bahwa penggunaan media pembelajaran Tangram dapat meningkatkan aktivitas belajar dan hasil belajar matematika siswa kelas I SDN Pesantren Tembelang Jombang tahun ajaran 2016/2017. Kata Kunci: Hasil belajar, Aktivitas belajar, Tangra
PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA DENGAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM POSING KELAS IV SDN 3 BANGOREJO BANYUWANGI TAHUN PELAJARAN 2016-2017
Metode dalam pembelajaran merupakan cara yang teratur untuk mencapai tujuan pengajaran dan untuk memperoleh kemampuan dalam mengembangkan aktivitas belajar yang dilakukan pendidik dan siswa. Siswa yang aktif dalam pembelajaran matematika akan membuat dirinya lebih kreatif sehingga akan lebih mudah memecahkan masalah matematika. Aktifitas siswa dalam pembelajar sangat banyak meliputi aktifitas jasmani dan rohani. Keaktifan siswa dalam pembelajaran akan mempengaruhi pemahaman siswa terhadap materi pelajarannya, yang nantinya akan mempengaruhi prestasi belajar siswa. Untuk menumbuhkan sikap aktif, kreatif dan inovatif dari siswa tidaklah mudah. Fakta yang terjadi adalah guru dianggap sumber belajar yang paling benar. Proses pembelajaran yang terjadi memposisikan siswa sebagai pendengar ceramah guru. Akibatnya proses belajar mengajar cenderung membosankan dan menjadikan siswa malas belajar. Tujuan diadakan penelitian tindakan kelas ( PTK ) ini adalah untuk mengetahui penerapan model pembelajaran dengan problem posing pada pelajaran matematika. Penelitian tindakan ini dilakukan dalam 3 siklus. Dari hasil tindakan yang dilakukan terbukti dapat meningkatkan prestasi belajar siswa dengan mencapai standar ideal. Dari 57 % pada Siklus l, dapat meningkat pada siklus 2 menjadi 69,5 % dan siklus 3 mencapai 85 %, dan secara klasikal telah mencapai ketuntasan. Hasil penelitian tindakan ini menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran dengan problem posing dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV dengan ketuntasan mencapai 100%, dengan demikian penerapan model pembelajaran dengan problem posing efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa pelajaran matematika di SDNegeri 3 Bangorejo Kab. Banyuwangi. Kata kunci: Model pembelajaran dengan problem posing, Hasil Belajar Siswa, Pelajaran Matematik
Pemahaman Nilai-Nilai Kewirausahaan Dalam Menulis Naskah Drama Untuk Sekolah Menengah Atas (SMA) Dengan Menggunakan Model Peralihan Konsep
Penulisan naskah drama dengan menggunakan model Peralihan Konsep memberikan bantuan siswa mem- perdalam dan memperkaya pemahaman mereka tentang konsep-konsep kewirausahaan yang mereka miliki pengalaman tentangnya. Serta membantu siswa memperdalam pemahaman mereka tentang konsep yang ter- kait erat, yaitu integrasi dari kisah nyata dituangkan dalam imajinasi atau cerita fiktif. Selain memberikan pemahaman konsep, model ini juga dirancang untuk memberi siswa latihan berpikir kritis dalam menemukan nilai-nilai wirausaha dan menyaring untuk menentukan kisah inspiratif yang cocok untuk dijadikan naskah drama satu babak. Model ini dapat memudahkan guru dalam merencanakan konsep naskah drama yang spe- sifik dan menciptakan atau menemukan contoh-contoh dari konsep wirausaha dan naskah drama
KRITIK SOSIAL MASA PEMERINTAHAN ORDE BARU DALAM NOVEL “ORANG-ORANG PROYEK” KARYA AHMAD TOHARI
Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah deskriptif kualitatif. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang ditekankan pada isi novel. Hal ini sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai, yaitu pemerolehan gambaran yang jelas tentang novel Orang-Orang Proyek karya Ahmad Tohari yang mengandung kritik sosial pemerintahan masa Orde Baru. Berdasarkan kenyataan diatas, penelitian ini dimaksudkan untuk mendeskripsikan realitas dan kritik sosial pemerintahan masa Orde Baru dalam novel Orang-Orang Proyek. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa novel Orang-Orang Proyek memang mengandung kritik sosial pemerintahan masa Orde Baru yang meliputi (1) permasalahan politik yang mengatasnamakan pemerintahan, kewenangan, kekuasaan yang dilakukan oleh yang mempunyai jabatan terhadap masyarakat sekitar proyek maupun orang proyek itu sendiri (2) permasalahan ekonomi yang terdapat didalam novel Orang-Orang Proyek meliputi pengangguran, kemiskinan, serta kurangnya sumber daya yang menyebabkan rendahnya pendidikan. (3) permasalahan moral seperti gaya hidup, etika, serta lingkungan yang disebabkan oleh orang proyek
Problematika Keterampilan Menyimak Dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia
Keterampilan menyimak merupakan pemerolehan yang natural sebelum menguasai berbi- cara dan keterampilan berbahasa yang lainnya. Menyimak merupakan keterampilan per- tama yang diperoleh dan dikuasai manusia serta penentu dalam pengembangan bahasa pertama seseorang. Dalam kenyataanya, keterampilan menyimak masih memeroleh dan menghadapi hambatan dalam pengajarannya di sekolah maupun dalam praktiknya sebagai media komunikasi di lingkungan sosial. Problematika keterampilan menyimak yang sering terjadi diantaranya permasalahan tes kompetensi menyimak, permasalahan gagap teknologi dan ketersediaan media yang dialami guru, permasalahan proses pembelajaran yang konvensional, dan permasalahan penugasan otentik. Semua permasalahan pembela- jaran keterampilan menyimak di sekolah dan rendahnya kemampuan menyimak dalam proses komunikasi dapat diatasi dengan beberapa solusi. Solusi-solusi tersebut membu- tuhkan kerjasama dan kreativitas guru, siswa, pemerintah dan semua pihak untuk men- jalankannya