Jurnal STKIP PGRI Jombang
Not a member yet
975 research outputs found
Sort by
LITERASI DIGITAL DI ERA MILLENIAL
Literasi digital merupakan konsep yang membicarakan tentang literasi yang relevan serta literasi yang berbasis kompetensi dan keterampilan teknologi, komunikasi, namun menekankan pada kemampuan evaluasi informasi yang lebih baik. Selain itu, literasi digital sangat penting dan menjadi tugas kita semua termasuk orang tua didalamnya, untuk memberikan pengetahuan yang luas mengenai informasi-informsi yang tertuang didalam media dan internet. Karena masih banyak informasi yang ada didalam media internet kurang asli atau palsu, sehingga kurang baik untuk dibaca oleh orang. Kita harus mengetahui informasi yang diambil dari internet apakah bisa dipertanggungjawabkan kebenaranya atau malah sebaliknya. Untuk itu marilah kita menjadi generasi milineal yang identik dengan karakter berani, inovatif, kreatif, modern dan aktif bekerja, sehingga kita bisa memberikan pengetahuan dan informasi yang positif untuk generasi muda. Penelitian ini, ditujukan untuk menganalisis dan mengungkapkan fenomena mengenai literasi digital di era milenial. Dalam mengumpulkan, mengungkapkan berbagai masalah yang hendak dicapai maka, penelitian ini dilakukan dengan pendekatan studi deskriptif analitis. Pendekatan deskriptif analitis sendiri adalah metode penelitian yang yang berlandaskan pada filsafat postpositivisme yang biasanya digunakan untuk meneliti pada kondisi objektif yang alamiah dimana peneliti berperan sebagai instrumen kunci yang mengungkapkan berbagai fakta yang tampak atau sebagaimana mestinya yang kemudian diiringi dengan upaya pengambilan kesimpulan berdasarkan fakta-fakta historis tersebut. Kata kunci: Literasi, Literasi digital, Generasi milineal, Media, Literasi Informas
EFEKTIFITAS MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEAD TOGETHER (NHT) DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA
Model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together merupakan suatu model pembelajaran berkelompok yang setiap anggota kelompoknya bertanggung jawab atas tugas kelompoknya, sehingga tidak ada pemisahan antara siswa yang satu dengan yang lain dalam satu kelompok untuk saling memberi dan menerima antara satu dengan yang lain. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui keefektifan. Rancangan penelitian yang peneliti gunakan adalah “One-Group Pretest-Posttest Design”. Instrumen penelitian ini adalah lembar tes hasil belajar. Metode pengumpulan datanya menggunakan metode tes. Dalam menganalisa data, peneliti menggunakan program SPSS dengan hasil sebagai berikut: nilai t = 8,579 dengan probabilitas 0,000, karena probabilitas < 0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima artinya Model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together digunakan dalam pembelajaran matematika.Kata Kunci: Model Pembelajaran Kooperatif, Numbered Head Together (NHT), Hasil Belajar Matematika
THE STRENGTHENING OF AN INTEGRATED ENTREPRENEURSHIP EDUCATION FOR ENCOURAGING INDONESIA NATIONAL ENTREPRENEURSHIP MOVEMENT
Perekonomian Indonesia masih menghadapi serangkaian masalah yang rumit. Hal ini dapatdilihat dari tingkat pengangguran yang lebih tinggi, daya saing yang rendah, rendahnya tingkat investasi, dan kurangnya semangat berwirausaha dari sebagian besar penduduk. Pemerintah telah membentuk Gerakan Kewirausahaan Nasional sejak 2011 sebagai respons terhadap munculnya berbagai permasalahan bidang ekonomi. Diperlukan beberapa upaya untuk mengembangkan pendidikan kewirausahaan yang terintegrasi di semua elemen nasional. Upaya ini diwujudkan melalui pembentukan karakter, semangat kewirausahaan, dan manajemen bisnis. Dari sisi pendidikan formal, telah dikembangkan pendidikan kewirausahaan yang terintegrasi secara intensif di kelas pembelajaran, sedangkan secara non-formal dan informal dilakukan melalui program pengembangan kewirausahaan oleh berbagai lembaga sosial kemasyarakatan. Pelaksanaan pendidikan kewirausahaan terpadu dapat dicapai dengan memiliki pejabat pemerintah sebagai teladan. Kajian ini menjelaskan bahwa penguatan kewirausahaan dapat dilakukan dengan memperkuat kolaborasi antar sector sebagaimana yang dilakukan oleh Departemen Perindustrian dan Usaha Kecil dan Menengah melalui kegiatan (1) pemasaran produk, dalam hal produk lokal atau berorientasi ekspor, dan (2) bekerja sama dengan eksportir. Kata-kata kunci: Integrasi pendidikan kewirausahaan, gerakan kewirausahaan nasiona
STRATEGI ONE DAY ONE CUP MILK SEBAGAI UPAYA MENGEMBANGKAN INDUSTRI LOKAL: KAMPUNG SUSU WONOSALAM
Dusun Anjasmoro desa Jarak kecamatan Wonosalam kabupaten Jombang merupakan daerah yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai kawasan industri pengolahan susu layaknya di Pujon kabupaten Malang. Namun, sayang potensi tersebut belum ditangani secara maksimal. Beberapa faktor yang melatarbelakangi di antaranya adalah karena rendahnya kemampuan sumber daya manusia dan minimnya teknologi pengolahan susu di wilayah setempat. Hal ini menjadikan, masyarakat hanya menyetorkan susu sapi segar mereka ke KUD yang kemudian disetorkan ke pabrik. Program Kampung Susu Wonosalam merupakan sebuah kegiatan pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis pendidikan dan pelatihan pengolahan serta pemasaran produk susu di dusun Anjasmoro, Wonosalam. Kegiatan ini memiliki strategi yang tersusun secara sistematis yang diberi nama One Day One Cup Milk. Dimulai dari pelatihan pengolahan susu menjadi produk yang lebih bernilai ekonomi seperti yogurt, ice cream, es lilin, es serut, dan susu pasteurisasi. Kedua, masyarakat diberikan bekal berupa peluang pemasaran dan penggunaan alat-alat pemasaran seperti stiker, brosur, dan media sosial. Ketiga, adalah masyarakat diajak untuk bersama-sama mempromosikan produk yang mereka buat melalui kegiatan Car FreeDay di alun-alun Jombang, Karnaval Lereng Anjasmoro yang melibatkan empat desa,antaranya Wonomerto, Jarak, Galengdowo, dan Medowo. Selain itu, masyarakat juga terlibat dalam pengelolaan web sebagai sarana promosi digital. Pendampingan diperlukan sebagai evaluasi pasca pelatihan sehingga masyarakat bisa mengembangkan industri bernama Kampung Susu Wonosalam secara mandiri. Terakhir, kegiatan ini memiliki potensi pengembangan jangka panjang yang besar sekaligus menjadi pendukung wacana yang diberitakan oleh pemerintah kabupaten Jombang yang mencanangkan Wonosalam, khususnya desa Jarak sebagai kawasan Agrowisata pada tahun 2020. Kata Kunci: Anjasmoro, Pelatihan, Pengolahan, Susu, Pemasara
PENGARUH LATIHAN PLYOMETRIC DENGAN RASIO 1:1, 1:2 TERHADAP POWER, KEKUATAN OTOT TUNGKAI, DAN VO2 MAX
Latihan plyometric merupakan bentuk latihan yang cukup beraneka ragam. Dalam penelitian ini peneliti hanya menggunkan dua bentuk latihan yaitu Front Cone Hops dan Rope Jump dengan rasio 1:1 dan 1:2. Dengan menggunakan rasio 1:1 dan 1:2 maka bentuk latihan ini selain meningkatkan kekuatan otot tungkai, power otot tungkai juga dapat berpengaruh pada peningkatan kapasitas aerobic. Pretest dilakukan untuk mengetahui data awal yang nantinya digunakan untuk pembagian kelompok dalam Rope Jump dan Front Cone Hops dengan rasio 1:1,1:2. diberikan treatmen 3 kali pertemuan dalam 1 minggu selama 6 minggu. Seminggu setelah treatmen dilakukan posttest pada semua kelompok. Hasil uji paired t-test setelah post test dalam empat kelompok menunjukkan hasil yang signifikan terhadap variabel kekutan otot tungkai, untuk peningkatan power otot tungkai yang signifikan hanya terjadi pada kelompok latihan Front Cone Hops 1:1, dan Front Cone Hops 1:2. Namun untuk peningkatan kapasitas aerobic menunjukan hasil yang kurang signifikan pada ke empat kelompok latihan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa latihan plyometric menggunakan Front Cone Hops dan Rope Jump dengan rasio 1:1 dan 1:2. sangat efisien untuk meningkatkan kekuatan otot tungkai dan power otot tungkai, namun kurang efisien untuk meningkatkan kapasitas aerobic
PENGARUH RESISTANCE DAN LADDER TERHADAP KECEPATAN
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh pelatihan resistance dan ladder terhadap kecepatan gerak pada permain bolabasket di Tri Darma Jombang. Jenis dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode eksperimen. Pada penelitian ini menggunakan subjek penelitian adalah seluruh pemain bolabasket Tri Darma yang aktif mengguti latihan yang berjumlah 20 pemain putra. Masing-masing 10 pemain diberi latihan resistance dan 10 pemain lagi diberi latihan ladder. Dari uji-t diperoleh, ttabel =1,761, pada kelompok pelatihan resistance thitung =11,180 sedangkan pada kelompok pelatihan ladder thitung =7,045 dengan demikian dari hasil variabel terikat pada kelompok penelitian dinyatakan thitung >ttabel, dapat diartikan bahwa terdapat perbedaan pengaruh antara pre-test dan post-test. Berdasarkan hasil analisis, dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan pengaruh yang signifikan model pelatihan resistance dan ladder dalam meningkatkan kecepatan dengan hasil kelompok resistance lebih optimal dalam meningkatkan kecepatan pada permainan bolabasket di Tri Darma Jombang
PENGARUH LATIHAN VARIASI LADDER DRILL DAN KOORDINASI MATA-KAKI TERHADAP PENINGKATAN KETERAMPILAN MENGGIRING BOLA PADA PERMAINAN SEPAKBOLA
Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh pemberian latihan kelincahan terhadap peningkatan keterampilan menggiring bola, hasil peningkatan keterampilan menggiring berdasarkan tingkatan koordinasi mata-kaki, dan interaksi yang terjadi antara latihan kelincahan dan koordinasi terhadap peningkatan keterampilan menggiring bola pada pemain SKB Kab. Kediri pemain yang berusia 14-18 tahun, dengan jumlah sempel sebanyak 60 pemain. Penelitian ini adalah eksperimen dengan desain faktorial 2 X 2. Teknik analisis data pengujian hipotesis adalah Analisis Varian (ANAVA) 2 jalur dan uji rentang Newman-Keuls, pada taraf signifikansi 5%. Hasil analisis menunjukkan: latihan ickey shuffle memiliki peningkatan yang berbeda dengan latihan x-over zig zag. Hasil analisis lain menunjukkan bahwa pemain yang memiliki koordinasi mata-kaki tinggi memiliki peningkatan keterampilan menggiring bola yang berbeda dengan pemain yang memiliki koordinasi mata-kaki rendah
STRATEGI KESANTUNAN BERBAHASA PADA DIALOG DRIVER GUIDE DENGAN WISATAWAN JEPANG DI BALI
Strategi kesantunan berbahasa merupakan satu usaha penutur untuk menghindari tindak pengancaman muka berdasarkan konsep Brown dan Levinson. Pulau Bali sebagai destinasi wisata lokal maupun internasional memiliki berbagai jenis pekerja pariwisata salah satunya driver guide, berfungsi sebagai pemberi jasa layanan terhadap wisatawan salah satunya Jepang. Artikel ini mendeskrisikan strategi kesantunan berbahasa yang digunakan oleh driver guide ketika berinteraksi dengan wisatawan Jepang. Data tuturan diperoleh melalui observasi lapangan dengan teknik rekam, simak dan catat serta didukung oleh tenik wawancara mendalam dengan driver guide senior. Data tuturan direkam tanpa sepengetahuan driver guide untuk mendapatkan data yang ansih. Data dianalisis menurut konteks situasi tutur menggunakan teknik analisis Spreadley yaitu, analisis domain, taksonomi, komponensial dan analisis tema budaya. Ditemukan strategi kesantunan driver guide dominan menggunakan strategi kesantunan positif yaitu, memperlihatkan kesukaan, keinginan, dan kebutuhan lawan tutur, berusaha membesar-besarkan perhatian, persetujuan, dan simpati, berupaya mengintensifkan perhatian, menyatakan paham atau mengerti akan keinginan lawan tutur, memberikan tawaran atau janji, memberikan hadiah. Sedangkan. Strategi kesantunan negatif melalui tuturan yang menggunakan pertanyaan atau pagar (hedge), memberikan penghormatan, menggunakan kalimat yang menyatakan minta maaf, menggunakan bentuk impersonal, tidak menyebutkan penutur dan mitra tutur, mengujarkan tindak tutur itu sebagai kesantunan yang bersifat umum kemudian menggunakan strategi kesantunan bald on record meliputi tuturan secara langsung tanpa basa-basi. Temuan ini dapat dijadikan dasar pemikiran bagi dinas pariwisata Bali untuk meningkatkan kualitas pekerja pariwisata khususnya driver guide agar dapat mengurangi tindakan yang mampu memberikan ketidaknyamanan wisatawan Jepang di Bal
Muhammad Abduh dan Pemikiran-Pemikirannya
Dalam sejarah pembaharuan Islam, Muhammad Abduh adalah salah seorang pemimpin yang penting. Pe-mikirannya meninggalkan pengaruh, tidak hanya di tanah airnya yakni Mesir dan di dunia Arab lainnya,tetapi juga dunia Islam lain termasuk Indonesia. Ilmunya disebut bahwa pembaharuan dalam lslam di Indo-nesia timbul atas pengaruhnya
PENGARUH PENDIDIKAN KEWIRAUSAHAAN DALAM LINGKUNGAN SEKOLAH TERHADAP MINAT BERWIRAUSAHA MELALUI SELF-EFFICACY (Studi Pada Siswa Kelas XII MAN 1 Jombang)
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pendidikan kewirausahaan dalam lingkungan sekolah terhadap minat berwirausaha melalui self-efficacy. Di sisi lain, penelitian ini juga bertujuan untuk mengamati efek tidak langsung dari pendidikan kewirausahaan di sekolah terhadap niat siswa kelas dua belas MAN 1 Jombang. Penelitian ini bersifat expost facto. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis jalur (Path Analysis). Hasil analisis data menunjukkan bahwa pendidikan wirausaha di sekolah secara positif dan efektif mempengaruhi niat wirausaha. Hasil lain dari penelitian ini menunjukkan bahwa variabel intervening (self-efficacy) dapat memperkuat variabel independen, yaitu pendidikan kewirausahaan di sekolah terhadap variabel dependen; niat berwirausaha siswa di MAN 1 Jombang. Mengenai fakta bahwa self-efficacy sangat penting dalam memperkuat kewirausahaan siswa, peneliti ingin menyarankan kepada guru mata pelajaran Kewirausahaan untuk memberikan motivasi kepada siswa agar membuat mereka bersemangat dalam mencoba bisnis wirausaha