Jurnal STKIP PGRI Jombang
Not a member yet
975 research outputs found
Sort by
DIRECTED READING THINKING ACTIVITY (DRTA) TECHNIQUES FOR IMPROVING TEACHING READING CLASS
Direct Reading Thinking Activity (DRTA) is a strategy that explicitly teaches students good reading habits. This strategy helps strengthen reading and critical thinking skills. It can be used across all grades and learning abilities. The DRTA process helps students recognize predictions, judgments, and evidence verification. It is designed to make students aware of their own interprative action during reading. DRTA enhances understanding and comprehension of text. This strategy encourages students to be active and thoughtful readers and enhancing their comprehension. Keeping this need in mind, this paper reports on the implementation directed reading thinking activity (DRTA) of EFL learners in the first semester of English Department at STKIP PGRI Jombang. The result of observation showed sthat the steps on implementing DRTA are in the following (1) D-Direct- the lecturer directs and stimulates students thinking prior to reading a passage by scanning the title, chapter headings, illustrations, and other explanatory materials. (2)R- Reading – The lecturer should have students read up to the first preselected point in the text. The lecturer then prompts the students with questions about specific information or scanning. (3) T- Thinking, At the end of reading, the lecturer should have students go back through the text and think about their predictions. Students should verify or modify the accuracy of their predictions by finding supporting statements in the text. Moreover, the result of interview indicates that the students showed significantly positive attitude toward the implementation of DRTA
THE IMPLEMENTATION AND EFFECTIVENESS OF INTEGRATED APPROACHES IN IMPROVING ENGLISH BASIC SKILLS FOR BEGINNERS
There are a lot of approaches in learning a new language particularly English and there have been many studies that attempted to seek the best one. However, the attempts have failed because there is no single approach that can be considered as the best one. That is because each approach has its own advantages and drawbacks and most of them are situational. Therefore, this study combined some of the approaches in order to create a more effective language teaching method. The main objectives of this study were 1) to see the applicability of the implementation of the integrated approaches and 2) to find out the effectiveness of the implementation of the integrated approaches in improving English basic skills for beginners. Action research design as well as quantitative analysis by using statistical calculation ware used in this study as the research method. The result of this study showed that there were two main obstacles in implementing the integrated approaches and there was a significant positive impact of using the integrated approaches in improving the beginners’ English basic skills
ANALISIS KESALAHAN SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL USBN MATEMATIKA SMA
Kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal matematika sering dianggap murni kesalahan siswa itu sendiri, padahal bisa saja kesalahan tersebut dikarenakan cara mengajar guru bidang studi yang kurang dipahami oleh siswa.Analisis jenis-jenis kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal akan didapat peta kesalahan dari siswa sehingga guru dapat menentukan strategi pembelajaran yangsesuai.Subjek penelitian terdiri dari 30 siswa. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode tes.Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan analisis kesalahan menurut Newman. Soal USBN matematika SMA terdiri dari soal objektif dan soal uraian. Soal yang akan dianalisis dalam penelitian ini adalah 3 butir soal uraian dari 5 butir soal. Analisis kesalahan menurut Newman ini melalui lima tahapan, yaitu: (1) kesalahan membaca,(2) kesalahan memahami,(3) kesalahan transformasi (4) kesalahan keterampilan proses, (5) kesalahan penulisan jawaban. Pada penelitian ini, diperoleh kesalahan yang cukup dominan berdasarkan analisis kesalahan Newman diantaranya :kesalahan penulisan jawaban,kesalahan memahami, dan kesalahan keterampilan
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN AIR TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA
Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui ada atau tidaknya pengaruh penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe Auditory, Intellectualy, Repetition (AIR) terhadap hasil belajar siswa. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Gudo yang terdiri dari 8 kelas. Pengambilan sampel penelitian ini dilakukan dengan menggunakan teknik cluster random sampling, dan terpilihlah kelas VIII B sebagai kelas sampel. Teknik Pengumpulan data menggunakan dua metode yaitu metode tes dan metode angket. Instrumen yang digunakan adalah lembar tes dan lembar angket. Analisis data ini menggunakan uji regresi linier sederhana. Berdasarkan analisis data tersebut diperoleh nilai signifikan pada tabel output ANOVA sebesar 0,000 dengan mengambil taraf signifikan diperoleh . Sehingga dapat disimpulkan bahwa ditolak atau ada pengaruh penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe Auditory, Intellectualy, Repetitin (AIR) terhadap hasil belajar matematika siswa kelas VIII B SMP Negeri 1 Gudo sebesar .Kata kunci: Pembelajaran Kooperatif, Auditory, Intellectualy, Repetitin (AIR), hasil belaja
PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA DENGAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM POSING KELAS V SDN 3 TAMANSARI BANYUWANGI TAHUN PELAJARAN 2016/2017
Metode dalam pembelajaran merupakan cara yang teratur untuk mencapai tujuan pengajaran dan untuk memperoleh kemampuan dalam mengembangkan aktivitas belajar yang dilakukan pendidik dan siswa. Siswa yang aktif dalam pembelajaran matematika akan membuat dirinya lebih kreatif sehingga akan lebih mudah memecahkan masalah matematika. Aktifitas siswa dalam pembelajar sangat banyak meliputi aktifitas jasmani dan rohani. Keaktifan siswa dalam pembelajaran akan mempengaruhi pemahaman siswa terhadap materi pelajarannya, yang nantinya akan mempengaruhi prestasi belajar siswa. Untuk menumbuhkan sikap aktif, kreatif dan inovatif dari siswa tidaklah mudah. Fakta yang terjadi adalah guru dianggap sumber belajar yang paling benar. Proses pembelajaran yang terjadi memposisikan siswa sebagai pendengar ceramah guru. Akibatnya proses belajar mengajar cenderung membosankan dan menjadikan siswa malas belajar. Tujuan diadakan penelitian tindakan kelas ( PTK ) ini adalah untuk mengetahui penerapan model pembelajaran dengan problem posing pada pelajaran matematika. Penelitian tindakan ini dilakukan dalam 3 siklus. Dari hasil tindakan yang dilakukan terbukti dapat meningkatkan prestasi belajar siswa dengan mencapai standar ideal. Dari 57 % pada Siklus l, dapat meningkat pada siklus 2 menjadi 69,5 % dan siklus 3 mencapai 85 %, dan secara klasikal telah mencapai ketuntasan. Hasil penelitian tindakan ini menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran dengan problem posing dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas V dengan ketuntasan mencapai 100%, dengan demikian penerapan model pembelajaran dengan problem posing efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa pelajaran matematika di SD Negeri 3 Tamansari Kab. Banyuwangi. Kata Kunci: Hasil belajar Matematika di SD Model pembelajaran problem posin
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA PADA PEMBELAJARAN ARITMATIKA SOSIAL MELALUI PENERAPAN FASE-FASE BELAJAR GAGNE
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) peningkatan aktivitas guru, (2) peningkatan aktivitas siswa, (3) dan peningkatan hasil belajar siswa dalam pembelajaran matematika materi Aritmatika Sosial dengan menerapkan fase-fase belajar Gagne di kelas VIII F SMPN 1 Gudo Jombang tahun pelajaran 2018/2019. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang memiliki 4 tahapan yaitu perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi. Pengumpulan data dalam penelitian ini diperoleh dengan menggunakan metode observasi dan metode tes. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi aktivitas guru, lembar observasi aktivitas siswa, dan lembar tes hasil belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan fase-fase belajar Gagne dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Berdasarkan hasil observasi pada siklus 1 dan siklus 2 terdapat peningkatan aktivitas guru dari 77,5% dengan kriteria aktif menjadi 90% dengan kriteria sangat aktif, juga aktivitas siswa dari 79,98% dengan kriteria aktif menjadi 83,98% dengan kriteria aktif, kemudian untuk rata-rata hasil belajar dari 80,38 menjadi 81,59, dan persentase ketuntasan klasikal dari 65,63% menjadi 78,13%. Kata kunci: Hasil Belajar, Aritmatika Sosial, Fase-fase Belajar Gagne, CTL
UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MELALUI PEMBELAJARAN KOOPERATIF DENGAN PENDEKATAN STRUKTUR KELAS V SDN 6 DASRI KEC TEGALSARI .KAB. BANYUWANGI TAHUN AJARAN 2016-2017
Dalam pembelajaran matematika sangat diperlukan strategi pembelajaran yang tepat yang dapat melibatkan siswa seoptimal mungkin baik secara intelektual maupun emosional. Karena pengajaran matematika menekankan pada keterampilan proses kelas dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain adalah guru dan siswa. Selain menguasai materi seorang guru juga dituntut untuk menguasai strategi-strategi penyampaian materi tersebut, cara guru menciptakan suasana kelas akan berpengaruh terhadap respon siswa dalam proses pembelajaran. Model Pembelajaran Kooperatif adalah salah satu model pembelajaran yang dapat meningkatkan aktifitas siswa, meningkatkan interaksi, meningkatkan penguasaan siswa terhadap materi pembelajaran dan akan meningkatkan motivasi siswa untuk aktif dalam proses pembelajaran. Salah satu pendekatan dari model pembelajaraan kooperatif adalah pendekatan struktural, pada pendekatan ini memberikan pemecahan pada penggunaan struktur yang dirancang untuk mempengaruhi pola interaksi siswa. Diharapkan siswa bekerja sama dan saling membantu dalam kelompok kecil dan lebih pada penghargaan kooperatif dan penghargaan individu. Tujuan diadakan penelitian tindakan kelas ( PTK ) ini adalah untuk mengetahui hasil belajar matematika melalui pembelajaran kooperatif dengan pendekatan struktur. Penelitian tindakan ini dilakukan dalam 3 siklus. Dari hasil tindakan yang dilakukan terbukti dapat meningkatkan prestasi belajar siswa dengan mencapai standar ideal. Dari56,5 % pada Siklus l, dapat meningkat pada siklus 2 menjadi 69,5 % dan siklus 3 mencapai 85,5 %, dan secara klasikal telah mencapai ketuntasan. Hasil penelitian tindakan ini menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran kooperatif dengan pendekatan struktur dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV dengan ketuntasan mencapai 100 %, dengan demikian penerapan pembelajaran kooperatif dengan pendekatan struktur efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa pelajaran matematika di SDN 6 Dasri Kec Tegalsari Kab Banyuwangi Kata Kunci: Hasil Belajar, Pembelajaran Matematika di SD, Pembelajaran Kooperatif dengan Pendekatan Struktur.
An Analysis of Teachers' Questioning Strategies in EFL Classroom at Smp Mulia Pratama Medan
In this study, researchers analyzed the teachers’ questioning strategies in the classroom efl. This research was conducted at SMP MULIA PRATAMA MEDAN. For the class observed is class VII 4. This research is a descriptive qualitative research. The research data collection technique by observation and documentation (photos, records, and notes). At the time of the study, researchers only observed one class for 90 minutes. From the observations of the study, researchers have found what types of questions are used by the teacher in the class. The way the teacher asks when in class is teacher at the school are more likely to ask question by asking students to answer her questions, appoint students to answer the teacher’s question, give question suddenly and ask students to anwer one by one. Based on the level of taxonomy bloom, the dominant question made by the teacher is the type of knowledge question where the question is the lowest level question and viewed from the type of question according to the breadth of the target, the question given by the teacher is more dominant on the narrow question, which only requires one answers and are closed compared to broad questions. The final conclusion of this study shows that the teacher's strategy in asking questions in the class is still lacking and not properly executed
PELATIHAN APLIKASI PLAY THERAPY UNTUK MENINGKATKAN SOSIOEMOSIONAL SISWA SEKOLAH DASAR
Perkembangan sosioemosional merupakan salah satu karakteristik perkembangan anak usia kanak-kanak madya/akhir yang bersifat holistik. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah membantu guru mempelajari penerapan aplikasi play therapy sehingga dapat digunakan dalam membantu siswa meningkatkan keterampilan sosioemosional. Metode pelaksanaan adalah menyelenggarakan seminar dan pelatihan aplikasi play therapy. Laporan hasil pelaksanaan pelatihan antara lain: melakukan pendampingan dengan kegiatan sosialisasi, kegiatan observasi dan diskusi; melaksanan seminar dan praktik simulasi aplikasi play therapy; monitoring dan evaluasi dilakukan untuk mengetahui kelebihan dan kelemahan pelaksanaan kegiatan. Saran yang dapat ditindaklanjuti adalah pemberian pelatihan sejenis secara berkelanjutan untuk mengasah kemampuan guru dalam membantu siswa menyelesaikan tugas-tugas perkembangan
TEACHERS’ PERCEPTIONS OF INTERCULTURAL COMMUNICATIVE COMPETENCE (ICC) IN BUSINESS ENGLISH TEACHING
This case study was done at the College of Foreign Economic Relations (COFER) (Ho Chi Minh City, Vietnam) with six Business English teachers as participants. The study aimed to explore the teachers’ perceptions of teaching Intercultural Communicative Competence (ICC) in Business English education. The data were collected through 1/ in- depth interviews; 2/ syllabus, textbook and lesson plan analyses; 3/classroom observations. Inductive analysis was used to analyze the data. The findings revealed that despite the teachers’ acknowledgement of the importance of ICC in Business English Education, their perceptions of ICC were inadequate and so were their ICC teaching practices. The study not only enabled Business English teachers to gain a deeper insight into all the aspects of ICC but also provided educators with empirical evidence of teaching ICC in Business English, serving as a good source of data for more efficient policies to develop ICC teaching and learning in the global integration