Jurnal STKIP PGRI Jombang
Not a member yet
975 research outputs found
Sort by
GAMBARAN JUMLAH ERITROSIT PADA WHOLE BLOOD SELAMA 30 HARI PENYIMPANAN DI PMI KABUPATEN SLEMAN YOGYAKARTA
Transfusi darah adalah proses pemberian darah atau komponen darah dari satu individu (donor) ke individu lainnya (resipien). Whole Blood (WB) adalah salah satu produkdarah yang dapat ditransfusikan dengan komponen yang masihlengkap mengandung eritrosit, leukosit, trombosit dan plasma. Indikasi pemberian WB yaitu untuk meningkatkan jumlah sel darah merah dan volume plasma dalam waktu yang bersamaan.WB dengan anti koagulan CPDA-1 (Citrate Phosphate Dextrose Adenine-1) disimpan pada suhu 2-6 C dengan lama penyimpanan sampai 35 hari. Masa penyimpanan WB akan menimbulkan efek berupa perubahan integritas membran eritrosit. Tujuan dari penelitian iniuntuk mengetahui jumlah eritrosit pada WB selama 30 hari penyimpanan. Jenis penelitian ini adalah observasional deskriptif dengan desain Cross Sectional. Jumlah sampel yang diteliti adalah 1 kantong darah WB dengan golongan darah O. Berdasarkan hasil pemeriksaan jumlah eritrosit pada WB menggunakan Hematology Analyzer Sysmex XS-800i selama 30 hari penyimpanan menunjukan penurunan jumlah eritrosit pada hari ke-0 yaitu 5,02 x 106/ L, hari ke-5 yaitu 5,00 x 106/ L, hari ke-10 yaitu 4,95 x 106/ L hari ke-15 yaitu 4,94 x 106/ L, hari ke-20 yaitu 4,91 x 106/ L, hari ke-25 yaitu 4,98 x 106/ L, dan hari ke-30 yaitu 4,73 x 106/ L. Pada Penelitian ini terjadi penurunan jumlah eritrosit sebesar 5,7 %. Dimana persen penurunan tersebut masih dalam batas normal yang artinya kualitas WB masih baik.
PENDAMPINGAN BALITA GIZI KURANG DENGAN PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHANBERBAHAN DASAR BISKUIT PMT
Malnourished toddler can be caused by inappropriate supplementary feeding, ignorance of the good way of feeding, and habits that are harmful to health. Malnourished toddlers will grow small, thin, and short which have an impact to their cognitive abilities, low intelligence, and the decrease of productivity. In order to overcome the malnourished on the group of toddler, Supplementary Food Feeding (PMT) is a way to solve the problem. The PMT biscuit programs tends to be unsuccessful because the toddler boredom to the biscuit approximately in a week. Therefore it is necessary to modify the biscuits into toddlers’ favorite food, so that it can improve the nutritional status of the toddlers. The assistance of malnourished toddler was done to 8 toddlers of Desa Pelem Kecamatan Pare Kabupaten Kediri. The determination of malnourished toddler status was done by doing 24-hour recall. From the recall results, it also obtained data of energy consumption level of toddlers. The making of supplementary food by PMT biscuit as the basis material was done by paying attention to the energy, protein, fat and carbohydrate content, which was given in 14 days. The evaluation of the assistance was done by comparing the weight of a toddler before and after the giving of PMT as well as changes in the level of energy consumption, protein, fat and carbohydrates. The results showed that 62.5% experienced an increase in body weight, 25% did not experience a change in body weight, and 12.5% experienced a decrease in body weight. Toddlers who experienced weight loss was occurred because at the time of the assistance, they suffered from dengue hemorrhagic fever (DHF). While toddlers who did not experience changes in body weight was occurred because of coughs and colds. The increase of weight that occurred in 62.5% of children under five was in the range of 0.1 kg to 0.5 kg, while the level of the consumption of energy, protein, fat and carbohydrates has also increased. Based on the results of the assistance, PMT is necessary to be continued. In order to be more successful in the assistance program, parents of the toddler need to be given additional knowledge of the menu variation
PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN EKONOMI BERKARAKTER PANCASILA MELALUI MODEL ECONOMICS COOPERATIVE LEARNING UNTUK MENANAMKAN NILAI KARAKTER MAHASISWA PADA MATA KULIAH EKONOMI MAKRO
Dalam perkuliahan sering kali dosen menggunakan metode ceramah dalam melaksanakan pembelajaran, karena hanya terfokus pada mengejar ketuntasan materi. Hal ini membuat minat mahasiswa dalam pembelajaran ekonomi makro semakin lama semakin menurun, akibatnya penguasaan materi dapat dikatakan sangat rendah. Padahal mata kuliah ekonomi makro adalah mata kuliah dasar yang sangat penting untuk dikuasai oleh mahasiswa pendidikan ekonomi karena akan menjadi kompetensi professional pada saat menajadi seorang guru nantinya. Hal ini berimbas pada kecurangan-kecurangan yang dilakukan mahasiswa pada saat UTS dan UAS hanya untuk mendapat IPK yang bagus. Keadaan tersebut berarti bahwa pembelajaran ekonomi makro yang selama ini dilaksanakan di kelas cenderung mengajarkan nilai-nilai liberalisme kepada mahasiswa serta melupakan nilai-nilai luhur Bangsa Indonesia yang terkandung pada Pancasila dan UUD 1945 khususnya pada pasal 33 sehingga hanya mencetak generasi penerus bangsa yang berjiwa liberalisme ketimbang berjiwa Pancasila. Karena itulah penelitian ini memiliki tujuan untuk mengembangkanlah pembelajaran ekonomi berkarakter kebangsaan melalui model Economic Cooperative Learning untuk mewjudkan pembelajaran ekonomi yang dapat menginternalisasikan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila dan Pasal 33 UUD 1945. Penelitian ini menggunakan pendekatan model Design Based Research dalam pengembangan Pembelajaran Ekonomi Berkarakter Kebangsaaan Melalui Model Economic Cooperative Learning. Teknik analisis data yang digunakan adalah kuantitatif dengan teknik statistika deskriptif dan kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian dan pengembangan menunjukkan hasil tanggapan mahasiswa pada saat uji coba di kelas 2A Prodi Pendidikan Ekonomi sebesar 91,4% Hal ini berarti bahwa model pembelajaran Economics Cooperative Learning dapat memahamkan mahasiswa tentang konsep ekonomi yang sesuai dengan idiologi Bangsa Indonesia terutama dapat menanamkan nilai-nilai karakter kebangsaan diantaranya, cinta produk Indonesia, menjunjung tinggi kebersamaan, menghargai pendapat orang lain, hemat, bijak dan musyawarah untuk mufaka
BAMBOONOMICS: UPAYA MENINGKATKAN KAPASITAS EKONOMI DESA TEGAREN MELALUI KERAJINAN BAMBU
Tegaren merupakan sebuah desa di Kecamatan Tugu, Kabupaten Trenggalek yang memiliki predikat sebagai desa dengan produksi besek paling tinggi di Kabupaten Trenggalek. Besek sendiri adalah semacam media (tempat) untuk menaruh makanan atau barang lainnya. Besek terbuat dari bambu yang kemudian dianyam. Kerajinan besek ini merupakan penopang hidup hampir semua penduduk perempuan di Desa Tegaren. Namun, permasalahan muncul ketika besek tidak memberikan penghasilan yang cukup besar bagi para perempuan di Desa Tegaren. Dengan memberikan pelatihan dan wawasan yang lebih bagi warga Desa Tegaren, khususnya penduduk perempuan, maka diharapkan akan ada peningkatan kapasitas ekonomi desa yang semakin meninggi. Metode pelaksanaan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini melalui studi banding, pelatihan, sekaligus memberikan pendampingan kepada warga Desa Tegaren untuk terus meningkatkan kapasitas ekonomi mereka melalui komoditas anyaman bambu. Sebagai obyek studi banding dipilihlah sentra kerajinan bambu Bambu Indah yang terletak di Desa Wonoanti, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Trenggalek. Posisi kedua desa yang masih satu wilayah kabupaten sebenarnya memudahkan Desa Tegaren untuk bisa terus melakukan kunjungan. Pada saat dilakukan studi banding, diperolehlah tiga hasil kesepakatan antara pemerintah Desa Tegaren dengan sentra Bambu Indah, yakni 1) Desa Tegaren akan mengirimkan dua-tiga orang pengrajin untuk melakukan pelatihan anyaman bambu secara intensif, 2) akan dikirimkan dua produk “kursi malas” ke Desa Tegaren sebagai bahan pembelajaran pengembangan produk komoditas bambu, dan 3) sentra Bambu Indah setuju untuk memberdayakan sumber daya manusia Desa Tegaren jika ada pemesanan besek dan pincuk. Program pendampingan ini akan terus berlanjut sebagaimana Desa Tegaren telah menjadi salah satu desa binaan UPN “Veteran” Jawa Timur
PERGESERAN MODEL BISNIS KANTOR HUKUM DI ERA DISRUPTION
Arus globalisasi dan liberalisasi serta perkembangan teknologi informasi harus diantisipasi olehsetiap kantor hukum. Terlebih dengan perkembangan teknologi informasi yang demikian masif, dimana kondisi seperti itu sering disebut sebagai era disruption artinya pengembangan teknologi informasi pada suatu industri berpotensi menggantikan pemain-pemain lama dengan yang baru. Pada era disruption, teknologi lama yang serba fisik akan tergantikan dengan teknologi digital yang menghasilkan sesuatu yang benar-benar baru, lebih efisien dan juga lebih bermanfaat. Demikian juga dalam pengelolaan kantor hukum, setidaknya ada dua inovasi yang harus di kembangkan yakni legal service and legal process. Untuk mewujudkan legal process yang efektif dan efisien dapat ditempuhdalam dua langkah yakni pengembangan Knowledge Management Systems and Knowledge Management Technology. Dalam perspektif model bisnis kantor hukumpada era disruption, selain pengembangan legal processberupa Client Portal, Sistem Informasi dan Virtual Data Room juga perlu pengembangan electronic document and records management systems (”EDRMS”).Pengembangan EDRMS juga dilakukan guna mengantisipasi penerapan Administrasi Perkara Di Pengadilan Secara Elektronik (e-Court) yang diberlakukan berdasarkan Peraturan Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2019. Selanjutnya sistem informasi yang telah dikembangkan perlumendapatkan perlindungan hukum melalui pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual dalam bentuk Hak Cipt
DONGENG DAN CERITA PENDEK SEBAGAI STIMULI BACAAN SASTRA ANAK PADA SISWA SEKOLAH DASAR
Secara sadar atau tidak sadar, kehidupan kita selalu dikelilingi dengan sastra. Pendidikan sastra juga harus diterapkan sejak kita masih kecil. Misalnya saat seorang ibu bersenandung sambil menidurkan anaknya atau saat seorang ayah mendongengkan anaknya menjelang waktu tidur di malam hari, tu semua merupakan penerapan bacaan sastra sejak dini, walaupun anak belum mengerti betul cerita yang diceritakan orang tuanya. Sejak dini kita mulai diperkenalkan bacaan sastra oleh keluarga, di dalam rumah sampai kita mulai mengenyam pendidikan formal di sekolah sebagai salah satu mata pelajaran.Usia anak-anak merupakan fase perkembangan yang sangat labil. Pada usia tersebut, anak-anak sangat mudah menerima berbagai hal, baik positif maupun negatif. Oleh sebab itu agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan saat anak membaca buku bacaan, diperlukan adanya pengetahuan tentang buku yang dapat dikonsumsi anak sesuai dengan tahap perkembangan dirinya. Karena itu sangat penting dipahami bahwa pemilihan bacaan yang cocok buat anak menjadi prioritas utama dalam menyediakan buku anak khususnya buku sastra.Penelitian ini menggunakan jenis desain penelitian deskriptif kualitatif. Dengan stimuli visual pada media pembelajaran berupa cara khusus aktif, kreatif dan menarik.Cara penerapan stimuli pada media pembelajaran ini digunakan untuk menarik perhatian dari peserta didik. Hasil penelitian ini adalah: 1) minat siswa terhadap bacaan sastra sangatlah besar,ini ditunjukkan dari banyaknya siswa SD yang mengetahui tentang dongeng dan cerita rakyat, 2) penerapan pembelajaran bacaan sastra anak di Sekolah Dasar sudah baikyang ditunjukkan darikemmapuan untuk menangkap pemahaman dari bacaaan sastra yang dibac
RESPON GURU DI SD NO.173529 TAMPAHAN TERHADAP PELATIHAN SOFTWARE GEOGEBRA
SD No.173529 Tampahan adalah sekolah yang masih berada di daerah pedesaan yaitu desa Gurgur Aek Raja. Di sekolah tersebut, mayoritas guru tidak mampu mengoperasikan komputer. Dengan kondisi tersebut, guru sama sekali tidak pernah menggunakan software apapun dalam proses pembelajaran. Dilain pihak, tuntutan Kurikulum 2013 adalah pembelajaran yang inovatif dengan menggunakan media sebagai alat bantu untuk membangun pengetahuan siswa. Berangkat dari kondisi tersebut, diadakan pelatihan software Geogebra kepada guru untuk membantu guru dalam merancang pembelajaran inovatif berbasis teknologi. Metode pelaksanaan yang digunakan dimulai dari tahap tahap pengkajian masalah mitra, tahap perancangan solusi mitra, tahap konstruksi bahan kegiatan, tahap tes, evaluasi dan revisi bahan yang dibangun dan kemudian tahap implementasi. Hasil angket respon guru terhadap pelatihan Geogebra menunjukkan bahwa guru memberikan respon yang positif. Rincian hasil angket tersebut menunjukkan bahwa 100% guru menyukai pelatihan software Geogebra, 84,4% guru menyatakan pelatihan merupakan hal yang baru, 100% guru menyatakan berminat untuk melibatkan software Geogebra dalam pembelajaran dan 100% guru menyatakan tertarik pada materi pelatihan Geogebra
PELATIHAN PEMBUATAN APLIKASI ABSEN BERBASIS EXCEL DI SDN MLAJAH 2 BANGAKALAN
Pelatihan pembuatan Aplikasi Absen Berbasis Excel ini bertujuan untuk membantu kinerja guru dalam merekap daftar hadir siswa dengan menggunakan Aplikasi Absen Berbasis Excel. Selain itu, adanya pelatihan ini diharapkan dapat membantu guru SDN Mlajah 2 Bangkalan dalam menghadapi Era Teknogi. Pelatihan ini dilaksanakan di SDN Mlajah 2 Bangkalan. Peserta pelatihan adalah 10 guru yang dilaksanakan selama 2 hari. Hari pertama merupakan pelatihan pembuatan keragka Aplikasi Absen Berbasis Excel . Sedangkan hari kedua dilaksanakan cara mengoprasikan Aplikasi Absen Berbasis Excel yang dilakukan oleh guru sebagai bentuk evaluasi pelaksanaan program pengabdian. Pelaksanaan pelatihan ini dikatakan berhasil. Hal ini dikarenakan guru dapat mengoprasikan Aplikasi Absen Berbasis Excel dengan baik dan benar
THE UNITY OF ESSAY WRITTEN BY STUDENTS OF ENGLISH EDUCATION PROGRAM AT UNIVERSITY OF PGRI ADI BUANA SU RABAYA THROUGH “PADA ZAMAN DAHULU” STORY
Essay is a piece of paper at least three paragraph longs involving introductoryparagraph, body, and concluding paragraph. It could be developed from the paragraph. However, students often get difficulties to find what they must write in their paper. Knowing that condition, the way how to get ideas could be achieved by watching film. The story ―Pada Zaman Dahulu‖ broadcasted in MNCTV could be used to keep the students‘ ideas while writing. In that story,there is a genceric structure which the students could develop in writing Essay. Therefore, in this study, the researcher stated the research question: How is the unity of Essay written by the students of English Education Program through the story ―Pada zaman Dahulu‖. This study aims to describe how unity the students‘ essays are. The researcher uses a qualitative design to describe the data which be collected by using purposive random sampling. After doing data collection technique, the researcher analyzes the students‘ essay which got A score in their essay by using the theory of Essau unity stated by Zemach (2005:78). Result shows that the students‘ Essays have good unity that could be reflected from the ideas connections each others. All the ideas written by the students were connected to the thesis statement and the supporting ideas in the main body have connections with the topic sentence. So, it could be concluded that the story ―Pada Zaman Dahulu‖ could keep the students‘ ideas while writing an Essay. So, the students‘ ability in creating an essay depends on the way how they gather the ideas to arrange in a proper components of Essa
THE EFFECTIVENESS OF GOOD INTERVIEW FOR STUDENTS' MOTIVATION IN LEARNING SPEAKING
THE EFFECTIVENESS OF GOOD INTERVIEW FOR STUDENTS' MOTIVATION IN LEARNING SPEAKINGSpeaking skill is an important skill that they should master when they learn a language. Based on the observation, speaking ability of Student of Politeknik Kelapa Sawit Bekasi still in low level. The students seem to be confused to express their idea using English, mainly because of the lack of vocabulary. In this study, the researcher attempts to conduct a research about the use of students’ good interview in English language classrooms and its impact in speaking skill. The use good interview in classroom is important because of its positive impact on students’ proficiency level. The objective of this research was to prove whether or not students’ motivation in speaking learning can be improved by using good interview for students in Cultivation Program of Politeknik kelapa Sawit Bekasi The results of this study shows that before the implementation of good interview, students speaking skills are in low level. However, after doing good interview, students felt greatly helped by the good interview material, unlike other boring speaking material and told them to do public speaking, good interviews were felt to provide them with many benefits, so they are felt motivated and eager to learn speaking more.