Jurnal STKIP PGRI Jombang
Not a member yet
    975 research outputs found

    PROFIL NUMBER SENSE SISWA ALIYAH DALAM MEMECAHKAN MASALAH BERASARKAN KEMAMPUAN MATEMATIKA

    Full text link
    Number sense memberikan peran yang besar dan kompleks bagi seseorang dalam  memecahkan masalah yang dihadapi. Seseorang dikatakan baik dalam memecahkan masalah number sense apabila dapat menggunakan representasi bilangan yang fleksibel dan tidak bergantung pada algoritma biasa. Komponen number sense dalam penelitian ini dikaitkan dengan tahapan pemecahan masalah Lester. Tujuan penelitian kualitatif ini mendiskripsikan profil number sense siswa Aliyah dalam memecahkan masalah berdasarkan kemampuan matematika. Data dianalisis dari tes tertulis masalah number sense dan hasil wawancara setelah subyek memecahkan masalah number sense. Data yang diperoleh ditriangulasi dengan memberikan masalah baru yang setara untuk dipecahkan pada waktu yang berbeda. Subyek adalah siswa MAN 4 Jombang kelas XII. Penelitian diperoleh dari nilai PAT dan kriteria subyek. Data yang sudah diperoleh dinalisis sesuai dengan teknik analisis data. Hasil penelitian menunjukkan subyek kemampuan tinggi memiliki kemampuan understanding number magnitude, mental computation, computational estimation dan judging reasonableness of results dalam memecahkan masalah. Subyek kemampuan sedang dan rendah memiliki kemampuan understanding number magnitude dalam memecahkan masalah yaitu tahu jenis masalah yang diterima, menyebutkan unsur-unsur barisan dan deret aritmatika dan dapat membedakannya. Pada kemampuan mental computation dalam memecahkan masalah subyek kemampuan sedang dan rendah :menghitung tanpa menggunakan alat bantu hitung, menggunakan rumus barisan dan deret aritmatika, menghitung tanpa terikat dengan algoritma biasanya. Pada kemampuan computational estimation dalam memecahkan masalah baik subyek kemampuan sedang dan rendah menentukan langkah-langkah dalam memecahkan masalah. Pada kemampuan judging reasonableness of results dalam memecahkan masalah baik subyek kemampuan sedang dan rendah menghasilkan jawaban yang masuk akal dan sesuai dengan masalah yang diberikan

    PENALARAN ALJABAR SISWA MA PADA MATERI BARISAN DAN DERET DITINJAU DARI GAYA KOGNITIF

    Full text link
    Penelitian ini berfokus kepada penalaran aljabar siswa.  Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan penalaran aljabar siswa MA pada materi barisan dan deret ditinjau dari gaya kognitif field independent dan gaya kognitif field dependent. Peneliti menggunakan pendekatan kualitatif, yaitu mengungkapkan dan memberi gambaran tentang fenomena atau kegiatan dari subjek penelitian. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa MA kelas XI, yaitu siswa yang mempunyai gaya kognitif Field Independent dan Field Dependent dengan kemampuan matematika setara. Pemilihan subjek dari tes gaya kognitif yaitu test GEFT. Metode pengumpulan data dilakukan melalui kegiatan pemecahan masalah oleh subjek penelitian dengan cara tertulis dan wawancara dengan tes penalaran aljabar. Data yang diperoleh selanjutnya di triangulasi melalui pemberian masalah baru yang setara untuk dipecahkan pada waktu yang berbeda. Analisis data hasil penelitian dilakukan dengan menggunakan analisis data menurut Miles & Huberman. Hasil penelitian ini adalah pada tahap pengenalan pola, SFI membuat dugaan dengan membuat model matematika dari setiap unsur yang diketahui. Selanjutnya SFI melakukan perhitungan sesuai dengan model matematika yang dibuatnya berdasarkan informasi pada tahap pencarian pola. Pada tahap generalisasi pola, SFI menentukan aturan umum pola yang telah ditemukan pada setiap unsur penyusun pola. SFI melakukan perhitungan untuk menentukan suku pertama dari barisan aritmatika yakni jumlah kursi baris pertama pada gedung teater dan produksi pupuk organic pada bulan pertama. SFI juga melakukan perhitungan untuk mencari jumlah deret aritmatika yakni jumlah seluruh kursi yang ada pada gedung teater dan jumlah seluruh pupuk organic yang telah diproduksi selama 1 tahun. Selanjutnya, SFI memeriksa kembali pemecahan masalah penalaran aljabar. Sedangkan SFD pada tahap pencarian pola dapat menyajikan informasi - informasi yang ditanya dalam bentuk kata-kata dan simbol. Selanjutnya SFD mempresentasikan informasi yang diperoleh secara lisan dan tulisan, yakni SFD menuliskannya pada lembar jawabannya. Pada tahap pengenalan pola pada materi barisan dan deret, SFD menyajikan ide yang membantu menentukan hubungan antara yang diketahui dan ditanya. Pada tahap generalisasi pola, SFD melakukan perhitungan barisan dan deret, membuat model matematika sesuai dengan informasi dan menyelesaikannya

    ANALISIS KEMAMPUAN SISWA DALAM MENYELESAIKAN MASALAH MATEMATIKA BERDASARKAN TEORI JOHN DEWEY

    Full text link
    Tujuan dari penelitian ini adalah (1) Mendiskripsikan kemampuan siswa laki-laki dalam memecahkan masalah matematika berdasarkan teori John Dewey (2) Mendiskripsikan kemampuan siswa perempuan dalam memecahkan masalah matematika berdasarkan teori John Dewey. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Penelitian ini dilaksanakan di MTs Darul Ulum Bandung pada semester ganjil tahun pelajaran 2020/2021. subyek dalam penelitian ini adalah Subjek adalah siswa laki-laki dan perempuan kelas VIII yang sudah  menempuh materi persamaan linier dua variable.metode pengumpulan data menggunakan metode tes dan wawancara.instrumen dalam peneliatian ini dibagi dua yaitu instrument utama dan instrument pendukung.instrumen utama adalah peneliti sendiri sedangkan instrument pendukung adalah lembar tes penyelesaian masalah dan pedoman wawancara.keabsahan data menggunakan triangulasi waktu.teknik analisis  data menggunakan reduksi data,penyajian data dan simpulan data.dari hasil penelitian diperoleh (1) Kemampuan Pemecahan Masalah Siswa  pada Subjek laki-laki adalah Subyek 1 mengidentitifikasi  apa yang diketahui secara lengkap dan terurut, yang ditanyakan dari soal secara tepat, Subyek 1 bisa menyelesaikan permasalahan dan menyebutkan langkah-langkah penyelesaian masalah secara lengkap, Subyek 1 bisa menyelesaikan permasalahan sesuai dengan apa yang direncanakan, Subyek 1 bisa menyimpulkan hasil masalahnya dengan baik (2) Kemampuan Pemecahan Masalah Siswa  pada Subjek perempuan adalah Subyek 2 mengidentitifikasi  apa yang diketahui secara lengkap dan terurut, yang ditanyakan dari soal secara tepat, Subyek 2 bisa menyelesaikan permasalahan dan menyebutkan langkah-langkah penyelesaian masalah secara lengkap dan menyelesaikan maslah dengan baik, Subyek 2 bisa menyelesaikan permasalahan sesuai dengan apaang direncanakan dan terurut, Subyek 2 bisa menyimpulkan hasil masalahnya dengan baik dan benar

    PENGEMBANGAN INSTRUMEN ASESMEN HOTS DALAM KONTEKS MERDEKA BELAJAR

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menghasilkan instrumen penilaian HOTS, (2) mengetahui validitas instrumen penilaian HOTS, dan (3) mengetahui karakteristik butir soal HOTS. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang diadaptasi dari model Borg & Gall. Validitas dilakukan pada tahap pengembangan produk awal oleh tiga ahli guru PAI sebagai orang yang berhubungan langsung dengan siswa. Analisis data dilakukan dengan uji validitas, reliabilitas, tingkat kesukaran dan daya pembeda untuk mengetahui kualitas butir soal yang dikembangkan. Hasil dari penelitian ini adalah sebagi berikut: (1) instrumen asesmen berupa soal pilihan ganda yang terdiri dari 40 butir soal, (2) hasil validasi terhadap tiga ahli diperoleh hasil bahwa butir soal pilihan ganda berada pada kategori valid dan layak digunakan, dan (3) karakteristik butir soal memenuhi kriteria reliabel dan koefisien 0,589 berada pada kategori cukup. Sementara dari tingkat kesukaran memiliki rata-rata 0,6167 dengan kategori sedang, Daya pembeda memiliki rata-rata 0,2728 dengan kategori cuku

    NILAI-NILAI SOSIAL DAN BUDAYA TRADISI RUWAH DESA DI ERA GLOBALISASI

    Full text link
    Tradisi adalah salah satu bentuk kebudayaan yang ada dalam masyarakat. Pelestarian tradisi dilaksanakan karena adanya nilai-nilai yang bermakna dalam pelaksanaannya. Tradisi Ruwah Desa yang masih bertahan hingga saat ini memiliki latar belakang, keyakinan, dan nilai-nilai yang ada di dalamnya. Meskipun zaman mengalami modernisasi, akan tetapi tidak membuat budaya tradisi semakin diminati oleh masyarakat dan dapat mengakibatkan masyarakat melupakan nilai-nilai sosial budaya yang diajarkan secara tidak langsung bahkan semakin jarang dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari. Tujuan dari penelitian ini antara lain: (1) untuk mengetahui latar belakang tradisi Ruwah Desa; (2) untuk mengetahui prosesi tradisi Ruwah Desa dan (3) untuk mengetahui nilai-nilai sosial dalam tradisi Ruwah Desa. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pengumpulan data menggunakan metode triangulasi data yaitu meliputi wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Latar belakang dilakukannya tradisi Ruwah Desa adalah sebagai bentuk penghormatan terhadap pendiri desa, penolak bala, dan keselamatan kepada Tuhan Yang Maha Esa; (2) Prosesi tradisi Ruwah Desa meliputi lima komponen sistem religi, diantaranya emosi keagamaan masyarakat sangat khusyuk, sistem keyakinan yang dibangun oleh keyakinan terhadap keselamatan dan keberkahan, sistem ritus atau upacara yang turun temurun tetap dilakukan berdasarkan sejarah nenek moyang dan hasil musyawarah masyarakat, peralatan upacara yang digunakan hanya dengan sebilah pisau dan umat agama yang mengikuti tradisi Ruwah Desa adalah seluruh masyarakat yang berada baik dari dalam maupun dari luar desa; (3) Nilai sosial-budaya tradisi Ruwah Desa adalah nilai agama, nilai ekonomi dan nilai solidaritas atau gotong royong

    PEMBERDAYAAN USAHA MIKRO, KECIL, DAN MENENGAH (UMKM) DALAM PENANGANAN KEMISKINAN SOSIAL

    Full text link
    Permasalahan kemiskinan sosial hingga saat ini belum dapat diselesaikan dengan tuntas, berbagai program layanan sosial telah dilakukan namun belum mampu menjadi solusi yang tepat untuk menuntaskan masalah  kemiskinan tersebut. Hal ini disebabkan: pertama, orientasi program layanan sosial lebih bersifat bantuan sehingga menimbulkan ketergantungan masyarakat kepada pemerintah. Kedua, program layanan sosial tidak bersifat pemberdayaan sehingga pemanfaatan bantuan sosial cenderung tidak digunakan untuk keperluan produktif. Pemberdayaan UMKM menjadi strategis karena sasaran lebih diperuntukkan kepada pelaku usaha kecil yang sebagian besar dilakukan oleh masyarakat miskin, sehingga pemberdayaan UMKM dapat menjadi alternatif untuk mengatasi kemiskinan sosial. Pemberdayaan UMKM dengan berbagai kegiatan pembinaan/pelatihan, bantuan permodalan, transfer teknologi, sampai dengan fasilitas pemasarannya, diharapkan dapat meningkatkan pendapatan masyarakat sehingga dapat mengurangi beban masyarakat dalam memenuhi standart minimal kebutuhan hidupnya. Untuk itu, penelitian ini melakukan kajian antara pemberdayaan UMKM terhadap penanganan kemiskinan sosial

    PERBEDAAN HASIL BELAJAR SISWA DENGAN DAN TANPA MENGGUNAKAN MEDIA PEMBELAJARAN MATH COMIC PADA MATERI STATISTIKA

    Full text link
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh upaya yang dilakukan guru agar siswa lebih mudah memahami dan tertarik dalam pembelajaran matematika, sehingga membuat hasil belajar menjadi lebih baik yaitu dengan media pembelajaran Math Comic. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh penggunaan media pembelajaran Math Comic terhadap hasil belajar matematika kelas VIII pada materi Statistika. Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode penelitian eksperimen bentuk Post test-Only Control. Penelitian ini melibatkan kelas eksperimen dan kelas kontrol dalam pembelajaran. Pembelajaran matematika yang diberikan di kelas eksperimen dengan menggunakan media pembelajaran Math Comic, sedangkan pada kelas kontrol pembelajarannya tanpa menggunakan media pembelajaran Math Comic. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas VIII MTsN 4 Jombang tahun ajaran 2020/2021. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah Purposive Sampling, Sampel penelitian ini yaitu siswa kelas VIII-I dan VIII-K. Penelitian ini menggunakan instrument lembar tes untuk mengumpulkan data. Berdasarkan perhitungan analisis data menggunakan Independent Sample T Test dengan α = 0,05 menyatakan bahwa nilai Sig. 0,891> 0,05 sehingga Sig > α maka H0 diterima. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan rata-rata hasil belajar siswa dengan dan tanpa menggunakan Math Comic pada materi statistika

    PERBEDAAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA DENGAN DAN TANPA PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN INDEX CARD MATCH PADA SISWA MTS

    No full text
    Strategi pembelajaran adalah suatu kegiatan pembelajaran yang harus dikerjakan guru dan siswa agar tujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif dan efisien. Strategi pembelajaran index card match adalah suatu cara pembelajaran aktif  untuk meninjau ulang materi pelajaran dengan teknik mencari pasangan kartu indeks yang merupakan jawaban atau soal sambil belajar mengenai suatu konsep atau topik dalam suasana menyenangkan dan proses pembelajaran akan terkonsep menjadi bermain sambil belajar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui ada atau tidaknya perbedaan hasil belajar matematika dengan dan tanpa penerapan strategi pembelajaran Index Card Match di kelas VII MTs. Roudlotun Nasyiin Beratkulon. Jenis pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif, sedangkan dari prosesnya menggunakan metode eksperimen. Rancangan penelitian ini menggunakan posttest-only control design  dimana adanya kelas eksperimen yaitu kelas yang pembelajarannya menggunakan strategi pembelajaran index card match dan kelas kontrol yaitu kelas yang pembelajarannya menggunakan selain strategi pembelajaran index card match. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII MTs. Roudlotun Nasyiin Beratkulon. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah tes. Instrumen penelitian menggunakan lembar tes. Teknik analisis data yang digunakan yaitu uji t (uji perbedaan rata-rata dua sampel bebas) dengan program SPSS 20. Berdasarkan perhitungan uji t menggunakan SPSS 20 dengan  = 0,05 didapatkan hasil output nilai Sig. (2-tailed) sebesar (0,005) , maka tolak  dan dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan hasil belajar matematika dengan dan tanpa penerapan strategi pembelajaran index card match di kelas VII MTs. Roudlotun Nasyiin Beratkulon Mojokerto.Kata kunci: : : Hasil belajar matematika dan strategi pembelajaran Index Card Matc

    MAGICAL GIRL IN KELLY BARNHILL’S THE GIRL WHO DRANK THE MOON

    Full text link
    This article is the study of magical girl in the novel using magic theory and descriptive qualitative as the method. Through such a method, the researcher analyzes and describes the words and the author’s description regarding magical girl in the novel; Luna’s childhood that is full of magical life, the elements of fantasy potrayed in the novel, andcomparison of Luna’s magic to Xan’s magic. The finding is that Luna as the main character learning magic from her foster parent, Xan, is really a magical girl since her magic is stronger than her teaching foster parent, Xan, the witch. Besides, the elements of fantasy shows magical situation in which Luna lives

    DEVELOPING ENGLISH GUIDE BOOK THROUGH SCIENTIFIC APPROACH FOR THE FIRST GRADE OF MA. MIFTAHUL QULUB POLAGAN GALIS PAMEKASAN

    Full text link
    The mastering of English skill has been faced some obstacles for the first students of MA. Mitahul Qulub because some factors, such as: students did not get good guidance to develop their ability, textbook material is not appropriate of students need in the specific institution. Based on the situation, this study aims to develop supplementary English guide book to the student, it includes two English skills both Reading and writing that will be related to the students need and use scientific approach to make a good English book composition. The researcher developed the materials by using some procedures of development  that consisted of some steps of need analysis, material development, expert validation,  revision, try-out, revision II, final product that used questionnaire and interview to collect data. Based on the result of expert validation and try out of materials, it can be concluded that the result of development English guide book is appropriate with the students need and objectives of English guide program itself, exactly the level of students’ difficulties, interest, and standards for the first grade. The experts’ hopes, the book can give a advantages and contribution as supplementary English guide book for the students to develop their English reading and writing skills. The English guide book development consisted of five chapters that provided the materials both reading and writing skills

    659

    full texts

    975

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal STKIP PGRI Jombang
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇