Jurnal STKIP PGRI Jombang
Not a member yet
975 research outputs found
Sort by
PENGEMBANGAN SUPLEMEN PEMBELAJARAN BERBASIS KOMPUTER PADA MATERI PERKALIAN DAN PEMBAGIAN UNTUK SISWA SD KELAS 3
Perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam beberapa dekade terakhir berkembang sangat cepat. Berbagai teknologi dan aplikasi pendukung telah banyak dikembangkan dalam dunia pendidikan. Oleh karena itu seorang guru dituntut untuk bisa menghadirkan teknologi dalam kegiatan pembelajaran. Penggunaan media atau suplemen pembelajaran berbasis komputer merupakan salah satu cara agar kegiatan pembelajaran menjadi lebih mudah dan menyenangkan. Penelitian pengembangan ini bertujuan untuk menghasilkan suplemen pembelajaran berbasis komputer materi perkalian dan pembagian untuk siswa sekolah dasar kelas 3 yang layak digunakan dalam pembelajaran di kelas. Penelitian pengembangan ini menggunakan model Wiliam W. Lee dan Diana L. Owens, dengan tahapan penelitiannya terdiri dari analisis, desain, pengembangan, penerapan dan evaluasi. Uji kelayakan produk dari validasi oleh ahli media mendapatkan kualifikasi sangat layak. Dari ahli desain mendapatkan kualifikasi sangat layak,dan validasi ahli materi mendapatkan kualifikasi layak. Sedangkan dari uji coba kelompok kecil dan kelompok besar mendapatkan kualifikasi sangat layak. Dari hasil uji kelayakan tersebut menyimpulkan bahwa suplemen pembelajaran ini layak di gunakan dalam pembelajaran di kelas
APLIKASI MODEL ENAM BINA PADA PEMBERDAYAAN PEREMPUAN NELAYAN DESA TASIKMADU, TRENGGALEK
Pesisir merupakan kawasanyang identik dengan kondisi kumuh dan masyarakat yang masih sangat tergantung dengan sistem kerja patriarki. Sehingga standar kehidupan banyak petani laut/nelayan berada di skala menengah ke bawah.Oleh karena itu, karya tulis ini memberikan deskripsi konseptual maupun praktikal untuk sebuah model pemberdayaan perempuan nelayan berbasiskan potensi lokal, yakni model enam bina. Pemberdayaan model enam bina merupakan hasil dari penelitian selama dua tahun dengan obyek penelitian masyarakat pesisir di Kabupaten Sidoarjo (daerah pantai utara/pantura) dan Kabupaten Trenggalek (daerah pantai selatan/pansela). Model ini memiliki tiga tahapan, yakni look-think-act. Dengan tahapan tersebut, pelaksanaan pemberdayaan kemudian berfokus pada enam aspek, yakni bina sumber daya alam, bina sumber daya manusia, bina lembaga, bina program, bina usaha, dan bina lingkungan. Karya tulis ini akan memaparkan aplikasi dari model enam bina pada masyarakat pesisir desa Tasikmadu, Kabupaten Trenggalek, sekaligus menjadi pemutakhiran dari penelitian yang dilaksanakan sebelumnya. Kegiatan pemberdayaan melalui model enam bina di Desa Tasikmadu dilaksanakan dengan pemberian penyuluhan dan pelatihan produksi bakso ikan. Setelah itu dilanjutkan dengan pemberian satu buah alat cetak bakso ikan kepada Kelompok Usaha Bersama (KUB) Sumber Rejeki dan Sumber Barokah dengan harapan akan mempermudah perputaran ekonomi masyarakat. Dengan rangkaian kegiatan tersebut, maka sudah terlaksanakan bina sumber daya alam, bina sumber daya manusia, dan bina lembaga. Adapun bina usaha, bina program, dan bina lingkungan masih akan menjadi agenda pengabdian kepada masyarakat pada pendampingan selanjutnya. Hasil dari pemberdayaan model enam bina ini menjadi krusial bagi para perempuan nelayan, karena pemberdayaan ini dapat melepaskan ketergantungan pada sistem kehidupan ekonomi yang patriarki
G-MATH : ALAT PERAGA MANIPULATIF BERNUANSA BUDAYA LOKAL UNTUK KONSEP KELILING BANGUN DATAR
Kreativitas seorang guru SD terutama pelajaran matematika sangat diperukan untuk menciptakan pembelajaran yang menyenangkan dan mudah dipahami siswa. Membuat alat peraga manipulatif merupakan salah satu bentuk kreativitas guru yang dapat dilakukan. G-Math atau gapura matematika dapat digunakan sebagai alat peraga manipulatif yang mudah dan murah. Dikatakan mudah karena dalam proses pembuatannya sederhana dan tidak memerlukan waktu yang lama. Dikatakan murah karena G-Math hanya terbuat dari plastik kresek, bambu dan lem aci. Tujuan Kegiatan pengabdian ini adalah implementasi G-Math yang merupakan salah satu dari beberapa alat peraga manipulatif yang telah dibuat oleh guru pada tahap sebelumnya. Implementasi dilakukan terhadap 47 siswa kelas VI. Instrumen yang digunakan adalah tes dan respons siswa terhadap G-Math. Dari hasil penelitian diperoleh data bahwa penggunaan G-Math mempermudah siswa dalam memahami konsep keliling bangun datar, memperkaya pengetahuan siswa tentang gapura, dan membuat suasana pembelajaran lebih interaktif. sSecara keseluruhan dari hasil angket diperoleh respons positif siswa sebesar 86% termasuk interpretasi sangat kuat. Pelatihan dan implementasi alat peraga manipulatif yang dilakukan, dirasakan hasil dan manfaatnya oleh guru-guru SDN II Kedungjaya. Diharapkan pengabdian tentang alat peraga ini berlanjut pada mata pelajaran lai
ANALISIS REPRESENTASI MATEMATIS MAHASISWA CALON GURU BERDASARKAN GAYA BERPIKIR
Salah satu bagian terpenting dalam pembelajaran matematika adalah representasi matematis. Representasi dapat dibagi menjadi dua, yaitu representasi pembelajaran dan representasi kognitif. Representasi pembelajaran digunakan guru untuk membantu siswa memahami matematika, sedangkan representasi kognitif dikonstruksi oleh siswa sendiri dalam rangka memahami konsep atau mencari solusi dari permasalahan matematika. Setiap orang akan menunjukkan preferensi untuk menggunakan representasi tertentu berdasarkan gaya berpikir. Gaya berpikir dibedakan menjadi 3, yaitu analitik, visual, dan terintegrasi. Setiap guru tentu memiliki gaya berpikirnya masing-masing. Tetapi di sisi lain guru dianjurkan menggunakan berbagai representasi dalam pembelajaran matematika. Hal ini dikarenakan tidak semua siswa memiliki gaya berpikir yang sama dengan guru. Sehingga guru sebagai fasilitator perlu menggunakan berbagai representasi untuk memfasilitasi siswa dalam belajar di kelas. Berkenaan dengan kedua macam representasi tersebut, penelitian mengenai representasi kognitif telah banyak dilakukan, sementara penelitian mengenai representasi pembelajaran masih jarang dilakukan. Oleh karena itu peneliti tertarik meneliti mengenai representasi matematis mahasiswa calon guru berdasarkan gaya berpikir. Fokus penelitian ini adalah untuk mengetahui kecenderungan representasi yang digunakan oleh mahasiswa calon guru dengan gaya berpikir visual dan analitik ketika praktik mengajar beserta alasannya. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian terdiri dari dua mahasiswa calon guru yang sedang melaksanakan real teaching. Dua subjek masing-masing memiliki gaya berpikir visual dan analitik yang dipilih secara purposive. Teknik pengambilan data menggunakan dokumentasi dan wawancara. Pengecekan keabsahan data menggunakan triangulasi waktu. Subjek dengan gaya berpikir visual (SV) menggunakan tiga bentuk representasi dalam praktik pembelajaran di kelas, antara lain representasi verbal, representasi visual, dan juga representasi simbol, namun yang lebih dominan digunakan oleh SV adalah representasi visual. SV lebih memilih menggunakan representasi visual dibandingkan menggunakan representasi lainnya karena membuat matematika menjadi lebih mudah dan jelas. Selain itu SV juga mempertimbangkan gaya belajar siswa yang cenderung visual. Subjek dengan gaya berpikir terintegrasi (SI) menggunakan dua bentuk representasi ketika praktik mengajar di kelas, antara lain representasi simbol dan representasi visual dengan komposisi yang cukup seimbang. SI lebih suka menggunakan rumus terlebih dahulu kemudian memperjelas dengan gambar. SI di sisi lain mempertimbanglan siswa yang mayoritas lebih suka dan lebih paham jika dijelaskan dengan menggunakan bantuan gambar
ANALISIS FAKTOR TERJADINYAN DEPRESI PADA AKSEPTOR PIL KOMBINASI DI KABUPATEN JOMBANG TAHUN 2017
Akseptor kontrasepsi pil kombinasi berisiko mengalami gangguan psikologis berupa depresi dikarenakan kandungan hormon progestin dapat menurunkan produksi serotonin di dalam otak yang akan berdampak terjadinya gangguan mood dan perasaan seseorang. Depresi adalah salah satu gangguan jiwa yang dipengaruhi oleh stress psikososial. Depresi dapat berupa sindrom, gejala, dan diagnosis tergantung sejauh mana stresor psikososial yang dialami seseorang, penyebabnya multifaktorial, faktor biologi, regulasi hormone, neuroanatomi. Tujuan penelitian ini untuk menganalis faktor yang berpengaruh terhadap depresi pada akseptor pil kombinasi. Desain penelitian cross sectional, Tempat penelitian di Puskesmas wilayah Kabupaten Jombang. Waktu pelaksanaan di bulan Februari-Maret 2017. Subjek adalah wanita usia reproduksi yang menggunakan kontrasepsi pil kombinasi dengan jumlah sampel sebanyak 120 responden. Variabel dependen adalah depresi dan variabel independen adalah lama penggunaan kontrasepsi pil kombinasi, umur dan Body Mass Index. Variabel dependen diukur menggunakan kuesioner Hamilton Depression Rating Scale untuk menilai depresi dan variabel independen usia, lama penggunaan kontrasepsi pil kombinasi , Body Mass Index menggunakan lembar observasi. Analisis data menggunakan analisis Regresi linier ganda. Faktor lama pemakaian pil kombinasi terhadap depresi (b = 0.34; SE=0.31 ; p=0.002), Faktor usia terhadap depresi (b = 0.07; SE = 0.19 ; p= 0.05), Faktor body mass index terhadap depresi (b = 0.13 ; SE = 0.17 ; p= 0.06) Lama pemakaian kontrasepsi pil kombinasi, usia dan body mass index berpengaruh positif terhadap terjadinya depresi
PENGEMBANGAN LKS BERBASIS TEORI MULTIPLE INTELLIGENCE UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS PADA MATERI PRINSIP EKOLOGI
Lembar Kerja Siswa (LKS) berbasisteori Multiple Intelligences ini penting untuk dikembangkan karena mampu menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mengembangkandiriselama perkuliahansesuaidenganjeniskecerdasanmasing- masing. Penelitian ini bertujuan mengembangkan dan menghasilkan LKS berbasis Multiple Intelligence yang valid, layak, dan meningkatkan kemampuan berpikir kritis pada materi prinsip ekologi. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model pengembangan 4-D (Define, Design, Develop, and Disseminate). Penelitian ini dilakukan di STKIP PGRI Tulungagung. Subjek penelitian adalah mahasiswa semester 4 pada matakuliah Pendidikan Sains 2, dan objek penelitian adalah LKS berbasis Teori Kecerdasan Multiple Intelligence. Instrumen pengumpulan data adalah instrumen angket meliputi uji validitas, uji kelayakan, dan uji berpikir kritis. Berdasarkan hasil analisis data, dapat disimpulkan bahwa hasil uji validitas pada LKS berbasis Multiple Intelligence pada mahasiswa semester 4 matakuliah pendidikan sains 2 untuk materi prinsip ekologi berada pada kategori valid (80%). Hal ini membuktikan bahwa pengembangan Lembar Kerja Siswa (LKS) diakui oleh validator karena memenuhi semua kriteria dan telah melalui proses revisi produk. Hasil uji kelayakan yang dilakukan pada mahasiswa berada pada kategori sangat layak (90%). Lembar Kerja Siswa (LKS) berbasis teori Multiple Intelligence telah berhasil meningkatkan kemampuan berpikir kritis dengan persentase keberhasilan sebesar 85%. Hasil ini menunjukkan bahwa Lembar Kerja Siswa (LKS) berbasis teori Multiple Intelligence terbukti valid, layak, dan meningkatkan kemampuan berpikir kritis mahasiswa pada materi prinsip ekologi
DAMPAK PENGUATAN KARAKTER CINTA TANAH AIR DI SMA NEGERI PLANDAAN
Cinta tanah air merupakan perilaku yang menunjukkan adanya rasa sayang, cinta, peduli, bangga, dan setia terhadap bangsa dan negaranya. Rasa cinta tanah air pada kalangan pelajar semakin hari semakin berkurang, dimulai dari tingkah laku yang tidak menggambarkan memiliki rasa cinta tanah air, sehingga mengakibatkan ketidakpedulian dalam melestarikan budaya dan alam Indonesia. Pentingnya pembahasan tentang topik cinta tanah air supaya peserta didik lebih menyadari dan lebih mempelajari lagi pentingnya karakter cinta tanah air pada saat ini sehingga karakter cinta tanah air pada peserta didik tidak luntur. Untuk itu sekolah mengupayakan adanya sebuah kegiatan seperti ekstrakurikuler pramuka. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan faktor-faktor yang mempengaruhi karakter cinta tanah air, dampak dari penguatan karakter cinta tanah air di SMA Negeri Plandaan. Metode yang digunakan dalam penlitian ini adalah deskriptif kualitatif. Pengumpulan data penelitian adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian dapat diketahui bahwa faktor yang mempengaruhi karakter cinta tanah air memiliki jiwa kepemimpinan dan minat terhadap kegiatan ekstrakurikuler pramuka dan berdampak pada terbentuknya karakter disiplin pada peserta didik untuk mengikuti kegiatan pramuka, dan memiliki kemandirian mengikuti ekstrakurikuler pramuka sehingga peserta didik tidak mudah untuk meninggalkan kebiasan-kebiasaan baik untuk tetap menjaga karakter cinta tanah air yang sudah dimilik
PENGARUH SENAM TERHADAP PENURUNAN DEPRESI PADA LANSIA DI POSYANDU KEL. MADYOPURO, KEC. KEUNGKANDANG MALANG
The aging process is a natural process in human in which changes occur and biological, psychological, and social functions decline. Mental health disorders begin to be experienced by the elderly when they experience the signs of the agin process such as feeling of sadness, anxiety, loneliness an depression. The most common mental health problem that arices in the elderly is depression. Low impact aerobic exercises can be used to improve one’s mood and to remedy various psychiatric symptoms and also can reduce anxiety, depression, fatigue and confusion. This study aims to determine the effectiveness of exercise on the decrease of depression level in the elderly. This Quasi-experimental research specifically used Non-Randomized Control Group Pre Test-Post Test Design which was conducted in health care center for elderly in RW 5 AndRW 12 MadyopuroKedungkandangMalang. Samples that met the criteria were 26 respondents which then were divided into two groups based on the place. Thirteen elderly respondents were taken from health care center for elderly in RW 12 were treated with exercises that were done (three temes) a week for four weeks. Thirteen other respondents from health care center for elderly in RW 5 were used as the control group. Both groups performed pretest and post-test at the same time to determine the level of depression using the Geriatric Depression Scale (GDS). The results showed that there was influence of exercise to social interaction in elderly individuals (p =0.042), there was influence of exercise to depression in elderly individuals (p= 0.011), there was no correlation between social interaction and depression in elderly individuals (p= 0.484). The conclusion of the study is that elderly exercises can reduce depression in eld erly individuals. Exercises are recommended in order to give positive effects in reducing the depression in elderly
PERAN GURU DALAM PENGUATAN KARAKTER TANGGUNG JAWAB PESERTA DIDIK KELAS VII DI SMP NEGERI 4 JOMBANG
Guru merupakan pendidik profesional yang memiliki peran yang sangat penting dengan tugas utama mendidik atau orang yang memberikan ilmu pengetahuan kepada peserta didik. Seorang guru diharapkan mampu memberikan penguatan karakter tanggung jawab peserta didik karena karakter tanggung jawab memiliki peranan penting dalam upaya meningkatkan pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan, karena dengan adanya tanggung jawab akan lebih dewasa dalam kegiatan pembelajaran. Selain itu dengan tanggung jawab dapat memecahkan masalah dan menumbuhkan percaya diri. Tujuan dari penelitian ini adalah : 1) Agar peserta didik dapat bertanggung jawab yang ia lakukan, 2) Menumbuhkan percaya diri, 3) Dapat memecahkan masalah. Upaya penguatan karakter tanggung jawab dalam pembelajaran terutama mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan adalah upaya yang dilakukan guru secara bertahap, baik di dalam kelas maupun di luar kelas untuk mencapai tujuan yaitu karakter tanggung jawab. Model yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data di analisis melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, Pengecekan keabsahan temuan data dilakukan dengan triangulasi. Berdasarkan hasil analisis data tersebut diperoleh hasil bahwa kegiatan yang efektif dalam penguatan karakter tanggung jawab peserta didik pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan dilakukan melalui kegiatan pembiasaan, keteladanan, serta pengondisian lingkungan sekolah yang meliputi tata tertib, kegiatan rutin dan pengondisian fasilitas sekola
PERBEDAAN HASIL BELAJAR SISWA ANTARA MENGGUNAKAN MODEL THINK PAIR SHARE DAN METODE CERAMAH
Inovasi dan kreasi dalam pendidikan sangat diperlukan, sehingga dapat mengantisipasi kondisi era revolusi industri 4.0, Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan hasil belajar siswa kelas X-A dan X-B. antara menggunakan Model Think Pair Share (TPS) dan metode ceramah. Teknik pengumpulan data menggunakan (a) Observsi, (b) Tes. Perbedaan hasil belajar peserta didik kelas X antara Model TPS dengan metode ceramah dibuktikan dengan hasil analisa data yang dihasilkan dengan t hitung sebesar 5.923, sedangkan t tabel adalah t(35,0.025) sebesar 2.030. Sehingga thitung lebih besar dari pada ttabel dengan nilai significant (sig 2-tailed) sebesar 0.000 lebih kecil setengah α = 0.025 dan proporsi (P), P = 0.000 dengan taraf kesalahan α sebesar 0.05 maka P<α. Oleh karena itu H0 ditolak dan Ha diterima. Hasil analisa data ini menunjukkan ada perbedaan hasil belajar peserta didik kelas X antara kelas yang penerapan Model TPS dengan kelas yang menerapkan metode ceramah pada mata pelajaran Ekonomi