Jurnal STKIP PGRI Jombang
Not a member yet
975 research outputs found
Sort by
IDENTIFIKASI SOAL TIPE HIGHER ORDER THINKING SKILLS (HOTS) PADA BUKU MATEMATIKA MATERI PERSAMAAN DAN PERTIDAKSAMAAN LINEAR SATU VARIABEL
Kurikulum 2013 menekankan pentingnya siswa memiliki keterampilan berpikir tingkat tinggi (HOTS), sehingga buku pada kurikulum 2013 harus memuat soal yang dapat melatih kemampuan HOTS. Penelitian bertujuan untuk mendeskripsikan soal yang ada pada buku matematika kelas VII berdasarkan aspek kognitif agar mencapai kompetensi dasar dan kompetensi inti. Penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Objek penelitian adalah soal latihan pada buku matematika kelas VII semester I bab persamaan dan pertidaksamaan linear satu variabel. Teknik pengumpulan dan analisis dilakukan dengan mengidentifikasi soal berdasarkan aspek kognitif yaitu C1-C6. Hasil dari penelitian ini adalah persentase soal untuk masing-masing tingkat kognitif adalah C2 (31,70%), C3 (56,09%), C4 (12,19%), C5 (0,0%), dan C6 (0,0%). Soal yang ada dibuku harus diperbaiki agar dapat meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa, sehingga tercapainya kompetensi dasar dan kompetensi inti. Kata kunci: : Analisis Soal, Taksonomi Bloom, HOT
ANALISIS SOAL TIPE HIGHER ORDER THINKING SKILL (HOTS)PADA BUKU MATEMATIKA SISWA MATERIBANGUN RUANG SISI DATAR
Higher Order Thinking Skill (HOTS) merupakan salah satu keterampilan penting yang harus dimiliki siswa. Berdasarkan hasil TIMSS dan PISA, HOTSsiswa masih berada taraf rendah. Rendahnya HOTS dikarenakan siswa kurang berpengalaman dalam mengerjakan soal-soal berlevel tinggi. Soal-soal dalam buku siswa merupakan salah satu cara melatih siswa dalam menyelesaikan soal tipe HOTS, sehingga buku siswa perlu memuat soal-soal HOTS. Penelitian bertujuan untuk menganalisis setiap butir soal tipe HOTS pada Buku Siswa.Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitis. Objek penelitianadalah soal-soal pada buku matematika siswa kurikulum 2013 edisi revisi terbitan erlangga materi bangun ruang sisi datar. Hasil penelitian menunjukan bahwa jumlah soal HOTS pada buku siswa sebanyak 29 soal dari 124 soal dengan proporsi 23,38%. Adapun persentase soal untuk tingkat menganalisis sebesar 22,58%, mengevaluasi sebesar 0,8 % dan mencipta sebesar 0%. Berdasarkan hasil pendeskripsian soal, maka perlu dikembangkan lagi soal-soal berbasis HOTS yang lebih variatif khususnya tingkat mengevaluasi dan mencipta Kata kunci: Analisis Soal, HOTS, Buku Siswa
PENERAPAN TEKNIK PEMBELAJARAN THINKING ALOUD PAIR PROBLEM SOLVING UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA
Penerapan metode ceramah dalam proses belajar mengajar menyebabkan peserta didik kurang aktif sehingga kemampuan pemahaman materi peserta didik kurang optimal dan masalah tersebut perlu dicarikan solusinya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peningkatan aktivitas dan hasil belajar matematika melalui penerapan teknik pembelajaran Thinking Aloud Pair Problem Solving (TAPPS) pada peserta didik kelas VIII MTs Darussalam Jombang. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Penelitian ini dilaksanakan dengan dua siklus yaitu siklus I dan siklus II. Peneliti memperoleh data dengan cara observasi dan tes. Instrumen yang digunakan adalah lembar pengamatan aktivitas dan lembar tes. Subjek penelitian adalah peserta didik kelas VIIIB MTs Darussalam Jombang tahun pelajaran 2016/2017 yang berjumlah 28 peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan rata – rata persentase aktivitas perserta didik dalam memperhatikan penjelasan guru siklus I sebesar 64,74% dan siklus II sebesar 86,16%, mengerjakan permasalahan yang diberikan siklus I sebesar 64,74% dan siklus II sebesar 87,95%, menuliskan dan menjelaskan penyelesaian masalah secara lisan siklus I sebesar 61,61% dan siklus II sebesar 88,40%, menyimak penyelesaian masalah dan memberikan tanggapan siklus I sebesar 62,50% dan siklus II sebesar 87,50%, terlibat aktif dalam diskusi kelompok siklus I sebesar 63,40% dan siklus II sebesar 87,06%, menuliskan kesimpulan siklus I sebesar 63,40% dan siklus II sebesar 86,61%. Hasil belajar peserta didik pada siklus I menunjukkan rata – rata 63,14 dengan ketuntasan klasikal sebesar 46,43%, sedangkan pada siklus II mendapatkan rata–rata 84,82 dengan ketuntasan klasikal sebesar sebesar 89,29%. Jadi penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan aktivitas dan hasil belajar matematika pada peserta didik kelas VIIIB MTs Darussalam Jombang dengan menerapkan teknik pembelajaran Thinking Aloud Pair Problem Solving. Kata kunci: Penerapan Teknik Pembelajaran Thinking Aloud Pair Problem Solving, Aktivitas Peserta Didik, Hasil Belaja
EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE MAKE A MATCH PADA HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA DI KELAS VII SMPN 1 NGRONGGOT
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektivitas model pembelajaran kooperatif tipe make a match pada hasil belajar matematika siswa di kelas VII SMPN 1 Ngronggot tahun pelajaran 2018/2019. Efektivitas model pembelajaran kooperatif tipe make a match dalam penelitian ini dilihat dari aktivitas guru, respon siswa dan hasil belajar siswa yang dilihat dari hasil tes.Berdasarkan hasil analisis data diperoleh hasil rata-rata aktivitas guru sebesar 82,5% (baik), hasil rata-rata angket respon siswa sebesar 83,9% (baik), dan perbedaan hasil belajar sebesar 24,41, perbedaan dimulai dengan hasil lebih baik dari hasil rata-rata pretest sebesar 50,3 menjadi 74,44 yaitu hasil rata-rata posttest. Hal ini didukung dengan analisis pada perbedaan rata-rata hasil belajar sebelum dan sesudah menggunakan model pembelajaran kooperaif tipe make a match dengan perhitungan melalui SPSSfor windows dengan versi 20.0 yaitu nilai , maka H0 ditolak. Sehinggaterdapat perbedaan rata-rata nilai sebelum dan sesudah penerapan model pembelajaran kooperatif tipe make a match terhadap hasil belajar matematika siswa di kelas VII SMPN 1 Ngronggot tahun pelajaran 2018/2019. Maka dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe make a match efektif pada hasil belajar matematika siswa di kelas VII SMPN 1 Ngronggot tahun pelajaran 2018/2019
Pengaruh Media Visual Komik Terhadap Hasil Belajar Keterampilan Menulis Teks Biografi Pada Siswa Kelas X MIPA 12 SMA Budi Utomo Perak Tahun Ajaran 2017/2018
Proses pembelajaran bahasa Indonesia di sekolah kerap menggunakan pembelajaran berbasis teks. Akan tetapi bila media pembelajaran yang kurang mendukung menyebabkan siswa merasa mengantuk, dan jenuh. Pemilihan media yang tepat dan bervariasi seperti media komik dipilih karena memiliki beberapa kelebihan di antaranya: 1) siswa pada umumnya suka membaca komik, 2) dapat dibaca kapan saja, 3) fleksibel, 4) materi yang dimuat dalam bentuk media komik mudah dipahami oleh guru dan siswa dalam kegiatan pembelajaran, 5) menyajikan ilustrasi gambar yang menarik dan dialog yang ringkas.Tujuan penelitian ini untuk megetahui apakah ada pengaruh dan kefektifan dari media visual komik terhadap hasil belajar keterampilan menulis teks biografi pada siswa kelas X MIPA 12 di SMA Budi Utomo Jombang tahun ajaran 2017/2018. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen model one group pretest-posttest design. Pengambilan data berdasarkan hasil pretest dan posttest yang bersifat subjektif. Selanjutnya dianalisis menggunakan uji t. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa hasil pada tabel paired samples t-test diperoleh yaitu Sig (2-tailed) 1,681, maka H1 diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh dari media komik terhadap hasil belajar menulis teks biografi siswa kelas X MIPA 12 di SMA Budi Utomo Jombang tahun ajaran 2017/2018.Kata kunci: Media Visual Komik, Hasil Belajar, Keterampilan Menuli
KALIMAT LUAS DALAM TALK SHOW KICK ANDY EPISODE KISAH SUKSES WANITA TERKUAT INDONESIA DI METRO TV
The syntactic study of compound sentence used in the talk show Kick Andy for the Success Story of the Strongest Indonesian Women on Metro TV. This is as the object of research. The discussion raised by the researcher relates to compound sentences, namely grammatical relationship on compond sentences and grammatical relationship on complex sentences.The method used in this research is descriptive qualitative method. The reason the researcher uses descriptive qualitative methods is to describe objectively about the compound sentences and complex sentences. The data source used in this research is the talk show Kick Andy for the Success Story of the Strongest Indonesian Women on Metro TV and the data analyzed in this study are compound and complex sentences.The results of the study found the form of compound sentences using conjunctions of equivalent namely KI1 + but (tapi) + KI2, KI1 + and (dan) + KI2, KI1 + but (tetapi) + KI2 and KI1 + then(lalu) + KI2. The forms of complex sentence are found using conjunctions of unequal, KI1 + because (karena)+ KB, KI1 + which (yang)+ KB, and KI1 + that(bahwa)+ KB
PEMEROLEHAN BAHASA KEDUA PADA ANAK USIA DINI DI TAMAN KANAK-KANAK DEWI MASYITHOH I KRATON KENCONG JEMBER
Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan urutan dan tahapan pemerolehan bahasa kedua, strategi pemerolehan bahasa kedua, dan faktor-faktor yang mempengaruhi pemerolehan bahasa kedua pada anak usia dini di Taman Kanak-Kanak Dewi Masyithoh I Kraton Kencong Jember. Untuk mencapai tujuan penelitian tersebut, di dalam penelitian ini digunakan pendekatan kualitatif deskriptif fenomenologis. Teknik pengumpulan datanya menggunakan teknik observasi dengan model simak cakap, teknik wawancara, dan studi dokumenter. Setelah data terkumpul dianalisis dengan menggunakan model spiral analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Urutan dan tahapan pemerolehan bahasa kedua pada anak usia dini meliputi: tahap satu kata ke dua kata dan tahap pemerolehan kalimat yang kompleks. (2) Strategi atau cara pemerolehan bahasa kedua pada anak usia dini yaitu (a) pemerolehan bahasa kedua secara terpimpin, dan (b) pemerolehan bahasa kedua secara alamiah. (3) Keberhasilan pemerolehan bahasa kedua pada anak usia dini dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain (a) faktor lingkungan, (b) faktor bahasa pertama, dan (c) faktor usia.
PENINGKATAN KETERAMPILAN MENYIMAK CERITA PENDEK MELALUI MEDIA PEMBELAJARANAUDIO-VIDIO PADA SISWA KELAS VSDN PESANTREN TEMBELANGJOMBANG
AbstrakBercerita atau mendongeng merupakan media komunikasi yang menjadi tradisi dari generasi ke generasi. Banyak sekali manfaat dari bercerita antara lain dapat membangun dan mengembangkan kepribadian anak. Mengingat pentingnya bercerita atau mendongeng maka penting bagi anak untuk bisa menangkap pesan cerita melalui ketrampilan menyimak. Pembelajaran menyimak di SDN Pesantren Tembelang mempunyai beberapa hambatan dalam pembelajaran, misalnya kurangnya kosentrasi siswa dalam pembelajaran menyimak, siswa sering melamun dan kadang juga ramai. Berdasarkan hal tersebut, peneliti melakukan pembelajaran yang kreatif dan inovatif untuk meningkatkan hasil belajar melalui media pembelajaran audio-vidio.Tujuan penelitian ini adalah untuk menigkatkan hasil belajar pada ketrampilan menyimak yang meliputi menentukan tema, latar kejadian, amanat cerita, menceritakan kembali.Penelitian tindakan kelas ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dan kualitatif. Instrumen pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu tes dan lembar angket. Subyek penelitian adalahsiswa kelas V sebanyak 20 siswa.Prosedur penelitian meliputi tahapan perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi. Berdasarkan hasil analisis data menunjukkan bahwa keterampilan menyimak cerita pendek meningkat dari siklus I ke siklus II.Pada pra siklus aktivitas belajar siswa sebesar 50% meningkat menjadi 65% pada siklus I dan pada siklus II aktivitas belajar siswa meningkat menjadi 80%. Hasil belajar siswa pada pra siklus nilai rata-rata 55 dengan ketuntasan klasikal 40% meningkat menjadi 65dengan ketuntasan klasikal 60% pada siklus I. Sedangkan pada siklus II nilai rata-rata 85 dengan ketuntasan klasikal 90%. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa media audio-vidio dapat meningkatkan ketrampilan menyimak cerita pendek siswa kelas V SDN Pesantren Tembelang tahun pelajaran 2015/2016. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi dunia pendidikan pada umumnya, khususnya bagi pembaca dan peneliti berikutnya
Pemerolehan Makna Pragmatis Dalam Tindak Tutur Direktif pada Anak Usia 5 Tahun
Pemerolehan bahasa merupakan fenomena yang hanya dimiliki oleh manusia. Namun, dalam menyikapi fenomena tersebut terdapat perbedaan dudut pandang di antara para ahli. Ada yang memandang bahasa seseorang merupakan hasil pajanan yang diperoleh dari lingkungannya. Sebaliknya, ada yang memandang bahasa merupakan kapasitas sejak lahir. Oleh karena itu, pemerolehan makna bahasa pada anak sangat esensial bagi perkembangan kemampuan komunikatifnya. Dalam kegiatan komunikasi, makna berperan dan berkedudukan sangat penting dalam penyusunan dan pemahaman pesan karena pada hakekatnya tujuan berbahasa adalah untuk mengkomunikasikan makna.Penelitian ini mendeskripsikan bentuk pemerolehan makna pragmatis dalam tindak tutur direktif pada anak usia 5 tahun. Bentuk-bentuk tuturan yang dideskripsikan dan dimaknai berdasarkan konteks tuturan dalam peristiwa tutur yang sedang terjadi.Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif yang digunakan untuk memotret pemerolehan makna pragmatis dalam tindak tutur direktif. Data penelitian ini berupa tuturan anak usia 5 tahun yang diindikasikan sebagai pemerolehan makna pragmatis dalam tindak tutur direktif. Data tersebut diperoleh dari tuturan anak usia 5 tahun di Jombang. Dalam penelitian ini, peneliti bertindak sebagai instrumen kunci. Oleh karena itu, kehadirannya wajib dalam pengumpulan data. Pengumpulan data menggunakan alat perekam untuk merekam tuturan anak dan alat tulis untuk mencatat konteks peristiwa tutur. Pada pengumpulan data, peneliti hanya mengamati tanpa terlibat dalam interaksi. Analisis data dengan memperhatikan konteks peristiwa tutur untuk memaknai semua data sampai memperoleh data temuan dan simpula
ANALISIS PENGEMBANGAN POTENSI EKONOMI LOKAL UNTUK MENGUATKAN DAYA SAING DAERAH DI KABUPATEN JOMBANG
Pembangunan daerah perlu memperhatikan potensi daerah, yang dilakukan dengan menelaah PDRB untuk melihat adanya potensi basis dan non basis dalam rangka mengoptimalkan hasil pembangunan guna mendapatkan tingkat kesejahteraan yang tinggi. Jika pemerintah menginginkan daerahnya berdaya saing, maka program pembangunannya harus berangkat dari pengembangan potensi ekonomi unggulannya. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengembangan potensi ekonomi lokal di Kabupaten Jombang. Serta Upaya pemerintah daerah Kabupaten Jombang dalam mendukung pengembangan potensi ekonomi lokal unggulan untuk memperkuat daya saing daerah. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif, dengan metode Locaion Quotient dan Shift Share. Hasil dari penelitian ini menyebutkan bahwa sektor yang paling potensial dikembangkan di Kabupaten Jombang yaitu, sektor industri pengolahan; listrik, gas, dan air bersih; serta sektor pertambangan dan penggalian. Sedangkan dukungan Pemerintah Kabupaten Jombang dilihat dari RPJPD danRPJMD serta alokasi APBD cenderung memprioritaskan pada sector yang kurang potensial seperti perdagangan, hotel, dan restoran; serta pertanian. Maka, pemerintah Kabupaten Jombang perlu memprioritas program pembangunan maupun pengalokasian anggarannya pada sektor unggulan