Jurnal STKIP PGRI Jombang
Not a member yet
975 research outputs found
Sort by
PROFIL KOMUNIKASI MATEMATIKA SISWA DALAM MEMECAHKAN MASALAH MATEMATIKA BERDASARKAN JENIS KELAMIN
Pengorganisasian berpikir matematika siswa dapat melalui komunikasi matematika baik secara lisan (verbal) maupun tulisan (nonverbal). Komunikasi matematika juga sangat terkait dengan kemampuan pemecahan masalah. Sebab, kemampuan memecahkan masalah adalah tujuan utama dalam pembelajaran matematika. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan profil komunikasi matematika tulis dan lisan siswa laki-laki dan perempuan dalam pemecahan masalah matematika. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan subjek penelitian siswa laki-laki dan perempuan kelas X MIA di MAN 4 Jombang. Instrumen penelitian yaitu tes pemecahan masalah dan pedoman wawancara. Pengumpulan data menggunakan tes dan wawancara. Data yang diperoleh ditriangulasi waktu. Analisis data meliputi tahapan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini menghasilkan profil komunikasi matematika tulis subjek laki-laki dalam pemecahan masalah SPLTV yaitu membuat model matematika menggunakan simbol matematika, menyajikan dan menggambarkan masalah kedalam cara, strategi, perhitungan menggunakan simbol matematika, serta menggeneralisasi jawaban. Sedangkan profil komunikasi matematika tulis subjek perempuan dalam memecahkan masalah SPLTV yaitu membuat model matematika menggunakan simbol matematika, menyajikan dan menggambarkan masalah kedalam cara, strategi, perhitungan menggunakan simbol matematika, serta menggeneralisasi jawaban menggunakan simbol matematika. Selanjutnya, profil komunikasi matematika lisan subjek laki-laki dalam pemecahan masalah SPLTV yaitu menyampaikan identifikasi masalah kedalam bahasa dan cara yang mudah dipahami dan dimengerti, strategi dan pehitungan penyelesaian serta generalisasi jawaban menggunakan simbol matematika. Sedangkan, profil komunikasi matematika lisan subjek perempuan dalam memecahkan masalah SPLTV yaitu menyampaikan identifikasi masalah kedalam bahasa dan cara yang mudah dipahami dan dimengerti tanpa menggunakan simbol matematika, strategi dan pehitungan penyelesaian serta generalisasi jawaban menggunakan simbol matematika
PENDIDIKAN KESEHATAN UNTUK MENINGKATKAN PENGETAHUAN IBU TENTANG UPAYA PENCEGAHAN COVID-19 DI PERUMAHAN PACUNG ASRI DESA BELALANG KABUPATEN TABANAN BALI
Perilaku masyarakat saat pandemi COVID-19 lebih memperhatikan kesehatan dengan mencuci tangan, menggunakan masker, dan membawa hand sanitizer ketika berpergian. Ibu dapat dijadikan kebijakan alternative untuk membentuk perilaku baik dalam upaya pencegahan COVID-19. Fenomena yang terjadi di Perumahan Pacung Asri Desa Belalang Kabupaten Tabanan Bali didapatkan beberapa Ibu memiliki perilaku kurang baik dalam upaya pencegahan COVID-19 seperti tidak mengenakan masker saat beraktivitas ke luar rumah, tetap berpergian ke luar kota walaupun daerah tersebut merupakan zona merah, berkumpul dengan banyak orang dan tidak mencuci tangan saat memasuki rumah setelah pulang dari berpergian. Pemberian informasi tentang upaya pencegahan COVID-19 diberikan melalui kegiatan pengabdian masyarakat. Proses kegiatan ini dimulai dari Ketua RT wilayah Perumahan Pacung Asri mengajukan surat permohonan untuk memberikan informasi kesehatan ke unit LPPM STIKES Katolik St Vincentius a Paulo, kemudian mendapat ijin dan dilakukan kegiatan pengabdian masyarakat. Hasil setelah dilakukan proses pendidikan kesehatan ada perubahan tingkat pengetahuan respoden dimana sebelum kegiatan didapatkan hasil tingkat pengetahuan responden yang baik sebanyak 18 responden (53%), 16 orang (47%) memiliki pengetahuan cukup tentang upaya pencegahan COVID-19. Tingkat pengetahuan setelah diberikan pendidikan kesehatan 34 orang (100%) memiliki pengetahuan baik. Berdasarkan kegiatan tersebut menunjukkan bahwa Pendidikan kesehatan dapat meningkatkan pengetahuan ibu mengenai upaya pencegahan COVID-19
ANALISIS KEMAMPUAN SISWA BERDASARKAN KECERDASAN REFLEKTIF DALAM MENYELESAIKAN SOAL OPEN ENDED
Pendidikan bagi siswa bertujuan untuk memberikan bekal untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Pelajaran matematika perlu diajarkan di semua jenjang pendidikan formal, mulai dari sekolah dasar sampai ke perguruan tinggi. Materi-materi dalam pelajaran matematika tersusun secara hirarkis dan konsep matematika yang satu dengan yang lainnyaa berkorelasi membentuk satu konsep baru yang lebih kompleks. Pemecahan masalah merupakan bagian yang sangat penting dalam pelajaran matematika. Siswa dituntut memiliki kemampuan memecahkan masalah yang meliputi kemampuan memahami masalah, merancang model matematika, menyelesaikan model, dan menafsirkan solusi yang diperoleh. Siswa tidak dapat menyelesaikan masalah mungkin dikarenakan karena dari tingkat kemampuan siswa yang masih kurang dan kecerdasan reflektif siswa dalam menyelesaikan masalah dengan pendekatan open ended. Berdasarkan penjelasan tersebut bahwa kemampuan siswa yang mempunyai kecerdasan reflektif perlu mendapat perhatian karena dapat mempengaruhi kemampuannya dalam menyelesaikan suatu masal matematika. Guru harus memperhatikan siswa yang mempunyai kecerdasan reflektif dapat menyelesaikan soal Open Ended. Tujuannya dari penelitian ini adalah untuk mendiskripsikan kemampuan siswa yang mempunyai kecerdasan reflektif dalam menyelesaikan soal open ended dalam pembelajaran. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Subjek pada penelitian ini adalah salah satu siswa kelas VIII Sains. Berdasarkan hasil jawaban I dan II dan hasil wawancara I dan II subjek sudah memenuhi indikator-indikator pada kecerdasan reflektif yaitu reacting, comparing dan contemplating
PROGRAM PENDAMPINGAN HILIRISASI PRODUK OLAHAN JAMUR PADA SISWA SMK PLUS UMAR ZAID JOMBANG
Tujuan Mata Pelajaran Produk Kreatif dan Kewirausahaan di SMK menurut Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan adalah menumbuhkan sikap wirausaha pada diri siswa yaitu melalui penciptaan produk dan kegiatan usaha menjual. Sejalan dengan tujuan tersebut tersebut guru SMK Plus Umar Zaid, Bandarkedungmulyo, Jombang telah melakukan praktik pembuatan produk olahan jamur yaitu kripik jamur. Akan tetapi di dalam praktiknya mengalami beberapa kendala yaitu kesulitan bahan baku dan kurang dapat dipasarkan karena produknya kurang kreatif. Dalam kegiatan pengabdian ini kami mengajak guru Mata Pelajaran Produk Kreatif dan Kewirausahaan beserta siswa siswi kelas XI AK SMK Plus Umar Zahid untuk berproses lebih melalui pendampingan yang dilakukan dalam beberapa tahap kegiatan yaitu kegiatan mengamati vidio inspiratif berupa profil wirausaha sukses meskipun dengan profesi sebagai polisi dan pelatihan budidaya jamur tiram. Tahap selanjutnya implementasi melalui KKN mahasiswa STKIP PGRI Jombang yaitu melihat langsung proses di lapangan mengenai budidaya jamur yang dipraktikkan oleh siswa siswa kelas XI AK SMK Plus Umar Zahid serta pengolahan produk jamur krispi dengan merk ”Ambyar” di sekolah/rumah. Tahap terakhir adalah output yaitu berupa produk jamur krispi rasa jeruk dengan merk ”Ambyar” dipasarkan baik secara mandiri maupun kelompok. Rangkaian kegiatan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan melalui program hilirisasi dimulai dari budidaya jamur sebagai bahan mentah sampai dengan pembuatan kripik jamur yang siap dipasarkan menimbulkan minat untuk berwirausaha bagi siswa-siswi kelas XI AK SMK Plus Umar Zahid Desa Semelo Kecamatan Bandarkedungmulyo Kabupaten Jombang meningkat. Untuk menambahkan/merangsang minat berwirausaha siswa diperlukan pendampingan di luar jam sekolah, agar mereka bisa melihat lebih dekat/riil proses kewirausahaan yang dilakukan oleh pelaku usaha melalui program pelatihan yang ada di masyarka
ANALISIS KEMAMPUAN PENALARAN MATEMATIS MAHASISWA DALAM PEMECAHAN MASALAH
Pendidikan memegang peran yang sangat penting bagi kelangsungan kehidupan manusia. Berawal dari kesuksesan di bidang pendidikan suatu bangsa menjadi maju. Pendidikan dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang menjadi tolak ukur kemajuan dan kemakmuran suatu bangsa. Oleh karena itu pendidikan sudah dimulai sejak manusia dilahirkan dalam keluarga, kemudian dilanjutkan dalam pendidikan formal, terstruktur, sistematis dalam lingkungan kampus. Penalaran matematis adalah kemampuan mahasiswa dalam menguji dugaan dan membuat kesimpulan. Sehingga indikator penalaran matematis dalam penelitian ini adalah (a) merepresentasikan Ide (Sense- making), (b) menentukan strategi penyelesaian (Conjecturing), (c) mengimplementasikan strategi (Convincing), (d) mengevaluasi kembali (Reflecting), dan (d) menggeneralisasi kesimpulan (Generalising). Memecahkan masalah adalah sebagai suatu usaha mencari jalan keluar dari suatu kesulitan guna mencapai suatu tujuan yang tidak begitu segera dapat dicapai. Memecahkan masalah matematika diperlukan indikator penalaran matematis berdasarkan teori Polya. Dimana langkah-langkahnya meliputi memahami masalah, merencanakan memecahkan masalah, melaksanakan perencanaan memecahkan masalah, dan melihat kembali penyelesaian. Oleh karena itu tujuan pada penelitian ini adalah: Mendeskripsikan penalaran matematis mahasiswa berkemampuan matematika tinggi dalam memecahkan masalah; Mendeskripsikan penalaran matematis mahasiswa berkemampuan matematika sedang dalam memecahkan masalah dan mendeskripsikan penalaran matematis mahasiswa berkemampuan matematika rendah dalam memecahkan masalah. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian adalah mahasiswa Semester VI STKIP PGRI. Subjek dipilih berdasarkan kemampuan matematika tinggi, sedang, dan rendah. Hasil dari penelitian ini adalah analisis kemampuan penalaran matematis mahasiswa berkemampuan matematika tinggi dalam pemecahan masalah yaitu subyek dikatakan memenuhi komponen Sense- making, Conjecturing , Convincing, Reflecting dan Generalising dalam pemecahan masalah. Analisis kemampuan penalaran matematis mahasiswa berkemampuan matematika sedang dalam pemecahan masalah yaitu subyek dikatakan tidak memenuhi komponen Reflecting dalam pemecahan masalah karena subyek kurang teliti dalam memeriksa hasil pada masalah yang diselesaikan subyek kemampuan sedang cenderung kurang sistematis (kurang lengkap) dalam menjawab soal karena tidak memeriksa hasil pekerjaannya (mengoreksi kembali). Analisis kemampuan penalaran matematis mahasiswa berkemampuan matematika rendah dalam pemecahan masalah yaitu subyek dikatakan tidak memenuhi komponen Convincing dalam pemecahan masalah karena subyek cenderung kurang teliti dalam memeriksa setiap langkah pengerjaan soal,
GRIYA BELAJAR ANAK SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KUALITAS PENDIDIKAN MASA PANDEMI COVID19 DI DESA SAMBONG DUKUH
Pada masa pandemi Covid 19 saat ini, pendidikan dilaksanakan dengan pembelajaran sistem online. Namun, pembelajaran dengan online ini membuat sebagian anak di desa Sambong Dukuh menjadi ketergantungan untuk tidak hanya online dalam pembelajaran tetapi juga dalam bermain game online. Mahasiswa KKN TEMATIK DR-DT memunculkan ide untuk mendirikan Griya Belajar Anak dengan tujuan untuk meminimalisir aktivitas bermain game online pada anak-anak di masa pandemi Covid-19 ini. Griya Belajar Anak (GRIBELA) merupakan bimbingan belajar yang memfasilitasi anak-anak dalam menerima pembelajaran secara gratis baik akademik maupun non akademik. Selain itu, di GRIBELA membuka kesempatan bagi masyarakat terutama yang berbackground pendidikan untuk melakukan pengabdian menjadi Volunteer di GRIBELA. Tahapan kegiatan bimbingan belajar ini meliputi persiapan, pelaksanaan kegiatan, evaluasi, serta penyusunan laporan. Hasil dari kegiatan bimbingan belajar di GRIBELA berupa respon positif masyarakat terutama orangtua terhadap proses belajar anak-anaknya yang lebih antusias belajar, baik dibidang akademik maupun non akademik sehingga dapat meningkatkan kualitas pendidikan di desa Sambong Duku
NILAI-NILAI PENDIDIKAN KARAKTER PADA NOVEL MATA DAN RAHASIA PULAU GAPI KARYA OKKY MADASARI
Pendidikan karakter merupakan sebuah aset yang sangat penting di dalam kehidupan manusia yang harus diterapkan sejak dini mungkin. Karena dengan adanya pendidikan karakter yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari diharapkan dapat membentuk karakter manusia. Nilai-nilai pendidikan karakter yang terdapat dalam novel Mata dan Rahasia Pulau Gapi karya Okky Madasari diharapkan dapat membentuk karakter pembaca terutama anak-anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai-nilai pendidikan karakter pada novel Mata dan Rahasia Pulau Gapi karya Okky Madasari. Dalam penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif. Hasil dari penelitian ini yaitu nilai-nilai pendidikan karakter yang terdapat dalam novel “Mata dan Rahasia Pulau Gapi” karya Okky Madasari yakni religius, jujur, disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, rasa ingin tahu, bersahabat, cinta damai, gemar membaca, peduli lingkungan, peduli sosial
THE ROLES OF VISUAL ELEMENTS IN ENGLISH SPOKEN MEDIA FOR EFL TEACHING SPEAKING: A LITERATURE REVIEW
Speaking is the ability to say a sentence to communicate or articulate intentions, ideas, beliefs, and feelings that are formed and organized in a suitable way for the listener's needs so that what is expressed can be understood. Someone must communicate orally in spoken communication, efficiently and transmitting information to the listener or other so that the audience can comprehend the speaker's stated goals and objectives. In Indonesia, the problems faced by students regarding their speaking performance is related to not only their linguistic and personality factors, but also the types of classroom tasks provided by the teachers. Thus, this section suggests that teachers have an important role in fostering learners ability to speak English well. To address this issue, teacher can use audio visual media. Visual elements contained in the media, can help in advancing the student’s language aptitude. The use of the visual content, particularly that of video, assists the learning in their academic endeavours
Efektivitas pembelajaran pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan secara online
Munculnya virus Covid 19 dari Wuhan China mengakibatkan beberapa perubahan terutama pada sektor pendidikan khususnya di Indonesia. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui keefektifan pembelajaran PJOK secara daring di MIN 5 Lampung Utara. Penelitian ini merupakan laporan kuantitatif yang memanfaatkan strategi tinjauan umum dengan survei online. Informasi dibedah menggunakan statistik diskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah 106 siswa/i MIN 5 Lampung Utara Tahun ajaran 2020/2021. Mengingat hasil dari penelitian ini disadari bahwa dalam pembelajaran PJOK secara daring berjalan kurang efektif. Aplikasi yang dinilai paling mudah dipergunakan oleh guru dan siswa adalah Google Classroom dan WhatsApp, menggunakan model pembelajaran penugasan individu serta penugasan yang paling mudah dipahami adalah soal pilihan ganda kendala yang dialami murid selama pembelajaran daring adalah permasalahan kuota internet
PENYULUHAN GIZI UNTUK MENINGKATKAN IMUNITAS KEPADA IBU HAMIL DAN IBU MENYUSUI DI LIDAH KULON, LAKARSANTRI, SURABAYA
Pihak puskesmas Lidah Kulon telah membentuk komunitas ibu-ibu hamil dan menyusui di Lidah Kulon. Kegiatan kampung asi diantaranya penyuluhan dan kunjungan rumah. Ibu-ibu hamil dan menyusui di Lidah Kulon dipilih sebagai sasaran pengabdian masyarakat gizi untuk meningkatkan imunitas karena kondisi lingkungan Lidah Kulon masih seperti pedesaan, taraf pendidikan ibu rumah tangga masih rendah, hidupnya sederhana dan bekerja hanya mengurus rumah tangga saja. Materi gizi untuk meningkatkan imunitas dirasa perlu diberikan karena di saat pandemi covid-19, tubuh perlu memperoleh asupan gizi yang mencukupi untuk mencegah penularan covid-19. Ibu hamil dan menyusui merupakan kelompok rentan tertular covid-19. Metode pengabdian masyarakat adalah penyuluhan menggunakan buku booklet gizi untuk meningkatkan imunitas serta pemberian bahan makanan yang mengandung gizi tertentu. Penyuluhan dilakukan oleh dosen dan mahasiswa. Kegiatan pengabdian masyarakat berjalan dengan lancar dan menerapkan protokol kesehatan. Melalui kegiatan pretest dan posttest dapat diketahui bahwa terjadi peningkatan pengetahuan ibu-ibu hamil dan menyusui terkait gizi untuk imunitas. Seluruh peserta mengikuti kegiatan dengan antusias. Seluruh peserta mengikuti rangkaian kegiatan dari mulai pretest hingga posttes