Jurnal STKIP PGRI Jombang
Not a member yet
975 research outputs found
Sort by
INTEGRASI SOFT SKILLS DALAM PEMBELAJARAN
Soft skills adalah keterampilan interpersonal yang berhubungan dengan kemampuan individu untuk berinteraksi dengan orang lain secara efektif. Keterampilam ini tidak mudah diukur, tetapi dapat diamati dengan melihat ketika seseorang berinteraksi dengan orang lain. Soft skills melengkapi hard skills (bagian dari IQ), yang merupakan persyaratan teknis pekerjaan dan banyak kegiatan lainnya. Soft Skill atau keterampilan lunak merupakan tingkah laku personal dan interpersonal yang dapat mengembangkan dan memaksimalkan kinerja manusia (melalui pelatihan, pengembangan kerja sama tim, inisiatif, dan pengambilan keputusan lainnya
PENGARUH PROGAM PENDAMPING GIZI TERHADAP POLA ASUH MAKAN DAN STATUS GIZI BALITA
Masalah gizi kurang pada balita masih menjadi masalah kesehatan utama di dunia termasuk negara. Permasalahan gizi secara nasional saat ini adalah balita gizi kurang dan balita gizi buruk. Berdasarkan survey pemantauan status gizi (PSG) di Kabupaten Probolinggo mengalami peningkatan kasus gizi buruk diperoleh angka prevalensi gizi kurang menurut BB/U padatahun 2017sebesar 9,44%, meningkat dibandingkan tahun 2016 yaitu terdapat 8,65% balita gizi kurang. Balita dianggap resiko gizi terbesar karena pola pemberian makan yang buruk berdampak pada pertumbuhan dan perkembangan. Hal tersebut menyebabkan kelompok usia balita terjadi peningkatan risiko morbiditas dan mortalitas. Berdasarkan studi pendahuluan pada bulan April 2018 didapatkan data bahwa Probolinggo mendapat peringkat kedua untuk daerah gizi kurang di Jawa Timur. Di Tahun 2017 terdapat 130 balita yang mengalami gizi kurang tepatnya di Pesisir Kalibuntu Kabupaten Probolinggo. Penyebab gizi kurang adalah karena pola dan asupan makanan balita yang mengandung gizi kurang. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental,yaitu dengan mengukur kenaikan/perbandingan pola asuh makan dan status gizi sebelum dan sesudah progam pendamping gizi. Populasi dalam penelitian ini adalah semua balita dengan gizi kurang di Pesisir Kalibuntu Kabupaten Probolinggo sebanyak 130 orang. Sampling menggunakan Total Sampling.Sampel adalah seluruh ibu yang mempunyai balita gizi kurang dan gizi burukdi Pesisir Kalibuntu KabupatenProbolinggo sebanyak 130 orang. Pengumpulan Data menggunakan lembar Observasi dan wawancara. Analisis data univariat menggunakan distribusi frekuensi, analisis bivariat menggunakan wilcoxon match paired test dan analisis multivariate menggunakan regresi logistik kemudian ditarik kesimpulan. Hasil uji regresi logistik diperoleh besarnya nilai Exp (B) pada analisis regresi logistik pola asuh makan memiliki nilai 85,008 yang berarti bahwa pola asuh makan memiliki peluang 85,008 kali untuk berubah. Sedangkan variabel status gizi memiliki nilai Exp (B) sebesar 3,663, dari hasil tersebut dapat dijelaskan bahwa status gizi memiliki peluang meningkat 3,663 kali
KEAKTIFAN KADER POSYANDU DALAM PENYULUHAN KEPADA SASARAN DAN MEMPERSIAPKAN PERSALINAN AMAN DAPAT MENCEGAH KEMATIAN NEONATAL
Angka Kematian Bayi (AKB) di Indonesia masih tergolong tinggi walaupun secara nasional sudah mengalami penurunan. Upaya pemerintah dalam percepatan penurunan angka kematian ibu dan bayi baru lahir melalui Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K) masih belum diterapkan secara optimal. P4K akan berjalan dengan baik jika peran aktif tidak hanya dari bidan, tetapi juga dari ibu, suami, keluarga, masyarakat dan kader posyandu.Tujuan penelitian ini adalah menganalisis keaktifan kader posyandu dalam penyuluhan kepada sasaran dan mempersiapkan persalinan aman sehingga dapat mencegah kematian neonatal. Rancang bangun yang digunakan adalahrestrospective study dengan populasi seluruh kader posyandu.Teknik sampling menggunakan purposive sampling dan diperoleh sampel 66 kader posyandu yang memenuhi kriteria inklusi. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan wawancara. Analisis data menggunakan chi square test.Hasil penelitian menginformasikan bahwa sebagian besarkader posyandukurang berperan aktif dalam memberikan penyuluhan kepada sasaran dan dalam mempersiapkan persalinan yang aman.Sehingga ada pengaruh peran aktif kader posyandu dalam memberikan penyuluhan kepada sasarandan mempersiapkan persalinan aman terhadap kematian neonatal
JUMLAH PASANGAN SEKSUAL DAN KONSISTENSI PENGGUNAAN KONDOM PADA KOMUNITAS HOMOSEKSUAL SEBAGAI FAKTOR RISIKO PENULARAN HIV AIDS
Hasil pemetaan oleh KPA Kota Bukittinggi terdapat 67 titik hospot homoseksual dengan populasi kunci sebanyak 456 orang. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui keterkaitan jumlah pasangan seksual dan pemakaian kondom pada komunitas homoseksual dengan kejadian HIV AIDS. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain case control. Populasi kasus adalah semua homoseksual di Kota Bukittinggi tahun 2017 sebanyak 465 orang dan jumlah sampel kasus 19 orang (homoseksual dengan HIV +) dan sampel kontrol 19 orang (homoseksual HIV -). Teknik pengambilan sampel kasus dengan simple random sampling dan kontrol dengan purposive sampling (berdasarkan kelompok kasus). Data kuantitatif dikumpulkan dengan menggunakan kuisioner. Data kuantitatif dianalisis dengan uji chi-square (CI 95%) Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah pasangan seksual (OR=11,688; CI 95%), dan pemakaian kodom (OR = 16,200; CI 95%) merupakan faktor risiko penularan HIV AIDS pada komunitas homoseksual, dan secara statistik terdapat hubungan jumlah pasangan seksual (p= 0,002) dan pemakaian kondom (p= 0,003) dengan penularan HIV AIDS pada komunitas homoseksual. Dapat disimpulkan bahwa responden yang mempunyai > 1 pasangan seksual, 11,688 kali berisiko untuk tertular HIV dibandingkan dengan responden yang hanya mempunyai 1 pasangan seksual. Dan responden yang tidak konsisten menggunakan kondom, 16,200 kali berisiko untuk tertular HIV dibandingkan dengan responden yang konsisten menggunakan. Diharapkan kepada pihak terkait dalam pencegahan dan penanggulangan HIV AIDS untuk dapat membuat sebuah program pecegahan dan penanggulangan HIV AIDS pada komunitas homoseksual mengenai hubugan seks yang aman pada komunitas homoseksual. Diperlukan program spesifik tentang pencegahan penularan HIV AIDS khususnya pada komunitas homoseksual yang dapat dimotoring dan dievaluasi secara berkala
ANALISIS FAKTOR BUDAYA,SOSIAL,PRIBADI, DAN PSIKOLOGI DALAM KEPUTUSAN PEMBELIAN DI BRAVO SWALAYAN JOMBANG
Persaingan swalayan di Jombang semakin ketat, baik untuk swalayan kecil maupun swalayan besar. Hal ini menyebabkan banyak swalayan terutama swalayan besar sepi pengunjung. Namun Bravo Swalayan tetap memiliki banyak pengunjung. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor mana (faktor budaya sosial,pribadi,dan psikologi) yang mempengaruhi konsumen untuk melakukan pembelian di bravo swalayan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan teknik analisis data menggunakan analisis faktor (analisis jalur). Jumlah responden sebanyak 100 orang, dipilih secara kebetulan (accidental sampling). Hasil penelitian menunjukkan terdapat 2 faktor yang berpengaruh yaitu faktor psikologis dan faktor sosial. Dengan demikian bisa disimpulkan faktor yang dominan mempengaruhi konsumen untuk berbelanja di Bravo Swalayan adalah faktor psikologis yang terdiri dari faktor persepsi dan gaya hidup, serta faktor sosial yang terdiri dari faktor sub budaya dan kelompok referensi. Bravo swalayan diharapkan lebih memperhatikan faktor persepsi, gaya hidup, sub budaya dan kelompok referensi untuk bisa mempertahankan atau meningkatkan jumlah konsume
PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS IV MELALUI PENDEKATAN PENDIDIKAN MATEMATIKA REALISTIK
Piaget menyatakan bahwa usia SD dalam proses belajar dalam tahap kegitan fisik dengan melalui benda konkrit. Matematika yang ada pada hakekatnya merupakan suatu ilmu yang cara berpikirnya masih pada tahap operasi konkret, harus diberikan kepada siswa sejak SD. Pada siswa kelas IV SDN Daditunggalmasalah yang ada siswa saat diberi tugas guru, sebagian besar masih bingung dalam memecahkan masalah yang diberikan jika tidak sama persis dengan contoh yang diberikan oleh guru, kesulitan siswa terlihat dari lamanya waktu mengerjakan soal.Salah satu solusi untuk mengatasi masalah di atas adalah dengan pendekatan Pendidikan Matematika Realistik (PMR) yaitu pendekatan pembelajaran matematika yang merubah dari abstrak menjadi konkret bagi siswa. Tujuan Penelitian ini untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas IV SDN Daditunggal.Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan menggunakan dua siklus. Satu siklus terdiri dari empat tahapan yaitu perencanaan, tindakan, pengamatan dan refleksi. Metode pengumpulan data adalah metode observasi dan tes. Validasi instrumen dilakukan oleh validator ahli yaitu dosen matematika. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IV SDN Daditunggal Ploso Jombang yang terdiri dari 34 siswa. Berdasarkan hasil penelitian pada siklus I dan II terlihat peningkatan aktivitas siswa pada siklus I sebesar 68,81% dengan kriteria cukup baik (C) pada siklus II menjadi 89,83% dengan kriteria sangat baik (A). Ketuntasan hasil belajar siswa siklus I sebesar 68% dengan rata-rata 74,76 dan siklus II sebesar 91% dengan rata-rata 86,38.Pada siklus II telah tercapai kriteria keberhasilan yaitu aktivitas siswa dan hasil belajar siswa mencapai ≥ 76% secara klasikal maka dengan pendekatan PMR dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa.
PENGEMBANGAN BUKU AJAR EKONOMI INDONESIA
Buku ajar ekonomi Indonesia yang selama ini sudah ada belum secara spesifik memasukkan nilai-nilai keindonesiaan yang diantaranya; nasionalisme, cinta tanah air dan demokrasi. Pengembangan buku ajar ekonomi Indonesia sangat diperlukan agar siswa mampu memahami kompetensi serta melakukan pengkajian secara mendalam permasalahan ekonomi di Indonesia. Buku ajar disajikan dengan ruang lingkup permasalahan kontekstual sehingga mahasiswa dapat menganalisis persoalan-persoalan / isu-isu terkait kondisi perekonomian Indonesia. Tujuan buku ajar ini merekonstruksi konsep antara teori dan praktek yang disajikan dalam setiap pokok bahasan materi ekonomi Indonesia dengan menginternalisasikan nilai-nilai keindonesiaan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Research and Development. Pada penelitian ini model yang digunakan adalah Instructional Design Dick and Carey. Berdasarkan hasil validasi ahli materi mendapatkan nilai “sangat layak”. Uji coba validasi ahli media dan validasi ahli bahasa mendapatkan nilai “layak”. Hasil implementasi penilaian dari mahasiswa diperoleh nilai “sangat baik”. Pengembangan buku ajar ekonomi indonesia ini sangat penting karena sesuai tujuan yaitu dapat menginternalisasikan nili-nilai keindonesiaa
PEWARNAAN TITIK PADA GRAF DENGAN MENGGUNAKAN ALGORITMA PEWARNAAN BARISAN SEDERHANA DALAM PENATAAN BUKU PERPUSTAKAAN
Perpustakaan sekolah memberikan manfaat yang sangat berharga dalam upaya meningkatkan aktivitas siswa serta meningkatkan kualitas pendidikan dan pengajaran. Dalam prosesnya, di perpustakaan juga terdapat berbagai kendala dan permasalahan yang sering dihadapi. Permasalahan yang paling umum adalah penataan buku perpustakaan. Permasalahan tersebut bisa diselesaikan dengan ilmu matematika. Cabang dari ilmu matematika yang bisa digunakan untuk menyelesaikan permasalahan penataan buku perpustakaan adalah Teori Graf, yang mempunyai aplikasi yang sangat luas dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam berbagai bidang ilmu lainnya. Berdasarkan haltersebut, peneliti mencobauntukmenerapkan pewarnaan titik pada graf dengan menggunakan algoritma pewarnaan barisan sederhana dalam penataan buku perpustakaan di SMK PGRI 2 Jombang Tahun 2019/2020. Tujuan penelitian adalah mendeskripsikan penerapan pewarnaan titik pada graf dengan menggunakan algoritma pewarnaan barisan sederhana dalam penataan buku di perpustakaan SMK PGRI 2 Jombang tahun 2019/2020. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan menggunakan instrument penelitian berupa pedoman wawancara dan dokumentasi. Prosedu rpenelitian dimulai dengan tahap pra-lapangan, dilanjutkan dengan tahap lapangan dan diakhiri dengan tahap analisis data. Pengumpulan data dilakukan pada tanggal 16 Juli tahun 2019. Data yang diperoleh dari sekolah berupa data buku perpustakaan SMK PGRI 2 Jombang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penataan buku di perpustakaan dapat dilakukan dengan menggunakan algoritma pewarnaan barisan sederhana dan diperoleh 5 warna yang berbeda yang menunjukkan bahwa untuk menata buku di perpustakaan SMK PGRI 2 Jombang dibutuhkan minimal 5 rak buku. Adapun rincian rak buku yaitu, pada rak I diisi buku jurusan TKJ, rak II diisi buku untuk semua jurusan, rak III diisi buku jurusan listrik, rak IV diisi buku jurusan mesin dan rak V diisi buku jurusan otomotif
ANALISIS POLA KOMUNIKASI PASANGAN DENGAN KINERJA KADER KESEHATAN JIWA
Penderita gangguan jiwa dapat menjadi beban tersendiri terutama pada diri sendiri, keluaga dan masyarakat.Salah satu upaya dukungan masyarakat yaitu dibentuknya kader kesehatan jiwa.Kader kesehatan jiwa memiliki peranan yang sangat penting sebagai mediator dari pelayanan kesehatan untuk melakukan penyuluhan, pencegahan, serta dukungan perawatan pada pasien gangguan jiwa.Kader kesehatan jiwa dalam menjalankan perannya tersebut terlebih dahulu harus mempunyai kondisi sehat baik secara jiwa dan raga, mendapatkan dukungan dari keluarga kader terutama pasangan.Tujuan penelitian adalah menganalisis pola komunikasi pasangan dengan kinerja kader kesehatan jiwa. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah analitik korelasi dengan menggunakan desain penelitian cross sectional. Populasi dan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh kader kesehatan jiwa Desa Karangbong Kecamatan Pajarakan Kabupaten Probolinggo dengan tehnik total sampling sejumlah 25 orang yang telah mendapatkan pelatihan kader kesehatan jiwa sebelumnya sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Pengumpulan data menggunakan kuesioner.Selanjutnya dilakukan tabulasi dan analisa data menggunakan uji Spearman Rank untuk menganalisis hubungan pola komunikasi pasangan dengan kinerja kader kesehatan jiwa. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan nilai ƥ = 0.000 < α 0.05,sehingga Ho ditolak dan H1 di terima artinya ada hubungan antara pola komunikasi pasangan dengan kinerja kader kesehatan jiwa. Salah satu bentuk dukungan keluarga terutama pasangan adalah komunikasi pasangan, komunikasi ini menjadi aspek penting dalam menjaga hubungan yang harmonis dalam keluarga, dan diperlukan agar kader kesehatan jiwa dapat merasa nyaman dan percaya diri dalam mengemban tugasnya dalam membantu keluarga dengan skizofreni
PENERAPAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING MELALUI KEGIATAN WISATA BELAJAR TERINTEGRASI UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN BELAJAR SISWA SMPIT INSAN KAMIL SIDOARJO
Kurangnya keterlibatan siswa dalam proses belajar berdampak pada kesulitan mereka dalam memahami konsep pelajaran IPS di SMPIT Insan Kamil. Hasil penilaian ketrampilan dalam berdiskusi dan presentasi, siswa tampak belum melakukan diskusi yang optimal antar siswa baik pada saat diskusi kelompok ataupun pada saat presentasi hasil diskusi. Kelompok yang dikategorikan sudah memiliki keaktifan belajar yang “baik” hanya 50% saja, namun masih perlu ditingkatkan kembali. Tujuan penelitian untuk membuktikan dengan penerapan CTL melalui Kegiatan Wisata Belajar Terintegrasi 2018 dapat meningkatkan keaktifan belajar siswa kelas VII SMP IT Insan Kamil Sidoarjo Penelitian dilaksanakan dengan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model siklus. Prosedur kerja dirancang minimal tiga siklus sesuai dengan tingkat permasalahan dan kondisi yang akan ditingkatkan, setiap siklus terdiri dari 4 tahapan yaitu: perencanaan, tindakan, pengamatan (observasi) dan refleksi.Subjek penelitian adalah siswa kelas VII SMP IT Insan Kamil tahun ajaran 2017/2018 dengan jumlah keseluruhan 108 siswa. Objek penelitian adalah keaktifan belajar siswa dan contextual teaching and learning. Teknik pengumpulan data berupa pengamatan atau observasi , dokumentasi dan catatan lapangan.Hasil penelitian menunjukan penerapan strategi pembelajaran kontekstual (CTL) melalui Kegiatan Wisata Belajar Terintegrasi 2018 mampu meningkatkan keaktifan belajar siswa . Keaktifan berdiskusi meningkat dari sebelum tindakan 50% siswa memiliki keaktifan “sangat baik” menjadi 75% siswa setelah siklus 1, 88% siswa setelah siklus 2 dan 100% siswa setelah siklus 3. Keaktifan kinerja juga meningkat dari sebelum tindakan 50% siswa memiliki keaktfian “sangat baik” menjadi 75% siswa setelah siklus 1, 88% siswa setelah siklus 2 dan 100% siswa setelah siklus 3. Keaktifan menyusun laporan juga meningkat dari sebelum tindakan 50% siswa memiliki keaktfian “sangat baik” menjadi 56% siswa setelah siklus 1, 94% siswa setelah siklus 2 dan 81% siswa setelah siklus 3