Jurnal STKIP PGRI Jombang
Not a member yet
975 research outputs found
Sort by
PERAN TEMAN SEBAYA DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR PESERTA DIDIK DI MAN 1 JOMBANG
Proses interaksi peserta didik dengan teman sebaya sangat penting dilakukan karenan memiliki peranan penting dalam menumbuhkan motivasi belajar peserta didik. Proses interaksi teman sebaya dalam meningkatkan motivasi belajar tersebut dapat terjadi didalam sekolah ataupun diluar sekolah bentuk kegiatannya berupa kegiatan belajar bersama berdisukusi dan pemberian dukungan sosial emosional. Tujuan penelitian ini mendiskripsikan peran dan dampak teman sebaya dalam meningkatkan motivasi belajar peserta didik di MAN 1 jombang. Alasan pemilihan topik karena saat ini banyak berita-berita tentang pengaruh positif dan negatif teman sebaya dilingkungan peserta didik. Metode yang digunakan dalam penelitian mengunakan pendekatan kualitatif yaitu dengan melakukan observasi wawancara dan dokumentasi.Hasil penelitian yang didapatkan adalah peran teman sebaya sangat penting dalam meningkatkan motivasi belajar peserta didik, peran –peran tersebut dilakukan dengan cara teman sebaya sebagai teman belajar dan dengan pemberian duukungan sosial emosional dual hal tersebut sangat beperan terhadap mengingkatnya motivasi belajar peserta didik
PELATIHAN PENGEMBANGAN BAHAN AJAR PENJASKES BERORIENTASI PADA MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF
Pengabdian ini bertujuan untuk mengembangkan bahan ajar Penjaskes berorientasi pada Media Pembelajaran Interaktif pada Guru PJOK di Kecamatan Belitang Oku Timur yang dapat digunakan untuk mendukung pembelajaran. Media pembelajaran ini dibuat dengan mengkombinasikan macam macam obyek multimedia, yaitu teks, gambar, animasi, audio, video, dan tombol interaktif. Pengabdian ini dilaksanakan di Kecamatan Belitang Oku Timur. Obyek pengabdian ini adalah media pembelajaran interaktif. Tahap pengabdian meliputi (1) pendampingan, (2) pelaksanaan kegiatan, (3) pelatihan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah menggunakan angket yang dianalisis secara deskriptif. Populasi penelitian adalah guru PJOK Kecamatan Belitang Oku Timur. Hasil pengabdian ini adalah guru mampu mempraktekan dan guru bersedia mensosialisasikan tentang bahan ajar berbasis multimedia interaktif yang sudah dibuat. Berdasarkan hasil dan pembahasan disimpulkan bahwa kegiatan pelatihan Pengembangan Bahan Ajar Berbasis Media Pembelajaran Interaktif yang dilaksanakan di Belitang sangat cocok diterapkan pada Guru PJOK. Guru mampu mempraktekkan bahan ajar menggunakan media pembelajaran dan juga mampu menjelaskan langkah-langkah kepada rekan sejawat
PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA PESERTA DIDIK KELAS VIII4 SMP NEGERI 8 PEKANBARU
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya kesenjangan antara hasil belajar yang diharapkan dengan hasil belajar yang dicapai peserta didik kelas VIII4 SMP Negeri 8 Pekanbaru. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperbaiki proses pembelajaran dan meningkatkan hasil belajar matematika dengan menerapkan model Problem Based Learning. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini dilaksanakan dalam dua siklus. Siklus I terdiri dari tiga pertemuan dan satu penilaian harian, serta siklus II terdiri dari dua pertemuan dan satu penilaian harian. Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas VIII4 SMP Negeri 8 Pekanbaru semester ganjil Tahun Ajaran 2019/2020 sebanyak 40 orang, terdiri dari 20 orang perempuan dan 20 orang laki-laki dengan kemampuan yang heterogen. Instrumen penelitian yang digunakan adalah perangkat pembelajaran dan instrumen pengumpulan data. Perangkat pembelajaran terdiri dari silabus, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD), sedangkan instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah lembar pengamatan dan tes hasil belajar. Lembar pengamatan dianalisis secara kualitatif deskriptif, dan tes hasil belajar secara kuantitatif statistik. Hasil data aktivitas guru dan peserta didik, terlihat bahwa terjadi perbaikan proses pembelajaran setelah diterapkan model Problem Based Learning. 60% Peserta didik terlibat secara aktif dalam kegiatan pembelajaran, 27,5% peserta didik mengajukan pertanyaan terkait proses pembelajaran, 80% keaktifan peserta didik dalam kelompok, dan 35% peserta didik berani dalam menunjukkan kemampuan. Data yang diperoleh dari tes hasil belajar matematika peserta didik menunjukkan bahwa jumlah peserta didik yang mencapai KKM aspek pengetahuan dari skor dasar ke penilaian harian I dan dari penilaian harian I ke penilaian harian II masing-masing meningkat, yaitu dari 32,5% menjadi 52,5% kemudian 72,5%. Jumlah peserta yang mencapai KKM aspek keterampilan dari ulangan harian I ke ulangan harian II mengalami peningkatan, yaitu dari 57,5% menjadi 70%. Dari analisis data tersebut, disimpulkan bahwa penerapan model Problem Based Learning dapat memperbaiki proses pembelajaran dan meningkatkan hasil belajar matematika peserta didik yang mencapai KKM di kelas VIII4 SMP Negeri 8 Pekanbaru.Kata kunci: : Hasil Belajar Matematika, Model Problem Based Learning, Penelitian Tindakan Kela
PENGEMBANGAN MEDIA INTERAKTIF GERAK DASAR DENGAN PEMBELAJARAN VIRTUAL DI SEKOLAH INDONESIA BANGKOK THAILAND
AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui kevalidan dan kelayakan media pembelajaran interaktif gerak dasar dengan pembelajaran virtual yang digunakan sebagai bentuk inovasi penggunaan internet of things.“Untuk jenis penelitian ini adalah “Research and Development”. Desain penelitian “menggunakan model “ADDIE”. Produk yang dihasilkan dalam penelitian ini adalah media pembelajaran interaktif yang disingkat dengan nama “GAKDEJAVU”. Subjek penelitian adalah kelas IV SD di Sekolah Indonesia Bangkok yang berjumlah 15 siswa. Metode pengumpulan data menggunakan dokumentasi, observasi, dan angket. Berdasarkan hasil rata-rata validasi oleh ahli materi 86%, validasi ahli media 84%, angket respon siswa 92%, angket respon guru 93%, maka media pembelajaran interaktif “GAKDEJAVU” yang dikususkan untuk pembelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan ini bisa dikatan valid serta sangatlah layak terutama diterapkan untuk kelas IV SD di Sekolah Indonesia Bangkok Thailand.Kata Kunci: Media Pembelajaran Interaktif, pengembanga
BERAT BADAN LAHIR RENDAH (BBLR) SEBAGAI FAKTOR RISIKO UTAMA YANG BERHUBUNGAN DENGAN STUNTING PADA ANAK BALITA USIA 24-59 BULAN DI DESA SUKOREJO KECAMATAN GURAH KABUPATEN KEDIRI
Stunting is a growth failure due to the accumulation of nutritional insufficiency that lasts a long time from pregnancy to 24 months of age and has become a global nutrition problem, especially in poor and developing countries. Indonesia is ranked fifth in the world for the incidence of stunting. The prevalence of children under five with stunting in Kediri Regency is 26.1%. Stunting contributes to infant and toddler morbidity. The purpose of this study was to find the relationship between LBW history and the incidence of stunting in children aged 24-59 months in the village of Sukorejo. The study design used correlational analytic with a retrospective cohort approach. In this study, the independent variable was the history of LBW and the dependent variable was the incidence of stunting. The entire population of children aged 24-59 was 106 with a simple random sampling technique. A sample size of 52 respondents, held on 28-30 July 2020 in Sukorejo Village. The instrument used was secondary data from community reports, and analyzed by using the chi square test. The results showed that a number of 45 (84.6%) had a history of LBW, 6 respondents had a history of LBW stunting. Analysis with the Chi Square test shows that ρvalue = 0.042 <α 0.05, there is a relationship between LBW history and the incidence of stunting in children aged 24-59 months in Sukorejo Village, Gurah District, Kediri Regency. Stunting is a growth failure due to the accumulation of nutritional insufficiency that lasts a long time from pregnancy to 24 months of age. LBW is the dominant factor associated with stunting. Interventions aimed at enhancing the growth and development of children during the early years should consider the factors that trigger LBW
ANALISIS PERSEPSI PENGETAHUAN PROSEDURAL MATEMATIKA SISWA BERPIKIR KRITIS
Mengamati dan menggali informasi akan persepsi siswa saat menerima pengetahuan penting dilakukan oleh guru. Sebagai upaya konfirmasi guru terhadap pengetahuan yang terbentuk pada siswa. Mengetahui ada dan tidaknya masalah dalam pembentukan pengetahuan sebenarnya membantu guru dalam mengkoleksi cara pemecahan masalah matematika dari siswa, dengan demikian berdasarkan hasil pemecahan masalah sangat penting untuk mengetahui profil persepsi pengetahuan matematika. Penelitian ini mendeskripsikan persepsi pengetahuan prosedual matematika siswa berpikir kritis. Penelitian ini dikategorikan sebagai penelitian metode analisis deskriptif kualitatif. Subjek penelitian adalah subjek dengan kemampuan berpikir kritis. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan tes dan wawancara. Analisis data dilakukan dengan metode analisis deskriptif kualitatif yang memberikan gambaran persepsi pengetahuan procedural matematika siswa berpikir kritis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subjek mampu memberikan simpulan dari tahap-tahap penyelesaian dengan memberikan bukti sesuai prosedur matematika dari langkah-langkah penyelesaian yang dihasilkan subjek. Dengan demikian subjek dalam memecahkan masalah matematika, subjek memiliki persepsi pengetahuan yang baik akan fakta matematika. Persepsi pengetahuan dalam mengklasifikasi, mengkategorikan juga sangat baik, sedangkan persepsi akan teknik atau metode penyelesaian tentang statistik juga baik
ANALISIS GAYA KOGNITIF FIELD DEPENDENT DAN FIELD INDEPENDENT SISWA DALAM MEMECAHKAN MASALAH MATEMATIKA
Gaya kognitif siswa merupakan salah satu yang harus diperhatikan guru. Gaya kognitif merupakan salah satu faktor yang menentukan keberhasilan siswa dalam memecahkan masalah matematika. Fokus penelitian tentang analisis gaya kognitif siswa dalam menyelesaiakan masalah matematika penting untuk diteliti, karena akan mendapatkan karakteristik yang mungkin saja unik diantara para subjek yang diteliti. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif, yaitu untuk mendapatkan karakteristrik dari masing-masing gaya kognitif field independent dan field dependent dalam memecahkan masalah matematika sesuai teori pemecahan masalah Polya. Subjek dipilih dengan cara diberi tes gaya kognitif terlebih dahulu, sehingga terpilih dua subjek, masing-masing bergaya kognitif field independent dan field dependent . Subjek terpilih diberi masalah matematika dan wawancara secara mendalam untuk mengkonfimasi jawaban. Selanjutnya dengan triangulasi waktu data yang sudah kredibel dianalisis secara mendalam. Subjek gaya kognitif field independent memecahkan masalah matematika sesuai teori pemecahan masalah polya dalam empat tahapan yakni bersifat analitis karena dalam menemukan informasi subjek membaca permasalahan dengan teliti dan perlahan-lahan, mengaitkan informasi yang penting dalam permasalahan yang diterima setelah membaca permasalahan yang diberikan dan cenderung mudah dalam menangkap informasi, teliti, dan lebih mandiri, cenderung menggunakan analisis dan penyusunan. Subjek penelitian dengan gaya kogntif field dependent dalam memecahkan masalah matematika sesuai teori pemecahan masalah polya dalam empat tahapan yakni membaca permasalan yang diberikan secara berulang-ulang, langsung terfokus pada solusi permasalahan dan tidak terlalu memperhatikan proses mencari jawaban namun langsung dengan cepat menuju jawaban yang diminta pada permasalahan yang diberikan, memilih cara yang benar dalam pengerjaannya dan menuliskan persamaan dan merencanakan apa yang harus dikerjakan selanjutnya dengan menduga-duga atau sedikit tidak yakin akan pengerjaanya, tergesa-gesa, terfokus pada jawaban, berfikir secara global dan terfokus pada jawaban dan solusi permasalahan tanpa teliti dalam melihat langkah-langkah
IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KARAKTER YANG TERINTEGRASI DALAM PEMBELAJARAN EKONOMI DI MAN 9 JOMBANG
Proses integrasi pendidikan karakter pada mata pelajaran ekonomi dilaksanakan mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. MAN 9 Jombang merupakan salah satu sekolah yang mengutamakan menekankan pada nilai-nilai karakter pada peserta didik. Namun dalam pelaksanaannya masih terdapat faktor penghambat, misalnya penggunaan waktu yang sangat terbatas untuk mengawasi kegiatan dalam pelaksanaan pendidikan karakter. Tujuan penelitian ini adalah: untuk mendeskripsikan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi implementasi pendidikan karakter yang terintegrasi dalam pembelajaran ekonomi di MAN 9 Jombang. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif. Metode pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara mendalam, dan analisis dokumen. Uji keabsahan data yang digunakan berupa triangulasi dan member checking. Hasil penelitian menunjukkan: Perencanaan dan pelaksanaan implementasi pendidikan karakter yang terintegrasi dalam pembelajaran ekonomi di MAN 9 Jombang sudah dilakukan secara baik, evaluasi implementasi pendidikan karakter yang terintegrasi dalam pembelajaran ekonomi di MAN 9 Jombang dalam ranah afektif belum cukup baik dilakukan oleh guru ekonomi. Hal ini dikarenakan guru kekurangan waktu mengembangkan semua nilai karakter yang dikembangkan dalam RPP, selain itu guru merasa kesulitan untuk menilai semua karakter peserta didik karena banyak peserta didik yang harus dinila
PENGARUH EFIKASI DIRI TERHADAP KESIAPAN KERJA STUDI KASUS MAHASISWA ANGKATAN 2016 STKIP PGRI JOMBANG
Salah satu langkah menghadapi era persaingan global adalah dengan meningkatkan sumber daya manusia melalui pendidikan. Perguruan tinggi merupakan pendidikan formal yang dianggap mampu untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Mahasiswa tingkat akhir harus memiliki efikasi diri yang baik untuk memasuki dunia kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan ada tidaknya pengaruh efikasi diri (X) terhadap kesiapan kerja (Y) mahasiswa studi kasus mahasiswa angkatan 2016 STKIP PGRI Jombang. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan menggunakan uji analisis regresi linier sederhana. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan wawancara, dokumentasi dan kuesioner atau angket. Kuesioner disebarkan kepada mahasiswa secara online berupa Googleform dan mengambil responden sebesar 65 mahasiswa dari total populasi sebesar 434 mahasiswa menggunakan teknik analisis data menggunakan uji analisis secara deskriptif, uji regresi linier sederhana, dan uji t dengan bantuan SPSS versi 16. Hasil penelitian ini berupa analisis nilai sig efikasi diri 0,000 < 0,05 sehingga dapat dikatakan ada pengaruh efikasi diri terhadap kesiapan kerja mahasiswa STKIP PGRI Jombang. Kesimpulan dari penelitian ini, mahasiswa STKIP PGRI Jombang angkatan 2016 memiliki efikasi diri yang tinggi sehingga menimbulkan kesiapan kerja yang tinggi pula. Hal tersebut dibuktikan dengan hasil penelitian yang menyatakan bahwa mahasiswa angkatan 2016 memiliki efikasi diri dan kesiapan kerja yang bai
OPTIMALISASI POTENSI LOKAL SEBAGAI UPAYA PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA JARAK WONOSALAM
Artikel ini bertujuan untuk memaparkan pemanfaatan salah satu potensi alam serta salah satu upaya untuk mengangkat kebudayaan lokal yang ada di desa Jarak. Pemanfaatan potensi alam berupa pengolahan biji durian menjadi produk olahan keripik biji durian dan salah satu upaya mengangkat kebudayaan lokal berupa karya tulis cerita pendek mengenai budaya lokal dan tradisi yang ada di desa Jarak yang ditulis oleh siswa dan siswi di desa Jarak. Metode pelaksanaan yang digunakan adalah observasi (pengamatan langsung kondisi lingkungan dan kegitan perekonomian) , wawancara ( tanya jawab secara langsung kepada staf desa dan masyarakat) dan dokumentasi (data kependudukan). Sasaran utama dari program ini adalah masyarakat desa. Hasil atau luaran dari program ini yaitu berupa produk olahan keripik biji durian dengan aneka rasa serta buku antologi cerita pendek yang berisikan kumpulan cerita pendek karya siswa dan siswi MA Anjasmoro