Jurnal STKIP PGRI Jombang
Not a member yet
    975 research outputs found

    IMPLEMENTING MOBIL-ASSISTED LANGUAGE LEARNING (MALL) TOWARD AUTONOMOUS LEARNERS IN WRITING CLASS

    Get PDF
    The widespread in accessing mobile phone changed the way people learning. Dealing with the rapid growth of technology, Mobile-assisted language learning (MALL) becoming popular because of the portability. MALL is characterized by its potential for learning to be spontaneous, informal, personalized, and ubiquitous. Two main discussions were analyzed in the research; to investigate the implementation of MALL and to know students perspective on Using MALL in writing class. Classroom action research applied in the research, in which observation and interview were used as instruments in collecting the data. The research result shown that MALL were able to be implemented in writing class, it facilitated the students to express their idea and feeling in writing with online board platform such as Padlet

    THE PRINCIPLE OF ESP TEACHING: ITS CONCEPT, OBJECTIVES AND COURSE DESIGN

    Get PDF
    This article provides a brief description on teaching English for Specific Purposes (ESP) and responses to the issues happening on ESP instruction among foreigner particularly in Indonesia. ESP can be referred to English language teaching for specific career, studies or professionalism. Hence, there is specific reason for which English is learned. The materials and the skills learnt by students are different from General English. As the result, creating an appropriate course design of ESP is also different. Unfortunately, in its implementation, there are still many cases that is not supposed to be happened in ESP learning teaching practice. For instance, in some universities ESP is even practiced like General English. In another cases ESP instruction is even far from the concept of teaching in it. Based on this reason, the writer would like to propose three important items to practice ESP well. It is necessary to the institution, ESP lecturer, and all parties include it, to consider three most important aspects in practicing ESP. Those are ESP concept, ESP objective, and ESP course design.  Hereinafter, after discussing this principle, there will be no longer available to discuss that the wrong perception in ESP practice still happen in university student

    PENGARUH METODE PEMBELAJARAN REWARD AND PUNISHMENT TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA

    Get PDF
    Penelitian ini dilatar belakangi oleh peneliti ingin mengetahui pengaruh metode pembelajaran Reward and Punishment terhadap hasil belajar matematika. Peneliti memberikan Reward and Punishment agar siswa lebih bersemangat pada saat proses pemebelajaran berlangsung sehingga akan berpengaruh terhadap hasil belajar matematika peserta didik. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen yang menggunakan quasi experimental design yaitu the non equivalent posttest-only control grup design yang dilaksanakan di SMPN 2 Patianrowo. Populasi dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas VII SMPN 2 Patianrowo yang terbagi dalam 4 kelas sebanyak 140 peserta didik. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik Purposive sampling. Terpilih peserta didik kelas VII-A sebagai kelas eksperimen dan peserta didik kelas VII-C sebagai kelas kontrol. Instrumen penelitian berupa lembar tes, Metode pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan tes. Data dianalisis dengan (uji t), uji t yang digunakan yaitu uji perbedaan rata-rata dua sampel bebas atau independent sampel t test. Analisis data yang digunakan pada penelitian ini yaitu uji-t dengan uji prasyarat uji normalitas dan uji homogenitas data. Selanjutnya, dari hasil uji-t menggunakan independent samples test didapatkan nilai sig atau 0,000 0,05. Jadi, ada perbedaan hasil belajar antara kelas eksperimen dan kelas control sehingga hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada pengaruh Metode Pembelajaran Reward and Punishment terhadap hasil belajar matematika

    PERAN TOKOH MASYARAKAT TERHADAP PERKEMBANGAN PENDIDIKAN

    Get PDF
    Perkembangan pendidikan tidak mudah seperti apa yang diinginkan, terdapat faktor permasalahan yang dihadapi untuk mengembangkan pendidikan terutama di Desa Banjarsari Kabupaten Nganjuk seperti kualitas jejak masyarakat terhadap pendidikan masih rendah, kurang sadarnya akan pentingnya pendidikan, dan rendahnya standar pendidikan. Alasan pentingnya pembahasan topik peran tokoh masyarakat dalam perkembangan pendidikan adalah untuk mengetahui bagaimana kinerja peran tokoh masyarakat dalam membantu perkembangan pendidikan. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) untuk mendeskripsikan faktor perkembangan pendidikan di desa Banjarsari (2) untuk mengetahui bagaimana peran tokoh masyarakat desa Banjarsari terhadap perkembangan pendidikan (3) untuk mengetahui dampak perkembangan pendidikan bagi masyarakat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan (1) faktor perkembangan pendidikan di desa Banjarsari memiliki kualitas pendidikan yang memadai dan kondisi ekonomi yang menyebabkan adanya permasalahan perkembangan pendidikan, sehingga (2) peran tokoh masyarakat memiliki peran penting dalam mengatasi permasalahan perkembangan pendidikan melalui pembangunan fasilitas pendidikan maupun meningkatkan partisipasi dalam penyelenggaraan pendidikan,(3) dampak perkembangan pendidikan bagi masyarakat yaitu berdampak untuk mencerdaskan masyarakat dan sebagai peningkatan kesejahteraan bagi masyarakat

    PELATIHAN KEPENULISAN ILMIAH REMAJA BAGI ANGGOTA OSIS MASS SEBLAK UNTUK PEGUATAN LITERASI MENULIS SANTRI

    Get PDF
    Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan di MA Salafiyah Syafiiyah dengan program pendampingan terhadap siswa aktif yang duduk di kelas X dan XI baik yang menjadi anggota pengurus maupun anggota OSIS aktif biasa dalam kegiatan pelatihan kepenulisan karya ilmiah remaja. Setidaknya didapati 3 masalah utama dalam ekstra jurnalistik yang selama ini dihadapi sebagaimana disampaikan oleh pengurus inti yang meliputi 1) belum maksimalnya pembinaan yang dilakukan kepada para anggota ektra jurnalistik, 2) belum maksimalnya publikasi hasil dari kegiatan ekstra tersebut (selama ini hasil tulisan anggota kegiatan ekstra hanya dipublikasikan melalui majalah dinding), 3) aggota ekstra jurnalistik yang selama ini aktif pada tahun 2020 telah wisuda dan belum ada kaderisasi yang baik untuk siswa kelas X dan kelas XI. Untuk itu perlu adanya perogram pelatihan dan pendampingan ekstra jurnalistik yang berupa pelatihan kepenulisan ilmiah remaja untuk penguatan literasi santri bagi anggota osis kelas X dan kelas XI yang dilakukan dalam 3 tahapan yaitu; 1) memberi wokshop kepada 10 anggpta ekstra jurnalistik tentang kepenulisan karya ilmiah remaja yang meliputi materi pengenalan KIR, mencari ide, outlining, drafting, dan cara publikasi, 2) mendampingi program ekstra jurnalistik selama 2 bulan (hingga mandiri), dan 3) melaksanakan evaluasi ketercapaian program. Berdasarkan hasil pembinaan yang dilakukansecara intensif maka diketahui bahwa dari 10 anggota ekstra jurnalistik ada 7 orang yang cenderung tertarik dengan kepenulisan sastra seperti puisi dan cerpen, sedang 3 lainnya tertarik dengan kepenulisan artikel ilmiah. Adapun dari temuan tersebut sangat penting untuk tetap melaksanakan pembinaan untuk mengasah minat dan bakat yang dimiliki oleh anggota ekstra jurnalistik

    PENGEMBANGAN MODEL LATIHAN KOMBINASI TEMBAKAN FULL VOLLEY DAN HEADING DALAM PERMAINAN SEPAKBOLA BERBASIS SPEED DAN KOORDINASI DI SEKOLAH SEPAKBOLA UNIBRAW’82 MALANG

    Get PDF
    AbstrakPenelitian pengembangan yang dilakukan oleh peneliti mempunyai tujuan yaitu mengembangkan produk  model latihan. Metode dalam penelitian pengembangan ini yang dipergunakan oleh peneliti dalam melakukan penelitian. Di dalam pengambilan dan mengumpulkan data dilaksanakan dengan memakai  angket untuk ahli disamping itu juga untuk siswa (pemain). 1 (satu) ahli pembelajaran, 2 (dua) ahli permainan sepakbola, sedangkan untuk siswa (pemain) dilakukan percobaan kelompok kecil sebanyak 10 pemain dan ujicoba dalam jumlah besar sejumlah 30 pemain.Penelitian ini diperoleh hasil data sebagai berikut: Ahli pembelajaran diketahui persentase hasil data evaluasi dari ahli pembelajaran adalah 84,29%, ahli permainan sepakbola rata-rata data evaluasi dari dua ahli permainan sepakbola adalah 82,15%, diketahui bahwa jumlah keseluruan rata-rata data percobaan  kelompok kecil adalah 82,75%, diketahui bahwa jumlah keseluruhan rata-rata data uji coba dengan jumlah besar adalah 84,75%. Penelitian ini mempunyai kesimpulan bahwa produk buku  model training atau latihan menendang bola lambung dan menyundul bola dalam sepakbola berbasis kecepatan dan koordinasi  sudah bagus dengan Kriteria baik sehingga model-model latihan tersebut dapat digunakan sebagai media pembelajaran atau kepelatihan oleh siswa maupun pelatih.Kata Kunci: Model, Tembakan Full Volley, Headin

    PROBLEMATIKA BERBICARA PADA ANAK PENDERITA GLOBAL DEVELOPMENT DELAY DI SD ISLAM ROUSHON FIKR JOMBANG

    Get PDF
    Berbicara merupakan salah satu modal dalam proses komunikasii seseorang. Namun seseorang memiliki kemampuan berbicara masing-masing. Seseorang yang memiliki gangguan khusus dapat menimbulkan problematika dalam proses berbicaranya. Penelitian ini akan membahas tentang problematika berbicara yang terjadi terhadap seorang anak penderita global development delay. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan faktor-faktor yang melatarbelakangi gangguan berbicara pada penderita tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif, dalam pengambilan data peneliti secara langsung mengambil data yang berupa rekaman video dan audio dari proses interaksi social penderita gangguan tersebut di SD Islam Roushon Fikr. Data pendukung lainnya merupakan hasil wawancara dengan shadow theacher atau guru pendamping anak berkebutuhan khusus di sekolah tersebut. Kemudian data tersebut disalin dlam bentuk transkrip. Simpulan dari hasil penelitian tersebut ialah seorang anak penderita gangguan global development delay atau keterlambatan perkembangan umum mengalami gangguan berbicara disebabkan syaraf pada bagian alat ucap mengalami gangguan sehingga penderita mengalami kesulitan dalam mengujarkan kata atau kalimat. Kalimat yang diucapkan pun terdengar tidak jelas, bahkan dikarenakan adanya keterlambatan perkembangan umum dalam pemahaman menangkap informasi yang diujarkan juga kurang

    PERAN KEPALA DESA DALAM MENINGKATKAN PARTISIPASI MASYARAKAT PADA UPACARA BERSIH DESA

    Get PDF
    Kepala desa memiliki peran dalam membuat kebijakan dengan tujuan  meningkatkan partisipasi masyarakat dalam mengikuti upacara bersih desa. Partisipasi dalam pelaksanaan bersih desa antara lain : partisipasi fikiran, partisipasi tenaga, partisipasi harta benda, partisipasi keterampilan dan kemahiran dan partisipasi sosial masyarakat. Rendahnya tingkat partisipasi masyarakat terhadap upacara bersih desa Genukwatu dikarenakan beberapa faktor antara lain : rendahnya pengetahuan masyarakat terhadap tujuan pelaksanaan upacara bersih desa, rendahnya kesadaran masyarakat terutama generasi muda terhadap pelaksanaan upacara bersih desa dan rendahnya tingkat partisipasi harta benda dan partisipasi tenaga dari  pemerintah desa dalam pelaksanaan upacara bersih desa. Tujuan penelitian untuk mengetahui antara lain : (1) pelaksanaan upacara bersih desa, (2)  peran kepala desa dalam meningkatkan partisipasi masyarakat pada upacara bersih desa dan (3) faktor–faktor yang mempengaruhi masyarakat berpartisipasi pada upacara bersih desa. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan tekhnik pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil dari penelitian dapat diketahui antara lain : (1) pelaksanaan upacara bersih desa dilakukan 3 tahap yaitu doa bersama, kenduri dan pawai keliling desa, (2) peran kepala desa dalam meningkatkan partisipasi masyarakat melalui kebijakan-kebijakan yang dibuat oleh kepala desa antara lain: memberikan surat edaran terhadap masyarakat untuk melaksanakan upacara bersih desa baik secara fisik maupun materi, memberikan partisipasi berupa fisik maupun materi dalam pelaksanaan upacara bersih desa, melibatkan seluruh jajaran pemerintah desa dalam pelaksanan upacara bersih desa serta tokoh masyarakat dan kepala desa melibatkan organisasi-organisasi desa dalam pelaksanaan kegiatan upacara bersih desa dan (3) faktor yang mempengaruhi masyarakat berpartisi pada upacara bersih desa adalah kesadaran masyarakat dan dukungan pemerintah desa. Peran kepala desa dalam pelaksanaan upacara bersih desa menjadikan meningkatkan partsipasi masyarakat dalam pelaksanaan upacar bersih desa sehingga tradisi dalam masyarakat tetap terlestarikan

    HUBUNGAN EMO DEMO (EMOTIONAL DEMONSTRATION) ASI SAJA CUKUP DENGAN KEBERHASILAN ASI EKSKLUSIF

    Get PDF
    Pemberian ASI secara eksklusif selama 6 bulan pertama kehidupan diakui sebagai hal yang tidak mudah. Berbagai macam faktor  menjadi penyebab rendahnya cakupan bayi yang mendapatkan ASI secara eksklusif. Kurangnya persiapan ibu untuk menyusui serta buruknya pengatahuan, persepsi, sikap, dan perilaku ibu tentang ASI eksklusif adalah faktor penyebab banyaknnya kegagalan pemberian ASI eksklusif. Sementara itu minimnya dukungan lingkungan sekitar ibu yang meliputi petugas kesehatan suami dan keluarga. Susu formula adalah faktor lain yang di tuding sebagai rendanya cakupan pemberian ASI eksklusif (Toto Sudarto & Nur Aini,2019). Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan rancangan penelitian analitik dan desain cross sectional (potong lintang), dimana penlitian menggunakan kuesioner kepada 73 responden dari 90 populasi yang digunakan sebagai sample penelitian dengan menggunakan tehnik random sampling. Penlitian ini akan dilaksanakan pada bulan April 2020 sampai dengan selesai di Desa Gading. Hasil penelitian diperoleh karakteristik yang mengikuti permainan Emo-demo (ASI saja cukup) sebanyak 95,9 % dibanding yang tidak mengikuti sebesar 4,1 %. Ibu yang memberikan ASI eksklusif tanpa makanan tambahan apapun selama 6 bulan sebanyakn72,6 % lebih besar di banding dengan yang tidak ASI sebesar 27,4 % sedangkan hubungan Emo-demo (ASI saja cukup) dengan keberhasilan ASI eksklusif diketahui sebanyak 53 % baik. Berdasarkan uji chi square diperoleh nilai p = 0,04 dengan (p<0,05). Kesimpulan penelitian ada hubungan antara permainan Emo-demo (ASI saja cukup) dengan keberhasilan ASI ekskslusif Desa Gading. Saran perlu adanya pelatihan berkelanjutan dan pengembangan terhadap modul-modul terbaru Emo-demo untuk meningkatkan cakupan ASI eksklusi

    KEUNGGULAN TEMPE SUBSTITUSI ANEKA SAYUR PADA KANDUNGAN VITAMIN A, VITAMIN C, SERAT DAN ANTIOKSIDAN SEBAGAI UPAYA MEMENUHI KEBUTUHAN GIZI SEIMBANG

    Get PDF
     Vitamin dan mineral adalah salah satu dari kebutuhan pokok yang harus dipenuhi sebagai syarat pemenuhan gizi seimbang. Kekurangan vitamin dan mineral dalam menu sehari-hari dapat berdampak pada keaadaan yang disebut “lapar gizi” . “Lapar gizi” tidak menimbulkan dampak dalam jangka dekat, tetapi dalam jangka panjang dapat  mengakibatkan anemia, osteopororis dan menurunnya kekebalan tubuh. Tujuan dari tulisan ini adalah memberi inspirasi bagi pembaca bahwa untuk memenuhi kebutuhan vitamin dan mineral tidak harus mengkonsumsi sayur dalam bentuk yang lazim seperti sop, oseng oseng, sayur bening dan sebagainya. Kebutuhan tersebut dapat dipenuhi dari kacang-kacangan. Tempe merupakan salah satu bahan pangan yang terbuat dari kedelai melalui proses fermentasi. Dari bahan dasar dan proses fermentasi tersebut, tempe merupakan makanan yang berkualitas karena mengandung nutrisi lengkap yaitu protein, lemak, karbohidrat, vitamin, mineral dan juga antikosidan. Salah satu kekurangan tempe adalah  kandungan vitaminnya, vitamin pada tempe hanya vitamin B, karena hal tersebut  penulis ingin menambahkan vitamin dan mineral dari sayur yang biasa dikonsumsi sehari-hari seperti buncis, wortel dan cabai. Supaya tambahan sayur cukup bermakna, penulis mencampurkan 40% sayur dengan 60% keledai yang sudah diberi  ragi, kemudian tempe hasil fermentasi tersebut diujikan kandungan protein, serat, vitamin A, vitamin C dan antioksidan, Hasil uji laboratorium menunjukkan tempe yang disubstitusi dengan cabai, wortel dan buncis meningkat kendungan vitamin A dari 0,39 mg/100 gr sampai  16,78 mg/100 gr, vitamin C meningkat dari 48,73 mg/100 gr sampai  189,92 mg/100gr, serat meningkat dari 2,7% sampai 9,5%, antioksidan meningkat dari 29,84% sampai 73,83%. Dengan meningkatnya kandungan vitamin, antioksidan dan serat pada tempe yang disubtitusi dengan wortel, cabai dan buncis maka tempe substitusi tersebut merupakan makanan yang unggul. Sinergisme protein, vitamin dan mineral dapat  meningkatkan metabolisme tubuh. Antioksidan dapat menangkal senyawa radikal bebas, dan serat dapat mengurangi kolesterol serta mencegah kanker usus.  Dari uji responden yang dilakukan penulis, tempe sayur hasil penelitian penulis dapat diterima oleh responden dengan alasan rasa sayur yang ada di dalam tempe tidak terasa, walaupun tekstur sayur masih bisa dirasakan oleh responden. Dari hasil penelitian tersebut penulis sangat berharap bahwa produk tempe substitusi sayur dapat dikembangkan lebih sempurna dengan beberapa inovasi baru yang lai

    659

    full texts

    975

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal STKIP PGRI Jombang
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇