Jurnal STKIP PGRI Jombang
Not a member yet
    975 research outputs found

    KONSEP TEOLOGIS DAN SPIRITUALITAS DALAM SERAT WEWADINING RASA

    Get PDF
    Penelitian ini merupakan penelitian naskah lama, yakni Serat Wewadining Rasa. Naskah yang diteliti berbentuk narasi, berbahasa Jawa dan menggunakan huruf Latin. Serat Wewadining Rasa mengandung ajaran yang terkait dengan konsep ketuhanan atau konsep teologi, serta banyak mengandung ajaran spritualitas. Oleh karena dua aspek tersebut menjadi pokok kajian dalam tulisan ini. Kajian teologi dalam Serat Wewadining Rasa difokuskan kepada aspek yang berkaitan dengan fenomena, realitas, serta gejala yang berkaitan dengan dimensi Ketuhanan. Sedangkan aspek spiritual difokuskan pada aspek kesadaran ruhani dan keterbuhungan manusia dengan Tuhan. Pendekatan penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik hermeneutik. Analisis data didasarkan pada indikator teori Teologi dan spritualitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam Serat Wewadini Rasa menyatakan, Tuhan Maha Besar,  yang menjadi tempat atau wadah alam semesta bergantung sedangkan Konsep spritualitas dalam serat Wewadining Rasa berkaitan dengan ajaran kesadaran. Hasil penelitian diharapkan dapat memperkaya kajian tentang konsep ketuhanan dan spriritualitas bagi umat beragama

    PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING SEBAGAI UPAYA MENGATASI PROBLEMATIKA PEMBELAJARAN MATEMATIKA PADA POKOK BAHASAN EKSPONEN

    Get PDF
    Matematika merupakan salah satu mata pelajaran wajib di sekolah dan menjadi dasar bagi ilmu pengetahuan lainnya karena di dalamnya terdapat kemampuan untuk berhitung, logika, dan berpikir. Namun demikian, sifat abstrak dari matematika menyebabkan banyak siswa mengalami kesulitan dalam memahami konsep-konsep matematika, sehingga prestasi belajar matematika siswa masih rendah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pembelajaran dengan model discovery learning yang dapat mengatasi problematika pembelajaran matematika pada pokok bahasan eksponen di MAN 4 Denanyar Jombang.  Subjek dalam penelitian ini adalah kelas X MIA 1 MAN 4 Denanyar Jombang yang terdiri dari 31 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan tes dan lembar observasi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas dengan empat tahap yaitu :Perencanaan (planning), Pelaksanaan (acting), Pengamatan (observing), dan Refleksi (reflecting). Penelitian ini dilaksanaan selama 2 siklus. Setelah melakukan analisis data terhadap pelaksanaan penelitian Tindakan kelas, maka dapat disimpulkan bahwa penggunaan model pembelajaran discovery learning dapat mengatasi problematika pembelajaran matematika pada pokok bahasan eksponen.

    ANALISIS BERPIKIR KRITIS SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL CERITA BERDASARKAN KEMAMPUAN MATEMATIKA

    Get PDF
    Berpikir kritis merupakan berpikir secara mendalam dengan melibatkan berbagai asumsi dalam proses pemecahan masalah dan membuktikan asumsi yang benar. Kemampuan berpikir kritis merupakan hal penting untuk dimiliki seorang peserta didik dalam pembelajaran, khususnya pembelajaran matematika. Kurikulum 2013 menuntut siswa mampu  menyelesaikan matematika berbentuk soal cerita(verbal), dibutuhkan kemampuan berpikir kritis untuk memahami soal berbentuk cerita dan kemampuan mengubah soal cerita menjadi model matematika. Berdasarkan data di sekolah siswa memiliki kemampuan matematika yang berbeda-beda, secara umum dibedakan menjadi kemampuan matematika tinggi, sedang, dan rendah. Sehingga peneliti ingin mengetahui tingkat kemampuan berpikir kritis siswa berdasarkan kemampuan matematikanya dalam menyelesaikan soal cerita. Tujuan penelitian ini adalah (1) Untuk mendeskripsikan proses berpikir kritis siswa kemampuan matematika tinggi dalam menyelesaikan soal cerita , (2) Untuk mendeskripsikan proses berpikir kritis siswa kemampuan matematika sedang dalam menyelesaikan soal cerita, (3) Untuk mendeskripsikan proses berpikir kritis siswa kemampuan matematika rendah dalam menyelesaikan soal cerita . Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif yang dilaksanakan di SMPN 1 Megaluh Jombang. Setiap kemampuan matematika diwakili 1 siswa, sehingga subjek penelitian ada 3 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan analisis data dapat disimpulkan: Pertama, siswa berkemampuan tinggi mampu menyelesaikan soal sesuai dengan tahapan berfikir kritis menurut pendapat Ernis dalam hamdu, dkk yaitu siswa dikatakan mampu berfikir kritis apabila memenuhi tahap- tahap sebagai berikut yaitu mampu memberikan penjelasan sederhana, siswa mampu membuat ketrampilan dasar dan siswa mampu menarik dan membuat kesimpulan. Kedua, Siswa yang berkemampuan sedang mampu menyelesaikan soal cerita namun kurang dalam menguraikan langkah langkah dalam menyelesaikan soal cerita. Siswa yang berkemampuan sedang mampu memberikan penjelasan sederhana dengan menguraikan yang diketahui , siswa berkemampuan sedang mampu membuat ketrampilan dasar dengan dengan membuat model matematika, namun siswa berkemampuan matematika sedang kurang dalam memberikan kesimpulan.Ketiga, Siswa yang berkemampuan rendah berpatokan pada hasil jawaban nya saja, siswa berkemampuan matematika rendah tidak memahami bahwa soal cerita merupakan bentuk soal mencari jawaban yaitu mencari, menentukan atau mendapatkan nilai atau objek tertentu yang tidak diketahui dalam soal dan memenuhi kondisi atau prasyarat.

    Hubungan Antara Kekuatan Otot Tungkai, Daya Ledak Otot Tungkai dan Koordinasi Mata Kaki Terhadap Jauhnya Tendangan pada Tim Sepakbola SMPN 2 Pucanglaban Kabupaten Tulungagung

    Get PDF
                                                            AbstrakTujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara kekuatan otot tungkai, daya ledak otot tungkai dan koordinasi mata kaki terhadap jauhnya tendangan pada tim sepakbola SMPN 2 Pucanglaban Kabupaten Tulungagung. Instrumen yang digunakan adalah tes kekuatan otot tungkai, tes daya ledak otot tungkai, tes koordinasi mata kaki, dan tes jauhnya tendangan. Analisis data menggunakan korelasi statistik dengan metode regrasi linier berganda (multiple regression). Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat Hubungan Antara Kekuatan Otot Tungkai, Daya Ledak Otot Tungkai dan Koordinasi Mata Kaki Terhadap Jauhnya Tendangan pada Tim Sepakbola SMPN 2 Pucanglaban Kabupaten Tulungagung.Kata kunci: Kekuatan otot tungkai, Daya ledak otot tungkai, Koordinasi mata kak

    PENGARUH USIA TERHADAP KEMAMPUAN MEMAHAMI BAHASA KEDUA

    Get PDF
    Setiap individu dianugrah kemampuan berbahasa. Bahasa tersebut diperoleh, diwaris dan ditumbuhkembangkan dari waktu ke waktu. Setiap manusia menggunakan bahasa sebagai alat komunikasi dan alat untuk berinteraksi antara sesamanya. Setelah seseorang memperoleh Bahasa Pertama (B1) dan telah mampu berinteraksi dengan lingkungan sosial di luar keluarga dan kelompoknya, individu tersebut butuh menguasai bahasa lainnya dalam hal ini disebut bahasa kedua (B2). B2 adalah bahasa yang diperoleh anak setelah mereka memperoleh bahasa lain. Kemampuan B2 berwujud dari kegiatan pembelajaran B2 yang umunya terjadi dalam ruang kelas formal, Kebutuhan pemerolehan B2 muncul karena seseorang memerlukan bahasa baru untuk dapat berkomunikasi dan menyesuaikandiri di lingkungan sosial yang lebih besar. Selainitu, juga terdapat alasan imigrasi, kebutuhan perdagangan, ilmupengetahuan dan pendidikan. Masalah yang dijawab dalam penelitian ini Pengaruh usia terhadap kemampuan memahami bahasa kedua, Pendekatan yang digunakan dalam penelitian adalah menggunakan metode statistik yaitu data disusun, diananlisis berdasarkan perhitungan statistik korelasi product moment. Analisis data diperoleh bahwa r hitung lebih kecil dari r tabel atau 0,024 >0,396 sehingga dapat disimpulkan bahwa hipotesis alternatif (Ha) ada pengaruh usia terhadap pemerolehan bahasa kedua siswa kelas VII A SMP Negeri 7 Dompu tahun pembelajaran 2014/2015 dinyatakan ditolak. Dengan demikian usia bukanlah yang menjadi kendala bagi seseorang dalam mempelajari bahasa kedua

    NILAI-NILAI SOSIAL DALAM NOVEL “ARAH LANGKAH” KARYA FIERSA BESARI

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai-nilai sosial yang ada dalam novel Arah Langkah karya Fiersa Besari. Nilai-nilai sosial yang dikaji dalam tulisan ini adalah (1) kesopanan, yaitu aturan hidup bermasyarakat tentang tingkah laku yang baik dan tidak baik, patut dan tidak patut dilakukan, yang berlaku dalam suatu lingkungan masyarakat atau komunitas tertentu (2) kebijaksanaan, yaitu penilaian yang baik dari perilaku yang ada (3) menghargai orang lain, yaitu pendirian atau sikap yang termaninfestasikan pada kesediaan untuk menerima berbagai pandangan dan pendirian yang beraneka ragam meskipun tidak sependapat dengannya (4) tanggung jawab, yaitu mencoba membina diri untuk selalu menggunakkan hal-hal yang positif dan (5) rasa kemanusiaan, yaitu sesuatu yang mengangkut kelakuan dan perbuatan manusia yang sesuai dengan norma dan menghormati martabat manusia lain. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif yaitu untuk mendeskripsikan nilai-nilai sosial dalam novel tersebut. Sumber data penelitian adalah novel Arah Langkah karya Fiersa Besari. Data penelitian berupa dialog maupun monolog. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik dokumentasi dan observasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah mencatat poin-poin penting menjadi pokok penelitian dalam kartu data untuk diklasifikasikan sesuai dengan jenis nilai-nilai sosial yang diteliti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai sosial yang ada dalam novel Arah Langkah karya Fiersa Besari yang berkaitan dengan nilai-nilai sosial, yakni (1) kesopanan, dalam novel ini berupa sopan-santun, tegur sapa, menjaga sikap terhadap orang lain, tatakrama yang baik, ramah dan mudah bergaul terhadap orang yang dikenal maupun baru dikenal. (2) kebijaksanaan, dengan sikap mampu mempertimbangkan baik buruk sebuah keputusan serta menyelesaikan permasalahan dengan bijak dan mengambil pelajaran hidup dari sebuah kejadian (3) menghargai orang lain, ditunjukkan dengan sikap mampu melihat kelebihan orang lain dengan memberikan pujian, pengertian terhadap kondisi orang lain, menjaga sikap agar tidak menyakiti dan mempermalukan orang lain (4) tanggung jawab, berupa tanggung jawab terhadap tugas yang telah dibebankan, serta menerima konsekuensi atas perbuatan yang telah dilakukan dan (5) rasa kemanusiaan, ditunjukkan dengan sikap simpati dan empati terhadap penderitaan orang lain. Nilai sosial yang dominan dalam penelitian ini adalah nilai kesopanan, yaitu  tegur sapa, menjaga sikap terhadap orag lain, tatakrama yang baik dan ramah terhadap sesama

    PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE PAIR CHECKS DENGAN MEDIA PAZZLE KPK DAN FPB TERHADAP HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK KELAS IV

    No full text
     Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe pair checks dengan media puzzle KPK dan FPB terhadap hasil belajar matematika peserta didik kelas IV MI Miftahul Ulum Ngoro. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen yang berbentuk pre-experimental desain yang menggunakan model desain one-shot case studi. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas IV MI Miftahul Ulum Ngoro tahun ajaran 2018/2019 yang terdiri dari 2 kelas dan setiap kelas terdiri dari 24 peserta didik. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah kelas IV B. Teknik sampling yang digunakan peneliti adalah sampling jenuh. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode tes dan angket. Tes tersebut berupa tes tertulis yang berbentuk esai (uraian) sedangkan angket yang di gunakan berbentuk pernyataan positif. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji regresi sederhana. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh perhitungan melalui program SPSS yaitu nilai Sig.= 0,000  diterima yang berarti bahwa terdapat pengaruh penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe pair check dengan media puzzle KPK dan FPB terhadap hasil belajar matematika peserta didik kelas IV MI Miftahul Ulum Ngoro, dan besarnya pengaruh antara variabel bebas dan terikat tergolong kuat yaitu sebesar 71,5%.. Kata Kunci: Model Kooperatif, Pair Checks, Media, Puzzle KPK dan FPB.  

    GANGGUAN BERBAHASA AKIBAT ALAT UCAP PADA ANAK USIA 9 TAHUN

    Get PDF
    Bahasa anak adalah bahasa yang sangat luas karena pada masa ini anak dibebaskan menyerap semua informasi tanpa ada penyaringan yang bersifat wajib. Banyak orang dewasa yang terpesona melihat kemampuan anak dalam pemerolehan bahasa yang begitu luas. Semua informasi bisa diperoleh anak darimanapun. Akan tetapi dalam proses pemerolehan bahasa, tidak semua anak dapat menerimanya dengan sempurna. Terdapat beberapa anak yang memiliki gangguan berbahasa dalam proses belajarnya. Salah satu penyebab gangguan berbahasa pada anak adalah akibat tidak sempurnanya alat ucap yang dimiliki. Penelitian ini akan membahas penyebab gangguan berbicara pada anak usia 9 tahun akibat alat ucap. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan memperbaiki gangguan berbahasa yang terjadi akibat alat ucap pada anak. Metode penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan objek penelitian fokus kepada anak laki-laki usia 9 tahun yang memiliki gangguan berbahasa. Data yang diteliti berbentuk audio, video beserta transkrip percakapan antara peneliti dan objek sekaligus kawan tutur dalam percakapan tersebut. Adapun hasil penelitiannya yaitu (1) Gangguan berbahasa pada anak usia 9 tahun yang diucapkan oleh alat ucap adalah ketidaksempurnaan pada bagian laringal, (2) Faktor lingkungan juga dapat menentukan bagaimana alat ucap dapat menjadi gangguan atau sebaliknya yang mendukung proses pemerolehan bahasa

    METHODS USED IN TRANSLATING METAPHOR IN A NOVEL ENTITLED “ILLEGITIMATE TYCOON” BY JANETTE KENNY

    Get PDF
    This study is primarily aimed to find out the methods used in translating metaphor in a novel entitled “Illegitimate Tycoon” by Janette Kenny and the translation entitled “Dihantui Masa Lalu”. The writer applied descriptive qualitative research design in conducting this study. It is a design which focuses on the natural characteristics of data, in which the writer described and elaborated the findings of the study. The writer applied Newmark’s theory of methods of translation (word-for-word translation, literal translation, faithful translation, semantic translation, adaptation translation, free translation, idiomatic translation, and communicative translation) in analyzing the data. Based on the data analysis, the writer found that from 207 data of metaphor clauses/phrases, the translator used 5 methods from 8 methods of translation. Free translation was used 159 times (76,81%), Literal Translation was used 39 times (18,84%), Semantic Translation was used 6 times (2,91%), Idiomatic Translation was used 2 times (0,96%), and Adaptation was used 1 times (0,48%). It means that mostly the translator used free translation in translating metaphor. The most dominant method used in translating metaphor in a novel “Illegitimate Tycoon” by Janette Kenny is Free Translation. The translator used free translation mostly is because the translator usually paraphrase the original text but the SL manner, content, and form are not used. 

    JENIS DAN MAKNA AFIKS PADA KARANGAN SISWA TEKS DESKRIPSI KELAS VII SMP

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan jenis-jenis dan makna afiksasi yang digunakan oleh siswa kelas VII SMP. Jenis penelilitian ini adalah jenis penelitian kualitatif deskriptif. Objek dalam penelitian ini adalah jenis-jenis penggunaan afiks pada karangan siswa teks deskripsi kelas VII SMP N 3 Colomadu. Sedangkan subjek dalam penelitian ini adalah Siswa kelas VII SMP N 3 Colomadu. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah observasi, penugasan, dan analisis isi dokumen. Hasil penelitian menyatakan bahwa penggunaan afiks dihasilkan Afiks yang paling banyak digunakan oleh siswa yaitu afiks ber- sebanyak 11 penggunaan. Temuan afiks paling sedikit digunakan oleh siswa kelas VII yaitu afiks di-, pe-, -wan dan –wati, per-an, ber-an, -el-. Masing-masing sebanyak satu penggunaan. Makna afiks dalam penggunaan afiks paling banyak ditemukan pada penggunaan afiks ber-  sebanyak 6 macam. Temuan makna afiks paling sedikit terdapat pada penggunaan afiks pe-, di-, -wan dan –wati, -nya, ke-an, per-an, ber-an, -el-. Masing-masing memiliki makna sebanyak satu macam.

    659

    full texts

    975

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal STKIP PGRI Jombang
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇