Jurnal STKIP PGRI Jombang
Not a member yet
975 research outputs found
Sort by
PENGARUH PROGRAM DOUBLE TRACK TERHADAP MINAT BERWIRAUSAHA SISWA SMA NEGERI 1 KALITIDU BOJONEGORO
Tingginya angka lulusan SMA yang tidak melanjutkan ke jenjang sekolah yang lebih tinggi, membuat tingkat pengangguran di Jawa Timur terbilang tinggi. Data Pemprov-Jatim tahun 2020 ada sekitar 116.772 atau 67,84% siswa SMA yang tidak melanjutkan ke perguruan tinggi. Sedangkan angkatan kerja terbanyak merupakan pekerja lulusan SMK/sederajat, sehingga lulusan SMA akan kalah bersaing dengan lulusan SMK. Berdasarkan hal tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Timur bekerjasama dengan Dinas Pendidikan Jawa Timur membuat gebrakan program double track. Dalam menciptakan wirausaha yang unggul, minat berwirausaha berperan sangat penting. Hal ini dikarenakan minat berwirausaha tidak dibawa sejak lahir tetapi tumbuh dan berkembang melalui pendidikan dan pelatihan. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pengaruh program double track terhadap minat berwirausaha siswa kelas XI SMA Negeri 1 Kalitidu Bojonegoro. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Penelitian dilakukan kepada siswa kelas XI SMA Negeri 1 Kalitidu Bojonegoro yang mengikuti program double track berjumlah 72 orang. Metode pengumpulan data menggunakan dokumentasi, dan angket. Data dikumpulkan dengan instrumen kuesioner. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji normalitas, uji t, analisis regresi linier sederhana, dan uji koefisien determinasi (R²).Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh program double track terhadap minat berwirausaha siswa kelas XI SMA Negeri 1 Kalitidu Bojonegoro, dibuktikan dengan t hitung ˃ t tabel atau 2,406 > 2,01410. Koefisien determinasi ((R2) sebesar 49,0 %, sedangkan sisanya sebesar 51,0 % dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak termasuk dalam penelitian ini
ANALISIS KESALAHAN SISWA BERDASARKAN TEORI NEWMAN DALAM MENYELESAIKAN SOAL CERITA SISTEM PERSAMAAN LINEAR DUA VARIABEL
Salah satu faktor rendahnya kemampuan pemecahan masalah matematika siswa adalah karena siswa menganggap matematika sebagai mata pelajaran yang sulit. Bagaimanapun, matematika membutuhkan ketelitian dalam perhitungan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis kesalahan siswa dalam pemecahan masalah berdasarkan prosedur teoritis Newman dan untuk mengetahui mengapa siswa melakukan kesalahan tersebut. Untuk mengetahui kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal, salah satunya dengan menggunakan tahapan Newman. Menurut Singh (Magfirah, 2019) dalam menyelesaikan soal uraian, Newman menyarankan lima tahapan pengerjaanya itu tahapan: (1) membaca, (2) memahami makna suatu permasalahan, (3) transformasi, (4) keterampilan proses, dan (5) penulisan jawaban. Dengan tahapan ini, dapat ditemukan penyebab terjadinya kesalahan siswa. Berdasarkan uraian di atas maka penulis merasa perlu menggunakan tahapan Newman untuk Menganalisis Tipe Kesalahan Siswa Dalam Menyelesaikan soal cerita Berdasarkan Teori Newman. Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Penelitian kualitatif merupakan penelitian yang berlandaskan pada filsafat postpositivisme, digunakan untuk meneliti pada kondisi obyek yang alamiah, dimana peneliti adalah instrumen kunci, pengambilan subyek sebagai sumber data dilakukan secara purposive,. Penelitian ini akan mendeskripsikan informasi yang terkumpul mengenai analisis kesalahan menurut teori Newman dalam menyelesaikan soal-soal cerita pada materi Sistem persamaan linier dua variabel pada siswa kelas VIII SMP Miftahul Huda Gogodeso Kanigoro Blitar. Dari hasil penelitian ini, didapatkan bahwa dari kedua subjek memang mengalami kesulitan ketika menemui soal cerita. Hal ini bermakna bahwa semua siswa sudah mampu memahami soal dengan benar, hanya saja mereka cenderung melakukan kesalahan pada penulisan atau notasi dan pada saat melakukan transformasi
DIFUSI INOVASI VIDEO PODCAST SEBAGAI MEDIA E-LEARNING DI KALANGAN MAHASISWA ILMU KOMUNIKASI UNTAG SURABAYA
Pandemi Covid-19 memaksa berbagai macam elemen masyarakat untuk beradaptasi dalam situasi yang tidak biasa. Termasuk salah satunya pada dunia pendidikan khususnya perguruan tinggi. Berbagai aktivitas yang biasanya dilakukan secara tatap muka mendadak semua harus diganti menjadi online atau dikenal juga dengan Daring (Dalam Jaringan). Mulai dari kuliah yang dilakukan secara daring, ujian daring, sidang skripsi sampai dengan wisuda pun dilakukan secara daring. Walaupun kita tahu bahwa tentu masih membutuhkan adaptasi kembali terlepas apakah cara tersebut dapat berjalan dengan lancar atau tidak dalam proses belajar mengajar di perguruan tinggi. Untuk itu peneliti yang juga seorang dosen di perguruan tinggi di Surabaya mencoba menggunakan video podcast sebagai alternatif media komunikasi untuk mendukung proses belajar mengajar di perguruan tinggi. Akan tetapi penggunaan video podcast sebagai media komunikasi dalam proses belajar mengajar merupakan hal baru dan belum diketahui penerapannya. Karena memang selama ini podcast khususnya video podcast normalnya digunakan sebagai media hiburan. Untuk itu penelitian ini dianggap perlu untuk melihat proses adaptasi mahasiswa dalam menerima materi melalui media komunikasi video podcast. Atas dasar inilah peneliti berupaya untuk mengkaji bagaimana Difusi Inovasi Video Podcast Sebagai Media E-Learning Di Kalangan Mahasiswa Ilmu Komunikasi Untag Surabaya?. Metode penelitian menggunakan kualitatif, dengan jenis penelitian deskriptif, pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Informan mahasiswa ilmu komunikasi di lingkungan Untag Surabaya. Teknik analisis data yang digunakan terdiri dari reduksi, display data, mengambil kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan difusi inovasi yang terjadi dosen termasuk ke dalam early adopter atau pengadopsi awal. Early adopter ini biasanya merupakan opinion leader atau pemuka pendapat di sebuah sistem sosial. Dosen mengadopsi inovasi berupa podcast yang dikemas menjadi bentuk edukasi atau e-learning. Mahasiswa Untag yang berkuliah termasuk dalam kategori early majority atau mayoritas awal. Early majority mengadopsi sebuah inovasi sebelum sebagian besar anggota sistem sosial lain mengadopsi podcast tersebut
STATUS IMUNISASI, SANITASI, PERILAKU HIGIENE, DAN PENYAKIT INFEKSI PADA BALITA STUNTING DI PEDESAAN DAN PERKOTAAN
Prevalensi stunting masih cukup tinggi di Indonesia. Sanitasi dan praktek higiene yang buruk serta rendahnya imunisasi menyebabkan rentannya balita terkena penyakit infeksi dan menjadi stunting. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sebaran stunting dan hubungan antara status imunisasi, sanitasi, perilaku hygiene, dan penyakit infeksi dengan stunting di pedesaan dan perkotaan. Penelitian berjenis kuantitatif menggunakan desain case control di tiga desa di Kabupaten Jombang dan tiga kelurahan di Kota Pasuruan. Total sampel adalah 292 balita yang terbagi menjadi 146 kelompok kasus dan 146 kelompok kontrol. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa stunting berhubungan dengan penyakit infeksi panas (p=0,047) di perkotaan dan penyakit infeksi diare (p=0,000) di pedesaan. Tidak terdapat hubungan antara stunting dengan status imunisasi, sanitasi dan perilaku higiene di perkotaan dan pedesaan. Perlunya konseling gizi secara intensif terkait dengan praktek pemberian makan yang aman dan higienis terutama pada ibu balita dengan pendidikan dan sosial ekonomi yang rendah serta tinggal di daerah-daerah kumuh di perkotaan dan pedesaan
PROFIL KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA DALAM MENYELESAIKAN MASALAH BERDASARKAN TIPE KEPRIBADIAN EKSTROVERT DAN INTROVERT
Komunikasi matematis merupakan suatu proses penyampaian informasi atau pemikiran menggunkan simbol matematis baik secara lisan maupun tulis. Komunikas matematis ini sangat menunjang siswa dalam menyelesaikan masalah program linear. Langkah penyelesaian masalah ini berdasarkan tahapan Krulik dan Rudnick. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan (1) Profil komunikasi matematis siswa berkepribadian ekstrovert dalam menyelesaikan masalah (2) Profil komunikasi matematis siswa berkepribadian Introvert dalam menyelesaikan masalah. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunkan subjek penelitian kelas XI SMK Muhammadiyah 1 Baron berjumlah dua siswa. Pemilihan subjek penelitian berdasarkan pada tipe berkepribadian ekstrovert dan Introvert. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunkan teknik tes komunikasi matematis dalam menyelesaikan masalah (TKMMM) dan wawancara. Keabsahan data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan triangulasi waktu. Dari hasil analisis data dan pembahasan diperoleh kesimpulan bahwa Subjek Ekstrovert dalam dalam menyelesaikan masalah adalah dengan membaca terlebih dahulu masalah sampai paham. Subjek menuliskan dan menjelaskan dengan benar apa yang diketahui dan apa yang ditanyakan, model matematika, strategi penyelesaian dialanjutkan dengan proses reduksi dan deduksi juga dengan benar. Dalam melakukan reduksi, subjek melewatkan menulis perhitungan aljabar. Subjek menuliskan simpulan dari masalah program linear yang diberikan dengan benar. Sedangkan subjek Introvert dalam dalam menyelesaikan masalah adalah dengan membaca masalah dan memahaminya. Subjek menuliskan dan menjelaskan apa yang diketahui dan apa yang ditanyakan, model matematika, strategi penyelesaian dengan menggambar grafik yang dilanjutkan dengan proses reduksi dan deduksi dengan benar dan lengkap. Subjek menulis perhitungan aljabar dengan dengan benar dan cermat. Subjek menuliskan simpulan dari masalah program linear yang diberikan dengan benar dan penuh keyakinan
SIKAP KEMANDIRIAN PESERTA DIDIK BERBASIS PROFIL PELAJAR PANCASILA BERDASARKAN JENIS KELAMIN SELAMA PEMBELAJARAN ONLINE
Pelajar mandiri adalah pelajar Indonesia yang memiliki tanggungjawab atas proses dan hasil belajar, yang bercirikan kesadaran akan diri dan situasi yang dihadapi, dan regulasi diri. Guru perlu memperhatikan sikap kemandirian peserta didik selama proses pembelajaran online, karena proses tersebut kurang optimal dalam interaksi secara langsung. Sikap kemandirian mempengaruhi bagaimana peserta didik mendapatkan informasi dari berbagi sumber online, mengolah informasi dengan aplikasi dan mengambil keputusan selama belajar online. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan sikap kemandirian belajar berbasis profil pelajar Pancasila pada peserta didik SMP ditinjau dari perbedaan jenis kelamin selama pembelajaran online. Metode Penelitian dengan menggunakan rancangan penelitian kuantitatif. Data dimasukkan pada program SPSS 24.0 untuk mencari komparasi menggunakan Uji T-Test Independent. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan perhitungan SPSS 24.0 nilai Sig. (2-tailed) adalah 0.598 > 0.05. Dengan demikian bahwa nilai kemamdirian antara laki-laki dan perempuan tidak perbedaan yang signifikan. Namun jika dilihat dari hasil rata-rata nilai kemandirian peserta didik perempuan lebih tinggi dibanding peserta didik laki-laki. Hal ini dapat dipengaruhi adanya regulasi diri serta faktor lingkungan
PENGARUH METODE PEMBELAJARAN TUTOR SEBAYA TERHADAP HASIL KEMAMPUAN BELAJAR GULING DEPAN
Pembelajaran penjas adalah pembelajaran yang diajarkandi sekolah. Brdasarkan kurikulum, ruang lingkup bidang studi penjas salah satunya adalah senam lantai yang di dalamnya terdapat materi guling depan dan tak lepas dari silabus kelas X. Berdasarkan observasi guru belum mengajarkan materi guling depan dan belum menggunakan metode pembelajaran tutor sebaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode pembelajaran tutor sebaya terhadap kemampuan belajar guling depan. Pengumpulan data diambil dari tes berupa tes kemampuan guling depan pada kelas X IPA-2 MA Unggulan Darul ‘Ulum Rejoso yang meliputi tahap gerakan awal, gerakan mengguling dan sikap akhir. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan perlakuan menggunakan metode pembelajaran tutor sebaya. Desain yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan One Grup Pretest-Posttest Design. Sampel dari penelitian ini adalah peserta didik kelas X IPA 2 MA Unggulan Darul ‘Ulum Jombangs ebanyak 30 peserta didik. Teknik analisis yang digunakan adalahUji T-Test dengan menggunakan SPSS versi 20 for windows. Hasil analisis data yang diperoleh yaitu dengan nilai sig 0,000 lebih besar dari α 0,05. Hal ini dapat dikatakan bahwa bahwa ada pengaruh metode pembelajaran tutor sebaya terhadap kemampuan belajar guling depan
THE USE OF VIDEO TO IMPROVE STUDENT VOCABULARY AT 7 GRADE SMPN 1 NANGA PINOH
The purpose of this study is to explain and describe the use of video media to improve vocabulary of 7 grade students of SMPN 1 Nanga Pinoh in the academic year 2020/2021. This study uses a qualitative descriptive method that focuses on analyzing the use of video to improve student vocabulary. This research is conducted interactively and continuosly until it is comeplete so that there are no questions to continue. The result of this study indicate that most students become more active in participating in the learning proscess using vocabulary. This indicates that the use of video to master vocabulary is considered effective to encourage students during the learning proces
THE TEACHER’S TECHNIQUES FOR BUILDING STUDENTS’ SPEAKING SKILL ON THE BEGINNING OF PANDEMIC COVID 19
Techniques are important thing for building students’ speaking skills. Therefore the teacher should have techniques and should be able to apply them correctly. Many researchers have discussed about this topic with different tittle actually. This study aimed to find out the techniques used by the teacher for building students’ speaking skill at the tenth grade of SMA Negeri 1 Karang Intan on the beginning of pandemic covid 19. Furthermore, the researcher would like to gain more knowledge about how the teacher applies the techniques, then what the advantages and disadvantages of them. The researcher uses qualitative as the method for conducting this research with English teacher itself as the subject. The researcher collects the data through interview, documentation and observation. The data is analyzed by using Miles and Hubberman’s theory.The result shows the teacher uses stimulation, telling story, discussion, and picture describing as the techniques. The English teacher applies the techniques in different ways. Stimulation: greeting and giving questions, telling story: experience story and short narrative story, discussion: update news, and picture describing: family picture. Furthermore, these techniques have their own advantages and disadvantages
HUBUNGAN TINGKAT PERCAYA DIRI DENGAN HASIL BELAJAR BERENANG
Cabang olahraga renang merupakan satu dari banyak cabang olahraga yang menjadi isi dalam kurikulum sekolah. Mahasiswa calon guru pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan (PJOK) wajib mendapatkan pengalaman belajar dan mengajar renang saat belajar di universitas. Tetapi tidak jarang mereka menghadapi kesulitan dalam belajar renang sehingga membuat sebagian dari mereka tidak tuntas dalam belajar renang. Aspek kejiwaan diyakini menjadi salah satu faktor yang turut menentukan ketuntasan belajar mereka. Untuk itu, artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan hubungan antara aspek kejiwaan berupa tingkat percaya diri dengan hasil belajar mahasiswa dalam belajar renang. Penelitian ini merupakan jenis penelitian korelasi. Sebanyak 117 mahasiswa (75 laki-laki dan 42 perempuan) tuntas mengisi angket percaya diri dan mengikuti tes berenang. Analisis data menggunakan deskriptif statistik, korelasi, dan anova-linearity. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki tingkat percaya diri yang tinggi (mean= 38.9, SD= 5.806). Terdapat korelasi negatif antara percaya diri dan waktu tempuh renang [r(117)= -0.405, p= 0.000], semakin tinggi tingkat percaya diri semakin cepat mahasiswa berenang. Kontribusi percaya diri terhadap hasil belajar sebesar 16.4%. Hubungan keduanya terjadi secara linear (F= 23.118, p<0.05). Disimpulkan bahwa percaya diri berhasil menjadi prediktor linear untuk hasil belajar renang mahasiswa