BIA': Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Kontekstual
Not a member yet
122 research outputs found
Sort by
Penyembuhan Ingatan dalam Pendampingan Pastoral Interkultural dan Interreligius
The world is globalized increasingly. There are various tribes and religions due to technological developments and population movements. In such circumstances, there is no longer a boundary between one another. The encounter between people of different cultures and religions is unavoidable. People can no longer live in a closed space like in a capsule. Therefore, like it or not, people must accept differences in a heterogeneous society. But encounters with different people can lead to a conflict with one another in society. This challenges pastoral science to develop itself so that it can help people who experience problems due to the clash of cultures and religions by developing healing memory method in intercultural and interreligious pastoral care.AbstrakDunia semakin mengglobal dan terdapat beragam suku dan agama akibat perkembangan teknologi dan perpindahan penduduk. Dalam kondisi demikian tidak ada lagi batas antara satu dengan yang lain dan pertemuan antara orang-orang yang berbeda budaya dan agama tidak terhindarkan. Orang tidak bisa lagi berada dalam sebuah ruang tertutup seperti dalam sebuah kapsul, karena itu, mau atau tidak mau, orang harus menerima perbedaan yang ada dalam sebuah masyarakat yang heterogen. Namun perjumpaan dengan orang lain yang berbeda, tidak jarang menimbulkan konflik antara satu dengan yang lain. Kondisi ini menantang ilmu pastoral untuk mengembangkan diri sehingga bisa menolong orang-orang yang mengalami masalah akibat benturan budaya dan agama tersebut dengan mengembangkan pastoral interkultural dan interreligius. Â
Membaca Sejarah, Menimba Hikmah: Upaya Berteologi secara Kontekstual dengan Belajar dari Sejarah Gereja Katolik di Toraja
This paper discusses the history of the Catholic Church in Toraja. This historical research aims to discuss the contextual theology in Toraja by drawing inspiration from the history of the acceptance of the Catholic Church in Toraja. The thesis statement of the paper is a historical study of the process of acceptance of the Catholic Church in Toraja showing a theological process that emphasizes fairness towards oppressed groups in society and generous dialogue towards Toraja culture. This paper consists of four parts. The first part discusses the history of the presence of the Catholic Church, which started from Makassar to Toraja. The second part explains the beginning of his acceptance in a house underneath. The third part is the subsequent acceptance of its relationship with Toraja culture. The fourth part is a conversation about the relations of the Dutch Zending in Toraja and the Catholic missionaries in Toraja. AbstrakMakalah ini membahas sejarah Gereja Katolik di Toraja. Penelurusan sejarah ini bertujuan untuk mendiskusikan teologi kontekstual di Toraja dengan menimba inspirasi dari sejarah keberterimaan Gereja Katolik di Toraja. Dengan demikian, pernyataan tesis saya di dalam makalah ini adalah studi sejarah terhadap proses keberterimaan Gereja Katolik di Toraja menunjukkan proses berteologi yang menegaskan keberpihakan terhadap kelompok masyarakat yang tertindas dan dialog yang murah hati terhadap kearifan lokal Toraja. Makalah ini terdiri dari empat bagian. Bagian pertama membahas sejarah kehadiran Gereja Katolik yang bermula dari Makassar hingga ke Toraja. Bagian kedua membeberkan awal keberterimaannya di sebuah kolong rumah. Bagian ketiga adalah keberterimaan selanjutnya dalam relasinya dengan budaya Toraja. Bagian keempat adalah percakapan tentang relasi kelompok Zending Belanda di Toraja dan para misionari Katolik di Toraja. Kata-kata kunci: keberterimaan, sejarah Gereja Katolik, teologi kontekstual, hikmah histori
Hakikat Pertumbuhan Gereja Berdasarkan Kisah Para Rasul 2:41-47
Abstract: This research is a study of the text of Acts 2: 41-47 in order to understand the lifestyle of the early church to discover the nature of church growth. Because of the research that has been conducted by the Bilangan Research Center Foundation with the conclusion that the growth that occurs in the church is due to movement factors and very small presentations are due to evangelism. That is what applies to using qualitative methods, especially the literature review of the text of Acts 2: 41-47, and some conclusions are drawn. First, the pattern of life of the early congregation that can be used as a model for the congregation or churches today that can experience growth, namely: they persevere in building up the Apostles, they persevere in fellowship, they persevere in breaking bread, they persevere in prayer, even they too. love god. So that they were liked by many people and God increased their numbers. Second, the essence of church growth, namely: the Word of God / sermons on Jesus Christ, the work of the Holy Spirit, and church fellowship and unity. Third, church growth must start from growth in quality then to quantity.Keywords: Destructive, Church, Qualitative, Quantitative. Abstraksi: Penelitian ini merupakan kajian terhadap teks Kisah Para Rasul 2:41-47 guna memahami seperti pola hidup jemaat mula-mula untuk menemukan hakikat pertumbuhan gereja. Oleh karena seperti kesimpulan penelitian yang telah dilakukan oleh Yayasan Bilangan Research Center dengan sebuah kesimpulan bahwa pertumbuhan yang terjadi dalam gereja mayoritas disebabkan faktor perpindahan jemaat dan sangat kecil presentase disebabkan penginjilan. Itulah sebabnya dengan menggunakan metode kualitatif khususnya kajian literature terhadap teks Kisah Para Rasul 2:41-47 maka diperoleh beberapa kesimpulan. Pertama, pola kehidupan jemaat mula-mula yang dapat dijadikan contoh model bagi jemaat atau gereja masa kini supaya dapat mengalami pertumbuhan, yakni: mereka bertekun dalam pengajaran Rasul, mereka bertekun dalam persekutuan, mereka bertekun memecahkan roti, mereka bertekun dalam doa, bahkan mereka juga suka memuji Tuhan. Sehingga mereka disenangi banyak orang dan Tuhan pun menambahkan jumlah mereka. Kedua, hakikat pertumbuhan gereja yakni: Firman Tuhan/ khotbah tentang Yesus Kristus, Pekerjaan Roh Kudus, dan persekutuan serta kesatuan gereja. Ketiga, pertumbuhan gereja harus dimulai dari pertumbuhan kualitas barulah kepada kuantitas.Kata Kunci: Pertumbuhan, Gereja, Kualitatif, Kuantitatif
Pembinaan Karakter Pemuda Kristiani dalam Perspektif Nilai Longko’ di Era Disrupsi
Longko’ values are part of the values that are lived by the Toraja people. This value needs to be investigated more deeply concerning fostering the character of Christian youth. However, the challenges of Christian youth also live in a reproducible era, which is the era of changing order very quickly due to the influence of technology, especially the industrial revolution 4.0. The church needs to consider the steps to accommodate cultural values, namely the value of longko’, and the challenges of the era of disruption. This study uses a qualitative approach to the types of social and theological research studies to be able to produce an appropriate character building model. This research concludes that the formation of Christian youth character in the perspective of longko’ values in the era of corruption resulted in three main study focuses, namely on the aspect of fostering Christian values for Christian youth by the Church in the perspective of longko’ values in the era of disruption. Second, fostering the lifestyle of Christian youth by the church in the perspective of longko’ values in the era of disruption. The third is the fostering of the habit of living full of the Holy Spirit for Christian youth as a result of the perspective of longko’ values in the era of disruption. AbstrakNilai longko’ merupakan bagian yang menjadi nilai-nilai yang dihidupi oleh orang Toraja. Nilai ini perlu diselidiki lebih dalam dalam kaitannya dengan pembinaan karakter pemuda kristiani. Namun demikian tantangan pemuda kristiani juga hidup di era yang diruptif yaitu era perubahan tatanan yang sangat cepat karena pengaruh teknologi terkhusus revolusi industri 4.0. Gereja perlu mempertimbangakan langkah akomodasi nilai budayawi yaitu nilai longko’ dan tantangan era disrupsi. Tujuan penelitian ini merumuskan pembinaan karakter pemuda Kristiani dalam perspektif budaya longko’ di era disrupsi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi penelitian sosial dan teologis untuk dapat menghasilkan suatu model pembinaan karakter yang tepat. Penelitian ini menghasilkan kesimpulan bahwa pembinaan karakter pemuda kristiani terhadap dalam perspektif nilai longko’ di era disrupsi menghasilkan tiga fokus kajian utama yaitu pada aspek pembinaan nilai-nilai Kristiani bagi pemuda Kristiani oleh gereja dalam perspektif nilai longko’ di era disrupsi. Kedua, pembinaan gaya hidup pemuda Kristiani oleh gereja dalam perspektif nilai longko’ di era disrupsi. Ketiga pembinaan kebiasaan hidup penuh Roh Kudus bagi pemuda Kristiani akibat dalam perspektif nilai longko’ di era disrupsi
Pengaruh Kosmologi Bumi Datar dalam Eskatologi Alkitab
Understanding the eschatology of each group or ecclesiastical school is quite diverse because this subject is indeed a difficult thing. This paper, Pengaruh Kosmologi Bumi Datar dalam Eskatologi Alkitab (The Influence of Flat Earth Cosmology in Bible Eschatology), aims to reexplore biblical texts relating to eschatology or the end of time. Of all the biblical texts available, it is found that the end times do not talk about the destruction of the earth and/or the universe and replace it with something completely or absolutely new, but only include natural disasters without destroying the absolute earth and/or the universe, so it is the renewal of the earth/universe that exists, now, inhabited by humans. This paper is the result of library research using the historical-critical hermeneutic method of the biblical texts used, including the two-source theory for the synoptic gospels. What is intended in this paper is that many eschatological texts or the texts discuss about the end times in the Bible, both Old Testament as also the New Testament, are strongly influenced by the understanding of flat-earth cosmology, so that reading of these biblical texts should not be carried out using the understanding of modern round-earth cosmology round. AbstrakPemahaman eskatologi masing-masing kelompok atau aliran gerejawi cukup beragam karena memang pokok ini adalah hal yang sulit. Makalah ini, Pengaruh Kosmologi Bumi Datar dalam Eskatologi Alkitab, bertujuan untuk menggali ulang teks-teks biblis yang berkaitan dengan eskatologi atau akhir zaman. Dari semua teks biblis yang ada, maka ditemukan bahwa akhir zaman tidak berbicara mengenai penghancuran bumi dan/atau alam semesta dan menggantikannya dengan sesuatu yang sepenuhnya atau mutlak baru, melainkan hanya menyertakan bencana-bencana alam tanpa menghancurkan mutlak bumi dan/atau alam semesta, sehingga itu merupakan pembaruan bumi/alam semesta yang ada, yang sekarang, yang didiami manusia. Makalah ini merupakan hasil penelitian kepustakaan dengan menggunakan metode hermeneutik historis-kritis atas teks-teks biblis yang digunakan, termasuk teori dua sumber bagi Injil-injil sinoptik. Yang hendak dibuktikan dalam makalah ini adalah terdapat banyak teks eskatologis atau tentang akhir zaman dalam Alkitab baik Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru yang sangat dipengaruhi oleh pemahaman kosmologi bumi datar (flat-earth cosmology), sehingga pembacaan teks-teks biblis tersebut tidak boleh dilakukan dengan menggunakan pemahaman kosmologi bumi bulat (round-earth cosmology)
Memaknai Kisah Orang Samaria yang Murah Hati Menurut Lukas 10:25-37 sebagai Upaya Pencegahan Konflik
Humans need other people as social creatures. Therefore, humans need to establish relationships and care for them to remain harmonious is a challenge. The fact is still found conflicts or clashes in society caused by differences in the background such as SARA and other social conditions. The purpose of this article is to provide insight into the understanding of who our fellow humans are according to the Lord Jesus or the Bible, in order to build harmonious and constructive social relations without distinguishing one another. Based on the theological study of the parable of the generous Samaritan delivered by the Lord Jesus in the Gospel of Luke 10: 25-37, Christians are called to be able to build relationships with others without making discrimination about their backgrounds. Christians should everywhere and at any time appear as a generous Samaritan to others, not just for the common good, but even more as a form of witness to the name of the Lord Jesus. AbstrakManusia membutuhkan orang lain sebagai makhluk sosial. Sebab itu, manusia perlu menjalin hubungan dan merawatnya agar tetap harmonis merupakan tantangan. Faktanya masih dijumpai konflik-konflik atau perbenturan di masyarakat yang disebabkan oleh perbedaan latar belakang seperti SARA dan keadaan sosialnya lainnya. Tujuan artikel ini memberikan wawasan pemahaman mengenai siapakah sesama manusia menurut Tuhan Yesus atau Alkitab, guna membangun hubungan sosial yang harmonis dan konstruktif tanpa membedakan seorang akan yang lain. Berdasarkan kajian teologis perumpamaan tentang orang Samaria yang murah hati yang disampaikan Tuhan Yesus di dalam Injil Lukas 10:25-37 ini orang Kristen dipanggil untuk dapat membangun terciptanya hubungan dengan sesama tanpa membeda-bedakan latar belakang yang melekat di dalamnya. Hendaknya orang Kristen di mana pun dan kapan pun tampil sebagai seorang Samaria yang murah hati bagi sesama, bukan sekadar untuk kebaikan bersama, tetapi terlebih lagi sebagai wujud kesaksian bagi nama Tuhan Yesus
Riset ‘Leadership Understanding’ Gembala-gembala Peserta Lembaga Kajian Gereja (LKG) Jawa Timur
The success of an organization lies in the hands of its leaders. The deciding factor is the extent to which a leader correctly understands the definition and functions of leadership. This research conducted by the description method in which data obtained through an online questionnaire to photograph the extent of respondents' understanding, namely shepherds involved in the Church Study Institute (LKG) organization in East Java, regarding leadership. The results found that the LKG participants had the right leadership paradigm and carried out the leadership principles in service. The study also found that shepherds support leadership as successive, meaning that it is not life-long and can be replaced. It was also found that an understanding of leadership is in accordance with the theory of leadership that a leader is not born but is formed.AbstrakKesuksesan organisasi terletak ditangan pemimpinnya. Faktor yang menentukan adalah sejauh mana seorang pemimpin memahami dengan benar definisi dan fungsi-fungsi kepemimpinan. Penelitian ini dilakukan dengan metode deskripsi yang datanya diperoleh melalui kuesioner online, untuk memotret sejauh mana pemahaman responden yaitu gembala-gembala yang terlibat di dalam organisasi Lembaga Kajian Gereja (LKG) di Jawa Timur, mengenai kepemimpinan. Hasil penelitian menemukan bahwa peserta LKG tersebut memiliki paradigma kepemimpinan yang benar dan menjalankan prinsip-prinsip kepemimpinan tersebut di dalam pelayanan. Penelitian juga menemukan bahwa para gembala mendukung kepemimpinan bersifat suksesif, artinya tidak seumur hidup dan dapat tergantikan. Juga ditemukan bahwa pemahaman tentang kepemimpinan sesuai dengan teori kepemimpinan bahwa seorang pemimpin tidak dilahirkan tetapi dibentuk
Kajian Toleransi Dalam Teks Cerita Rakyat Masyarakat Rote di Nusa Tenggara Timur
Abstract: Tolerance as a value is manifested in the life behavior of a group of people. The aim of this study is to analyze and describe tolerance studies based on the folklore of the people of Rote in East Nusa Tenggara. As research conducted by Rantesalu and Iswanto (2018), defines tolerance values based on the stories of the people of the Toraja community, namely the value of acceptability and understanding combined with togetherness and complementary. Another empirical paradigm was obtained from Hofner (2018) which explains the tolerance is influenced by social and political contexts. This research is focused on the specificity of the perception of tolerance that is formed from values based on folklore data. The method used is descriptive qualitative method and enriched with Ricour hermeneutic method in text analysis. The data obtained in the form of a folklore titled Landu, which tells the history of the formation of the Landu community on the island of Rote. The Landu Kingdom is one of the 19 kingdoms on Rote Island in the 14th century. Based on the data obtained the results of research on tolerance values contained in CRMR Landu are (1) This acceptability and understanding as a base the basis of tolerance is explained by the verb diadik loke // hule 'beri // kasih' and (2) the value of brotherhood based on the form of diadik dalek // teik 'rasa // inner', inak // touk 'father // mother '.Keywords: Tolerance, Text, Value Abstrak: Toleransi sebagai sebuah nilai diwujudkan dalam perilaku kehidupan suatu kelompok masyarakat. Tujuan penelitian ini ialah meganalisa dan mendeskripsikan kajian toleransi berdasarkan cerita rakyat masyarakat Rote di Nusa Tenggara Timur. Sebagaimana penelitian yang dilakukan oleh Rantesalu dan Iswanto (2018), mendefinisikan nilai toleransi berdasarkan ceritera rakyat masyarakat Toraja yang di dalamnya terdapat internalisasi nilai keberterimaan dan kesepahaman (acceptability and understanding). Selanjutnya, nilai-nilai tersebut disejajarkan dengan kebersamaan (togetherness) dan saling melengkapi (complementary). Paradigma empiris lainnya diperoleh dari Hofner (2018) yang menjelaskan toleransi yang ditimbulkan dari konteks politik di Indonesia. Penelitian ini lebih difukuskan pada kekhasan persepsi toleransi yang terbentuk dari nilai berdasarkan data cerita rakyat. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif yang diperkaya dengan metode hermeneutik Ricour dalam analisa teks. Data yang diperoleh berupa cerita rakyat berjudul Landu, yang menceritakan sejarah terbentuknya masyarakat Landu di pulau Rote. Kerajaan Landu adalah salah satu kerajaan dari 19 kerajaan di Pulau Rote pada abad ke-14. Berdasarkan data diperoleh hasil penelitian nilai toleransi yang terdapat dalam CRMR Landu adalah (1) Nilai keberterimaan dan kesepahaman (acceptability and understanding) ini sebagai alas dasar toleransi dijelaskan berdasarkan verba diadik loke//hule ‘beri//kasih’ dan (2) nilai persaudaraan (brotherhood) yang berdasarkan pada bentuk diadik dalek//teik ‘rasa//batin’, inak//touk ‘ayah//ibu’. Kata Kunci: Toleransi, Teks, Land
Aplikasi Dialogis-Klarifikatif Apologetika Paulus Terhadap Isu Gnostisisme di Jemaat Kolose Bagi Generasi Milenial yang Terpapar Zodiak Online
Abstract: The millennial generation is a generation that is familiar with the development of social media activities. This ease of access makes it to channel their hobby, one of which is accessing the horoscope (Zodiac). Christian faith must be able to provide proper clarification in the form of apologetics. The context of this problem is similar to the pattern of Paul's apologetics to the Colossians regarding the issue of Gnosticism. Based on this, the purpose of this research is: to find a pattern of apostle Paul's apology application to the contents of Gnosticism in the Colossians in the context of The millennial generation exposed by the Zodiac online. This paper uses a qualitative approach with descriptive theological and social research types. Data collection uses literature studies and interviews with millennials and God's servants who deal with zodiac addiction problems. This paper produces an apologetic pattern for millennials exposed to the Zodiac. These findings are described in 7 elements of dialogical-clarification apologetic patterns. Keywords: Millennial Generation, Zodiac, Gnosticism, Apologetics Abstrak: Generasi milenial merupakan generasi yang akrab dengan perkembangan akses media sosial. Kemudahan akses ini menjadikan untuk menyalurkan kegemaran mereka, salah satunya adalah mengakses mengenai ramalan bintang (zodiak). Iman Kristen harus dapat memberikan klarifikasi yang tepat dalam bentuk apologetika. Konteks permasalahan ini memiliki kemiripan dengan pola apologetika Paulus pada jemaat Kolose berkaitan dengan isu gnostisisme. Berdasarkan hal tersebut tujuan dari penelitian ini adalah: menemukan suatu pola penerapan apologetika rasul Paulus terhadap isi Gnostisisme di jemaat Kolose dalam konteks generasi milenial yang terpapar Zodiak online. Tulisan ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian teologis dan sosial secara deskriptif. Pengumpulan data menggunakan kajian literature dan wawancara pada generasi milenial dan hamba Tuhan yang menangani permasalahan kecanduan zodiak. Tulisan ini menghasilkan pola apologetika bagi generasi milenial yang terpapar zodiak. Temuan tersebut dideskripsikan pada 7 elemen pola apologetika dialogis-klarifikatif. Kata Kunci: Generasi Milenial, Zodiak, Gnostisisme, ApologetikaÂ
Kepemimpinan Guru Kristen: Sebuah Tinjauan Etika Kristen
Abstract: The life in contemporary era is full of challenges that have a big impact to almost all aspects in society, including for the growth and development of students in school. Christian teachers should be a role model who keeps on equiping their competencies and grow spiritually in order to be able to lead students. Student in turn is expected to response properly with a true morality when facing all the challenges. Teaches leadership is prominent to be a model for the student to obtain a true morality. This paper will demonstrate the relationship or Christian teacher’s leadership to the growth of student from the ethical perspectives. This paper will examine the essence or nature of Christian teacher, factors affecting, obstacles to Christian teacher leadership, and strategies that can be applied by Christian teacher. The true leadership model is Jesus who provides the meaning and example of leadership with humility within the purpose of God’s Kingdom. By recognizing the true leadership of Jesus Christ, Christian teacher can help students to living out this life through the Christian ethics. This paper will also provide suggestions for further research which will included other aspects in education field. Key Words: Christian teacher, students, leadership, perspective, ethic.  Abstrak-Konteks kehidupan zaman ini dipenuhi dengan berbagai tantangan yang memiliki pengaruh yang besar hampir kepada semua aspek kehidupan masyarakat, khususnya bagi pertumbuhan dan perkembangan siswa-siswi di sekolah. Seorang guru Kristen sudah seharusnya menjadi seorang teladan yang secara konsisten menjaga kompetensi dan pertumbuhan spiritual sehingga mampu untuk memimpin siswanya. Siswa diharapkan akan menjadi seorang yang mampu menghadapi realitas hidup ini dengan respon dari moralitas yang benar. Guru adalah teladan pertama yang seharusnya memimpin murid untuk menyadari tentang moralitas yang benar. Makalah ini akan memaparkan kepemimpinan guru Kristen dalam hubungannya dengan pertumbuhan siswa yang ditinjau dari etika Kristen. Makalah ini berisi penjelasan tentang esensi dari natur sebagai seorang guru Kristen, faktor yang mempengaruhi, hambatan atau tantangan menjadi seorang guru Kristen, serta strategi yang bisa di aplikasikan oleh guru Kristen. Model kepemimpinan yang sejati adalah Yesus, yang menyediakan arti dan contoh kepemimpinan dengan kerendahatian dengan kerajaan Allah sebagai tujuannya. Mengakui Yesus sebagai pemimpin yang sejati, seharusnya membuat setiap guru Kriten menyadari untuk kemudian menolong siswanya untuk menghidupi hidup ini berdasarkan etika Kristen. Makalah ini juga menyediakan saran untuk penelitiaan lebih jauh termasuk setiap aspek lingkungan Pendidikan. Kata Kunci: Guru Kristen, peserta didik, kepemimpinan, perspektif, etik