BIA': Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Kontekstual
Not a member yet
    122 research outputs found

    Rahim Mandul Allah: Suatu Konstruksi Imajinatif yang Menginterpretasi Realitas Chaotic Penciptaan bagi Pengalaman Perempuan Mandul

    Get PDF
    This paper proposes a constructive imagination that sees the world as an infertile womb of God in the context of creation. The chaosmic dimension of Catherine Keller gives positive fluctuations for nihil and chaos that is often interpreted as evil and ugliness. My thesis is that the chaosmic contributes to the imagination’s positive affirmation of infertility and God’s infertility. This paper attended purpose to give a new lens to the reality of Barren women and make approving for barren women in the social community. The method was a descriptive qualitative method with a literary study approach. Finally, this paper invites the reader to accept barren and childfree women and see the world as a home and house in a diversity of chaotic.Tulisan ini mengusulkan sebuah imajinasi konstruktif yang melihat dunia sebagai rahim mandul Allah dalam konteks penciptaan. Dimensi chaosmic dari Catherine Keller menghasilkan fluktuasi positif bagi nihil dan chaos yang sering ditafsir sebagai kejahatan dan keburukan. Penulis berpendapat bahwa Pemikiran tersebut turut memberi ruang imajinasi untuk mengafirmasi kemandulan secara positif dan menampilkan kemandulan Allah. Penulisan ini bertujuan untuk memberi lensa baru dalam melihat realitas kemandulan perempuan, serta memberi ruang bagi perempuan mandul dalam komunitas masyarakat. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif, kualitatif deskriptif, dengan pendekatan studi literatur. Pada akhirnya, Konstruksi dalam tulisan ini menghasilkan undangan bagi pembaca untuk menerima perempuan mandul dan perempuan yang memutuskan untuk tidak memiliki anak. Serta, melihat dunia sebagai rumah bersama dalam kebersamaan chaotic.Â

    Uang Panai Pada Suku Bugis Makassar dan Implikasinya Bagi Orang Kristen

    Get PDF
    The purpose of this paper is to find out what the panai money wedding dowry tradition is and to know the biblical perspective on the Bugis panai money panai wedding dowry tradition and to know the implications of the panai money panai wedding dowry tradition for Christians today in Congko Village, Marioriwawo District, Soppeng Regency. The research method used in writing this thesis is to use qualitative methods, namely interviews that are managed by qualitative phenomenology. The conclusions of this study are: 1) a marriage dowry is a common thing. In the Bible, there is no prohibition on giving a dowry of marriage but also no commandment to give a dowry, so in this case, there is no absolute condition regarding a dowry of marriage; 2) one of the wedding dowry traditions is the panai money tradition which is characteristic of the Bugis people. Panai money itself is a form of appreciation to Bugis women; 3) there are differences in the implementation of the panai money tradition between Muslim Bugis and Christian Bugis; 4) the government, the church, traditional leaders, and the community all have nothing against the implementation of the panai money tradition.Adapun tujuan dari penulisan ini adalah untuk mengetahui apa itu tradisi mahar pernikahan uang panai dan untuk mengetahui perspektif Alkitab terhadap tradisi mahar pernikahan uang panai Suku Bugis serta mengetahui implikasi dari tradisi mahar pernikahan uang panai bagi orang Kristen pada masa kini di Desa Congko, Kecamatan Marioriwawo, Kabupaten Soppeng. Metode penelitian yang digunakan dalam penulisan skripsi ini adalah dengan menggunakan metode kualitatif yaitu wawancara yang dikelola secara fenomenologi kualitatif. Kesimpulan dari penelitian ini adalah: 1) mahar pernikahan merupakan suatu hal yang biasa dijumpai. Dalam Alkitab tidak ada larangan untuk memberikan mahar pernikahan tetapi juga tidak ada perintah untuk memberikan mahar, sehingga dalam hal ini tidak ada syarat mutlak terkait mahar pernikahan; 2) tradisi mahar pernikahan yakni memberikan uang panai merupakan salah satu ciri khas Orang Bugis. Tradisi ini merupakan bentuk penghargaan kepada wanita Bugis.; 3) ada perbedaan pelaksanaan tradisi uang panai antara orang Bugis Islam dan orang Bugis Kristen; 4) pemerintah, gereja, tokoh-tokoh adat, dan masyarakat semua tidak ada yang menentang pelaksanaan tradisi uang panai

    Rekonstruksi Paradigma Ekonomis dalam Budaya Rambu Solo’ di Toraja Utara

    Get PDF
    Cultural paradigm reconstruction in Economic practical of Rambu Solo’ in North Torajan Regency. The economic cultural transformation in the Torajan funeral ceremony is a kind of reconstruction of how to give or make charity to the grieving family, from pig, buffalo, or any other object and transform into money or capital. These changes are interested to be studied, especially on the impact that inflicted by this cultural reconstruction. This research is using the qualitative approach which runs in descriptive methods. Finally, all data will be exposed to real narratives and qualitative analytic. The results of this research are: 1.the economic cultural reconstruction in the funeral ceremony in North Toraja is leaving some pig or buffalo to resell, the value of the pig or buffalo is exchange into the money. 2.the impact of this economic reconstruction is that the grief burden especially in the economic aspect was lighter and easier. Either the people who come to bring their help (pig, buffalo), shall be more practical and simpler.            AbstrakRekonstruksi Paradigma Budaya Ekonomis dalam Rambu Solo’ di Toraja Utara.  Transformasi budaya ekonomis dalam upacara pemakaman orang Toraja merupakan suatu bentuk pergeseran jenis pemberian/bantuan pada keluarga yang sedang berduka, dari bentuk babi dan kerbau atau materi (benda) menjadi pemberian dalam bentuk uang atau modal. Hal ini menarik untuk diteliti guna mengetahui sejauhmana dampak ekonomis yang ditimbulkan oleh pergeseran budaya ini. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan: Pertama, perubahan ekonomis dalam upacara rambu solo’ di kabupaten Toraja Utara yaitu menyisakan sebagian babi dan kerbau untuk dijual kembali, menggantikan harga babi dan kerbau dengan nominal uang, mengganti pemberian barang dengan uang (amplop). Kedua, dampak perubahan kultur ekonomi dan upacara pemakaman orang Toraja adalah beban ekonomi orang yang melaksanakan upacara rambu solo’ menjadi lebih ringan. Demikian pula dengan keluarga yang datang membawa babi dan barang dapat memakai cara yang lebih praktis, mudah dan murah. Kata kunci:Â

    Tafsir Kejadian 2:15 Sebagai Konstruksi Memahami Pelayanan dan Tanggung Jawab Orang Percaya terhadap Lingkungan

    Get PDF
    Kerusakan lingkungan telah menjadi masalah bersama umat manusia yang perlu mendapat perhatian serius, terutama dari orang percaya yang harusnya dapat menemukan dasar Alkitab mengenai apa yang harus dilakukan dalam upaya pelestarian lingkungan. Dalam status dan fungsinya diciptakan oleh Allah, manusia tidak hanya menjadi citra Allah, tetapi juga sebagai rekan sekerja Allah. Dalam Kejadian 2:15, Taman Eden sebagai representasi habitat manusia kala itu, disediakan oleh Allah untuk kepentingan manusia, yaitu dengan cara manusia mengusahakan dan memelihara Taman Eden tersebut. Oleh sebab itu, dalam upaya mencari dasar teologis mengenai peran orang percaya dalam mengupayakan kelestarian lingkungan, dalam penelitian ini akan dibahas mengenai makna kata mengusahakan dan memelihara Taman Eden melalui metode eksegesa. Penulis melakukan analisis terhadap kata kerja tesebut, kemudian melengkapinya dengan sebuah tafsiran yang didapat dari berbagai sumber yang bekaitan dengan nats Kejadian 2:15. Hasilnya adalah temuan teologis yang menghasilkan konsep tentang pelayanan dan tanggung jawab orang percaya terhadap lingkungan

    Implementasi Iman Kristen Dalam Masyarakat: Analisis Wacana Film God’s Not Dead

    Get PDF
    Abstract: This article discuss the religious realities that revealed in Trilogy of the film God 's Not Dead (2014), God' s Not Dead 2 (2016), and God 's Not Dead: A Light in Darkness (2018). This article is the result of a qualitative study using the Van Dijk’s discourse analysis approach. Discourse in movie is not enough to rely on the text simply because it consists of various structures and levels. The structure is macro structure, super structure, and micro structure.In the results of the study it was found that the preparation of discourse was quite structured, ranging from thematic structures, schematic structures, semantic structures, syntactic structures, stilistic structures, and rhetorical structures. Macro structure includes thematic structures, super structures include schematic structures, while the rest are included in the microstructure. The two elements of the structure show that this film does convey a real message that God still has a place in human life even though it lives in a very rational environment and does not involve God in their lives.Keywords: Theism, Christian Faith, Secularism, Film, Discourse Analysis. Abstrak: Artikel ini membahas tentang realitas keagamaan yang tampak dalam Trilogi film God’s Not Dead (2014), God’s Not Dead 2 (2016), dan God’s Not Dead: A Light in Darkness (2018). Artikel ini merupakan hasil dari studi kualitatif menggunakan pendekatan analisis wacana model Teun A Van Dijk. Wacana dalam film tidak cukup disandarkan pada teks semata karena ia terdiri dari berbagai struktur dan tingkatan. Struktur tersebut adalah struktur makro, super struktur, dan struktur mikro. Dari hasil penelitian ditemukan bahwa penyusunan wacana cukup terstruktur, mulai dari struktur Tematik, Struktur Skematik, Struktur Semantik, Struktur Sintaksis, Struktur Stilistik, dan struktur retorisnya. Struktur Makro meliputi struktur tematik, super struktur meliputi struktur skematik, adapun sisanya termasuk dalam struktur mikro. Kedua unsur dari struktur tersebut menunjukkan bahwa film ini memang menyampaikan pesan nyata bahwa Tuhan tetap memiliki tempat di kehidupan manusia meskipun hidup di lingkungan yang sangat rasional dan tidak melibatkan Tuhan dalam kehidupan mereka.Kata Kunci: Teisme, Iman Kristen, Film, Analisis Wacana

    Heuristika dalam Pendidikan Karakter Manusia Toraja Tradisional

    Get PDF
    Abstract: Along this article, some reflection shall be presented, the social and cultural education that shaped the traditional character of Torajan people. The aim of this study is going to show that education is not just a formal institution or merely an intellectual exercise but also requires a good deal with heuristic effort. Education is not worthy of the name if it is not supported by by character building. This research is the Torajan depiction of wisdom, which is pointed to show how they treat their quality of thinking and to keep growing their quality of life by using culture as a medium of heuristic. Keyword: education, heuristics, toraja, traditional,  Abstrak: Kajian dalam tulisan ini hendak memaparkan beberapa refleksi sebagai hasil riset yang meneliti kearifan sosial dan pendidikan melalui budaya yang telah membentuk karakter masyarakat Toraja tradisional. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menunjukkan bahwa pendidikan bukan sekadar institusi pendidikan belaka atau tidak hanya sekedar latihan intelektual saja tetapi juga membutuhkan upaya heuristik yang baik. Pendidikan belum pantas disebut pendidikan apabila mengabaikan pembentukan karakter. Penelitian ini adalah penggambaran kebijaksanaan orang Toraja tradisional, yang menunjukkan bagaimana mereka merawat kualitas berpikir serta pertumbuhan kualitas hidup mereka dengan mendayagunakan kultur sebagai medium heuristika. Kata kunci: heuristika, pendidikan, toraja, tradisional

    Model Internalisasi Sikap Terhadap Minuman Keras Dalam Teks Amsal 31:1-2, 4-7

    Get PDF
    Keterlibatan remaja Kristen dalam praktik minum minuman keras semakin tinggi menuntut pola atau model pendidikan kristen dalam meminimalisir femonena tersebut.  Dalam pemikiran tersebut, maka Amsal 31: 1-2, 4-7 diteliti dan dikaji untuk mendapat model edukasi yang tepat dalam mendidik remaja Kristen saat ini. Metode yang digunakan yang digunakan dalam menganalisis teks Amsal 31:1-2, 4-7 adalah analisis teks yang dipaparkan secara deskriptif . Hasil penelitian Amsal 31:1-2. 4-7 menunjukkan bahwa Lemuel menggunakan model internalisasi sikap dalam menimimalisir praktik minuman keras di lingkungan istana. Sikap tentang praktik minuman keras yang dinilai sebagai budaya yang baik dalam pikiran mereka ditransformasi sebagai budaya yang tidak pantas bagi seorang pegawai, pejabat pembesar istana yang dituntut  harus prima, sehat fisik dan psikis dalam melayani publik. Transformasi sikap tersebut dilandasi dengan teladan dari Lemuel sebagai  sebagai pengajar. Transinternalisasi sikap terhadap minuman keras dengan menempatkan penggunaan minuman keras sebagai obat penghilang rasa duka kematian dan rasa sakit menahun, atau rasa nyeri pada tubuh karena kerja berat setelah selesai bekerja.  Model internalisasi sikap tersebut dapat dilakukan dalam upaya mendidik remaja kristen.  Metode visualisasi dan affirmasi dilakukan untuk memaksimalkan internalisasi sikap terhadap bahaya miras

    Pemberlakuan Kurikulum Berbasis Nilai dan Karakter dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Kristen Terhadap Kecerdasan Spiritual Siswa SMA Negeri Di Tana Toraja.

    Get PDF
    Abstract: A value and character based curriculum is the core of the curriculum from time to time which is designed to answer the challenges of the times. In this paper, the author wants to examine the application of value-based and character-based curriculum in Christian Religious Education learning to the spiritual intelligence of public high school students in Tana Toraja. This is considered important because in the implementation of a value-based and character-based curriculum it has less impact on the spiritual intelligence of state high school students in Tana Toraja. The method used in this paper is qualitative research with descriptive analysis method. This study concludes that the curriculum developed in Christian religious education learning is still general in nature, which is designed in general in a universal context which is then developed according to a particular context. The curriculum in the context of Christianity in learning values and character in Christian education is only one source, namely from the Bible and applies to everyone in all places, as for the value in character building in relation to this spiritual intelligence, namely the value of love which is the main command of God, readiness to hear. and slow to speak, the value of holiness is not defiling oneself with various temptations and the values of the fruit of the Holy Spirit, namely love, joy, peace, patience, generosity, kindness, loyalty, gentleness and self-control.Keywords: values, character, spiritual intelligence  Abstrak: Kurikulum berbasis nilai dan karakter adalah inti dari dari kurikulum dari masa ke masa yang di desain untuk menjawab tantangan jaman. Dalam tulisan ini, penulis ingin mengkaji pemberlakuan kurikulum berbasis nilai dan karakter dalam pembelajaran Pendidikan Agama Kristen terhadap Kecerdasan spiritual siswa SMA Negeri di Tana Toraja. Hal ini dianggap penting oleh karena dalam pemberlakuan kurikulum berbasis nilai dan karakter kurang berdampak bagi kecerdasan spiritual siswa SMA Negeri di Tana Toraja. Dalam tulisan ini menggunakan metode kualitatif dengan analisis dekriptif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa, kurikulum yang dikembangkan dalam pembelajaran pendidikan Agama kristen masih bersifat umum, yakni dirancang secara umum dalam konteks universal yang kemudian dikembangkan sesuai konteks tertentu. Kurikulum dalam konteks kekristenan dalam pembelajaran nilai dan karakter pada pendidikan Kristen hanya satu sumber yakni dari Alkitab dan berlaku bagi setiap orang disegala tempat, adapun nilai dalam pembentukan karakter dalam kaitannya dengan kecerdasan spiritual ini yakni nilai kasih yang merupakan perintah utama Tuhan Allah, kesiapan untuk mendengar dan lambat untuk berkata-kata, nilai kekudusan yakni tidak menajiskan diri dengan berbagai godaan jasmani dan nilai-nilai dari buah Roh Kudus Kata Kunci: Nilai, karakter, kecerdasan spiritua

    Analisis Pertumbuhan Iman Gereja Toraja Jemaat Situru’ pada Masa Konflik DI/TII Tahun 1952-1966

    Get PDF
    The journey of the people of Rante Balla to the Rantai Damai is different from general community movements. Their movement begins with a rebellion DI/TII that results in their home being destroyed and burned. The persecution, oppression, and suffering they experienced did not weaken their faith but rather that this was the basis of the authors ' research to see the growth of their faith when experiencing the event. Therefore, the author uses historical research methods with data collection techniques using interviews with eyewitnesses or historical actors and also conducting the collection of past documents as linked to what the authors have written. Based on the results of the research that has been done by the authors, the conclusion of this writing is for 14 years in the period of conflict DI/TII year 1952-1966, the Toraja Church of Situru ' continue to experience the growth of suffering, suppression, and persecution that they experienced. The growth of quantity, spiritual quality, and organization of Situru ' congregations continues to increase over time. This can be seen through the increasing quantity of congregational citizens each year starting from the evacuation process to become an independent congregation in the Peace chain. Likewise, the growth of the spiritual qualities of the people of the Church of Situru ' continues to experience the growth that can be reviewed from the increased resilience of the faith of the congregation from the sufferings they experience. AbstrakPerjalanan masyarakat Rante Balla menuju ke Rantai Damai berbeda dengan perpindahan masyarakat pada umumnya. Perpindahan mereka diawali dengan peristiwa pemberontakkan DI/TII yang mengakibatkan rumah mereka dirusak dan dibakar. Penganiayaan, penindasan dan penderitaan yang mereka alami justru tidak melemahkan iman mereka tetapi sebaliknya sehingga hal ini yang menjadi dasar penelitian penulis un-tuk melihat pertumbuhan iman mereka ketika mengalami peristiwa tersebut. Oleh karena itu, penulis menggunakan metode penelitian sejarah dengan teknik pengumpulan data menggunakan wawancara kepada saksi mata atau pelaku sejarah dan juga melakukan pengumpulan dokumen-dokumen masa lampau sekaitan dengan apa yang ditulis oleh penulis. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan oleh penulis, maka menjadi kesimpulan dari penulisan ini yaitu selama 14 tahun pada masa konflik DI/TII tahun 1952-1966 berlangsung, Gereja Toraja Jemaat Situru’ terus mengalami per-tumbuhan akibat penderitaan, penindasan dan penganiayaan yang mereka alami. Pertumbuhan kuantitas, kualitas rohani dan organisasi jemaat Situru’ terus meningkat dari waktu ke waktu. Hal ini dapat dilihat melalui meningkatnya kuantitas warga jemaat setiap tahunnya yang dimulai dari proses pengungsian hingga menjadi jemaat mandiri di Rantai Damai. Begitupun juga dengan pertumbuhan kualitas rohani warga jemaat Situru’ terus mengalami pertumbuhan yang dapat ditinjau dari meningkatnya ketahanan iman warga jemaat akibat penderitaan yang mereka alami. Â

    The Dualistic Nature of Christ: A Comparison Study of Herman Bavinck And Ellen White Thoughts

    Get PDF
    Abstract: Christology has been a subject of wide discussion due the very heart of Christianity lays on this doctrine. Further, it relates directly to some core identity of believers such as soteriology, trinity and atonement. The intention of this treatise is to delve and offer alternative perspectives that may contribute to the discourse. However, the natures of Christ are one of the high attentions given. The divinity and humanity attributes participate consistently in dialogues. Herman Bavinck, a Dutch reformed background, and Ellen White with American Adventist tradition share insights to the topic. This essay goes to compare their thought in order to see the contribution that could be offered.   Keywords: divinity-humanity, Christology, Herman Bavinck, Ellen White  Abstrak: Kristologi menjadi topik pembahasan luas karena menjadi dasar doktrin kekristenan. Lebih jauh, Kristologi memiliki korelasi langsung dengan inti keyakinan seperti soteriology, trinitas dan penebusan. Tujuan dari tulisan ini adalah untuk menggali dan menawarkan perspektif alternative yang dapat berkontribusi pada diskursus ini. Kodrat dari Kristus adalah atensi utama dalam pembahasan ini. Karakter ketuhanan dan kemanusiaan diulas secara konsisten. Herman Bavinck, latar belakang tradisi reformasi Belanda, dan Ellen White dengan tradisi Adventist di Amerika merefleksikan pengetahuan mengenai topik ini. Artikel ini mencoba memberikan perbandingan dengan tujuan untuk melihat kontribusi yang dapat ditawarkan

    114

    full texts

    122

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    BIA': Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Kontekstual
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇