Jurnal Ilmiah Online STIE Muhammadiyah Bandung
Not a member yet
    2602 research outputs found

    KONSEP VALUE FOR MONEY (VFM) DALAM ARSITEKTUR PENGANGGARAN BERBASIS KINERJA (PBB) DI INDONESIA

    No full text
    This literature review maps the operationalization of Value for Money (VfM) in Performance-Based Budgeting (PBB) in Indonesia during the period 2020–2024. The search was conducted across domestic scholarly databases (SINTA, GARUDA) and official regulatory/policy portals. The study links the 3E dimensions—economy, efficiency, effectiveness—to policy instruments (SBM, SBK, IKPA, SAKIP), data infrastructure (KRISNA–SAKTI), and external oversight (performance audit/VfM audit). The analysis results identify three mutually reinforcing axes of progress. First, the normative-regulatory axis, characterized by harmonization of the PBB and VfM framework through SAKIP evaluation and integration of planning-to-reporting cycles. Second, the process implementation axis, manifested through the reformulation of the Budget Execution Performance Indicator (IKPA) as a proxy for process efficiency. Third, the system connectivity axis, reflected in the integration of the KRISNA–SAKTI platform to clarify the linkage between resource allocation and performance (line-of-sight). The conclusions of this analysis are: (PP1) VfM is operationalized through input cost control (SBM), process efficiency (IKPA) and technical efficiency based on SBK/unit cost, as well as outcomes (SAKIP) supported by key regulatory packages since 2019. (PP2) 3E measurement has been implemented, but systematic triangulation of SBK–IKPA–SAKIP across ministries/agencies/regions remains incomplete. (PP3) Primary drivers include regulatory consolidation, SBM–SBK, KRISNA–SAKTI integration, and performance audits; barriers encompass data interoperability, monitoring-evaluation dualism, non-uniform outcome definitions, limited unit cost data, and analytical capacity constraints. (PP4) Current evidence shows improved process discipline and results orientation, yet causal evidence of PBB's influence on public service quality remains limited due to insufficient micro-data and fragmented process→results analytical pipelines. (PP5) KRISNA–SAKTI strengthens traceability and performance audits provide feedback loops, but full impact requires closed-loop systems linking audit recommendations to IKPA/SAKIP/SBK indicators. The study recommends standardization of sectoral core 3E indicators (SBK–IKPA–SAKIP), institutionalization of evidence-based spending reviews, data interoperability (metadata/API/unique ID), strengthened risk-based auditing, analytical capacity building, and methodological transparency. These recommendations will contribute to accelerating the quality spending agenda (spending better).Telaah literatur ini memetakan operasionalisasi Value for Money (VfM) dalam Penganggaran Berbasis Kinerja (PBB) di Indonesia periode 2020–2024. Penelusuran dilakukan di basis data ilmiah domestik (SINTA, GARUDA) dan portal regulasi/kebijakan resmi. Studi menautkan dimensi 3E—economy, efficiency, effectiveness—ke instrumen kebijakan (SBM, SBK, IKPA, SAKIP), infrastruktur data (KRISNA–SAKTI), serta pengawasan eksternal (audit kinerja/VfM audit). Hasil analisis mengidentifikasi tiga poros kemajuan yang saling menguatkan. Pertama, poros normatif-regulatif, yang ditandai dengan harmonisasi kerangka PBB dan VfM melalui evaluasi SAKIP serta integrasi siklus perencanaan hingga pelaporan. Kedua, poros implementasi proses, yang diwujudkan melalui reformulasi Indikator Kinerja Pelaksanaan Anggaran (IKPA) sebagai proksi efisiensi proses. Ketiga, poros konektivitas sistem, yang tercermin dari integrasi platform KRISNA–SAKTI untuk memperjelas keterkaitan alokasi sumber daya dengan kinerja (line-of-sight). Kesimpulan atas analisis tersebut adalah (PP1) VfM dioperasionalkan melalui pengendalian biaya input (SBM), efisiensi proses (IKPA) dan efisiensi teknis berbasis SBK/unit cost, serta outcome (SAKIP) yang disangga paket regulasi kunci sejak 2019. (PP2) Pengukuran 3E telah berjalan, namun triangulasi SBK–IKPA–SAKIP belum sistematis lintas K/L/daerah. (PP3) Pengungkit utama meliputi konsolidasi regulasi, SBM–SBK, integrasi KRISNA–SAKTI, dan audit kinerja; hambatan mencakup interoperabilitas data, dualisme monev, ketidakseragaman definisi outcome, keterbatasan data unit cost, dan kapasitas analitis. (PP4) Bukti terkini menunjukkan peningkatan disiplin proses dan orientasi hasil, namun bukti kausal pengaruh PBB pada mutu layanan publik masih terbatas akibat kekurangan data mikro dan pipeline analitik proses→hasil yang belum terpadu. (PP5) KRISNA–SAKTI memperkuat traceability dan audit kinerja menyediakan feedback loop, tetapi dampak penuh menuntut closed-loop yang mengaitkan rekomendasi audit ke indikator IKPA/SAKIP/SBK. Studi merekomendasikan standarisasi indikator inti 3E sektoral (SBK–IKPA–SAKIP), institusionalisasi spending reviews berbasis bukti, interoperabilitas data (metadata/API/ID unik), penguatan audit berbasis risiko, capacity building analitis, dan transparansi metodologi. Rekomendasi ini akan berkontribusi untuk mengakselerasi agenda belanja berkualitas (spending better)

    PENGARUH INVOLVEMENT DAN INSTRUMENTAL SUPPORT TERHADAP WORK-LIFE BALANCE DIMEDIASI SELF-EFFICACY

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh involvement dan instrumental support terhadap work-life balance dengan self-efficacy sebagai variabel mediasi pada karyawan industri makanan dan minuman di DKI Jakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Data dikumpulkan melalui kuesioner dari 175 responden dan dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) dengan software AMOS 24. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh langsung involvement terhadap work-life balance, instrumental support berpengaruh positif dan signifikan terhadap work-life balance, baik secara langsung maupun tidak langsung melalui self-efficacy. Self-efficacy terbukti sebagai mediator yang signifikan dalam hubungan antara kedua variabel independen (involvement dan instrumental support) dengan work-life balance. Temuan ini mengindikasikan bahwa keterlibatan karyawan dan dukungan nyata dari lingkungan sosial (keluarga dan rekan kerja) dapat meningkatkan keyakinan diri karyawan dalam menghadapi tekanan kerja, yang pada akhirnya mendukung terciptanya keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi. Temuan ini memberikan implikasi manajerial bahwa organisasi perlu mendorong keterlibatan karyawan dan menyediakan dukungan praktis yang memadai untuk meningkatkan kualitas hidup kerja dan kinerja karyawan secara keseluruhan

    PENGARUH LINGKUNGAN DAN PELATIHAN TERHADAP PRODUKTIVITAS DENGAN INTERVENING MOTIVASI PADA PEGAWAI DI BPK JAWA TENGAH

    No full text
    The aim of this study was to examine the relationship between the work environment and training on work productivity, using work motivation as an intervening variable. This research was quantitative and explanatory, using a questionnaire with several open-ended and closed-ended questions for 162 participants. The SmartPLS approach was used as the technique chosen. The results showed that the work environment had no significant relationship or influence on work productivity, training had a significant influence on work productivity, the work environment had a significant influence or relationship on work motivation, training had a significant relationship with work motivation, and the work environment had a significant relationship with work productivity through the motivation variable. Finally, the training variable had no significant relationship with work productivity when mediated or bridged by the work motivation variable.Penelitian memiliki tujuan untuk melakukan riset keterkaitan hubungan Lingkungan Kerja dan Pelatihan pada Produktivitas Kerja melalui Motivasi kerja sebagai variabel interveningnya atau penghubungnya. Jenis riset ini termasuk kuantitatif dengan jenis riset eksplanatori melalui media kuesioner dengan beberapa jenis pertanyaan yang sifatnya terbuka dan tertutup pada sejumlah 162 orang. Teknik yang dipilih pada riset ini menggunakan pendekatan SmartPLS. Hasil riset ini menunjukan bahwa Lingkungan Kerja tidak memiliki keterkaitan ataupun pengaruh yang signifikan pada Produktivitas Kerja, Pelatihan memiliki hubungan yang pengaruh dan signifikan pada Produktivitas Kerja, Lingkungan Kerja memiliki pengaruh atau keterkaitan yang signifikan pada Motivasi Kerja, Pelatihan memiliki hubungan keterkaitan yang signifikan pada Motivasi Kerja, kemudian Lingkungan Kerja memiliki hubungan keterkaitan yang signifikan pada Produktivitas Kerja melalui variabel Motivasi kemudian yang terakhir yaitu variabel Pelatihan tidak memiliki kesesuaian atau hubungan yang signifikan terhadap Produktivitas Kerja apabila dimediasi atau dijembatani oleh variabel Motivasi Kerja

    PENGARUH STRUKTUR MODAL, UKURAN PERUSAHAAN DAN PROFITABILITAS TERHADAP NILAI PERUSAHAAN DENGAN KEBIJAKAN DIVIDEN SEBAGAI VARIABEL MODERASI

    No full text
    Nilai perusahaan kerap dijadikan indikator penting untuk menilai kinerja serta prospek suatu entitas bisnis di mata investor. Studi ini ditujukan untuk menelaah pengaruh struktur modal, ukuran perusahaan serta profitabilitas terhadap nilai perusahaan, dengan kebijakan dividen sebagai variabel moderasi. Pendekatan pengujian bersifat kuantitatif dengan teknik purposive sampling. Populasi penelitian mencakup sektor energi dan tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2020 - 2024 dan memiliki riwayat pembagian dividen sekali. Terdapat 29 perusahaan yang memenuhi syarat sebagai sampel. Data dianalisis melalui regresi data panel dengan perangkat lunak EViews 13, disertai tahapan pengujian berupa analisis deskriptif, uji asumsi klasik, autokorelasi, uji hipotesis, serta Moderated Regression Analysis (MRA). Temuan ini mengindikasikan bahwa profitabilitas yang diukur menggunakan ROA tidak memberikan dampak signifikan pada nilai perusahaan. Sebaliknya, ukuran perusahaan yang diukur melalui total aset dan struktur modal yang diukur oleh DER terbukti berdampak positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan. Uji moderasi menggunakan DPR (Dividend Payout Ratio) juga mengindikasikan bahwa kebijakan dividen tidak berperan dalam memperkuat korelasi diantara profitabilitas, ukuran perusahaan maupun struktur modal pada nilai perusahaan. Keseluruhan temuan menegaskan bahwa faktor fundamental berupa ukuran perusahaan dan struktur modal memiliki peran menentukan nilai perusahaan dibandingkan profitabilitas maupun kebijakan divide

    INOVASI PRODUK MEMEDIASI BRAND IMAGE DAN ORIENTASI PELANGGAN TERHADAP KINERJA PEMASARAN UMKM KOTA PONTIANAK

    No full text
    Pengaruh brand image dan orientasi pelanggan terhadap kinerja pemasaran pada UMKM kafe dan resto kota Pontianak melalui inovasi produk. Penelitian ini didasari oleh fenomena peningkatan persaingan di bidang usaha kuliner yang memaksa pelaku UMKM tidak hanya bergantung pada citra merek, tetapi mampu berinovasi pada produk serta memperhatikan kebutuhan pelanggan. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode survei melalui kuesioner yang diberikan kepada 143 responden. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling, sedangkan untuk proses analisis data digunakan dengan bantuan software Amos versi 23. Hasil penelitian menunjukkan bahwa brand image memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pemasaran serta inovasi produk. Selain itu, orientasi pelanggan juga berpengaruh signifikan terhadap inovasi produk. Inovasi produk memiliki peran penting dalam meningkatkan kinerja pemasaran dan berfungsi sebagai variabel mediasi yang memperkuat hubungan antara brand image dan orientasi pelanggan terhadap kinerja pemasaran. Uji Sobel mengonfirmasi bahwa inovasi produk secara signifikan memediasi pengaruh dari citra merek dan orientasi pelanggan terhadap kinerja pemasaran. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bahwa kombinasi dari brand image yang kuat, orientasi pelanggan yang tinggi, serta konsistensi dalam melakukan inovasi produk mampu meningkatkan performa pemasaran UMKM kafe dan resto secara berkelanjutan

    PENGARUH LITERASI KEUANGAN, MODAL DAN E-COMMERCE TERHADAP KINERJA UMKM DI KABUPATEN SLEMAN

    No full text
    UMKM di industri perhotelan dan jasa boga di Kabupaten Sleman menjadi fokus studi ini. Studi ini bertujuan untuk memahami bagaimana faktor-faktor seperti literasi keuangan, pembiayaan, dan e-commerce memengaruhi kinerja UMKM. Seratus lima UMKM yang tergabung dalam Dinas Koperasi dan UMKM Sleman menjadi sampel studi kuantitatif ini. Data dikumpulkan melalui survei daring dan luring, dengan total 85 responden dipilih dengan margin kesalahan 5%. Analisis data dilakukan dengan regresi linier berganda, uji-t parsial, reliabilitas, validitas, dan uji asumsi klasik. Literasi keuangan, permodalan, dan e-commerce merupakan tiga variabel independen yang secara signifikan dan positif memengaruhi kinerja UMKM, menurut data tersebut. Usaha dapat memperoleh manfaat dari peningkatan kesadaran finansial, dukungan modal yang memadai, dan praktik e-commerce yang efisien. Agar dapat bersaing dalam ekonomi digital saat ini, penting bagi UMKM untuk meningkatkan literasi keuangan, meningkatkan akses terhadap pembiayaan, dan merangkul teknologi digital

    DOES ESG AFFECT FIRM PERFORMANCE? EVIDENCE FROM INDONESIA

    No full text
    This study analyzes how Environmental, Social, and Governance (ESG) affects the value of companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX). Researchers applied a purposive sampling method to select 86 companies that had a clear ESG score from Refinitiv and were listed on the IDX during the 2018–2022 period. It employs Ordinary Least Squares (OLS) for data analysis, to examine the relationships between the variables. Findings show that environmental and governance performance are negatively related to firm value, this tells that companies with high environmental and governance performance will has a higher spendings which will lower the company’s value, while social performance has a positive impact when considered alongside the other ESG components. A key limitation of this study is its exclusive focus on the Indonesian market, where distinctive regulatory frameworks, ESG disclosure practices, cultural factors, and investor preferences may shape the relationship between ESG performance and firm value in ways that differ from other countries, thereby limiting the extent to which the findings can be generalized to broader global contexts

    KONTRIBUSI SEKTOR PARIWISATA TERHADAP REALISASI PENDAPATAN DAERAH DI PROVINSI JAWA TENGAH: PENDEKATAN DATA PANEL

    No full text
    This study aims to analyze the impact of key tourism sector indicators on Regional Original Revenue (PAD) in Central Java Province. The indicators examined include the number of domestic tourist trips, the number of tourist visits and events, the number of hotels and accommodations, as well as the number of restaurants or eateries. A quantitative approach was employed using panel data methods, covering 35 regencies/cities in Central Java Province over a five-year period, resulting in a total of 175 observations. The Fixed Effects Model (FEM) was selected as the most suitable model based on the results of the Hausman test. The model estimation shows that the number of domestic tourist trips, the number of tourist visits and events, and the number of hotels and accommodations have a positive and significant effect on increasing PAD. In contrast, the number of restaurants or eateries does not show a statistically significant effect on PAD. These findings underscore the importance of the tourism sector in enhancing regional fiscal revenue. Optimizing investment and development planning in the tourism sector is expected to strengthen the structure of regional income and support sustainable development agendas at the local level. This study provides empirical contributions by integrating various tourism indicators through a panel data approach to identify the main determinants of PAD at the regency/city level. The findings enrich the body of literature on regional development economics, particularly in data-driven tourism potential management.  Penelitian ini bertujuan menganalisis dampak indikator utama sektor pariwisata terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Provinsi Jawa Tengah. Indikator yang diteliti meliputi jumlah perjalanan wisatawan nusantara, jumlah kunjungan wisata dan event, jumlah hotel dan akomodasi, serta jumlah restoran atau rumah makan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode data panel, mencakup 35 kabupaten/kota di Provinsi Jawa Tengah selama periode lima tahun, sehingga menghasilkan total 175 observasi. Model efek tetap (Fixed Effects Model/FEM) dipilih sebagai model terbaik berdasarkan hasil uji Hausman. Estimasi model menunjukkan bahwa jumlah perjalanan wisatawan nusantara, jumlah kunjungan wisata dan event, serta jumlah hotel dan akomodasi memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap peningkatan PAD. Sebaliknya, jumlah restoran atau rumah makan tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan secara statistik terhadap PAD. Temuan ini menegaskan pentingnya sektor pariwisata dalam meningkatkan pendapatan fiskal daerah. Optimalisasi investasi serta perencanaan pembangunan sektor pariwisata diharapkan dapat memperkuat struktur penerimaan daerah dan mendukung agenda pembangunan berkelanjutan di tingkat lokal. Studi ini memberikan kontribusi empiris melalui integrasi berbagai indikator pariwisata dalam pendekatan data panel untuk mengidentifikasi determinan utama PAD pada level kabupaten/kota. Temuan ini memperkaya khazanah literatur ekonomi pembangunan daerah, khususnya dalam pengelolaan potensi pariwisata berbasis data. &nbsp

    PENGARUH FINANCIAL LITERACY, CLARITY OF RETIREMENT GOALS DAN HEALTH LITERACY TERHADAP PERENCANAAN PENSIUN PADA PEGAWAI DIREKTORAT JENDERAL KEKAYAAN NEGARA KEMENTERIAN KEUANGAN

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh literasi keuangan, kejelasan tujuan pensiun, dan literasi kesehatan terhadap perencanaan pensiun pada pegawai Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei melalui kuesioner daring. Sampel sebanyak 172 responden diperoleh dari populasi berjumlah 300 pegawai DJKN, dengan teknik purposive sampling. Data dianalisis menggunakan regresi linier berganda untuk menguji pengaruh simultan dan parsial dari variabel independen terhadap perencanaan pensiun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi keuangan, kejelasan tujuan pensiun, dan literasi kesehatan berpengaruh positif dan signifikan terhadap perencanaan pensiun, baik secara simultan maupun parsial. Temuan ini menegaskan pentingnya pemahaman keuangan, penetapan tujuan pensiun yang jelas, serta kesadaran akan kesehatan sebagai faktor kunci dalam meningkatkan kesiapan pensiun secara menyeluruh. Penguatan terhadap ketiga aspek ini dapat memberikan kontribusi nyata terhadap kesejahteraan finansial pegawai di masa pensiun

    PENGARUH TRANSFORMASI AKUNTANSI DIGITAL TERHADAP KUALITAS PELAPORAN KEUANGAN : PERAN MEDIASI GOOD GOVERNANCE

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak revolusi akuntansi digital terhadap kualitas laporan keuangan, dengan tata kelola perusahaan yang efektif sebagai variabel mediasi pada Bank Kalbar. Revolusi akuntansi digital diperkirakan dapat meningkatkan kecepatan, ketepatan, dan transparansi pelaporan keuangan, meskipun efektivitasnya sangat dipengaruhi oleh penerapan prinsip tata kelola yang kuat. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan kerangka eksplanatori, melibatkan partisipan yang berperan dalam aktivitas akuntansi, keuangan, dan audit internal. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert dan dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM–PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa revolusi akuntansi digital berpengaruh positif terhadap kualitas laporan keuangan, baik secara langsung maupun tidak langsung melalui peran mediasi tata kelola yang efektif. Selain itu, temuan penelitian menegaskan bahwa penerapan transformasi akuntansi digital memperkuat prinsip keterbukaan, akuntabilitas, dan independensi dalam tata kelola perusahaan, sehingga meningkatkan keandalan, relevansi, dan kredibilitas informasi keuangan. Dengan demikian, efektivitas tata kelola yang baik sebagai mekanisme pengendalian menjadi elemen penting dalam keberhasilan revolusi akuntansi digital yang bertujuan meningkatkan kualitas pelaporan keuangan pada lembaga perbankan daerah

    1,691

    full texts

    2,602

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Ilmiah Online STIE Muhammadiyah Bandung
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇