Jurnal Ilmiah Online STIE Muhammadiyah Bandung
Not a member yet
2602 research outputs found
Sort by
THE EFFECT OF INTELLECTUAL CAPITAL ON FIRM VALUE MODERATED BY GOOD CORPORATE GOVERNANCE
This research aims to assess the effect of Intellectual Capital on firm value, along with the mediating role of GCG. The sample consists of banking firms listed on the Indonesia Stock Exchange over the 2022-2024 period. Data were examined using the PLS-SEM approach. The outcome demonstrate that Intellectual Capital has no statistically significant effect on firm value. In addition, GCG is not found to mediate the association among Intellectual Capital and firm value. This research offers significant insights for organizations to enhance governance quality and adopt a more strategic approach to managing intellectual capital in order to foster the development of sustainable corporate value.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Intellectual Capital terhadap nilai perusahaan serta peran Good Corporate Governance sebagai moderasi. Sampel penelitian terdiri dari perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2022–2024. Analisis data dilakukan dengan pendekatan Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Intellectual Capital tidak berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan. Selain itu, Good Corporate Governance tidak memoderasi hubungan antara Intellectual Capital dan nilai perusahaan. Penelitian ini memberikan implikasi penting bagi perusahaan untuk meningkatkan kualitas tata kelola dan mengintegrasikan pengelolaan modal intelektual secara lebih strategis guna mendorong penciptaan nilai perusahaan yang berkelanjuta
PENGARUH BRAND IMAGE, FEAR OF MISSING OUT DAN SOCIAL MEDIA ENGAGEMENT TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN JERSEY TIMNAS INDONESIA DARI BRAND ERSPO DI WILAYAH DKI JAKARTA
Tujuan dari penelitian ini ialah untuk menganalisis pengaruh Brand Image, Fear of Missing Out (FoMO), dan Social Media Engagement terhadap keputusan pembelian jersey Timnas Indonesia dari brand Erspo di wilayah DKI Jakarta. Penelitian ini dilatar belakangi oleh meningkatnya penjualan produk jersey Timnas dari brand Erspo pada bach kedua. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan teknik analisis Structural Equation Modeling – Partial Least Square (SEM-PLS). Sampel penelitian berjumlah 162 responden yang dipilih melalui metode purposive sampling, dengan kriteria individu yang berdomisili di DKI Jakarta dan pernah membeli jersey Timnas Indonesia dari brand Erspo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga variabel bebas, yaitu Brand Image, Fear of Missing Out (FoMO), dan Social Media Engagement, berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian. Variabel FoMO memiliki pengaruh paling dominan, yang menunjukkan bahwa dorongan psikologis untuk mengikuti tren memiliki peranan penting dalam keputusan pembelian konsumen. Secara simultan, ketiga variabel tersebut mampu menjelaskan 71,6% variabel keputusan pembelian, sedangkan 28,4% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian
PENGARUH DISIPLIN KERJA, MOTIVASI DAN KOMUNIKASI INTERNAL TERHADAP KINERJA ORGANISASI DI DINKOPDAG KOTA SURABAYA
Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisis pengaruh disiplin kerja, motivasi, dan komunikasi internal terhadap kinerja organisasi pada Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, dan Perdagangan Kota Surabaya. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan asosiatif kausal. Sampel penelitian berjumlah 75 responden yang merupakan pegawai DINKOPDAG Kota Surabaya dan ditentukan melalui teknik sampling jenuh. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner dengan skala Likert lima poin, sedangkan analisis data menggunakan metode Structural Equation Modeling (SEM) berbasis Partial Least Square (PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa disiplin kerja, motivasi, dan komunikasi internal berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja organisasi. Temuan ini menegaskan bahwa penguatan aspek kedisiplinan, peningkatan motivasi, dan efektivitas komunikasi internal berperan penting dalam meningkatkan kinerja organisasi sektor public
DAMPAK PENGGANDA OUTPUT SEKTOR INDUSTRI KUNCI TERHADAP PEREKONOMIAN KALIMANTAN SELATAN
This study focuses on estimating the output multiplier impact of 12 main manufacturing industry subsectors in South Kalimantan Province. Using the Miyazawa Input-Output Model framework, the output multiplier value for each subsector is obtained, which reflects the increase in total output per Rp 1 million increase in final demand. The identification results indicate that the Metal Goods, Computers, Electronics, Optics, and Electrical Equipment subsector (2.504) has the highest multiplier, followed by Furniture (2.317) and Textiles & Apparel (2.006). Conversely, the Chemicals, Pharmaceuticals, and Traditional Medicines subsector (1.254) and Transportation Equipment (1.268) show the lowest multipliers. These findings provide an empirical basis for prioritizing subsectors with the greatest economic chain effects in sustainable industrialization policies in South Kalimantan.Penelitian ini memfokuskan analisis pada estimasi dampak pengganda output dari 12 subsektor industri pengolahan utama di Provinsi Kalimantan Selatan. Menggunakan kerangka Model Input-Output Miyazawa, diperoleh nilai multiplier output untuk masing-masing subsektor, yang mencerminkan kenaikan total output per kenaikan Rp 1 juta final demand. Hasil identifikasi menyatakan bahwa subsektor Barang dari Logam, Komputer, Elektronik, Optik, dan Peralatan Listrik (2,504) memiliki multiplier tertinggi, diikuti Furnitur (2,317) dan Tekstil & Pakaian Jadi (2,006). Sebaliknya, subsektor Kimia, Farmasi, dan Obat Tradisional (1,254) serta Alat Angkutan (1,268) menunjukkan multiplier terendah. Temuan ini memberikan dasar empiris untuk memprioritaskan subsektor dengan efek berantai ekonomi paling besar dalam kebijakan industrialisasi berkelanjutan di Kalimantan Selata
PENGARUH DIGITAL MARKETING, FITUR PRODUK, ARTIFICIAL INTELLIGENCE TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN KARTU PRA BAYAR BY.U TELKOMSEL
Perkembangan teknologi digital telah mendorong perubahan besar dalam pola pemasaran dan perilaku konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Digital Marketing, Fitur Produk, dan Artificial Intelligence (AI) terhadap Keputusan Pembelian kartu prabayar By.U pada PT Telkomsel Cabang Kupang. By.U sebagai produk digital Telkomsel hadir untuk menjawab kebutuhan generasi muda terhadap layanan telekomunikasi yang fleksibel dan berbasis aplikasi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan teknik penyebaran kuesioner kepada 100 responden pengguna By.U di Kota Kupang yang dipilih melalui metode purposive sampling. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linear berganda untuk mengetahui pengaruh masing-masing variabel yang diolah menggunakan perangkat lunak SPSS versi 22. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Digital Marketing dan Fitur Produk tidak berpengaruh signifikan terhadap Keputusan Pembelian, sementara Artificial Intelligence berpengaruh positif dan signifikan. Meskipun hasil kuesioner menunjukkan bahwa konsumen menilai tinggi keberagaman dan keunggulan paket By.U, faktor tersebut belum cukup kuat mendorong keputusan pembelian nyata. Sebaliknya, penerapan AI melalui chatbot Nindy dan sistem rekomendasi paket yang sesuai kebutuhan pengguna mampu menciptakan kemudahan dan meningkatkan kepercayaan konsumen. Secara simultan, ketiga variabel berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian, yang berarti strategi digital secara keseluruhan tetap berperan penting dalam membentuk perilaku konsumen. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa efektivitas strategi pemasaran digital di daerah berkembang seperti Kota Kupang tidak hanya ditentukan oleh promosi dan fitur produk, tetapi sangat bergantung pada integrasi teknologi cerdas yang sesuai dengan karakteristik konsumen lokal
OPTIMIZING THE USE OF INSTAGRAM TO ENHANCE B2B LEAD GENERATION : A CASE STUDY OF TELKOM DWS
Social media is widely employed in B2B marketing, especially in wholesale telecoms, where technical and professional audiences are targeted. Telekom DWS employs Instagram for digital marketing, although its impact on early-stage audience interest and leads is unknown. Instagram content attracted B2B audiences and generated early leads in this study. The study employed sequential explanatory mixed methods. The Wilcoxon Signed-Rank test compared Product, People, Perspective, and Progress content categories in initial quantitative analysis. Results were qualitatively gathered from in-depth interviews with internal lead management and marketing stakeholders. Instagram performance metrics and interview data were thematically evaluated. No significant differences were found in Wilcoxon analysis at the α = 0.05 level. According to the new trend, perspective content, which provides educational and industrial insights, outperformed product content in profile views, indicating early-stage interest. Similar to commercial postings, progress material had more audience interaction. Interviews show that target demographics like new Internet service providers (ISPs), IT organizations, and digital enterprises value industry context, expertise, and relevance to wholesale services over promotional messages. The research identified operation issues despite excitement.Attention-grabbing instructional and insight-driven information has limited impact. Human ability, lead classification, and the lack of an integrated tracking dashboard prevent early curiosity from becoming commercial promise. In addition to content development, an organization's internal preparedness to respond to audience interaction affects Instagram's business-to-business power. An organized and responsive lead management system must support an informative and credibility-focused content strategy to maximize Instagram's lead pipeline role. Telkom DWS uses this study to implement sustainable recommendations and content-based digital marketing strategies for B2B, especially wholesale telecommunication industry
SINERGI KOMBINASI ORIENTASI PASAR DAN ORIENTASI KEWIRAUSAHAAN TERHADAP PENGEMBANGAN USAHA MIKRO KECIL
Membuka usaha bagi pengusaha pemula bukanlah perkara yang mudah dan sederhana. Apalagi kondisi usia mereka umumnya pada rentang 30-50 tahun. Perlu ketekunan dan kesungguhan untuk mengambil keputusan dan keberanian menghadapi risiko, berlaku pro aktif, inovatif, memahami pelanggan, memahami pesaing dan mengurus tim. Penelitian ini mengkaji penerapan dan interaksi antara Orientasi Kewirausahaan (OK), yang menekankan pada inovasi, proaktif, dan pengambilan risiko, dengan Orientasi Pasar (OP), yang berfokus pada pemahaman dan respons terhadap kebutuhan pelanggan dan pesaing dalam membangun dan mengembangkan usaha. Studi ini menggunakan analisis kualitatif terhadap 41 pelaku usaha dari 172 warga binaan MUI Garut yang berada di 7 kecamatan. Hasil analisis menunjukkan bahwa OK dan OP bersinergi satu sama lain. Bahkan diprediksi menjadi prediktor kuat bagi peningkatan inovasi, keunggulan bersaing
INTEGRASI KEPUTUSAN INVESTASI GLOBAL, PEMBIAYAAN LINTAS NEGARA, MANAJEMEN RISIKO DAN TATA KELOLA KORPORASI
Globalisasi keuangan menuntut perusahaan untuk mengintegrasikan keputusan investasi, pembiayaan lintas negara, manajemen risiko, dan tata kelola korporasi dalam satu kerangka keuangan terpadu. Menurut Eiteman, Stonehill, dan Moffett (2019), keputusan investasi global harus mempertimbangkan country risk premium, nilai tukar ekspektatif, dan perbedaan inflasi antarnegara, sedangkan Bekaert dan Hodrick (2022) menegaskan bahwa pembiayaan global bertujuan meminimalkan biaya modal melalui diversifikasi sumber pendanaan internasional. Selain itu, Shapiro (2019) menyatakan bahwa pengelolaan risiko global meliputi transaction, translation, dan economic exposure merupakan faktor penentu stabilitas arus kas. Dalam konteks tata kelola global, OECD (2023) dan Jensen & Meckling (1976) menekankan transparansi, akuntabilitas, serta mekanisme pengawasan sebagai pengurang biaya keagenan dan penambah kredibilitas perusahaan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif-analitis berbasis data sekunder dari laporan tahunan dan literatur akademik. Hasilnya menunjukkan bahwa integrasi investasi-pembiayaan global menurunkan WACC perusahaan Indonesia, strategi hedging dan natural hedge mampu menekan volatilitas laba, dan tata kelola berbasis IFRS-GRI-ESG memperkuat kepercayaan investor internasional. Secara keseluruhan, temuan ini memperkuat konsep Global Financial Architecture yang menghubungkan keputusan investasi, pendanaan, risiko, dan governance untuk menghasilkan nilai perusahaan yang berkelanjutan dalam lingkungan bisnis global
PROFITABILITAS, CAPITAL INTENSITY DAN TAX GOVERNANCE DISCLOSURE SEBAGAI DETERMINAN FAKTOR MANAJEMEN PAJAK
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji bagaimana metode manajemen pajak dalam bisnis manufaktur industri yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2024 dipengaruhi oleh profitabilitas, intensitas modal, dan transparansi tata kelola pajak. Pendekatan kuantitatif kausal adalah metodologi yang digunakan, dan laporan tahunan dan keberlanjutan adalah sumber data sekunder. Pengambilan sampel secara purposif digunakan untuk memilih 34 perusahaan manufaktur industri sebagai sampel, dan perangkat lunak IBM SPSS Statistics digunakan untuk analisis data regresi linier berganda. Profitabilitas secara signifikan meningkatkan manajemen pajak, menurut temuan penelitian, sementara intensitas modal dan transparansi tata kelola pajak tidak memiliki efek yang terlihat. Dengan koefisien determinasi (R2) sebesar 0,263 dan tingkat signifikansi 0,026, ketiga faktor independen secara bersama-sama memiliki dampak substansial terhadap manajemen pajak. Hal ini menunjukkan bahwa ketika membuat keputusan tentang manajemen pajak, profitabilitas merupakan pertimbangan utama
PERAN DIVERSITY MANAGEMENT DALAM MEMEDIASI PENGARUH DIGITALISASI TERHADAP KEPUASAN KERJA KARYAWAN DI KOTA BATAM
Studi ini memiliki tujuan untuk mengeksplorasi dampak digitalisasi terhadap tingkat kepuasan kerja karyawan dengan peran diversity management sebagai variabel mediasi. Latar belakang penelitian didasarkan pada meningkatnya transformasi digital di lingkungan kerja dan pentingnya pengelolaan keberagaman dalam menciptakan lingkungan kerja yang inklusif dan adaptif, khususnya di Kota Batam yang merupakan pusat industri dan perdagangan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap karyawan sektor industri dan jasa. Informasi diperoleh melalui survei online dan diolah dengan metode statistik untuk mengevaluasi keterkaitan antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa digitalization berpengaruh positif dan signifikan terhadap diversity management, serta memiliki pengaruh langsung dan tidak langsung terhadap employee satisfaction melalui peran mediasi diversity management. Temuan ini mengindikasikan bahwa strategi digitalisasi yang dikombinasikan dengan praktik pengelolaan keberagaman yang efektif mampu meningkatkan kepuasan kerja karyawan secara signifikan. Keberagaman dalam usia, gender, dan latar belakang budaya menjadi faktor penting yang memperkuat penerimaan terhadap teknologi baru di tempat kerja. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis dalam pengembangan studi manajemen SDM berbasis digital serta rekomendasi praktis bagi organisasi dalam mengelola transformasi kerja yang inklusif dan berkelanjutan di era digital