Jurnal Ilmiah Online STIE Muhammadiyah Bandung
Not a member yet
2602 research outputs found
Sort by
PENGARUH HERDING BEHAVIOR, OVERCONFIDENCE TERHADAP KEPUTUSAN INVESTASI GENERASI MUDA DI SURABAYA DENGAN LITERASI KEUANGAN SEBAGAI VARIABEL MODERASI
Fenomena influencer yang memamerkan terkait keberhasilan investasi membuat masyarakat terutama anak muda cenderung melakukan herding behavior dalam pengambilan keputusan investasi dan tidak sedikit anak muda yang melakukan kesalahan pengelolaan emosional terkait investasi. Hal ini menandakan bahwa banyak anak muda sudah mengenal apa itu investasi namun analisis yang dilakukan tidak komprehensif sehingga melakukan herding behavior dalam berinvestasi. Banyak investor pemula dari kalangan anak muda di Surabaya yang minim akan pengalaman serta pengetahuan mengenai investasi yang dapat menyebabkan mereka bertindak irasional dan mendapatkan hasil investasi yang buruk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh herding behavior yang kerap muncul di kalangan investor muda terhadap keputusan investasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan Teknik simple random sampling berjumlah 400 anak muda di wilayah Surabaya. Data primer yang digunakan dalam penelitian diperoleh melalui kuisioner yang kemudian dianalisis dengan SmartPLS 4.0, hasil penelitian ini menunjukan Herding Behavior berpengaruh positif signifikan terhadap Keputusan Investasi, Overconfidence berpengaruh positif signifikan terhadap Keputusan Investasi, dan Herding Behavior berpengaruh positif signifikan terhadap Keputusan Investasi yang diperlemah oleh Literasi Keuangan dan Overconfidence berpengaruh positif signifikan terhadap Keputusan Investasi yang diperlemah oleh Literasi Keuangan
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP MANAJEMEN LABA DENGAN FINANCIAL DISTRESS SEBAGAI VARIABEL INTERVENING
Penelitian ini berfokus pada penelitian deskriptif kuantitatif yang mengeksplorasi karakteristik populasi tertentu, khususnya di sektor barang konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia antara tahun 2021 dan 2023. Data kuantitatif yang dikumpulkan, termasuk laporan keuangan perusahaan, menggunakan teknik matematika untuk analisis, yang memungkinkan peneliti untuk menggambarkan skenario yang ada tanpa menguji hipotesis. Metode pengumpulan data menerapkan dokumentasi dari laporan keuangan yang dipublikasikan secara daring dan studi literatur untuk wawasan teoritis. Metode purposive sampling mengidentifikasi populasi 278 perusahaan barang konsumsi untuk memastikan representasi berdasarkan kriteria yang ditentukan, termasuk profitabilitas berkelanjutan. Variabel yang diteliti meliputi Manajemen Laba sebagai variabel dependen, dengan Kesulitan Keuangan sebagai variabel intervening, yang dipengaruhi oleh variabel independen seperti Ukuran Perusahaan, Profitabilitas, Likuiditas, Intensitas Modal, dan Leverage. Analisis data menggunakan analisis regresi berganda dengan SPSS untuk memeriksa hubungan dan pengaruh antar variabel. Uji asumsi klasik memverifikasi validitas model regresi, memeriksa normalitas, multikolinearitas, dan heteroskedastisitas. Kesimpulan yang ditarik menunjukkan bahwa Ukuran Perusahaan dan Profitabilitas secara positif memengaruhi manajemen laba, sementara Likuiditas, Intensitas Modal, dan Leverage secara negatif memengaruhinya. Khususnya, Kesulitan Keuangan tidak secara signifikan memediasi hubungan antara sebagian besar variabel independen dan manajemen laba, kecuali Leverage. Penelitian di masa mendatang dianjurkan untuk mempertimbangkan faktor eksternal tambahan atau sektor di luar barang konsumsi untuk memperluas pemahaman tentang pengaruh manajemen laba.This study focuses on quantitative descriptive research that explores specific population characteristics, particularly in the consumer goods sector listed on the Indonesia Stock Exchange between 2021 and 2023. Quantitative data collected, including company financial reports, utilize mathematical techniques for analysis, allowing the researcher to describe existing scenarios without testing hypotheses. The data collection methods implement documentation from financial reports published online and a literature study for theoretical insights. A purposive sampling method identifies a population of 278 consumer goods companies to ensure representativeness based on defined criteria, including continuous profitability. The variables studied include Earnings Management as the dependent variable, with Financial Distress serving as an intervening variable, influenced by independent variables like Company Size, Profitability, Liquidity, Capital Intensity, and Leverage. The data analysis employs multiple regression analysis with SPSS to examine relationships and influences among variables. Classical assumption tests verify the regression model's validity, checking for normality, multicollinearity, and heteroscedasticity. Conclusions drawn show that Company Size and Profitability positively influence earnings management, while Liquidity, Capital Intensity, and Leverage negatively affect it. Notably, Financial Distress does not significantly mediate the relationship between most independent variables and earnings management, except for Leverage. Future research is encouraged to consider additional external factors or sectors beyond consumer goods to broaden the understanding of earnings management influences
PENGARUH INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA INDEKS GINI DAN PERTUMBUHAN EKONOMI TERHADAP KEMISKINAN DI INDONESIA 2014-2023
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Indeks Pembangunan Manusia (IPM), Indeks Gini, dan Pertumbuhan Ekonomi terhadap tingkat kemiskinan di Indonesia pada periode 2014–2023. Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode regresi linier berganda dan data panel dari 30 provinsi, penelitian ini menemukan bahwa IPM memiliki pengaruh negatif dan signifikan terhadap kemiskinan, di mana peningkatan IPM sebesar 1% dapat menurunkan kemiskinan sebesar 0,523%. Sebaliknya, Indeks Gini berpengaruh positif dan signifikan terhadap kemiskinan dengan nilai koefisien sebesar 0,261%. Sementara itu, pertumbuhan ekonomi tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap kemiskinan dengan nilai koefisien sebesar -0,011%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan kualitas hidup yang diukur melalui IPM dapat menjadi faktor utama dalam menurunkan kemiskinan, sedangkan ketimpangan pendapatan yang tinggi memperburuk kondisi kemiskinan di Indonesia. Selain itu, hasil uji F simultan menunjukkan bahwa secara bersama-sama IPM, Indeks Gini, dan pertumbuhan ekonomi berpengaruh signifikan terhadap kemiskinan. Namun, nilai koefisien determinasi (Adjusted R-Square) sebesar 39,7% mengindikasikan bahwa masih terdapat faktor lain yang turut mempengaruhi tingkat kemiskinan di luar variabel yang diteliti. Rekomendasi kebijakan yang dapat diambil mencakup peningkatan pemerataan akses pendidikan dan kesehatan untuk meningkatkan IPM, pengurangan ketimpangan pendapatan melalui kebijakan redistribusi, serta pengembangan sektor ekonomi yang lebih inklusif. Penelitian ini juga menyarankan eksplorasi lebih lanjut terhadap faktor-faktor lain yang mempengaruhi kemiskinan guna mendapatkan pemahaman yang lebih komprehensif
PENGARUH SANKSI PAJAK, LOVE OF MONEY DAN PENGETAHUAN PERPAJAKAN TERHADAP KEPATUHAN WAJIB PAJAK ORANG PRIBADI DI DKI JAKARTA
Maksud dari studi ini adalah guna menganalisis kontribusi relatif dari sanksi pajak, kecintaan uang, dan pengetahuan pajak atas tingkat kepatuhan di kalangan wajib pajak individu di wilayah DKI Jakarta. Dengan pendekatan kuantitatif, studi ini memanfaatkan data primer yang dikumpulkan melalui teknik purposive sampling, melibatkan 152 responden yang memenuhi kriteria tertentu. Pengumpulan data dilakukan pada Januari 2025 hingga penelitian selesai. Metode analisis yang diadaptasi adalah Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS), yang memudahkan pengujian hubungan simultan dan mendalam antar elemen yang digunakan. Output penelitian menunjukkan bahwa penerapan sanksi perpajakan menjadi faktor paling superior dalam mendorong kepatuhan dan ketaatan wajib pajak. Ketegasan dalam pemberlakuan sanksi terbukti efektif menciptakan efek jera, sehingga individu lebih cenderung mematuhi kewajiban fiskal mereka. Di sisi lain, Pengetahuan Pajak juga berperan penting, di mana pemahaman yang baik terhadap sistem dan prosedur perpajakan meningkatkan rasa percaya diri dan kesadaran wajib pajak dalam menjalankan kewajiban mereka. Sementara itu, orientasi terhadap uang (Love of Money) menunjukkan dampak positif terhadap ketaatan, karena seorang individu yang memiliki motivasi finansial tinggi cenderung menghindari risiko yang dapat merugikan secara ekonomi. Secara keseluruhan, temuan ini menegaskan bahwa kepatuhan pajak dipengaruhi oleh kombinasi antara penegakan hukum, edukasi fiskal, dan faktor psikologis wajib pajak. Implikasi dari studi ini bisa digunakan sebagai dasar bagi otoritas pajak dalam merangkai metode yang lebih efisien dalam mengoptimalkan kepatuhan pada wajib pajak orang pribadi secara berkelanjutan
PERAN MEDIASI TAX AWARENESS DAN TAX KNOWLEDGE TERHADAP HUBUNGAN TAX REGULATION DAN TAX DIGITAL (VAT) TERHADAP TAX COMPLIANCE : STUDI PADA UMKM
Kebijakan kenaikan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dari 11% menjadi 12% pada tahun 2025 dipandang penting karena dapat memengaruhi kepatuhan pajak Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Penelitian ini memiliki kebaruan dengan menguji peran regulasi pajak dan digitalisasi PPN (VAT) terhadap kepatuhan UMKM dalam konteks kebijakan PPN terbaru, serta menganalisis peran mediasi pengetahuan dan kesadaran pajak. Survei kuesioner tertutup digunakan pada 157 pelaku UMKM di Jawa Timur, dan data dianalisis menggunakan Partial Least Squares – Structural Equation Modeling (PLS-SEM) melalui SmartPLS 4.0.9.9. Hasil penelitian menunjukkan bahwa regulasi pajak dan digitalisasi berpengaruh positif signifikan terhadap kepatuhan pajak, sedangkan pengetahuan dan kesadaran pajak tidak berperan signifikan sebagai variabel mediasi. Temuan ini menegaskan bahwa keberhasilan kebijakan PPN 12% lebih ditentukan oleh regulasi yang jelas dan sistem digital yang efektif. Kontribusi utama penelitian ini adalah menyediakan bukti empiris terbaru mengenai kepatuhan UMKM. Implikasi praktisnya adalah perlunya regulasi yang lebih jelas dan sistem digital yang lebih efektif bagi UMKM
PROFITABILITAS, LIKUIDITAS DAN INTELLECTUAL CAPITAL SEBAGAI DETERMINAN KINERJA KEUANGAN BADAN LAYANAN UMUM
Penelitian ini menginvestigasi determinan kinerja keuangan pada Badan Layanan Umum (BLU) rumpun Barang/Jasa Lainnya sub-rumpun Teknis yang masih jarang diteliti. Meskipun BLU dibentuk untuk meningkatkan pelayanan publik melalui fleksibilitas keuangan yang lebih besar, faktor-faktor yang mendorong kemandirian keuangannya pada sektor-sektor khusus masih belum jelas. Dengan menggunakan metode kuantitatif melalui regresi linier berganda, penelitian ini menganalisis data panel seimbang dari delapan BLU selama periode 2018-2023 (48 observasi firm-year). Kinerja keuangan diukur menggunakan rasio pendapatan operasional terhadap belanja operasional (POBO). Hasil penelitian mengungkapkan bahwa profitabilitas (Revenue on Asset - RoA) berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja keuangan, yang mengonfirmasi bahwa utilisasi aset yang efisien sangat krusial. Sebaliknya, likuiditas (Current Ratio) menunjukkan pengaruh negatif yang signifikan, mengindikasikan bahwa kepemilikan aset likuid yang berlebihan menjadi penghambat kinerja karena tingginya biaya peluang. Yang paling utama, Intellectual Capital (Value Added Intellectual Coefficient - VAIC) tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan, sehingga menantang penerapan universal teori aset tak berwujud dalam konteks sektor publik yang padat aset ini. Studi ini menyimpulkan bahwa strategi yang berfokus pada efisiensi biaya, optimalisasi pendapatan, dan manajemen arus kas yang cermat akan memberikan hasil yang paling cepat dan terukur. Investasi pada intellectual capital tetap diperlukan sebagai strategi jangka panjang, namun dampaknya mungkin tidak akan terasa secara langsung.This study investigates the determinants of financial performance in the under-researched Goods/Other Services cluster technical sub-cluster of Indonesian Public Service Agencies (BLUs). Although BLUs were formed to enhance public service delivery through greater financial flexibility, the factors driving their financial self-sufficiency in specialized sectors remain unclear. Using a quantitative approach with multiple linear regression, this research analyzes a balanced panel dataset from eight BLUs over the 2018-2023 period (48 firm-year observations). Financial performance is measured by the ratio of operational revenue to operational expenses (POBO). The findings reveal that profitability (Revenue on Asset - RoA) has a significant positive effect on financial performance, confirming that efficient asset utilization is crucial. Conversely, liquidity (Current Ratio) exhibits a significant negative effect, suggesting that excessive holdings of liquid assets act as a performance drag due to high opportunity costs. Most notably, Intellectual Capital (Value Added Intellectual Coefficient - VAIC) shows no significant impact, challenging the universal applicability of intangible asset theories in this asset-heavy, public sector context. This study concludes that strategies focused on cost efficiency, revenue optimization, and prudent cash flow management will yield the quickest and most measurable results. Investment in intellectual capital remains necessary as a long-term strategy; however, its impact may not be immediately apparent
FAKTOR PENENTU KEBIJAKAN HUTANG
Salah satu keputusan yang penting dan mempengaruhi keberlanjutan perusahaan adalah keputusan untuk memilih sumber pendanaan ekternal atau internal. Kebutuhan tambahan dana ekspansi dapat mendorong perusahaan untuk menggunakan hutang, artinya perusahaan menggunakan sumber pendanaan eksternal. Purposive sampling digunakan dalam pemilihan sample, yang dianalisis dengan regresi linier berganda. Perusahaan yang bergerak di bidang barang consumer non cyclical yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia antara tahun 2021 sampai 2024 sebagai sampel penelitian. Data diolah dengan program software SPSS. Variabel likuiditas memiliki dampak negatif terhadap kebijakan hutang, variabel profitabilitas, ukuran perusahaan, pertumbuhan perusahan dan struktur aset tidak menunjukkan berpengaruh
PENGARUH KINERJA KEUANGAN (UMKM), PELATIHAN KEWIRAUSAHAAN DAN JARINGAN PEMASARAN TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI MASYARAKAT DI KABUPATEN SLEMAN, KECAMATAN PAKEM, DESA PAKEMBINANGUN
This study aims to analyze the influence of Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) financial performance, entrepreneurship training, and marketing network on community economic growth in Pakembinangun Village, Pakem District, Sleman Regency. The research employed a qualitative research method with an interpretive approach, emphasizing the understanding of meaning, uniqueness, and in-depth hypothesis discovery through the triangulation of data collection techniques, including observation, interviews, and questionnaires. The population for this study encompassed all MSME owners in Pakembinangun Village, Pakem District, Sleman Regency, Special Region of Yogyakarta. The sample size was determined using the Hair et al. formula, resulting in 100 respondents for the study. The analysis method applied was multiple linear regression. The findings indicate that two variables have a significant influence on local economic growth: Financial Performance (MSMEs) and Marketing Network, with the marketing network providing the largest contribution. Conversely, the entrepreneurship training variable was found to have a negative effect on economic development. These results hold important implications for community economic empowerment policies at the village level.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kinerja keuangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), pelatihan kewirausahaan, dan jaringan pemasaran terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat di Desa Pakembinangun, Kecamatan Pakem, Kabupaten Sleman. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Dengan pendekatan penelitian yang berlandaskan pada interpretif dengan menekankan pada pemahaman makna, keunikan, dan menemukan hipotesis secara mendalam melalui triangulasi teknik pengumpulan data seperti observasi, wawancara, dan kuesioner. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pemilik UMKM yang ada di Kec. Pakem, Desa Pakembinangun Kabupaten Sleman Daerah Istimewah Yogyakarta. Untuk menentukan jumlah sampel yang akan diteliti maka dalam penelitian ini dihitung dengan menggunakan rumus Hair at all dengan hasil perhitungan diperoleh jumlah sampel yang akan diteliti adalah sebesar 100 responden. Metode analisis yang digunakan adalah regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dua variabel tersebut memiliki pengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi lokal, yaitu Kinerja Keuangan (UMKM) dan Jaringan Pemasaran, dengan jaringan pemasaran memberikan kontribusi terbesar. Sedangkan Variabel pelatihan kewirausahaan berpengaruh negative terhadap perkembangan ekonomi. Temuan ini memberikan implikasi penting bagi kebijakan pemberdayaan ekonomi masyarakat di tingkat desa
PENGARUH PROSEDUR ADMINISTRASI, KOMUNIKASI DAN KUALITAS PELAYANAN TERHADAP NIAT BELI KEMITRAAN USAHA
Tujuan penelitian adalah untuk mengkaji pengaruh prosedur administrasi, komunikasi staf penjualan, dan kualitas pelayanan terhadap niat beli kemitraan usaha di Sominer Group. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh ketidaksesuaian antara tingginya jumlah leads dari pemasaran digital Sominer Group dan tingkat konversi pembelian paket usaha yang stagnan pada 2%, di bawah target 5%. Fenomena ini menunjukkan adanya research gap antara minat awal calon mitra dan keputusan pembelian, serta keterbatasan penelitian yang membahas peran prosedur administrasi, komunikasi staf penjualan, dan kualitas pelayanan dalam konteks paket usaha kuliner. Studi ini memakai pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif-verifikatif. Populasi penelitian mencakup individu yang pernah berinteraksi dengan tim penjualan Sominer Group melalui media sosial, situs web, maupun komunikasi secara langsung. Pemilihan sampel menggunakan metode purposive sampling dan mencakup 100 responden. Pengumpulan data diperoleh melalui kuesioner menggunakan skala Likert lima poin yang disebarkan daring. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan metode regresi linear berganda menggunakan program SPSS versi 27, yang mencakup pengujian validitas, reliabilitas, serta uji asumsi klasik, uji T, dan uji F. Temuan penelitian memperlihatkan bahwa ketiga variabel bebas memiliki pengaruh signifikan terhadap niat beli kemitraan usaha. Prosedur administrasi yang ringkas dan transparan membantu meningkatkan keyakinan calon mitra. Komunikasi staf penjualan yang komunikatif, ramah, empatik, dan informatif turut menciptakan hubungan positif yang memperkuat rasa percaya calon mitra. Di sisi lain, kualitas pelayanan yang baik, konsisten, dan dapat diandalkan terbukti memberikan kontribusi terhadap peningkatan kepuasan dan minat calon mitra untuk bergabung. Secara simultan, ketiga variabel tersebut menunjukkan peran yang kuat dalam mendorong peningkatan niat beli, ditunjukkan oleh nilai F-hitung 23,117 yang lebih tinggi daripada F-tabel 3,090, serta nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,72. Kebaruan penelitian ini terletak pada pengujian simultan ketiga variabel dalam konteks pembelian paket usaha kuliner non-waralaba, yang belum banyak diteliti namun semakin berkembang di Indonesia. Temuan penelitian menegaskan pentingnya sinergi antara sistem administrasi, komunikasi, dan pelayanan dalam memperkuat keputusan pembelian kemitraan usaha di Sominer Group
TRANSFORMASI RISET STRUKTUR MODAL SINTESIS BIBLIOMETRIK DAN PEMETAAN ENAM KLUSTER TEMATIK (2020-2025)
Riset tentang struktur modal telah berkembang pesat, melampaui teori tradisional seiring dengan dinamika pasar global, isu keberlanjutan, dan temuan dari behavioral finance. Namun, pemahaman tentang transformasi dan fragmentasi tema penelitian ini masih terbatas. Kajian ini bertujuan untuk memetakan lanskap intelektual dan evolusi riset struktur modal selama periode 2020-2025, dengan mengidentifikasi tema-tema dominan dan hubungan antar tema tersebut. Menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dan analisis bibliometrik terhadap 41 artikel terpilih dari database Scopus, penelitian ini menerapkan protokol PRISMA untuk memastikan transparansi dan replikasi. Analisis co-occurrence kata kunci dengan VOSviewer digunakan untuk memetakan jaringan tema yang ada. Hasil analisis menunjukkan enam kluster tematik utama: (1) Landasan Teoritis & Penyesuaian Dinamis; (2) Tata Kelola Perusahaan & Penciptaan Nilai; (3) Behavioral Finance & Pengambilan Keputusan; (4) Fleksibilitas Finansial & Manajemen Strategis; (5) Perspektif Makro & Kinerja; dan (6) Keberlanjutan & Adaptasi Kontekstual. Sintesis temuan ini mengungkapkan pergeseran dari pendekatan statis menuju dinamika penyesuaian serta integrasi disiplin yang lebih luas. Temuan ini memberikan peta jalan yang berguna bagi peneliti dan praktisi dalam merumuskan kebijakan struktur modal yang adaptif dan responsif terhadap kompleksitas dunia bisnis kontemporer