Portal E-Journal Universitas Khairun
Not a member yet
248 research outputs found
Sort by
PERAN GURU KELAS DALAM INTEGRASI NILAI NASIONALISME PADA PEMBELAJARAN IPS DI SD NEGERI 4 WEDA
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran guru kelas dalam mengintegrasikan nilai-nilai nasionalisme ke dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di SD Negeri 4 Weda. Nilai nasionalisme seperti cinta tanah air, semangat kebangsaan, dan penghargaan terhadap keberagaman merupakan bagian penting dalam pembentukan karakter peserta didik sejak dini. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru kelas memiliki peran strategis sebagai fasilitator, motivator, dan teladan dalam menanamkan nilai nasionalisme melalui pendekatan kontekstual dalam pembelajaran IPS. Guru mengaitkan materi pembelajaran dengan isu-isu kebangsaan dan budaya lokal, serta mendorong partisipasi aktif siswa dalam kegiatan yang membangkitkan rasa cinta tanah air. Kendala yang dihadapi antara lain keterbatasan sumber belajar kontekstual dan rendahnya pemahaman awal siswa terhadap nilai-nilai nasionalisme. Penelitian ini merekomendasikan pelatihan guru secara berkelanjutan dan pengembangan media pembelajaran yang lebih relevan untuk mendukung integrasi nilai nasionalisme dalam pembelajaran IPS
ANALISIS KEPUASAN PENGGUNA WEBSITE SMK MISBAHUL AULAD LABUHA BERDASARKAN METODE WEBQUAL 4.0
Teknologi informasi merupakan faktor penting dalam kemajuan segala bidang, tak terkecuali bidang pendidikan. SMK Misbahul Aulad Labuha adalah salah satu pendidikan dengan jenjang SMK di Amasing Kota Utara, Kec. Bacan, Kab. Halmahera Selatan, Maluku Utara. Di SMK Misbahul Aulad Labuha telah memiliki website mereka namun, berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan terdapat 1 (satu) point penting yaitu website belum pernah diukur kualitasnya melalui pendekatan dan metode terstruktur. Mengingat akan pentingnya website ini agar berjalan dengan baik, optimal serta belum perna dilakukan evaluasi dan belum pernah diukur kualitasnya terhadapa kepuasan siswa. Webqual 4.0 sebagai alat analisis website, suatu website secara detail dan menyeluruh akan mendapat perhatian khusus, sehingga kekuatan dan kelemahan website dapat diketahui untuk nantinya dijadikan acuan bagi kemajuan organisasi selanjutnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan pada website SMK Misbahul Aulad Labuha dengan presepsi pengguna akhir menggunakan metode Webqual 4.0. Dari hasil analisis website menggunakan metode webqual 4.0 kualitas website masih belum memuaskan harapan dari pengguna. dimana semua variabel yang ada di 3 area penelitian dimensi metode webqual 4.0 memiliki nilai kesenjangan (GAP) tidak lebih dari nilai 1, dimana nilai gap yang tertinggi ada pada variabel Y dari dimensi information quality yang mendapatkan nilai kesenjangan -0,12
ANALISIS SENTIMEN DOSEN PEMBIMBING DALAM MEREVISI SKRIPSI MAHASISWA PRODI INFORMATIKA MENGGUNAKAN METODE BERT
Sistem penilaian pembelajaran di perguruan tinggi untuk mengetahui indikator kinerja dosen. Namun dalam kenyataannya, proses bimbingan skripsi mahasiswa seringkali mengalami hambatan dengan dosen pembimbing. Analisis sentimen dilakukan pada komentar mahasiswa terhadap dosen pembimbing untuk mengklasifikasikan ke dalam tiga kategori sentimen yaitu positif, negatif, dan netral. Metode analisis menggunakan BERT memanfaatkan arsitektur transformer dengan pendekatan bidirectional, yaitu melihat konteks secara dua arah sehingga mampu memahami konteks yang lebih luas. Pelabelan data menggunakan GPT-3 dan manual oleh pakar bahasa. Data sebanyak 700 kalimat telah dilabeli dengan 330 kalimat positif, 351 kalimat netral, dan 19 kalimat negatif. Setelah pemrosesan data melalui case folding, filtering, dan tokenization, model BERT diaplikasikan menggunakan IndoBERT-Base. Pelatihan model dengan fine-tuning menggunakan hyperparameter batch size 32, learning rate 2e-5, epoch 10. Hasil dalam menggunakan BERT didapatkan nilai tertinggi untuk akurasi sebesar 84%, precision netral sebesar 87%, precision positif sebesar 81% dan precision negatif adalah 0. Untuk recall netral sebesar 87%, recall positif sebesar 93%,dan recall negatif adalah 0. Untuk f1-score netral sebesar 87%, f1-score positif sebesar 87% dan f1- score negatif adalah 0. Hasil ini merekomendasikan penggunaan BERT untuk analisis sentimen dengan data yang seimban
Pemanfaatan Rempah Tradisional dalam Teh Celup Khairuntea untuk Mendukung Kesehatan Masyarakat
Indonesia is known for its abundant diversity of spices that have been traditionally used as culinary ingredients and herbal medicine. However, the conventional use of spices is increasingly being abandoned due to its lack of practicality. Therefore, the innovation of processing spices into Khairuntea tea bags is expected to provide a solution that promotes a healthy lifestyle while improving the local economy. This community service activity aimed to educate the community on the health benefits of spices as functional beverages, train participants in producing hygienic and standardized tea bags, and enhance product competitiveness through packaging, branding, and digital marketing. The participatory method was applied by engaging the Gambesi Village community in Ternate City over four months. The results revealed a 70% improvement in community knowledge of bioactive compounds in spices, over 80% of participants acquired the skills to produce quality tea bags, and product sales increased by an average of 25–30% through social media and marketplace platforms. Packaging innovation strengthened the local identity of the product, while involving farmers as suppliers created tangible economic impacts. Thus, the development of Khairuntea provides dual benefits by supporting public health and strengthening the local economy.Indonesia dikenal sebagai negara dengan kekayaan rempah yang melimpah dan telah digunakan secara turun-temurun sebagai bumbu dapur maupun obat tradisional. Namun, pemanfaatan rempah dalam bentuk konvensional mulai ditinggalkan karena dianggap kurang praktis. Oleh karena itu, inovasi pengolahan rempah menjadi teh celup Khairuntea diharapkan dapat menjadi solusi yang mendukung gaya hidup sehat sekaligus meningkatkan nilai ekonomi masyarakat. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi tentang manfaat rempah sebagai minuman fungsional, melatih masyarakat dalam produksi teh celup yang higienis dan standar, serta memperkuat daya saing produk melalui inovasi kemasan, branding, dan pemasaran digital. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif dengan melibatkan masyarakat Kelurahan Gambesi, Kota Ternate, selama empat bulan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan masyarakat sebesar 70% terkait manfaat bioaktif rempah, keterampilan produksi meningkat dengan lebih dari 80% peserta mampu menghasilkan teh celup berkualitas, serta terjadi peningkatan penjualan produk rata-rata 25–30% melalui media sosial dan marketplace. Inovasi kemasan memperkuat identitas lokal produk, sementara keterlibatan petani sebagai pemasok bahan baku memberi dampak ekonomi nyata bagi masyarakat. Dengan demikian, pengembangan Khairuntea terbukti berkontribusi ganda dalam mendukung kesehatan dan peningkatan ekonomi lokal.
Kata Kunci: branding, kesehatan, pemasaran digital, rempah tradisional, teh celu
Pelatihan Generasi Muda Peduli Hutan: Edukasi Konservasi dan Pengelolaan Sampah Bagi Siswa SMP 5 Sendana
Hutan memiliki peran vital dalam menjaga keseimbangan ekosistem, mengatur tata air, dan melindungi keanekaragaman hayati. Namun, kesadaran generasi muda terhadap pentingnya hutan dan pengelolaan lingkungan masih tergolong rendah. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kepedulian siswa terhadap konservasi hutan serta pengelolaan sampah melalui pelatihan edukatif dan partisipatif. Kegiatan dilaksanakan di SMP Negeri 5 Sendana, Kabupaten Majene, dengan melibatkan siswa kelas IX. Metode pelaksanaan meliputi observasi permasalahan mitra, perencanaan, pra-test, pelatihan, demonstrasi, dan post-test. Materi pelatihan mencakup dua topik utama, yaitu pentingnya hutan dan pelestariannya serta pengelolaan sampah sederhana di lingkungan sekolah. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada pemahaman siswa mengenai fungsi ekologis hutan, jenis dan pengelolaan sampah, serta perilaku peduli lingkungan. Siswa tidak hanya memahami konsep secara teoritis, tetapi juga menunjukkan perubahan sikap dan inisiatif dalam menjaga kebersihan lingkungan sekolah dan rumah. Demonstrasi pembuatan kerajinan dari sampah daur ulang menjadi sarana efektif dalam menumbuhkan kreativitas dan kesadaran ekologis. Hasil evaluasi melalui perbandingan pra-test dan post-test menunjukkan peningkatan pengetahuan sebesar 90%. Kegiatan ini membuktikan bahwa pendekatan edukatif-partisipatif efektif dalam membentuk karakter generasi muda yang peduli terhadap kelestarian hutan dan lingkungan. Dengan demikian, pelatihan ini berkontribusi terhadap penguatan literasi lingkungan di kalangan pelajar dan mendukung upaya konservasi berkelanjutan di tingkat lokal.
Kata kunci: Konservasi Hutan, Pengelolaan Sampah, Pendidikan Lingkunga
KOMPETENSI GURU IPS DALAM MEMBANGUN LITERASI SOSIAL PESERTA DIDIK DI SMP NEGERI 12 HALMAHERA TENGAH
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kompetensi guru IPS dalam membangun literasi sosial peserta didik di SMP Negeri 12 Halmahera Tengah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian adalah guru IPS dan peserta didik, sedangkan teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi guru IPS meliputi kompetensi pedagogik, profesional, kepribadian, dan sosial yang diterapkan secara terpadu dalam proses pembelajaran. Guru IPS membangun literasi sosial peserta didik melalui penggunaan metode pembelajaran yang variatif, pemanfaatan isu-isu sosial aktual, serta pengintegrasian nilai-nilai sosial dan budaya lokal dalam pembelajaran. Upaya tersebut mampu meningkatkan pemahaman peserta didik terhadap realitas sosial, menumbuhkan sikap kritis, empati, serta kemampuan berkomunikasi dan berinteraksi secara sosial. Kendala yang dihadapi guru antara lain keterbatasan sumber belajar dan perbedaan karakter peserta didik, namun dapat diatasi melalui kreativitas guru dan kerja sama dengan lingkungan sekolah. Dengan demikian, kompetensi guru IPS memiliki peran penting dalam membangun literasi sosial peserta didik di SMP Negeri 12 Halmahera Tengah
Pelatihan Pembibitan Pohon (Multi Puspose Tree Species) MPTS Siswa SMA untuk Meningkatkan Kepedulian Terhadap Lingkungan
The training activity on Multi-Purpose Tree Species (MPTS) tree seedling aimed to enhance the understanding and skills of students from SMA Negeri 9 Samarinda in environmentally friendly seedling techniques. This training was conducted to provide practical knowledge to students regarding seed sowing, seed scarification, and MPTS tree care techniques, which have significant benefits for both the environment and the economy. The methods used in this training included providing educational material on the importance of MPTS trees in supporting environmental sustainability, hands-on practice in seed sowing and scarification, and an environmental campaign through the creation of posters to encourage students to be more aware of reforestation. The results of the training indicated a significant improvement in students\u27 understanding of the importance of reforestation and proper tree seedling techniques. Furthermore, the training successfully fostered awareness and concern for environmental preservation, as reflected in their enthusiasm for hands-on seedling practice and discussions on the long-term benefits of MPTS trees. This program also encouraged students to develop entrepreneurial ideas based on MPTS plants, which could support nature-based economies in the future. Thus, this training is expected to make a tangible contribution to environmental conservation efforts and increase ecological awareness among the younger generation.Kegiatan pelatihan pembibitan pohon Multi Purpose Tree Species (MPTS) bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan siswa SMA Negeri 9 Samarinda dalam teknik pembibitan yang ramah lingkungan. Pelatihan ini dilaksanakan dengan tujuan memberikan pengetahuan praktis kepada siswa mengenai penyemaian bibit, skarifikasi benih, serta teknik perawatan pohon MPTS yang memiliki manfaat penting untuk lingkungan dan perekonomian. Metode yang digunakan dalam pelatihan ini meliputi pemberian materi edukasi mengenai pentingnya pohon MPTS dalam mendukung keberlanjutan lingkungan, praktek langsung dalam penyemaian benih dan skarifikasi, serta kampanye lingkungan melalui pembuatan poster yang mengajak siswa untuk lebih peduli terhadap penghijauan. Hasil dari pelatihan menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam pemahaman siswa mengenai pentingnya penghijauan dan teknik pembibitan pohon yang benar. Selain itu, pelatihan ini berhasil menumbuhkan kesadaran dan kepedulian siswa terhadap pelestarian lingkungan, yang tercermin dalam antusiasme mereka dalam melakukan praktek pembibitan dan dalam diskusi mengenai manfaat jangka panjang dari pohon MPTS. Program ini juga mendorong siswa untuk mengembangkan ide-ide kewirausahaan berbasis tanaman MPTS, yang dapat mendukung ekonomi berbasis alam di masa depan. Dengan demikian, pelatihan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam upaya konservasi lingkungan dan meningkatkan kesadaran ekologis di kalangan generasi muda
Biodiversitas Gastropoda pada Ekosistem Lamun di Pulau Donrotu, Kecamatan Jailolo Selatan, Kabupaten Halmahera Barat
Gastropoda termasuk dalam phylum moluska yang diketahui berasosiasi dengan baik terhadap ekosistim lamun. Komunitas gastropoda merupakan komponen yang penting dalam rantai makanan di padang lamun dan secara ekologis padang lamun memiliki peran penting bagi ekosistim. Ekosistem padang lamun merupakan habitat dan sumber makanan bagi ikan maupun biota perairan lainnya. Salah satu biota yang umum dijumpai di padang lamun adalah Gastropoda. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui komposisi jenis gastropoda, biodiversitas gastropoda yang meliputi kepadatan, keanekaragaman, dominansi dan kemerataan jenis gastropoda pada ekosistem lamun di pulau Donrotu. Pengambilan sampel gastropoda dilakukan pada saat air surut. Sampel gastropoda yang ditemukan, kemudian dimasukan kedalam kantong plastik yang telah berisi label. Selanjutnya sampel gastropoda tersebut dibawa kedarat untuk dihitung jumlah individu tiap jenisnya dan dideterminasi berdasarkan ciri-ciri morfologi seperti bentuk cangkang, warna cangkang, bukaan mulut cangkang dan lingkaran spiralnya berdasarkan petunjuk Dharma (1992). Berdasarkan hasil penelitian, maka komposisi jenis gastropoda yang ditemukan pada ekosistem lamun di pulau Donrotu adalah sebanyak13 jenis. Kepadatan jenis gastropoda tertinggi pada ekosistem lamun di pulau Donrotu, terdapat pada jenis Cypraea tigris dan terendah terdapat pada jenis Cymbiola vespertilio. Untuk keanekaragaman jenis gastropodanya tergolong sedang dan tidak ada jenis yang mendominasi serta penyebaran jenisnya sangat merata
KAJIAN TINGKAT KENYAMANAN RUANG TERBUKA HIJAU (RTH) TAMAN NUKILA KOTA TERNATE
Ruang Terbuka Hijau merupakan suatu kawasan dimana penggunanya terbuka dan ditumbuhi berbagai jenis vegetasi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat kenyamanan Ruang Terbuka Hijau Taman Nukila Kota Ternate. Penelitian ini mengunakan metode observasi langsung dengan melakukan pengamatan pada lokasi tersebut selama 15 hari pengukuran pada tiga ruang yaitu: vegetasi terbuka,vegetasi agak terbuka dan vegetasi tertutup untuk mengukur suhu udara dan kelembapan udara %. Serta perhitungan mengunakan metode Temperatur Humidity Index (THI) untuk mendapatkan nilai kenyamanan. Nilai rata-rata suhu udara pada vegetasi terbuka adalah 33,490C dan nilai kelembapan uara % sebesar 64,56 % sedangkan nilai berdasarkan THI atau indeks kenyamanan pada ruang terbuka tidak termaksud dalam kategori nyaman karna nilai rata-rata THI yang didapatkan di ruang terbuka sangat tingi dengan nilai sebesar 27,06 0C hal ini disebabkan kurangnya vegetasi pohon pada vegetasi terbuka. Nilai rata-rata suhu udara 32,64 0C serta nilai kelembapan udara % sebesar 63,96 % dan nilai THI atau indeks kenyamanan yang didapatkan pada vegetasi agak terbuka dengan nilai sebesar 26,13 0C nilai THI yang didapatkan termaksut kategori nyaman karena pada ruang agak terbuka di tumbuhui oleh beberapa vegetasi. Nilai rata-rata pada suhu 0C yang didapatkan sebesar 31,03 0C dan nilai kelembapan yaitu 70,68 % sedangkan nilai rata-rata THI atau indeks kenyamanan yang diperoleh sebanyak 24,79 0C termaksud kedalam kategori sangat nyaman karena pada lokasi taman nukila di vegetasi tertutup banyak di tumbuhi vegetasi pohon yang rimbun sehinga dapat menyerap panas yang di pantulkan oleh sinar matahari
PERAN GURU KELAS DALAM MENINGKATKAN KESADARAN SOSIAL SISWA MELALUI MATA PELAJARAN IPS DI SD NEGERI 4 WEDA
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran guru kelas dalam meningkatkan kesadaran sosial siswa melalui pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di SD Negeri 4 Weda. Kesadaran sosial merupakan salah satu aspek penting dalam pembentukan karakter siswa sejak dini, dan pembelajaran IPS menjadi media strategis dalam menanamkan nilai-nilai sosial, seperti kepedulian, tanggung jawab, toleransi, dan kerja sama. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap guru kelas dan siswa.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru kelas di SD Negeri 4 Weda berperan sebagai fasilitator, motivator, teladan, dan evaluator dalam proses pembelajaran IPS. Guru secara aktif mengaitkan materi dengan kehidupan nyata siswa, menggunakan metode pembelajaran kolaboratif dan kontekstual, serta memberikan pembiasaan dan contoh perilaku sosial yang positif. Melalui strategi tersebut, siswa menunjukkan peningkatan dalam sikap sosial, seperti saling menghormati, peduli terhadap sesama, serta aktif dalam kegiatan sosial di lingkungan sekolah.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa peran aktif dan kreatif guru kelas dalam pembelajaran IPS sangat berpengaruh dalam membentuk dan meningkatkan kesadaran sosial siswa. Dengan pendekatan yang tepat, guru dapat menjadikan IPS sebagai sarana efektif untuk membina karakter dan kepekaan sosial peserta didik sejak jenjang sekolah dasar