Portal E-Journal Universitas Khairun
Not a member yet
    248 research outputs found

    ANALISIS KELAYAKAN OBYEK DAN DAYA TARIK WISATA ALAM DI TAMAN WISATA ALAM (TWA) KERANDANGAN, DESA SENGGIGI, KECAMATAN BATU LAYAR, KABUPATEN LOMBOK BARAT

    No full text
    Taman Wisata Alam (TWA) Kerandangan sebagai salah satu kawasan pelestarian alam yang dikelola oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam NTB, memiliki potensi dan daya tarik sebagai salah satu objek wisata. TWA Kerandangan memiliki ekosistem dan komunitas alam yang masih terbilang alami serta unik dan indah dengan bentang alam serta potensinya yang dapat dijadikan sebagai salah satu ODTWA. ODTWA dengan komponen utama berupa fasilitas dan aksesibilitas yang baik yang telah ada pada TWA Kerandangan juga menjadikannya memiliki nilai jual di pasar wisata. Meskipun demikian, TWA Kerandangan saat ini menghadapi tantangan karena sudah terlupakan oleh banyak orang sebagai tujuan wisata. Oleh karena itu, diperlukan penelitian untuk mengevaluasi kelayakan obyek wisata dan daya tariknya di TWA Kerandangan agar dapat menentukan apakah layak untuk dijadiikan salah satu Daerah Tujuan Wisata (DTW). Selain itu, strategi-strategi perencanaan pengembangan juga perlu disusun untuk mengatasi tantangan ini dan meningkatkan kunjungan wisatawan ke TWA Kerandangan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yang dimana dilakukan observasi dan wawancara mendalam dengan informan kunci yaitu pihak pengelola Taman Wisata Alam Kerandangan yang kemudian dilakukan penilaian atau skoring menggunakan Pedoman ADO-ODTWA Dirjen PHKA 2003. Hasil penelitian dengan analisis ADO-ODTWA menunjukkan bahwa Taman Wisata Alam Kerandangan layak untuk dikembangkan sebagai destinasi ekowisata dengan hasil rekapitulasi indeks nilai kelayakan sebesar 95%. Namun, unsur keunikan sumber daya alam pada indikator daya tarik memerlukan perhatian lebih oleh pihak pengelola agar menjadi pioritas untuk mengembangkan kawasan Taman Wisata Alam Kerandangan menjadi destinasi ekowisata unggulan

    Optimization of Groundwater Potential as a Sustainable Resource to Support the Socio-Economic Activities of the Community in Tantan Village, Sekernan Subdistrict, Muaro Jambi Regency

    No full text
    Air bersih merupakan kebutuhan dasar yang sangat penting, namun ketersediaannya masih menjadi permasalahan serius di wilayah pedesaan, termasuk Desa Tantan, Kecamatan Sekernan, Kabupaten Muaro Jambi. Desa ini belum mendapatkan layanan PDAM dan masyarakat masih bergantung pada sumur gali yang kerap mengalami kekeringan serta kualitas air yang kurang layak.egiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi kedalaman air tanah menggunakan metode geolistrik konfigurasi Schlumberger. Pelaksanaan dilakukan melalui tiga tahap, yaitu persiapan (survei awal dan koordinasi dengan mitra), pelaksanaan (pengambilan data geolistrik serta diskusi dengan masyarakat), dan tindak lanjut (sosialisasi hasil, pendampingan, dan penyusunan peta potensi air tanah). Efektivitas sosialisasi diukur menggunakan analisis N-gain melalui pretest dan posttest terhadap peserta. Hasil menunjukkan rata-rata pemahaman masyarakat meningkat dari kategori rendah menjadi sedang hingga tinggi, dengan nilai rata-rata N-gain sebesar 0,517 (kategori sedang). kegiatan menghasilkan peta kedalaman air tanah sebagai dasar pembangunan sumur bor produktif, dan juga memperkuat kemandirian desa dalam mengelola sumber daya air untuk mendukung kebutuhan sosial-ekonomi secara berkelanjutan. Kata Kunci: air bersih, metode geolistrik, akuifer, N-gain, Desa TantanClean water is a fundamental need, yet its availability remains a serious challenge in many rural areas, including Tantan Village, Sekernan Subdistrict, Muaro Jambi Regency. The village is not connected to the PDAM network, leaving residents dependent on dug wells that often run dry and produce poor-quality water. This community service program aimed to identify groundwater depth potential using the Schlumberger geoelectrical configuration method. The activities were carried out in three stages: preparation (initial survey and coordination with partners), implementation (geoelectrical data collection and community discussions), and follow-up (result dissemination, mentoring, and groundwater potential mapping). The effectiveness of the socialization was assessed using N-gain analysis through pretest and posttest evaluations. Results showed that community understanding improved from low to medium and high categories, with an average N-gain score of 0.517 (moderate category). These findings indicate that field-based socialization is effective in enhancing community literacy on groundwater mapping. The program not only produced groundwater depth maps as a basis for productive bore well planning but also strengthened the village’s capacity to manage water resources sustainably in support of local socio-economic needs

    MANAJEMEN MUTU BERBASIS BUDAYA RELIGIUS DI MADRASAH ALIYAH NEGERI (MAN MODEL) KOTA TERNATE

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi manajemen mutu berbasis budaya religius di Madrasah Aliyah Negeri (MAN Model) Kota Ternate. Fokus penelitian ini mencakup perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi manajemen mutu yang dilandasi oleh nilai-nilai religius dalam mewujudkan madrasah yang unggul secara akademik maupun moral. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Informan penelitian meliputi kepala madrasah, wakil kepala bidang kurikulum, guru, dan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen mutu di MAN Model Kota Ternate dilaksanakan dengan mengintegrasikan nilai-nilai religius seperti disiplin ibadah, kejujuran, tanggung jawab, dan kerja sama dalam seluruh aktivitas pendidikan. Dalam aspek perencanaan, madrasah menetapkan visi dan misi yang menekankan pembentukan insan berilmu dan berakhlak mulia. Pada tahap pelaksanaan, budaya religius diterapkan melalui kegiatan rutin seperti salat berjamaah, tadarus al-Qur’an, pembiasaan salam dan doa, serta penguatan etos kerja islami bagi guru dan siswa. Evaluasi mutu dilakukan secara berkelanjutan melalui supervisi akademik, penilaian kinerja, dan refleksi nilai-nilai spiritual dalam proses pembelajaran. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa manajemen mutu berbasis budaya religius di MAN Model Kota Ternate mampu menciptakan lingkungan pendidikan yang harmonis, berkarakter, dan produktif. Nilai-nilai religius menjadi landasan utama dalam pengambilan keputusan dan pengembangan mutu madrasah secara berkesinambungan

    INTEGRASI KONSEP SEJARAH DALAM PEMBELAJARAN IPS UNTUK MENINGKATKAN LITERASI SISWA SMK NEGERI 4 HALMAHERA TENGAH

    No full text
    Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) menghadapi tantangan dalam meningkatkan kemampuan literasi siswa yang mencakup keterampilan membaca, menulis, berpikir kritis, dan memahami konteks sosial. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah melalui integrasi konsep sejarah dalam pembelajaran IPS. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perencanaan, pelaksanaan, dan dampak integrasi konsep sejarah dalam pembelajaran IPS terhadap peningkatan literasi siswa di SMK Negeri 4 Halmahera Tengah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data meliputi observasi pembelajaran, wawancara mendalam dengan guru dan siswa, serta analisis dokumen pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi konsep sejarah melalui pemanfaatan peristiwa sejarah lokal, analisis sumber sejarah, dan pembelajaran berbasis kronologi mampu meningkatkan literasi siswa, terutama dalam kemampuan memahami teks, mengaitkan informasi dengan konteks sosial, serta mengembangkan pemikiran kritis dan reflektif. Selain itu, pembelajaran menjadi lebih bermakna dan mendorong partisipasi aktif siswa. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi konsep sejarah dalam pembelajaran IPS efektif dalam meningkatkan literasi siswa SMK dan relevan dengan karakteristik serta kebutuhan peserta didik kejuruan. Temuan penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi pengembangan strategi pembelajaran IPS yang inovatif dan kontekstua

    IMPLEMENTASI NILAI-NILAI TOLERANSI OLEH GURU PPKN DALAM KONTEKS PEMBELAJARAN IPS DI SD NEGERI 4 WEDA

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi nilai-nilai toleransi yang dilakukan oleh guru Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) dalam konteks pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di SD Negeri 4 Weda. Toleransi merupakan salah satu nilai dasar yang sangat penting ditanamkan sejak dini untuk membentuk sikap saling menghargai dalam keberagaman. Melalui integrasi nilai-nilai toleransi dalam pembelajaran IPS, guru diharapkan dapat membantu siswa memahami pentingnya hidup harmonis dalam masyarakat yang majemuk. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi terhadap guru PPKn serta siswa kelas atas di SD Negeri 4 Weda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PPKn mengintegrasikan nilai-nilai toleransi ke dalam pembelajaran IPS melalui berbagai strategi, seperti diskusi kelompok, studi kasus, serta penggunaan cerita atau contoh nyata yang mencerminkan kerukunan dalam keberagaman. Guru juga menanamkan nilai toleransi melalui pembiasaan sikap di kelas dan kehidupan sekolah sehari-hari. Implementasi tersebut berdampak positif terhadap sikap sosial siswa, seperti menghargai perbedaan pendapat, menghormati teman yang berbeda latar belakang, serta aktif dalam kerja sama kelompok. Dengan demikian, guru PPKn berperan penting dalam memperkuat pendidikan karakter, khususnya nilai toleransi, melalui pendekatan kontekstual dalam pembelajaran IPS

    ANALISIS KURIKULUM IPS BERBASIS KEARIFAN LOKAL SD INPRES SIDANGA HALMAHERA TENGAH

    Full text link
    This study aims to analyze the implementation of a local wisdom-based Social Studies (IPS) curriculum at State elemtery School SD Sidanga, Central Halmahera. The primary focus of the study is to evaluate the extent to which local wisdom values are integrated into the planning, implementation, and evaluation of social studies learning. This study used a qualitative approach with a case study method. Data collection techniques included in-depth interviews with social studies teachers, observations of the learning process, and analysis of curriculum documents and teaching materials. The results indicate that despite teachers\u27 efforts to link social studies material to local contexts such as customs, local history, and cultural values of the Central Halmahera community, this integration has not been fully structured in the formal curriculum. Supporting factors for integration include teachers\u27 enthusiasm for preserving local culture, while the main obstacle is the limited availability of standard locally based curriculum references and guides. Therefore, more systematic curriculum development and teacher training are needed to strengthen contextual and meaningful social studies learning through local wisdom.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kurikulum Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) berbasis kearifan lokal di SD Inpres Sidanga Halmahera Tengah. Fokus utama penelitian adalah mengevaluasi sejauh mana nilai-nilai kearifan lokal diintegrasikan dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran IPS. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan guru IPS, observasi proses pembelajaran, dan analisis dokumen kurikulum serta perangkat ajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun terdapat upaya guru dalam mengaitkan materi IPS dengan konteks lokal seperti adat istiadat, sejarah lokal, dan nilai-nilai budaya masyarakat Halmahera Tengah, integrasi tersebut belum sepenuhnya terstruktur dalam kurikulum formal. Faktor pendukung integrasi antara lain semangat guru dalam melestarikan budaya lokal, sedangkan kendala utama adalah keterbatasan referensi dan panduan kurikulum berbasis lokal yang baku. Oleh karena itu, diperlukan pengembangan kurikulum yang lebih sistematis dan pelatihan guru untuk menguatkan pembelajaran IPS yang kontekstual dan bermakna melalui kearifan lokal

    ANALISA FAKTOR - FAKTOR PENGGUNAAN INTERNET ADVERTISING (ADS) FACEBOOK PADA UMKM DI KOTA TERNATE DENGAN MENGGUNAKAN METODE TECHNOLOGI ACCEPTANCE MODEL

    No full text
    Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs) in an effort to promote or advertise their processed products or products. MSME actors who make efforts to promote and market their products through socialmedia using internet advertising features. However, it is considered not optimal, so the authors see this as a problem that will later be faced by MSME actors in the city of Ternate. So the researchers conducted a study entitled Analysis of Factors - Factors of Use of Internet Advertising (ADS) on Facebook, on MSMEs in Ternate City using the Technology Acceptance Model (TAM) method. TAM is a model developed by Davis (1986) to explain the acceptance of technology that will be used by technology users. In formulating TAM, Davis uses Theory of Reasoned Action (TRA) as a basis for upholding his theory. Based on perceived usefulness, it has a significant value of 0.000 smaller in the coefficient table with a value (significant degree) of 0.05 meaning 0.000 > 0.05, so from this Ho1 is rejected and Ha1 is accepted, which means that the influence of perceived usefulness has a significant effect on behavioral interest. That what is obtained is a variable consisting of Perceived Usefulness (PU), Attitude Usefulness (ATU), Perceived Ease of Use (PEOU), Subjective Norm (SN), SelfEfficacy (SE) it can be concluded that it has a significant effect on behavioral interest variable Behavioral Intention to Use (BIU) which means accepted because it meets the basis for decision making.Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dalam upaya mempromosikan atau mengiklankan produk atau hasil olahannya. Pelaku UMKM yang melakukan upaya promosi dan pemasaran produk mereka melalui media sosial dengan menggunakan fitur internet advertising. Namun dianggap belum maksimal sehingga penulismelihat ini sebagai permasalahan yang kemudian yang dihadapi oleh pelaku UMKM di kota Ternate. Maka peneliti melakukan penelitian dengan judul Analisa fakor - faktor Penggunaan Internet Advertising (ADS) facebook pada UMKM di Kota Ternate dengan menggunakan metode Technologi Acceptance Model (TAM). TAM ialah model yang disusun oleh Davis (1986) untuk menjelaskan penerimaan teknologi yang akan digunakan oleh pengguna teknologi. Dalam memformula‐ sikan TAM, Davis menggunakan Theory of Reasoned Action (TRA) sebagai dasar dalam menegakkan teorinya. Berdasarkan Persepsi kegunaan mimiliki nilai signifikan 0.000 lebih kecil pada table coefisient dengan nilai a (derajat signifikan) 0.05 artinya 0.000 > 0.05 maka dari ini Ho1 ditolak dan Ha1 diterima yang artinya pengaruh persepsi kegunaan berpengaruh signifikan terhadap minat perilaku. Bahwa yang didapatkan ialah variable yang terdiri dari Perceived Usefulnes (PU), Attitude Usefullnes (ATU), Perceived Ease of Use (PEOU), Subjective Norm (SN), Self Efficacy (SE) dapat disimpulkan berpengaruh signifikan terhadap variabel minat perilaku Behavioral Intention to Use (BIU) yang berarti diterima karena memenuhi dasar pengambilan keputusan

    ETNOBOTANI TUMBUHAN BERKHASIAT OBAT DI KAWASAN HUTAN DESA BALLA TUMUKA KABUPATEN MAMASA

    No full text
    Abstract People of Balla Tumuka Village, Mamasa Regency have a tradition of traditional medicine using plants originating from forest areas to cure various diseases. The tradition of traditional medicine by the community has been passed down from generation to generation and is supported by natural resources found in the Balla Tumuka Village forest. This study aims to determine the types of medicinal plants and how they are used by the people of Balla Tumuka Village. The research method is descriptive exploratory with in-depth interview data collection techniques on 43 respondents. The results of the study found that there were 17 types of plants used by tje community for treatment, including Ageratum conyzoides, Hyptis capitata, Spatholobus ferrugenus, Agathis dammara and others. The parts of the plant used are leaves, stems, roots, fruit, sap and tubers. The processing method is by boiling, burning, pounding and eating directly. Diseases that can be treated such as cuts, ulcers, diabetes, coughs, cholesterol. Keywords: ethnobotany, Balla Tumuka forest, traditional, medicinal plants.Masyarakat Desa Balla Tumuka Kabupaten Mamasa memiliki tradisi pengobatan tradisional menggunakan tumbuhan yang berasal dari kawasan hutan untuk menyembuhkan berbagai penyakit. Tradisi pengobatan tradisional oleh masyarakat berlangsung secara turun-temurun dan didukung oleh sumber daya alam yang terdapat pada hutan Desa Balla Tumuka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis tumbuhan obat dan cara pemanfaatannya oleh masyarakat Desa Balla Tumuka. Metode penelitian adalah deskriptif eksploratif dengan Teknik pengumpulan data wawancara mendalam pada 43 orang responden. Hasil penelitian menemukan ada 17 jenis tumbuhan yang digunakan masyarakat untuk pengobatan, diantaranya Ageratum conyzoides, Hyptis capitata, Spatholobus ferrugenus, Agathis dammara dan lainnya. Bagian tumbuhan yang digunakan adalah daun, batang, akar, buah, getah dan umbi. Cara pengolahannya dengan direbus, dibakar, ditumbuk dan dimakan langsung. Penyakit yang dapat diobati seperti luka sayat, maag, kencing manis, batuk, kolesterol. Kata kunci: etnobotani, hutan Balla Tumuka, pengobatan tradisional, tumbuhan obat

    Pelatihan Analisis SWOT dan BMC (Business Model Canvas) pada Santri di Pondok Pesantren Al Mumtaz

    No full text
    Islamic boarding schools as Islamic educational institutions have great potential in developing entrepreneurship. However, many Islamic boarding schools still have limitations in business management and business planning. This training aims to provide SWOT Analysis and BMC (Business Model Canvas) training to students through mentoring at WEIPA (Al Mumtaz Preneurship Inspiration Education Tour) at Al Mumtaz Islamic Boarding School. This training is an effort to support the independence of Islamic boarding schools which is realized by the existence of business ventures at the Islamic Boarding School. Therefore, this training was held to facilitate WEIPA management in developing business strategies who are also students at the Islamic Boarding School and there are 20 Agribusiness Study Program Students who carry out Social Laboratory activities that assist WEIPA management. The implementation method includes initial observation, training, and evaluation of activities. The results of this training provide an overview of the increased understanding of participants regarding the strengths, weaknesses, opportunities and threats at WEIPA, as well as the ability to develop simple business models using BMC. This training activity is expected to be the first step towards the economic independence of Islamic boarding schools.Pondok pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam memiliki potensi besar dalam pengembangan kewirausahaan. Namun, banyak pesantren yang masih memiliki keterbatasan dalam manajemen usaha dan perencanaan bisnisnya. Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan pelatihan Analisis SWOT dan BMC (Business Model Canvas) kepada Santri melalui pendampingan pada WEIPA (Wisata Edukasi Inspirasi Preneurship Al Mumtaz) di Pondok Pesantren Al Mumtaz. Pelatihan ini merupakan upaya untuk mendukung kemandirian pondok pesantren yang diwujudkan dengan adanya usaha bisnis di Pondok Pesantren. Oleh karena itu pelatihan ini diadakan untuk memudahkan pihak manajemen WEIPA dalam menyusun strategi bisnis yang juga merupakan santri di Pondok Pesantren serta terdapat 20 Mahasiswa Prodi Agribisnis yang melakukan kegiatan Laboratorium Sosial yang membantu manajemen WEIPA. Metode pelaksanaan mencakup observasi awal, pelatihan, serta evaluasi kegiatan. Hasil dari pelatihan ini memberikan gambaran peningkatan pemahaman peserta terhadap kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman pada WEIPA, serta kemampuan menyusun model bisnis sederhana menggunakan BMC. Kegiatan pelatihan ini diharapkan menjadi langkah awal menuju kemandirian ekonomi pondok pesantren. &nbsp

    Kelimpahan Gastropoda pada Ekosistem Terumbu Karang di Pantai Bama, Taman Nasional Baluran

    No full text
    Terumbu karang tidak hanya menyediakan habitat bagi berbagai jenis flora dan fauna, tetapi juga menjadi sumber utama mata pencaharian dan penghidupan bagi jutaan manusia yang tinggal di kawasan pesisir. Diantara berbagai kelompok organisme yang menghuni ekosistem ini, gastropoda memiliki peran ekologi yang sangat penting. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi jenis dan kepadatan gastropoda di Pantai Bama Taman Nasional Baluran. Metode yang digunakan pada penalitian ini adalah LIT (Line Intercept Transect) atau sering di sebut transek garis sepanjang 50 m dan transek kuadrat 1×1 m transek diletakkan diatas garis LIT. Hasil penelitian menunjukkan terdapat enam jenis gastropoda yang terdiri dari enam famili, yaitu Strombus luhuanus (Strombidae), Conus literatus (Conidae), Trochus niloticus (Trochidae), Cypraea annulus (Cypraeidae), Turbo imperialis (Turbinidae), dan Coralliophila abbreviate (Muricidae). Kepadatan gastropoda tertinggi ditemukan pada stasiun 2 yaitu 42 ind/m2 daru jenis S. luhuanus. Kepadatan gastropoda terendah terdapat pada stasiun 2, yaitu jenis C. annulus dengan nilai 7 ind/m2

    11

    full texts

    248

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Portal E-Journal Universitas Khairun
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇