Portal E-Journal Universitas Khairun
Not a member yet
    248 research outputs found

    Transformasi Limbah Dapur Menjadi Pupuk Organik Cair, Solusi Pertanian Berkelanjutan

    No full text
    Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan dengan tujuan untuk memberikan penyuluhan dan pelatihan  keterampilan kepada anggota Persatuan Istri Karyawan/Karyawati  (PIKK) PLN UP3 Ternate dalam mengolah limbah dapur menjadi pupuk organik cair (POC) yang ramah lingkungan dan bernilai guna. Limbah dapur seperti sisa sayuran, kulit buah, dan ampas makanan merupakan salah satu jenis sampah organik yang seringkali terbuang percuma, padahal memiliki potensi sebagai bahan dasar POC yang mampu memperbaiki kesuburan tanah dan mendukung pertumbuhan tanaman. Kegiatan dilaksanakan melalui metode penyuluhan, pelatihan teknis, dan praktik langsung pembuatan POC secara sederhana dengan memanfaatkan bahan-bahan fermentasi seperti EM4 dan gula merah. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta memiliki antusiasme tinggi dalam mengikuti seluruh rangkaian kegiatan, serta mampu memahami prinsip dasar pengomposan dan fermentasi limbah organik. Selain meningkatkan pemanfaatan limbah rumah tangga, juga mendukung pengembangan pertanian pekarangan berbasis organik dan berkontribusi terhadap pengurangan volume sampah organik di lingkungan tempat tinggal. Dengan adanya kegiatan ini, PIKK PLN UP3 Ternate diharapkan dapat menjadi pionir dalam gerakan pengelolaan sampah terpadu dan mendukung pertanan berkelanjutan. Kata Kunci: Pupuk Organik Cair, Limbah Dapur, Pertanian Pekarangan, Pemberdayaan Perempuan, Sampah Organi

    Pembuatan Kompos Limbah Rumah Tangga Menggunakan Metode Biopori Di Kota Wirobrajan Yogyakarta

    No full text
    Pemasangn biopori ini dilaksanakan di kota wirobrajan yogyakarta dimana daerah ini terletak di tengah kota padat penduduk. Metode biopori ini memiliki tujuan sebagai media pembuatan kompos limbah rumah tangga yang tertanam di halaman atau pekarangan masyarakat. Metode yang digunakan menggunakan pralon pvc dengan melubangi dengan arah vertical, setiap lubang memiliki diameter 2-3 cm, dan ditanam pada kedalaman kurang lebih 100cm. Hasil yang telah dilaksanakan terpasang 11 buah biopori yang tersebar di 11 titik tersebar di wilayah Rt 36.  Pemasangan ini melibatkan seluruh warga secara bergotong royong yang nantinya bisa mengurangi sampah sisa olahan makanan rumah tangga sehingga akan mengurangi penumpukan sampah yang ada depo atau tempat pembuangan sampah (TPS) setempat

    ANALISIS KOMPENTENSI GURU PPKn DALAM MENDUKUNG PEMBELAJARAN IPS TEMATIK DI SD NEGERI 1 GEMIA

    Full text link
    This study aims to analyze the competency of Pancasila and Citizenship Education (PPKn) teachers in supporting thematic Social Studies (IPS) learning at Gemia 1 Public Elementary School. A descriptive qualitative approach was used, with data collection techniques including observation, interviews, and documentation. The results indicate that the pedagogical, professional, social, and personality competencies of PPKn teachers significantly influence the effectiveness of integrating civic values into thematic Social Studies learning. It was also found that although most teachers possess adequate competency foundations, challenges remain in mastering thematic strategies and utilizing innovative learning media. This study recommends strengthening integrated thematic training and increasing collaboration between subject teachers to support more contextual and meaningful learning.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kompetensi guru Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) dalam mendukung pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) tematik di SD Negeri 1 Gemia. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian guru PPKn sangat mempengaruhi efektivitas integrasi nilai-nilai kewarganegaraan ke dalam pembelajaran IPS tematik. Ditemukan pula bahwa meskipun sebagian besar guru telah memiliki dasar kompetensi yang memadai, masih terdapat kendala dalam hal penguasaan strategi tematik dan pemanfaatan media pembelajaran yang inovatif. Penelitian ini merekomendasikan penguatan pelatihan tematik terpadu serta peningkatan kolaborasi antarguru mata pelajaran untuk menunjang pembelajaran yang lebih kontekstual dan bermakn

    Kondisi Vegetasi Mangrove dan Keanekaragaman Jenis Ikan di Kawasan Gampong Padang Bakau, Kecamatan Labuhan Haji, Kabupaten Aceh Selatan

    Full text link
    Ekosistem mangrove memiliki peran penting dalam mendukung keberlanjutan sumber daya ikan dan keseimbangan ekologi wilayah pesisir, termasuk di kawasan Gampong Padang Bakau, Kecamatan Labuhan Haji, Kabupaten Aceh Selatan. Mangrove tidak hanya berfungsi sebagai penyangga alami tetapi juga sebagai habitat penting bagi berbagai jenis ikan dan organisme perairan lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi vegetasi mangrove dan keanekaragaman jenis ikan di kawasan perairan mangrove Gampong Padang Bakau. Metode yang digunakan meliputi penentuan area sampling dan wawancara langsung dengan nelayan setempat. Hasil analisis menunjukkan bahwa Indeks Nilai Penting ekosistem mangrove Padang Bakau yang terdiri dari beberapa jenis yaitu Rhizopora apiculata sebesar 97,908%, Bruguiera gymnorrizha sebesar 55,901%, Ceriops tagal sebesar 43,155%, dan Aegiceras corniculatum sebesar 6,685%. Hasil tangkapan ikan sebanyak 785 individu yang terdiri dari 17 spesies dan 14 famili. Nilai indeks keanekaragaman (H\u27) sebesar 2,774 menunjukkan kategori keanekaragaman sedang. Kualitas perairan menunjukkan kisaran salinitas antara 19–20‰, suhu 20,7–20,8ºC, pH 6,90–7,00, dan oksigen terlarut 4–7 ppm. Temuan ini menunjukkan bahwa meskipun kawasan ini masih menyimpan potensi keanekaragaman hayati, tekanan terhadap vegetasi mangrove perlu segera ditangani untuk menjaga keberlanjutan ekosistem dan sumber daya perikanan yang bergantung padanya

    PERBANDINGAN METODE PREFERENCE RANKING ORGANIZATION METHOD FOR ENRICHMENT EVALUATION (PROMETHEE) DENGAN METODE ADDITIVE RATIO ASSESSMENT (ARAS) DALAM PENENTUAN PENERIMA BANTUAN SOSIAL TAHUNAN DI DINAS SOSIAL KOTA TIDORE KEPULAUAN

    No full text
    Dalam penentuan penerima PKH (Program Keluarga Harapan) pada Dinas Sosial Kota Tidore Kepulauan masih belum optimal masalah yang terjadi menghilangkan penilaian subjektif (lebih mengedepankan hubungan emosional). Dan untuk menangani masalah tersebut diperlukan sistem menggunakan perbandingan metode Preference Ranking Organization Method for Enrichment Evaluation (PROMETHEE) dengan Metode Additive Ratio Assessment (ARAS). Proses penilaian penerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) menggunakan perbadingan metode PROMETHEE yaitu tahap pertama menentukan kriteria, dimana kriteria yang dipakai yaitu Kriteria Disabilitas Berat, Lanjut usia, Ibu hamil/nifas, anak usia dibawah 6 tahun/Balita, Anak SD, Anak SMP, Anak SMA. Kemudian dilakukan pemberian bobot penilaian untuk alternatif, selanjutnya lakukan perhitungan Promethee dimana terdapat 5 perhitungan yaitu menghitung indeks preferensi, indeks preferensi multikriteria, nilai leaving flow, nilai entering flow, dan nilai net flow. Dan aras yaitu tahap pertama menentukan kriteria, bobot, alternatif, dan nilai optimum. selanjutnya lakukan perhitungan aras yaitu Pembentukan DMM, Pernormalisasian matriks, Menetukan bobot matriks, Si dan Ki. Dengan 100 data untuk mendapatkan peringkat tertinggi pada metode aras. sehingga akurasi yang didapati pada set pertama adalah sebesar 100%, set kedua adalah 100%, set ketiga adalah 79,41%. Sedangkan pada metode PROMETHEE memiliki nilai akurasi paling rendah. Pada akurasi yang didapati set pertama adalah sebesar 54,54%, set kedua adalah 39,39%, set ketiga adalah 32,35%. Pada hasil perhitungan dari perbandingan metode PROMETHEE dan ARAS, dengan 3 set perhitungan terdapat akurasi tertinggi untuk ARAS, dapat dikatakan bahwa untuk ketiga set ini akurasi tertinggi terdapat pada metode ARAS, namun metode ini tidak efektif dalam pemilihan layak atau tidak layak seseorang mendapatkan KPM, hal ini dikarenakan hasil yang didapatkan sama dengan tidak menggunakan metode dalam penentuan penerima seperti pada umumnya

    SOSIALISASI PEMANFAATAN SOSIAL MEDIA UNTUK MENINGKATKAN PERTUMBUHAN EKONOMI DI KAWASAN TRANSMIGRASI PAYAHE

    No full text
    Kegiatan sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan masyarakat di Kawasan Transmigrasi Payahe, Kota Tidore Kepulauan, dalam memanfaatkan media sosial sebagai sarana promosi dan pengembangan usaha berbasis digital. Permasalahan utama yang dihadapi masyarakat adalah keterbatasan pengetahuan dan keterampilan dalam pemasaran digital serta rendahnya pemanfaatan teknologi untuk memperluas jangkauan pasar. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi identifikasi masalah, penyusunan materi, sosialisasi, pelatihan, pendampingan, dan evaluasi. Kegiatan dilakukan melalui pendekatan partisipatif dan praktik langsung, di mana peserta dilatih menggunakan platform seperti Facebook, Instagram, dan WhatsApp Business untuk membuat konten promosi, mengelola interaksi pelanggan, dan melakukan transaksi daring. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta mengenai strategi pemasaran digital dan penggunaan media sosial secara produktif. Selain itu, kegiatan ini berhasil menumbuhkan semangat kewirausahaan digital di kalangan pelaku UMKM, kelompok wanita tani, dan pemuda transmigran. Dengan dukungan infrastruktur digital dan pendampingan lanjutan, program ini berpotensi memperkuat pertumbuhan ekonomi lokal serta menjadi model pemberdayaan ekonomi berbasis teknologi di kawasan transmigras

    Aplikasi Kotoran Hewan dan Limbah Pertanian sebagai Bokashi dalam Usaha Peningkatan Produksi Sayuran di Desa Bobanehena Kecamatan Jailolo Halmahera Barat

    No full text
    Pertanian sayuran di Desa Bobanehena, Kecamatan Jailolo, Halmahera Barat, masih menghadapi tantangan produktivitas rendah akibat ketergantungan pada pupuk kimia serta belum optimalnya pemanfaatan limbah organik. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam mengolah kotoran hewan dan limbah pertanian menjadi pupuk bokashi. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif, meliputi observasi, sosialisasi, pelatihan, pendampingan aplikasi, serta evaluasi. Sebanyak 22 petani sayuran terlibat sebagai peserta. Hasil kuesioner pra-pelatihan menunjukkan lebih dari 80% petani belum mengenal maupun menggunakan bokashi. Setelah pelatihan, 100% responden memahami konsep dan bahan, 90% mampu membuat bokashi secara mandiri, serta seluruhnya bersedia mengaplikasikan di lahan sayuran. Evaluasi lapangan menunjukkan bahwa bokashi meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman sawi secara signifikan. Perlakuan 20 ton/ha menghasilkan tinggi tanaman 30,5 cm, jumlah daun 16 helai, dan berat segar 4,20 kg, jauh lebih tinggi dibanding kontrol 0 ton/ha (20,5 cm; 8 helai; 1,05 kg). Penerapan bokashi terbukti memberikan manfaat ekologis, ekonomi, dan sosial, sehingga berkontribusi pada pembangunan pertanian berkelanjutan berbasis sumber daya lokal.   Kata kunci: bokashi, pupuk organik, limbah pertanian, petani sayuran, pertanian berkelanjuta

    MUSIK WELA- WELA : METODE MERAWAT BUDAYA PERTANIAN SUKU SAHU

    No full text
    Musik Wela-wela adalah adalah musik tradisional Suku Sahu yang digunakan pada saat menanam Padi di ladang. Musik Wela-wela dianggap salah satu alat musik yang menyimpan sakralitas tinggi dengan kekayaan nilai tradisi. Musik Wela-wela dipertunjukan dalam acara ritual tertentu yaitu disaat menanam padi. Sudah menjadi sebuah keyakinan masyarakat, jika menanam tidak diikuti musik Wela-wela maka, pasti akan mengalami gagal panen.. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, penelitian ini menghimpun data melalui observasi, wawancara, dan studi literatur untuk menggali makna simbolik dan peranan musik Wela-Wela dalam berbagai kegiatan adat dan sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa musik Wela-Wela tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga memiliki peran penting dalam ritual adat, penyambutan tamu, upacara panen, serta kegiatan kebersamaan komunitas. Irama dan pola permainan yang khas mencerminkan identitas budaya masyarakat Halmahera Barat serta menjadi media pelestarian nilai-nilai tradisi leluhur. Selain itu, musik Wale-Wale berperan dalam memperkuat kohesi sosial dan solidaritas antaranggota komunitas. Kesimpulannya, musik Wela-Wela merupakan warisan budaya yang memiliki nilai historis, estetis, dan sosial yang tinggi. Pelestarian terhadap tradisi ini sangat penting untuk mempertahankan identitas kultural masyarakat Halmahera Barat di tengah perkembangan zaman dan arus modernisasi

    PAKIAN ADAT SULA: REPRESENTASI KEARIFAN LOKAL DAN KEINDAHAN TRADISI

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk, makna simbolik, serta fungsi sosial dari pakaian adat Sula sebagai salah satu identitas budaya masyarakat Kepulauan Sula, Maluku Utara. Pakaian adat Sula memiliki karakteristik khas yang tercermin melalui warna, motif, serta aksesori yang digunakan, dan setiap unsurnya memuat nilai-nilai historis, filosofis, serta norma adat yang diwariskan secara turun-temurun. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini mengumpulkan data melalui observasi, wawancara, dan studi literatur untuk menggali pemahaman mendalam mengenai peran pakaian adat dalam kehidupan masyarakat Sula. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pakaian adat Sula tidak hanya berfungsi sebagai busana tradisional, tetapi juga sebagai simbol status sosial, identitas etnik, dan media penyampai nilai-nilai adat dalam berbagai upacara seperti pernikahan, penyambutan tamu, ritual adat, serta perayaan budaya. Warna-warna dominan seperti merah, hitam, dan emas memiliki makna tersendiri yang berkaitan dengan keberanian, kesucian, dan kemuliaan, sedangkan motif dan aksesori tertentu mencerminkan struktur sosial dan filosofi hidup masyarakat Sula. Di tengah perkembangan zaman, pakaian adat Sula tetap dilestarikan melalui kegiatan budaya, sanggar seni, serta festival daerah. Kesimpulannya, pakaian adat Sula merupakan warisan budaya yang memiliki nilai estetis, simbolik, dan sosial yang penting. Upaya pelestarian dan revitalisasi perlu terus dilakukan untuk menjaga keberlanjutan identitas budaya masyarakat Kepulauan Sula di era modern

    IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN AKTIF GURU KELAS DALAM MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP IPS SD INPRES SIDANGA KECAMATAN WEDA

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi model pembelajaran aktif yang diterapkan oleh guru kelas dalam meningkatkan pemahaman konsep IPS siswa di SD Inpres Sidanga Kecamatan Weda. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian meliputi guru kelas dan siswa, sedangkan teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru kelas mengimplementasikan berbagai model pembelajaran aktif, seperti diskusi kelompok, tanya jawab, pembelajaran berbasis masalah, dan kegiatan belajar berbasis pengalaman langsung. Penerapan model pembelajaran aktif tersebut mampu meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran, memperbaiki pemahaman konsep IPS, serta mendorong kemampuan berpikir kritis dan kerja sama antar siswa. Meskipun terdapat beberapa kendala, seperti perbedaan kemampuan siswa dan keterbatasan waktu, guru dapat mengatasinya melalui pengelolaan kelas yang efektif dan perencanaan pembelajaran yang matang. Dengan demikian, implementasi model pembelajaran aktif oleh guru kelas memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan pemahaman konsep IPS siswa di SD Inpres Sidanga Kecamatan Weda

    11

    full texts

    248

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Portal E-Journal Universitas Khairun
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇