Portal E-Journal Universitas Khairun
Not a member yet
    248 research outputs found

    Penyuluhan Pemanfaatan Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) di Desa Kokotu, Kecamatan Bacan Barat, Kabupaten Halmahera Selatan

    No full text
    Non Timber Forest Products (NTFPs) are biological forest products, both plant and animal and their derivatives originating from forests except wood. NTFPs play an important role for the community, for example, they can increase household income and improve the local economy, as done by the people of Kokotu Village, West Bacan District, South Halmahera Regency. Several types of NTFPs utilized by the people of Kokotu Village are rattan and bamboo for craft materials and various types of herbs for food and raw materials for traditional medicine. The opportunities for utilizing NTFPs in Kokotu Village are very large considering the condition of the forest which is still well maintained. Therefore, insights regarding the utilization of other types of NTFPs and their marketing need to be shared with the people of Kokotu Village. The purpose of implementing this NTFP utilization outreach activity is to provide the community with an overview of the types of NTFPs in their village and the opportunities for their utilization. The NTFP utilization outreach in Kokotu Village was carried out with the target of housewives went fluently, and the participants were quite enthusiastic about discussing the types of NTFPs in Kokotu Village. In addition, the materials presented were able to provide new insights regarding the potential and utilization of HHBK to the extension participants. Keywords: Counseling, Kokotu Village, NTFPsHasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) merupakan hasil hutan hayati, baik nabati maupun hewani dan turunannya yang berasal dari hutan kecuali kayu. HHBK memiliki peran penting bagi masyarakat, misalnya dapat meningkatkan pendapatan rumah tangga dan dapat meningkatkan perekonomian lokal, seperti yang dilakukan oleh masyarakat Desa Kokotu, Kecamatan Bacan Barat, Kabupaten Halmahera Selatan. Beberapa jenis HHBK yang dimanfaatkan oleh masyarakat Desa Kokotu adalah rotan dan bambu untuk bahan kerajinan serta berbagai jenis tanaman herba untuk pangan dan bahan baku obat tradisional. Peluang pemanfaatan HHBK di Desa Kokotu sangat besar mengingat kondisi hutannya yang masih terjaga. Oleh karenanya, wawasan mengenai pemanfaatan jenis HHBK lain serta pemasarannya perlu dibagikan kepada masyarakat Desa Kokotu. Tujuan pelaksanaan kegiatan penyuluhan pemanfaatan HHBK ini yaitu memberikan gambaran kepada masyarakat mengenai jenis-jenis HHBK di desanya serta peluang pemanfaatannya. Penyuluhan pemanfaatan HHBK di Desa Kokotu dilaksanakan dengan sasaran ibu rumah tangga berjalan dengan lancer, dan peserta cukup antusias mendiskusikan jenis-jenis HHBK yang ada di Desa Kokotu. Selain itu, materi-materi yang telah disampaikan mampu memberikan wawasan baru mengenai potensi dan pemanfaatan HHBK kepada peserta penyuluhan. Kata Kunci: HHBK, Desa Kokotu, penyuluha

    Estimasi Biomassa Mangrove Menggunakan NDVI (Normalized Difference Vegetation Index) di Desa Soligi, Kabupaten Halmahera Selatan

    No full text
    Mangrove merupakan tumbuhan tingkat tinggi yang tumbuh pada habitat intertidal antara daratan dan laut di daerah tropis serta subtropis. Keberadaan mangrove sangat penting dalam mengurangi risiko bencana akibat perubahan iklim karena kemampuannya yang signifikan dalam menyimpan karbon pada biomassa dan sedimen. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis biomassa ekosistem mangrove berdasarkan kategori NDVI (Normalized Difference Vegetation Index) di pesisir Desa Soligi, Kecamatan Obi Selatan, Kabupaten Halmahera Selatan dengan total luas area 12,12 hektar dan total biomasa mencapai 899,78 ton. Kategori NDVI dibagi menjadi empat kelas yaitu: Sangat Rendah, Rendah, Sedang, dan Tinggi. Hasil analisis menunjukkan bahwa kategori Tinggi berkontribusi terbesar terhadap total biomasa dengan 639,94 ton/ha, terdiri dari 499,97 ton/ha untuk biomassa di atas tanah (AGB) dan 139,98 ton/ha untuk biomassa di bawah tanah (BGB). Sebaliknya, kategori Sangat Rendah menunjukkan nilai biomasa yang sangat rendah, yaitu 0,32 ton/ha. Temuan ini menekankan pentingnya pengelolaan dan konservasi ekosistem mangrove untuk meningkatkan kapasitas penyimpanan karbon dan mendukung keberlanjutannya

    Analisis Daya Dukung dan Strategi Pengembangan Ekowisata di Mentari Ocean View, Kabupaten Pacitan

    No full text
    Tourism activities in forest areas can potentially disrupt the balance of forest ecosystems. The existence of tourist visits needs special attention in terms of the environment. At a certain time when environmental conditions have exceeded their carrying capacity, there will be instability in environmental conditions that have an impact on environmental damage. The purpose of this study is to determine the carrying capacity of ecotourism in Mentari Ocean View in supporting tourism activities, analyze the potential of Mentari Ocean View ecotourism in achieving sustainable tourism, and formulate a strategy for the development of Mentari Ocean View ecotourism. The research methods used are primary surveys and secondary surveys. The data that has been obtained is analyzed using qualitative and quantitative descriptive methods. The results obtained in the study are that the value of the physical carrying capacity, real carrying capacity, and effective carrying capacity of Mentari Ocean View has not been exceeded, the assessment of the ecotourism potential of Mentari Ocean obtained an overall potential value index of 86.73% which means that it is high or suitable for development, the main priority of the development strategy is the environmental aspect centered on controlling environmental damage and utilizing the potential of natural resources, the second economy is centered on increasing business opportunities and increasing ecotourism branding, and the third is social, which is centered on improving the quality of human resources and local government support..Aktivitas wisata di kawasan hutan berpotensi mengganggu keseimbangan ekosistem hutan. Adanya kunjungan wisatawan perlu mendapat perhatian khusus dari segi lingkungan.  Pada saat tertentu ketika kondisi lingkungan telah melampaui daya dukungnya, maka akan terjadi ketidakstabilan kondisi lingkungan yang berdampak pada kerusakan lingkungan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui daya dukung ekowisata di Mentari Ocean View dalam menunjang kegiatan wisata, menganalisis potensi ekowisata Mentari Ocean View dalam mencapai pariwisata berkelanjutan, merumuskan strategi pengembangan ekowisata Mentari Ocean View. Metode penelitian yang digunakan adalah survei primer dan survei sekunder. Data yang telah diperoleh dianalisis dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil yang diperoleh dalam penelitian adalah nilai daya dukung fisik, daya dukung riil, dan daya dukung efektif Mentari Ocean View belum terlampaui, penilaian potensi ekowisata Mentari Ocean memperoleh indeks nilai potensi secara keseluruhan sebesar 86,73% yang artinya tinggi atau layak dikembangkan, prioritas strategi pengembangan yang utama adalah aspek lingkungan terpusat pada pengendalian kerusakan lingkungan dan pemanfaatan potensi sumber daya alam, kedua ekonomi yang terpusat pada peningkatan peluang usaha dan peningkatan branding ekowisata, dan ketiga sosial, yang terpusat pada peningkatan kualitas SDM dan dukungan pemerintah daerah

    Evaluasi Partisipasi Masyarakat dalam Penggunaan GPS (Kasus: Pengambilan Titik Koordinat Bambu di Desa Patanyamang): Evaluation of Community Participation in the Use of GPS (Case: Taking Bamboo Coordinate Points in Patanyamang Village)

    No full text
    Patanyamang Village, located in Camba District, South Sulawesi, is an area with a high potential for landslide risks. One of the disaster mitigation efforts carried out is mapping the distribution of bamboo plants as soil-retaining vegetation. This activity was conducted through a community empowerment approach with the Forest Farmers Group (KTH) in Patanyamang, utilizing Global Positioning System (GPS) technology. The GPS introduction training was led by practitioners from Bantimurung Bulusaraung National Park, followed by bamboo coordinate data collection involving local community members.The activity was divided into three groups based on hamlets, namely Mangai Hamlet, Bontotanga Hamlet, and Laelbata Hamlet. Each group was trained to use GPS devices to identify bamboo locations in their respective areas. The data collection results showed that the Mangai Hamlet group obtained 17 coordinate points, the Bontotanga Hamlet group obtained 8 points, and the Laelbata Hamlet group obtained 13 points. The use of GPS technology proved effective in mapping the distribution of bamboo, serving as an initial step in landslide disaster mitigation in the area. However, these coordinate points only reflect bamboo locations that are directly accessible. To acquire a more comprehensive distribution dataset, further analysis using satellite imagery or remote sensing is required. This activity provided benefits in enhancing the community’s capacity, especially in GPS technology utilization, and raised awareness of the importance of bamboo conservation as part of disaster mitigation efforts.  Keywords: GPS Mapping, BamDesa Patanyamang, Kecamatan Camba, Sulawesi Selatan, merupakan wilayah yang memiliki potensi tinggi terhadap risiko longsor. Salah satu upaya mitigasi bencana yang dilakukan adalah dengan memetakan distribusi tanaman bambu sebagai vegetasi penahan tanah. Kegiatan ini dilakukan melalui pendekatan pemberdayaan masyarakat Kelompok Tani Hutan (KTH) Patanyamang dengan memanfaatkan teknologi Global Positioning System (GPS). Pelatihan pengenalan GPS dilakukan oleh praktisi dari Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung, diikuti oleh pengambilan titik koordinat bambu yang melibatkan masyarakat lokal. Kegiatan ini dibagi menjadi tiga kelompok berdasarkan dusun, yaitu Dusun Mangai, Dusun Bontotanga, dan Dusun Laelbata. Setiap kelompok dilatih untuk menggunakan perangkat GPS guna mengidentifikasi lokasi bambu di wilayah masing-masing. Hasil pengambilan data menunjukkan bahwa kelompok Dusun Mangai memperoleh 17 titik koordinat, Dusun Bontotanga memperoleh 8 titik, dan Dusun Laelbata memperoleh 13 titik. Namun, data titik koordinat ini hanya mencerminkan lokasi bambu yang dapat diakses secara langsung. Untuk memperoleh data distribusi yang lebih menyeluruh, diperlukan analisis lanjutan menggunakan citra satelit atau penginderaan jauh. Kegiatan ini memberikan manfaat dalam peningkatan kapasitas masyarakat, terutama dalam penggunaan teknologi GPS, serta mendorong kesadaran akan pentingnya konservasi bambu sebagai bagian dari mitigasi bencana

    PERBANDINGAN METODE DEMPSTER SHAFER DAN NAIVE BAYES UNTUK MENDIAGNOSA PENYAKIT SAPI BERBASIS WEBSITE

    No full text
    Kesehatan ternak sapi menjadi faktor utama untuk dapat menghasilkan daging dengan kualitas yang baik. Peternak sapi diharapkan dapat mengetahui informasi mengenai ternak sapi, seperti penyakit yang menyerang disertai gejalanya. Sehingga dibutuhkan sebuah sistem pakar. Sistem pakar adalah sistem yang berusaha mengadopsi pengetahuan manusia ke komputer. Dalam penerapan sistem pakar yang digunakan untuk mendiagnosa penyakit sapi dengan membandingkan 2 metode diantaranya Dempster Shafer dan Naive Bayes yang digunakan untuk mengukur tingkat keyakinan pakar dan tingkat probabilitas terhadap penyakit Sapi sehingga dapat diketahui metode yang tepat dalam melakukan pendiagnosaan. Hasil perbandingan metode naïve bayes dan dempster shafer dengan menggunakan 35 dataset mendapatkan dua akurasi yang berbeda dari 2 algoritma dengan pengujian sistem dan pakar. terdapat nilai akurasi naïve bayes dari 31 data benar dan 4 data salah dengan presentase akurasi sebesar 88,57%, sedangkan nilai akurasi dempster shafer dari 25 data benar dan 10 data salah dengan presentase akurasi sebesar 71,43%,bisa dikatakan algoritma naïve bayes memiliki nilai akurasi lebih tinggi di bandingkan dengan algoritma dempster shafer

    Identifikasi Jenis Makrozoobentos pada Ekosistem Lamun di Desa Lamanggau, Kecamatan Tomia, Kabupaten Wakatobi

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis, menganalisis keanekaragaman, kelimpahan, serta hubungan antara keanekaragaman bentos dengan kondisi ekosistem lamun di Desa Lamanggau, Kecamatan Tomia, Kabupaten Wakatobi. Metode yang digunakan adalah survei lapangan dengan transek kuadrat pada tiga stasiun pengamatan. Hasil identifikasi berhasil menemukan sembilan spesies makrozoobentos yang tergolong dalam 4 filum: Annelida (Nereis vexillosa, Sipunculus nudus), Echinodermata (Echinometra mathaei, Holothuria atra), Mollusca (Littorina scabra, Cerithium citrinum, Nassarius pullus, Crassostrea gigas, Siphonaria atra), dan Arthropoda (Pagurus bernhardus). Spesies dengan kelimpahan tertinggi adalah L. scabra. Analisis indeks ekologi menunjukkan keanekaragaman sedang (Shannon-Wiener H\u27 = 2,08–2,17), keseragaman tinggi (Pielou J\u27 = 0,90–0,94), dan dominansi rendah (Simpson D = 0,13–0,15). Hasil ini mengindikasikan struktur komunitas bentos yang stabil, seimbang, dan tidak didominasi oleh spesies tertentu, yang merefleksikan kondisi ekosistem lamun yang masih baik. Kualitas habitat yang optimal, heterogenitas substrat, dan kondisi perairan yang mendukung menjadi faktor penting dalam mempertahankan keanekaragaman bentos. Penelitian ini menyimpulkan bahwa ekosistem lamun Desa Lamanggau memiliki nilai ekologis tinggi dan perlu dijaga kelestariannya

    IMPLEMENTASI ALGORITMA BINARY SEARCH DALAM APLIKASI KAMUS BAHASA GALELA BERBASIS WEBSITE

    No full text
    Indonesia is one of the largest archipelagic countries with the sixth largest number of islands in the world. Indonesia as one of the countries that has the most and largest treasures of regional languages in the world. In North Maluku Province, there are 19 regional languages used by the community, one of which is Galela. Galela language is spoken by most of the people of North Halmahera, which stretches from Wari village to Jere village. However, the development of Galela language is now starting to decline, due to the lack of use of Galela language in everyday life, especially among easy children, And the very minimal role of parents in passing on the use of Galela language to the next generation. Therefore, a problem was raised, how to implement the binary search algorithm in a website-based Galela dictionary application. The purpose of this study was to find out how to implement the binary search method in a website-based Galela dictionary application. The word data used in the study amounted to 832 vocabulary. Based on the results of research that has been tested using black box testing, the implementation of the binary search algorithm into the website-based Galela dictionary application is going well in doing word searches. The application of binary search algorithms in website-based Galela language dictionaries is an effective method because this method can perform word searches quickly and efficiently.Indonesia merupakan salah satu negara kepulauan terbesar dengan jumlah pulau terbanyak ke enam di dunia. Hal ini menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara yang memiliki khazanah bahasa daerah terbanyak dan terbesar di dunia. Di Provinsi Maluku Utara tersebar ada 19 bahasa daerah yang digunakan masyarakatnya, salah satunya bahasa galela. Bahasa galela dipakai oleh sebagian besar masyarakat Halmahera Utara, yang membentang dari desa Wari sampai Desa Jere. Namun perkembangan bahasa galela saat ini mulai mengalami penurunan, disebabkan karena kurangnya penggunaan bahasa galela dalam kehidupan sehari-hari, terlebih dikalangan anak–anak mudah. Serta sangat minimnya peran orang tua dalam mewariskan penggunaan bahasa galela ke generasi setelahnya. Oleh karena itu diangkat sebuah permasalah, Bagaimana implementasi algoritma binary search dalam aplikasi kamus bahasa galela berbasis website. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui cara mengimplementasikan metode binary search dalam aplikasi kamus bahasa galela berbasis website. Data kata yang digunakan pada penelitian berjumlah 832 kosa kata. Berdasarkan hasil penelitian yang telah di uji coba menggunakan black box testing, implementasi algoritma binary search ke dalam aplikasi kamus bahasa galela berbasis website ini berjalan dengan baik dalam melakukan pencarian kata. Penerapan algoritma binary search dalam kamus bahasa galela berbasis website merupakan metode yang efektif karena metode ini dapat melakukan pencarian kata secara cepat dan efisien

    Implementasi Pemberdayaan Kolaboratif Terkait Kebijakan Perhutanan Sosial Pada Pulau-Pulau Kecil di Pulau Hiri

    No full text
    Forests play a crucial role in maintaining the balance of the ecosystem and supporting human life. However, major challenges such as rapid deforestation and unsustainable resource utilization threaten the sustainability of forest functions. This study explores the implementation of social forestry policies in Pulau Hiri District, Ternate City, North Maluku Province, as a solution to overcome this problem. Through Community Service (PKM) activities involving students and lecturers from the Forestry Study Program of Khairun University, socialization and training on sustainable forest management, especially in clove oil refining, were carried out. The results of this activity show an increase in public understanding of social forestry and the implementation of sustainable agroforestry systems. Thus, this research emphasizes the importance of collaboration between various parties in empowering communities and preserving forests, in order to achieve sustainable welfare and environmental protection.Hutan memainkan peranan krusial dalam menjaga keseimbangan ekosistem dan mendukung kehidupan manusia. Namun, tantangan besar seperti deforestasi yang cepat dan pemanfaatan sumber daya yang tidak berkelanjutan mengancam keberlangsungan fungsi hutan. Penelitian ini mengeksplorasi implementasi kebijakan perhutanan sosial di Kecamatan Pulau Hiri, Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara, sebagai solusi untuk mengatasi masalah tersebut. Melalui kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang melibatkan mahasiswa dan dosen dari Program Studi Kehutanan Universitas Khairun, sosialisasi dan pelatihan tentang pengelolaan hutan berkelanjutan, khususnya dalam penyulingan minyak cengkeh, dilakukan. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan peningkatan pemahaman masyarakat mengenai perhutanan sosial dan penerapan sistem agroforestry yang berkelanjutan. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan pentingnya kolaborasi antara berbagai pihak dalam memberdayakan masyarakat dan melestarikan hutan, demi mencapai kesejahteraan yang berkelanjutan dan perlindungan lingkungan

    Sosialisasi Pemanfaatan Teknologi Informasi Dalam Penanganan Sampah Di Desa Samo

    No full text
    Pada era digital, teknologi informasi memiliki peran penting dalam mendukung berbagai aspek kehidupan, termasuk pengelolaan lingkungan. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini dilaksanakan di Desa Samo, Kecamatan Gane Barat Utara, Kabupaten Halmahera Selatan, dengan tujuan meningkatkan literasi digital masyarakat dan mengoptimalkan pemanfaatan teknologi informasi dalam penanganan sampah. Metode kegiatan meliputi tahap persiapan, penyebaran program melalui media sosial, sosialisasi, evaluasi, serta pelaporan. Hasil pelaksanaan menunjukkan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah yang baik dan penggunaan teknologi digital untuk mendukungnya. Selain itu, masyarakat mulai memanfaatkan media sosial untuk mempromosikan produk hasil daur ulang dan potensi wisata desa yang bersih. Kegiatan ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan, sekaligus menjadi model penerapan teknologi informasi dalam pengelolaan sampah bagi desa-desa lain di Kabupaten Halmahera Selata

    Prospek Pendapatan Usaha Tani Kemiri (Aleurites moluccana) Sebagai Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) di Desa Sambabo, Kecamatan Ulumanda, Kebupaten Majene

    No full text
    Komoditas hasil hutan bukan kayu (HHBK) merupakan sumber daya hutan yang memiliki keunggulan kompetitif dan berperan penting dalam kehidupan masyarakat yang tinggal di sekitar hutan. Komoditi (HBBK) yang dapat memberikan kontribusi terhadap pendapatan masyarakat salah satunya tanaman kemiri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pendapatan usaha tani kemiri di Desa Sambabo, Kecamatan Ulumanda, Kabupaten Majene, sekaligus mengidentifikasi potensi pengembangannya untuk mendukung perekonomian lokal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendapatan rata-rata yang diperoleh usaha tani kemiri adalah sebesar Rp. 16.079.000/tahun.Usaha tani kemiri berpotensi menjadi salah satu sumber pendapatan utama masyarakat Desa Sambabo, yang dapat berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan ekonomi ditingkat lokal

    11

    full texts

    248

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Portal E-Journal Universitas Khairun
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇