Portal E-Journal Universitas Khairun
Not a member yet
248 research outputs found
Sort by
BERPIKIR KRITIS DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN PENDEKATAN KONSTRUKTIVISME
Kompetensi penting yang harus dimiliki setiap individu pada era globalisasi yang juga tertuang dalam tujuan kurikulum 2013 adalah kemampuan berpikir kritis. Berpikir kritis merupakan salah satu kemampuan yang digunakan dalam proses pembelajaran matematika. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran sebagai bahan diskusi dan kajian mengenai berpikir kritis dalam pembelajaran matematika dengan menggunakan pendekatan konstruktivisme. Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan mendeskripsikan hasil kajian Pustaka dari sekurang-kurangnya 15 artikel yang relevan. Hasil dari penelitian ini adalah pendekatan konstruktivisme dapat digunakan sebagai salah satu pilihan model pembelajaran guna meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik
Pembibitan Pohon Kelompok Petani Hutan di Desa Tobololo
Kelompok tani hutan merupakan kelompok yang sangat penting dalam sistem penjagaan hutan dan konservasi. Petani hutan menjadi garis depan untuk memelihara hutan yang telah ada ataupun merehabilitasi hutan yang sudah rusak, serta merawat, mengelola dan meningkatkan penghasilan dari hutan. Kelompok tani hutan (KTH) dalam bentuk Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHD) Qahabanga Kelurahan Tobololo Ternate mengembangkan pembibitan pohon sebagai salah satu kegiatan dalam pengelolaan Hutan Desa Tobololo. Pengabdian ini bertujuan untuk mempelajari permasalahan dan menganalisis aspek-aspek penting yang dapat menjadi pembelajaran dari kegiatan pembibitan yang dilakukan. Kegiatan pengabdian dilaksanakan dengan mengobservasi dan mewawancarai kelompok tani pada LPHD Qahabanga serta melakukan analisis secara deskriptif permasalahan yang terjadi dan merumuskan saran untuk pengembangan pembibitan. LPHD Qahabanga memiliki pembibitan pohon masih sangat rentan dengan kondisi lokal, terutama aktivitasnya yang masih bergantung dengan pembinaan dan bantuan dana dari pemerintah, terbatasnya anggota yang aktif menjadikan kelompok ini masih cukup sulit untuk berkembang. Peran penting dari pendamping lapangan masih sangat dibutuhkan, terutama dalam menyiasati proses menghasilkan benih bermutu dan bernilai komersial untuk digunakan dalam program penghijauan dan konservasi hutan.
Kata Kunci : bibit bermutu, konservasi, Kelurahan Tobololo, LPH
Aplikasi Maggot Untuk Biokomposter Dan Pakan Ternak Sebagai Peluang Usaha Pada Kelompok Faperta Millenial
The community\u27s everyday food waste produces organic garbage, which is not being properly disposed of and is growing and damaging the ecosystem. In order to decrease organic waste, participants in this community service project will receive instruction on how to turn organic trash into compost that farmers can use and how to use organic waste to grow maggots that chicken farmers may use as high-protein feed. Fertilizer and feed are necessary for some farmers and breeders, but the expense of purchasing them is rising at the moment. By seizing these chances, the young farmers in the Faperta Millennial group—alumni of the Faculty of Agriculture—should exhibit an entrepreneurial spirit. For young farmers, using organic waste and raising maggots as a composter and substitute animal feed is a very promising economic potential. The community\u27s ability to produce animal feed and fertilizer based on maggots is the intended outcome of this community service project for farmers and breeders
Sosialisasi Potensi Kayu Secang (Caesalpinia sappan L) menjadi Wedang Secang untuk Kesehatan
Secang (Caesalpinia sappan L) merupakan salah satu tumbuhan yang potensial dikembangkan sebagai bahan pewarna alami. Selain untuk pewarna alami, tumbuhan ini biasanya digunakan oleh masyarakat sebagai campuran air minum sehari-hari. Secang mengandung senyawa flavonoid dan fenolik yang bermanfaat sebagai antioksidan. Hasil penelitian yang pernah dilakukan terhadap tikus menyatakan bahwa ekstrak kayu secang ini dapat mencegah terjadinya oksidasi dari lemak di dalam jaringan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan di Desa Moncongloe, Kecamatan Manuju, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan pada tanggal 13 Desember 2020. Metode pelaksanaan yang digunkaan yaitu memberikan edukasi langsung tentang pemanfaatan kayu secang yang diolah menjadi wedang secang, manfaat dari wedang secang, serta praktik langsung perebusan kayu secang oleh peserta. Kegiatan sosialisasi dilaksanakan dengan langkah awal memberikan edukasi kepada peserta terkait manfaat yang dimiliki olek kayu secang dan wedang secang. Tahap selanjutnya yaitu melakukan perebusan kayu secang. Pertama, air direbus hingga mendidih ±2 liter. Kedua, kayu secang dimasukkan sekitar 2mg. Ketiga, proses perebusan dilakukan hingga 45 menit. Jika lebih dari 45 menit, nutrisi dari tanaman tersebut akan ikut menguap dan hilang. Dalam kegiatan ini, perebusan kayu secang belum dicampurkan dengan bahan-bahan lainnya, seperti jahe, kapulaga, serei, daun pandan, dan kayu manis karena keterbatasan untuk memperoleh bahan-bahan tersebut. Namun untuk hasil yang maksimal untuk menjadi wedang secang, perebusan kayu secang dilakukan dengan bahan-bahan alami yang telah disebutkan sebelumnya untuk memperoleh manfaat yang lebih, misalnya untuk meningkatkan stamina dan menjaga daya tahan tubu
RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI E-LEARNING BERBASIS WEB PADA MADRASAH ALIYA AT-TAQWA BUSUA
Madrasah ALIYA At-Taqwa Busua is one of the educational units with MTs level in Busua, Kec. West Kayoa, Kab. South Halmahera, North Maluku. In carrying out its activities, Mtss At-Taqwa Busua is under the auspices of the Ministry of Religion. currently still using the face-to-face learning method, where students meet with the teacher in the classroom for the continuity of teaching and learning activities. And if the teacher cannot be present to teach, then the class is forced to be abolished or just giving assignments without direct control from the teacher concerned. On the other hand, if a student is unable to attend, the student cannot follow and get learning as usual in the classroom. Therefore, the school requires an E-Learning information system based on a website or electronic learning that can be accessed anytime and anywhere so that it can support the teaching and learning process even though it cannot meet face to face, though, by making it easier to deliver material or knowledge to students. accordance with direction and supervision.Madrasah ALIYA At-Taqwa Busua adalah salah satu satuan pendidikan dengan jenjang MTs di Busua, Kec. Kayoa Barat, Kab. Halmahera Selatan, Maluku Utara. Dalam menjalankan kegiatannya, Mtss At-Taqwa Busua berada di bawah naungan Kementerian Agama. saat ini masih menggunakan metode pembelajaran tatap muka, dimana siswa bertemu dengan guru di dalam kelas untuk keberlangsungan kegiatan belajar mengajar. Dan apabila guru tidak dapat hadir untuk mengajar, maka kelas dengan terpaksa ditiadakan atau hanya sekedar pemberian tugas tanpa adanya kontrol langsung dari pengajar yang bersangkutan. Begitupun sebaliknya apabila siswa berhalangan hadir maka siswa tersebut tidak dapat mengikuti dan mendapatkan pembelajaran seperti biasanya di dalam kelas. Oleh sebab itu sekolah tersebut memerlukan suatu sistem informasi E-Learning berbasis website atau pembelajaran secara elektronik yang dapat diakses kapan saja dan dimana saja sehingga dapat mendukung proses belajar mengajar meskipun tidak bisa bertatap muka, sekalipun, dengan mempermudah dalam penyampaian materi atau ilmu pengetahuan kepada siswa yang sesuai dengan arahan dan pengawasan
Potensi Pengembangan Ekowisata Tanjung Rappa Pelangi di Desa Bobanehena Kecamatan Jailolo Kabupaten Halmahera Barat
Ekowisata Tanjung Rappa Pelangi di Desa Bobanehena merupakan salah satu destinasi wisata penting di Kecamatan Jailolo Kabupaten Halmahera Barat. Pengelolaannya dilakukan oleh masyarakat desa yang tergabung dalam Kelompok Sadar Wisata. Ekowisata tersebut selama ini sudah dikunjungi oleh wisatawan yang ingin menikmati keindahan alam. Pengembangan ekowisata perlu memperhatikan aspek ekonomi, ekologi, dan sosial masyarakat. Potensi pengembangan dapat dikaji melalui penilaian potensi, hal ini dilakukan melalui penilaian unsur penunjang dan penilaian potensi pengembangan secara keseluruhan. penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan menganalisis potensi ekowisata dan upaya pengembangan ekowisata Tanjung Rappa Pelangi di Desa Bobanehena, Kecamatan Jailolo, Kabupaten Halmahera Barat. Penilaian menggunakan pedoman Analisis Daerah Operasi Objek dan Daya Tarik Wisata Alam (ADO-ODTWA) yang telah dimodifikasi. Hasil penilaian menunjukkan bahwa ekowisata Tanjung Rappa Pelangi memiliki skor 573, artinya ekowisata tersebut tergolong potensial yang bisa atau layak dikembangkan. Potensi tersebut dapat dilihat dari enam unsur penunjang ekowisata yaitu daya tarik wisata, aksesibilitas, kondisi sosial ekonomi masyarakat, ketersediaan air bersih, akomodasi, dan sarana prasarana. Pengembangan ekowisata tersebut dapat berfokus pada peningkatan kapasitas pengelola ekowisata, penambahan sarana dan prasarana wisata seperti jalan, jembatan, dan tempat bertedu
Pemanfaatan Kotoran Hewan dan Limbah Pertanian sebagai Kompos dalam Usaha Peningkatan Produksi Sayuran di Desa Ake Ara Jailolo Selatan Halmahera Barat
Abstract
Farming communities have not utilized agricultural waste and animal waste as compost optimally in overcoming the scarcity of fertilizer in farming communities. Composting is an alternative way of creating natural fertilizer made by farmers themselves, thus responding to the scarcity of fertilizer which in turn improves the health quality of the soil, produces healthy plant products, and increases farmers\u27 income. The solutions offered in the program include the presentation of compost making materials, how to apply them to plants, assistance in plant cultivation business activities, post-harvest handling so that plant products can be maintained in a healthy manner. It is hoped that the farmers as partners who are accompanied can produce organic compost fertilizer which can increase crop production and increase their income. The aim of this program is to improve farmers\u27 skills in utilizing plant litter, agricultural waste, animal waste to make compost fertilizer, which can then be sold on the market or used by farmers themselves to improve their vegetable cultivation business. Stages of activities include socialization, presentation of counseling material, creation of compost demonstration plots and plant cultivation demonstration plots with stages of land preparation, seeding, making plots, planting, fertilizing, watering, maintaining plants until harvest and marketing the results of cultivated plants.
Keywords: Training, Compost, Farmers, Production, Chaisim
Abstrak
Pemanfaatan limbah pertanian dan kotoran hewan sebagai kompos belum maksimal dilakukan oleh masyarakat tani dalam mengatasi kelangkaan pupuk di masyarakat tani. Pembuatan kompos merupakan alternatif dalam menciptakan pupuk alami yang dibuat oleh petani sendiri sehingga menjawab kelangkaan pupuk yang pada gilirannya meningkatkan kualitas kesehatan tanah, menghasilkan produk tanaman yang sehat, dan meningkatkan pendapatan petani. Solusi yang ditawarkan dalam program yaitu penyajian materi pembuatan kompos, cara aplikasi ke tanaman, pendampingan dalam kegiatan usaha budidaya tanaman, penangan pascapanen sehingga produk tanaman bisa terjaga secara sehat. Diharapkan petani sebagai mitra yang didampingi dapat menghasilkan pupuk organik kompos tersebut dapat meningkatkan produksi tanaman dan peningkatan pendapatannya. Tujuan program ini untuk meningkat ketrampilan petani dalam memanfaatkan serasah tanaman, limbah pertanian, kotoran hewan untuk dijadikan pupuk kompos, yang nantinya pupuk kompos tersebut dapat dijual dipasaran maupun digunakan petani sendiri dalam peningkatan usaha budidaya tanaman sayuran. Tahapan kegiatan dari sosialisasi, penyajian materi penyuluhan, pembuatan demonstrasi plot (demplot) pupuk kompos dan demplot budidaya tanaman dengan tahapan penyiapan lahan, persemaian, pembuatan petakan, penanaman, pemupukan, pengairan, pemeliharaan tanaman sampai panen dan pemasaran hasil budidaya tanaman yang diusahakan
Edukasi Pelestarian Ekosistem Hutan kepada Guru dan Siswa di SMK Negeri 4 Ternate, Maluku Utara
Pengetahuan tentang pelestarian ekosistem hutan di Kota Ternate diperlukan oleh para generasi penerus bangsa dan juga oleh garda terdepan dunia Pendidikan yaitu guru. Kegiatan pengabdian dilakukan mengingat Kota Ternate memiliki beragam ekosistem vital yang menjadi penyangga kehidupan masyarakat. Selain itu tipe ekosistem yang ada menjadi bagian ekowisata di Kota Ternate. Tujuan kegiatan pengabdian yaitu untuk memberikan edukasi kepada siswa-siswi dan juga guru agar dapat turut serta dalam menjaga ekosistem hutan di Ternate. Kegiatan pengabdian dilaksanakan di SMK Negeri 4 Ternate pada 17 November 2023 dengan jumlah peserta 31 siswa siswi dan 10 peserta dari guru atau tenaga pengajar. Terdapat 3 tahapan dalam kegiatan ini, yaitu pre test, diskusi dan tanya jawab, serta post test. Hasil pre test menunjukkan tingkat rendah dan sedang (cukup) dalam pengetahuan tentang pelestarian ekosistem hutan. Hasil post test menunjukkan nilai tinggi sehingga dapat dikatakan kegiatan edukasi dapat diterima oleh peserta kegiatan.
Kata Kunci: ekosistem, pelestarian, Ternat
Pengembangan Tanaman Hortikultura di Lahan Pekarangan dengan Sistem Vertikulur di Kelurahan Faudu Kecamatan Pulau Hiri
The little island of Hiri has very little area used for agriculture. Due to population development and the conversion of land into residential areas, the problem of agricultural land is becoming more and more limited. The availability of food is challenged by this. Using yard land well is one way to improve food security, independence, and sufficiency. Vegetable production utilizing verticulture methods is one method of cultivation that can be used on a restricted amount of land. In an effort to improve household food security, this community service project intends to introduce vegetable production techniques utilizing a verticulture sistem. PKK women from Ternate City, North Maluku\u27s Faudu Village and Hiri Island District participated in this exercise. This exercise uses practice and counseling as its strategy
Pendampingan Penyusunan Dokumen Mutu SNI 3553:2015 Bagi Pelaku Usaha AMDK di Kota Ternate
Bottled Drinking Water (AMDK) is drinking water that is packaged hygienically and practically for consumer needs. The use of AMDK consumption is quite high with various trademarks and different production locations, so that government regulations in regulating the regulation and safety of AMDK are the main things that must be paid attention to by AMDK industry players. AMDK quality requirements are based on SNI 3553:215 with the physicochemical, microbiological and organoleptic characteristics of AMDK produced by industry must meet the quality standards of AMDK. The aim of this activity is to provide assistance in preparing AMDK quality documents based on SNI 3553:2015 for AMDK Business Actors in Ternate City. The activity, which was carried out at the Khairun University Production House in January 2024, was attended by business people and final year students from the Agricultural Product Technology (THP) study program, Faculty of Agriculture, Khairun University. With this activity, the participants enthusiastically listened to material from the resource persons and provided assistance in compiling quality documents which will be submitted to the relevant agencies, especially to the Ministry of Industry of the Republic of Indonesia through LSPro Manado and BPOM RI to obtain a CPPOB certificate and a distribution permit in the form of an MD (Food and Beverage) permit. domestic)