Portal E-Journal Universitas Khairun
Not a member yet
248 research outputs found
Sort by
Estimasi Simpanan Karbon Dioksida Terumbu Karang (Studi Kasus Hol Sulamadaha Kota Ternate)
Terumbu karang merupakan salah satu ekosistem laut yang memiliki peran penting dalam siklus karbon global. Ekosistem ini mampu menyerap dan menyimpan karbon. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis persen tutupan karang dan luas area terumbu karang, menganalisis serapan karbon terumbu karang, dan menganalisis simpanan karbon dioksida di Perairan Hol Sulamadaha. Metode yang digunakan adalah survei lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persen tutupan terumbu karang di Hol Sulamadaha sebesar 27,34% dengan luas terumbu karang 0,42 Ha. Nilai serapan karbon terumbu karang sebesar 3,66 ton C dan simpanan karbon dioksida (CO2) sebesar 13,45 ton CO2/Ha. Berdasarkan simulasi, peningkatan persen tutupan karang sebesar 5% per tahun maka membutuhkan waktu 9 tahun untuk mencapai persen tutupan maksimal terumbu karang yaitu 98%, dengan nilai serapan karbon 57,66 ton C dan nilai simpanan karbon dioksida (CO2) sebesar 211,61 ton CO2/Ha
STRATEGI PEMENUHAN KEBUTUHAN EKONOMI KELUARGA JANDA DI DESA TACICI, TARAUDU, DAN WORAT-WORAT KECAMATAN SAHU KABUPATEN HALMAHERA BARAT
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi serta kendala pemenuhan kebutuhan ekonomi keluarga janda di Desa Tacici, Taraudu, Dan Worat-Worat Kecamatan Sahu Kabupaten Halmahera Barat. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian yakni kualitatif, dengan subjek penelitian yakni 20 ibu janda yang tersebar pada Desa Tacici, Taraudu, Dan Worat-Worat Kecamatan Sahu Kabupaten Halmahera Barat. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, dapat di ambil kesimpulan bahwa: Kondisi perekonomian keluarga janda di Desa Tacici, Taraudu dan Worat-worat menurun pasca ditinggalkan suami yang meninggal karena sakit. Para janda memilih bekerja sebagai petani dengan durasi bekerja 4-5 jam (setengah hari) dan ibu janda rata-rata memiliki anak sebagai tumpuan harapan untuk membantu perekonomian keluarga. Strategi pengelolaan kehidupan keluarga Janda dalam memenuhi perekonomian keluarga sehari-hari dilakukan dengan pekerjaan bertani. Para janda menanam tanaman bulanan sehingga tercukupi kebutuhan hari-hari. Pada kebiasaan masyarakat Sahu, anak merupakan aset keluarga yang sangat membantu perekonomian keluarga jika anak telah bekerja. Anak memiliki tanggung jawab untuk menafkahi anggota keluarga ketika ayahnya telah meninggal. Anak tertua merupakan tulang punggung keluarga yang diandalkan dalam menopang perekonomian keluarg
Sosialisasi Pentingnya Analisis Data Potensi Desa Berbasis Data-driven Di Desa Indari Dalam Pengambilan Kebijakan Pembangunan
Pembangunan desa merupakan suatu proses yang kompleks dan multidimensional, yang memerlukan pendekatan yang sistematis dan berbasis data untuk mencapai hasil yang optimal. Pengabdian Kepada Masyarakat ini bertujuan untuk memberikan sosialisasi dan edukasi tentang pentingnya analisis data potensi desa menggunakan Data Driven-DSS dalam pengambilan keputusan pembangunan di Desa Indari serta untuk melaksanakan Indeks Kinerja Utama Perguruan Tinggi di bidang pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan ini terdiri tiga kegiatan utama yaitu Sosialisasi dan persiapan pelaksanaan program, Pelaksanaan sosialisasi, dan pendampingan. Hasil kegiatan ini yaitu masyarakat mulai mengerti tentang perkembangan teknologi dan peran penting data dalam pengambilan kebijakan pembangunan di desa, yang dimulai dari sosialisasi dan persiapan pelaksanaan program bersama tim dan Kepala Desa Indari dengan dihasilkannya surat kesediaan menjadi mitra oleh Desa Indari. Pelaksanaan sosialisasi dilaksanakan dengan masyarakat desa dan perangkat desa serta perwakilan dari Kecamatan, sehingga baik masyarakat maupun perangkat pemerintah desa dan kecamatan mengerti tentang pentingnya data untuk pembangunan desa. Selain memberikan sosialisasi, juga dilakukan pendampingan dalam implementasi dan pengolahan data desa dalam persiapan pengambilan kebijakan pembangunan desa
Edukasi Yakis Bacan (Macaca nigra desmarest) Sebagai Bentuk Public Awareness Tentang Konservasi Satwa Liar Di Desa Kokotu, Bacan Kabupaten Halmahera Selatan
Wildlife education is the process of conveying knowledge, understanding, and awareness about wildlife and the importance of conservation to the general public. This activity was carried aout at MTs. Ar-Rayan, Kokotu, Bacan Island, South Halmahera. The aim of this community service is to introduce wildlife, provide information regarding the ecological role and threats faced by Yakis Bacan, and maximize children’s knowledge through interactions with yakis bacan. Community services are carried out in 3 stages, namely (1) education, (2) Counseling, and (3) evaluation. Teaching materials are summarized in the form of infographics and delivered using the storytelling method. Children are taught to recognize Yakis Bacan more closely by drawing, recognizing the shape of the face, body shape, and the difference in hair colour between young and old yakis. Counseling regarding the handling of yakis bacan focuses on first aid when negative interaction occur between humans and yakis. The questionnaire results showed that 83-100% of the children understood the material presented by the team. This shows that students have developed a new understanding of the existance of yakis bacan and their social interactions with humans.Edukasi satwa liar adalah proses penyampaian pengetahuan, pemahaman, dan kesadaran tentang hidupan liar serta pentingnya pelestarian kepada masyarakat umum, baik anak-anak maupun orang dewasa. Edukasi yakis bacan ditujukan kepada anak-anak MTs. Ar-Rayan di Desa Kokotu Pulau Bacan Kabupaten Halmahera Selatan. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk pengenalan yakis bacan yang berada di lingkungan sekitar anak-anak bermain, memberikan informasi peran ekologi yakis bacan, ancaman yang dihadapi yakis bacan, serta memaksimalkan pengetahuan anak-anak ketika berinteraksi dengan yakis bacan. Kegiatan Pengabdian dilaksanakan dalam 3 tahap yaitu (1) tahap edukasi, (2) penyuluhan penanganan, dan (3) evaluasi. Materi edukasi dirangkum dalam bentuk infografis dan disampaikan menggunakan metode story telling. Anak-anak diajarkan untuk mengenali lebih dekat yakis bacan yaitu dengan menggambar yakis bacan, mengenali bentuk muka, bentuk tubuh, dan perbedaan warna rambut pada yakis muda dan tua. Penyuluhan penanganan yakis bacan difokuskan pada pertolongan pertama saat terjadi interaksi negatif antara manusia dengan yakis bacan. Hasil evaluasi melalui kuisioner yang dibagikan kepada siswa menunjukan 83-100% anak-anak memahami materi yang disampaikan oleh tim. Hal ini menunjukkan adanya pemahaman baru yang ditunjukkan oleh siswa terkait dengan keberadaan yakis bacan dan interaksi sosialnya dengan manusia
Pengolahan Es Krim Fungsional dengan Penambahan Ekstrak Biji Pala Muda pada UMKM Asaompu Production di Kota Ternate
This Community Service (PKM) program aims to enhance the innovation capacity of Asaompu Production UMKM in Ternate City through the development of functional ice cream with the addition of young nutmeg seed (Myristica fragrans) extract. Young nutmeg is known to contain bioactive compounds such as myristicin, eugenol, and safrole, which act as antioxidants, antimicrobials, and flavor enhancers. The implementation method includes socialization, technical training in ice cream formulation, hygienic production assistance, organoleptic testing, and product branding and marketing strategies. The results showed an improvement in partners’ skills in ice cream processing, product diversification based on local resources, and high consumer acceptance of the new functional ice cream with nutmeg extract. This program contributes to strengthening UMKM competitiveness and promoting local commodities as value-added functional foods.Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas inovasi UMKM Asaompu Production di Kota Ternate melalui pengembangan produk es krim fungsional dengan penambahan ekstrak biji bala Muda (Myristica fragrans). biji pala muda dikenal memiliki senyawa bioaktif seperti miristisin, eugenol, dan safrol yang berfungsi sebagai antioksidan, antimikroba, dan penambah aroma. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, pelatihan teknis formulasi es krim, pendampingan produksi higienis, uji organoleptik, serta strategi branding dan pemasaran produk. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan keterampilan mitra dalam pengolahan es krim, diversifikasi produk berbasis potensi lokal, serta tingginya penerimaan konsumen terhadap inovasi rasa es krim dengan penambahan biji pala muda. Kegiatan ini berkontribusi pada penguatan daya saing UMKM serta pemanfaatan komoditas lokal sebagai pangan fungsional bernilai tambah.
Kata kunci: es krim, fungsional, biji pala muda, pemberdayaan, UMK
Penanganan Konflik Manusia-Satwaliar untuk Keberlanjutan Lingkungan dan Kesehatan Masyarakat
Konflik antara manusia dan satwa liar (Human–Wildlife Conflict/HWC) merupakan permasalahan yang kian penting, terutama di kawasan perkotaan yang berdekatan dengan area hijau dan sungai. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di Dasa Wisma RT 31 dan RT 33 Kelurahan Sungai Dama, Samarinda Ilir, dengan tujuan meningkatkan pemahaman dan kesiapan masyarakat dalam mitigasi potensi konflik manusia-satwaliar. Metode pelaksanaan meliputi edukasi presentasi interaktif, diskusi terbuka, serta evaluasi pengetahuan melalui pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan nilai rata-rata dari 73,68 menjadi 74,44, yang menandakan peningkatan pemahaman peserta terkait identifikasi jenis satwa liar, penyebab interaksi, dan strategi penanganan yang etis serta aman. Meskipun peningkatannya tidak signifikan secara kuantitatif, kegiatan ini berhasil menumbuhkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya koeksistensi harmonis antara manusia dan satwa liar di wilayah perkotaan. Program ini menjadi langkah awal menuju pembentukan kesadaran kolektif dan kesiapsiagaan komunitas dalam menghadapi potensi konflik, serta diharapkan berlanjut melalui kolaborasi multi-pihak, pembentukan kader komunitas, dan edukasi berkelanjutan berbasis media visual agar informasi mitigasi tetap relevan dan mudah diakses
RITUAL OROM SASADU PADA MASYARAKAT DESA IDAMDEHE GAMSUNGI KECAMATAN JAILOLO KABUPATEN HALMAHERA BARAT
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh perubahan sosial budaya terhadap pelaksanaan ritual Orom Sasadu pada masyarakat suku bangsa Sahu di Desa Idamdehe Gamsungi, Kecamatan Jailolo, Kabupaten Halmahera Barat. Ritual Orom Sasadu merupakan tradisi adat yang memiliki nilai-nilai sosial, religius, dan budaya yang tinggi, serta berfungsi sebagai sarana mempererat hubungan sosial dan memperkuat identitas budaya masyarakat Sahu. Namun, dinamika modernisasi, perkembangan pendidikan, agama, dan teknologi komunikasi telah membawa perubahan signifikan terhadap pelaksanaan dan makna ritual tersebut.
Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Analisis data dilakukan secara induktif dengan menelaah perubahan nilai, fungsi, dan bentuk pelaksanaan ritual Orom Sasadu dalam konteks kehidupan sosial masyarakat masa kini.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan sosial budaya telah memengaruhi berbagai aspek ritual Orom Sasadu, baik dari segi pelaksanaan, partisipasi masyarakat, maupun makna simbolik yang terkandung di dalamnya. Meskipun sebagian unsur tradisi mengalami penyesuaian dengan perkembangan zaman, nilai-nilai dasar seperti kebersamaan, gotong royong, dan penghormatan terhadap leluhur masih tetap dipertahankan. Dengan demikian, ritual Orom Sasadu mencerminkan kemampuan masyarakat Sahu dalam beradaptasi terhadap perubahan tanpa sepenuhnya meninggalkan identitas budaya mereka
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN RUMAH SAKIT (SIMRS) UMUM SOFIFI BERBASIS WEBSITE
Hospital Management Information System (HMIS) is a computer-based system designed to support the operational and managerial functions of hospitals in an integrated and efficient manner. This study was conducted at Sofifi Regional General Hospital, which faces several issues in the implementation of HMIS, such as data duplication, non-functional features, and a lack of system monitoring and evaluation. The aim of this study is to evaluate user satisfaction with the benefits of HMIS and to analyze the impact of service quality on system usage. The study adopts a prototyping approach to redevelop a web-based HMIS in order to improve service efficiency and facilitate the management of patient data, medications, and other medical services. Data collection was carried out through surveys and interviews with system users. The evaluation results show that the proposed system is capable of improving service quality and increasing user satisfaction. With the implementation of a web- based HMIS, hospital management processes become faster, more accurate, and more integrated.Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) merupakan sistem berbasis komputer yang dirancang untuk mendukung operasional dan manajerial rumah sakit secara terpadu dan efisien. Penelitian ini dilakukan di Rumah Sakit Umum Daerah Sofifi, yang menghadapi beberapa permasalahan dalam implementasi SIMRS, seperti duplikasi data, fitur yang tidak berfungsi, serta kurangnya monitoring dan evaluasi sistem. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi tingkat kepuasan pengguna terhadap manfaat SIMRS serta menganalisis pengaruh kualitas layanan terhadap penggunaan sistem. Penelitian ini menggunakan pendekatan prototyping untuk mengembangkan kembali SIMRS berbasis web guna meningkatkan efisiensi layanan dan memudahkan pengelolaan data pasien, obat, serta pelayanan medis lainnya. Metode pengumpulan data dilakukan melalui survei dan wawancara kepada pengguna sistem. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa sistem yang diusulkan mampu memperbaiki kualitas layanan dan meningkatkan kepuasan pengguna. Dengan penerapan SIMRS berbasis web, proses manajemen rumah sakit menjadi lebih cepat, akurat, dan terintegrasi
IDENTIFIKASI KESEHATAN POHON DI KAWASAN PENGAMATAN BURUNG BIDADARI KECAMATAN JAILOLO SELATAN KABUPATEN HALMAHERA BARAT: Tree Health Identification in Burung Bidadari Area South Jailolo District West Hamahera Regency
Trees are said to be healthy if they can carry out physiological functions and have an ecological ecology from various disturbances. The decline in tree health can be seen based on the condition of tree damage. This study aims to determine the health condition of trees and the type of damage in the Burung Bidadari Area, South Jailolo District, West Halmahera Regency. The study was conducted in September-October 2024. The method used is FHM (Forest Health Monitoring). Observations were made in two different clusters, namely cluster 1 Block A2 (production forest), cluster 2 Block A3 (protected forest). The level of tree health was analyzed according to the level of damage calculated based on the TLI and TDLI categories. Based on the results of the study, there were 3 families, 3 types of trees. There were 9 types of damage, namely Konk, growing konk, growing fruit with a total of 1 case. Open wounds with a total of 1 case. Resinosis/gymosis with a total of 2 cases. Termite nests with a total of 1 case. Loss of dominant tip, dead tip with a total of 2 cases. Broken or dead branches with a total of 7 cases. Damaged leaves, buds or tuna with a total of 13 cases. Leaves with non-green fruit with a total of 17 boxes. The results of the Tree Level Index (TLI) determine that cluster 1 is included in the healthy class (0≤5) and cluster 2 is included in the healthy class (6-10).Pohon dikatakan sehat apabila dapat melaksanakan fungsi fisiologi dan mempunyai ketahanan ekologis dari berbagai macam gangguan. Penurunan kesehatan pohon dapat dilihat berdasarkan kondisi kerusakan pohonnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi kesehatan pohon dan tipe kerusakan pada Kawasan Pengamatan Burung Bidadari Kecamatan Jailolo Selatan Kabupaten Halmahera Barat. Penelitian dilaksanakan pada bulan September-Oktober 2024. Metode yang digunakan adalah FHM (Forest Health Monitoring). Pengamatan dilakukan ada dua klaster yang berbeda, yaitu klaster 1 Blok A2 (hutan produksi), klaster 2 Blok A3 (hutan lindung). Tingkat kesehatan pohon dianalisis sesuai dengan tingkat kerusakan yang dihitung berdasarkan kategori TLI dan TDLI . Berdasarkan hasil penelitian terdapat 3 famili, 3 jenis pohon. Tipe kerusakan sebanyak 9 tipe kerusakan yaitu Konk, tumbuh konk, tumbuh buah dengan jumlah 1 kasus. Luka terbuka dengan jumlah 1 kasus. Resinosis/gimosis dengan jumlah 2 kasus. Sarang rayap dengan jumlah 1 kasus. Hilangnya ujung dominan, mati ujung dengan jumlah 2 kasus. Cabang patah atau mati dengan jumlah 7 kasus. Daun,kucup atau tunas rusak dengan jumlah 13 kasus. Daun berbuah warna tidak hijau dengan jumlah 17 kasus. Hasil Tree Level Indeks (TLI) menentukan bahwa klaster 1 masuk dalam kelas sehat (0≤5) dan klaster 2 masuk 6-10 juga masuk dalam kelas sehat.
 
IDENTIFIKASI MODEL PEMANFAATAN DAN PENGELOLAAN KAWASAN HUTAN (STUDI KASUS PERHUTANAN SOSIAL DI PULAU-PULAU KECIL)
Abstarct
The impact of various forestry policies on land management and conflict resolution in North Maluku, Indonesia. This research highlights significant regulatory measures and their impact on social forestry schemes, such as Village Forests, Customary Forests, and Community Forests. The study in Moya Village, Ternate, reveals challenges in forest management and utilization, emphasizing issues such as land use conflicts and inadequate support for local communities. As well as the issues social forestry institutions and related agencies in the area face. This study underscores the need for effective conflict resolution strategies and increased field support to minimize disputes. There are strategic steps that must be taken to minimize both vertical and horizontal conflicts. This study uses a qualitative descriptive method, focusing on stakeholders involved in forest management, and employs snowball sampling. This study shows that while social forestry policies facilitate legal access to forest management, their implementation often lacks adequate direction and support, leading to conflicts and inefficiencies. Two landowners privately manage the utilization and management of the forest area in Taman Moya. Regulations had previously been issued regarding establishing the forest area as a social forestry scheme. The management and utilization of the area became private due to internal conflicts within KUPS Cahaya Gamalama
Keywords: Land Management, land use conflict, forest management Abastrak
Dampak dari berbagai kebijakan kehutanan terhadap pengelolaan lahan dan resolusi konflik di Maluku Utara, Indonesia. Penelitian ini menyoroti langkah-langkah regulasi yang signifikan dan dampaknya terhadap skema perhutanan sosial, seperti Hutan Desa, Hutan Adat, dan Hutan Kemasyarakatan. Penelitian di Desa Moya, Ternate, mengungkap tantangan dalam pengelolaan dan pemanfaatan hutan, dengan menekankan pada isu-isu seperti konflik penggunaan lahan dan dukungan yang tidak memadai bagi masyarakat lokal. Serta isu-isu yang dihadapi oleh lembaga perhutanan sosial dan instansi terkait di daerah tersebut. Studi ini menggarisbawahi perlunya strategi penyelesaian konflik yang efektif dan peningkatan dukungan lapangan untuk meminimalisir perselisihan. Terdapat langkah-langkah strategis yang harus diambil untuk meminimalisir konflik vertikal dan horizontal. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, dengan fokus pada para pemangku kepentingan yang terlibat dalam pengelolaan hutan, dan menggunakan metode snowball sampling. Studi ini menunjukkan bahwa meskipun kebijakan perhutanan sosial memfasilitasi akses legal terhadap pengelolaan hutan, implementasinya seringkali tidak memiliki arahan dan dukungan yang memadai, sehingga menimbulkan konflik dan inefisiensi. Dua pemilik lahan secara pribadi mengelola pemanfaatan dan pengelolaan kawasan hutan di Taman Moya. Peraturan sebelumnya telah diterbitkan mengenai penetapan kawasan hutan sebagai skema perhutanan sosial. Pengelolaan dan pemanfaatan kawasan menjadi privat karena adanya konflik internal di dalam KUPS Cahaya Gamalama.
Kata Kunci : Pengelolaan Lahan, konflik penggunaan lahan, pengelolaan huta